cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
ANALYSIS OF INDONESIA’S GREEN GDP ACCOUNTING WITH GREY SYSTEM THEORY TYPE GM (1,1) FOR YEARS 2000 – 2010 Listra, Andistya Oktaning
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to measure Green GDP accounting with Grey System Theory Type GM (1,1) with a case study on Indonesia's Green GDP for years 2000 – 2010. The data used in this research is secondary data obtained from Sucofindo. Based on previous research found that Green GDP accounting which known as success  indicator  for green economic still encountered some disadvantages such as general equilibrium  effects which not accompanied with  policies  and efforts  to internalize  natural resources and environmental cost, the difficulties to setting the price of natural resources, and unclear information about natural resources inventories due to the lack of comprehensive calculations in estimating data, especially related to the quantity, quality, and changes in natural resources. Therefore, referring to (Lu and Chiu, 2012) the researchers sought to apply Grey System Theory type GM (1,1) for Indonesia's Green GDP accounting for years 2000  –  2010 as an attempt to measure Green GDP accounting. From the results of measurements, the value of MPE and MAPE both showed bias conditions (15%) and less accurate (36.59%). Indirectly those reflect the weakness of Indonesia's Green GDP accounting.Keywords:  Green GDP accounting, Grey System Theory Type GM (1,1), Weakness in Indonesia’s Green GDP accounting
Determinan Inflasi Indonesia: Analisis Jangka Panjang dan Pendek Pratiwi, Ardianing; Prasetyia, Ferry
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergarakan inflasi di Indonesia dikenal memiliki fluktuasi yang cukup tinggi dan bersifat persisten. Pemahaman mengenai karakteristik dan sumber guncangan yang dapat memicu inflasi dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan suatu kebijakan moneter yang efektif dan konsisten pengendalian stabilitas inflasi, sebagai tujuan akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan inflasi di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Data dalam bentuk  time series selama periode 2002-2011 dan diperoleh dari publikasi Bank Indonesia dan Bank Dunia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut estimasi VECM, dalam jangka panjang inflasi di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh keempat variabel independen, yaitu suku bunga BI  rate, jumlah uang beredar, nilai tukar dan konsumsi rumah tangga. Semua variabel memiliki pengaruh negatif, kecuali hubungan positif yang ditunjukkan oleh variabel nilai tukar.  Dalam jangka pendek, kenaikan BI  rate dan depresiasi nilai tukar memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap laju inflasi. Berdasarkan hasil IRF, inflasi merespon secara cepat perubahan keempat variabel, satu periode setelah  shock muncul.  Variance decomposition menunjukkan bahwa, secara berurutan inflasi dipengaruhi oleh besarnya kontribusi perubahan suku bunga, nilai  tukar, jumlah uang beredar dan konsumsi rumah tangga. Kata kunci: Tingkat inflasi, suku bunga, jumlah uang beredar, nilai tukar, konsumsi rumah tangga.
IMPLIKASI TEMPAT BERJUALAN TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN SEKTOR INFORMAL (Studi Kasus di PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru Malang) Asihanto, Bagus Pramoedhiatma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi tempat berjualan terhadap tingkat pendapatan sektor informal di PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru agar sektor informal tersebut masih tetap mampu bersaing dan bertahan, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu usaha strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi. Metode kualitatif fenomenologis yang dipilih dan digunakan dalam penelitian ini. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pedagang kaki lima binaan Dinas Pasar khususnya makanan dan minuman serta kebutuhan pokok lainnya yang berjualan di kawasan PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dengan penentuan unit analisis ini diharapkan pengumpulan data dapat dipusatkan di sekitarnya. Untuk mendapatkan informasi mengenai data yang dibutuhkan maka peneliti menggunakan beberapa informan yang jumlahnya tergantung pada tempat yang akan diteliti di mana informan tersebut adalah pedagang kaki  lima binaan Dinas Pasar yang mempunyai karakteristik bermacam-macam dan dapat menjawab rumusan masalah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa posisi tempat berjualan para PKL binaan  Dinas Pasar di PPS Merjosari tidak mempengaruhi tingkat pendapatan yang diperoleh PKL. Kebanyakan dari PKL Binaan Dinas Pasar yang berjualan aneka sayur dan bumbu membeli barang dagangannya dini hari dan sebagian besar PKL Binaan Dinas Pasar sebagian besar lebih merasa nyaman berjualan di Pasar Dinoyo dibandingkan dengan berjualan di PPS Merjosari . Kata kunci: tempat berjualan, sektor informal, tingkat pendapatan
PERAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA (Studi Kasus KUD “Sri Among Tani” Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri) Rosavinda, Bunga; partono, Su
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi merupakan organisasi yang dicanangkan dan didukung oleh pemerintah dengan tujuan kesejahteraan masyarakat.Kabupaten Kediri sebagai salah satu kabupaten yang terdapat di provinsi Jawa Timur memiliki potensi secara ekonomi yang perlu diperhitungkan.Sama halnya dengan kabupaten/kota di seluruh Indonesia keberadaan koperasi di Kabupaten Kediri dalam pengembangan dan pembangunan ekonomi rakyat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan peningkatan pendapatan. Salah satu Koperasi primer di Kabupaten Kediri dengan bentuk KUD yang mampu bertahan dari tahun 1973 hingga saat ini dan mampu menjadi KUD terbaik no 1 se-Kabupaten Kediri pada tahun 2012 yakni KUD ‟Sri Among Tani‟ di Kecamatan Plosoklaten bahkan mampu berprestasi no 3 se-Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012. KUD ‟Sri Among Tani‟ merupakan KUD yang dapat dikatakan maju karena sejak berdiri pada tahun 1973 hingga saat ini masih berjalan serta mengukir prestasi dengan memiliki jumlah unit yang banyak, dan SHU yang terus meningkat dari tahun ketahun. Dengan majunya KUD “Sri Among Tani” diharapkan juga mampu berperan dalam meningkatkan pendapatan anggotanya. Penelitian ini merupakan kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini bermaksud menemukan, memahami, menjelaskan dan memperoleh gambaran tentang peran KUD ‟Sri Among Tani‟ terhadap peningkatan pendapatan anggota Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Penentuan informan dilakukan berdasarkan design sampleagar mampu mewakili seluruh anggota KUD “Sri Among Tani maka ditentukan 8 responden. Setelah itu dilakukan analisis pendapatan melalui jumlah pendapatan rata-rata per tahun selama lima tahun terakhir yaitu mulai dari tahun 2008 hingga 2012. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa KUD “Sri Among Tani” memiliki peran positif terhadap peningkatan pendapatan anggota serta keberadaannya memberi manfaat bagi anggota walaupun hanya sebagai anggota pasif. Hal  tersebut terlihat dari analisis pendapatan responden serta pernyataan dari responden secara langsung. Dari pernyataan yang diberikan masing-masing responden bahwa responden merasakan terjadi peningkatan pada pendapatan mereka walapun tidak secara kontinue tiap tahun, serta responden merasakan bahwa dengan adanya KUD “Sri Among Tani” khususnya Unit Simpan Pinjam sangat berperan dalam permodalan usaha untuk tetap berjalan dan bahkan usaha lebih maju. Meskipun terdapat banyak lembaga keuangan di Kecamatan Plosoklaten para responden merasa tetap lebih menguntungkan menjadi nasabah dan anggota KUD “Sri Among Tani”. Selain itu responden juga merasa manfaat dengan adanya unit-unit usaha yang dikelolakan KUD “Sri Among Tani” karena mampu memenuhi kebutuhan anggota sehingga KUD “Sri Among Tani” mendapatkan kepercayaan dari para anggota. Kepercayaan dari anggota tentunya ditanggapi oleh KUD “Sri Among Tani” dengan melakukan pelayanan terbaik agar anggota merasa nyaman dan sejahtera. Kata Kunci : Koperasi, pendapatan per kapita, KUD “Sri Among Tani”
Dampak Penerapan Perdagangan Bebasasean China Free Trade Agreement (ACFTA) Terhadap Keberlangsungan Industri Kecil Menengah (IKM) Dilihat dari Perspektif Varian Produk IKM di Jawa Timur Yusida, Ermita; Wulandari, Farah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peran penting dalarn perekonomian nasional baik ditinjau dari segi jumlah usaha maupun dalam penciptaan lapangan kerja. Dengan terjadinya pergeseran tatanan ekonomi dunia pada persaingan bebas, terutama penerapan ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) dapat dikatakan bahwa IKM menghadapi situasi yang bersifat double squeeze,  yaitu desakan ganda antar produk IKM domestik dan produk asing.Dalam persaingan domestic yang semakin tinggi, membuat IKM semakin terdesak karena membanjirnya produk impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak ACFTA terhadap keberlangsungan IKM di Jawa Timur. Secara teoritis, perdagangan bebas akan berpengaruh pada harga dan kuantitas. Sesuai dengan teori perdagangan internasional, ketika adanya perdagangan bebas akan menyebabkan persaingan yang semakin sempurna sehingga terjadi tekanan harga yang juga menurunkan tingkat kuantitas. hal ini menyebabkan profit akan menurun, dengan asumsi  cost  tetap dalam jangka pendek.  