cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
KATEGORI SUBJEK SUMBER RUJUKAN PADA ARTIKEL YANG DIMUAT DALAM JURNAL ILMIAH PERTANIAN INDONESIA Bambang Winarko; Heryati Suryantini; Hendrawaty Hendrawaty; Nurdiana Nurdiana
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 23, No 2 (2014): october 2014
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v23n2.2014.p47-53

Abstract

Jurnal yang diterbitkan Badan Litbang Pertanian memiliki peranan penting dalam mengomunikasikan hasil penelitian. Kajian terhadap jurnal tersebut melalui pendekatan bibliometrika belum banyak dilakukan oleh para pustakawan. Pengkajian ini ditujukan untuk mempelajari kategori subjek sumber rujukan dari artikel yang diterbitkan dalam sembilan jurnal Badan Litbang Pertanian. Systematic random sampling digunakan untuk memilih 674 dari 2,958 artikel yang dimuat dalam jurnal Badan Litbang Perttanian yang terbit antara tahun 1995-2010. Daftar pustaka dari setiap artikel terpilih diklasifikasi subjeknya berdasarkan AGRIS/CARIS Categorization Scheme. Hasil analisis sitasi mengenai kategori subjek menunjukkan 13 kategori dengan frekuensi 712 ditemukan pada jurnal-jurnal Badan Litbang Pertanian. Lima kategori subjek yang mendominasi adalah ilmu dan produksi tanaman; sumberdaya alam dan lingkungan; perlindungan tanaman, ekonomi pertanian, pembangunan, dan sosiologi pedesaan; serta ilmu, produksi dan perlindungan hewan.
KAJIAN KERUSAKAN KOLEKSI ANTIKUARIAT PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN Eka Kusmayadi
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p9-14

Abstract

Koleksi perpustakaan merupakan salah satu sumber daya yang menjadi syarat mutlak keberadaan sebuah perpustakaan. Koleksi perpustakaan yang memiliki usia terbit sudah lama mempunyai nilai yang tinggi sebagai khasanah budaya bangsa. Koleksi tersebut selain mempunyai nilai sejarah, juga memiliki nilai informasi dan bentuk fisik yang berbeda dengan koleksi masa kini. Oleh karena itu, koleksi tersebut perlu penanganan yang tepat melalui upaya preservasi dan konservasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan koleksi antikuariat yang dimiliki Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA). Pengkajian dilakukan dengan metode observasi terhadap koleksi antikuariat di lantai 8 gedung B PUSTAKA. Sampel diambil secara acak pada saat pemeriksaan koleksi pada proses stock opname. Indikator yang diamati mengacu kepada kriteria kerusakan koleksi dari Perpustakaan Nasional. Indikator yang diamati meliputi kerusakan jilid dan cover, kerusakan kertas, kerapuhan kertas, noda pada kertas, dan kerusakan akibat serangga. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sebagian besar koleksi antikuariat mengalami kerusakan pada jilid dan cover. Koleksi antikuariat sudah banyak yang rapuh. Kerusakan kertas disebabkan oleh serangga dan sifat fisik kertas. Upaya preservasi dan konservasi koleksi antikuariat perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar koleksi dapat dimanfaatkan secara optimal.
FAKTOR PENGHAMBAT PUSTAKAWAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN DALAM PENGKAJIAN PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Penny Ismiati Iskak
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n1.2015.p8-16

Abstract

Pengkajian di bidang perpustakaan dan informasi berperan meningkatkan kinerja perpustakaan. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian telah menyediakan wadah penyebaran hasil-hasil pengkajian bagi pustakawan, yaitu Jurnal Perpustakaan Pertanian. Namun, jurnal ini selalu mengalami kekurangan naskah karena minimnya kontribusi artikel dari pustakawan. Minimnya kegiatan pengkajian oleh pustakawan menjadi salah satu penyebab rendahnya kontribusi artikel tersebut. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor teknis dan nonteknis yang menghambat pustakawan dalam melaksanakan pengkajian di bidang perpustakaan dan informasi. Pengkajian dilakukan melalui survei dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri atas pertanyaan terbuka dan tertutup. Responden sebanyak 40 orang menanggapi pernyataan berskala Likert dari 1-5 tentang hambatan pengkajian. Data dianalisis dengan perangkat lunak Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 17.0. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa faktor teknis yang menghambat pengkajian berturut-turut adalah kurang penguasaan statistik pengolahan data, kurang kemampuan menginterpretasi data, dan kurang penguasaan metodologi pengkajian. Kurangnya anggaran pengkajian, kurangnya waktu, dan kesulitan memulai pengkajian merupakan hambatan utama dari segi nonteknis. Bagi Pustakawan Madya, faktor nonteknis lebih menghambat melaksanakan pengkajian dibanding faktor teknis. Demikian pula bagi Pustakawan Muda dan Pustakawan Pertama. Bimbingan dari pustakawan senior dan mitra sejajar serta pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mengatasi hambatan dalam melaksanakan pengkajian. Demikian pula alokasi waktu khusus dan dukungan anggaran diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan pengkajian. Penentuan prioritas dalam mengatasi hambatan secara tepat dapat meningkatkan pelaksanaan pengkajian di kalangan pustakawan.
HAMBATAN PUSTAKAWAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK JURNAL PERPUSTAKAAN PERTANIAN Heryati Suryantini; Endang Setyorini
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p69-77

Abstract

ustakawan dituntut untuk menghasilkan karya tulis ilmiah (KTI) sebagai bagian profesinya sebagai pejabat fungsional. Salah satu jurnal ilmiah untuk mempublikasikan KTI bidang perpustakaan, dokumentasi, dan informasi adalah Jurnal Perpustakaan Pertanian (JPP). Namun, masih sedikit pustakawan yang memanfaatkan jurnal tersebut untuk menerbitkan KTI-nya. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui jumlah KTI dan tujuan pustakawan menulis KTI, motif menulis KTI, dan hambatan dalam menulis KTI. Pengkajian dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Populasi kajian adalah pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Badan Litbang Pertanian. Sampel ditentukan secara acak dengan jumlah responden 77 orang. Hasil kajian menunjukkan intensitas pustakawan dalam menulis KTI untuk diterbitkan dalam JPP masih sangat rendah, bahkan sebagian besar pustakawan belum pernah menulis KTI. Pustakawan yang pernah menulis KTI lebih sering menerbitkan tulisannya di media selain JPP, seperti prosiding, laporan, petunjuk teknis, jurnal lain, dan warta. Tujuan pustakawan menulis KTI berturut-turut adalah untuk menyebarkan informasi, mengaktuali-sasikan diri, dan untuk memperoleh angka kredit. Motif utama menulis KTI yaitu tuntutan profesi, keikutsertaan sebagai peserta pertemuan ilmiah, serta adanya dorongan teman atau atasan. Hambatan teknis pustakawan dalam menulis KTI adalah kurang menguasai metode pengkajian (83,33%), kurang menguasai teknik penulisan (77,78%), kurang pengalaman menulis KTI (77,78%), sulit menemukan topik (75,93%), dan kurang mampu berpikir kritis (70,37%). Faktor nonteknis yang menghambat pustakawan dalam menulis KTI adalah sibuk dengan tugas selain sebagai pustakawan (59,26%), kurang tersedia panduan penulisan (51,85%), dan tidak ada sanksi jika tidak menghasilkan KTI (51,85%).
USABILITY TESTING Sistem Informasi: Studi kasus pada Aplikasi Repositori Publikasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Henriyadi Henriyadi; Rusmini Mulyati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 23, No 2 (2014): october 2014
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v23n2.2014.p54-63

Abstract

Usability testing atau uji ketergunaan sebuah aplikasi merupakan bagian terintegrasi dalam sebuah daur hidup pengembangan sistem (system development life cycle). Usability testing adalah salah satu metode yang digunakan untuk melihat tingkat kemudahan pengguna dalam berinteraksi dengan sebuah sistem informasi. Dalam kajian ini yang digunakan sebagai studi kasus adalah pengelola data aplikasi repositori publikasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kajian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif berbasis kuesioner menggunakan skala Likert dan kualitatif untuk pertanyaan terbuka. Responden dalam kajian ini sebanyak 13 pengelola data di UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian. Kuesioner terdiri atas 3 kelompok, yaitu: (1) karakteristik responden, (2) penilaian teknis, dan (3) permasalahan dan saran. Kuesioner penilaian teknis disajikan dalam bentuk 22 pernyataan yang dikelompokkan dalam lima aspek. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelola data cukup nyaman berinteraksi dengan aplikasi repositori dalam beberapa aspek. Namun masih terdapat dua aspek (administrasi dan tampilan serta halaman statistik), dimana kurang dari 75% responden menyatakan mudah dan nyaman dalam berinteraksi dengan aplikasi repositori. Permasalahan yang dihadapi utamanya adalah kualitas koneksi internet dan kesulitan dalam akses data dokumen lengkap. Untuk pengembangan lebih lanjut, selain penambahan fitur layanan, salah satu fokus yang harus diperhatikan adalah aspek tampilan front-end dan back-end yang perlu dikembangkan agar lebih user friendly serta halaman statistik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
KEMUTAKHIRAN SUMBER ACUAN PADA BEBERAPA JURNAL LINGKUP BADAN LITBANG PERTANIAN Sutardji Sutardji; Sri Ismi Maulidyah; Bambang S. Sankarto
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p15-22

Abstract

Kemutakhiran sumber acuan dalam suatu karya tulis ilmiah (KTI) merupakan hal penting yang dipersyaratkan dalam penilaian angka kredit jabatan fungsional. Oleh karena itu, agar KTI mendapat nilai yang baik, sumber rujukan harus mutakhir. Pengkajian ini bertujuan mengetahui kemutakhiran sumber acuan pada beberapa jurnal lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Pengkajian menggunakan sembilan jurnal (lima primer, empat review) lingkup Balitbangtan dan jurnal AGRIVITA terbitan Universitas Brawijaya sebagai pembanding. Parameter yang dikaji adalah (1) proporsi rujukan artikel primer dan artikel sekunder, (2) kemutakhiran rujukan, dan (3) paruh hidup literatur. Analisis bibliometrik digunakan untuk memperoleh dan menganalisis data. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pada jurnal primer, proporsi rujukan antara artikel primer dan artikel sekunder berkisar 66-79% dan 21-34%, sedangkan pada jurnal review antara 43-51% dan 49-57%. Indonesian Journal of Agricultural Science paling banyak merujuk artikel primer (79%). Kebaruan usia rujukan (umur 0-10 tahun) pada jurnal primer sebesar 64%, sedangkan pada jurnal review 67,4%. Paruh hidup literatur berkisar antara 6,2-13 tahun, rata-rata 8,3 tahun. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan dan Iptek Tanaman Pangan memiliki paruh hidup literatur termutakhir, masing-masing 6,2 tahun. Beberapa jurnal lingkup Balitbangtan memiliki proporsi rujukan artikel primer lebih tinggi daripada AGRIVITA, namun secara kumulatif lebih rendah (60,4%), tetapi memiliki umur paruh hidup literatur yang sama (8,3 tahun).
PENDAYAGUNAAN SITUS WEB BPTP MALUKU UTARA SEBAGAI MEDIA DISEMINASI TEKNOLOGI PERTANIAN SPESIFIK LOKASI Herwan Junaidi
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n1.2015.p25-30

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin memudahkan pengguna dalam mencari maupun mempublikasikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas melalui media internet. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui pendaya-gunaan situs web BPTP Maluku Utara dalam menyajikan informasi pertanian spesifik lokasi melalui media online. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Desember 2014. Hasil pengkajian menunjukkan rata-rata jumlah pengunjung situs web BPTP Maluku Utara adalah 50 orang/hari. Jumlah pengunjung terbanyak adalah pada bulan Desember yakni 7.905 pengunjung, dengan rata-rata 264 pengunjung/hari, sedangkan jumlah pengunjung terendah adalah pada bulan Oktober sebanyak 459 pengunjung atau rata-rata 15 pengunjung/hari. Total penggunaan bandwidth selama setahun adalah 4,38 Gb dengan rata-rata 366 Mb/bulan. Negara asal pengunjung yang terbanyak mengakses situs web BPTP Maluku Utara adalah Amerika Serikat. Pengguna mengakses situs BPTP Maluku Utara melalui situs web lain (56,21%) atau langsung ke situs web BPTP Maluku Utara (42,04%).
POTENSI PUSTAKAWAN TINGKAT AHLI DALAM PENGKAJIAN PERPUSTAKAAN, DOKUMENTASI, DAN INFORMASI Eni Kustanti
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p69-77

Abstract

Hal yang membedakan pustakawan tingkat ahli dari pustakawan tingkat terampil adalah tugas pokoknya, yaitu pengkajian perpusdokinfo. Ruang lingkup pengkajian perpusdokinfo sangat luas dan hal ini merupakan peluang bagi pustakawan untuk memanfaatkannya secara optimal. Sebenarnya pustakawan tingkat ahli memiliki potensi untuk melakukan pengkajian, namun belum banyak yang melakukannya karena kurangnya motivasi serta adanya hambatan internal dan eksternal. Potensi yang dimiliki pustakawan tingkat ahli untuk melakukan pengkajian perpusdokinfo yaitu pendidikan, cakupan kajian, kemampuan penelusuran informasi, dan pustakawan sebagai sumber daya pengelola perpustakaan. Faktor internal yang menghambat pustakawan dalam pengkajian yaitu tidak percaya diri, minimnya pengetahuan, dan kesulitan dalam menemukan ide, sedangkan faktor eksternal di antaranya adalah tidak ada rekan untuk melakukan pengkajian dan sistem yang kurang kondusif. Upaya untuk mendorong pustakawan tingkat ahli dalam pengkajian yaitu (1) melibatkan pustakawan dalam kegiatan forum kepustakawanan; (2) pembinaan dari institusi pengembangan pustakawan; (3) menyediakan anggaran; dan (4) memberikan penghargaan (apresiasi) kepada pustakawan. Pustakawan perlu memotivasi diri untuk melakukan pengkajian karena: (1) pengkajian merupakan tugas pokok pustakawan tingkat ahli; (2) pengkajian sebagai sarana memperoleh angka kredit; dan (3) hasil pengkajian sebagai bahan penyusunan karya tulis ilmiah.
ANALISIS KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN-PERTANIAN PEMBANGUNAN (SMK-PP) NEGERI KUPANG Widaryono Widaryono
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 23, No 2 (2014): october 2014
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v23n2.2014.p64-73

Abstract

Perpustakaan merupakan unit pelayanan jasa nirlaba yang berorientasi kepada pemustaka. Untuk itu perpustakaan dituntut untuk memberikan layanan yang baik, cepat dan tepat yang akan berujung kepada kepuasan pemustaka. Hal tersebut merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan dalam mengelola perpustakaan. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas penyelenggaraan pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh bagian layanan sirkulasi di perpustakaan SMK-PP Negeri Kupang. Pengkajian dilaksanakan di perpustakaan SMK-PP Negeri Kupang dengan metode survei pada 1 Maret - 30 Agustus 2014 dengan sampel sebanyak 150 responden yang diambil secara accidental sampling. Instrumen pengkajian yang dijadikan sebagai sarana pengumpulan data adalah kuesioner yang berisi pernyataan mengenai 14 indikator pelayanan publik. Metode analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No.78/Permentan/OT.140/8/2013 tentang Pedoman Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat di Lingkungan Kementerian Pertanian. Hasil pengkajian menunjukkan terdapat 3 unsur mutu pelayanan yang mendapat nilai lebih dari 3,26 atau sangat baik meliputi unsur kedisiplinan pelaksana/petugas pelayanan, kepastian jadwal pelayanan serta keamanan pelayanan. Sebelas indikator lainnya menunjukkan mutu pelayanan baik, dengan nilai mutu pelayanan rata-rata di atas 3,10. Berdasarkan analisis data, secara keseluruhan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh bagian layanan sirkulasi  di perpustakaan SMK-PP Negeri Kupang mempunyai nilai indeks 79,725 atau mutu pelayanan B, dengan tingkat kualitas pelayanan baik.
PERSEPSI SISWA MENGENAI SARANA DAN PRASARANA PERPUSTAKAAN SMK-PP NEGERI KUPANG Widaryono Widaryono
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p23-29

Abstract

Pengkajian bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa mengenai sarana dan prasarana perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang sebagai salah satu sarana dalam memperoleh informasi yang mendukung tujuan pembelajaran. Pengkajian menggunakan metode survei. Responden pengkajian adalah 152 siswa yang ditetapkan dengan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Variabel yang dikaji adalah persepsi siswa terhadap sarana dan prasarana perpustakaan yang mencakup gedung, ruang, kuantitas dan kualitas perlengkapan dan perabot, penataan, dan keserasian warna. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa siswa menyatakan gedung perpustakaan luas (58,6%), letak perpustakaan strategis (48,0%), ruang perpustakaan nyaman (52,9%), dan suhu ruangan sejuk (46,6%). Jumlah  perlengkapan dan perabot memadai (53,3%) dan tidak banyak yang rusak. Kualitas sarana dan prasarana perpustakaan juga baik (55,9%). Penataan perlengkapan dan perabot serta warnanya serasi. Responden menyarankan perlunya peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan secara berkelanjutan agar pemustaka merasa nyaman berada di perpustakaan.

Page 4 of 12 | Total Record : 115