cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,261 Documents
Analisis Degradasi Kinerja Elektris Isolator Polyethylene Tipe C di Bawah Paparan Polutan Semen Syani, Aditya Rahmatullah; Wijono, n/a; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator polimer tipe polyethylene (PE) banyak digunakan karena memiliki massa yang ringan, sifat mekanis yang baik, dan karakter permukaan yang hidrofobik. Namun, kinerjanya tetap rentan mengalami degradasi akibat paparan polutan industri yang bersifat higroskopis dan konduktif, seperti debu semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis degradasi kinerja elektris isolator PE tipe C akibat kontaminasi polutan semen, yaitu Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Putih, dengan variasi tingkat kontaminasi ringan sebesar 7 gram dan berat sebesar 15 gram. Pengujian eksperimental dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi melalui pengukuran arus bocor, tegangan flashover, sudut kontak, resistansi permukaan, dan rugi daya listrik pada kondisi bersih-kering, bersih-basah, serta kondisi terkontaminasi polutan semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa arus bocor meningkat seiring bertambahnya tegangan uji dan tingkat kontaminasi polutan, dengan nilai tertinggi terjadi pada kondisi Semen Gresik berat sebesar 7,93 µA pada tegangan 20 kV. Sebaliknya, tegangan flashover cenderung menurun ketika permukaan isolator berada dalam kondisi basah atau terkontaminasi, dengan nilai terendah pada kondisi bersih-basah sebesar 83,78 kV. Pengujian sudut kontak menunjukkan bahwa isolator PE tipe C pada kondisi bersih masih bersifat hidrofobik dengan nilai sudut kontak sebesar 93,86°. Namun, pada seluruh kondisi terkontaminasi semen, sudut kontak tidak dapat diukur karena tetesan air langsung terserap oleh lapisan polutan yang telah mengering. Selain itu, resistansi permukaan terendah diperoleh pada kondisi Semen Gresik berat sebesar 2,52 GΩ, sedangkan rugi daya listrik tertinggi mencapai 0,1587 W pada tegangan 20 kV. Secara keseluruhan, kontaminasi polutan semen terbukti menurunkan performa elektris isolator polyethylene tipe C melalui peningkatan arus bocor dan rugi daya listrik, penurunan tegangan flashover dan resistansi permukaan, serta tertutupnya sifat hidrofobik permukaan oleh lapisan polutan semen. Kata Kunci: isolator polyethylene, polutan semen, arus bocor, tegangan flashover, degradasi isolator 
DESAIN FUZZY LOGIC CONTROLLER MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION  PADA TWO LEVEL DCDC BOOST CONVERTER Rozaq, Yasir Abdur; Muslim, Muhammad Aziz; Nusantoro, Goegoes Dwi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi elektronika daya menuntut sistem pengaturan tegangan yang handal untuk aplikasi seperti sistem tenaga surya dan kendaraan listrik. Tantangan utama pada DC-DC Boost Converter terletak pada karakteristik dinamisnya yang bersifat non-linear, yang seringkali mengakibatkan lonjakan tegangan (overshoot) ekstrem serta durasi transien yang lama. Penelitian ini merancang sistem kendali tegangan pada Two Level DC-DC Boost Converter dengan mengimplementasikan Fuzzy Logic Controller (FLC) yang dioptimasi menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) dengan fungsi biaya Integral Time of Absolute Error (ITAE) untuk meminimalkan error dan mempercepat respons sistem. Pengujian dilakukan melalui simulasi MATLAB/Simulink dengan membandingkan empat skenario: open loop, FLC konvensional, FLC-PSO unconstrained, dan FLC-PSO constrained. Hasil menunjukkan bahwa sistem open loop menghasilkan overshoot sebesar 79,669% dengan tegangan puncak 359,333 V. FLC konvensional meredam overshoot menjadi 35,513%, namun tegangan keluaran berosilasi persisten di rentang 188,5 V hingga 223,826 V. Skenario FLC-PSO unconstrained menekan steadystate error hingga 0,0007%, tetapi overshoot masih mencapai 32,33%. FLC-PSO constrained terbukti paling efektif dengan overshoot 16,935%, steady-state error 0,29%, dan settling time tercepat 0,51 ms. Penerapan PSO dengan batasan ruang pencarian terbukti meningkatkan stabilitas dan akurasi pengendalian tegangan secara signifikan pada konverter daya dua tingkat yang bersifat non-linear. Kata Kunci—Fuzzy Logic Controller, Particle Swarm Optimization, Two-Level DC-DC Boost Converter, Integral Time Absolute Error (ITAE), Respon Transien. 
Task Offloading Adaptif dan Pembagian Sumber Daya dalam Jaringan Cloud-Edge Menggunakan Deep Reinforcement Learning Khoyudia, William; Kuswiradyo, Primatar; Rahmadwati, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proliferasi perangkat Internet of Things (IoT) dan kemajuan perangkat seluler cerdas menghasilkan lonjakan permintaan aplikasi seluler yang padat komputasi dan sensitif terhadap latensi, seperti Augmented Reality, pemrosesan industri real-time, dan kota pintar. Arsitektur komputasi awan tradisional yang tersentralisasi tidak lagi memadai untuk memenuhi persyaratan tersebut, karena jarak geografis yang jauh dari pengguna akhir menimbulkan latensi dan konsumsi energi yang tinggi. Makalah ini mengusulkan kerangka pengambilan keputusan berbasis Deep Reinforcement Learning untuk masalah task offloading adaptif dan pembagian sumber daya dalam jaringan cloud-edge dua tingkat. Jaringan dimodelkan dengan satu node cloud berkapasitas tinggi dan beberapa node edge berlatensi rendah yang terhubung secara vertikal maupun horizontal, dengan latensi komputasi dan komunikasi dimodelkan menggunakan teori antrian M/M/1. Masalah minimasi latensi rata-rata sistem diformulasikan sebagai Markov Decision Process dengan ruang aksi kontinu yang mencakup fraksi offloading beban kerja antar node dan jumlah server aktif. Kami mengusulkan algoritma Twin Delayed Deep Deterministic Policy Gradient yang diperluas dengan mekanisme warm-up Weighted Action, yang memandu eksplorasi awal berdasarkan kapasitas node guna menghasilkan transisi berkualitas lebih tinggi dalam replay buffer dan mempercepat konvergensi. Sebagai pembanding, Simulated Annealing diimplementasikan sebagai baseline mendekati optimal. Pendekatan yang diusulkan mempelajari kebijakan offloading mendekati optimal secara online tanpa memerlukan pengetahuan eksplisit tentang statistik sistem, sekaligus mempertahankan kepatuhan terhadap batasan kapasitas dan latensi yang ditetapkan. Index Terms—Deep Reinforcement Learning, Jaringan Cloud-Edge, Mobile Edge Computing, Task Offloading, Optimasi Latensi, Pembagian Sumber Daya
DESAIN SISTEM KONTROL SIKAP LONGITUDINAL PESAWAT UAV LONG ENDURANCE LOW ALTITUDE DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY Susanto, Joshua Ryan; Muslim, Muhammad Aziz; Siswojo, Bambang
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan wahana udara nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) tipe Long Endurance Low Altitude (LELA) menghadapi tantangan signifikan pada aspek kestabilan longitudinal, terutama ketika wahana mengalami perubahan beban selama penerbangan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali sikap longitudinal berbasis logika fuzzy serta mengevaluasi kinerjanya secara komparatif terhadap kontroller PID konvensional. Pemodelan dinamika longitudinal pesawat direpresentasikan dalam bentuk state-space orde empat. Kontroler fuzzy dirancang dengan dua masukan error sudut pitch dan delta error serta tujuh himpunan keanggotaan linguistik pada masing-masing masukan dan keluaran. Sistem inferensi menggunakan metode Mamdani dengan defuzzifikasi titik berat (centroid). Kontroller PID disetel melalui PID Tuner dan disempurnakan secara manual. Arsitektur kendali kaskade diterapkan dengan lingkar dalam untuk laju pitch dan lingkar luar untuk sudut pitch. Pengujian dilakukan melalui simulasi MATLAB/Simulink pada tiga skenario utama yaitu nominal, variasi beban, dan gangguan dengan total 30 konfigurasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kondisi nominal, kontroler fuzzy mencatatkan rise time 1,45 detik, settling time 3,87 detik, dan overshoot 0,46%, sementara PID mencatatkan 1,97 detik, 7,86 detik, dan 6,20%. Pada variasi beban, settling time fuzzy hanya berubah 0,17 detik dari kondisi nominal ke beban berat (+20%), sementara PID berubah 0,38 detik dan melampaui batas spesifikasi 8 detik pada beban terberat. Terhadap impuls 10 N, fuzzy pulih dalam 4,16 detik dengan overshoot 0,45%, sedangkan PID memerlukan 7,98 detik dengan overshoot 6,21%. Pada gangguan derau putih, PID justru lebih unggul dengan overshoot 8,62% dan control effort 0,12494, dibandingkan fuzzy yang mencatat overshoot 12,12% dan control effort 0,30151. Secara statistik dari 30 simulasi, fuzzy menghasilkan rata-rata settling time 37,5% lebih rendah dan rata-rata overshoot 81,2% lebih kecil daripada PID, namun dengan variabilitas performa yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kontroler logika fuzzy memberikan keunggulan dalam kecepatan respons dan ketahanan terhadap impuls serta variasi beban, namun lebih boros energi dan kurang efektif pada derau kontinu dibandingkan PID. Kata kunci: UAV LELA, kontrol logika fuzzy, PID, sikap longitudinal, state-space, variasi bebas
IMPLEMENTASI NEUROMORPHIC SPIKING NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI MORFOLOGI SINYAL EKG PADA FPGA Harilegawa, Made Wena; Sulistiyanto, Nanang; Setyawan, Raden Arief
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular memerlukan metode deteksi dini yang andal, salah satunya melalui analisis sinyal elektrokardiogram (EKG). Penelitian ini  mengusulkan implementasi Spiking Neural Network (SNN) untuk klasifikasi morfologi sinyal EKG pada FPGA guna memperoleh sistem yang efisien  secara komputasi dan cocok untuk pemrosesan real-time. Dataset EKG  sintetik dihasilkan menggunakan ECGSYN dan dikodekan ke dalam spike  berbasis segmentasi morfologi. Model SNN dilatih menggunakan  QuantizationAware Training (QAT) dengan format fixed-point Q4.4 agar selaras dengan implementasi perangkat keras. Hasil pengujian menunjukkan akurasi klasifikasi sebesar 91,11% dengan macro-F1 0,909,  serta keluaran inferensi pada FPGA yang identik dengan hasil pelatihan.  Selain itu, hasil analisis timing menunjukkan bahwa proses inferensi dapat  diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan interval kedatangan spike masukan, sehingga sistem mampu beroperasi secara  real-time. Efisiensi penggunaan sumber daya juga mendukung kelayakan  sistem. Kata Kunci—Spiking Neural Network, Klasifikasi EKG, Quantization-Aware Training, FPGA, Neuromorphic Computing
Mini Electrostatic Precipitator System Model as a Smoke Particle Collector Nugraha, Komang Ari Candra; Maulana, Eka; Djuriatno, Waru
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air pollution is one of the most pressing environmental issues today. The increase in industrial activities, transportation, and waste burning has significantly contributed to air pollution. This study aims to design and develop a Mini Electrostatic Precipitator (ESP) as a solution to capture smoke particles in the air. The research problems include the working principle of the device, its manufacturing process, and the resulting electric field strength and corona voltage. The study is limited to prototype development, measuring air quality from waste burning, and focusing on the manufacturing and operational aspects of the device. The ESP operates using the principle of high-voltage direct current and two types of electrodes to capture charged particles. The results indicate that the mini ESP can reduce smoke particles in the air, providing a practical solution to address air pollution in household environments and small industries. Keywords: Air Pollution, Electrostatic Precipitator, High Voltage, Smoke Particles 
DESAIN FULLY BALANCED DIFFERENTIAL DIFFERENCE AMPLIFIER MENGGUNAKAN VOLTAGE AVERAGE SENSING CIRCUIT PADA INSTRUMENTATION AMPLIFIER UNTUK SINYAL BIOMEDIS Pratama, Roy Indra; Abidin, Zainul; Sulistiyanto, Nanang
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan utama dalam mendeteksi sinyal biomedis adalah tingginya interferensi jala-jala listrik yang muncul dalam bentuk sinyal bersama (common-mode). Oleh karena itu, sebelumnya telah diusulkan rangkaian IA dengan mengaplikasikan Fully Balanced Differential Difference Amplifier (FBDDA) menggunakan teknologi CMOS 600 nm pada bagian first-stage. Penelitian ini melakukan desain ulang FBDDA menggunakan teknologi SKY130A (130 nm) untuk bagian first-stage IA. Fokus penelitian ini adalah perancangan ulang rangkaian Common-Mode Feedback (CMFB) dengan mengaplikasikan rangkaian Voltage Average Sensing dan Error Amplifier. Proses evaluasi dilakukan dengan melakukan simulasi dengan membandingkan performa desain awal dan desain yang baru. Hasil analisis transien menunjukkan kedua rangkaian mampu menguatkan sinyal diferensial sebesar 21 kali dengan phase margin di kisaran 65°. Namun, desain baru mampu menurunkan common-mode gain menjadi -80,477 dB dibandingkan desain awal sebesar -43,098 dB. Pengujian spektrum noise pada rentang 0,1 Hz – 1 kHz menunjukkan desain baru memiliki total input noise 10,983 μV dibandingkan desain awal sebesar 54,938 μV. Selanjutnya, rangkaian awal memiliki input maksimal hingga 20 mV dan output maksimal sekitar 200 mV sedangkan rangkaian baru memiliki input maksimal 15 mV dan output maksimal sekitar 150 mV. Konsumsi daya rangkaian awal adalah sebesar 163,2 μW sedangkan rangkaian baru adalah sebesar 1,32 mW. Kata Kunci—Instrumentation Amplifier, FBDDA, CommonMode Feedback, SKY130A, Sinyal Biomedis  
Desain dan Implementasi Sistem Kontrol Suhu Mesin Retort dengan Self-Tuning PID dalam Domain Digital Ramadhan, Faishal; Muslim, Muhammad Aziz; Purnomo, Muhammad Fauzan Edy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sterilisasi pangan menggunakan mesin retort memerlukan pengendalian suhu yang presisi untuk menjamin keamanan produk dan mempertahankan mutu. Namun, mesin retort memiliki karakteristik termal yang lambat, nonlinier, dan rentan terhadap gangguan, sehingga pengendali PID dengan parameter tetap kurang adaptif terhadap perubahan kondisi operasi. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol suhu mesin retort berbasis self-tuning PID dalam domain digital menggunakan mikrokontroler STM32. Model awal plant diperoleh melalui identifikasi offline menggunakan sinyal Pseudo Random Binary Sequence (PRBS) dan metode complexity estimation berbasis Bayesian Information Criterion (BIC) pada MATLAB, menghasilkan model ARX(4,3,1) dengan best fit 88,67%. Parameter PID digital dirancang menggunakan metode Ziegler-Nichols termodifikasi untuk sistem diskrit orde-n, kemudian didiskritisasi dengan pendekatan Backward Rectangular. Untuk meningkatkan kemampuan adaptasi, sistem dilengkapi estimasi online menggunakan Recursive Least Squares (RLS) dengan forgetting factor λ = 0,998. Sistem juga mengintegrasikan two-mode control serta supervisory constraint control dengan logika bang-bang berupa pilot flame override dan reignite untuk menjaga kestabilan nyala burner. Hasil pengujian pada plant nyata menunjukkan overshoot menurun dari 1,51% pada fase pre-heating menjadi 0,25% pada fase holding setelah tiga kali redesain PID. Pada fase holding, suhu dipertahankan pada 121,1°C selama 300 detik dengan seluruh data dalam toleransi ±1°C. Mekanisme self-tuning mengubah Kp dari 7,89 menjadi 5,22, Ti dari 453,19 s menjadi 539,76 s, dan Td dari 156,86 s menjadi 177,94 s. Target letalitas sterilisasi tercapai dengan F₀ ≥ 5 menit, melebihi batas minimum untuk inaktivasi Clostridium botulinum.Kata kunci—sterilisasi, retort, kontrol suhu, self-tuning PID, RLS, identifikasi sistem. 
Studi Analisis Kelayakan PLTS Terapung  di Waduk Selorejo dalam Mendukung Transisi Energi Bersih Zahiyyah, Rajwa; Wibawa, Unggul; Ambarwati, Rusmi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik serta keterbatasan lahan menjadi tantangan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung yang memanfaatkan permukaan waduk sebagai lokasi pemasangan modul fotovoltaik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, desain teknis, serta kelayakan ekonomi dan lingkungan dari penerapan PLTS terapung di Waduk Selorejo, Kabupaten Malang. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan dua konfigurasi sistem, yaitu off-grid dan on-grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waduk Selorejo memiliki potensi radiasi matahari sebesar 1.996,6 kWh/m²/tahun dan kebutuhan energi listrik wilayah studi sebesar 4.892,8 MWh/tahun. Sistem off-grid memiliki kapasitas sebesar 2.953 kWp dengan produksi energi sebesar 4.915 MWh/tahun, sedangkan sistem on-grid memiliki kapasitas sebesar 2.775 kWp dengan produksi energi sebesar 4.747 MWh/tahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem on-grid lebih layak secara finansial dengan nilai CoE sebesar Rp770/kWh dan NPV positif, sedangkan sistem off-grid memerlukan penyesuaian tarif akibat tingginya biaya investasi baterai. Dari sisi lingkungan, sistem off-grid menghasilkan reduksi emisi sebesar 4.276 tonCO₂/tahun dan penghematan air sebesar 64,5 m³/tahun, sedangkan sistem on-grid menghasilkan reduksi emisi sebesar 4.130 tonCO₂/tahun dan penghematan air sebesar 57,1 m³/tahun. Berdasarkan hasil penelitian, sistem ongrid lebih unggul dari sisi ekonomi dan efisiensi sistem, sedangkan sistem off-grid memiliki keunggulan dalam kontinuitas suplai energi. Kata Kunci— PLTS Terapung, PVsyst, Energi Terbarukan, Waduk Selorejo. 
DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONTROL OPTIMAL LINEAR QUADRATIC REGULATOR (LQR) PADA TWO WHEELED SELF BALANCING ROBOT (TWSBR) BERBASIS ESP32 Alfendito, Ariza Fatah; Nusantoro, Goegoes Dwi; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two Wheeled Self Balancing Robot (TWSBR) adalah sistem wheeled inverted pendulum yang bersifat nonlinier dan tidak stabil secara alami. Penelitian ini menyajikan desain dan implementasi pengendali Linear Quadratic Regulator (LQR) pada TWSBR berbasis ESP32. Model state-space dibangun dari persamaan Euler-Lagrange dengan parameter fisik aktual robot. Pembobot LQR ditentukan menggunakan Bryson's Rule dan dioptimalkan melalui sweeping parameter empat skenario simulasi MATLAB. Skenario terpilih menghasilkan settling time ts = 0,581 s dan overshoot Mp = 19,92%. Analisis sensitivitas membuktikan desain robust dengan perubahan ts ≤ 15,3% pada variasi faktor ×2,0. Gain final K = [−13,9306 −51,1488 −43,5040 −5,0316] diperoleh melalui empat iterasi penyesuaian pada sistem fisik. Implementasi pada ESP32 berjalan pada 200 Hz dengan modifikasi skala dinamis, skala adaptif kecepatan sudut, zona mati kendali, logika perlindungan arah, dan kompensasi RPM antar-motor. Robot terbukti mempertahankan keseimbangan secara kontinu dan pulih dari gangguan dorongan ringan. Kata Kunci— Linear Quadratic Regulator; Two Wheeled Self Balancing Robot; ESP32; State-Space; Bryson's Rule; Inverted Pendulum. 

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 7 (2026) Vol. 14 No. 6 (2026) Vol. 14 No. 5 (2026) Vol. 14 No. 4 (2026) Vol. 14 No. 3 (2026) Vol. 14 No. 2 (2026) Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue