cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Pengembangan Pariwisata Gunung Kelud Pasca Erupsi Tahun 2014 (Studi Pada Kawasan Wisata Gunung Kelud Kabupaten Kediri) Sthefani Geby Arsita Devi
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The Development of Mount Kelud Tourism after Eruption in 2014 (Studi at the Mount Kelud Tourist Area of Kediri Regency) One of the biggest local income sources comes from tourism sectors. It will significantly contribute to build the area. One of the tourism sectors is the natural beauty of Mount Kelud which is located on the border among Kediri, Blitar, and Malang Regency. The natural beauty of Mount Kelud gets so many tourist attentions, not only from the domestic tourist, but also from foreign tourists. The volcanoes, it’s peak 1,731 above the sea which in 2007 formed a 100 m-wide lava dome known as a child of the mountain. The last eruption on February 14th, 2014 has changed the face of Mount Kelud. Lava dome that used to be an attraction has already vanished. Supporting acces is broken, and the entrance to the mountain peak is disconnected. The purpose of this research are to describe and analyze the condition of Mount Kelud tourism in Kediri Regency before an eruption in 2014, to describe and analyze the condition of Mount Kelud tourism in Kediri Regency after an eruption in 2014, to describe and analyze the development of Mount Kelud tourism after an eruption in 2014, to describe and analyze the challenges in the development of Mount Kelud tourism after an eruption in 2014. This research is done by using qualitative descriptive analysis. The Data collection methods used in this research were interview, documentation, and utilization of secondary data as supporting information. The selected research site was Mount Kelud tourism. Based on the results of the research showed that the condition of Mount Kelud tourism before an eruption in 2014, on the top of Mount Kelud there was a lava dome (the child of Mount Kelud), while the facilities and infrastructures were still quite enough. The condition of Mount Kelud tourism after an eruption in 2014, the lava dome that used to be an attraction for tourists has already vanished and replaced with a large hole, facilities and infrastructures that have been built some of which are vanished and enclosed by the volcanic residual soil of eruption in 2014. The developments of Mount Kelud tourism are focused improving facilities and infrastructures in the Pos I, it is according to the recommendations of the Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) about safety zone at a 30-km radius. The constructions of facilities and infrastructures such as ATV zone, flying fox, and gazebo. Challenges in developing Mount Kelud tourism, namely: eruptive nature of Mount Kelud, ownership of Mount Kelud, poor communication between government and community around the mountain, little tourist destination, human resources of Mount Kelud operator still need to be improved. Keywords: development, region, tourism. Abstrak : Pengembangan Pariwisata Gunung Kelud Pasca Erupsi Tahun 2014 (Studi Pada Kawasan Wisata Gunung Kelud Kabupaten Kediri) Salah satu sumber penerimaan bagi daerah yang terbesar yakni dari sektor pariwisata. Sektor pariwisata secara signifikan akan sedikit-demi sedikit turut membangun daerah. Salah satunya yakni pesona keindahan alam Gunung Kelud yang teletak di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Pesona alam Gunung Kelud menyedot perhatian para wisatawan, tidak hanya bagi wisatawan domestik, namun juga wisatawan mancanegara. Gunung api setinggi 1.731 mdpl yang pada tahun 2007 muncul kubah lava selebar 100 meter yang disebut anak Gunung. Terjadinya erupsi pada 14 Pebruari 2014 lalu telah banyak merubah wajah Gunung Kelud. Kubah lava yang dulu menjadi daya tarik sekarang menjadi sirna. Akses pendukung rusak, akses menuju puncak terputus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kondisi pariwisata Gunung Kelud di Kabupaten Kediri sebelum terjadi erupsi tahun 2014, untuk mendeskripsikan dan menganalisis kondisi pariwisata Gunung Kelud di Kabupaten Kediri setelah terjadi erupsi tahun 2014, untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan pariwisata Gunung Kelud pasca erupsi tahun 2014, untuk mendeskripsikan dan menganalisis tantangan dalam pengembangan pariwisata Gunung Kelud pasca erupsi tahun 2014. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi dan pemanfaatan data sekunder sebagai pendukung informasi. Lokasi dan situs penelitian yang dipilih adalah obyek wisata Gunung Kelud. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi pariwisata Gunung Kelud sebelum erupsi 2014 pada puncak kelud terdapat kubah lava(anak Gunung Kelud), sedangkan untuk sarana dan prasarana cukup memadai. Kondisi pariwisata setelah terjadi erupsi 2014 kubah lava yang menjadi daya tarik wisatawan hilang berganti sebuah lubang besar. sarana dan prasarana yang telah dibangun sebagian hilang tertutup material vulkanik sisa erupsi 2014. Pengembangan pariwisata Gunung Kelud difokuskan untuk peningkatan sarana dan prasarana yang difokuskan di Pos I, hal ini sesuai rekomendasi dari pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) tentang zona aman pada radius diatas 3 km. Pembangunan sarana dan prasarana seperti zona ATV, Flying fox, dan Gazebo. Tantangan dalam pengembangan pariwisata Gunung Kelud meliputi : sifat erupsi Gunung Kelud, hak pemilikan Gunung Kelud, masih kurangnya komunikasi antara pengelola dan masyarakat sekitar, kurangnya destinasi pariwisata di Gunung Kelud, SDM pengelola Gunung Kelud masih perlu ditingkatkan. Kata Kunci : Pengembangan, Kawasan, Pariwisata.
PENGARUH REFORMASI ORGANISASI PENGELOLAAN PELAYANAN HAJI TERHADAP KEPUASAN JAMAAH HAJI (STUDI PADA KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KOTA MALANG) Hafidz Khoiruddin
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aimed to clarify The Influence of The Reformation of Hajj Service Management Organization on The Satisfaction of Hajj pilgrims Study at the Religion Ministry Office of Malang City. The method used in this research is explanatory research methode, using a questionnaire as a data collection that is distributed directly to 30 respondents from religion ministry. Data analysis for this study by using single linier regression analysis aided SPSS Software Version 16.0. the result of single linier regression analysis show that The Reformation of Hajj Service Management Organization has a significant influence simultaneously and partially on satisfaction of hajj Pilgrims. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Reformasi Pengelolaan Pelayanan Haji pada Kepuasan Jamaah Haji studi pada Kantor Kementrian Agama Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksplanatori , menggunakan kuisioner untuk pengumpulan data yang didistribusikan langsung kepada 30 responden di Kementrian Agama. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana dibantu dengan SPSS Versi 16.0. hasil dari analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa Reformasi Organisasi Pengelolaan Pelayanan Haji memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan dan parsial terhadap kepuasan jamaah Haji.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMINDAHAN IBUKOTA KABUPATEN MALANG (Studi Pada Implementasi PP. No 18 Tahun 2008 Tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Malang Ke Kecamatan Kepanjen) Eka Ayu Intan Permatasari
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Policy Implementation Transfer of the Capital Regency Malang " (A Study on Implementation of PP. No. 18 of 2008 About Transfer of Capital Regency Malang to Kepanjen District). The existence of Capital Regency Malang who had been in the city of Malang is considered less consistent with the policy of Malang who actively doing development in various fields. Therefore, should be move Capital Regency Malang. From the research results studies, District  Kepanjen judged worthy and qualified to serve as the capital Regency Malang. Based on Government Regulation No. 18 of 2008, then implemented transfer of the Capital Regency Malang gradually. District Kepanjen enactment as the Capital Regency Malang for make Kepanjen as a center of economic development and governance. The implementation of the transfer of the Capital Regency Malang to Kepanjen directed by Local Regulation No. 3 of 2010 About Spatial Plans of Malang Regency. To support the success of implementation transfer of the Capital Regency Malang has the aspect of communication between the government and relevant actors, availability aspects of land that can support the implementation transfer of the Capital Regency continuity, aspects of the attitude of the executive in implementing the policy and implementation aspects of the bureaucratic structures that transfer of the Capital Regency Malang properly fulfilled.However, some factors are constraining the implementation such the lack of commitment between irrigation department and Cipta Karya departments in directing existing development and lack of budget for implementation transfer of the Capital Regency. Keyword: Policy Implementation, Capital Regency Abstrak: Implementasi Kebijakan Pemindahan Ibukota Kabupaten Malang”(Suatu Studi Pada Implementasi PP. No 18 Tahun 2008 Tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Malang Ke Kecamatan Kepanjen). Keberadaan Ibukota yang  saat itu bertempat di wilayah Kota Malang kurang selaras dengan kebijakan yang sedang melakukan pembangunan di berbagai bidang. Oleh karena itu,  perlu dipindah Ibukota Kabupaten Malang. Dari studi hasil lapangan secara keseluruhan, Kecamatan  Kepanjen dinilai layak dan memenuhi syarat untuk dijadikan Ibukota Kabupaten Malang. Berdasarkan PP No 18 Tahun 2008 maka dilaksanakan pemindahan Ibukota Kabupaten secara bertahap. Ditetapkannya    Kepanjen sebagai Ibukota Kabupaten Malang menjadikan Kepanjen sebagai pusat pengembangan ekonomi dan pemerintahan. implementasi pemindahan Ibukota Kabupaten Malang ke Kepanjen diarahkan berdasarkan Perda No 3 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang. Untuk mendukung keberhasilan. implementasi pemindahan Ibukota Kabupaten Malang telah memperhatikan aspek komunikasi antara pemerintah dengan aktor terkait, aspek ketersedian lahan yang dapat mendukung keberlangsungannya implementasi pemindahan Ibukota Kabupaten , aspek sikap para pelaksana dalam melaksanakan kebijakan dan aspek struktur birokrasi sehingga  implementasi pemindahan Ibukota Kabupaten Malang terlaksanakan dengan baik. Namun, dalam implementasinya masih terdapat faktor penghambat antara lain adalah kurangnya  komitmen  antara dinas pengairan dan dinas cipta karya dalam mengarahkan pembangunan yang ada dan minimnya anggaran untuk pelaksanaan pemindahan Ibukota Kabupaten.   Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Ibukota Kabupaten
STRATEGI PROMOSI PERPUSTAKAAN KHUSUS (Studi pada Bank Indonesia Surabaya) Faizal Ahmad Adhyriza
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A strategy of Promotion Library Specifically ( Study in the Library of Bank Indonesiaa Surabaya ). A strategy of promotion conducted Library Bank of Indonesia Surabaya use methods hotchpotch promotion or often in call promotional mix the strategy will be analogy promotional purposes in general into the world library services .The results of the study can be seen that a strategy of promotion that is applied in the Library of Bank Indonesia Surabaya namely advertention, sales promotions , direct contact and publicity.A strategy of promotion that in doing the Library of Bank Indonesia Surabaya has been running well and are in accordance with the needs of the Library of Bank Indonesia Surabaya. Such a problem can be seen from the number of visitor and positive responses library users, supporters. Next factor in a strategy of promotion in the library of Bank Indonesia Surabaya library building is adequate, A collection of being complete and human resources enough  and and the weak management organization. Keywords: a strategy of promotion, Library, Bank indonsia surabaya Abstrak: Strategi Promosi Perpustakaan Khusus( Studi pada Perpustakaan Bank Indonesiaq Surabaya). Strategi promosi yang dilakukan Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya menggunakan cara promosi bauran atau sering di sebut Promotional Mix strategi tersebut akan menganalogikan tujuan promosi secara umum ke dalam dunia layanan perpustakaan. Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa strategi promosi yang diterapkan di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya yaitu advertensi, promosi penjualan, kontak langsung dan publisitas. Strategi promosi yang di lakukan Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya sudah berjalan dengan baik dan sudah sesuai dengan kebutuhan Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah pengunjung dan tanggapan positif pengguna perpustakaan,.Selanjutnya Faktor pendukung dalam strategi promosi di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya adalah gedung perpustakaan yang memadai, koleksi yang lengkap dan sumber daya manusia yang cukup. Sedangkan faktor penghambat dalam sterategi promosi di Perpustakaan Bank Indonesia ada dua yaitu faktor penghambat dari dalam perpustakaan adalah dana. Sedangkan faktor penghambat dari luar perpustakaan adalah kurangnya komitmen dari pimpinan dan lemahnya manajemen organisasi. Kata Kunci: Strategi Promosi, Perpustakaan, Bank Indonesia Surabaya
PEMBERDAYAAN EKONOMI PENGUSAHA TAHU ( Studi Tentang Pemberdayaan Pengusaha Tahu melalui Peran Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Kediri). Muhamad Bagus Ferdiansyah
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstract: ECONOMIC EMPOWERMENT OF ENTREPRENEURS TOFU (Studies Empowering Entrepreneurs Tofu through the role of the Department of Cooperatives, Industry and Trade Kediri District). Empowerment of Cooperatives, Industry and Trade of the Tofu Businessmen. Is a cold process kindness achieved by the government and the private sector need to be empowered in order to achieve an independent local community welfare. Department of Cooperatives, Industry and Trade, empowering entrepreneurs tofu the ways in accordance with the decree, that in the study, there are three main points in the empowerment implemented by Cooperative Agency, industry and trade, that empowerment in the areas of capital, which the Department of Cooperatives, industry, trade and often provide grants that are usually replaced immediately in the form of items required, coaching or giving knowledge to entrepreneurs to learn more about the types of business, and administrators who monitor the Tofu Businessmen that once there is a connection with the Department of Cooperatives, industry and trade as Tofu Businessmen who never get a grant. So expect from the district administration, there is a good relationship between the private sector that Tofu Businessmen the government agencies that the Department of Cooperatives, industry and trade. Constraints and Implementation Support Empowerment Cooperative Agency, industry and trade to entrepreneurs know. Constraints in the implementation of the empowerment arises because, lazily most entrepreneurs know in following training activities and associations of Micro Small and Medium Enterprises District, Kediri. So that products and marketing for entrepreneurs who are inactive to grow. Supporting factors that I know in the field is the board's role PMKM at the Department of Cooperatives, Industry and Commerce which supports the welfare of Tofu Businessmen. Apparatus existing Resources. Further supporting factor in achieving the welfare of the Tofu Businessmen, tofu Culinary Kediri is well-known, so that adds to the interest of marketing. Just how entrepreneurs know how to package products that many consumers demand widely. Keywords: Economic Empowerment, Entrepreneur Tofu Abstrak: PEMBERDAYAAN EKONOMI PENGUSAHA TAHU (Studi Tentang Pemberdayaan Pengusaha Tahu melalui Peran Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Kediri). Pemberdayaan yang dilakukan Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan terhadap pengusaha tahu. Merupakan proses kebaikan yang dingin dicapai oleh pihak pemerintah dan swasta yang perlu diberdayakan agar mencapai kesejateraan masyarakat daerah yang mandiri. Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan, memberdayakan pengusaha tahu dengan cara-cara sesuai dengan Peraturan Bupati, yakni dalam kajian tersebut terdapat tiga poin utama didalam pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, industri dan perdagangan, yakni pemberdayaan dalam bidang Permodalan, dimana pihak Dinas Koperasi, Industi dan perdagangan sering memberikan dana hibah yang biasanya diganti langsung berupa barang yang dibutuhkan, Pembinaan atau memberikan pengetahuan kepada pengusaha untuk lebih mengenal jenis-jenis usahanya, serta pengurus yang memantau usaha tahu yang pernah ada hubungan dengan pihak Dinas Koperasi, industri dan perdagangan misalnya pengusaha tahu yang pernah mendapatkan dana hibah. Sehingga diharapkan dari pemerintah kabupaten, ada hubungan baik antara pihak swasta yakni pengusaha tahu dengan pihak pemerintahan yakni Dinas Koperasi, industri dan perdagangan. Kendala dan Pendukung Penyelenggaraan Pemberdayaan Dinas Koperasi, industri dan perdagangan terhadap pengusaha tahu. Kendala dalam penyelenggaraan pemberdayaan muncul karena, malasnya sebagian besar pengusaha tahu dalam mengikuti kegiatan pelatihan dan perkumpulan Usaha Kecil Menengah Mikro Kab, Kediri. Sehingga produk dan pemasaran bagi pengusaha yang tidak aktif sulit berkembang. Faktor pendukung yang penulis ketahui di lapangan adalah Peran pengurus PMKM pada Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan yang mendukung kesejahteraan pengusaha tahu. Sumber Daya Aparatur yang ada. Faktor pendukung selanjutnya didalam mencapai kesejahteraan para pengusaha tahu adalah Kuliner tahu Kediri yang sudah terkenal, sehingga menambah minat pemasaran. Tinggal bagaimana cara pengusaha tahu mengemas produk agar banyak diminati konsumen secara luas.     Kata Kunci: Pemberdayaan Ekonomi, Pengusaha Tahu
PEMBERDAYAN MASYARAKAT DESA HUTAN MELALUI LEMBAGA MASYARAKAT DESA HUTAN (LMDH) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT (Studi pada LMDH Salam Jati Luhur KPH Nganjuk) Ida Choiria
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract : Forest Village Community Empowerment Through Forest Village Community Organization (LMDH) As Revenue Increases Efforts Society (Studies in Jati Luhur Greeting LMDH Regency Nganjuk). Forest Village Community Empowerment Through Forest Village Community Institute (LMDH) Sebgi to Increase Community Income (Studies in LMDH Salam Jati Luhur KPH Nganjuk). The potential that can be developed by the district nganjuk one of them is through the forestry sector. If the forestry sector can grow well in the region's economy Nganjuk especially in forest villages would also have been increased. This study aimed to describe and analyze the empowerment msyarakat forest villages through LMDH an effort to increase people's income. This study focuses on the steps, results and inhibiting factors in the empowerment of forest villagers. The results showed that the implementation of the forest village community empowerment can be said is not maximized because there are still some issues that have not been resolved properly, namely the inclusion of moneylenders and owners of capital that could hamper economic growth in the country, especially in LMDH Salam  Jati Luhur. Keywords : forest, village, society, organization, Kabupaten Nganjuk   Abstrak: Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan Melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sebgi Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi Pada LMDH Salam Jati Luhur KPH Nganjuk). Potensi yang dapat dikembangkan oleh kabupaten nganjuk salah satunya adalah melalui sektor kehutanan. Jika sektor kehutanan bisa berkembang dengan baik maka perekonomian di daerah Kabupaten Nganjuk khususnya di desa hutan juga pasti mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis mengenai pemberdayaan msyarakat desa desa hutan melalui LMDH sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada langkah, hasil dan faktor penghambat dalam pemberdayaan masyarakat desa hutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa hutan dapat dikatakan belum maksimal karena masih ada beberapa persoalan yang belum diselesaikan dengan baik yaitu mengenai masuknya rentenir dan pemilik modal yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi pada desa Salamrojo khususnya pada LMDH Salam Jati Luhur.   Kata kunci: hutan, desa, organisasi, Kabupaten Nganjuk
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Blitar) Dhion Gama Putra
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Effect on the Quality of Public Satisfaction (Studies in the Department of Population and Civil Registration of Blitar City). Quality of service orientation emphasizes on meeting customer expectations that society. In this study, the quality of service becomes the main focus in an effort to seek an influence on people's satisfaction. This study uses a quantitative approach with survey data collection procedures. Location of the research carried out in offices of Population and Civil Registration of Blitar City. The scale of measurement used in this study is the Likert. Method of determining the number of samples in this study using the formula slovin with tolenrasi value of 10%, thus obtained 95 samples of 985 population in the department of Population and Civil Registration of Blitar City. Based on the results of research and discussion of existing data, simultaneous testing to the conclusion that the five variables consisting of physical evidence (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), assurance (X4), and empathy (X5) effect significant public satisfaction. Of test Determination (R2) obtained yield was 0.867, which means 86.7% of service quality is influenced by independent variables studied, namely physical evidence (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), assurance (X4), and empathy (X5) while the remaining 13.3% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Quality of care [physical evidence (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), assurance (X4), and empathy (X5)], public satisfaction.   Abstrak: Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Blitar). Kualitas pelayanan ini menekankan orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan yaitu masyarakat. Dalam penelitian ini, kualitas pelayanan menjadi fokus utama dalam upaya untuk mencari pengaruh terhadap kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan prosedur pengumpulan data survei. Lokasi penelitian dilakukan di dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Blitar. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Metode penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan nilai tolenrasi 10%, sehingga didapatkan 95 sampel dari 985 populasi di wilayah dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Blitar. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap data yang ada,  pengujian secara simultan memberikan kesimpulan bahwa dari kelima variabel yang terdiri bukti fisik (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5) berpengaruh secara signifikan kepuasan masyarakat. Hasil uji determinasi 0,867 yaitu mempunyai artian kualitas pelayanan sebagaian besar di pengaruhi variabel bebas yaitu 86,7% yang meliputi bukti fisik (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5) sedangkan sisanya sebesar 13,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.   Kata Kunci : Kualitas pelayanan [bukti fisik (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5)], kepuasan masyarakat.
PENGEMBANGAN WISATA ALAM BERBASIS EKOWISATA DALAM PERSPEKTIF PELAYANAN PUBLIK ( Studi Pada Disparbud Kabupaten Nganjuk ) Yoki Ferdinan
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Nature Based Ecotourism Development in the Perspective of Public Services (Studies in the Department of Culture and Tourism District Nganjuk). Nganjuk is one area in East Java that has the potential to develop tourism in the region one Destinations Water Propagating Roro Kuning. Nganjuk Travel offers tourism objects with each appeal, including Air Propagating Roro Kuning but in the event of natural disasters in 2010 major landslides that hit the sights consequently supporting infrastructure of these attractions were destroyed not be as exposed to the brunt of stone besar.Kejadian also killed one victim and caused a lot of facilities damaged infrastructure. Until finally closed in late 2010 until mid-2011, about seven months and a cleaning cap over the remnants of tourism longsor.Sektor requires a good tourism development. that could have potential in developed and obtain maximum results. From these explanations the author uses descriptive research using qualitative research methods with a focus on research 1. Development of nature-based ecotourism in the perspective of public services in Nganjuk 2. Factors affecting the development of nature-based ecotourism in the public service perspective.Keywords: development, ecotourism, public serviceAbstrak : Pengembangan Wisata Alam Berbasis Ekowisata Dalam Perspektif Pelayanan Publik (Studi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Kabupaten Nganjuk). Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang berpotensi untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya salah satunya Obyek Wisata Air Merambat Roro Kuning. Wisata Nganjuk menawarkan obyek wisatanya dengan daya tarik masing-masing termasuk Air Merambat Roro Kuning namun di tahun 2010 terjadi bencana alam tanah longsor besar yang melanda obyek wisata tersebut akibatnya sarana prasarana penunjang obyek wisata tersebut hancur tak berupa karena terkena terjangan batu batu besar.Kejadian tersebut juga menewaskan 1 korban dan mengakibatkan banyak fasilitas sarana dan prasarana yang rusak. Hingga akhirnya di tutup di 2010 akhir sampai pertengahan 2011, sekitar 7 bulan tutup dan masa pembersihan ulang sisa-sisa longsor.Sektor pariwisata memerlukan suatu  pengembangan kepariwisataan yang baik. agar potensi yang di miliki bisa dikembangkan dan mendapatkan hasil yang maksimal. Dari penjelasan tersebut penulis     menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan fokus penelitian 1. Pengembangan wisata alam berbasis ekowisata dalam perspektif pelayanan publik di Kabupaten Nganjuk 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan wisata alam berbasis ekowisata dalam perspektif pelayanan publik.Kata kunci : pengembangan, ekowisata, pelayanan publik
PELAYANAN PUBLIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK), ELEKTRONIK RUKUN TETANGGA/RUKUN WARGA (e-RT/RW) (Studi e-Government di Kelurahan Ketintang Kecamatan Gayungan Pemerintah Kota Surabaya) Rizky Hersya Pratama
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract : Public Service-Based Information Technology and Communication (ICT), Electronics Neighborhood / Pillars of Citizens (e-RT / RW). (Study of e-Government inward Ketintang District Gayungan Surabaya City Government). This study is based on the new way to manage public sector, a management-oriented to promote community service, rather than the interests of the government. With supported centralized information technology (information technology center), which then forms the service is known as e-Government. One of the e-Government program is the program e-RT / RW city of Surabaya. The research objective was to determine how the program e-RT / RW in the Village Ketintang, Gayungan Surabaya as sub pilot project, and what are the factors supporting and inhibit factors. The method used is descriptive research, which is known as a search for the facts with proper interpretation. This study aimed to describe the phenomenon that exist, both are natural and engineed. Then the data analysis method used is interactive analysis, which has four procedures that collect data, reduce the data, presenting data, and then the last, draw conclusions.The results showed the program e-RT / RW sourced from the Mayor of Surabaya. The Model policies that use is top down and bottom up since the policy came from the superiors, but the public is also involved to provide participation. Factors supporting the e-RT / RW in the ward Ketintang district, Gayungan, Surabaya is the full support of the government and related parties, their basic service standards and infrastructure are qualified. While inhibiting factor that is of public interest, the lack of internal support, and lack of maintenance of facilities and infrastructure. From these results, the researchers suggest that the necessary socialization harder, but not merely socialization but also training to people to operate them online. Accountability transparent funding. Holding intense communication forum, adding website content, and control of the technical constraints with a thorough evaluation. Keywords : e-Government, e-RT/RW, programs .   Abstrak: . Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Elektronik Rukun Tetangga/Rukun Warga (e-RT/RW). (Studi e-Government di Kelurahan Ketintang Kecamatan Gayungan Pemerintah Kota Surabaya). Penelitian ini dilandasi oleh cara pandang baru dalam mengelola sektor publik, pengelolaan yang berorientasi mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, ketimbang kepentingan pemerintahan. Dengan ditunjang teknologi informasi terpusat (information technology center) yang kemudian bentuk pelayanan ini dikenal sebagai e-Government. Salah satu program e-Government ini adalah program e-RT/RW kota Surabaya. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana program e-RT/RW di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan Kota Surabaya sebagai sub pilot project, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat yang menyertainya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang ada baik bersifat alamiah maupun rekayasa. Kemudian metode analisa data yang digunakan adalah analisa interaktif, yang memiliki empat prosedur yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, lalu yang terakhir, menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan program e-RT/RW bersumber dari Walikota Surabaya Faktor pendukung program e-RT/RW di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya adalah support penuh dari pemerintah dan pihak terkait, adanya standar pelayanan baku dan infrastruktur yang mumpuni. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu animo masyarakat, kurangnya dukungan pihak internal, dan kurangnya maintenance sarana prasarana,. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bahwa diperlukan sosialisasi lebih giat, namun tidak sekedar sosialisasi namun juga pelatihan kepada masyarakat untuk mengoperasikan secara online. Akuntabilitas pendanaan yang transparan. Mengadakan forum komunikasi yang intens, penambahan konten website, dan pengendalian kendala teknis disertai evaluasi secara menyeluruh.   Kata kunci: e-Government, Program, e-RT/RW
Disabilitas dan Bencana (Studi tentang Agenda Setting Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia) Anang Dwi Santoso
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 12 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Disability and Disaster (Study About Policy Agenda Setting of Disability Inclusive Disaster Risk Reduction in Kabupaten Klaten, Central Java, Indonesia). The Background of the research is problem which experienced by pepole with disabilities in accesing disaster management after 5.9 SR earthquake in Klaten Distric. The problem approved by BPBD Klaten then makes policy about disability inclusive disaster risk reduction. Reasons behind wilingness of BPBD Klaten can describe by agenda setting theory. The result show that problem stream began when the problems compete with the others to get government priorities and problem stream is end when DPRD of Klaten District willing to make policy alternatives to solve this problem. The policy alternatives represent that policy stream is began. The result of this process is policy of disability inclusive disaster risk reduction with two based, it consist of ‘right on’ policy and ‘charity based’ policy. Both of them will be select on the political stream process. The result of political stream process is ‘right on’ policy of disability inclusive disaster risk reduction. Keywords: Disability, Inclusive, Disaster Risk Reduction, Agenda Setting Abstrak: Disabilitas dan Bencana (Studi tentang Agenda Setting Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas pasca gempa 5.9 SR di Kabupaten Klaten. Permasalahan ini diterima oleh BPBD Kabupaten Klaten yang kemudian membuat kebijakan pengurangan risiko bencana inklusif bagi penyandang disabilitas. Alasan dibalik kemauan BPBD Klaten dapat dijelaskan menggunakan teori agenda setting. Hasil penelitian menunjukkan problem stream dimulai dengan bersaingnya permasalahan ini dengan permasalahan lainnya untuk mendapatkan prioritas pemerintah dan diakhiri dengan kesedian DPRD Kabupaten Klaten untuk merekomendasikan kebijakan-kebijakan untuk mengatasi permasalahan penyadang disabilitas dalam manajemen bencana. Munculnya alternatif-alternatif kebijakan menjadi penanda mulainya policy stream. Hasil akhir dari policy stream adalah kebijakan pengurangan risiko bencana inklusif yang berbasis right on dan charity based. Kedua kebijakan tersebut kemudian masuk ke dalam political stream untuk memilih kebijakan yang tepat. Kebijakan yang dianggap tepat oleh aktor-aktor yang terlibat adalah kebijakan pengurangan risiko bencana inklusif yang berbasis right on.. Kata kunci: Disabilitas, Inklusif, Penguranfan Risiko Bencana, Agenda Setting

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 12 (2015) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue