cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
PENGARUH INFLASI DAN UPAH TERHADAP PENGANGGURAN DI INDONESIA PERIODE TAHUN 1980-2010 Fajar Wahyu Utomo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.992 KB)

Abstract

Inflasi merupakan suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Sedangkan inflasi adalah persentase kenaikan harga-harga barang dalam periode waktu tertentu. Semakin tingginya inflasi yang terjadi dapat berakibat pada pertumbuhan ekonomi yang menurun, sehingga akan terjadi peningkatan jumlah pengangguran. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, inflasi yang terjadi berkisar antara 2-4% per tahun. Dengan persentase sebesar itu, dapat dikatakan inflasi yang rendah. Sedangkan inflasi yang tinggi berkisar lebih dari 30%. Namun demikian ada negara yang menghadap inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya di Indonesia pada tahun 1966 dengan inflasi 650%. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiperinflasi (hyperinflation). Jika suatu negara mengalami hiperinflasi bisa dipastikan jumlah pengangguran di negara tersebut akan bertambah secara drastis. Karena dengan kenaikan harga-harga di semua sektor, maka perusahaan-perusahaan akan mengambil kebijakan mengurangi biaya untuk memproduksi barang atau jasa dengan cara mengurangi pegawai atau tenaga kerja. Akibatnya, angka pengangguran yang tinggi tidak dapat dihindari dan dapat membuat perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran. Oleh karena itu, inflasi sangat berkaitan erat dengan  pengangguran. Upah adalah pendapatan yang diterima tenaga kerja dalam bentuk uang, yang mencakup bukan hanya komponen upah atau gaji, tetapi juga lembur dan tunjangantunjangan yang diterima secara rutin atau reguler (tunjangan transport, uang makan dan tunjangan lainnya sejauh diterima dalam bentuk uang), tidak termasuk Tunjangan Hari Raya (THR), tunjangan bersifat tahunan, kwartalan, tunjangan-tunjangan lain yang bersifat tidak rutin dan tunjangan dalam bentuk natural (BPS, 2008). Upah dalam arti sempit khusus dipakai untuk tenaga kerja yang bekerja pada orang lain dalam hubungan kerja (sebagai karyawan atau buruh). Di Indonesia banyak orang berusaha sendiri dan tidak memperhitungkan ”upah” untuk dirinya sendiri. Tetapi dalam analisis ekonomi, besar kecilnya balas karya mereka sebagai tenaga kerja seharusnya ikut diperhitungkan. Tingkat upah disebut juga taraf balas karya rata-rata yang berlaku umum dalam masyarakat untuk segala macam pekerjaan. Tingkat upah ini dapat diperhitungkan per jam, hari, minggu, bulan atau tahun. Dalam standar pengertian yang sudah ditentukan secara internasional, yang dimaksudkan dengan pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja yang secara aktif sedang mencari pekerjaan pada suatu upah tertentu, tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya. Pertumbuhan angkatan kerja yang cepat dan pertumbuhan lapangan kerja yang relatif lambat menyebabkan masalah pengangguran yang ada di negara yang sedang berkembang menjadi semakin serius. Pengangguran terbuka sekarang ini yang ada di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia rata-rata sekitar 10% dari seluruh angkata kerja diperkotaan. Penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana yang digunakan untuk mengetahui apakah terdapat suatu hubungan antara Inflasi, dan Upah terhadap Pengangguran di Indonesia dan seberapa besar pengaruhnya. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian. Kata Kunci: Inflasi, Upah, Pengangguran, Regresi linier
PREFERENSI KONSUMSI MASYARAKAT TERHADAP ENERGI TERBARUKAN (BIOFUEL) (Studi Kasus Pada Komplek Perumahan Tambak Rejo Indah, Waru, Sidoarjo) Nurul Khoiriyah; Farah Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.642 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya perekonomian masyarakat sehubungan dengan kelangkaan dan menipisnya cadangan energi BBM sebagai sumber daya alam tak terbaharukan. Penelitian ini untuk bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumsi masyarakat terhadap energi terbarukan (biofuel), serta efek substitusi dan efek pendapatan, pada konsumsi energi terbarukan, tujuan lain yang ingin dicapai adalah mengetahui kendala pengunaan energi terbarukan (biofuel). Untuk melihat seberapa tingkat preferensi konsumsi masyarakat terhadap energi terbarukan, melihat terjadinya efek substitusi dan efek pendapatan, serta kendala penggunaan energi terbarukan, dengan melakukan survei dan analisis deskriptif. Dari hasil survei dapat dikatakan bahwa tingkat konsumsi masyarakat terhadap energi terbarukan dipengaruhi oleh tingkat konsumsi energi lain. Dari analisis deskriptif, dengan mengkonsumsi energi terbarukan masyarakat mendapatkan utilitas yang tinggi dibandingkan dengan mengkonsumsi energi lain, karena selain memiliki kesamaan harga dan tidak menimbulkan polusi udara, biofuel merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui. Setelah terjadinya pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, energi biofuel menjadi substitusi bahan bakar kendaraan dalam masyarakat dan sebagai solusi untuk mengatasi masalah polusi udara disekitar mereka, serta dapat menghemat cadangan energi fosil yang kita miliki dan mengurangi subsidi BBM. Dalam pemanfaatan biofuel, masyarakat masih ada yang menemui kendala secara teknis.   Kata kunci: Biofuel, Preferensi, Konsumsi, Substitusi, Subsidi
UPAYA PEMBENTUKAN MODAL MANUSIA DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BAGI ANAK JALANAN (Studi Kasus Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan (LPA) Griya Baca Malang) Luky Kharlina Anugrawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.534 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui upaya-upaya LPA Griya Baca dalam melakukan pembentukan modal manusia dalam rangka peningkatan kualitas hidup bagi anak jalanan binaanya, 2) Untuk mengetahui sejauh mana LPA Griya Baca dalam melakukan pembentukan modal manusia dalam rangka peningkatan kualitas hidup bagi anak jalanan binaanya, 3) Untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi LPA Griya Baca dalam melakukan pembentukan modal manusia dalam rangka peningkatan kualitas hidup bagi anak jalanan binaanya. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik  nonprobability sampling  dengan metode  purposive sampling dan accidental sampling.   Hasil penelitian sebagai berikut : (1) Upaya LPA Griya Baca dalam melakukan pembentukan modal manusia menitikberatkan pada pemberdayaan anak  jalanan  melalui pembelajaran (pendidikan dan ketrampilan) yang dijabarkan dalam kegiatan sebagai berikut : (a) Pembinaan rutin dua kali dalam seminggu (akademik dan non akademik), (b) Outbond Anak Jalanan (c) Gebyar Musik Anak Jalanan, (d) Dunia Kreasi Anak Jalanan, (e) Ramadhan On The Street, (f) Ketrampilan membuat berbagai macam parsel dan pernak-pernik manik-manik. (2) Aspek-aspek yang mempengaruhi LPA Griya Baca dalam melakukan pembentukan modal manusia antara lain (a) sosialisasi kepada orang tua, masyarakat dan anak jalanan, (b) sarana dan prasarana yang terbatas, (c) lingkungan sekitar yang mendukung anak untuk tetap di jalanan. Kata kunci : Anak jalanan, Modal manusia, Kualitas hidup.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEMILIK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DALAM MEMILIKI NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP) (Survey pada Wajib Pajak Pemilik UMKM yang Terdaftar di KPP Pratama Batu) Putri, Wike Puspasari; Pusposari, Devi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.577 KB)

Abstract

This reserach aimed to determine the effect of the taxpayers understanding, benefits received by taxpayer,  trust in  tax authorities and  tax socialization toward compliance  in the micro, small and medium business owners  to have a tax number. The data of this research were taken through the distribution of questionnaires to taxpayers that are specific in micro, small and medium business owners that listed on KPP Pratama Batu. Questionnaires can be used  in this research were  73  pieces.  In  this research,  researchers used  multiple linear regression analysis to test the data research. The results showed that the significant value of the taxpayer understanding variable is 0.012, the benefits received by  the taxpayer is 0.010, trust in the tax authorities is 0.024 and tax socialization is 0.036. It shows that understanding the taxpayer, benefits received by the taxpayer,  trust in the  tax authorities  and the  tax socialization have positive effect  on  compliance  in the  micro,small and medium bsiness owners to have a tax number. Keywords:  Taxpayers Understanding,  Benefits  Received by Taxpayer,  Trust in  Tax Authorities,  Tax  Socialization, Compliance  in The  Micro, Small and Medium Business Owners to Have a Tax Number
“PENERAPAN MODEL PENGUKURAN KINERJA BALANCED SCORECARD PADA PT. DUTA BETON SIDOARJO” Illona Nathalia Sutanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.239 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perjalanan menuju masa depan yang lebih kompetitif, padat teknologi dan ditentukan oleh kapabilitas tidak dapat dicapai sempurna semata-mata melalui pemantauan dan pengendalian berbagai ukuran kinerja masa lalu. PT. Duta Beton Sidoarjo sebagai salah satu pabrik beton dituntut untuk terus mengembangkan inovasi dalam pembuatan beton agar bisa bersaing dengan kompetitor lainnya. Hal ini juga berlaku terhadap pengembangan kinerja karyawan perusahaan. Balanced Scorecard diharapkan bisa membantu PT. Duta Beton Sidoarjo dalam mengukur kinerjanya secara lebih lengkap dan berkesinambungan.Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari pihak pertama dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan pengamatan. Data kemudian dianalisa dengan memasukkannya ke dalam perspektif-perspektif yang ada di dalam Balanced Scorecard yang terdiri dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif belajar dan berkembang. Kinerja PT. Duta Beton Sidoarjo dengan Balanced Scorecard sebagai alat ukurnya bisa dikatakan cukup baik, meskipun dari perspektif keuangan berbeda dengan perspektif lainnya hasilnya kurang baik. Pada perspektif pelanggan, kinerja perusahaan cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan membaiknya hasil analisis tiga indikator dari empat indikator dalam perspektif pelanggan yang digunakan. Untuk perspektif proses bisnis internal dan perspektif belajar dan berkembang, kinerja perusahaan juga cukup baik. Pada dasarnya dari keempat perspektif ini mempunyai keterkaitan. Namun PT. Duta Beton mempunyai kelemahan dalam mengatur dan mengontrol penggunaan biaya yang dikeluarkan. Dan berimbas pada ketidakseimbangan antara laba bersih, penjualan, serta total aktiva yang dimiliki perusahaan.
Proses Pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan dari Pemerintah Pusat ke Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang Santika, Fitria; pandi, Kus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.386 KB)

Abstract

Dengan adanya otonomi daerah menuntut pemerintah daerah lebih mandiri dalam mengelola daerahnya sendiri, termasuk masalah keuangan. Tahun 2013 akan ada peralihan Pajak Bumi dan Bangunan dari pajak pusat menjadi pajak daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan persiapan-persiapan dan proses pemerintah daerah menghadapi pengalihan PBB 2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulitatif deskriptif. Teknik pengumpulan, data yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan metode studi lapangan (wawancara dan dokumentasi) dan studi kepustakaan. Sampai saat ini, kegiatan persiapan pengalihan sedang berlangsung dan sudah banyak dilakukan. Namun masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak terkait karena pengalihan ini. Akan tetapi setiap instansi maupun pihak yang terkait senantiasa melakukan upaya maksimal untuk menjadikan proses pengalihan ini sukses dan lancar.   Kata Kunci: Pajak Bumi dan Bangunan,  Proses Peralihan PBB
PENGARUH SIKLUS HIDUP DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011) Anggi Ratna Anggraini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.18 KB)

Abstract

This research is aimed to examine the effect of corporate life cycles (growth, mature, and stagnant) and firm size (small, medium, big) to earnings management. This earnings management differences were shown by the magnitude of earnings management in every life cycle stage and firm size. Small-sized firms and may have not sophisticated internal control system engage in more earnings management, as measured by discretionary accrual. Firm in mature and stagnant stage may have more sophisticated internal control system than firm in growth stage. The sample of the study was the manufacturing companies listed in the Indonesia Stock Exchange. The data observation period was 3 years (2009-2011). The data was collected using purposive sampling method. Total samples were 252 firms, consist of 84 corporate each year. Earnings management was indicated by the magnitude of discretionary accruals. The samples are classified into various life cycle using dividend payout, sales growth, and age. Firm size are classified by total assets. As predicted, the empirical results indicate firms in growth, mature, and stagnant stage are conducting earnings management. This research could found earnings management differences between firm size, but not between corporate life cycle. Next similar research should use more sample data in longer period and use four or five classification of corporate life cycle to get more powerful result and more detail to examine it’s effect on earnings management.   Keywords:  earnings management, corporate life cycle, growth, mature, stagnant, firm size, small, medium, big
PESEPSI SATUAN KERJA TERHADAP PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN ASET TETAP PEMERINTAH (Survei pada Satuan Kerja dalam Wilayah Kerja KPPN Malang) Titian Raharjo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.429 KB)

Abstract

Survei mengenai persepsi satuan kerja terhadap pelaksanaan penggunaan dan pemanfaatan aset tetap pemerintah pada lingkup satuan kerja dalam wilayah kerja KPPN Malang. Organisasi sektor publik memiliki aset tetap dalam jumlah yang signifikan. Mengingat jumlahnya yang besar, pengelolaan aset tetap membutuhkan perhatian yang serius dari para pengelola aset. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang persepsi pengelola aset satuan kerja terhadap pelaksanaan penggunaan dan pemanfaatan aset tetap berdasarkan kriteria kepatuhan, transparansi dan akuntabilitas, serta efektivitas dan efisiensi. Survei dilakukan pada satuan kerja yang berada dalam wilayah kerja KPPN Malang. Hasil survei dianalisa dengan statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan persepsi satuan kerja. Kata kunci: persepsi, manajemen aset, aset tetap pemerintah.
PENGARUH KETIDAKPASTIAN TUGAS, EFEKTIVITAS PENGENDALIAN ANGGARAN DAN JOB RELEVANT INFORMATION TERHADAP KECENDERUNGAN MENCIPTAKAN BUDGETARY SLACK PADA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Setyo Nugroho
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.866 KB)

Abstract

Pengaruh Ketidakpastian Tugas, Efektivitas Pengendalian Anggaran dan Job Relevant Information terhadap Kecenderungan Menciptakan Budgetary Slack Organisasi Sektor Publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ketidakpastian tugas, efektivitas pengendalian anggaran dan job relevant information terhadap kecenderungan menciptakan budgetary slack pada organisasi sektor publik lingkup pemerintah pusat. Penelitian dengan metode kuantitatif ini dilakukan terhadap responden para pejabat pengelola perbendaharaan dan bendaharawan pada satuan kerja diwilayah kerja KPPN Purwodadi. Data diuji menggunakan analisis regresi sederhana dan pengujian pengaruh mediasi menggunakan analisis jalur (path). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketidakpastian tugas, efektivitas pengendalian anggaran dan job relevant information tidak berpengaruh secara parsial terhadap kecenderungan menciptakan budgetary slack. Demikian pula dengan efektivitas pengendalian anggaran dan job relevant information dimana kedua faktor tersebut tidak berperan sebagai pemediasi hubungan antara ketidakpastian tugas dan kecenderungan menciptakan budgetary slack. Sementara itu, ketidakpastian tugas berpengaruh terhadap efektivitas pengendalian anggaran dan job relevant information. Ini menunjukkan bahwa pengendalian anggaran dibuat seefektif mungkin untuk mengurangi terjadinya ketidakpastian tugas dan informasi yang relevan dengan pekerjaan dipertimbangkan untuk dapat dipenuhi semaksimal mungkin sehingga mampu mengurangi ketidakpastian tugas. Kata Kunci: penganggaran sektor publik, ketidakpastian tugas, pengendalian anggaran, job relevant information, budgetary slack.
Kajian Analisis Standar Belanja Pemerintah Kota Batu Dewi Noor Fatikhah Rokhimakhumullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.275 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the costing and budgetary allocation to each unit of work efficiently and effectively in order to be a reference to any programs / activities of the same and get the Standard Model analysis of spending, according to the characteristics of the program / activity in Batu. This study produced 16 models of standard analysis of the overall expenditure SKPD. . From these results, it can be concluded that by using the ASB, Batu City Government can determine the reasonableness of spending to carry out an activity in accordance with task, principal, and function; minimize the expense of the less obvious inefficiencies resulting budgets, increase efficiency and effectiveness in the management of the Regional Finance, determination budget based on clear performance benchmarks, units get greater freedom to determine its own budget. Keywords: Analysis of Standard Spending, Financial Management, Government of Batu City

Page 37 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue