cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Knowledge Repository Bidang Kelautan dan Perikanan Pamela Damayanti
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n1.2018.p7-16

Abstract

Knowledge repository merupakan aplikasi untuk menghimpun, menyimpan, dan menyebarkan informasi yang dihasilkan oleh suatu institusi. Aplikasi tersebut telah diterapkan oleh Perpustakaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam upaya menyediakan informasi yang valid dan mudah diakses oleh pemustaka. Pengkajian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan knowledge repository di Perpustakaan KKP serta mengidentifikasi manfaat dan masalahnya. Pengkajian menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi literatur yang terkait dengan perpustakaan khusus, knowledge repository, dan koleksi konten lokal. Hasil kajian menunjukkan pengelolaan teknologi informasi belum dilaksanakan secara optimal sehingga knowledge repository belum dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, belum semua terbitan internal KKP terkumpul sebagai konten repositori. Hal ini perlu diperhatikan agar Perpustakaan KKP dapat menjadi pusat informasi kelautan dan perikanan.
Analisis Informasi Paten Balitbangtan Bersertifikat Mumuh Muhamad Buhary; Juznia Andriani
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n1.2018.p17-22

Abstract

Pengkajian bertujuan untuk menganalisis jumlah paten bersertifikat (granted) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tahun 1999–2016. Aspek yang dikaji meliputi jumlah paten, jumlah unit kerja pemilik paten, jumlah penemu paten, perbandingan jumlah dan penemu paten, serta jumlah rata-rata klaim per paten. Objek pengkajian adalah dokumen paten Balitbangtan tahun 1999–2016. Pengkajian bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan penelusuran dokumen paten di database Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Balitbangtan. Penelusuran informasi paten menggunakan kata kunci berdasarkan unit kerja. Hasil penelusuran disajikan dalam bentuk tabel dan penjelasan deskriptif. Hasil kajian menunjukkan terdapat 107 dokumen paten Balitbangtan bersertifikat pada tahun 1999–2016. Paten terbanyak dihasilkan pada tahun 2016 dan BBP Mektan merupakan unit kerja Balitbangtan penghasil paten terbanyak (11 paten). Sebagian besar penemu paten adalah laki-laki (205 penemu) dan perempuan 77 penemu. Jumlah klaim setiap paten terbanyak terdapat pada tahun 2016, yakni 140 klaim, dan jumlah klaim paling sedikit pada tahun 2002, 2004, dan 2005,masing-masing satu klaim. Sementara jumlah rata-rata klaim per paten tertinggi terdapat pada tahun 2016 (5,83 klaim per paten), dan paling rendah pada tahun 2002, 2003, 2004, dan 2005, masing-masing satu klaim per paten.
Kajian Bibliometrik terhadap Karakteristik Kepengarangan dan Artikel Pada Buletin Pertanian Perkotaan Sheila Savitri
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n1.2018.p23-29

Abstract

Untuk mengakomodir kebutuhan peneliti dan penyuluh dalam mengembangkan profesinya, BPTP Jakarta menerbitkan Buletin Pertanian Perkotaan yang telah terbit selama enam tahun, yaitu sejak 2011-2016. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran profesi penulis, distribusi sebaran subyek, distribusi sebaran artikel, kemuktahiran sitiran literatur, distribusi sumber sitiran, tingkat kolaborasi penulis, hingga produktivitas penulis. Pengkajian dilakukan pada Buletin Pertanian Perkotaan dengan periode terbit 2011-2016, dengan menggunakan metode analisis bibliometrika, dan menggunakan rumus Subramanyam untuk menghitung tingkat kolaborasi penulis. Selama periode terbit 2011-2016, Buletin Pertanian Perkotaan telah meterbitkan 56 artikel dari 46 penulis, baik yang berasal dari dalam BPTP Jakarta maupun di luar BPTP Jakarta. Penulis artikel terbanyak pada buletin adalah penulis yang berprofesi sebagai peneliti, yaitu sebanyak 25 orang dengan rincian 19 orang peneliti BPTP Jakarta dan 6 orang peneliti dari luar BPTP Jakarta. Subyek yang membahas mengenai budidaya pertanian menduduki urutan teratas, yaitu sebanyak 25 artikel. Selama kurun waktu 2011-2016, distribusi sebaran artikel terbanyak terdapat pada tahun 2013-2015, yaitu masing-masing sejumlah 10 artikel. Namun, untuk kemutakhiran sitiran masih perlu diperbaiki. Mengacu pada Pedoman Karya Tulis Ilmiah pada yang Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 04/E/2012, pustaka acuan yang terdapat dalam artikel-artikel di buletin mayoritas merupakan terbitan di atas 5 tahun, yaitu sebanyak 701 artikel. Sedangkan menurut aturan tersebut, kemutakhiran pustaka acuan harus berusia 5 tahun ke bawah. Untuk persentase kemuktahiran sitiran artikel berdasarkan subyek diketahui artikel bersubyek sosial ekonomi pertanian mayoritas sitiran berasal dari artikel terbitan di bawah 5 tahun (43%). Sedangkan artikel bersubyek pascapanen mayoritas didominasi oleh artikel terbitan di atas 10 tahun (43,8%). Untuk distribusi sumber sitiran, sumber pustaka acuan yang berasal dari majalah ilmiah baru di angka 46,5%, angka tersebut masih jauh di bawah ketentuan yang ditetapkan oleh LIPI, yaitu sebanyak 80%. Hal ini mengindikasikan bahwa para penulis masih membutuhkan informasi-informasi terbaru mengenai penelitian yang akan dituangkan karya tulis ilmiahnya sebagai sumber pustaka acuan, terutama yang berasal dari literature sekunder. Oleh karena itu, pustakawan harus berperan aktif sebagai penyedia informasi yang muktahir. Tingkat kolaborasi penulis, berdasarkan rumus Subramanyam, diperoleh angka 0,845, dimana angka tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut lebih banyak dilakukan secara berkolaborasi. Hal ini juga dapat menunjukkan sebagai wujud tanggung jawab peneliti senior dalam membina peneliti yang berada di bawahnya. Produktivitas penulis tertinggi dicapai oleh Yudi Sastro dengan menyumbang 21 artikel selama kurun waktu terbitan 2011-2016.
Persepsi Peneliti Terhadap Koleksi Perpustakaan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang Rattahpinnusa Haresariu Handisa
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n1.2018.p30-36

Abstract

Minat peneliti untuk memanfaatkan koleksi Perpustakaan Cendana pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi peneliti terhadap relevansi koleksi perpustakaan dengan kegiatan penelitian, ketersediaan dan kemutahiran koleksi, serta faktor penghambat pengembangan koleksi perpustakaan. Penelitian menggunakan metode studi kasus untuk menggali informasi secara mendalam mengenai persepsi peneliti terhadap koleksi perpustakaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik extreme sampling dengan melibatkan informan yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Jumlah informan sebanyak tiga orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas informan mempersepsikan koleksi perpustakan cukup relevan dengan kegiatan penelitian. Namun, koleksi perpustakaan belum ideal, khususnya ketersediaan dan kemutakhiran koleksi. Mereka juga mempersepsikan faktor luar seperti keterbatasan pendanaan, fasilitas, dan akses penghambat perpustakaan dalam mengembangkan koleksi yang ideal. Penelitian ini merekomendasikan Perpustakaan Cendana untuk (1) menyusun kebijakan pengembangan koleksi sebagai dasar pengembangan koleksi yang berorientasi kebutuhan pengguna dengan mempertimbangkan aspek relevansi, ketersediaan, dan kemutakhiran; (2)menjalin kerja sama dengan perpustakaan lain dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan kemutakhiran koleksi melalui silang layan dan konsorsium.
Multi-Kompetensi Perpustakaan dalam Mendukung Pembangunan Nasional Endang Fatmawati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n1.2018.p1-6

Abstract

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan dibutuhkan kesiapan semua bidang, termasuk perpustakaan beserta pustakawannya. Pustakawan yang memiliki multi-kompetensi menjadi syarat untuk dapat berperan dalam mendukung pembangunan nasional. Pustakawan dikatakan mempunyai multikompetensi jika memiliki kemampuan yang bervariasi, baik berupa pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sehingga mampu menjalankan tugas kepustakawanan dan tugas lain dengan baik. Selain kompetensi profesional dan kompetensi sosial, multikompetensi yang harus dimiliki pustakawan dalam mendukung pembangunan nasional adalah kompetensi hard dan soft, teknologi informasi dan komunikasi, kecerdasan, literasi media, dan literasi informasi.
PRODUKTIVITAS PUBLIKASI PENELITI BALAI PENELITIAN TANAMAN KACANG-KACANGAN DAN UMBI-UMBIAN . Sutardji
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 21, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v21n1.2012.p%p

Abstract

Pengkajian bertujuan untuk mengetahui produktivitas karya tulis ilmiah(KTI) peneliti Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbiumbian(Balitkabi) selama tiga tahun. Pengkajian dilakukan padabulan November-Desember 2011 dengan pendekatan bibliometrik.Subjek kajian adalah produktivitas peneliti, sedangkan objek kajianadalah KTI (artikel) yang dihasilkan peneliti Balitkabi yangdipublikasikan pada jurnal, buletin atau prosiding seminar tahun2008-2010 yang diterbitkan oleh Balitkabi, Pusat Penelitian danPengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) atau Badan LitbangPertanian. Produktivitas peneliti ditentukan berdasarkan nama penulispertama. Jumlah artikel peneliti Balitkabi yang dipublikasikan padajurnal, buletin, dan prosiding seminar tahun 2008-2010 mencapai160 judul dengan jumlah penulis/peneliti 54 orang. Hasil kajianmenunjukkan bahwa produktivitas publikasi peneliti Balitkabi tahun2008-2010 berkisar antara 0,76-1,13 artikel/peneliti/tahun. PenelitiBalitkabi rata-rata menerbitkan 0,99 artikel/tahun. Peneliti yangpaling produktif adalah peneliti senior (Peneliti Utama) dengandelapan artikel. The study aimed to evaluate the productivity of researchers atIndonesian Legumes and Tuber Crops Research Institute (ILETRI)to publish articles in the journals and proceedings during threeconsecutive years. The study was conducted from November toDecember 2011 by using bibliometric approach. Subject studiedwas researchers productivity, with the object studied was scientificarticles published in the journals, bulletin, and proceedings in theyear 2008-2010, published by ILETRI, Indonesian Center for FoodCrops Research and Development (ICFORD) and/or IndonesianAgency for Agricultural Research and Development (IAARD).Publication productivity was based on the name of researcher asfirst author. The total of articles published was 160 titles from 54researchers. The results showed that the publication productivity ofresearchers of ILETRI for the 2008-2010 (three years) ranged from0.76 to 1.13 articles/researcher/year. Researchers of ILETRI publishedarticle on average of 0.99 articles per year. The most productiveresearcher was senior researcher with eight articles.
PEMETAAN KONDISI PERPUSTAKAAN DIGITAL UK/UPT BADAN LITBANG PERTANIAN Vivit Wardah Rufaidah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v22n2.2013.p50-58

Abstract

Pengkajian bertujuan untuk mengetahui perkembangan perpustakaan digital di UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-Juni 2012 melalui wawancara dan e-mail terhadap responden sebanyak 157 pengguna dan 35 pustakawan dari 16 perpustakaan. Variabel yang diamati adalah karakteristik pengguna dan pustakawan, kondisi sumber daya manusia perpustakaan, sumber daya informasi, dan sarana prasarana perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi di perpustakaan UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian baik koleksi tercetak maupun elektronis cukup positif, hanya koleksi peraturan perundangan dan peta yang ketersediaannya kurang positif. Hampir semua perpustakaan telah menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi. Sebanyak 38,71% perpustakaan telah menggunakan kombinasi WinIsis, IGLOO dan Buku tamu Bibliotheca. Aplikasi teknologi informasi telah dimanfaatkan dalam kegiatan administrasi, pengolahan dan layanan perpustakaan. Sumber daya manusia perpustakaan lingkup Badan Litbang pertanian dari segi jumlah dan kompetensi dinilai masih kurang. Lokasi/letak gedung/ruang perpustakaan bervariasi, sebagian besar terletak di belakang kantor atau di lantai atas gedung instansi induk. Ruangan perpustakaan kurang nyaman, penerangan kurang baik, sirkulasi udara kurang baik dan kurang aman. Penataan ruang perpustakaan berdasarkan fungsinya belum optimal. Anggaran perpustakaan lingkup Badan Litbang Pertanian bervariasi. Anggaran perpustakaan dialokasikan berturut-turut untuk pengembangan sumber daya manusia, pengadaan koleksi, dan pengolahan bahan pustaka. Perpustakaan digital di UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian telah dimanfaatkan, namum belum optimal. Sebagian besar pengguna adalah peneliti, penyuluh dan pejabat struktural. Frekuensi kunjungan pengguna ke perpustakaan masih rendah, sebagian besar berkunjung 4-6 kali per bulan dengan waktu kunjungan kurang dari 2 jam (68,15%). Koleksi yang dimanfaatkan pengguna sebagian besar adalah majalah/jurnal, buku tercetak, dan buku elektronik, sedangkan penggunaan jurnal elektronik online dan offline masih sedikit (8,57%). Layanan informasi yang paling banyak dimanfaatkan adalah kombinasi layanan elektronik dan manual. Ketersediaan jaringan internet, kecepatan akses internet, ketersediaan komputer untuk penelusuran dan OPAC, serta kemudahan download informasi di perpustakaan cukup baik dengan kisaran 48,12% - 66, 67%. Untuk pengembangan perpustakaan digital lingkup Badan Litbang Pertanian perlu dilakukan upaya-upaya dalam hal peningkatan sumber daya manusia baik kuantitas maupun kualitas, pengembangan koleksi perpustakaan yang mutakhir, penambahan sarana dan prasarana, serta peningkatan anggaran khusus perpustakaan.
ANALISIS KOLEKSI MONOGRAF PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN Etty Andriaty; Remi Sormin
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 23, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v23n1.2014.p24-31

Abstract

Kajian analisis koleksi monograf dilaksanakan di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) pada bulan Mei - Oktober 2013. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui jumlah, komposisi, dan kondisi fisik koleksi monograf yang dimiliki PUSTAKA. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi koleksi monograf secara sistematis dan mencatat data yang diperlukan. Variabel yang dikaji adalah jenis koleksi, institusi penerbit, bahasa penyajian, subjek, kelas (UDC), tahun terbit, tahun penerimaan, dan kondisi fisik koleksi. Data yang sudah diperoleh dituangkan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian memperlihatkan bahwa koleksi monograf yang dimiliki PUSTAKA berjumlah 48.663 judul yang terdiri atas 43.977 judul monograf nontesis dan 4.686 koleksi skripsi/tesis/ disertasi. Sebagian besar koleksi adalah buku (61,79%) dengan subjek terbanyak (57,83%) ilmu terapan, kesehatan, teknologi). Bahasa penyajian yang dominan adalah bahasa Inggris sebesar 40,95% dan tahun terbit 1400-2000. Sebagian besar koleksi (89,78%) dalam kondisi baik.
Keterpakaian Publikasi Balitkabi Sebagai Sumber Rujukan pada Prosiding Seminar Nasional Sutardji .; Sri Ismi Maulidyah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v21n2.2012.p%p

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan balai penelitian adalah seberapabesar publikasi ilmiah yang dihasilkan disitir oleh artikel lain.Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui keterpakaian publikasiBalai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian(Balitkabi) oleh penulis artikel lain. Pengkajian menggunakanpendekatan bibliometrika terhadap prosiding seminar Balitkabi tahun2006-2010. Dalam periode lima tahun, prosiding tersebut memuat295 artikel dengan 169 penulis pertama yang berbeda. Hasilpengkajian menunjukkan bahwa 66,27% penulis hanya memberikontribusi satu artikel dan delapan penulis (4,73%) menerbitkan 5-7artikel selama lima tahun. Jumlah artikel dari luar Balitkabi cenderungmeningkat setiap tahun. Proporsi jumlah sitiran yang berasal daripublikasi Balitkabi dengan publikasi umum relatif hampir sama,berkisar antara 19-22% dan 77-80% setiap tahun. Sebanyak 873sitiran (20,96%) berasal dari publikasi Balitkabi dan merupakan karyadari 70 peneliti Balitkabi. Sitiran diri sendiri (self-citation) mencapai6,5%. Tiga penulis Balitkabi memperoleh frekuensi sitiran antara50-59 kali. One of indicator to measure the success of a research institute is howwell its scientific publication is cited by other articles. A bibliometricstudy was conducted to identify usability of Indonesian Legumesand Tuber Crops Research Institute (ILETRI) publication by otherwriters. Two hundred ninety five articles with 169 different first authorsof ILETRI Seminar Proceedings published in 2006-2010 used asdata for the study. The result showed that 66.27% authors contributedone article and eight writers (4.73%) published 5-7 articles in fiveyears. Number of articles written by non-ILETRI researchers tendedto increase each year. The proportional number of citation originatedfrom ILETRI with the ones from outside was relatively the same,ranging 19-22% and 77-80% each year. There were 873 citations(20,96%) originated from ILETRI publication and were written by70 ILETRI researchers. Self-citation reached 6.5% and three ILETRIwriters were of highly cited frequency in 50-59 times.
KAJIAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PUSTAKAWAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN Etty Andriaty; Hendrawaty Hendrawaty
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v22n1.2013.p24-29

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk mengukur kompetensi jabatan fungsional pustakawan adalah melalui penilaian hasil pekerjaan. Jenjang jabatan diukur berdasarkan kompetensi yang dimiliki pustakawan yang tercermin pada nilai kredit kumulatif yang dicapai pustakawan yang bersangkutan. Pengkajian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kinerja pustakawan lingkup Kementerian Pertanian melalui penilaian hasil kegiatan, (2) mengetahui kesenjangan penilaian, dan (3) mengidentifikasi masalah dalam penilaian angka kredit pustakawan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2012 melalui analisis isi terhadap 244 berkas daftar usulan penetapan angka kredit dan dokumen hasil penilaian angka kredit hasil rapat pleno Tim Penilai Jabatan Fungsional Pustakawan Instansi Kementerian Pertanian periode 2007-2011. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa jumlah angka kredit yang diajukan pustakawan berbeda dengan hasil penilaian Tim Penilai. Rata-rata nilai yang disetujui oleh Tim Penilai hanya 75,80% atau turun 24,20% dari yang diajukan pustakawan. Kegiatan pengembangan profesi, pemasyarakatan dan pengkajian perpustakaan, dokumentasi dan informasi (perpusdokinfo) belum dilaporkan oleh semua pustakawan. Masalah dalam penilaian angka kredit adalah ketidaklengkapan dokumen yang akan dinilai dan belum adanya kesamaan persepsi mengenai cara penghitungan angka kredit untuk tiap butir kegiatan antara Tim Penilai dan pustakawan.

Page 7 of 12 | Total Record : 115