cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Perkotaan Di TPA Benowo (Studi Pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya) Ardhitania, Bella Putri
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 12 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : City Waste Management in TPA Benowo ( Study on Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya). Surabaya is famous with its clean environment. The government will do any effort in order to keep the city clean. The waste management is one of the actual public service done by Dinas Kebersihan dan Pertamanan of Surabaya city and it is a meritorious service. The waste management in TPA Benowo is still conventional which is still traditional in many aspects; waste collecting, waste loading, and waste disposal. This conventional system causes waste hoarding in TPA. Therefore, Dinas Kebersihan dan Pertamanan of Surabaya involves society and privates in order to manage the city waste. Governance is a concept which government could involve society and privates to run the government. Dinas Kebersihan dan Pertamanan of Surabaya also applies the Governance system in managing the city waste. Starting from house, market, hospital until waste in TPA Keywords: waste management, public service, governance,conventional Abstrak: Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Perkotaan di TPA Benowo (Studi pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya) Surabaya terkenal dengan kebersihan kotanya. Pemerintah melakukan berbagai cara untuk menjaga kebersihan Kota Surabaya. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Dinas kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya  merupakan suatu bentuk pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakatnya. Pelayanan publik yang diberikan berupa pelayanan jasa. Pengelolaan sampah Kota Surabaya sebagian besar masih menggunakan metode konvensional. Pengelolaan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya melibatkan sektor masyarakat maupun swasta dalam pengelolaan sampah perkotaan. Governance merupakan sebuah konsep dalam menyelenggarakan pemerintahan, dimana pemerintah dapat melibatkan masyarakat maupun sektor swasta. Hal ini yang juga dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dalam melakukan pengelolaan sampah perkotaan.mulai dari sumber sampah, seperti sampah rumah tangga, pasar, rumah sakit hingga sampah di TPA Benowo. Kata kunci: pengelolaan sampah, pelayanan publik,governance, konvensional
Pengembangan Kapasitas Dalam Rangka Peningkatan Kinerja BAPPEDA (Studi pada BAPPEDA Kabupaten Malang) Kurniawan, Gigih
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 12 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Capacity Building in BAPPEDA Performance Improvement Framework (Studies in BAPPEDA Malang). This study sought to examine more deeply related BAPPEDA effort Malang to improve performance through capacity building that focuses on three aspects, namely: individual, organizational, and systems. Based on the data analysis it can be concluded that, capacity building in order to improve the performance BAPPEDA manifested in several ways, including: Improved performance in individual indicators realized by employee training, employee discipline presence, as well as employee rights record; Improved performance of the indicator is realized by rolling employee organization, social gathering, absorption, the ratio of the budget, the achievement of the program, and the revitalization of public communication; Improved performance of the indicator system. In this case realized with improved SOP, minutes of meetings, and the revitalization of PP 53 Year 2010. Keywords: capacity building, improved pervormance, BAPPEDA Malang Abstract: Pengembangan Kapasitas Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Bappeda (Studi Pada Bappeda Kabupaten Malang). Penelitian ini berusaha mengkaji lebih dalam terkait upaya BAPPEDA Kabupaten Malang untuk meningkatkan kinerja melalui capacity building yang fokus pada tiga aspek,yakni: individu, organisasi, dan sistem. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa, capacity building BAPPEDA dalam rangka peningkatan kinerja diwujudkan dalam beberapa hal, antara lain: Peningkatan kinerja dalam indicator individu diwujudkan dengan diklat pegawai, presensi disiplin pegawai, serta catatan pelanggaran pegawai; Peningkatan kinerja dalam indikator organisasi diwujudkan dengan rolling pegawai, social gathering, penyerapan anggaran, rasio anggaran, pencapaian program, dan revitalisasi komunikasi publik; Peningkatan kinerja dalam indikator sistem. Dalam hal ini diwujudkan dengan perbaikan SOP, notulensi rapat, dan revitalisasi PP No. 53 Tahun 2010.   Kata kunci: Pengembangan Kapasitas, Peningkatan Kinerja, BAPPEDA Kabupaten Malang
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dari Desa Tertinggal Menuju Desa Tidak Tertinggal (Studi di Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati) Andini, Ully Hikmah
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.714 KB)

Abstract

Abstract: Economic Empowerment from Underdeveloped Village to Developed Village (Study in Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati). The condition of Muktiharjo village is in underdeveloped, so need a way through economic empowerment. The research was a qualitative descriptive study using the technique of interactive analysis by Miles and Huberman. The result of this study indicated that economy potential that exist in Muktiharjo village are agriculture sector, fishery sector, tourism sector and micro and small enterprises sector. Economic empowerment that is done by regency government are as a planner, facilitator, supervisor and evaluator. Subdistrict government as a facilitator between regency government and village government. And village government such as become the society as a subject and object the development, increase the participation of society and give the empowerment through training and education, build the cooperation and build the public facilities that needed by society. The supporting factors in this research are the existing of great natural and human resources, globalization and development of technology. The obctacling factors are low of modal, public facilities and participation of society. Keywords: national development, economic empowerment, underdeveloped village Abstrak:Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dari Desa Tertinggal Menuju Desa Tidak Tertinggal (Studi di Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati). Kondisi Desa Muktiharjo masih tertinggal, sehingga perlu adanya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitianiniadalahpenelitiankualitatifdeskriptifdenganteknikanalisisinteraktif menurutMiles dan Huberman.Hasil daripenelitianinimenunjukkanbahwapotensi ekonomi di Desa Muktiharjo adalah pertanian, perikanan, pariwisata dan UKM. Pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten adalah sebagai perencana, fasilitator, pengawas dan evaluator. Pemeritah kecamatan sebagai fasilitator antara pemerintah kabupaten dan desa. Dan pemerintah desa meliputi menjadikan masyarakat sebagai subjek dan objek pembangunan, meningkatkan partisipasi masyarakat dan melakukan pemberdayaan seperti memberikan pelatihan/pendidikan kepada masyarakat, mendirikan koperasi simpan pinjam serta membangun sarana dan prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat. Faktor pendukung yang ada meliputi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, globalisasi dan kemajuan teknologi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah terbatasnya modal, sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat yang rendah.   Kata kunci: pembangunan nasional, pemberdayaan ekonomi masyarakat, desa tertinggal
Kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Melestarikan Kesenian Reog Tulungagung (Studi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung) Sumantri, Arya Surya
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cooperation of Local Government and Society to Preserve Reyog Tulungagung (Studies in the Department of Culture, Tourism, Youth and Sports of Tulungagung Regency). Development is an attempt to improve society aspects and state. One of contributing factors in development is cultural sector. There needs to be cooperation between local government and society to preserving local arts, particularly Reyog Tulungagung, which is the original arts of Tulungagung. The research method is qualitative with descriptive approach. The results of this research is the cooperation intertwined between the government and society is not maximized, particularly Reyog art of Tulungangung. Lack of good communication between the government and society the main obstacle in this cooperation. Moreover, the role of the private sector has not been maximixed to support the preservation of the arts Reyog Tulungagung. In order to this cooperation well, there’s needs to be improve of communication system between the government and society, make special programs which related to cultural preservation Reyog Tulungagung in particularly, the government capable more responsibility and responsive to issues which related to preservation of local culture, the society expected more creative in developing of existing art, maximize the role of private support to preserve the local arts. Keywords: Development, Good Governance, Society Partnerships and Government, Art. Abstrak: Kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Melestarikan Kesenian Reyog Tulungagung (Studi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung). Pembangunan merupakan upaya untuk meningkatkan aspek kehidupan masyarakat dan bernegara, salah satu faktor pendukung dalam pembangunan adalah bidang kebudayaan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kesenian daerah khususnya Reyog Tulungagung, yang merupakan kesenian asli Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah kerjasama yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat belum maksimal, khususnya kesenian Reyog Tulungangung. Kurangnya komunikasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat menjadi penghambat utama dalam kerjasama ini. Selain itu swasta kurang begitu dimaksimalkan perannya dalam membantu melestarikan Kesenian Reyog Tulungagung. Agar kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, perlu adanya perbaikan sistem komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, membuat program khusus yang berkaitan dengan pelestarian budaya khususnya Reyog Tulungagung, pemerintah mampu lebih tanggung jawab dan responsif terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan pelestarian budaya daearah, masyarakat diharapkan lebih kreatif dalam mengembangkan kesenian yang ada, memaksimalkan peran swasta dalam membantu melestarikan kesenian daerah. Kata kunci: Pembangunan, Good Governance, Kemitraan Masyarakat dan Pemerintah, Abstrak: Kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Melestarikan Kesenian Reyog Tulungagung (Studi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung). Pembangunan merupakan upaya untuk meningkatkan aspek kehidupan masyarakat dan bernegara, salah satu faktor pendukung dalam pembangunan adalah bidang kebudayaan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kesenian daerah khususnya Reyog Tulungagung, yang merupakan kesenian asli Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah kerjasama yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat belum maksimal, khususnya kesenian Reyog Tulungangung. Kurangnya komunikasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat menjadi penghambat utama dalam kerjasama ini. Selain itu swasta kurang begitu dimaksimalkan perannya dalam membantu melestarikan Kesenian Reyog Tulungagung. Agar kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, perlu adanya perbaikan sistem komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, membuat program khusus yang berkaitan dengan pelestarian budaya khususnya Reyog Tulungagung, pemerintah mampu lebih tanggung jawab dan responsif terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan pelestarian budaya daearah, masyarakat diharapkan lebih kreatif dalam mengembangkan kesenian yang ada, memaksimalkan peran swasta dalam membantu melestarikan kesenian daerah. Kata kunci: Pembangunan, Good Governance, Kemitraan Masyarakat dan Pemerintah, Abstrak: Kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Melestarikan Kesenian Reyog Tulungagung (Studi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung). Pembangunan merupakan upaya untuk meningkatkan aspek kehidupan masyarakat dan bernegara, salah satu faktor pendukung dalam pembangunan adalah bidang kebudayaan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kesenian daerah khususnya Reyog Tulungagung, yang merupakan kesenian asli Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah kerjasama
Gaya Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan Fisik Desa (Studi di Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang) Fathoni, Mukhamad
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.251 KB)

Abstract

Abstract: Head of Village’s Leadership Style in Physical Development Village (The study in Denok village, Subdistrict of Lumajang, City of Lumajang). Head of village is the head government in a village who is expected can regulate village administration well in giving service to society. Thus if the head of village presents his good performance in holding village administration, it will affect to the government administration in city, province, until center government. Head of village as a leader in village has some aspects of characteristics / leadership style that can help him in making a good relationship with his society. Head of village’s leadership style has a close relationship with the purpose to be achieved by the village government. Thus, head of village’s behavior / leadership style is always connected with head his activities in directing, motivating, communicating, making decision, and controlling government apparatus to succeed the purpose of village government. This study aims to find out head of village’s leadership style in physical village development. Keywords: leadership, leadership style, physical village development Abstrak: Gaya Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan Fisik Desa (Studi di Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang). Kepala desa merupakan kepala pemerintahan di tingkat desa diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan desa dengan baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga apabila kepala desa menunjukkan kinerja yang bagus dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, maka akan berpengaruh juga pada kinerja pemerintahan pada tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Kepala desa sebagai seorang pemimpin di lingkup desa memiliki aspek-aspek kepribadian khas/gaya kepemimpinan yang dapat menunjang usahanya dalam mewujudkan hubungan yang baik dengan anggota masyarakatnya. Gaya kepemimpinan kepala desa erat hubungannya dengan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu pemerintahan desa. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan kepala desa selalu dihubungkan dengan kegiatan kepala desa dalam mengarahkan, memotivasi, berkomunikasi, pengambilan keputusan, dan pengawasan anggotanya untuk mewujudkan tujuan pemerintahan desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala desa dalam pembangunan fisik desa. Kata kunci: kepemimpinan, gaya kepemimpinan, pembangunan fisik desa
Pengembangan Kapasitas Perusahaan Daerah Pasar Kota Kediri Melalui Penerapan Sistem Informasi Pasar Kesumaningtias, Adinda
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.065 KB)

Abstract

Abstracts: Capacity Building of Market Local Government-owned Company of Kediri Through the Implementation of Market Information Systems. Capacity building through the implementation of market information system has provided many benefits to achieve the expected goals earlier. Reinforced by the results of the application of market information system, namely an increase in levy income, reduced levels of financial fraud, as well increasing the ability of employees. Despite the persistence of the factors that contsrain the ability of human resources is low, frequent personnel transfers and lack of attention to the management of market information systems. Keywords: employees, capacity, market information system Abstrak: Pengembangan Kapasitas Perusahaan Daerah Pasar Kota Kediri Melalui Penerapan Sistem Informasi Pasar. Pengembangan Kapasitas melalui penerapan Sistem Informasi Pasar telah memberikan banyak manfaat untuk mencapai tujuan yang diharapkan sebelumnya. Diperkuat dengan hasil penerapan Sistem Informasi Pasar, yakni peningkatan pendapatan retribusi, berkurangnya tingkat penyelewengan keuangan, serta meningkatnya kemampuan pegawai. Meskipun masih adanya faktor yang menjadi penghambat yaitu, kemampuan SDM yang rendah, seringnya terjadi mutasi pegawai serta kurangnya perhatian manajemen terhadap sistem informasi pasar. Kata kunci: pegawai, kapasitas, sistem informasi pasar
Gaya Kepemimpinan Lurah Sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan (Studi pada Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang) Aprilianti, Silvia
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.968 KB)

Abstract

Abstract:The Leadership Style of Urban Village's Head as Efforts to Increase Society Participation in Development (Study of Kelurahan Sukun, Sukun Subdistrict Malang City. The successful implementation of community development it is depend on the government and society. The process of good governance reflected by the leadership from leader. The leadership of  a leader is the important issue to organize society in their place to participate in development participation in development participation.  Leader can grow the trust to his community with a style of leadership in accordance with the desire of the community. This research is done with purpose to know , describing and analyze the style of Head Kelurahan Sukun leadership in Malang City and the level of urban village community participation in the development of Sukun. Research method used is descriptive with a qualitative approach . The results of this research has been done show that the style of leadership head of Sukun Malang leadership style is democratic. Community participation created through mutual cooperation of road construction , social work environment , the formulation of urban development planning and with the advice is always say in society to the head of urban village to the creation of better . Keywords: style of leadership, community participation, leadership of urban village's head Sukun Malang City   Abstrak: Gaya Kepemimpinan Lurah Sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan (Studi pada Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang). Keberhasilan pelaksanaan pembangunan masyarakat (community development) sangat bergantung kepada peranan pemerintah dan masyarakatnya. Proses pemerintahan yang baik tercermin dari kepemimpinan seorang pemimpinnya. Kepemimpinan seorang pemimpin merupakan hal penting dalam mengoorganisir masyarakat didaerahnya agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Pemimpin dapat menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat yang dipimpinnya dengan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan keinginan masyarakatnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui, mendiskripsikan dan menganalisis gaya kepemimpinan Lurah Sukun Kota Malang dan tingkat partisipasi masyarakat Kelurahan Sukun dalam pembangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitianyang telah dilakukan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Lurah Sukun Kota Malang adalah gaya kepemimpinan demokratis. Partisipasi warga tercipta melalui gotongroyong pembangunan jalan, kerja bakti lingkungan, perumusan perencanaan pembangunan Kelurahan serta dengan adanya saran yang selalu di ungkapkan mayarakat kepada Lurah untuk terciptanya Kelurahan yang lebih baik.   Kata kunci: gaya kepemimpinan, partisipasi masyarakat, kepemimpinan Lurah Sukun
Pengembangan Objek Pariwisata Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal Santosa, Eren Dea Ajeng Inggil
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.967 KB)

Abstract

Abstract: Object Development Tourism in Developing Local Economy . Tourism development aimed to make progress and develop tourism in a better direction in terms of quality of infrastructure , easy access anywhere , into the desired destination , and makes both economic benefits for local communities . This study aims to provide an overview of the development of the Banyu Biru Attractions in improving the local economy . The method used is descriptive to explain the development of attractions Banyu Biru Pasuruan , and the second is to provide an analysis of the factors driving and inhibiting the development of attractions Banyu Biru Pasuruan . Recommendations can be given related to the achievement of development goals attractions Banyu Biru is the ones held by the government about the importance of maintaining attraction , required public awareness and government emergency response issues that hamper the development of attractions , special promotions aimed at investors , and doing promotion for the attraction Banyu Biru specifically . Keywords: tourism, tourism development, local economy Abstrak: Pengembangan Objek Pariwisata Dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal. Pengembangan pariwisata dilakukan bertujuan untuk menjadikan pariwisata maju dan berkembang kearah yang lebih baik dari segi kualitas sarana prasarana, memudahkan akses kemana saja, menjadi destinasi yang diinginkan, dan menjadikan manfaat yang baik secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengembangan Objek Wisata Banyu Biru dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menjelaskan pengembangan objek wisata Banyu Biru Kabupaten Pasuruan, dan yang kedua adalah memberikan analisis terhadap faktor pendorong dan penghambat dalam pengembangan objek wisata Banyu Biru Pasuruan. Rekomendasi yang dapat diberikan terkait ketercapaian tujuan pengembangan objek wisata Banyu Biru adalah dengan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah tentang pentingnya memelihara objek wisata, diperlukan kesadaran masyarakat dan pemerintah dalam tanggap darurat masalah-masalah yang menghambat pengembangan objek wisata, melakukan promosi khusus yang ditujukan untuk para investor, dan melakukan promosi untuk objek wisata Banyu Biru secara khusus. Kata kunci: pariwisata, pengembangan pariwisata, ekonomi lokal
Strategi Pengembangan Industri Kecil Kripik Tempe Di Desa Karangtengah Prandon Kabupaten Ngawi (Studi pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Ngawi) Gumelar, Bayu
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.556 KB)

Abstract

Abstract : The Development Strategy Of Tempe Chips Local Industries In Karangtengah Prandon Village Ngawi District (Studies in Dinas Koperasi, UMKM and Perindustrian Ngawi District)). Small industrial sector is one of the locomotive that is crucial for development and economic growth in many countries in the world. The existence of small industries in the process of economic development of developing countries pressed and unmatched by any large-scale enterprise sector with all its negative effects one industrial sector in Ngawi slow but growing number of small home appliances industry. Various constraints faced by entrepreneurs chips tempeh is market access. Because entrepreneurs market their products crispy tempeh indirectly, namely marketing through intermediaries or sold to collectors as well as the number of chips tempe entrepreneurs who do not have a trading permit, thus permitting aspects ignored by some employers crispy tempe. The method used in this study was descriptive using qualitative approach. The focus of research (1) Strategi of Department of Cooperatives, UMKM and Industry Ngawi for the development of small industries in the village crispy tempeh Karangtengah Prandon Ngawi. (2) Supporting factors and obstacles faced by the Department of Cooperatives, UMKM and Industry Ngawi for the development of small industries in the village crispy tempeh Karangtengah Prandon Ngawi. Keywords: strategy development , small industries Abstrak: Strategi Pengembangan Industri Kecil Kripik Tempe  Di Desa Karangtengah Prandon Kabupaten Ngawi (Studi pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Ngawi). Sektor industri kecil merupakan salah satu lokomotif yang krusial bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi banyak di negara di dunia. Eksistensi industri kecil di dalam proses pembangunan ekonomi negara berkembang terdesak dan tersaingi oleh sektor usaha skala besar dengan segala efek negatifnya salah satunya sektor industri di Kab. Ngawi yang berjalan lambat namun terus meningkat jumlah industri kecil rumah tangga. Berbagai kendala yang dihadapi oleh pengusaha kripik tempe adalah akses pemasaran. Karena pengusaha kripik tempe memasarkan produksinA tidak langsung, yakni pemasaran melalui perantara atau dijual ke pengepul serta banyaknya pengusaha kripik tempe yang belum memiliki ijin usaha perdagangan, sehingga aspek perijinan diabaikan oleh beberapa pengusaha kripik tempe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian (1) Strategi Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Ngawi dalam pengembangan industri kecil kripik tempe di Desa Karangtengah Prandon Kabupaten Ngawi (2) Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Ngawi dalam rangka pengembangan industri kecil kripik tempe di Desa Karangtengah Prandon Kabupaten Ngawi. Kata kunci : strategi pengembangan, industri kecil
Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah Di Kota Malang (Studi di Dinas Pendidikan Kota Malang) Regina, Bonita
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.887 KB)

Abstract

Abstract: The Implementation Of Policy School Operational Assistance In Malang (Study At Department Of Education Malang). Regional autonomy authorizes local governments to be responsible for each region. Government policies that are expected to improve the education that the School Operational Assistance policy. BOS management is the responsibility of each school run by the Head of School, School Treasurer, and the School Committee. This research is a descriptive qualitative study aimed to determine the BOS policy implementation in the city of Malang. The problem that occurs is the lack of BOS funds received by some schools, the school is less timely in reporting use of the funds, the lack of ability of teachers who became treasurer or BOS fund managers, as well as the lack of clear information received related public free schools. Therefore, the necessary training or upgrading capabilities for the officers involved on the BOS, transparency through the media available, more details of the information provided to the public through the medium of television, radio, or print media related to the notion of free schooling and explained with thorough and sustainable. Keywords: policy, school, school operational assistance Abstrak: Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah Di Kota Malang (Studi di Dinas Pendidikan Kota Malang). Otonomi daerah memberikan kewenangan Pemerintah Daerah untuk bertanggung jawab atas setiap daerahnya. Pemerintah membuat kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan pendidikan yaitu kebijakan Bantuan Operasional Sekolah. Pengelolaan BOS menjadi tanggung jawab setiap sekolah yang dikelola oleh Kepala Sekolah, Bendahara Sekolah, dan Komite Sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan BOS yang ada di kota Malang. Permasalahan yang terjadi yaitu kurangnya dana BOS yang diterima beberapa sekolah, kurang tepat waktu pihak sekolah dalam memberikan laporan penggunaan dana BOS, kurangnya kemampuan guru yang menjadi bendahara atau pengelola dana BOS, serta kurang jelasnya informasi yang diterima masyarakat terkait sekolah gratis. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan atau upgrading kemampuan bagi petugas-petugas yang terlibat pelaksanaan BOS, adanya transparansi melalui media yang tersedia, lebih jelasnya informasi yang diberikan kepada masyarakat melalui media televisi, radio, ataupun media cetak terkait anggapan sekolah gratis dan dijelaskan dengan menyeluruh dan berkelanjutan.   Kata kunci: bantuan operasional sekolah, kebijakan, sekolah

Page 64 of 268 | Total Record : 2676


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 12 (2016) Vol. 4 No. 12 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue