cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Buletin ini memuat hasil penelitian terkait komoditas rempah dan obat yang belum diterbitkan pada media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
PENGARUH INTERVAL APLIKASI DAN WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA NABATI SERAIWANGI TERHADAP HAMA Helopeltis antonii PADA TANAMAN KAKAO Nurmansyah Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v25n1.2014.53-60

Abstract

Pengaruh interval aplikasi dan waktu penyemprotan pestisida nabati seraiwangi (Cymbopogon nardus) terhadap  hama pengisap buah Helopeltis antonii pada tanaman kakao, telah dilakukan di kebun PT. Inang Sari Kabupaten Agam Sumatera Barat. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan delapan perlakuan dan empat ulangan, perlakuan tersebut adalah: In1Pg (interval aplikasi 1 x 1 minggu pagi hari), In1Sr (interval aplikasi 1 x 1 minggu sore hari), In2Pg (interval aplikasi 1 x 2 minggu pagi hari), In2Sr (interval aplikasi 1 x 2 minggu sore hari), In3Pg. (interval aplikasi 1 x 3 minggu pagi hari), In3Sr (.interval aplikasi 1 x 3 minggu sore hari), insektisida deltametrin 1 x 3 minggu dan kontrol tanpa pestisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan In1Pg dan In1Sr, memperlihatkan penurunan populasi nimfa H. antonii tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Nilai efikasinya adalah 95,57% (In1Pg), 96,46% (In1Sr), 85,84% (In2Pg), 86,73% (In2Sr), 69,03% (In3Pg) dan 71,68 (In3Sr), sedangkan dengan insektisida deltametrin, penurunan populasi 100% pada pengamatan enam minggu setelah aplikasi (MSA6). Perlakuan In1Pg dan In1Sr juga menunjukkan penurunan populasi imago H. antonii tertinggi 100%, kemudian diikuti perlakuan In2Sr 93,44%, In2Pg 91,80%, In3Sr 72,13% dan terendah pada perlakuan In3Pg (68,85%) pada delapan minggu setelah aplikasi (MSA8), sedangkan pada perlakuan deltametrin, penurunan populasi imago sudah 100% pada MSA6. Kerusakan buah terendah terdapat pada perlakuan deltametrin dan kerusakan buah tertinggi terdapat pada kontrol, intensitas kerusakan buah masing-masing pada ahkir pengamatan sebagai berikut; deltametrin (15,32%), In1Pg (18,36%), In1Sr (17,98%), In2Pg (21,43%), In2Sr (23,19%), In3Pg (28,92%), In3Sr (29,61%) dan kontrol (39,34%).
EFEKTIVITAS MINYAK JARAK PAGAR SEBAGAI LARVASIDA, ANTI-OVIPOSISI DAN OVISIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Endang Puji Astuti; Adi Riyadhi; Noor Roufiq Ahmadi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Effectiveness of Castor Oil as a Pagar Larvasida, oviposition and anti-Mosquito Larva of Ovisida Aedes albopictusAedes albopictus mosquito is increasing problem of public health, being the vector responsible for Chikungunya and the second vector for Dengue. Various efforts have been done to control the mosquitoes both chemically and naturally. Jatropha curcas seed oil was known to posses insecticide activity against larval mosquito species. The study aimed to examine effectiveness of J. curcas seed oil as larvi-cidal, anti-oviposition, and ovicidal against A. albopictus. The larval mortality was observed after 24 h of exposure. The LC50 value of J. curcas seed oil is 905.29 ppm, against A. albopictus. The oil significantly (p <0.05) reduced oviposition by A. albo-pictus in the 0.4 and 0.5% concentration for J. curcas. J. curcas seed oil was ef-fecttive on 0.4 and 0.5% concentration so that could prevent the eggs from being hatched. Quantitative analysis of J. curcas by spectrophotometer revealed the pre-sence of piperine, its potential against lar-val mosquito. The result of this study sug-gested that the J. curcas oil posses insec-ticide properties.  
DETEKSI Piper yellow mottle virus (PYMoV) PENYEBAB PENYAKIT KERDIL PADA TANAMAN LADA SECARA Polymerase Chain Reaction (PCR) NFN Miftakhurohmah; Maya Mariana; Dono Wahyuno
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v27n1.2016.77-83

Abstract

Penyakit kerdil yang disebabkan oleh Piper yellow mottle virus (PYMoV) dan Cucumber mosaic virus (CMV) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman lada di Indonesia. Keberadaan PYMoV tidak mudah dikenal karena di lapang infeksi kedua virus dapat terjadi pada satu tanaman. Deteksi PYMoV pada sampel tanaman lebih akurat perlu dicari dan teknik molekuler dianggap paling sesuai untuk saat ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi PYMoV pada tanaman lada secara polymerase chain reaction (PCR) menggunakan pasangan primer spesifik PYMoV-F dan PYMoV-R. Isolasi total DNA tanaman lada dilakukan menggunakan ATP genomic DNA mini kit. Deteksi PYMoV secara molekuler dilakukan dengan teknik PCR menggunakan pasangan primer spesifik PYMo-F dan PYMoV-R. Untuk mengecek spesifitas primer yang digunakan, dilakukan perunutan nukleotida pada produk PCR yang dihasilkan. Runutan nukleotida yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan program BioEdit Sequence Alignment Editor, Complementor, Translate dan BLAST. DNA total hasil isolasi memiliki kualitas yang baik terlihat dari terbentuknya pita DNA yang utuh pada gel elektroforesis. Teknik PCR yang dilakukan berhasil mendapatkan pita DNA berukuran sekitar 450 pb (pasang basa) sesuai dengan prediksi dari desain primer. DNA yang didapatkan memiliki runutan nukleotida sebanyak 450 nukleotida yang ditranslasikan menjadi 148 asam amino. Hasil analisis BLAST runutan nukleotida menunjukkan bahwa isolat yang terdeteksi merupakan PYMoV yang memiliki kemiripan runutan nukleotida sebesar 92% dengan PYMoV asal Vietnam. Primer PYMoV-F dan PYMoV-R dapat digunakan untuk mendeteksi PYMoV pada tanaman lada.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI NILAM PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Burhanuddin Burhanuddin; Nurmansyah Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n2.2010.%p

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh pemberian pupuk kandang dan kapur terhadap per-tumbuhan dan produksi nilam pada tanah podsolik merah kuning (PMK) dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Laing Solok Suma-tera Barat sejak September 2007 sampai Mei 2008. Perlakuan disusun dalam Pola Faktorial, Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pupuk organik (0; 20; dan 30 t/ha) sebagai faktor I, dan kapur (0; 1,5; dan 2 t/ha) sebagai faktor II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang 30 t/ha yang dikombinasi-kan dengan pemberian kapur 2 t/ha meng-hasilkan pertumbuhan tanaman terbaik, dengan rataan tinggi tanaman 80,7 cm, jumlah cabang primer 33,4 buah, diameter tajuk 107,5 cm, dan produksi terna 25,2 t/ha. Hasil tersebut berbeda nyata dengan perlakuan kontrol dengan rataan tinggi tanaman 57,3 cm, jumlah cabang primer 20,9 buah, diameter tajuk 67,4 cm, dan produksi terna 6,1 t/ha. 
OPTIMASI USAHATANI JAMBU METE DENGAN TANAMAN TUMPANG SARI DI LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT Sabarman Damanik
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v19n1.2008.%p

Abstract

Penelitian tentang, optimasi usahatani jambu mete dengan tumpang sari telah dilak-sanakan pada Pebruari 2005 sampai dengan Maret 2006 di desa Kayungan,Kabupaten Lom-bok Barat, Nusa Tenggara Barat. Metode pena-rikan contoh melalui random sampling. Data diambil dari wawancara dengan jumlah sampel responden 20 petani yang menanam jambu mete, dan melakukan uji lapang dengan metode Rancangan acak kelompok. Survey ekonomi kepada petani responden yang diambil secara acak. Tujuan penelitian untuk mengetahui ting-kat optimasi pemanfaatan sumberdaya mulai dari produksi jambu mete dan tanaman sela serta alokasi faktor-faktor produksi (tenaga kerja, pupuk dan insektisida) yang digunakan petani untuk memaksimumkan pendapatan pe-tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam yang optimal dan menguntungkan petani adalah pola jambu mete dengan kacang kedele. Pada kondisi optimal dapat diperoleh pendapat-an Rp 12.000.000,-/ha/thn dan pendapatan rata-rata/ha/thn sebesar Rp 9.587.400,-. dengan jumlah input 1.047 HOK yang terdiri dari 640 hari kerja pria, 228 hari kerja wanita dan 179 hari kerja anak. 
Peningkatan Produksi dan Ketahanan Jahe Terhadap Penyakit Layu Bakteri Melalui Imbangan Hara dan Kompos Tanaman Elisitor Agus Ruhnayat; Sri Yuni Hartati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v25n1.2014.27-36

Abstract

Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cicurug Sukabumi, Jawa Barat sejak September 2011 sampai Mei 2012. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan imbangan hara dan kompos tanaman bersifat elisitor (temulawak) yang dapat meningkatkan produksi rimpang dan ketahanan tanaman jahe terhadap penyakit layu bakteri. Jahe yang digunakan adalah jahe putih besar yang ditanam pada media tanah dalam polibag. Rancangan penelitian yang digunakan adalah petak terbagi (split plot), diulang lima kali. Petak utama adalah (1) tanpa inokulasi Ralstonia solanacearum dan (2) inokulasi sebanyak 107 cfu ml-1. Sedangkan sebagai anak petak adalah imbangan  hara,  yaitu  (1) 500 kg ha-1 urea + 300 kg ha-1 SP-36 + 600 kg ha-1 KCl, (2) 500 kg ha-1 urea + 300 kg ha-1 SP-36 + 600 kg ha-1 KCl + 500 kg ha-1 CaCO3 + 500 kg ha-1 + Mn, Cu, B, (3) 500 kg ha-1 urea + 300 kg ha-1 SP-36 + 600 kg ha-1 KCl + 10 t ha-1 kompos temulawak, (4) 500 kg ha-1 urea + 300 kg ha-1 SP-36 + 600 kg ha-1 KCl + 500 kg ha-1 CaCO3 + 500 kg ha-1 belerang + Mn, Cu, B + 10 t ha-1 kompos temulawak, dan (5) dosis rekomendasi sebagai pembanding (500 kg ha-1 urea + 300 kg ha-1 SP-36 + 400 kg ha-1 KCl). Dosis pupuk Mn, Cu, dan B masing-masing sebanyak tiga kg ha-1. Inokulasi bakteri R. solanacearum diberikan dua bulan setelah tanam dengan cara disiramkan pada tanah di sekitar perakaran tanaman sebanyak 200 ml tanaman-1. Pemberian imbangan hara 500 kg ha-1 urea + 300 kg ha-1 SP-36 + 600 kg ha-1 KCl + 500 kg ha-1 CaCO3 + 500 kg ha-1 belerang + unsur hara mikro Mn, Cu, dan B dapat meningkatkan ketahanan tanaman jahe terhadap penyakit layu bakteri sehingga dapat mempertahankan tanaman hidup sebesar 78,56% dengan tingkat kerusakan tanaman 18,43% dan meningkatkan hasil rimpang sebesar 730 g tanaman-1 setara 29,2 t ha-1. Pemberian kompos tanaman elisitor (temulawak) belum dapat meningkatkan ketahanan tanaman jahe terhadap penyakit layu bakteri.
UJI ADAPTASI NOMOR HARAPAN TEMULAWAK PADA TIGA AGROEKOLOGI Rudi Setiyono; Nur Ajijah; Nurliani Bermawie
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Pengembangan varietas unggul dalam pro-duktivitas dan kualitas adalah tahap per-tama untuk mencapai keberhasilan dalam pengembangan tanaman temulawak. Tuju-an uji adaptasi adalah mengetahui daya adaptasi enam nomor harapan temulawak dibandingkan dengan pembanding lokal yang dilaksanakan pada tahun 2005/2006. Penelitian dilaksanakan di tiga lokasi sen-tra produksi temulawak di Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dua lokasi di Pro-pinsi Jawa Barat yaitu di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada ketinggian 200 m di atas permukaan laut (dpl) dan di Desa Ganjar Resik, Keca-matan Wado, Kabupaten Sumedang pada ketinggian 800 m dpl. Lokasi yang lain di Propinsi Jawa Tengah yaitu di Desa Kra-gilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali dengan ketinggian 450 m dpl. Sampel tanah dari masing-masing lokasi dianalisa di laboratorium tanah Balittro. Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas tujuh per-lakuan per lokasi. Percobaan mengguna-kan ukuran plot masing-masing 4,0 x 3,75 m. Jarak tanam 0,75 x 0,50 m dan jumlah tanaman per plot 40 tanaman. Bahan tanaman yang digunakan berupa rimpang sekunder yang berukuran sama, ditanam satu rimpang per lubang tanam. Pemupuk-kan menggunakan pupuk kandang 20 t/ha, 200 kg Urea, 200 kg SP-36, dan 200 kg/ha KCl. Pupuk SP-36 dan KCl diberikan pada waktu tanam, sedangkan Urea diberikan 3 kali, yaitu satu, dua, dan tiga bulan se-telah tanam. Hasil penelitian menunjuk-kan nomor harapan A memiliki rata-rata hasil rimpang per hektar paling tinggi di ketiga lokasi penelitian, sedangkan nomor harapan D dan F berturut-turut menun-jukkan kandungan minyak atsiri dan xan-thorrizol paling tinggi di lokasi Sumedang. 
KELAYAKAN EKONOMI PENGENDALIAN HAMA PENGISAP BUAH LADA (Dasynus piperis China) DENGAN INSEKTISIDA NABATI BERBAHAN AKTIF MINYAK SERAIWANGI DAN CENGKEH Ekwasita Rini Pribadi; I Wayan Laba; Rohimatun Rohimatun; Kiki Yolanda; Mahrita Willis
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v26n2.2015.155-164

Abstract

Pengisap buah lada (Dasynus piperis China) merupakan salah satu hama utama lada, yang dapat dikendalikan dengan pestisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan teknis dan ekonomi penggunaan minyak seraiwangi dan cengkeh dipadukan dengan pestisida sintetik untuk mengendalikan hama penghisap buah lada. Penelitian dilaksanakan di kebun petani di di desa Petaling, kecamatan Mendo Barat, Bangka pada lada berumur 4 tahun, sejak Pebruari sampai Oktober 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan (1) minyak seraiwangi konsentrasi 2,5 ml l-1 + minyak cengkeh 2,5 ml l-1; (2) minyak seraiwangi 2,5 ml l-1 + fenil organophosphat (OF) 500 EC 1 ml l-1; (3) minyak cengkeh 2,5 ml l-1 + fenil organophosphat (OF) 500 EC 1 ml-1; (4) fenil organophosphat (OF) 500 EC 2 ml l-1; (5) Kontrol. Masing-masing perlakuan diujikan pada lahan seluas 0,25 ha (1.250 tanaman). Data yang dikumpulkan adalah input-output usahatani, harga masukan dan keluaran berdasarkan harga pada saat penelitian dilakukan. Efisiensi  teknis diukur berdasarkan produksi buah lada putih kering ha-1 dan kelayakan ekonomi diukur berdasarkan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pestisida sintetik OF menghasilkan kelayakan ekonomi yang terbesar ditunjukkan oleh B/C rasio 1,87 dan NPV Rp 281.357.916,- dan IRR sebesar 63%. Petani menyadari penggunaan insektisida nabati aman bagi lingkungan, tetapi mereka berpendapat kurang efektif dalam pengendalian hama lada. Hal tersebut karena cara aplikasi, perolehan insektisida nabati dan pengendalian dengan cara ini adalah sesuatu yang baru bagi petani lada di Bangka. Oleh karena itu pengembangan lebih lanjut perlu disertai dengan pelatihan cara pembuatan dan teknik aplikasi di lapang.
KERAGAAN SIFAT MORFOLOGI, HASIL DAN MUTU PLASMA NUTFAH PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban.) Nurliani Bermawie; Susi Purwiyanti; Mardiana Mardiana
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v19n1.2008.%p

Abstract

Karakterisasi dan evaluasi dilakukan untuk mendapatkan data karakter morfologi, hasil dan mutu dari 16 nomor aksesi pegagan yang berasal dari Sumatra, Jawa, Bali dan Papua. Penelitian dilakukan di KP. Cicurug, Sukabumi pada ketinggian 550 m dpl, sejak Januari sampai Desember 2006. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak ke-lompok dengan 16 perlakuan dan tiga ulangan, jarak tanam 20 cm x 20 cm, populasi 100 tanaman/petak. Kultur teknis mengacu kepada SOP (Standar Operasional Prosedur), dengan dosis pupuk kandang 20 ton/ha, Urea SP-36 dan KCl masing-masing 200 kg/ha. Pengamat-an dilakukan pada 10 tanaman per petak pada saat panen (umur 3,5 BST) terhadap sifat morfologi kuantitatif dan kualitatif, hasil herba basah dan kering serta mutu. Perbedaan antar aksesi dianalisis, menggunakan Uji Jarak Ber-ganda Duncan (UJBD). Hasil analisis statistik menunjukkan ada keragaman pada sifat mor-fologi kualitatif dan kuantitatif, antara lain ukuran, warna dan bentuk daun, jumlah, ukur-an dan warna geragih, jumlah bunga per gera-gih, panjang dan warna buku, warna batang, berat segar dan berat kering. Aksesi CASI 002 memiliki tangkai dan daun lebih besar dari aksesi lainnya. Sebaliknya aksesi dari Irian Jaya Barat memiliki daun kecil, pendek dan sangat berbeda dari aksesi lainnya. Bobot ba-sah per tanaman dan produktivitas segar ter-tinggi diperoleh dari aksesi CASI 011 dan CASI 016, sedangkan bobot kering per tanam-an dan produktivitas terna kering tertinggi di-peroleh dari aksesi CASI 011. Kadar asiatiko-sida berkisar antara 0,15-1,49 %. Senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid dan glikosida terdeteksi sangat kuat (4+), sedang-kan triterpenoid lemah sampai agak kuat (1+-2+). Informasi yang dihasilkan diharapkan da-pat dijadikan sebagai bahan pertimbangan da-lam memilih bahan pemuliaan untuk meng-hasilkan varietas unggul. 
PENGARUH PEMUPUKAN PADA TANAMAN METE MUDA DI TALOKO-SANGGAR, SUMBAWA Usman Daras
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v18n2.2007.%p

Abstract

Sejak tanaman mete diusahakan pada lahan marginal, maka pengelolaannya harus di arahkan untuk memperbaiki status hara tanah, agar kebutuhan hara lebih terjamin untuk menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan komposisi pupuk NPK ter-hadap pertumbuhan tanaman mete muda yang ditanam pada tanah regosol di desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Bima-Sumbawa dari ta-hun 1997 sampai 2000. Perlakuan pupuk yang diuji adalah: (1) Dosis pupuk, 6 taraf (0, 150, 300, 450, 600 dan 750 g NPK/pohon/th); (2) Komposisi pupuk NPK, 3 macam (2:1:1, 1:1:1, dan 1:1:2). Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 2 ulangan dan ukuran petak 4 pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis dan komposisi pupuk berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Dosis pupuk yang memadai untuk mendukung per-tumbuhan tanaman mete adalah 200, 300 dan 600 g NPK (dalam bentuk N, P2O5 dan K2O) per pohon per tahun, masing-masing untuk umur tanaman 2, 3 dan 4 tahun. Sedangkan komposisi pupuk NPK yang dianjurkan adalah NPK 2:1:1 untuk tanaman berumur kurang dari 3 tahun, dan komposisi NPK 1:1:2 untuk tanaman mete berumur lebih dari 3 tahun.

Page 10 of 55 | Total Record : 544


Filter by Year

1986 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 32, No 1 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 2 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 1 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 2 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 1 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 1 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 1 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 1 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 2 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 1 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 2 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 1 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 2 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 13, No 2 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 13, No 1 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 12, No 1 (2001): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 11, No 2 (2000): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 10, No 1 (1999): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 2 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 2 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 1 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 2 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 1 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 2 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 2 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 1 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 2 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 1 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 2 (1986): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat More Issue