cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Palawija
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palawija merupakan publikasi yang memuat makalah review (tinjauan) hasil penelitian tanaman kacang-kacangan dan umbi umbian. Buletin ini diterbitkan secara periodik dua kali dalam setahun (Mei dan Oktober) oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
Peluang Heterosis Hasil Persilangan Terkendali pada Bobot Umbi dan Kadar Kalium Ubi Jalar Febria Cahya Indriani; Joko Restuono
Buletin Palawija Vol 16, No 2 (2018): Buletin Palawija Vol 16 no 2, 2018
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v16n2.2018.p65-73

Abstract

Persilangan terkendali pada tanaman ubi jalar berpeluang untuk meningkatkan heterozigositas dibandingkan persilangan terbuka (open pollination). Penelitian bertujuan untuk mempelajari pola heterosis karakter bobot umbi per tanaman dan kadar kalium pada ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Poncokusumo, Malang, dan analisis kadar kalium di Laboratorium Kimia Tanah, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi pada bulan Maret sampai Desember 2015. Bahan penelitian yang digunakan adalah benih F1 hasil persilangan terkendali dari enam kombinasi persilangan. Nilai heterosis diduga dengan membandingkan antara selisih F1 dengan rata-rata kedua tetua, sedangkan heterobeltiosis diduga dengan membandingkan antara F1 dengan tetua terbaik. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena heterosis pada karakter bobot umbi per tanaman dan kadar kalium pada ubi jalar. Peluang heterosis untuk karakter bobot umbi per tanaman sebesar 16% dan heterobeltiosis 11%, sedangkan peluang heterosis kadar kalium sebesar 47% dan heterobeltiosis 21%. Varietas Beta 2 sangat potensial digunakan sebagai tetua untuk meningkatkan peluang heterosis bobot umbi per tanaman dan kadar kalium pada ubi jalar.
Cover dan Daftar Isi Buletin Palawija Volume 16 No 2 Abi Supiyandi
Buletin Palawija Vol 16, No 2 (2018): Buletin Palawija Vol 16 no 2, 2018
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back matter Buletin Palawija Volume 16 No 2 Abi Supiyandi
Buletin Palawija Vol 16, No 2 (2018): Buletin Palawija Vol 16 no 2, 2018
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v16n2.2018.p%p

Abstract

Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Mung bean Seed Cultivars from Optimized Extraction Treatment Eriyanto Yusnawan; Sutrisno Sutrisno; Afandi Kristiono
Buletin Palawija Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n1.2019.p1-9

Abstract

Secondary metabolites are produced by plants both during normal growth and under biotic and abiotic stresses. Apart from genetic and environmental factors, the secondary metabolite contents are also influenced by analytical methods. The aims of this study were to obtain suitable solvents and extraction treatments which produced high total flavonoid and phenolic contents as well as antioxidant activity in shiny and dull green mung beans. An extraction of 0.5 g sample with grade 80 mesh in 70% acetone was selected to estimate the contents of total flavonoids and phenolics. A treatment of shaking the sample in 70% acetone (1:10 w/v) for 2 h and followed by 18 h of maceration with twice extractions showed the highest amounts of flavonoid as well as phenolic contents. Total flavonoid and phenolic contents of 14 mung bean cultivars ranged from 1.28 to 2.35 mg CE/g and 3.74 to 6.58 mg GAE/g, respectively. Antioxidant activity represented by percentage of DPPH inhibition varied from 66.8 to 91.5%. A dull green mung bean cultivar Vima 1 had the highest total flavonoid and phenolic contents (2.35 mg CE/g and 6.58 mg GAE/g). Antioxidant activity of Vima 1 cultivar (91.5%) was not different from those of Perkutut (91.5%), Murai (90.1%) and Sriti (88.9%). The small quantity of sample (0.5 g) combined with the simple extraction treatment was effective in quantifying the different contents of total flavonoids and phenolics in mung bean seeds.
Cover dan Daftar Isi Buletin Palawija Volume 17 No 1 Abi Supiyandi
Buletin Palawija Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n1.2019.p%p

Abstract

Evaluasi Mutu Tahu dari Beberapa Varietas Unggul Kedelai dibuat oleh Beberapa Pengrajin Alvi Yani; Joko Susilo Utomo
Buletin Palawija Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n1.2019.p21-29

Abstract

Varietas unggul kedelai nasional berpeluang besar sebagai bahan baku tahu yang sudah menjadi menu harian bagi penduduk Indonesia. Peningkatan produksi kedelai dalam negeri memerlukan informasi kesesuaian penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas tahu yang dibuat oleh pengrajin dari berbagai varietas unggul kedelai. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – November 2016 di Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung yang merupakan sentra pengrajin tahu dan tempe. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan empat varietas kedelai: Anjasmoro, Grobogan, Argomulyo, dan Gepak Kuning, serta kedelai impor sebagai pembanding dan empat pengrajin sebagai ulangan. Analisis mutu tahu meliputi karakter fisik, kimia dan uji organoleptik yang melibatkan 25 orang panelis. Varietas/jenis kedelai tidak berpengaruh terhadap sifat fisiko-kimia tahu (rendemen, kekerasan, warna, kadar air, protein, lemak, karbohidrat, abu, serat kasar). Hal ini disebabkan oleh bervariasinya teknik atau kondisi pengolahan tahu oleh masing-masing pengrajin, meskipun tahap pengolahannya sama. Secara keseluruhan, sifat sensoris tahu dari varietas unggul kedelai disukai oleh panelis. Tidak ada perbedaan tingkat kesukaan aroma tahu mentah antara varietas unggul kedelai dengan kedelai impor, tetapi untuk parameter lainnya seperti warna, tekstur, dan penampilan tahu mentah, Varietas Argomulyo, Anjasmoro dan Gepak Kuning memberikan nilai kesukaan yang lebih tinggi. Untuk tahu rebus, Varietas Argomulyo dan Anjasmoro memberikan nilai kesukaan tertinggi dari semua kriteria organoleptik yang diujikan.
Back matter Buletin Palawija Volume 17 No 1 Abi Supiyandi
Buletin Palawija Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n1.2019.p%p

Abstract

Pengembangan Model Simulasi Swasembada Kedelai Berbasis Web SIWAKA.INS I. Ketut Tastra; Farid Rakhmat Abadi; Bambang Sri Koentjoro
Buletin Palawija Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n1.2019.p30-39

Abstract

 Model simulasi swasembada kedelai berbasis web yang mudah diakses dan dioperasikan perlu dikembangkan agar informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan tersedia dengan cepat. Laboratorium Dinamika Sistem Balitkabi sejak Januari hingga Februari 2018 telah mengembangkan model simulasi swasembada kedelai berbasis web yaitu SIWAKA.INS yang merupakan pengembangan dari skrip program simulasi SIWAKA.SIM, yang dikembangkan menggunakan program simulasi open source Insightmaker.com. Tujuan penelitian adalah melakukan validasi model simulasi swasembada kedelai SIWAKA.INS. Hasil validasi menunjukkan bahwa model simulasi SIWAKA.INS cukup layak untuk diterapkan dalam memperkirakan tercapainya swasembada kedelai nasional dengan nilai R2=1 dan RMSE=4,88e-14 t. Hasil simulasi SIWAKA.INS menggunakan input model perluasan areal (PPA) 9,0%/tahun, peningkatan produktivitas (LAJUY) 9,5%/tahun, kehilangan hasil pascapanen (KHKDL) 7,5%/tahun, kenaikan penduduk (KB) 1,5%/tahun, dan peningkatan konsumsi kedelai (LAJUK) 1,0%/tahun, menunjukkan bahwa swasembada kedelai dapat tercapai pada tahun 2020-2045. Untuk periode tahun 2020-2024, simulasi tingkat swasembada kedelai mencapai 0,09-1,26 juta t, pada tingkat hasil kedelai 1,66-1,80 t/ha dan luas areal kedelai 1,66-2,35 juta ha. SIWAKA.INS bersifat open source dan dapat diakses di https://Insightmaker.com/insight/65139/SIWAKA-INS.
Pertumbuhan dan Produktivitas Beberapa Varietas Ubi Kayu dengan Tingkat Pupuk yang Berbeda di Lahan Tegakan Jati Muda Sri Wahyuningsih; Sutrisno Sutrisno
Buletin Palawija Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n1.2019.p40-45

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada lahan jati umur 2 tahun  di Perum Perhutani KPH Blora, Desa Bogem, Kecamatan Japah. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi, diulang empat kali. Petak utama adalah lima varietas ubi kayu yaitu: Adira 4, Malang 4, Litbang UK 2, Cecek Ijo, dan UJ 5. Anak petak adalah tiga dosis pemupukan yaitu: a) 100 kg Urea + 125 kg SP36 + 75 KCl (input rendah), b) 125 kg Urea + 150 kg SP36 + 100 KCl, (input sedang), c) 200 kg Urea + 200 kg SP36 + 125 kg KCl + 5000 kg pupuk kandang (input tinggi). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi antara varietas dengan pemberian pupuk terhadap hasil ubi kayu. Hasil ubi kayu dengan  input rendah, sedang, dan tinggi berturut-turut adalah 25,38 t, 27,29 t, dan 25,81 t/ha. Rata-rata hasil ubi tertinggi diperoleh Varietas Malang 4 (32,01 t/ha), kemudian diikuti Adira 4, Cecek ijo, UJ 5, dan Litbang UK 2, masing-masing 28,22 t, 27,64 t, 23,43 t dan 21,50 t/ha. Varietas Malang 4 memberikan hasil tertinggi dengan perlakuan input sedang (33,00 t/ha).
Evaluasi Toleransi Sumber Daya Genetik Kedelai terhadap Cekaman Salinitas Abdullah Taufiq; Novita Nugrahaeni; Gatut Wahyu Anggoro Susanto
Buletin Palawija Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n1.2019.p10-20

Abstract

Varietas kedelai toleran cekaman salinitas merupakan komponen utama budi daya kedelai pada tanah salin. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi toleransi sumber daya genetik kedelai terhadap cekaman salinitas. Sebanyak 202 aksesi kedelai koleksi plasma nutfah Balitkabi dievaluasi pada lahan salin di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan pada Juli-Oktober 2017. Evaluasi dilakukan pada dua lingkungan salinitas tanah, yaitu DHL (daya hantar listrik) 4,7-8,4 dS/m (L1) dan 8,8-15,4 dS/m (L2). Setiap aksesi ditanam dalam baris tunggal sepanjang 4 m dan jarak antarbaris 30 cm. Pengamatan terdiri atas DHL tanah, populasi dan tinggi tanaman akhir, komponen hasil dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah aksesi yang mengalami penurunan tinggi tanaman, populasi tanaman, dan bobot 100 biji 50% akibat peningkatan salinitas dari L1 menjadi L2 hanya 2-4 aksesi, sedangkan untuk peubah jumlah polong isi dan hasil biji masing-masing 76 dan 64 aksesi. Berdasarkan jumlah aksesi pada tingkat penurunan peubah50%, terindikasi bahwa peubah jumlah polong isi dan hasil biji lebih sesuai digunakan sebagai indikator penilaian toleransi terhadap cekaman salinitas. Toleransi terhadap salinitas dari aksesi yang diuji beragam. Teridentifikasi 52% aksesi tidak toleran dan 36% aksesi toleran salinitas L1 dengan hasil 1,5-3,0 t/ha, sedangkan 13% aksesi toleran salinitas L2 dengan hasil 1,5-1,8 t/ha kecuali satu aksesi dengan hasil 2,3 t/ha. Berdasarkan kenampakan gejala keracunan salin, sebagian besar aksesi yang tidak toleran termasuk inkluder dan hanya sebagian kecil yang eksluder.

Filter by Year

2001 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2021): Buletin Palawija Vol 19 No 2, 2021 Vol 19, No 1 (2021): Buletin Palawija Vol 19 No 1, 2021 Vol 18, No 2 (2020): Buletin Palawija Vol 18 No 2, 2020 Vol 18, No 1 (2020): Buletin Palawija Vol 18 No 1, 2020 Vol 17, No 2 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 2, 2019 Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019 Vol 16, No 2 (2018): Buletin Palawija Vol 16 no 2, 2018 Vol 16, No 1 (2018): Buletin Palawija Vol 16 No 1, 2018 Vol 15, No 2 (2017): Buletin Palawija Vol 15 No 2, 2017 Vol 15, No 1 (2017): Buletin Palawija Vol 15 No 1, 2017 Vol 14, No 2 (2016): Buletin Palawija Vol 14 No 2, 2016 Vol 14, No 1 (2016): Buletin Palawija Vol 14 No 1, 2016 Vol 14, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2015): Buletin Palawija Vol 13 No 1, 2015 No 29 (2015): Buletin Palawija No 29, 2015 No 28 (2014): Buletin Palawija No 28, 2014 No 27 (2014): Buletin Palawija No 27, 2014 No 28 (2014) No 27 (2014) No 26 (2013): Buletin Palawija No 26, 2013 No 25 (2013): Buletin Palawija No 25, 2012 No 26 (2013) No 25 (2013) No 24 (2012): Buletin Palawija No 24, 2012 No 23 (2012): Buletin Palawija No 23, 2012 No 23 (2012): BULETIN PALAWIJA Mei 2012 No 24 (2012) No 23 (2012) No 22 (2011): Buletin Palawija No 22, 2011 No 21 (2011): Buletin Palawija No 21, 2011 No 22 (2011) No 21 (2011) No 20 (2010): Buletin Palawija No 20, 2010 No 19 (2010): Buletin Palawija No 19, 2010 No 20 (2010) No 19 (2010) No 18 (2009): Buletin Palawija No 18, 2010 No 17 (2009): Buletin Palawija No 17, 2009 No 18 (2009) No 17 (2009) No 16 (2008): Buletin Palawija No 16, 2008 No 15 (2008): Buletin Palawija No 15, 2008 No 16 (2008) No 15 (2008) No 14 (2007): Buletin Palawija No 14, 2007 No 13 (2007): Buletin Palawija No 13, 2007 No 14 (2007) No 13 (2007) No 12 (2006): Buletin Palawija No 12, 2006 No 11 (2006): Buletin Palawija No 11, 2006 No 11 (2006): Buletin Palawija No 11, 2006 No 10 (2005): Buletin Palawija No 10, 2005 No 9 (2005): Buletin Palawija No 9, 2005 No 7-8 (2004): Buletin Palawija No 7-8, 2004 No 5-6 (2003): Buletin Palawija No 5 & 6, 2003 No 4 (2002): Buletin Palawija No 4, 2002 No 3 (2002): Buletin Palawija No 3, 2002 No 2 (2001): Buletin Palawija No 2, 2001 No 1 (2001): Buletin Palawija No 1, 2001 More Issue