cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Buletin ini memuat hasil penelitian terkait komoditas rempah dan obat yang belum diterbitkan pada media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
UJI TOKSISITAS EKSTRAK LEMPUYANG GAJAH (Zingiber zerumbet) TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach.) Sintha Suhirman; Hernani Hernani; Cheppy Syukur
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 17, No 1 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v17n1.2006.%p

Abstract

Zingiber zerumbet has been used for long time as a traditional medicine to cure dysentri, stoma-chache, and also as carminative. The present work was to study the toxicity of extract of Z. zerumbet used Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method and A. salina as bio indicator. The raw material came from Bogor, Subang, Sumedang and Garut.  The method of quality was used Materia Medika Indonesia (MMI) such ash content, ash insoluble in acid, water and alcohol soluble extractives and also fiber, starch and curcumin contents.  Extracts were made by mace-ration combination with stirring and 3 types of solvents, such as polar (methanol), semi polar (ethyl acetate) and non polar (hexane). The chemical compounds were analyses by thin layer chromatography (TLC) with toluene : ethyl acetate : acetic acid = 8 : 2 : 2 drops as a eluen and 50% sulphuric acid as spray and GCMS. The result showed that there was variation between areas for ash, ash insoluble in acid, water and alcohol soluble extractives. And also in the fiber, starch and curcumin contents were different. The highest of water and, alcohol soluble extractives were from Garut followed by Sumedang. For fiber, starch and curcumin contents were from Sume-dang, Bogor and Subang, respectively. The highest and the lowest yield of extract were from ethyl acetate, Bogor (8.30%) and hexane, Garut (1.49%). The highest and the lowest LD5o of ex-tracts were from ethyl acetate, it was 1.85 ppm and 108.05 ppm, respectively. The result of TLC sho-wed that there were differences in chemical compound separations from extracts between areas, respectively. The identification of chemical compound was showed that the chemical com-ponent of extract which was showed the highest LD5o has the mixture of organic compound such as buthyl hexadecanoat, followed by octadeca-noate acid, hexacosan; and also the component which found in zingiberaceae family such as 3-hydroxy-ll-hyperoxy bisabolan-1,9-dien; 2', 4', 5' trimethoxyphenyl butadien, 7-(4'hyroxyi-3'metho-xyphenyl)-1 hept-4-en-3-on and 1,7 diphenyl-3,5 -heptan dion. 
Kultur Tunas Angelica acutiloba Melalui Teknik Kultur Jaringan Ika Mariska; Endang Gati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 1 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v2n1.1987.1-5

Abstract

Studi Pendahuluan Perkembangan Bunga Varietas Lada Rr. Ernawati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 2 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v8n2.1993.56-60

Abstract

PENGARUH CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PANILI (Vanilla planifolia Andrews) Octivia Trisilawati; Cecep Firman
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v15n1.2004.%p

Abstract

The effect of micorrhiza abuscular on the growth of vanilla cuttings (Vanilla flanifoliaAndrews)Mycorrhiza inoculation at nursery represent an effort to gain better quality and growth of vanilla,s cutting. A research aiming at the effect of arbuscular mycorrhiza (AM) inoculation on the growth of vanilla,s cutting was conducted in the green house of the Sukamulya ExperimentalGarden-Sukabumi, Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute, from April 2002 to August 2002. A complete randomized design was used, arranged factorially with 2 factors and 3 replications. The first factor was vanilla types, consisted of Gisting and Anggerek, and the second factor was AM inoculation, such as without AM, 500 spores ofAM-p/plant, and 500 spores of Mycofer/plant. AM-p was a mixture of Acaulospora spp. and Glomus sp., while Mycofer was a mixture of Glomus sp., Glomus etunicatum, Gigaspora margarita, and Acaulospora sp. The result indicated that there was no significant interaction between vanilla type and AM inoculation on the plant growth. AM inoculation significantly affected the plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area index, and dry weight of biomass. The difference of vanilla type significantly affected the root dry weight and precentage of AM root infection, but the interaction 19between AM and vanilla type did not significantly affect the plant growth. AM-pinoculation increased the plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area index, and dry weight of biomass equal to 31,62%, 16,94%, 6%, 25,45% and 47,05%, while Mycofer increased those parameter 49,64%, 32,01%, 6%, 32,41% and 54,85%, respectively. The Anggerek type showed better responses to the AM inoculation than the Gisting type. 
Pengaruh Berbagai Zat Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Setek Cengkeh Ireng Darwati; I Made Tasma; NFN Khaidir
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v3n2.1988.72-75

Abstract

AKTIVITAS PENGHAMBATAN POLIMERISASI HEME EKSTRAK DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) SEBAGAI ANTIMALARIA Eris Septiana; Aulia Umaroh; Erlindha Gangga; Partomuan Simanjuntak
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v28n1.2017.29-36

Abstract

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang dalam siklusnya akan mendegradasi hemeoglobin menjadi asam amino dan heme bebas yang toksik untuk parasit. Untuk menetralkan toksisitas heme bebas, parasit akan mengubahnya menjadi hemeozoin melalui proses polimerisasi heme. Proses ini sangat penting dalam siklus hidup parasit sehingga dapat dijadikan sebagai target obat antimalaria. Daun sembung dilaporkan mempunyai aktivitas antimalaria baik secara in vitro maupun in vivo, tetapi mekanismenya belum pernah dilaporkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambatan polimerisasi heme ekstrak daun sembung dan golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak dengan aktivitas penghambatan terbaik. Daun sembung diekstrak dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Uji antimalaria in vitro dilakukan dengan menggunakan metode penghambatan polimerisasi heme. Ekstrak dengan aktivitas penghambatan terbaik diukur nilai IC50 dan dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 70% mempunyai aktivitas penghambatan polimerisasi heme pada konsentrasi 1 mg ml-1 masing-masing sebesar 11,28; 26,26; dan 56,88%. Nilai IC50 ekstrak etanol 70% sebesar 0,978 mg ml-1. Ketiga ekstrak memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi heme dan ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas tertinggi. Skrining fitokimia menunjukkan daun sembung yang diekstrak dengan etanol 70% mengandung golongan senyawa flavonoid, triterpenoid, kuinon, tanin, dan saponin.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN CABE JAWA (Piper retrofractum. Vahl) DI BEBERAPA SENTRA PRODUKSI Wawan Haryudin
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v20n1.2009.%p

Abstract

Cabe jawa merupakan salah satu tanaman obat potensial Indonesia, namun karakteristik tanaman yang dikembangkan di masing-masing daerah belum diketahui. Pene-litian dilakukan di beberapa daerah sentra produksi yaitu Jawa Tengah (Wonogiri), Jawa Timur (Madura, Lamongan, dan Jember) dan Bali pada Juli 2003 dengan metode observasi langsung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi tanaman di beberapa sentra produksi. Tanaman yang di-amati berumur sekitar 5 tahun, sebanyak 50 tanaman setiap lokasi. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa cabe jawa bervariasi dalam bentuk morfologi daun, buah, batang, dan cabang dari 23 nomor aksesi yang dikarak-terisasi. Karakter yang baik untuk membedakan tanaman cabe jawa adalah bentuk daun dan buah. Morfologi daun cabe jawa dapat dibeda-kan ke dalam 2 kelompok, yaitu bentuk daun lebar (membulat) di daerah Curah Nongko Jember, dan daun sempit (lanset) terdapat hampir di semua lokasi. Bentuk buah dibe-dakan ke dalam 4 kelompok, yaitu bentuk buah bulat panjang, bulat pendek, panjang pipih, dan panjang kecil. Hasil analisis cluster menunjuk-kan bahwa tanaman cabe jawa memiliki tingkat kesamaan yang bervariasi dengan nilai ter-tinggi ditunjukan oleh Piret 22 (92,09) dan terendah pada Piret 1 (26,29).
Kemungkinan Penggunaan Kemih Sapi untuk Merangsang Perakaran Setek Lada U. Suparman; NFN Sunaryo; NFN Sumarko
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v5n1.1990.23-26

Abstract

Uji Patogenisitas Tiga Isolat Phytophthora palmivora pada Tanaman Lada, Kelapa, Cokelat dan Panili Alan Rachmat Slamet
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 1 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v6n1.1991.33-38

Abstract

Gulma Pada Pertanaman Nilam (Potosgemon cablin) Endjo Djauhari
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v1n1.1986.10-18

Abstract

Gulma merupakan salah satu masalah yang dapat menurunkan hasil dan kualitas daun nilam. Untuk mengetahui jenis-jenis gulma yang tumbuh pada tanaman nilam, telah dilakukan pengamatan di Perkebunan Kiara Wangi, Sukabumi, Jawa barat. Analisa vegetasi menggunakan modifikasi dari metode titik (Pcint Frame Work). Satuan contoh diambil secara teratur pada setiap jarak lima meter mengikuti arah Utara-Selatan dan Timur-Barat. Berdasaran hasil pengamatan, besarnya perbandingan nilai penting dari masing-masing jenis gulma yang terdapat pada tanaman nilam di perkebunan tersebut secara berturut-turut adalah : Panicum brevifolium (41.5%), Digitaria ciliaris (19.4%), Panicum repens (13.5%), Axonopus compresus (12.6%), Paspalum conyugatum (12.3%), Paspalum scrobiculatum (8.8%), Ageratum conyzoides (8.2%), Centela asiatica (8.0%), Leersia hexandra (7.6%), dan Panicum barbatus (5.7%). Di blok Pasir Gedong dengan pohon pelindung Albizia falcate, terdapat 14 macam jenis gulma yang didominasi oleh jenis P. brevifolium, pada blok ini tanaman nilam tumbuh subur, sedangkan di blok Saninten dengan tanpa pohon pelindung terdapat 20 jenis gulma dan yang paling dominan adalah Digitaria ciliaris. Keadaan tanaman nilam di blok ini kelihatan kerdil.

Filter by Year

1986 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 32, No 1 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 2 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 1 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 2 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 1 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 1 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 1 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 1 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 2 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 1 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 2 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 1 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 2 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 13, No 2 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 13, No 1 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 12, No 1 (2001): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 11, No 2 (2000): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 10, No 1 (1999): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 2 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 2 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 1 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 2 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 1 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 2 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 2 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 1 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 2 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 1 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 2 (1986): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat More Issue