cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
LAYANAN KID’S CORNER DI PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN Juznia Andriani
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n1.2015.p31-37

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi informasi membawa perubahan dalam pengelolaan perpustakaan. Hal ini membawa implikasi dalam pembenahan sarana dan fasilitas serta pengembangan ragam layanan. Salah satunya adalah pengembangan layanan kid’s corner untuk mengakomodasi kebutuhan anak dalam mendapatkan informasi tentang pertanian dan ilmu pengetahuan alam. Pengkajian ini bertujuan untuk menggambarkan layanan kid’s corner di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA). Hasil kajian menunjukkan bahwa penyediaan layanan kid’s corner dengan ruangan yang nyaman dan beragam jenis koleksi bacaan anak dan remaja menjadi daya tarik bagi pengguna untuk mengunjungi PUSTAKA. Selain untuk memperoleh bacaan yang berkualitas, kid’s corner juga dimanfaatkan pengguna sebagai tempat pembelajaran luar sekolah dengan suasana yang menyenangkan. Upaya untuk menarik segmen pengguna yang lebih luas dilakukan dengan menyelenggarakan pameran perpustakaan dan berbagai kegiatan pada Hari Kunjung Perpustakaan dan menjalin kerja sama dengan sekolah atau institusi pendidikan.
PERSEPSI PUSTAKAWAN TERHADAP JURNAL PERPUSTAKAAN PERTANIAN Endang Setyorini; Heryati Suryantini
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n1.2015.p17-24

Abstract

Jurnal Perpustakaan Pertanian (JPP) merupakan salah satu media komunikasi antarpustakawan dan media penyebaran ilmu pengetahuan bidang perpustakaan, dokumentasi, dan informasi (pusdokinfo). JPP merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil penelitian/pengkajian dan tinjauan tentang perpustakaan serta aktivitas pustakawan dan ilmuwan informasi. Melalui jurnal ini, pustakawan dapat memperoleh informasi yang bermanfaat untuk mendukung aktivitasnya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pustakawan terhadap JPP, yang mencakup (1) isi dengan indikator kesesuaian dan manfaat informasi, (2) perwajahan (tata letak, kualitas cetakan, kualitas gambar dan foto, serta kualitas huruf), dan (3) pengiriman (intensitas dan waktu pengiriman). Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara terhadap 61 pustakawan lingkup Badan Litbang Pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa informasi yang dimuat dalam JPP sesuai dengan kebutuhan pustakawan dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan, sebagai acuan dalam menyusun tulisan, sebagai referensi dalam melaksanakan kegiatan, dan menambah ide dalam melaksanakan kajian. Sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap kelanjutan penerbitan JPP. Tampilan JPP dinilai baik, yang meliputi tata letak, kualitas foto dan gambar, huruf yang digunakan, serta kualitas cetakan. Sementara itu, distribusi atau pengiriman JPP masih perlu mendapat perhatian karena intensitas pengirimannya belum sesuai dan belum tepat waktu. Pelayanan dewan redaksi JPP dinilai sudah baik, terutama dalam proses evaluasi naskah, perbaikan naskah, penyuntingan naskah, dan pemberian saran perbaikan, serta komunikasi redaksi dengan penulis.
KETERPAKAIAN DAN RELEVANSI JURNAL PENELITIAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN SEBAGAI RUJUKAN KARYA TULIS PENELITI PADA JURNAL ILMIAH TERAKREDITASI Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p78-84

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya meningkatkan kualitas jurnal ilmiah antara lain melalui penilaian akreditasi. Salah satu persyaratan akreditasi jurnal ilmiah adalah penggunaan sumber acuan primer yang relevan dan baru. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterpakaian Jurnal Penelitian Pertanian (JPP) Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI yang terbit dalam jurnal ilmiah primer terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian, dan (2) relevansi topik rujukan dengan topik KTI tersebut. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2015 di Perpustakaan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor. Hasil pengkajian menunjukkan JPP Tanaman Pangan digunakan sebagai rujukan oleh peneliti dalam KTI yang dipublikasikan. Masing-masing satu KTI yang terbit pada Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, dan Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian menggunakan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan. Pada Buletin Plasma Nutfah, penggunaan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI relatif intens, yakni empat rujukan dari tiga KTI. Pada JPP Tanaman Pangan sendiri, pemakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI lebih banyak, yaitu lima rujukan dari empat KTI. Secara umum, KTI yang diterbitkan pada beberapa jurnal ilmiah primer lingkup Badan Litbang Pertanian sudah merujuk literatur yang relevan. JPP Tanaman Pangan adalah salah satu sumber rujukan yang relevan bagi KTI yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah terakreditasi yang dikaji.
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN UK/UPT LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN Heryati Suryantini; Vivit Wardah Rufaidah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 23, No 2 (2014): october 2014
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v23n2.2014.p74-81

Abstract

Perpustakaan unit kerja (UK)/unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian merupakan perpustakaan khusus yang berperan dalam penyediaan informasi untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian. Upaya pembinaan pengelolaan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja perpustakaan tersebut. Untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan tersebut oleh pengguna, suatu pengkajian dilakukan dengan metode survei. Sampel ditentukan sebanyak 36 perpustakaan dengan 57 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-September 2013 melalui wawancara langsung dan melalui e-mail dengan menggunakan panduan kuesioner. Variabel yang diamati adalah karakteristik responden pengguna perpustakaan, pemanfaatan perpustakaan, dan tanggapan pengguna terhadap sumberdaya manusia, sarana prasarana dan sumberdaya koleksi perpustakaan. Kuesioner bersifat ordinal menggunakan skala Likert dan sebagian bersifat terbuka untuk mendapatkan saran dan masukan dari responden. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengkajian memperlihatkan bahwa pemanfaatan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian oleh pengguna belum optimal, terlihat dari frekuensi kunjungan pengguna ke perpustakaan dan lamanya responden berada di perpustakaan, yaitu hanya 4-6 kali/bulan dengan lamanya pengguna berkunjung di perpustakaan kurang dari 2 jam. Sebagian besar pengguna lebih banyak memanfaatkan layanan manual dibandingkan dengan layanan elektronis. Jenis koleksi yang paling banyak dimanfaatkan pengguna berturut-turut adalah buku, disusul majalah ilmiah dan jurnal  online. Layanan perpustakaan yang disediakan cukup memuaskan, namun informasi yang diperoleh kadang-kadang sesuai kebutuhan. Sarana dan prasarana perpustakaan seperti komputer, ruangan perpustakaan, dan jaringan internet belum memadai. Petugas perpustakaan/pustakawan di instansi lingkup Kementerian Pertanian masih sangat terbatas baik kuantitas maupun kualitas sesuai     bidang keahlian yang dibutuhkan.
FAKTOR PENGHAMBAT PENELITI DALAM MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH REVIEW: Studi Kasus Literasi Informasi di Balai Penelitian Tanaman Serealia Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p30-36

Abstract

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslit-bangtan) menerbitkan publikasi yang memuat karya tulis ilmiah (KTI) review, yaitu Buletin Iptek Tanaman Pangan. Publikasi ilmiah ini mendapat akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2009. Dua tahun kemudian dinyatakan tidak lagi terakreditasi karena tidak memenuhi semua persyaratan sebagai majalah ilmiah, antara lain kekurangan artikel yang layak terbit. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan kemampuan literasi peneliti dalam menghasilkan KTI review. Pengkajian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama di Perpustakaan Puslitbangtan di Bogor pada bulan Oktober 2015, dengan menginventarisasi dan mensintesis KTI review yang terbit pada Buletin Iptek Tanaman Pangan dalam periode 2009-2014. Tahap kedua survei di Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balit-sereal) pada bulan November 2015 dengan responden 24 peneliti. Aspek yang dikaji adalah masalah yang dihadapi dalam menulis KTI review yang berkaitan dengan literasi informasi, yang meliputi: (1) kesulitan mencari informasi, (2) kesulitan memahami literatur, (3) kesulitan menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tertulis, dan (4) kesulitan menyusun sistematika KTI. Hasil pengkajian menunjukkan Buletin Iptek Tanaman Pangan dalam periode 2009-2014 menerbitkan 91 artikel, 71 di antaranya dari peneliti lingkup Puslitbangtan. Dibandingkan dengan jumlah peneliti sebanyak 168 orang pada tahun 2014, produktivitas peneliti dalam menghasilkan KTI review yang terbit di Buletin Iptek Tanaman Pangan 2009-2014 rata-rata 2,37 artikel per tahun atau 0,4 artikel per orang per tahun. Faktor penghambat peneliti dalam menyusun KTI review adalah kesulitan menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tertulis, yang terkait dengan kesulitan memahami literatur. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah meningkatkan kemampuan literasi informasi dan pendampingan penulisan KTI review bagi peneliti, baik melalui pelatihan maupun secara individual.
PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN SISTEM E-LEARNING PERPUSTAKAAN PERTANIAN Eka Kusmayadi; Heryati Suryantini
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n2.2016.p71-77

Abstract

Pustakawan perlu terus berupaya meningkatkan kompetensinya agar dapat mengelola perpustakaan dengan baik dan benar. Hal tersebut sesuai dengan amanat UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Namun, kompetensi pustakawan Kementerian Pertanian dalam pengelolaan perpustakaan belum optimal. Kondisi tersebut antara lain disebabkan kurangnya kesempatan pustakawan untuk mengikuti pelatihan, kurangnya kemandirian untuk meningkatkan kompetensi, dan terbatasnya dana untuk mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Salah satu sarana peningkatan kompetensi yang sudah lama dimanfaatkan, terutama dalam dunia pendidikan, ialah e-learning. Sistem ini memanfaatkan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kemampuan peserta didik. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian telah membangun e-learning dengan memperhatikan metode Daur Hidup Sistem Informasi (SDLC) serta menyiapkan modul untuk mengisi materi e-learning. Melalui aplikasi ini, pustakawan diharapkan dapat mengikuti pembelajaran teknis pengelolaan perpustakaan serta memperoleh bimbingan teknis untuk keperluan uji kompetensi dan sertifikasi. Pada pengembangan selanjutnya, e-learning dapat digunakan untuk meningkatkan literasi informasi pengguna perpustakaan (pemustaka) lainnya. Agar e-learning beroperasi dengan baik diperlukan SOP pengoperasian sistem dan  pemeliharaan server.
ANALISIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PUSTAKAWAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN Etty Andriaty; Dyah Artati; Juju Juariah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n2.2016.p45-54

Abstract

Pemahaman terhadap butir-butir kegiatan yang diatur dalam SK Menpan No. 132 Tahun 2002 maupun Peraturan Menpan dan RB No. 9 Tahun 2014 masih belum merata untuk setiap pustakawan. Hal ini mengakibatkan terjadinya perbedaan nilai angka kredit antara yang diajukan pustakawan dalam DUPAK dengan hasil penilaian Tim Penilai. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran pustakawan, perbedaan nilai angka kredit yang diajukan pustakawan dengan hasil penilaian Tim Penilai, dan masalah yang menyebabkan perbedaan nilai angka kredit tersebut. Pengkajian deskriptif dilakukan terhadap DUPAK di Sekretariat Tim Penilai Jabatan Fungsional Pustakawan Kementerian Pertanian tahun 2012-2016. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sebaran pustakawan di lingkup Kementerian Pertanian belum merata, bahkan terdapat UK/UPT yang belum memiliki pustakawan. Pustakawan cenderung untuk melaporkan butir kegiatan yang nilainya besar. Hal ini dapat dilihat dari jumlah DUPAK untuk penelusuran informasi untuk bahan bacaan (117 orang), penyebaran informasi terseleksi (112 orang), dan menjadi pemandu pameran (26 orang). Kegiatan dengan nilai rata-rata angka kredit tertinggi adalah katalogisasi, membuat karya tulis populer yang diterbitkan di media massa, dan membuat karya tulis yang disampaikan pada pertemuan/diklat, dengan nilai masing-masing 34,458; 4,000; dan 8,450. Sebaliknya, kegiatan membuat karya saduran/terjemahan pada subunsur pengembangan profesi merupakan kegiatan yang mempunyai nilai Rata-rata angka kredit yang yang ditolak tertinggi  (93%). Perbedaan hasil penilaian (PAK) dengan DUPAK yang diajukan antara lain karena bukti fisik tidak terpenuhi, bukti fisik tidak sesuai, dan angka kredit melebihi ketentuan.
KAJIAN WEBOMETRICS REPOSITORI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Arif Cahyo Bahtiar
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v26n2.2017.p77-81

Abstract

Salah satu bentuk dari penerapan teknologi informasi di perpustakaan perguruan tinggi ialah perpustakaan digital yang memuat hasil dari civitas akademik dalam repositori institusi. Pengkajian ini bertujuan untuk mempelajari indikator dan nilai webometrics repositori perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga yang pada tahun 2017 menduduki peringkat teratas dibandingkan dengan repositori milik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri lainnya di Indonesia. Pengkajian menggunakan pendekatan webometrics dengan indikator visibility (V), size (S), rich file (R), dan scholar (S). Penjumlahan dan pembobotan terhadap keempat indikator tersebut akan menghasilkan nilai webometrics institusi. Hasil perhitungan masing-masing indikator untuk repositori UIN Sunan Kalijaga menunjukkan, indikator size mendapat nilai 0,8700, indikator visibility 0,007, scholar 0,7643, dan rich file 0,7820. Setelah melalui pembobotan, nilai total webometrics sebesar 0,8451.
ANALISIS INFORMASI PATEN AMERIKA SERIKAT MENGENAI NUKLIR UNTUK PADI TAHUN 2007–2016 Rochani Nani Rahayu; Wahid Nashihuddin
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 26, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v26n1.2017.p1-14

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan jumlah paten Amerika Serikat (AS) mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016. Aspek yang dibahas meliputi jumlah paten, jumlah pemilik paten, jumlah penemu paten, perbandingan jumlah dan penemu paten, jumlah referensi paten, jumlah rata-rata referensi per paten, dan jumlah rata-rata klaim per paten. Objek pengkajian adalah dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016. Pengkajian bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan penelusuran dokumen paten di database United States Patent and Trademark Office (USPTO). Penelusuran informasi paten menggunakan kata kunci “rice” dan “nuclear”. Hasil penelusuran disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta penjelasan ringkas secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa terdapat 53 paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi pada tahun 2007–2016. Dari jumlah tersebut, dokumen paten terbit paling banyak pada tahun 2012, yakni 12 paten. Ricetec Aktiengesellschaft (Vaduz, LI, Alvin, TX dan Houston, TX) merupakan pemilik paten terbanyak, yakni 12 paten. Hasil kajian ini diharapkan dapat memotivasi peneliti bidang pertanian di Indonesia, khususnya peneliti padi, untuk menganalisis dan merujuk dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk peningkatan produksi dan kualitas padi nasional.
PENGARUH SUMBER INFORMASI TERHADAP KEPUTUSAN ADOPSI INOVASI PERTANIAN BIOINDUSTRI SERAI WANGI DAN TERNAK Rushendi Rushendi; Reni Siti Zachroni
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n2.2016.p37-44

Abstract

Penerapan inovasi pertanian bioindustri integrasi serai wangi dan ternak sapi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan mengurangi pemanfaatan input dari luar. Namun, penerapan inovasi tersebut oleh petani cenderung lambat. Oleh karena itu, diperlukan studi adopsi teknologi pertanian untuk memahami sumber informasi yang diperoleh petani dalam membuat keputusan adopsi inovasi pertanian bioindustri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber informasi dalam keputusan adopsi inovasi pertanian bioindustri integrasi serai wangi dan ternak. Penelitian menggunakan metode survei melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dengan uji korelasi regresi. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan teknik cluster random sampling di empat dusun di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, pada bulan Maret–Mei 2016 dengan total sampel 230 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen inovasi yang diadopsi petani adalah menanam serai wangi, pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik, pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi biogas rumah tangga, dan membuat yoghurt. Faktor yang memengaruhi keputusan petani untuk mengadopsi inovasi pertanian bioindustri integrasi serai wangi dan ternak yaitu komunikasi melalui media dialog, tingkat kompetensi sumber informasi yang masuk kategori tinggi, dan tingkat kepercayaan sumber informasi terpercaya.

Page 5 of 12 | Total Record : 115