Data sekunder dan data primer digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode ekonometrik  3 stage least square  berupa persamaan simultan. Persamaan ini untuk mengestimasi dampak ACFTA terhadap tingkat pendapatan IKM, sedangkan untuk mengidentifikasi jenis industri yang paling besar terpengaruh oleh adanya ACFTA, menggunakan metode analisis sensitifitas dengan standar deviasi. Hasil sensitifitas tersebut akan dijelaskan dengan menggunakan data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ACFTA berdampak pada keberlangsungan IKM di Jawa Timur, yaitu membuat  harga cenderung meningkat dan kuantitas yang cenderung menurun. ACFTA memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap jenis IKM Jawa Timur. Terdapat beberapa industry yang memiliki sensitifitas tinggi dan rendah terhadap penerapan ACFTA. Kata Kunci :  ASEAN China Free Trade Agreement  (ACFTA), IKM,  Jawa Timur, Persamaan Simultan,3 stage least square
KAJIAN RESPON PERMINTAAN PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP KENAIKAN BIAYA KULIAH DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KOTA MALANG (STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS BRAWIJAYA DAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG) Hapsari, Mahardynastika Nindya; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat permintaan pendidikan tinggi di Kota Malang secara potensial dan efektif meningkat dari tahun ke tahun setidaknya dalam 7 tahun terakhir. Sebagai barang ekonomi, tingkat permintaan pendidikan tinggi ditentukan dengan tingkat pendapatan dan harga atau biaya atas jasa pendidikan itu sendiri.  Pendapatan masyarakat yang ditunjukkan melalui PDRB per kapita di Indonesia mengalami konsistensi kenaikan dari tahun ke tahun, demikian juga dengan biaya kuliah, setiap tahun selalu mengalami kenaikan atau inflasi. Respon permintaan terhadap kenaikan pendapatan masyarakat secara umum dan biaya kuliah ditunjukkan melalui koefisien elastisitas pendapatan dan harga dari permintaan pendidikan tinggi.  Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif, hasil yang ditemukan adalah kecenderungan pendidikan tinggi menjadi barang mewah berdasarkan elastisitas pendapatannya dan sifatnya inelastis terhadap perubahan harga. Berdasarkan karakteristik elastisitas pendapatan dan harganya, pendidikan tinggi dipandang sebagai barang investasi yang mana konsumen bersedia menginvestasikan sejumlah uangnya dengan harapan akan menerima return di kemudian hari. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa permintaan pendidikan tinggi memiliki pola yang substitutif antar institusi, keberadaan kelebihan permintaan yang melanggengkan jalur  non-reguler, dan posisi konsumen sebagai  price taker  yang mengakibatkan daya tawarnya lemah dalam pasar.   Kata kunci: permintaan, pendidikan tinggi, elastisitas pendapatan dan harga
DETERMINAN TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN PERBANKAN DI INDONESIA (PERIODE JULI 2005 – DESEMBER 2011) Waljianah, Riza; Wulandari, Farah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This  paper describes the effect of monetary instruments BI rate in order to influence the movement of the loan interest rate through deposit interest rate and also explained the macroeconomic factors thought to affect the movement of the loan interest rate are interbank rates, inflation, as well as the variables associated with international financial interaction are exchange rate and foreign interest rate SIBOR. The analysis used multiple regression analysis incrementally with the study period July 2005  - December 2011.Empirical test  results prove that the policy  interest rate BI rate has a major impact or influence the development of interest rate loan through an interest rate of deposits. Interbank rates and SIBOR have the opposite effect in influencing the direction of loan interest rate through deposit interest rate.  Inflation    has no  significant contribution in the movement of the  loan interest rate. And exchange rate has little contribution with unidirectional movement in influencing of loan interest rate through interest rates on deposits. Keywords: BI Rate, interbank rates, inflation, exchange rates, SIBOR, loan interest rate.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN HARGA (Studi Kasus Pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang) Widyasari, Winda Wahyu; Manzilati, Asfi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan peran UKM, aspek mikroekonomi juga perlu diterapkan. Salah satunya pemikiran mengenai struktur pasar dan pembentukan harganya. Dalam pemikiran level mikro neoklasik, dijelaskan tentang bagaimana struktur pasar atau mekanisme pasar (permintaan dan penawaran) dapat menjadi determinan dalampembentukan harga, output dan pendapatan.  Sanan merupakan salah satu daerah UKM di Kota Malang yang perekonomiannya berkembang pesat karena usaha keripik tempenya. Sampai sekarang para pedagang di daerah Sanan tersebut masih bisa mempertahankan perkembangan usahanya. Dan bahkan beberapa dari  mereka ada yang semakin maju dalam pengembangan usahanya. Dalam hal ini pembentukan harga memiliki peran yang sangat penting didalamnya, bagaimana mekanisme harga di dalam usaha tersebut dan harga para pesaing terbentuk sehingga nantinya mereka tetap dapat menarik minat konsumen serta mempertahankan para pelanggannya. Maka untuk  mengetahui itu semua diperlukan identifikasi struktur pasar di dalamnya, serta tentang bagaimana struktur pasar tersebut dapat berimplikasi terhadap proses terbentuknya harga, sehingga mereka bisa tetap mempertahankan perkembangan usahanya.   Untuk itu disini peneliti akan mengamati bagaimana identifikasi struktur pasar dan implikasinya terhadap pembentukan harga (studi kasus pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang). Dengan menggunakan analisis kualitatif dan pendekatan  fenomenologis  sehingga dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa  struktur pasar di Sentra Industri Keripik Tempe Sanan lebih mengarah ke  pasar persaingan monopolistik dilihat dari ciri-cirinya yang tidak terdapat hambatan untuk masuk, banyaknya penjual, tidak ada kerja sama dan diferensiasi produk. Hal ini berimplikasi terhadap pembentukan harga di Sanan yang juga sendiri-sendiri dan tidak ada kerjasama.   Kata kunci: Struktur pasar, harga, pembentukan harga
Social Entrepreneurship dan Socio-Entrepreneurship: Tinjauan Dengan Perspektif Ekonomi dan Sosial Wiguna, Atu Bagus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meperoleh pemahaman atas makna dari konsep social entrepreneurship dan socio-entrepreneurship. Data yang digunakan adalah data kualitatif berupa literatur yaitu buku-buku dan jurnal ilmiah. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik survei literatur kemudian diolah dengan menggunakan prosedur analisis isi (content analysis). Berawal dari sistem ekonomi di Amerika Serikat, social entrepreneurship muncul dengan orientasi pada hasil. Dengan tujuan pada penciptaan profit atau keuntungan, social entrepreneurship menerapkan strategi yang memisahkan aspek ekonomi dan sosial dalam melaksanakan aktivitas bisnis. Oleh karena itu performa social entrepreneurship diukur secara ekonomi serta cenderung memanfaatkan sumberdaya dengan cara eksploitatif yang berdasarkan atas keinginan (desire-based). Di sisi lain, socio-entrepreneurship berawal mula dari sistem ekonomi di wilayah Eropa yang memiliki orientasi pada proses dan perilaku. Socio-entrepreneurship memiliki tujuan peningkatan aspek sosial serta menerapkan strategi terintegrasi antara aspek sosial dan ekonomi sehingga performanya dapat diketahui dari kontribusi yang diberikan dalam upaya meningkatkan aspek sosial. Adapun pemanfaatan sumber daya pada socio-entrepreneurship adalah berdasarkan kebutuhan (need-based). Penelitian ini belum meninjau aspek lain yang berpengaruh membentuk masyarakat seperti aspek politik, budaya dan agama sehingga pada penelitian berikutnya dapat ditinjau aspek-aspek lain untuk memperkaya perspektif dalam memahami entrepreneurship. Selain itu penelitian ini berada pada tataran konsep sehingga perlu diverifikasi untuk dapat menggambarkan realita di lapangan. Verifikasi dapat dilakukan dengan cara mengubah konsep ke dalam variabel-variabel serta dapat dianalisis dengan teknik statistik inferensial, salah satunya teknik analisis faktor.Keyword: entrepreneurship, social dan socio-entrepreneurship, survei literatur, analisis isi (content analysis), tujuan dan orientasi entrepreneurship, pemanfaatan sumber daya
Menemukan Lokalitas Biological Assets: Pelibatan Etnografis Petani Apel Rizaldy, Novan; Mulawarman, Aji Dedi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menemukan  konsep  biological assets  menurut pandangan  petani Apel. Penelitian ini  menggunakan metode etnografi dan dilakukan di desa Sumbergondo, Batu-Malang, Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, aset menurut petani adalah ke’kean (pemberian) dari Yang Maha Kuasa  yang harus dijaga  dan dirawat sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan. Kedua, aset biologis tidak bisa terlepas dari aspek  ekologinya. Konsekuensinya,  tanah yang sebelumnya terpisah dari aset biologis harus dimasukkan ke dalam komponen aset biologis. Ketiga,  selametan merupakan kewajiban jangka panjang, sebagai refleksi kebudayaan, untuk memelihara dan meningkatkan aset di masa depan.  Implikasi  dari penelitian ini relevan bagi para praktisi dan pemerintah dalam mendorong terbentuknya akuntansi yang “pro” petani yang berorientasi pada ekologi dan budaya sebagai wujud mensejahterakan (kembali) alam. Kata Kunci:  etnografi,  biological  assets,  ke’kean,  ekologi, tanah, budaya jawa, selametan.

Page 701 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue