cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
ANALISIS TITIK IMPAS DAN LABA USAHATANI MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN PADI TERPADU DI KABUPATEN LEBAK- BANTEN Benny Rachman; Andy Saryoko
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v11n1.2008.p%p

Abstract

Break Even Point Analysis and Profitability of Paddy Farming System through Integrated Paddy Management in Lebak District — Banten. In the last decade, national rice production tend to stagnant in line with deterioted and declining soil fertility due to high intensity. An effort to solve the problem can be done trough integrated crop (paddy) management (ICM), wick as sinergistic amoung component of technologies in paddy farming sytem included fertilizyng efficiency. The assesment aims to analyze profitability of ICM and break even point. The assesment conducted in sawah agroecosystem, Lebak district in wet season 2004/2005 and wet season 2005/2006. The result of the study indicated that implementation of ICM can increase rice production, and net profitability, respectively 38%, and 70%. As an implication of integrated crop (paddy) management is quite feasible to be implemented with considering spesific agroecosystem. Key words : ICM, break even point, paddy, ex post, ex ante, non adopteDalam dekade terakhir, produksi beras nasional cenderung mengalami pelandaian seiring dengan terjadinya deteriosasi dan penurunan kesuburan tanah akibat intensifikasi yang berkelanjutan. Salah satu upaya mengatasi kondisi tersebut dapat ditempuh melalui pendekatan pengelolaan tanaman (padi) terpadu (PTT), yang merupakan bentuk sinergisme antar komponen intensifikasi budidaya padi termasuk efisiensi pemupukan. Kajian ini dimaksudkan untuk menganalisis perolehan Laba Usahatani dan Titik Impas dari penerapan pengelolaan padi terpadu. Kajian dilakukan di wilayah agroekosistem sawah Kabupaten Lebak MH 2004/2005 dan MH 2005/2006. Hasil analisis mengindikasikan bahwa penerapan pengelolaan padi terpadu mampu meningkatkan produksi, dan keuntungan bersih masing-masing 38%, dan 70%. Sebagai implikasinya pengelolaan padi terpadu dinilai sangat layak untuk dimplementasikan secara masif dengan mempertimbangkan kesesuain agroekosistem. Kata kunci : PTT, titik inipas, padi, ex post, ex ante, non adopter
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAHAMAN MATERI PENYULUHAN HAMA PENYAKIT JERUK KEPROK SOE DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Bambang Murdolelono; Helena Da Silva
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 3 (2009): November 2009
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v12n3.2009.p%p

Abstract

Factors Influencing the Understanding of Extension Materials for Soe Citrus Pests and Diseasesin Timor Tengah Selatan Regency. The effectiveness of extension for pest and disease controls on subsistent/semi commercial farmers have not been conducted extensively. This extension used LAKU method (trainingand visitation) for Feto Mone farmer’s group in Bosen Village, Mollo Utara Sub-district, Timor TengahSelatan Regency from December 2007 to March 2008. The number of farmers involved was 16 people. Theanalysis method used was multiple linier regressions. The dependent variable was the final scores attainedby participants while the independent variables were the age, education, reading skill, reading frequency ofinformation media and ownership of Soe Citrus. The analysis output shows that the final scores have a strongcorrelation with the reading skill and ownership of Soe Citrus. Meanwhile, the independent variable fulfillingthe terms of Best Unbiased Estimator was the reading skill with the estimation model of Y = 6.54 + 17.9X. Thereading skill variable was able to explain the variability 51.6%, and the rest was explained by other variables.Key words: Keprok Soe citrus, pests and diseases, extensionABSTRAKEfektivitas penyuluhan pengendalian hama dan penyakit jeruk pada masyarakat subsisten/semi komersialbelum banyak diteliti. Penyuluhan menggunakan metode LAKU (latihan dan kunjungan) yang dilaksanakan padakelompok tani Feto Mone di desa Bosen, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada bulanDesember 2007 – Maret 2008. Jumlah petani yang terlibat sebanyak 16 orang. Metode analisis yang dipergunakanadalah regresi linier berganda. Sebagai dependent variabel adalah nilai akhir yang dicapai peserta, sementaraindependent variabel adalah umur, pendidikan, keterampilan membaca, tingkat keseringan membaca mediainformasi dan kepemilikan jeruk keprok Soe. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai akhir berkorelasi kuat denganketerampilan membaca dan kepemilikan jeruk. Sementara variabel independen yang memenuhi syarat Best UnbiasedEstimator adalah keterampilan membaca dengan model penduga adalah Y = 6,54 + 17,9X. Variabel keterampilanmembaca dapat menjelaskan variabilitas sebesar 51,6%, sedangkan sisanya diterangkan oleh variabel lain.Kata kunci: Jeruk keprok, hama penyakit, penyuluhan,
ANALISIS KUALITAS RELATIF PROTEIN JAGUNG SECARA IN VIVO DENGAN METODE PDCAAS Ratna Wylis Arief
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v10n2.2007.p%p

Abstract

The protein content in each maize varies depends on its quantity and quality. The quality of protein in food materials is determined by its protein rate and amino acid pattern, because every type of Cereal has different composition and amino acid pattern. The protein is needed to grow and produce and to keep a normal health, so that the ideal protein must have amino acid formation that matches with the requirement of human and animal. PDCAAS represents a way of newly introduced by FAO to compare the quality of all kinds of protein pursuant to requirement of amino acid at human being. The research was executed by using in vivo method on white mice (Sparague Dawley) as an attempted animal, and applies 4 maize varieties as main feed to know the quality of protein. The four maize varieties used are QPM Srikandi Kuning (A); QPM Srikandi Putih (B); Bisi 2 (C); Lamuru (D), and group of metabolite (E) which only perceived its protein rate of digestion. The parameters observed are amino acid score, protein consumed, protein in fesses, digestion power, real digestion power and PDCAAS. The results showed that Lamuru variety has the best quality of protein with PDCAAS value is 46.02 and statistically not different with Srikandi Kuning variety that has PDCAAS value is 42.92. To conclude, the varieties are acceptable as a primary food for developed countries such as Indonesia, because they contain good protein quality. Key words: maize, quality, protein, PDCAAS   Protein yang terdapat di dalam setiap varietas jagung sangat bervariasi baik jumlah maupun kualitasnya. Kualitas protein bahan pangan ditentukan oleh kadar protein dan pola asam amino penyusunnya dan setiap jenis serealia mempunyai komposisi dan pola asam amino yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas protein beberapa varietas jagung dengan menggunakan metode PDCAAS dan dilakukan secara in vivo. Sasaran dari penelitian ini adalah sebagai bahan pangan bagi manusia, karena itu digunakan tikus putih jenis Sparague Dawley sebagai hewan percobaan karena sistim pencernaan pada tikus putih mirip dengan sistim pencernaan pada manusia dan 4 varietas jagung yang akan diketahui kualitas proteinnya, masing-masing adalah: QPM Srikandi kuning (A); QPM Srikandi putih (B); Bisi 2 (C); Lamuru (D), dan kelompok metabolit (E) yang hanya diamati kadar protein fesesnya untuk penghitungan daya cerna sejati. Perlakuan disusun dalam RAK, dengan 8 ulangan. Parameter pengamatan meliputi skor asam amino, jumlah protein yang dikonsumsi, jumlah protein dalam feses, daya cerna, daya cerna sejati, dan PDCAAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penentuan nilai PDCAAS, jagung varietas Lamuru mempunyai kualitas protein yang terbaik dengan nilai PDCAAS sebesar 46,02 dan secara statistik tidak berbeda nyata dengan jagung QPM Srikandi Kuning dengan nilai PDCAAS sebesar 42,92, sehingga dapat menjadi salah satu makanan pokok dengan kualitas protein yang baik, terutama untuk negara berkembang seperti Indonesia. Kata kunci:jagung, kualitas, protein, PDCAAS
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA TANI KELAPA KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT: STUDI KASUS DI KAMPAR, RIAU Mamat Haris Suwanda; Puspitasari Puspitasari; Deciyanto Soetopo; Chalid Talib
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n1.2019.p67-83

Abstract

Sustainability Analysis of Oil Palm Farming Business in Several Management and Types of Business Land in Kampar, Riau. Oil palm is one of the mainstay of export commodities and farmers' income, including cultivated on peat land. The use of peat land for agriculture is feared to threaten the sustainability of farming, mainly due to a decrease in environmental quality. Sustainability analysis of oil palm had objectives to assess the  sustainability index of oil palm farming system from some of the plasma management of  oil palm farmers and to to determine sensitive factors or leverage points as suggestions to improve the sustainability of  oil palm farming system especially on peatlands. Through multidimensional scalling (MDS) analysis based on five dimensions such as economic, ecological, social, technological, and legal and institutional. MDS analysis was carried out on six management models of oil palm farming.  The results of the analysis showed that the plasma  management of oil palm farmers assisted by private companies (PT. Agro Lestari) on peatlands was the highest level of sustainability, which index sustainability was 60.2 or in a fairly sustainable category. Sensitive factors that can used as a determinant point of the sustainability of farming system, including market access , cultivated land area of farmers, and reasonable prices (economic dimension); maturity of peat land, and the existence of cover crops as ground cover plants (ecological dimension); negative  oil palm issues, the role of farmer groups and availability of labor at the local level (social dimension); availability of road facilities (technology dimension); companion effectiveness, ease of licensing, and integration and contribution of existing institutions in the regions related to  oil palm farming system (legal and institutional dimensions). Those sensitive factors were  leverage points that need to be considered and encouraged in  their implementation so that the sustainability of oil palm farming system continues to increase.  Keywords: oil palm, sustainability index, MDS analysis, peatland ABSTRAKKelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan ekspor dan pendapatan petani, diantaranya diusahakan di lahan gambut. Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan usahatani terutama akibat penurunan kualitas lingkungan. Analisis keberlanjutan usaha tani kelapa sawit ini mempunyai tujuan untuk menilai indeks keberlanjutan usaha tani kelapa sawit dari beberapa manajemen pengelolaan kelapa sawit petani plasma, dan menentukan faktor peka atau titik ungkit sebagai saran dalam meningkatkan keberlanjutan usaha tani kelapa sawit khususnya di lahan gambut, dengan menggunakan analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS) berdasarkan  lima dimensi yaitu ekonomi, ekologi, sosial, teknologi, serta hukum dan kelembagaan. Analisis MDS dilakukan terhadap enam model manajemen pengelolaan usaha tani kelapa sawit. Hasil analisis menunjukkan manajemen pengelolaan kelapa sawit petani plasma binaan perusahaan swasta (PT. Agro Lestari) di lahan gambut merupakan model manajemen pengelolaan usaha tani kelapa sawit yang paling tinggi tingkat keberlanjutannya, dengan indeks keberlanjutan 60,2 atau masuk katagori cukup berkelanjutan. Faktor peka yang dapat menjadi titik ungkit dalam dimensi ekonomi meliputi akses pasar, luas lahan garapan petani, dan harga TBS yang layak, faktor peka dalam dimensi ekologi adalah kematangan lahan gambut, dan keberadaan tanaman cover crops sebagai tanaman penutup tanah. Faktor peka pada dimensi sosial di antaranya isu negatif kelapa sawit, peran kelompok tani dan ketersediaan tenaga kerja di tingkat lokal, faktor peka dalam dimensi teknologi adalah ketersediaan fasilitas jalan, sedangkan faktor peka pada dimensi hukum dan kelembagaan adalah efektivitas pendamping, kemudahan perijinan, serta keterpaduan dan kontribusi lembaga yang ada di daerah terkait usaha tani kelapa sawit. Faktor-faktor peka tersebut, merupakan titik ungkit yang perlu diperhatikan dan didorong dalam implementasinya agar keberlanjutan usaha tani kelapa sawit terus meningkat.Kata kunci: kelapa sawit, indeks keberlanjutan, analisis MDS, lahan gambut
PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KENTANG DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan Pudji Santoso; Yuniarti .; Sudarmadi Purnomo; Subandi .
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v12n2.2009.p%p

Abstract

Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan. The assessment on improving the cultivation technology of potato as demonstration plot in farmer’s land was done in Prima Tani area of Magetan regency in Genilangit village, during dry season on June – September 2007. Collecting data was done using farm record keeping method on the application of improving cultivation technology of potato which was done by cooperator farmers, while non-cooperator farmers done their potato farming using their own cultivation technology as the comparison. Improving cultivation technologies which were applied by the farmers including 1) Seed quality and seed treatment before planting, 2) The use of rational fertilization, 3) Enlargement of planting space and planting-row space, and 4) Improving pests and diseases control method. The aim of the assessment were 1) To increase productivity, yield quality and farmer’s income of potato farming using the improved cultivation technology, and 2) To find development strategy of potato farming in the assessment area. The result showed, that application of the improved cultivation technology of potato farming can increased productivity, yield quality and farmer’s income. Development strategy for potato farming in this area should be based on the principle of maximize their potency and use their opportunity in facing threats and minimize their weaknesses. Increasing the farming efficiency, productivity and yield quality should be done by application of potato farming using cooperated farming model. The use of qualified seed such as certified potato seed needed to be socialized.
AN ECOLOGICAL ASSESSMENT OF SITU BABAKAN LAKE FOR AGROTOURISM DEVELOPMENT IN JAKARTA Rita Indrasti; Bachtar Bakrie; I Wayan Alit Artha Wiguna
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v6n2.2003.p%p

Abstract

Situ Babakan telah ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata di wilayah Propinsi DKI Jakartakarena berada ditengah-tengah lokasi pengembangan Perkampungan Budaya Betawi di Kotamadya JakartaSelatan. Sebuah pengkajian telah dilakukan dalam upaya membantu pemerintah untuk mengembangkan danau inisebagai wilayah agrowisata. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk a) mempelajari kualitas air dari danautersebut dan b) mengetahui persepsi tentang pengembangan danau sebagai wilayah agrowisata dari masyarakatyang tinggal di sekitar danau dan dari tamu yang mengunjungi danau. Dari pengkajian ini diperoleh hasil bahwaa) danau Situ Babakan mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai wilayah agrowisata yangdiperlihatkan oleh kualitas air danau yang cukup baik; b) baik penduduk yang tinggal di sekitar danau maupuntamu yang mengunjungi danau sangat mengharapkan agar danau ini dikembangkan secara profesional danberkelanjutan sebagai wilayah agroturisme. Saran kebijakan untuk pengembangan situ Babakan adalah : a) perlupenataan tata ruang di wilayah sekitar situ, b) perlu melibatkan masyarakat setempat dalam pengembangan situBabakan, c) sumber-sumber pencemar perairan situ Babakan perlu dikendalikan dengan sebaik-baiknya, sehinggakualitas perairan situ dapat dipertahankan, d) penataan KJA (Keramba Jaring Apung) perlu dilakukan agarkeindahan dan kelestarian situ dapat dipertahankan.Kata Kunci : pengkajian lingkungan, pengembangan agro wisata, danau Situ Babakan Situ Babakan Lake is determined as one of tourism areas in DKI Jakarta province due to its strategiclocation in the center of Betawi Cultural Village development in South Jakarta municipality. This assessment wasaimed at assisting the local government in developing the lake as an agro-tourism area. Specifically, objectives ofthe study were (a) to study water quality of the lake, and (b) to know perceptions of surrounding community andvisiting tourists regarding the development of the lake as an agro-tourism area. The results showed that (a) SituBabakan showed its potential for an agro-tourism area due to its good water quality, (b) local community andvisiting tourists expected that the local government should promote the lake as sustainable and professionallydeveloped agro-tourism area.. Policy recommendations of the study are: (a) local government has to properlydesign the surrounding area of the lake, (b) involving local community in developing the lake as an agro-tourismarea, (c) controlling sources of pollution to sustain water quality of the lake, and (d) existing floating nets are to bemaintained for its best scenic views of the area.Key words: environmental assessment, agro-tourism development, Situ Babakan lake
DAMPAK TEKNOLOGI SISTEM USAHA PERTANIAN PADI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI DI JAWA TIMUR Pudji Santoso; Agus Suryadi; Herman Subagyo; Beny Viktor Latulung
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v8n1.2005.p%p

Abstract

Assessment was carried out in the areas of the rice-based farming system assessment, namely in Lamongan,Nganjuk, Jombang, Blitar and Malang regencies lasting from 1997 until September, 2000. Technology packageapplied in those areas were: (1) use of improved varieties and seed, (2) planting method, (3) rational fertilization, and(4) weed control. Data collection was done using a survey method since July to September, 2002. This assessmentaimed (1) to get information on the stage of technology adoption and diffusion of the rice-based farming systemtechnology, and (2) to find information on impacts of the activities of the rice-based farming system assessmentrelated with dissemination of new improved varieties, application of double-row planting (jajar legowo) method,numbers of adopting farmers, planted areas, yields, and farmers’ income. The results showed that adoption anddiffusion of recommended technology package on rice by the farmers in the assessment areas were high, especiallyon the method of planting and use of new improved varieties. Rice-based farming system technology conducted infive regencies gave positive impacts to (1) new improved varieties diffusion, (2) use of jajar legowo planting method,(3) number of adopting farmers, and planted areas, and (4) yields and farmers’ income. Training and extensionthrough farmers’ groups are necessary to sustain the program.Key words: technology impacts, farming system, oryza sativa, yield, incomeKajian dampak teknologi SUP padi ini dilakukan di wilayah yang sama dengan kegiatan SUP padi, yaitu diKabupaten Lamongan, Nganjuk, Jombang, Blitar dan Malang. yang dilakukan pada tahun 1997 sampai 2000. Rakitanteknologi yang diterapkan pada saat kegiatan tersebut meliputi : (1) penggunaan varietas dan bibit unggul, (2) caratanam, (3) pemupukan rasional dan (4) pengendalian gulma. Kajian dampak ini menggunakan metode survai dandilakukan pada bulan Juli – September 2002. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan primer. Tujuan daripengkajian adalah (1) diperolehnya informasi tingkat adopsi dan difusi teknologi SUP padi dan (2) diperolehnyainformasi dampak kegiatan SUP padi terhadap penyebaran varietas unggul baru, cara tanam jajar legowo, jumlahpetani adopter dan luas areal tanam, serta produktivitas dan pendapatan usahatani. Hasil kajian menunjukkan bahwaadopsi dan difusi paket teknologi yang dianjurkan pada SUP padi oleh petani di kabupaten tersebut cukup tinggi,terutama dalam hal cara tanam dan penggunaan varietas unggul baru. Pengkajian SUP padi yang telah dilakukan dilima kabupaten telah berdampak positif terhadap ; (1) penyebaran varietas unggul baru, (2) cara tanam jajar legowo,(3) jumlah petani adopter dan luas areal tanam, serta (4) produktivitas dan pendapatan usahatani. Agar supayakegiatan adopsi teknologi SUP tersebut berlanjut, maka kegiatan bimbingan dan pembinaan melalui kelompok taniperlu selalu dilakukan.Kata kunci : dampak teknologi, sistem usaha pertanian, padi, produksi, pendapatan
ANALISIS MUTU DAN NILAI TAMBAH TEPUNG KASAVA DARI BEBERAPA VARIETAS UBIKAYU Ratna Wylis Arief; Robet Asnawi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 3 (2010): November 2010
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v13n3.2010.p%p

Abstract

Quality Analysis and Value Added of Cassava Flour from Some Cassava Varieties. One of caused lowfarmer cassava income is minimum processing of its, which farmers sell fresh cassava. Cassava flour processingis one of manner increasing vale added. It can be done at small business. Cassava flour can use for noodles andcakes. The assessement were conducted at Bangunsari (Pesawaran Resident) from January to July 2008. The resultshowed that cassava flour made from Manado variety were higher quality than others, such as rendemen (31.08%),fibrous content (2.35%), protein content (2.53%), but it is low HCN (cianida acid) content (0.1122 mg/g). Higestvalue added of cassava flour is Manado variety were Rp.715/kg fresh cassava with 37.8% rendement, furthermorelowest value added of cassava flour is Garuda variety were Rp.483/kg fresh cassava with 31.08 rendement.Key words: Quality, added value, cassava flour, variety Rendahnya pendapatan petani ubikayu antara lain disebabkan oleh minimnya teknologi pengolahanyang dilakukan petani, karena petani selalu menjual ubikayu dalam bentuk umbi segar. Salah satu cara untukmemperoleh nilai tambah ubikayu adalah pembuatan tepung kasava yang dapat dilakukan untuk skala rumahtangga. Tepung kasava dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis makanan seperti kue dan mie. Kajian inidilakukan di Desa Bangunsari, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran pada dari bulan Januari sampaiJuli 2008. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung kasava yang dibuat dari ubikayu varietas Manado mempunyaimutu yang paling baik dibandingkan dengan varietas dengan rendemen (31,08%), kadar serat kasar (2,35%),dan kadar protein yang tertinggi (2,53%), namun mempunyai kadar HCN (asam sianida) yang terendah (0,1122mg/r). Nilai tambah ubikayu menjadi tepung kasava tertinggi dihasilkan oleh varietas Manado yakni sebesarRp.715/kg ubikayu dengan rendemen 37,8%, sedangkan nilai tambah terendah dihasilkan oleh varietas Garudayakni Rp.483/kg ubikayu dengan rendemen 31,08%. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan untukmenggunakan ubikayu varietas Manado sebagai bahan baku pembuatan tepung kasava.Kata kunci: Mutu, nilai tambah, tepung kasava, varietas
ANALISIS FINANSIAL BUDIDAYA TOMAT DI DATARAN RENDAH SULAWESI TENGAH Maskar ;; Abdi Negara; Ruslan Boy; IGP. Sarasutha
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 3 (2005): November 2005
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v8n3.2005.p%p

Abstract

The main problem at tomato farm level is low yield compared to potential production. Objective of theresearch was to find out the appropriate packaged technology of tomatoes farming on low elevation. The research wasconducted at Labuan Toposo village, Sub district of Tawaeli, district of Donggala, from December 2003 to April2004. Randomized Complete Block Design was used with five replications. There are three packaged technology wereused : (A) introduce packaged-1 technology, (B) introduce packaged-2 technology, and (C) farmers packagedtechnology as usual. Results of the research showed that the introduce packaged-2 technology was highest in yield andthen followed by introduce packaged-1 technology, while the farmer packaged technology as the lowest. The cost ofthe production for introduce packaged-2 technology is Rp. 16.022.000,-/ha, with the highest of labour cost (Rp.8.000.000,- or 49,9% from total cost), followed by ather cost such as bambooes for stick, fertilizer, pestiside, landrent and the seed is the lowest cost. On the production level of 55,13 t/ha and range of yield price from Rp. 500 – Rp.1.250/kg will get the net income of tomato farm with packaged-2 technology as Rp. 37.069.250, with packaged-1technology were Rp. 20.292.150 and at farmers level is only Rp. 8.089.750. Furthermore, R/C ratio for packaged-2technology were 3,31; packaged-1 technology were 2,30, and farmers level of 1,54. Efficiency level of packkaged-2technology was high than others.Key words : Lycopersicon esculentum, financial analysis, cultivation systems, Central SulawesiPotensi lahan di Sulawesi Tengah masih cukup luas untuk pengembangan tanaman tomat. Permasalahanusahatani tomat di tingkat petani adalah produksi masih sangat rendah dibandingkan dengan potensi produksi yangada. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan paket teknologi budidaya yang sesuai dan secara ekonomis paling layakdigunakan pada usahatani tomat di dataran rendah. Kajian ini dilaksanakan di Desa Labuan Toposo, KecamatanTawaeli, Kabupaten Donggala, pada bulan Desember 2003 sampai April 2004. Kajian ini menggunakan rancanganacak kelompok dengan lima ulangan. Ada tiga paket teknologi budidaya yang dikaji, yaitu : (A) paket introduksi-1,(B) paket introduksi-2, dan (C) paket teknologi menurut kebiasaan petani (sebagai pembanding). Hasil kajianmenunjukkan bahwa dari tiga paket teknologi budidaya yang dikaji, paket introduksi-2 menghasilkan produksi buahyang paling besar, kemudian diikuti oleh paket introduksi-1, dan yang paling rendah adalah paket petani. Biayaproduksi usahatani tomat dengan menggunakan paket introduksi-2 adalah Rp. 16.022.000,- per hektare, dengan biayaterbesar pada tenaga kerja Rp.8.000.000,- (49,9 %), kemudian diikuti berturut-turut oleh biaya tiang penyangga,pupuk, pestisida, sewa lahan dan biaya paling sedikit adalah biaya bibit. Pada tingkat produksi 55,13 t/ha dan hargaantara Rp.500 – Rp. 1.250,-/kg, pendapatan bersih usahatani tomat dengan menggunakan paket introduksi-2 adalahRp.37.069.250,-, paket introduksi-1 Rp. 20.292.150,- dan paket petani Rp. 8.089.750,-. Pada tingkat produksi danharga tomat tersebut di atas, hasil perhitungan R/C ratio untuk paket introduksi-2 adalah 3,31, paket introduksi-1adalah 2,30 dan paket petani 1,54. Meskipun ketiga paket teknologi budidaya tersebut masih memberikan keuntungan,namun tingkat efisiensi tertinggi dicapai pada paket introduksi-2.Kata kunci : Lycopersicon esculentum, analisis finansial, sistem budidaya, Sulawesi Tengah
DINAMIKA DAN STRUKTUR PENDAPATAN USAHATANI PADI D! SULAWESI TENGGARA Am iruddin Syam; Dewi Sahara Sahara
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v10n1.2007.p%p

Abstract

The research was aimed at knowing the rice dynamic in Kendari and Kolaka Regency, Southeast Sulawesi, including the increase trend of areas, production and productivity, yield and rice price, and the structure of rice farming system before and after the increase of fuel's price. The research used the secondary data collected from 1995 to 2004 and primary data collected by a survey method involving 40 farmers in each- regency started from February till March 2006. The results showed that the rice production increased by 1.37% per year although the harvest area decreased to 0.06% per year. Kolaka's rice production contributes 30% and Kendari contribution is 50.39% of the total province rice production. The development of post harvest rice price (from 2000-2004) showed an average increase of 8.39% per year while the rice price paid by consumers increased 7.06% per year. Therefore, the rice price on the farmer's level was around 41.07% per year. From the financial analysis point of view, this indicated that the farmers' income in Kendari increased by 20.87% and the farmers' income in Kolaka increased by 22.73% as compared to before and after the increase of fuel's price. The increase of price was due to the increase of rice price from Rp.1.100,- /kg to Rp.1.350,- /kg of yields (dried rice) or an increase of 22.75%. Key words: dynamics, income, rice farming system.   Penelitian bertujuan untuk mengetahui dinamika padi di Sulawesi Tenggara yang menyangkut trend luas area, produksi dan produktivitas, perkembangan harga gabah dan beras, serta struktur pendapatan usahatani padi antara sebelum dan sesudah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Penelitian menggunakan data sekunder dari tahun 1995 — 2004 dan data primer. Untuk mengetahui struktur pendapatan usahatani padi dilakukan survey pada bulan Pebruari — Maret 2006 di sentra produksi padi Sulawesi Tenggara, yaitu Kabupaten Kendari (Desa Langgomea dan Duriaasi) dan Kabupaten Kolaka (Desa Mowewe dan Tahoa) terhadap 40 petani di setiap kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan produksi padi meningkat 1,37% per tahun walau luas panen menurun 0,66% per tahun. Kontribusi produksi dari Kabupaten Kendari dan Kolaka sebesar 50,39% dan 30% dari total produksi provinsi. Perkembangan harga gabah (periode 2000 — 2004) meningkat rata-rata 8,39% per tahun sedangkan harga beras yang dibayar konsumen meningkat 7,06% per tahun, dengan demikian harga gabah di tingkat petani sekitar 41,07% dari harga beras. Analisis finansial usahatani padi selama dua musim tanam (MT 1 dan MT 11) yaitu periode sebelum dan sesudah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Oktober 2005 menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani di Kabupaten Kendari meningkat 20,87% dan pendapatan petani di Kabupaten Kolaka meningkat 22,73%. Peningkatan pendapatan ini disebabkan oleh harga gabah di tingkat petani meningkat 22,75% dari Rp.1.100/kg gabah kering panen (GKP) menjadi Rp.1.350/kg GKP.Kata kunci: dinamika, pendapatan, usahatani padi Kata kunci: dinamika, pendapatan, usahatani padi

Filter by Year

2003 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue