Articles
13,824 Documents
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENATAUSAHAAN BELANJA DAERAH PADA PROVINSI X
Ajie Amiseno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.033 KB)
Pemerintah Provinsi X merupakan salah satu pelaksana keuangan daerah yang merupakan bagian keuangan negara yang dikelola Pemerintah Provinsi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dalam pasal 5 ayat 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 menyatakan bahwa gubernur merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah. Sedangkan dalam pengelolaannnya gubernur dibantu oleh Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) yang memimpin Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) yaitu Sekretaris Daerah dan Pengguna Anggaran dalam hal ini Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta Bendahara Umum Daerah (BUD). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern dimana setiap lapisan pemerintahan wajib menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern maka Pemerintah Provinsi X harus menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern dalam pengelolaan keuangan daerahnya. Penyelenggaraan pengendalian intern tersebut bertujuan untuk untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa Belanja Daerah berperan penting bagi pembangungan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka demikian juga Belanja Daerah di lingkungan Provinsi X. Besarnya jumlah penduduk dan industri sangat berpengaruh pada layanan publik yang dihasilkan oleh Pemerintah Provinsi. Selain belanja modal untuk pembangunan infrastruktur daerah banyak Belanja Daerah pada Pemerintah Provinsi di X berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional serta tingkat pengangguran yang terjadi. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengtahui Penatausahaan Belanja Daerah melalui mekanisme Uang Persediaan dalam pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Provinsi X serta mengetahui bagaimana Pemerintah Provinsi X menyelenggarakan pengendalian Intern dalam pelaksanaannya. Selanjutnya peneliti tertarik untuk menganalisis tentang Sistem Pengendalian Intern yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi X pada realisasi Belanja Daerahnya.
SURVEY TENTANG MINAT MAHASISWA AKUNTANSI DALAM MEMILIH KONSENTRASI AKUNTANSI SYARIAH DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Tary Pranoura Harsha;
Noval Adib
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.72 KB)
Penelitian ini, bertujuan untuk meneliti minat, persepsi, dan harapan mahasiswa akuntansi dalam memilih konsentrasi akuntansi syariah di Universitas Brawijaya. Minat yang dilihat adalah motivasi mahasiswaakuntansi. Penelitian ini menggunakan 15 informan dengan metode purposive sampling. Sampel diperoleh dari Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya melalui wawancara semiterstruktur.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa motivasi mahasiswa konsentrasi akuntansi syariah dan mahasiswa konsentrasi lainnya berasal dari diri sendiri, keluarga, teman-teman, dan lingkungan. Persepsi mahasiswa yang mengambil konsentrasi akuntansi syariah memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat dan prospek akuntansi syariahdibandingkan mahasiswa yang tidak mengambil konsentrasi syariah.Sedangkan harapan mahasiswa yang mengambil konsentrasi akuntansi syariah dan mahasiswa yang tidak mengambil konsentrasi syariah adalah sama.Kata Kunci: Motivasi, Persepsi, Mahasiswa, Akuntansi Syariah
Determinan Persepsi Mengenai Etika Atas Penggelapan Pajak (Tax Evasion) (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya)
Devi Nur Cahaya Ningsih;
Devy Pusposari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.477 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mengenai etika atas penggelapan pajak (tax evasion). Penelitian ini menggunakan metode survei dalam pengambilan data. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keadilan tidak berpengaruh negatif terhadap persepsi mengenai etika atas penggelapan pajak. Faktor sistem perpajakan berpengaruh negatif signifikan sedangkan faktor diskriminasi berpengaruh positif signifikan terhadap persepsi mengenai etika atas penggelapan pajak.Kata Kunci: persepsi etika, penggelapan pajak (tax evasion), keadilan, sistem perpajakan, diskriminasi
ANALISIS BIAYA SATUAN LAYANAN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. HARYOTO LUMAJANG
Ikhwansyah, Doni;
Zaky, Achmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The objectives of this research are to understand the determining methods of inpatient hospital services rates and to analyze the unit costs of inpatient hospital services by the ABC system approach. This study uses qualitative research with case study research approach. As the public service institution (BLU), public hospitals are required to perform the unit cost analysis in determining the rates of its services. ABC system is considered as the quite accurate costing approach and it can minimize the distortion at determining unit cost of the products. According to this study, the components of inpatient hospital services cost consist of administrative costs, consumption costs, costs of laundry, salaries of nurses, cleaning fee, costs of water, electricity costs, building maintenance costs, equipment maintenance costs, buildings depreciation and equipments depreciation. While the cost drivers consist of the number of patients, long of stay, the amount of nurses, and the spacious of rooms. Based on these study, it was found that the management of Dr. Haryato Public Hospital did not perform the unit cost analysis to determine the hospital’s services rates. The unit cost of each of these classes has a considerable margin compared with the hospital rates. The hospital management should consider the application of the ABC system in the calculation of unit costs so that the application can be more accurate rates in accordance with the consumption cost of each class.Key Words:  Unit Costs, Hospital Rates, ABC System
FORMULASI UNIT COST LAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS DALAM RANGKA PENYUSUNAN RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN (RBA) BADAN LAYANAN UMUM (Studi Kasus Pada Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi)
Tetuko Onny Putra Harsetyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.913 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan formulasi unit cost layanan kesehatan untuk penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Puskesmas BLUD, dengan metode Activity Based Costing (ABC) system. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan instrumen studi kasus, dengan objek penelitian pada Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi. Pengumpulan data sebagai bahan formulasi diperoleh dengan dokumentasi, rekaman arsip dan wawancara. Proses formulasi unit cost sendiri menggunakan berbagai fasilitas formulasi pada Microsoft Office Excel yang telah diketahui secara umum. Hasil penelitian berhasil mendeskripsikan formulasi unit cost layanan, dengan 5 (lima) tahapan utama: penentuan biaya langsung layanan kesehatan; pengelompokkan biaya dan penentuan cost driver; penentuan tarif per unit cost driver; penentuan biaya tidak langsung layanan kesehatan; dan penentuan unit cost dan subsidi layanan kesehatan. Hasil akhir dari kelima langkah tersebut akan menjadi bahan masukan dalam formulasi unit cost dalam penyusunan RBA dan penentuan kebijakan tentang tarif pelayanan kesehatan.Kata kunci: Unit Cost, Badan Layanan Umum (BLU), Layanan, Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), Activity Based Costing (ABC).
ANALISIS KINERJA DAN KELAYAKAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN PASURUAN
Ulfa Romadhani;
Nurkho lis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (967.595 KB)
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja PDAM Kabupaten Pasuruan secara keseluruhan dengan menggunakan penilaian aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek administrasi menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri No.47 Tahun 1999. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi perbaikan bagi kinerja PDAM Kabupaten Pasuruan. Untuk menganalisis tingkat kesehatan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Pasuruan secara keseluruhan digunakan penilaian BPPSPAM, yaitu menggunakan aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasi, dan aspek SDM. Sedangkan untuk menganalisis kelayakan investasi diukur dari dampak investasi yang dilakukan terhadap kinerja PDAM Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha untuk menjelaskan pemecahan masalah berdasarkan data yang diperoleh. Dengan kata lain penelitian ini menyajikan, menganalisa, dan menginterpretasikan data. Penilaian kelayakan investasi PDAM Kabupaten Pasuruan dilakukan dengan cara membandingkan antara hasil proyeksi perhitungan indikator kinerja dan kesehatan sesudah dilakukan investasi dengan tren hasil perhitungan indikator kinerja dan kesehatan setelah dilakukan investasi. Pada penelitian ini perbandingan antara hasil proyeksi perhitungan indikator kinerja dan kesehatan tahun 2014 dengan rata-rata hasil realisasi kinerja dan kesehatan dimulai dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. Indikator kinerja dan kesehatan yang terkait langsung dengan investasi PDAM Kabupaten Pasuruan, yakni meliputi cakupan layanan administratif, cakupan layanan teknis, pertumbuhan pelanggan, konsumsi air domestik, tingkat kehilangan air, dan kontinuitas pelayanan.Kata Kunci: Investasi, Kesehatan, Kinerja, PDAM
IMPLEMENTASI AKAD MUDHARABAH PADA BAITUL MAAL WA TAMWIL (STUDI KOMPARATIF BMT PSU DAN KANINDO)
Dimas Ananda Rahman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.238 KB)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan lembaga keuangan mikro syariah khususnya lembaga Baitul Mal Wat Tanwil (BMT) yang memiliki peran penting dalam perekonomian, dimana pengusaha mikro masih sulit berkembang. Ini disebabkan karena pengusaha mikro yang umumnya dari kalangan lapisan masyarakat bawah hampir tidak tersentuh dan dianggap tidak memiliki potensi dana oleh lembaga keuangan formal tertutama lembaga keuangan konvensional. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perlakuan akuntansi dan penerapan pembiayaan akad Mudharabah pada BMT PSU dan KANINDO. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan data primer yaitu dengan wawancara secara langsung pada obyek penelitian dan data sekunder yaitu dengan buku-buku,data-data dan laporan-laporan yang berhubungan dengan obyek penelitian. Penelitian ini peneliti menggunakan penelitian komparatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Metode keabsahan data menggunakan tekhnik triangulasi sumber data Kata Kunci : BMT, Mudharabah, PSAK 105, BMT PSU dan KANINDO
EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, FINANCIAL DISTRESS, AND FINANCIAL PERFORMANCE ON TIMELINESS OF FINANCIAL STATEMENTS REPORTING
Rosyida Mardyana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.775 KB)
This study was aimed to test empirically whether Good Corporate Governance (audit committee and managerial ownership), financial distress, and financial performance (profitability and liquidity) affect the timeliness of financial reporting on go public companies listed in Indonesian Stock Exchange. The data were the annual financial statements of companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX). Slovin’s formula was used to select the sample of 220 firm-years from 2011 to 2012. The data were analysed using logistic regression analysis. The results indicated that p-values of audit committee (AC), financial distress (FD), and liquidity (CR) ≤ 0.05. These meant that audit committee (AC), financial distress (FD), and liquidity (CR) significantly affected the timeliness of financial statements reporting. Whereas, the logistic regression analysis of managerial ownership (MO) and profitability (ROA) indicated p-value ≥ 0.05, meaning that the two factors did not significantly affect the timeliness of financial statements of the go public companies.Keyword: Timeliness, Audit Committee, Managerial Ownership, Financial Distress, Profitability, Liquidity
FACTORS THAT AFFECT THE CAPITAL STRUCUTRE IN REAL ESTATE AND PROPERTY COMPANIES IN INDONESIAN STOCK EXCHANGE
Kharisma Devi Pratiwi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.597 KB)
Capital structure is an important issue for any companies; good or bad capital structure will have a direct effect on the financial position of the company. The problems being faced by the real estate and property companies that go public on the Stock Exchange is the high level of debt held. With the high levels of debt caused a decline in value of the company in the eyes of the investors. The existence of this phenomenon, there is an interest to learn about the effect of simultaneous, effect of partial and variable dominant: asset structure, profitability, company size and sales growth in the capital structure of real estate and property companies that went public on the Stock Exchange. The population of this study is all real estate and property companies listed in the Stock Exchange in 2013, amounting to 17 companies. Sampling was done by purposive sampling method with the criteria that the real estate and property companies are actively listed on the Stock Exchange and included summary financial statements are recorded in the Indonesian Capital Market Directory, for the period 2009-2011. Based on the criteria selected as the study sample as many as 13 companies. Asset structure, profitability, company size, sales growth, simultaneously, and partially has significant impact on capital structure. Firm size has a dominant influence on the capital structure of the Company Property and Real estate in Indonesia Stock Exchange. The financial manager should consider, the financing of the assets arrangement is useful for achieving the level of profit from the sale are expected, and in accordance with the size of the company. In addition to the need to consider the use of debt careful, because if additional debt is too large can reduce a company's financial performance. Stability sales growth rate must be considered, so as to contribute to profitability. Keyword: Assets Structure, Profitability, Company Size, Sales Growth, Capital Structure
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: HOW TO DO, HOW MUCH TO SPEND AND HOW TO REPORT? (Case Studies on SMEs in Bali by Using Tri Hita Karana Approach)
Luh Putu Ratna Devyani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.79 KB)
This study is aimed to show about CSR activities by using Tri Hita Karana concept such as parhyangan, pawongan and palemahan as lens analysis on SMEs in Bali. Besides the implementation of CSR activities, CSR spending and CSR report are also discussed in this study as well as the considerations of them. This study classified as qualitative descriptive study. Case study was employed as the research method and designed to answer the research questions. The thematic analysis was used for interpreting data. Furthermore, the data collection methods were interview, observation and documentation. The result in this study pointed out that first, CSR on SMEs in Bali implemented in two scopes, such as internal (inside of the company) and external (outside of the company) which are each of them performs the three aspect of THK concept. Second, CSR spending on SMEs in Bali is issued based on sincerity of the company and how much is really needed to who needs help. CSR spending is mostly unplanned or not budgeted, but there is a few companies have CSR spending because of already established the budget per month or year. The bigger the company, the bigger CSR spending will be issued. Third, most of SMEs in Bali have not made CSR report yet. They still report CSR spending through annual financial report especially in the expense account. However, there are a few of them have produced CSR report purposely. The consideration of making CSR report is because they still small medium-sized enterprise, so they do not have to make CSR report but only report in the expense account of annual financial report. Key words: Corporate Social Responsibility, Tri Hita Karana Concept, CSR implementation, CSR spending, CSR report, SMEs in Bali.