cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
ANALISIS FUNGSI PRODUKSI USAHATANI UBIKAYU DAN INDUSTRI TEPUNG TAPIOKA RAKYAT DI PROVINSI LAMPUNG Robet Asnawi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v6n2.2003.p%p

Abstract

Objectives of agricultural development are production of quality products, supply of industrial rawmaterials, and labor employment. The products are agribusiness oriented to improve efficiency, effectiveness, andvalue added. Final target of the activity is farmers’ income increase through availabilities of capital, labor,institutional factors, and infrastructures. This study aimed at analyzing production function affecting cassava farmbusiness and community tapioca industry (Ittara). The study was carried out in Central and Eastern Lampungdistricts from February to April 2002. Total respondents were 200 farmers of non-Ittara and Ittara villages. Therewere 20 Ittara samples which were stratified by sources of capital, namely community self reliance, private, andgovernment. results showed that factors affecting cassava farm business were land area, SP-36 fertilizer, labor, andlocation of farm business. Specifically in Ittara villages, cassava farm business was affected by land area (0.25 –0.5 hectare), seedling (15,600 stakes/hectare), urea fertilizer (200 kgs/hectare), and SP-36 (100 kgs/hectare). Innon-Ittara villages, the farm business was affected by land area (0.5 hectare), and KCl (100 kg/hectare).Production of Ittara was influenced by volume of raw material of cassava processed (5,600 tons/year) and volumeof diesel fuel applied. Value added of cassava processed into tapioca was Rp 57.91/kg.Key words: production function, agribusiness, cassava, Lampung. Pembangunan sektor pertanian dalam arti luas ditujukan untuk menghasilkan produk-produk unggulan,menyediakan bahan baku bagi keperluan industri, dan memperluas kesempatan kerja. Produk-produk tersebutberbasiskan pada agroindustri dan agribisnis yang tangguh yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi,efektivitas, dan nilai tambah. Sasaran akhir dari aktivitas tersebut adalah meningkatkan pendapatan petani yangdidukung oleh ketersediaan modal, tenaga kerja, faktor kelembagaan serta sarana dan prasarana lainnya. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis fungsi produksi yang mempengaruhi usahatani ubikayu dan industri tepungtapioka rakyat (Ittara) di Provinsi Lampung, serta analisis nilai tambah ubikayu menjadi tepung tapioka. Penelitiandilakukan di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur, mulai bulan Pebruari dan April 2002. Jumlahpetani responden adalah 200 orang dengan stratifikasi lokasi desa Ittara dan non Ittara. Sedangkan pabrik Ittarayang menjadi objek penelitian berjumlah 20 yang distratifikasi berdasarkan sumber permodalan yakni swadayamasyarakat, bantuan swasta, dan bantuan pemerintah. Data dan informasi yang digunakan adalah data primermelalui kuisioner dan wawancara ke petani dan pemilik Ittara, meliputi biaya produksi usahatani ubikayu danbiaya produksi Ittara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum faktor-faktor yang mempengaruhiproduksi usahatani ubikayu di Provinsi Lampung adalah luas lahan, jumlah pupuk SP-36, jumlah tenaga kerja, danlokasi usahatani. Secara eksplisit pada lokasi Ittara, usahatani ubikayu dipengaruhi oleh luas lahan (0,25 – 0,5 ha),jumlah bibit (15.600 batang/ha), jumlah pupuk urea (200 kg/ha), dan jumlah pupuk SP-36 (100 kg/ha). Sedangkanpada lokasi non Ittara usahatani ubikayu dipengaruhi oleh luas lahan (0,5 ha), dan jumlah pupuk KCl (100 kg/ha).Produksi Ittara dipengaruhi oleh jumlah bahan baku ubikayu yang digunakan (5.600.000 kg/tahun) dan jumlahminyak solar yang dipakai dalam proses produksi. Nilai tambah yang diperoleh per kg ubikayu yang diolahmenjadi tapioka adalah Rp 57,91.Kata kunci : fungsi produksi, agribisnis, ubikayu, Lampung
STABILITAS HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN SAWAH Amik Krismawati; Zaenal Arifin
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v14n2.2011.p%p

Abstract

Yield Stability of Rice on Wetland. The experiment is purposed to evalluate stability of hybrid and new varieties of rice were conducted at five locations as Nganjuk, Bojonegoro, Jember, Blitar dan Ngawi in dry season 2007. Ten varieties of rice consist of six hybrids as Bernas Super, PP-1, Bernas Prima, Hibrindo R-1, Intani 2, SL-8H and four new varieties as Mekongga, Pepe, Cibogo, Ciherang were tested in Randomized Block Design with three replications. Plot size was 5 m x 6 m and plant spacing 20 cm x 20 cm. Yield data were analyzed for stability using a regression technique following Eberhant and Rusell (1966). The results of these experiment indicated that effect of varieties location and varieties x location interaction were significant. Yield stability analysis indicated that there were three varieties which produce stable yield and had average yield higher than checks, namely PP1, Bernas Prima and Mekongga with yield of 7.4, 7.7, and 7.7 respectively. Key words : Hybrid variety rice, new varieties rice, yield stability Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas varietas unggul hibrida dan unggul baru dilaksanakan di lima lokasi yaitu Nganjuk, Bojonegoro, Jember, Blitar dan Ngawi pada Musim Kemarau tahun 2007. Sepuluh varietas yang diuji terdiri dari enam varietas unggul hibrida yaitu Bernas Super, PP-1, Bernas Prima, Hibrindo R-1, Intani 2, SL-8H dan empat varietas unggul baru yaitu Mekongga, Pepe, Cibogo, Ciherang. Rancangan yang digunakaan di masing - masing lokasi adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Ukuran setiap petak adalah 5 m x 6 m dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Stabilitas hasil sepuluh varietas unggul hibrida dan varietas unggul baru dievaluasi dengan model stabilitas menurut Eberhant and Rusell (1966), dengan kriteria varietas yang stabil yaitu yang koefisien regresi bi = 1 dan simpangan ragam regresi terhadap ragam gabungan (S2di = 0). Hasil percobaan menujukkan bahwa varietas unggul hibrida Bernas Super, PP-1, Bernas Prima, Hibrindo R-1, Intani 2, dan SL-8H serta varietas unggul baru Mekongga, Pepe, Cibogo, Ciherang dengan hasil gabah kering diatas rata – rata umumnya dan merupakan varietas yang mempunyai stabilitas hasil masing – masing 7,39; 7,09 dan 7,08 t/ha. Varietas - varietas tersebut dianjurkan untuk dapat diuji lagi dalam skala yang agak luas dan bila sudah mantap dapat diusulkan untuk dilepas menggantikan varietas yang sudah lama digunakan. Kata kunci : Varietas unggul padi hibrida, varietas unggul padi baru, stabilitas hasil
ANALISIS TANAH TAMBAK SEBAGAI INDIKATOR TINGKAT KESUBURAN TAMBAK M. Hidayanto; Agus Heru W Heru W; Yossita F.
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v7n2.2004.p%p

