cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRO EKONOMI (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAE diterbitkan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dua nomor dalam setahun, terbit perdana pada Oktober 1981
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Efisiensi Teknis Usahatani Kubis Petani di Kabupaten Karo Esra Frandika Karo-Karo; Dominicus Savio Priyarsono; Sri Hartoyo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n1.2021.51-68

Abstract

EnglishKaro Regency is the center of cabbage production in North Sumatra Province. The cabbage farming productivity in North Sumatra Province is low compared to other provinces on the island of Sumatra. This study aims to evaluate the cabbage farmings economic feasibility and technical efficiency. Farming feasibility was evaluated financially whereas technical eficiency was measured using the stochastic Cobb-Douglas production function in two categories, marginal and non-marginal farmings. The data was collected through a survey in February-June 2020 with respondents of 58 farmers for each categories. The results showed that the marginal farmings were technically efficient but were not profitable if land rent and labor cost were inputed. In contrary, the non-marginal farmings were technically inefficient but were profitable. This indicates that the poor but efficient hypothesis is true. The significant determinants of of the marginal farmings technical inefficiency were farmer’s age, labor ratio, land ownership, and farmer group membership. The study failed to find any significant determinant of technical inefficiency of the non-marginal farmers. The techical efficiency and profitablity of the cabbage farmings could possibly increased by increasing farmers’ participation in farmers group, building irrigation, developing agricultural institutions and trainings on good seedling practices.IndonesianKabupaten Karo adalah sentra utama produksi kubis di Provinsi Sumatera Utara. Tingkat produktivitas usaha tani kubis di Provinsi Sumatera Utara relatif rendah dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dan efisiensi teknis usaha tani kubis. Kelayakan usaha dianalisis secara finansial, sedangkan efisiensi teknis diukur dengan fungsi produksi Cobb-Douglas stokastik dalam dua kategori usaha tani, yaitu petani gurem dan bukan gurem. Data dikumpulkan melalui survei pada Februari–Juni 2020 dengan responden 58 petani untuk setiap kategori yang dipilih purposif. Penelitian menunjukkan bahwa usaha tani kubis skala gurem efisien secara teknis namun tidak menguntungkan jika biaya tenaga kerja keluarga dan sewa lahan diperhitungkan. Sebaliknya, usaha tani kubis berskala bukan gurem tidak efisien secara teknis namun menguntungkan secara finansial. Artinya, hipotesis ‘poor but efficient’ berlaku. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis usaha tani gurem hingga tingkat nyata 10% adalah usia petani, rasio tenaga kerja, status lahan, anggota kelompok tani, sedangkan untuk usaha tani bukan gurem tidak ditemukan faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi efisiensi teknis hingga tingkat nyata 10%. Efisiensi teknis dan pendapatan usaha tani kubis masih dapat ditingkatkan dengan meningkatkan partisipasi petani dalam kelompok tani, membangun saluran irigasi, memfasilitasi tumbuh kembangnya lembaga pertanian dan memberikan pelatihan menyemai bibit yang baik.
Strategi Implementasi Kebijakan Pemerintah pada Manajemen Rantai Pasokan Ayam Broiler di Indonesia Ismatullah Salim; Suci Paramitasari Syahlani; Ahmad Romadhoni Surya Putra
Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v38n2.2020.77-90

Abstract

EnglishThe broiler chicken industry has become an agribusiness industry that has supply chain components from upstream to downstream. However, in its implementation, several obstacles were found, such as price fluctuations and the availability of inputs and outputs. This study aimed to identify the government policy implementation strategy in managing the supply chain of the broiler chicken industry. The Analysis Hierarchy Process was used to get the priority issues. The data was obtained by interviewing 25 respondents which were selected purposively consisting of policy makers and business actors in September 2021. Dimensions of criteria hierarchy are prepared based on the Minister of Agriculture Regulation No 32/2017. Dimensions of the alternative strategy hierarchy are based on in-depth interviews with broiler chicken stakeholders. The results showed the priority in the criteria hierarchy was supervision management by 0.4342 and for the alternative strategy hierarchy was a competitiveness support strategy policy of 0.184. The government as the policy maker must ensure that supervision management in the broiler chicken supply chain can be well conducted. Competitiveness policy support strategies in the business of broiler chickens are needed by every business actor to provide added value in every business activity and ready to compete globally.IndonesianIndustri ayam broiler telah menjadi industri agribisnis yang memiliki rantai pasok terpadu dari sektor hulu hingga hilir. Namun, dalam realitas masih ditemukan beberapa masalah seperti fluktuasi harga dan ketersediaan input maupun output. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengidentifikasi strategi implementasi intervensi kebijakan pemerintah dalam manajemen rantai pasokan industri ayam broiler. Analysis Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk mendapatkan isu-isu prioritas dalam intervensi kebijakan pemerintah dalam industri ayam broiler. Data diperoleh dengan mewawancarai sebanyak 25 orang responden terdiri dari pengambil kebijakan dan pelaku usaha yang dipilih secara purposif pada September 2019. Dimensi hierarki kriteria disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017. Dimensi hierarki alternatif strategi disusun berdasarkan wawancara mendalam dengan para stakeholder ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas pada hierarki kriteria adalah manajemen pengawasan sebesar 0,4342 dan untuk hierarki alternatif strategi adalah kebijakan strategi dukungan daya saing sebesar 0,184. Pemerintah selaku pemangku kebijakan harus memastikan bahwa manajemen pengawasan pada rantai pasokan ayam broiler dapat berjalan dengan baik. Strategi kebijakan dukungan daya saing pada usaha ayam broiler sangat dibutuhkan oleh setiap pelaku usaha agar memberikan nilai tambah di setiap aktivitas usahanya agar siap bersaing secara global.
Cover dan Pengantar nFN nLn
Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v37n2.2019.%p

Abstract

Perubahan Efisiensi Teknis Usaha Tani Jagung pada Agroekosistem Lahan Kering Rangga Ditya Yofa; Yusman Syaukat; nFN Sumaryanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n2.2021.97-116

Abstract

EnglishThe level of corn productivity during the 2008-2018 period experienced sloping growth. From various previous research results, it is known that the use of corn production inputs is not optimal. This study aims to analyze changes in technical efficiency of corn farming and the factors that influence it on the dry land agroecosystem. The data used is National Farmer Panel data (Patanas) in 2008 and 2017 sourced from Indonesian Center for Agricultural Socio Economics and Policy Studies (ICASEPS), Ministry of Agriculture. The analytical method used are the stochastic frontier production function with the Time-Varying Decay (TVD) model, and the random-effects tobit model. The results of the analysis show that the average level of technical efficiency of corn farming reaches 70.27 percent. There was an increase in the score of technical efficiency in 2017 compared to 2008. Factors influencing this increase were the age and level of education of family heads, the share of corn farming income, and the status of land ownership. It is recommended to the government to increase the use of dry land for food crop businesses and ensure the availability of hybrid corn seeds at an affordable price.IndonesianTingkat produktivitas jagung selama periode 2008–2018 mengalami pertumbuhan yang melandai. Dari beragam hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa penggunaan input produksi jagung belum optimal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perubahan tingkat-efisiensi teknis usaha tani jagung dan faktor-faktor yang memengaruhi-nya pada agroekosistem lahan kering. Data yang digunakan adalah data Panel Petani Nasional (Patanas) tahun 2008 dan 2017 yang bersumber dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Kementan. Metode analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Stochastic Frontier dengan model Time-Varying Decay (TVD), dan model Random-Effects Tobit. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat efisiensi teknis usaha tani jagung mencapai 70,27%. Terjadi peningkatan skor efisiensi teknis pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2008. Faktor yang memengaruhi peningkatan ini yaitu umur dan tingkat pendidikan kepala keluarga, pangsa pendapatan usaha tani jagung, dan status kepemilikan lahan. Disarankan kepada pemerintah agar meningkatkan pemanfaatan lahan kering untuk usaha tanaman pangan dan menjamin ketersediaan benih jagung hibrida dengan harga yang terjangkau.
Cover dan Kata Pengantar nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v38n2.2020.%p

Abstract

Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v38n2.2020.%p

Abstract

Dampak Standar Keberlanjutan terhadap Pendapatan Usaha Tani Kopi: Kasus Program Cafe Practices di Kabupaten Enrekang Hendra Sudirman; Rita Nurmalina; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n2.2021.131-153

Abstract

EnglishThe Coffee and Farmer Equity (CAFE) Practices is a sustainable coffee farming and handling program initiated by Starbucks Coffee Company. The CAFE Practices program offers economic benefits through increased coffee productivity and quality, better market access, and higher coffee prices. The program, however, potentially increases the production costs needed to implement better cultivation practices according to the CAFE Practices protocol. This study aims to analyze the impact of CAFE Practices program on coffee farming income in Enrekang Regency, and to track down the income impact pathways. This study used primary data from 200 coffee farmers in Enrekang Regency. The data were analyzed using the Propensity Score Matching method. The results showed that the CAFE Practices participating farmers had 18.55% higher farm income than non-CAFE Practices farmers. The change in the CAFE Practices participating farmers was due to increasing farm productivity by 16.66%, increasing production costs by 24.38%, and increasing selling prices by 2.95%. CAFE Practices farmers should be able to maintain or increase their coffee productivity and quality in order to continue to receive high incomes. They also need financial support from the government and/or Starbucks to meet the higher cost of implementing the CAFE Practices program.IndonesianCoffee and Farmer Equity (CAFE) Practices adalah program standar budi daya dan penanganan kopi berkelanjutan yang diinisiasi oleh Starbucks Coffee Company. Di satu sisi, penerapan Program CAFE Practices menawarkan keuntungan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan kualitas kopi, akses pasar yang lebih baik, dan harga kopi yang lebih tinggi. Di sisi lain, penerapan program juga berpotensi meningkatkan biaya produksi yang dibutuhkan untuk menerapkan praktik budi daya yang lebih baik sesuai protokol CAFE Practices. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Program CAFE Practices terhadap pendapatan usaha tani kopi di Kabupaten Enrekang, serta menganalisis perubahan komponen pendapatan yang merupakan jalur dampak perubahan pendapatan tersebut. Penelitian menggunakan data primer dari 200 petani kopi di Kabupaten Enrekang yang dikumpulkan pada bulan Juli–Agustus 2021. Data dianalisis dengan metode Propensity Score Matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kopi yang berpartisipasi dalam Program CAFE Practices memperoleh pendapatan usaha tani 18,55% lebih tinggi dibandingkan petani yang tidak berpartisipasi. Perubahan pendapatan disebabkan oleh peningkatan produktivitas kopi sebesar 16,66%, peningkatan biaya produksi sebesar 24,38%, dan peningkatan harga jual kopi sebesar 2,95%. Petani yang berpartisipasi dalam Program CAFE Practices harus dapat mempertahankan atau meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi yang dihasilkan agar tetap dapat menerima pendapatan yang tinggi. Petani kopi juga membutuhkan dukungan pembiayaan dari pemerintah dan/atau Starbucks agar dapat memenuhi kebutuhan biaya yang tinggi atas penerapan Program CAFE Practices.
Analisis Multidimensi Keberlanjutan Sistem Usaha Tani Padi di Kabupaten Subang dan Karawang Rizka Amalia Nugrahapsari; nFN Sumedi; Budi Marwoto; I Nyoman Widiarta; Muhammad Yunus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n2.2021.117-130

Abstract

EnglishStrategic environment change requires improvement in sustainable rice business system. Research aims to asses sustainability of paddy farming system in Pringkasap Village, Pabuaran District, Subang Regency and in Kalijati Village, Jatisari District, Karawang Regency. Data was collected by interviewing farmers, extension workers, and related stakeholders in 2018. Study used the Raprice method with multidimensional scaling. Results showed that rice farming sustainability index was sufficient, although it varied between farmers, locations, and influenced by land size and cropping index.The most sensitive attributes were (a) ecological dimension, namely integration of plants with livestock, local wisdom, addition of organic matter; (b) economic dimension, namely capital, labor, inputs; (c) social dimension, namely extension intensity, training intensity, technology application; (d) institutional dimension, namely agricultural equipment and machinery service management unit, partnership and social system; and (e) technological dimension, namely land cultivation, super jarwo technology application and local resources utilization. Development of a sustainable rice business system should focus on the most sensitive variables. Farming intensification and increasing planting index must be done by applying environmentally friendly technology, particularly by implementing rice and livestock integration, commodities and or varieties rotation, balanced fertilizer use, organic fertilizers use, integrated pest and disease management, and retaining the soil organic matter.IndonesianPerubahan lingkungan strategis menuntut pembenahan pengelolaan sistem usaha padi secara berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk melakukan penilaian keberlanjutan sistem usaha tani padi dengan metode multidimensi di Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang dan di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang sebagai sentra produksi padi di Jawa Barat. Data yang digunakan ialah data primer hasil wawancara terhadap petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan terkait lainnya pada tahun 2018. Penelitian menggunakan metode raprice dengan pendekatan multidimensional scaling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kerbelanjutan usaha tani padi termasuk dalam kategori cukup, meskipun bervariasi antarpetani, antarlokasi, dan dipengaruhi oleh luas lahan serta indeks pertanaman. Atribut yang paling sensitif memengaruhi keberlanjutan sistem usaha tani padi yaitu (a) dimensi ekologi, yaitu integrasi tanaman dengan ternak, kearifan lokal, dan penambahan bahan organik untuk dimensi ekologi; (b) dimensi ekonomi, yaitu modal, tenaga kerja, dan saprodi; (c) dimensi sosial, yaitu intensitas penyuluhan, intensitas pelatihan dan penerapan teknologi; (d) dimensi kelembagaan, yaitu unit pengelola jasa alat dan mesin pertanian, kemitraan, dan sistem sosial; dan (e) dimensi teknologi, yaitu pengolahan tanah, penerapan teknologi jarwo super, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Pengembangan sistem usaha padi berkelanjutan sebaiknya difokuskan pada variabel yang paling sensitif. Upaya peningkatan produksi pangan (khususnya padi) secara berkelanjutan perlu mempertimbangkan keenam dimensi keberlanjutan secara seimbang. Intensifikasi usaha tani dan peningkatan indeks tanam harus dilakukan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan, antara lain dengan penerapan integrasi padi dan ternak, pergiliran komoditas dan atau varietas, penggunaan pupuk secara berimbang, penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, dan pengembalian bahan organik ke lahan.
Cover dan Kata Pengantar nLN, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n1.2021.%p

Abstract

Daya Saing dan Potensi Pengembangan Ekspor Pati Sagu Indonesia Andi Pangeran Rivai; Musran Munizu; nFN Mahyuddin
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n2.2021.155-163

Abstract

EnglishIndonesa has comparative advantage on sago production because it has the largest sago planted area in the world and sago is an Indonesia origin crop. The challenge, then, is how to convert the comparative advantage into competitive advantage as reflected in exportation of the sago derived products. This study is, therefore, intended to analyze competitiveness export potential of the Indonesian sago starch (HS 110819). The analysis was conducted using the Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD) dan X-Model Potential Export Products methods. The export-import data by country was obtained from the UN Comtrade for the 2010-2019 period. RCA dan EPD analysis showed that Indonesia had a strong competitiveness in the sago starch export markets. Further analysis with the X-Model showed that the optimistic markets for the Indonesia sago export were the Philippines, China dan Sri Lanka, the potential markets were Japan, Malaysia, Australia, Amerika, Thailand dan Hongkong, and the less potential market was Singapore. It is recommended for the Indonesia Government to promote export-oriented sago starch industry development with China, Sri Lanka and the Philippines as the priority markets and Japan, Malaysia, Australia, Amerika, Thailand dan Hongkong as the export potential markets. IndonesianIndonesia memiliki keunggulan komparatif dalam menghasilkan sagu karena memiliki pertanaman sagu yang terluas di dunia dan sagu adalah tanaman asli Indonesia. Tantangan kemudian ialah bagaimana mengubah keunggulan komparatif tersebut menjadi keunggulan kompetitif yang tercermin dari eksportasi produk turunan sagu seperti pati sagu. Sehubungan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis daya saing dan potensi ekspor pati sagu (HS 110819) Indonesia. Analisis dilakukan dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD) dan X-Model Potential Export Products. Data ekspor-impor antarnegara diperoleh dari UN Comtrade untuk periode 2010–2019. Analisis RCA dan EPD menunjukkan bahwa pati sagu indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar ekspor. Analisis lanjutan dengan X-Model menyimpulkan bahwa pati sagu memiliki potensi pengembangan pasar ekspor optimis untuk tujuan ke Filipina, China, dan Sri Lanka, potensial untuk tujuan ke Jepang, Malaysia, Australia, Amerika, Thailand, dan Hongkong, dan kurang potensial untuk tujuan ke Singapura. Disarankan agar Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan industri pati sagu untuk tujuan ekspor dengan negara China, Sri Lanka, dan Filipina sebagai prioritas tujuan utama dan negara Jepang, Malaysia, Australia, Amerika, Thailand, dan Hongkong sebagai kelompok tujuan ekspor potensial.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue