cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
TRANSFORMASI PERAN PUSTAKAWAN DI LEMBAGA PENELITIAN DAN AKADEMIK Yupi Royani; Rochani Nani Rahayu
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n2.2020.p73-79

Abstract

Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, menjelaskan tentang profesi pustakawan beserta tugas dan tanggung jawabnya untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, peran pustakawan mengalami pergeseran dari pelayanan konvensional ke arah digital. Suatu penelitian dengan metode literatur review dilakukan untuk menjelaskan pergeseran peran pustakawan di lembaga penelitian dan akademik dan kompetensi yang perlu dimiliki pustakawan di masa depan. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai masukan kepada lembaga penelitian serta lembaga pendidikan terkait dengan bergesernya peran pustakawan. Berdasarkan hasil telaahan diungkapkan bahwa perubahan peran pustakawan di antaranya adalah sebagai informan riset, dosen/pengajar, penjaga informasi Super Highway, evaluator sumber daya digital, dan pengelola data penelitian. Ke depan, pustakawan harus memiliki kompetensi, di antaranya kompetensi dasar mencakup kemampuan bidang kepustakawanan, kemampuan teknologi informasi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan inti meliputi pengetahuan subjek mandat institusi, kemampuan pengelolaan data koleksi, data penelitian, dan repositori, kemampuan terkait platform penyimpanan data, serta kemampuan pelestarian data digital.
KAJIAN PUBLIKASI DAN IMPLEMENTASI SERAH SIMPAN PUBLIKASI LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN Penny Ismiati Iskak; Heryati Suryantini; Etty Andriaty; Eka Kusmayadi; Riko Bintari Pertamasari
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p33-41

Abstract

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) merupakan perpustakaan khusus di bawah Kementerian Pertanian yang berperan sebagai pusat ilmu pengetahuan pertanian nasional. Oleh karena itu, PUSTAKA terus memperkaya koleksi melalui pembelian, pertukaran, hadiah/hibah, dan serah simpan dari UK/UPT Kementerian Pertanian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 433/2003 tentang Pengiriman Publikasi, Dokumentasi dan Informasi Bidang Pertanian. Namun, penghimpunan koleksi melalui serah simpan belum optimal. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui penerbitan publikasi di UK/UPT Kementerian Pertanian, implementasi SK Menteri Pertanian Nomor 433/2003, dan kendala yang dihadapi. Populasi pengkajian adalah pengelola publikasi di UK/UPT Kementerian Pertanian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 86 pengelola publikasi. Hasil pengkajian menunjukkan hampir semua UK/UPT (99%) menerbitkan publikasi yang berupa laporan tahunan (95%), leaflet (86%), petunjuk teknis (72%), buletin (52%), dan majalah ilmiah 25%. UK/UPT yang menerbitkan publikasi dalam media tercetak sebanyak 49%, media tercetak dan digital 48%, dan media digital 3%. Mayoritas responden (94%) menyatakan publikasi yang diterbitkan disebarkan ke pengguna. Sebanyak 87% UK/UPT mengirimkan publikasi ke perpustakaan internal dan lebih dari separuh responden (53%) menyatakan publikasi dapat diakses secara online. Implementasi serah simpan publikasi belum berjalan optimal karena baru 34% UK/UPT yang mengirimkan publikasi ke PUSTAKA. Kendala dalam implementasi serah simpan publikasi yaitu kurangnya pengetahuan pengelola publikasi tentang kewajiban mengirimkan terbitan ke PUSTAKA dan terbatasnya biaya pengiriman. Berdasarkan hasil kajian perlu dilakukan sosialisasi kepada UK/UPT mengenai kewajiban serah simpan publikasi dan penyempurnaan/revisi surat keputusan Menteri Pertanian No. 433/ 2003 sesuai dengan perubahan peraturan yang ada.
BIBLIOMETRIK PUBLIKASI INDONESIA BIDANG PERTANIAN DAN BIOLOGI YANG TERINDEKS SCOPUS Bambang Winarko
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n2.2020.p43-50

Abstract

Publikasi ilmiah yang terindeks dalam pangkalan data jurnal mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya dapat terdistribusi secara luas sesuai dengan cakupan pangkalan data tersebut. Science and Technology Index (SINTA) merupakan salah satu pangkalan data Indonesia yang mengindeks publikasi ilmiah secara nasional. Sementara dalam lingkup internasional, DOAJ dan Scopus merupakan dua pangkalan data yang mengindeks publikasi ilmiah dalam cakupan global. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis secara bibliometrik publikasi ilmiah bidang biologi dan pertanian Indonesia yang terindeks Scopus tahun 2019. Sebanyak 14 jurnal dianalisis secara bibliometrik dengan parameter produktivitas, impact factor (SJR), jurnal kuartil, h-indeks, jumlah daftar pustaka, dan jumlah sitasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Biodiversitas; International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology; dan Agrivita merupakan jurnal dengan jumlah artikel paling banyak. Biodiversitas merupakan jurnal dengan jumlah daftar pustaka paling banyak dibandingkan dengan jurnal lainnya, diikuti oleh International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, dan Agrivita. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology; Hayati: Journal of Biosciences; Tropical Animal Science Journal; dan Biodiversitas merupakan jurnal Indonesia bidang pertanian dan biologi yang terindeks Scopus tahun 2019 dengan h- indeks paling tinggi.
PENGGUNAAN MEDIA INFORMASI OLEH PENYULUH PERTANIAN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN Eni Kustanti; Agus Rusmana; Purwanti Hadisiwi
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n2.2020.p51-63

Abstract

Media komunikasi dan informasi di Kementerian Pertanian RI yang merupakan bagian dari Spektrum Diseminasi Multi Channel tersedia dalam bentuk media cetak, media eletronik, internet, dan media sosial, dapat digunakan oleh penyuluh pertanian sebagai sumber informasi untuk meningkatkan kompetensinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1)  karakteristik  individu  penyuluh  pertanian di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan (2) penggunaan media informasi oleh penyuluh pertanian BPTP. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif menggunakan survei online terhadap penyuluh BPTP di 33 provinsi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu penyuluh secara usia berada pada usia produktif dan sebanyak 33 % berada pada usia mendekati pensiun, pendidikan di dominasi sarjana (S1), masa kerja penyuluh dominan berada antara 5 sampai 10 tahun dan jabatan fungsional dominan berada pada penyuluh pertanian ahli pertama. Intensitas penggunaan media informasi oleh penyuluh pertanian tergolong rendah (frekuensi kurang dari tiga kali setiap minggu dan durasi kurang dari dua jam per hari). Media sosial dan internet menjadi pilihan penyuluh untuk melakukan akses informasi dengan intensitas (frekuensi dan durasi) lebih tinggi dibandingkan media yang lain. Media internet menjadi pilihan utama oleh penyuluh terkait dengan jenis informasi pertanian yang tersedia maupun kesesuaian isi media dengan kebutuhan informasi penyuluh.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PUBLIKASI PERTANIAN TERBITAN IAARD PRESS Heryati Suryantini; Sri Hardianti
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n2.2020.p64-72

Abstract

Penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian pertanian dapat dilakukan melalui publikasi. Publikasi dinilai sangat efektif dalam penyebarluasan hasil penelitian karena dapat menjangkau pengguna yang lebih luas. IAARD Press didirikan sebagai penerbit pemerintah yang profesional untuk menerbitkan publikasi terkait iptek pertanian yang bermutu. Perkembangan suatu publikasi pada suatu bidang tertentu dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Pengkajian ini dilakukan untuk menganalisis publikasi terbitan IAARD Press dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa selama periode 2013 – 2018, IAARD Press telah menerbitkan sebanyak 313 publikasi dari beberapa unit kerja lingkup Kementerian Pertanian dengan rata-rata sebesar 52 judul per tahun. Sekretariat Badan Litbang Pertanian merupakan unit kerja yang paling banyak menghasilkan publikasi yang diterbitkan oleh IAARD Press, yaitu 73 judul, diikuti BBP2TP (38 judul), dan BBSDLP (36 judul). Pertanian umum merupakan subsektor yang paling banyak ditulis (70 judul), yaitu mencakup pembangunan pertanian secara umum, program strategis dan kebijakan pembangunan pertanian dan hasil-hasil penelitian pertanian mendukung berbagai program strategis pembangunan pertanian. Selanjutnya subsektor tanah dan iklim sebanyak 54 judul, tanaman pangan 43 judul, tanaman perkebunan 43 judul, dan peternakan 28 judul. Subjek yang paling banyak ditulis adalah mengenai ekonomi dan kebijakan pembangunan (49 judul), diikuti budi daya tanaman (31 judul), ekonomi dan kebijakan nasional mengenai pertanian (25 judul), dan genetika dan pemuliaan tanaman (25 judul). Jumlah penulis pada publikasi terbitan IAARD Press periode 2013-2018 sebanyak 352 penulis dengan jumlah publikasi yang ditulis oleh penulis berkisar 1-34 judul. Penulis yang paling produktif adalah Andi Amran Sulaiman dengan 34 judul publikasi.

Page 12 of 12 | Total Record : 115