Abstract

The study aimed at assessing fertility condition of soil fishpond in all of study areas. The research wasconducted in Muara Badak, Samboja, Muara Pantuan and Muara Jawa Subdistricts, Kutai District. Soil samples fromtop soil (0-5 cm) and sub soil (5-50 cm) to be analyzed were taken from sites lose and far from the coast (5 km fromcoastal line). Texture, potential redox (Eh), organic-C, N, P, K, Ca and Mg were analyzed. Results of this studyindicated that: (1) Fishpond soil in Muara Badak, Muara Jawa, Muara Pantuan and Samboja (Kutai District) had highcontents of organic-C, K and Na, base saturation, and available of K2O, (2) C/N ratio and available of P2O5 , (3) TotalN was moderate, (4) Effective and potential CEC, Ca, and Mg were very low. Soil fishpond texture had 30 percent ofclay fraction, sand 42 percent, and silt 28 percent. Fishpond soil at Muara Jawa and Muara Pantuan were more fertilethan that in Muara Badak and Samboja. At all of the study sites were suitable for fishpond. However, it is necessaryto improve soil fertility in Muara Badak and Samboja for optimal fishpond productivity. CEC in all of the study siteswere low and fertilizers to improve soil of the fishponds should be properly applied because excessive application rateof fertilitizer will be leached easily.Key words: soil analysis, fertility, fishpond. Untuk mengetahui kesuburan tanah tambak telah dilakukan penelitian di Kecamatan Muara Badak, Samboja,Muara Pantauan dan Muara Jawa Kabupaten Kutai. Sampel tanah top soil(0-5cm) dan sub soil (5-50cm) diambil daridaerah dekat pantai dan jauh dari pantai (5 km ke arah darat), dan dilakukan analisis terhadap tekstur, redoks potensial(Eh), C-organik, N, P, K, Ca dan Mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tanah tambak di Muara Badak,Muara jawa, Muara Pantauan dan Samboja (Kabupaten Kutai), kandungan C-organik, K dan Na, Kejenuhan Basa(KB) dan K2O sangat tinggi, (2) C/N dan P2O5 tersedia tinggi, (3) N total, sedang dan (4) mempunyai KapasitasTukar Kation (KTK) efektif dan potensial, Ca dan Mg rendah. Tekstur tanah mempunyai kandungan fraksi lempung30 persen, pasir 42 persen dan debu 28 persen. Tanah tambak di Muara Jawa dan Muara Pantauan lebih suburdibandingkan dengan tanah tambak di Muara Badak dan Samboja. Pada semua lokasi penelitian, berdasarkan hasilanalisis tanah cocok untuk usaha pertambakan, namun untuk lokasi Muara Badak dan Samboja agar produktivitastambak optimal, kesuburan tambak perlu ditingkatkan. Selain itu, KTK tanah di semua lokasi tambak rendah, makapenambahan hara/pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah tambak sebaiknya tidak diberikan secara berlebihankarena rentan terhadap pencucian.Kata kunci: analisis tanah, kesuburan, tambak
IMPLEMENTATION OF AN ADEQUATE FEED PRINCIPLE IN THE DIET FORMULATION FOR FATTENING BEEF CATTLE S. Prawirodigdo; Ulin Nuschati; Herwinarni E.M.
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v13n2.2010.p%p

Abstract

Implementasi Prinsip Kecukupan Zat Gizi Dalam Formulasi Pakan Penggemukan Sapi Pedaging. Suatupercobaan dilakukan untuk menguji implementasi prinsip kecukupan zat gizi dalam formulasi pakan penggemukansapi pedaging menggunakan bahan lokal. Penelitian menggunakan 18 ekor sapi jantan Peranakan Ongole berbobotawal 294.997 + 4.833 kg, milik Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, KabupatenWonogiri. Ternak dipelihara dalam satu kandang bersekat individual dan dialokasikan secara acak ke dalam salahsatu di antara perlakuan pakan kecukupan zat gizi formula 1 dan 2 (AFB1& AFB2)atau pakan tradisional formulapetani (Tradisional). Bahan pakan percobaan terdiri dari ubi singkong kering, dedak padi, ampas tahu, jeramipadi, tetes tebu, dan rumput gajah. Pakan diransumkan 2 kali/hari, dan air tersedia ad libitum. Hasil penelitianmenunjukkan perbedaan konsumsi yang bermakna (P<0,05) di antara ketiga pakan percobaan (5908 g: 5595 g: 7324g masing-masing untuk AFB1: AFB2:Tradisional). Ditemukan bahwa rataan pertambahan bobot hidup harian sapijantan yang menerima AFB1(785 g/h) lebih tinggi (P<0,05) daripada yang mengkonsumsi AFB2:(629 g/h) maupunTradisional (547 g/h). Secara konsisten konversi pakanAFB1 (7.5) juga lebih baik (P<0,05) dari padaAFB2(8,9)maupun Tradisional (13,4). Hasil penelitian mengkonfirmasikan bahwa formulasi pakan untuk penggemukansapi pedaging berpedoman pada prinsip pakan kecukupan zat gizi lebih efisien dari pada pakan tradisional.Kesimpulannya, bahan pakan lokal yang terdiri dari produk dan limbah pertanian berguna untuk pakan penggemukansapi pedaging. Meskipun demikian, untuk formulasinya diperlukan implementasi prinsip pakan kecukupan zat gizi.Kata kunci: Pakan, penggemukan sapi pedaging, formulasi pakanAn experiment was performed to examine the implementation of an adequate feed principle for formulatingbeef cattle fattening diet using the local feedstuffs. The experiment employed 18 Ongole Cross Bull of about294.997 + 4.833 kg of average initial live weight which were provided by the Mekar Sari Farmers Group atNgadirejo Village of Eromoko Sub-District in Wonogiri District. The experimental animals were pennedindividually and allotted to receive either one of Adequate Feed forBull1(AFB1),Adequate Feed forBull2(AFB2),or the Traditional feed. The experimental diets were consisted of local dry cassava tuber, rice bran,soybean curt by products, rice straw, molasses, and elephant grass. Diets were offered in 2 meals/d, and waterwas available ad libitum. Results showed that there were significant (P<0.05) difference between daily feedconsumption (5908 g: 5595 g: 7324 g forAFB1: AFB2:Traditional diets, respectively). The daily weight gainof bulls consuming theAFB1diet (785 g) was significantly (P<0.05) higher than in the bulls fedAFB2diet (629g) or the Traditional diet (547 g). Consistently, feed conversion ratio ofAFB1diet (7.5) was better (P<0.05)thanAFB2or (8.9) or the Traditional diets (13.4). The experimental results confirmed that the formulated dietfor fattening beef cattle based on the adequate feed principle is more efficient than the Traditional diet. Inconclusion, the local feedstuffs consist of the agricultural product and by product were useful for performingbeef cattle fattening. However, implementation of the adequate feed principle for diet formulation is necessary.Key words: Feed, fattening beef cattle, diet formulation 
KAJIAN PUPUK ALTERNATIF DI LAHAN KERING KALIMANTAN TENGAH Amik Krismawati; M. Anang Firmansyah
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 3 (2005): November 2005
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v8n3.2005.p%p

Abstract

The success of agricultural intensification program depend on the avalaibility of production input such asfertilizer. Due to various problems, in the field, price increases and limited supply, farmers have difficulties inobtaining anorganic fertilizers such as Urea, SP-36 and KCl. In this circumstances the Government gave permitted thedistribution of alternative fertilizer. This policy cause the increase non standard alternative fertilizer circulated in themarket which need to be tested for its quality and effectiveness. Assessment on alternative fertilizer in dry land wasconducted at Batuah Villlage, Dusun Tengah, South Barito, Central Kalimantan since October 2002 until January2003. The types of soil was ultisol and the altitude was 42 m above sea level. The assessment purpose are : (1) Toknow how about effect alternative fertilizer to maize; and (2) To find out the alternative fertilizer of macro anorganicon maize in Central Kalimantan. The macro anorganic fertilizers used in this study were NPK Mutiara, NPK GrandS-15 and NPK Phonska, where the NPK content are 16:16:16; 15:15:15; 15:15:15 respectively. Randomized BlockDesign with eight treatments and four replications was used. The treatments were (1) Parsial Control; (2) Singlefertilizer (Recommendation); (3) NPK Mutiara; (4) NPK Grand S-15; (5) NPK Phonska; (6) Single fertilizerequivalent Mutiara; (7) Single fertilizer equivalent Grand S-15; and (8). Single fertilizer equivalent Phonska. Datawere analyzed using ANOVA and DMRT. The results showed that alternative fertilizer NPK Phonska was able toincrease maize yield 2.43 point, i.e.5.70 tons/ha compared with 2.35 tons/ha and improve profit value added by Rp3,592,500,-/ha with input cost Rp 763,000,-..Key words : alternative fertilizer, Zea mays, dry land farming, Central KalimantanKeberhasilan meningkatkan produksi pertanian melalui kegiatan intensifikasi tidak terlepas dari peranan saranaproduksi antara lain pupuk. Adanya berbagai masalah di lapangan sehingga petani sulit mendapatkan pupuk anorganiktunggal (Urea, SP-36 dan KCl), harga pupuk yang semakin meningkat, ketersediannya yang terbatas, makapemerintah memberi kesempatan peredaran pupuk alternatif. Kebijakan pintu terbuka menyebabkan banyak beredarpupuk-pupuk alternatif yang mutunya masih diragukan, sehingga perlu dilakukan pengujian mutu pupuk danefektivitasnya di lapang. Pengkajian pupuk alternatif di lahan kering dilaksanakan di Desa Batuah, Kecamatan DusunTengah, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mulai bulan Oktober 2002 sampai dengan Januari 2003.Ketinggian tempat lokasi pengkajian 42 meter di atas permukaan laut (dpl) dan jenis tanah ultisols. Adapun tujuanpengkajian ini adalah untuk (1) Mengetahui pengaruh pupuk alternatif pada jagung; dan (2) Mendapatkan teknologipupuk alternatif kelompok makro anorganik pada tanaman jagung yang tersedia di Kalimantan Tengah. Pupuk makroanorganik yang digunakan yaitu NPK Mutiara, NPK Grand S-15 dan NPK Phonska masing-masing mempunyaikandungan unsur hara N, P dan K yaitu 16:16:16, 15:15:15 dan 15:15:15. Rancangan percobaan menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dikaji adalah (1)Kontrol parsial; (2) Pupuk tunggal NPK Rekomendasi; (3) Pupuk NPK Mutiara; (4) Pupuk NPK Grand S-15; (5)Pupuk NPK Phonska; (6) Pupuk tunggal setara Mutiara; (7) Pupuk tunggal setara Grand S-15; dan (8) Pupuk tunggalsetara Phonska. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil pengkajianmenunjukkan bahwa pupuk alternatif NPK Phonska dapat menghasilkan produktivitas jagung 2,43 kali lipat dariproduktivitas petani yakni 5,70 berbanding 2,35 ton/ha dan meningkatkan keuntungan petani sebesar Rp 3.592.500,-dengan penambahan biaya produksi Rp 763.000,-.Kata kunci : pupuk alternatif, jagung, usahatani lahan kering,Kalimantan Tengah
KAJIAN PENGGUNAAN PUPUK KANDANG PADA DUA VARIETAS KEDELAI ADAPTIF DI LAHAN SULFAT MASAM M. Sabran; Koesrini ;; Susilawati ;
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 3 (2008): November 2008
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v11n3.2008.p%p

Abstract

Assessment of Soil Manure Applied on Two Varieties Soybean in Acid Sulphate Soils. One factor that cause low productivity of soybean in acid sulphate soils of tidal swamp land is the high acidity of such soils. Effort that could be taken to increase soybean productivity in tidal swamp land are the use of adaptive varieties and soil amelioration. The main objective of this assessment is to determine the effect of soil amelioration, especially the use of soil manure, on soybean yield and the economics feasibility of its application. An experiment have been conducted on acid sulphate soils of tidal swamp land at Bungai Jaya village, Basarang subdistrict, Kapuas district of Central Kalimantan province in rainy season of 2003/2004. The experiment was arranged in a split plot design with four replication. The main plot treatments were two adaptive varieties of soybean, i.e. Lawit and Menyapa; while the subplot treatments were three rates of soil manure application, i.e. 0, 3 t/ha and 6 t/ha. The result of the experiment indicated that application of soil manure up to 3 t/ha increase the yield; whilst further increase of soil manure application rate did not significantly increase soybean yield. The recommended technology, i.e., the use soil manure 3 t/ha, lime 2 t/ha and the Lawit variety give net income to farmer Rp.2.325.000,-, R/C=1,69, and MBCR=3.0. Key words: Soybean, acid sulphate soils, soil manure Salah satu sebab rendahnya produktivitas kedelai di lahan pasang surut adalah tingginya tingkat kemasaman tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kedelai di lahan pasang surut adalah dengan ameliorasi lahan dan penggunaan varietas adaptif. Tujuan utama pengkajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan amelioran, khususnya pupuk kandang, terhadap hasil kedelai dan kelayakan penerapannya secara ekonomis. Percobaan telah dilaksanakan di lahan pasang surut bertanah sulfat masam di desa Bungai Jaya, kecamatan Basarang, kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada MH 2003/2004. Rancangan petak terbagi dengan 4 ulangan digunakan untuk menata perlakuan. Sebagai perlakuan petak utama adalah dua varietas kedelai yang adaptif di lahan sulfat masam yaitu Lawit dan Menyapa; sedangkan sebagai perlakuan anak petak adalah dosis pupuk kandang, yaitu 0,3t/ha dan 6 t/ha. Hasil percobaan ini menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang sebesar 3 t/ha meningkatkan hasil kedelai, meskipun penambahan pupuk kandang menjadi 6 t/ha tidak lagi meningkatkan hasil kedelai. Teknologi yang direkomendasikan yaitu peggunaan pupuk kandang 3 t/ha dan kapur 2 t/ha serta varietas Lawit, memberikan pendapatan bersih Rp.2.325.000,-, R/C=1,69, dan MBCR=3,0.Kata kunci: Kedelai, lahan sulfat masam, pupuk kandang
KERAGAAN VARIETAS PADI SAWAH IRIGASI DAN PENINGKATAN PENDAPATAN MELALUI PENDAMPINGAN PENGENDALIAN TANAMAN TERPADU (PTT) DI PROVINSI BALI Sagung Ayu Nyoman Aryawati; Putu Sutami
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n1.2019.p53-65

Abstract

Performance of Irrigated Rice Varieties and Incresing t of Income Through ICM Assistance in Bali Province. Rice commodity assistance program is a strategic approach to increase rice productivity through Integrated Crop Management (ICM) to support sustainable agriculture. The study aimed to determine the agronomic performance of several high yielding varieties (HYVs) of rice and to increase farmers' income through mentoring programs ICM. The research was conducted using HYVs display locations in 9 districts/city in 2014 Bali Province. The study involved 45 respondents before and after ICM by taking 5 people from each regency/city using stratified random sampling method. The data of the collected agronomic components were analyzed using the diversity scheme (ANOVA). Costs and farm income were analyzed using analysis of income and financial feasibility. Agronomic performance of several high yielding varieties (HYVs) of rice on ICM mentoring program were different according to varieties and types of land agro-ecosystem. The analysis showed an increase in productivity with the implementation of ICM average of 1.30 tonnes/ha RHD increased by 24.82%. Rice farm income per hectare after ICM of 17.209.704,00 IDR and before ICM 12.644.656,00 IDR or increased 36.10%. The results of financial analysis indicated that the farming system was feasible to be developed with R/C after ICM of 2.94 and before ICM 2.53 or difference by 0.41. Rice farming is expected to implement ICM in order to support sustainable agriculture.Keywords: rice, ICM, high yielding varieties, incomeABSTRAK Program pendampingan komoditas padi merupakan pendekatan yang strategis dalam peningkatan produktivitas padi sawah melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian bertujuan mengetahui keragaan agronomis beberapa varietas unggul baru (VUB) padi sawah dan peningkatan pendapatan petani melalui program pendampingan PTT. Penelitian dilaksanakan pada lokasi display VUB di 9 kabupaten/kota Provinsi Balitahun 2014. Penelitian melibatkan 45 orang responden sebelum dan sesudah PTT dengan mengambil 5 orang masing-masing kabupaten/kota menggunakan metode stratified random sampling. Data komponen agronomis yang dikumpulkan dianalisis menggunakan sidik keragaman (ANOVA). Biaya dan pendapatan usahatanidianalisis menggunakan analisis pendapatan dan kelayakan finansial. Keragaan agronomis beberapa VUB padi sawah pada program pendampingan PTT berbeda menurut varietas dan tipe agroekosistem lahan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan produktivitas dengan penerapan PTT rata-rata sebesar 1,30 ton/ha GKG atau meningkat 24,82%. Pendapatan usahatani padi sawah per hektar sesudah PTT sebesar Rp17.209.704 dan sebelum PTT sebesar Rp12.644.656 atau meningkat 36,10%. Hasil analisis finansial menunjukkan layak untuk dikembangkan dengan nilai R/C sesudah PTT sebesar 2,94 dan sebelum PTT 2,53 atau selisih 0,41. Usahatani padi diharapkan menerapkan PTT mendukung pertanian berkelanjutan. Kata kunci: padi, PTT, varietas unggul baru, pendapatan
PERILAKU PETANI DALAM KONSERVASI LAHAN PADA SISTEM USAHA PERTANIAN PADI SAWAH IRIGASI DI IMOGIRI, BANTUL Made Ratnada; Yusuf ;
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v6n1.2003.p%p

Abstract

The study aimed to identify farmers’ behavior in land conservation on irrigated lowland rice farmingsystem, factors affecting farmers’ behavior level, and correlation between farmers’ behavior level and both farmincomes and productivity. The study was conducted in Kebon Agung village, Imogiri subdistrict, Bantul,Yogyakarta province from May to June 2002. There were 80 respondents of farmers selected through stratifiedrandom sampling out 5 farmers’ groups, i.e., 16 farmers for each group. Farmers’ behavior was analyzed usingChi Square (2). The factors affecting farmers’ behavior were analyzed using Ordinary Least Square continuedwith path analysis. Correlation between farmers’ behavior and both farm incomes and productivity wasevaluated using Product Moment Pearson. The results showed that on general the farmers’ behavior level wasmoderate. Factors affecting farmers’ behavior in land conservation were farmers’ motivation to reach success,farmers’ knowledge on land conservation, farmers’ initiatives to get information, and extension intensity.Farmers’ behavior in land conservation was highly correlated with farm incomes and productivity.Key words : farmers’ behaviour land, conservation, irrigated rice field, rice farming. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat perilaku petani dalam konservasi lahan pada SistemUsaha Pertanian (SUP) Padi Sawah Irigasi; serta faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara tingkatperilaku tersebut dengan produktivitas dan pendapatan usahatani padi. Penelitian dilaksanakan di Desa KebonAgung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta selama dua bulan dari bulan Meisampai Juni 2002. Petani responden berjumlah 80 orang yang diambil secara Stratified Random Sampling dari 5kelompok tani, yaitu 16 petani untuk setiap kelompok. Untuk mengetahui tingkat perilaku digunakan pengujianChi Square (X2 ), sedangkan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi diidentifikasi dengan modelregresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square, yang dikembangkan ke analisis jalur (pathanalysis). Korelasi antara perilaku petani dengan produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah irigasidievaluasi dengan menggunakan teknik korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwapada umumnya tingkat perilaku petani dalam Konservasi Lahan pada SUP Padi Sawah Irigasi tergolong sedang.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku petani dalam konservasi lahan adalah motivasi petanimencapai keberhasilan, wawasan petani tentang konservasi lahan, keaktifan petani mencari informasi konservasilahan, dan intensitas penyuluhan tentang konservasi lahan. Perilaku petani dalam konservasi lahan mempunyaikorelasi yang kuat dan positif dengan produktivitas dan pendapatan usahataninya.Kata kunci : perilaku petani, konservasi lahan, sawah irigasi, usahatani padi
RISET AKSI PARTISIPATIF TEKNOLOGI PENGGUNAAN BIBIT KENTANG BERMUTU DI KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA Sortha Simatupang
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v14n1.2011.p%p

Abstract

Participatory action research by using high quality of potato seed was implemented by puposively in Partibi Lama, Sub District Merek, Karo District, North Sumatera in 2008. The objective is to facilitate of Partibi Lama’s farmers activities to do participatory action research by using high quality of potato seed to develop collaborative net working among groups and outsiders. It was used participatory approarch. It started with Farming System Analysis (FSA) in order to identify the main crop, farmer’s technology, and the constraints. Participatory action research for potato crop is one of the farmer priority. The base problem was low productivity cause of lack quality of potato seed. Farmer cooperator was selected by some criteria. Participatory action research based on colaborative the depth knowledge of researcher and farmer experience and economy capacity. Results of participatory action research indicated that yield was higher 8 t/ha than conventional seed and farmer got more benefit, Rp.40 million/ha. Participatory action research was successed to prove the benefit of the innovation. The impact there were three farmers group planned and done to produced potato seed by themselves. They made comparative study, training with used learning by doing method by using their own budget. Kegiatan riset aksi partispatif penggunaan bibit kentang bermutu dipilih secara sengaja di Desa Partibi Lama, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada tahun 2008. Tujuan kegiatan ialah untuk memfasilitasi masyarakat tani Desa Partibi Lama, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo dalam melakukan riset aksi partisipatif penggunaan bibit kentang bermutu dalam mewujudkan jejaring kerjasama kelompok dengan pihak luar yang terkait. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif. Kegiatan Farming System Analysis (FSA) mengawali kegiatan ini, guna mengidentifikasi komoditas utama yang ditangani, keragaan teknologi dan permasalahan yang muncul. Riset aksi partispatif pada tanaman kentang muncul dengan pokok masalah produktivitas rendah, yang disebabkan sulit tersedianya bibit bermutu. Petani kooperator yang dipilih mempunyai kriteria sendiri. Pelaksanaan di lapang bertumpu pada penggabungan tingkat pengetahuan peneliti dan pengalaman serta kemampuan ekonomi petani. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produksi kentang G4 lebih tinggi 8 t/ha dari penggunaan bibit konvensional, dengan nilai tambah berkisar Rp.40 juta/ha. Riset aksi partisipatif berhasil membuktikan keunggulan dan manfaat inovasi. Akibatnya ialah tiga kelompok tani lainnya merencanakan dan melaksanakan usaha produksi bibit kentang bermutu dengan biaya sendiri. Studi banding, pelatihan dengan metoda learning by doing yang diminta petani dibiayai oleh petani sendiri.
KAJIAN USAHA PENGOLAHAN MINYAK KELAPA DI KABUPATEN PURWOREJO Heny Herawati; Teguh Prasetya; Kendrianto ;; Dwi Nugraheni
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v13n1.2010.p%p

Abstract

Study of Coconut Oil Processing in Purworejo District. Coconut oil processing in the purworejo districthas great prospectus which is supported by raw material potention of 8,927.74 t of inner coconut variety, 9,8 4.88 t ofderes variety, and 2.36 t of hybrid variety. Value added of coconut oil still need to raise the local income. The objectiveof the assessment was to analize the coconut oil processing unit. The method used such as coconut oil trial processing,coconut oil refining, comercially implementation, interpreneurship development and marketing also farmer primeimpact evaluation. The data collected was analysed descriptively. According to coconut oil production analysis, the oilhas fulfill the coconut oil standard. The coconut oil production in 2007 was 85 lt and increase to 3930 lt in 2008, witheconomic value of Rp.45,509,400. In further development, coconut oil refining has greater value of Rp.679,500/608lt raw coconut oil than coconut fruit processing. These refinary coconut oil is reliable for advanced development.Key word: Coconut oil, coconut, processingPengolahan minyak kelapa di Kabupaten Purworejo memiliki prospektif karena didukung potensiproduksi kelapa dalam 8.927,74 t, kelapa deres 9.8 4,88 t serta kelapa hibrida 2,36 t. Adanya peningkatan nilaitambah produk berupa minyak kelapa masih dibutuhkan terkait untuk meningkatkan pendapatan masyarakatKabupaten Purworejo. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis usaha pengolahan minyak kelapa. Metodeyang digunakan meliputi ujicoba pembuatan minyak kelapa, pemurnian minyak kelapa, implementasi usaha,pengembangan kelembagaan usaha dan pemasaran serta evaluasi dampak kegiatan Prima Tani. Data yangterkumpul kemudian dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisa, kualitas minyak yang dihasilkan telahmemenuhi standar yang dipersyaratkan. Proses produksi minyak kelapa pada tahun 2007 sebesar 85 lt meningkatmenjadi menjadi 3930 lt pada tahun 2008 atau meningkat hampir lima kali lipat dengan nilai ekonomi sebesarRp.45.509.400. Dalam perkembangan lebih lanjut, kegiatan pemurnian minyak kelapa memiliki nilai ekonomisyang lebih tinggi yaitu Rp.679.500/608 lt minyak setengah jadi daripada pengolahan minyak kelapa dari bahanbuah segar. Kegiatan pemurnian minyak kelapa layak untuk terus dilanjutkan serta dikembangkan lebih lanjut.Kata kunci: Minyak kelapa, kelapa, pengolahan

Filter by Year

2003 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue