cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
ANALISIS FINANSIAL PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KEDELAI BIODETAS PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Dian Adi Anggraeni Elisabeth; Arief Harsono; Titik Sundari; Novita Nugrahaeni
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n1.2019.p15-26

Abstract

Financial Feasibility Study of Biodetas as a Soybean Production Technology Package on Rainfed Area. For achieving soybean self-sufficiency target in 2018-2020, the Government of Indonesia (the GoI) makes some efforts for increasing soybean production. The efforts require a significant increase in productivity as well as harvest area. The great potential for soybean cultivation area expansion in Indonesia is rainfed area. Soybean productivity in rainfed area is around 1.5 t/ha, which is expected to be increased in the range of 1.8-3.2 t/ha as some previous research results on the same soil type depending on input and cultivar used. Indonesian Legumes and Tuber Crops Research Institute (Iletri) has supported the GoI program by doing the dissemination of soybean production technology packageon rainfed area namely Biodetas which was conducted during the dry season of 2017 in Tompobulu sub-district, Maros Regency, South Sulawesi Province. The dissemination development scale of Biodetas was 40 ha then compared to 5 ha of the existing cultivation and 5 ha of BiodetasPlus. Research aimed  to study the financial feasibility of Biodetas on rainfed area. The application of Biodetas and BiodetasPlus on rainfed alfisol with pH 6.2-6.7, sandy clay loam texture, and moderate fertility in Tompobulu ia able to increase soybean yield to respectively 2.7 t/ha and 3.2 t/ha, 71.1% and 101.3% higher than the existing producing 1.6 t/ha. Biodetas technology is efficient and economically feasible to be adopted by farmers with B/C ratio is 1.2 and MBCR is 2.2. Production cost of Biodetas for 1 kg of soybean is the lowest, respectively 81.5% and 82.1% production cost of existing and BiodetasPlus.Keywords: soybean, productivity, economic feasibility, rainfed areaABSTRAKDalam rangka mencapai target swasembada kedelai pada 2018-2020, pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan produksi kedelai nasional. Upaya ini memerlukan peningkatan produktivitas dan luas panen yang signifikan. Areal tanam kedelai di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk diperluas adalah sawah tadah hujan. Produktivitas kedelai di lahan sawah tadah hujan umumnya mencapai 1,5 t/ha, yang dapat ditingkatkan sampai 1,8-3,2 t/ha berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya bergantung pada input dan varietas yang digunakan. Balitkabi mendukung program pemerintah tersebut dengan melaksanakan diseminasi teknologi budidaya kedelai di lahan sawah tadah hujan (Biodetas) yang dilaksanakan pada musim kering 2017 di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Skala pengembangan diseminasi teknologi Biodetas adalah 40 ha, yang kemudian dibandingkan dengan teknologi Rekomendasi 5 ha dan Biodetas Plus 5 ha. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan finansial teknologi Biodetas di lahan sawah tadah hujan. Penerapan teknologi Biodetas dan Biodetas Plus pada sawah tadah hujan alfisol pH 6,2-6,7 dengan tekstur tanah debu pasir berliat dan tingkat kesuburan sedang di Tompobulu  mampu meningkatkan hasil kedelai berturut-turut sebesar 2,72 t/ha dan 3,20 t/ha, 71,1% dan 101,3% lebih tinggi daripada teknologi Rekomendasi yang menghasilkan 1,59 t/ha. Teknologi Biodetas efisien dan secara ekonomi layak diadopsi oleh petani dengan B/C rasio 1,2 dan MBCR 2,2. Biaya produksi per kg kedelai dengan penerapan teknologi Biodetas adalah terendah, berturut-turut sebesar 81,5% dan 82,1% biaya produksi teknologi Rekomendasi dan Biodetas PlusKeywords: soybean, productivity, economic feasibility, rainfed area
KAJIAN JENIS PENGERINGAN DAN BEBERAPA BAHAN PENGISI TERHADAP KUALITAS BUBUK BAWANG MERAH VARIETAS PIKATAN Wanti Dewayani; Riswita Samsuri; Erina Septianti; Warda Halil
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n3.2019.p251-262

Abstract

Study of Drying Types and Fillers On The Quality of Shallot Powder of Pikatan Variety. This study aimed to examine the drying types and some fillers for effective quality of shallot powder. The activity was carried out at the Postharvest Laboratory of the Assessment Institute of Agricultural Technology of South Sulawesi for 8 months from April to December 2016. The experiment used a factorial randomized block design with two factors. The first factor was type of dryer namely manual oven 60oC, electric oven temperature 60oC, electric oven temperature 100oC and sun drying, and the second factor was the filler as tapioca, maizena, and without filler. Materials and equipment used were shallot variety of Pikatan, tapioca, maizena and water, shallot slicer, knife, manual oven, electric oven, cabinet drier, household manual oven with gas stove, blender, winnow, spoon, basin and packaging. Tools and chemicals were used for analysis of moisture, ash, fat and protein. The results of the activity showed that the type of drying and filling material had an effect on the quality of the Pikatan variety of shallot powder. There was a real interaction between the type of drying and filling material on moisture, ash, fat, protein, and organoleptic characteristics (color, taste, texture and overall acceptance). The best shallot powder was shallot powder such as combination of manual drying temperature of 60oC and tapioca filler with  yield of 21.0%,  moisture content 7.98%, ash content 3.16%,  fat content 0.98% and  protein content 7.87%.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis pengering dan beberapa bahan pengisi terhadap kualitas bubuk bawang merah yang efektif. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan selama 8 bulan mulai bulan April sampai Desember 2016. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor. Faktor I jenis pengeringan terdiri dari oven manual suhu 60oC, oven listrik suhu 60 oC, oven listrik suhu 100oC dan sinar matahari. Faktor II adalah bahan pengisi meliputi tapioka, maizena, dan tanpa bahan pengisi. Bahan dan alat yang digunakan, terdiri dari bawang merah varietas Pikatan, tepung tapioka, pati jagung (maizena) dan air, pengiris bawang, pisau, oven manual, oven listrik, cabinet drier, oven manual rumah tangga dengan kompor gas, blender, tampah, sendok, baskom, dan kemasan. Alat dan bahan kimia digunakan untuk analisis kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan protein. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jenis pengeringan dan bahan pengisi berpengaruh terhadap kualitas bubuk bawang merah varietas Pikatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara jenis pengeringan dan bahan pengisi terhadap kadar air, kadar abu, lemak, protein, dan karakterisrik organoleptik (warna, rasa, tekstur dan penerimaan secara keseluruhan). Bubuk bawang merah yang terbaik adalah bubuk bawang merah dengan pengeringan manual suhu 60oC dengan bahan pengisi tapioka dengan rendemen 21,0 %, kadar air 7,98%, kadar abu 3,16%, lemak 0,98%, dan protein 7,87%.
PEMUPUKAN NPK DAN NITROGEN PADA TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH BERSTATUS P TINGGI DI SUMATERA BARAT Widia Siska; Ismon Lenin
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p189-197

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan produksi padi sawah. Pemberian pupuk majemuk NPK tetap memerlukan pupuk tunggal untuk periode pertumbuhan tanaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pupuk majemuk NPK dan pupuk tunggal N serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada lahan sawah berstatus P-tinggi, dan (2) menentukan perimbangan yang tepat antara pupuk majemuk NPK dengan pupuk tunggal N pada lahan sawah dengan status P-tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kota Solok propinsi Sumatera Barat pada bulan November 2012–Juli 2013, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor 1 adalah takaran pupuk majemuk NPK (200 kg/ha, 300 kg/ha dan 400 kg/ha) dan faktor 2 adalah takaran pupuk tunggal N (67 kg/ha, 100 kg, 133 kg/ha, 167 kg/ha dan 200 kg/ha). Pupuk majemuk NPK hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot seribu biji dan hasil, sedangkan pupuk tunggal N berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan hasil. Tidak ada interaksi nyata antara pupuk majemuk NPK dan pupuk tunggal N terhadap pertumbuhan, hasil dan komponen hasil padi. Peningkatan takaran pupuk majemuk NPK meningkatkan tinggi tanaman, menurunkan berat seribu biji, dan meningkatkan hasil sebesar 3 %, sedangkan peningkatan takaran pupuk tunggal N meningkatkan jumlah anakan, jumlah anakan produktif, dan meningkatkan hasil sebesar 6%. Dilihat dari segi efektifitas dan efisiensi, perimbangan yang tepat antara pupuk majemuk NPK dan pupuk tunggal N pada tanah sawah P-tinggi adalah 300 kg pupuk majemuk NPK + 100 kg pupuk tunggal N/ha.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHA TANI PALA DI KABUPATEN SITARO SULAWESI UTARA Jefny Markus Rawung; Jantje Gustaf Kindangen
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p249-256

Abstract

Komoditas pala merupakan salah satu unggulan pertanian Sulawesi Utara, yang salah satu produsennya di Kabupaten Sitaro. Secara ekonomi komoditas pala memiliki pengembangan yang prospektif, namun sejauh mana tingkat kelayakan ekonominya dari usahatani pala tersebut masih persoalan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan ekonomi pala di Kabupaten Sitaro. Pengumpulan data primer dilakukan di Kabupaten Sitaro pada bulan Juni hingga Desember 2016 melalui metode survey menggunakan teknik wawancara dengan kuesioner semi structural interview (SSI) dilengkapi diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) pada tingkat kabupaten dan pada tingkat kecamatan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan indikator dan parameter ekonomi dengan menerapkan formula B/C, NPV, IRR, PP, dan Imbalan Riel Tenaga Kerja.  Hasil analisis parsial usahatani pala di Kabupaten Sitaro tergolong menguntungkan dan layak secara ekonomi. Dengan menerapkan tingkat tingkat suku bunga Bank masing-masing dengan skenario, 12, 15, dan 18 % perolehan analisis IRR semua bernilai positif. Pay Back Periode investasi usahatani pala mencapai 12,3 tahun, serta imbalan riel tenaga kerja mencapai 1,9 kali lipat dari upah riel yang berlaku. Meskipun demikian, usahatani pala di Kabupaten Sitaro masih berpeluang ditingkatkan optimalisasinya hingga mendekati kapasitas produksi pala yang direkomendasikan. Bimbingan teknis agronomis dan sistem kelembagaan sistem usahatani/produksi merupakan suatu keniscayaan untuk mendukung peningkatan optimalisasi produksi pala di Kabupaten Sitaro.
PRODUKSI BIOMASS DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DENGAN PENERAPAN MODIFIKASI PERTANAMAN UNTUK PRODUKSI PANGAN DAN PAKAN DI NTB Eka Widiastuti; B. Tri Ratna Erawati
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n1.2019.p39-51

Abstract

Assessment of Maize Cultivation for Biomass and Seeds production in West Nusa Tenggara. Maize plants are quite potential to support the development of livestock in the province of West Nusa Tenggara. The purpose of this assessment was to identify the seeds and biomass production of 4 varieties of maize cultivated in West Nusa Tenggara (NTB). The research was conducted on dry season (first dry season or second planting season) from April to July 2012. Planting procedure consisted of population setting and timing of pruning for biomass production. The research was designed following Nested Design with 4 varieties of maize which were 2 varieties of hybrid Bima 3 and Bisi 16, and 2 varieties of composite Srikandi Kuning and Lamuru. The assesment was carried out in two locations, the first location was Semangat Patuh Farmer Group in Dusun Bila Kembar of Suela Village of Suela Sub-district of East Lombok Regency and the second one was in Pendi Janggi Farmer Group in Dusun Sekokok of Jorok Village of Utan Sub-district of Sumbawa Regency. The cultivation of each variety was repeated by 5 farmers comprised of 20 research plots in each location. The results of the assessment indicated that Bima 3 varieties produced the most biomass in Suela (8.06 tons/ha) at 95 days after planting while Srikandi Kuning (6.75 tons/ha) at 40 days after planting produced the most biomass in Utan. Bima 3 varieties seed production in Suela is 5.34 tons/ha and in Utan is 7.7 tons/ha.Keywords: maize, biomass, seeds, feed, West Nusa TenggaraABSTRAK Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui potensi produksi biji dan biomass 4 (empat) varietas jagung yang ditanam untuk pangan dan pakan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengkajian dilakukan pada musim kemarau I (MK I) atau musim tanam II (MT II) pada bulan April hingga Juli 2012. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan tersarang dengan 4 (empat) varietas jagung yaitu 2 varietas hibrida yaitu Bima 3 dan Bisi 16, dan 2 varietas komposit yaitu Srikandi Kuning dan Lamuru. Pengkajian dilakukan di dua lokasi yaitu di kelompok tani Semangat Patuh di Dusun Bila Kembar, Desa Suela Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur (lokasi pengkajian 1) dan di kelompok tani Pendi Janggi di Dusun Sekokok Desa Jorok kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa (lokasi pengkajian 2). Pengkajian untuk setiap varietas diulang 5 kali dengan menggunakan lahan petani sebagai ulangan sehingga diperoleh 20 petak lahan penelitian (masing-masing seluas 0,05 ha) di masing-masing lokasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa varietas Bima 3 menghasilkan biomass terbanyak di Suela (8,06 ton/ha) pada 95 HST sedangkan Srikandi Kuning (6,75 ton/ha) pada 40 hari setelah tanam (HST) menghasilkan biomass terbanyak di Utan. Produksi biji varietas Bima 3 di Kecamatan Suela sebesar 5,34 ton/ha dan di Kecamatan Utan sebesar 7,7 ton/ha.Kata kunci: jagung, biomassa, biji, pakan, Nusa Tenggara Barat 
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK DENGAN KEEFEKTIFAN KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN PRINGSEWU Kordiana K Rangga; Indah Listiana
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p131-142

Abstract

ABSTRACT                Farmer groups are a forum for farmers to make it easier for farmers to carry out their farming, if the farmer group runs effectively in accordance with the goals of the group. Effective farmer groups cannot be separated from the role of group leaders. The head of the farmer group has an important role in supporting the group to achieve its group goals. Based on the background described, then the purpose of this research are to know: the effectiveness of paddy farmer group; the leadership level of farmer group; and the relationship between leadership of farmer group leader with the effectiveness of farmer group in Sukoharjo Sub District of Pringsewu Regency. This research was conducted in Sukoharjo Sub District Pringsewu Regency, with 73 respondents of paddy farmer.  Data was collected by using survey method with descriptive analysis and using statistical non parametric test rank spearman correlation to test hypothesis.  The results showed that paddy farmer group in Sukoharjo Sub District had a high level of effectiveness, had a medium level of leadership of farmer group leader; and leadership of farmer group had significant relationship with farmer group effectiveness.   Keyword:  effectiveness, farmer group, leadership. ABSTRACTKelompok tani merupakan wadah bagi petani agar memudahkan petani dalam menajalankan usahataninya, jika kelompok tani berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan kelompoknya. Kelompok tani yang efektif tidak terlepas dari peran ketua kelompok. Ketua kelompok tani memiliki peran yang penting dalam mendukung kelompok mencapai tujuan kelompoknya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: keefektifan kelompok tani padi sawah; tingkat kepemimpinan ketua kelompok tani; dan hubungan antara tingkat kepemimpinan ketua kelompok tani dengan keefektifan kelompok tani padi sawah di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu.  Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, dengan 73 petani responden. Metode pengumpulan data menggunakan metode survey, dengan anilisis deskriptif dan menggunakan uji statistik korelasi rank spearman non parametrik untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan kelompok tani padi sawah memiliki tingkat keefektifan yang tinggi, memiliki tingkat kepemimpinan ketua kelompok yang sedang, dan kepemimpinan ketua kelompok tani memiliki hubungan yang nyata dengan keefektifan kelompok tani. 
UJI ADAPTASI PAKET TEKNOLOGI PEMUPUKAN DI LAHAN SAWAH KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Didik Raharjo; Samrin -; Muh Asaad
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n3.2019.p279-290

Abstract

Assesment Study of fertilization Technology Packages in the Lowland Rice Fields in Konawe District, Southeast Sulawesi. The purpose of this study was to obtain a package of location-specific fertilizer technology on lowland rice that can be utilized by users in Southeast Sulawesi. The study was conducted in Konawe District, Southeast Sulawesi Province, on first planting period from January to May 2016. The experiment used a randomized block design consisting of 4 treatments repeated 6 times. Materials and equipment used include Mekongga variety of rice seeds, inorganic fertilizers (Urea, SP 36 and NPK (15,15,15)), pesticides, Paddy Soil Test Kit, hoes, and scales. Data analysis was performed with Anova which continued with the significance test using Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results of the study showed that there were three adaptive fertilizer technology packages, namely: (1) Integrated cropping calendar treatment plus Organik Matter (OM); (2) Integrated cropping calendar treatment treatment without OM; and (3) Farming System treatment plus OM.Tujuan pengkajian ini untuk mendapatkan paket teknologi pemupukan spesifik lokasi pada padi sawah yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna di Sulawesi Tenggara. Pengkajian dilaksanakan di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, pada musim tanam (MT) 1 dari bulan Januari – Mei 2016. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok terdiri dari 4 perlakuan dan diulang 6 kali. Bahan dan alat yang digunakan meliputi benih padi varietas Mekongga, pupuk anorganik (Urea, SP-36 dan NPK (15,15,15)), pestisida, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), cangkul, dan timbangan. Analisis data dilakukan dengan Anova yang dilanjutkan uji signifikasi menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil kajian menunjukkan terdapat tiga paket teknologi pemupukan yang adaptif yaitu: (1) Perlakuan kalender tanam (KATAM) ditambah bahan organik (BO); (2) Perlakuan KATAM tanpa BO; dan (3) SUT ditambah BO.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA KAKAO DI NUSA TENGGARA BARAT Yovita Anggita Dewi; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p198-214

Abstract

Adopsi mencerminkan tingkat penerimaan teknologi dan implementasinya dalam usahatani yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan penelitian adalah menganalisis keragaan adopsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani kakao. Penelitian dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Bulan Oktober 2018. Responden sebanyak 40 orang yang dipilih secara sengaja (purposive sampling) yaitu petani yang pernah terlibat dalam program Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI). Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur sedangkan data sekunder dari laporan MP3MI 2013 – 2015. Keragaan adopsi dianalisis secara desktiptif kuantiatif dan Structural Equation Modeling (SEM)-Smart PLS digunakan untuk menganalisis faktor adopsi. Hasil penelitian menunjukkan persentase petani yang tahu terkait teknologi introduksi sebanyak 95%, petani yang berminat sekitar 93,75%, sedangkan petani yang menerapkan komponen teknologi dan melakukan konfirmasi masing-masing sebesar 83,13% dan 48,75%. Petani mengadopsi dengan jarak waktu <1 musim tanam (MT), 1 MT, dan >1 MT berturut-turut adalah 46,52%, 22,61%, dan 30,86%. Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi adopsi adalah karakteristik internal dan sosial petani dengan koefisien 0,311 dan 0,341. Indikator reflektif yang signifikan berpengaruh terhadap karakteristik internal petani adalah (i) perjalanan ke luar desa, (ii) menghubungi sumber informasi, (iii) berkomunikasi dengan petani di luar desa, (iv) berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, dan (v) berkomunikasi dengan aparat desa. Indikator reflektif yang signifikan berpengaruh terhadap karakteristik sosial petani adalah (i) pertemuan kelompok tani, (ii) penyuluhan, (iii) pelatihan, (iv) pendampingan, (v) jenis media, dan (vi) akses media. Dengan demikian, peningkatan adopsi perlu dibarengi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.
HALAMAN Susakti, Agung
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p%p

Abstract

KAJIAN ADOPSI DAN DAMPAK TEKNOLOGI SISTEM USAHA PERTANIAN PADI-UDANG WINDU DI LAHAN SAWAH TAMBAK KABUPATEN LAMONGAN Pudji Santoso; Anang Muhariyanto; Bambang Irianto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v8n2.2005.p%p

Abstract

During 2000 – 2001, AIAT East Java conducted assessment on integrated farming system of rice-tiger prawnin Lamongan regency. This activity was evaluated in July – September 2003. The aim of the evaluation was to obtaindata on (1) adoption level and diffusion of recommended technology, and (2) impact at recommended technology onproductivity and farmer income. Within the evaluation, some information such as farmer characteristics, application ofrecommended technology, productivity and farmer income were collected by survey method. Results indicated that31% of farmers adopted the recommended technology. Subsequently, the recommended technology were diffused tonon-participated farmers. The level of diffusion reached 14%. In addition, the productivity at rice and tiger prawnincreased by 8% and 67% respectively. Finally, farmer income from this farming system increased by 41%. Tocontinue adoption at farming system of rice-tiger prawn, the following requirements are needed: (1) supply ofproduction input on the right time, (2) continue supervision to the farmer, (3) presence of stable and feasible priceassurance and (4) support of local government to increase productivity of integrated farming system of rice-tigerprawn.Key words : farming system, flood plain pond, technical adoption, tigar prawnKajian adopsi dan dampak teknologi ini merupakan evaluasi dari kegiatan sistem usaha pertanian padi-udangwindu yang telah dilakukan BPTP Jawa Timur di Kabupaten Lamongan tahun 2000 dan 2001. Pengumpulan datamenggunakan metode survei yang dilakukan pada bulan Juli-September 2003. Data yang dikumpulkan meliputikarakteristik petani, penerapan teknologi, serta produktivitas dan pendapatan usahatani padi-udang windu. Kajian inibertujuan untuk memperoleh informasi (1) tingkat adopsi dan difusi teknologi anjuran, dan (2) dampak teknologianjuran terhadap produktivitas dan pendapatan usahatani. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologianjuran yang diadopsi oleh petani peserta mencapai 31 persen. Sedangkan teknologi anjuran yang terdifusi oleh petaninonpeserta mencapai 14 persen. Produktivitas padi dan udang windu meningkat 8 dan 67 persen serta pendapatanusahatani meningkat 41 persen. Agar adopsi teknologi usahatani padi-udang windu dapat berlanjut, maka diperlukan;(1) penyediaan sarana produksi yang tepat waktu, (2) bimbingan oleh petugas secara terus menerus, (3) jaminan hargayang layak dan stabil, dan (4) dukungan pemerintah daerah dalam program peningkatan produktivitas usahatani padiudangwindu.Kata kunci : sistem usahatani, sawah tambak, adopsi teknologi, udang windu

Filter by Year

2003 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue