cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 7 (2018)" : 51 Documents clear
PENGARUH UKURAN LUBANG TANAM DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL TANAMAN GAHARU (Aquilaria malaccensis L.) Suwandono, Adi; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i7.767

Abstract

Pertumbuhan tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis L.) membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai untuk dapat tumbuh dengan baik sehingga tidak terjadi stagnasi. Ukuran lubang tanam yang lebih lebar dapat memberikan ruang bagi perakaran tanaman untuk mempermudah akar dalam memperoleh nutrisi yang dibutuhkan. Pupuk kandang juga berperan penting terhadap pertumbuhan tanaman dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari interaksi ukuran lubang tanam dan pupuk kandang dalam pertumbuhan vegetative awal tanaman gaharu. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2016 di unit usaha akademik Agro Techno Park Universitas Brawijaya di desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun secara Rancangan Acak Kelompok dengan ukuran lubang tanam sebagai faktor pertama dan pupuk kandang sebagai faktor kedua. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ukuran lubang tanam dan pupuk kandang terdapat pada variabel jumlah daun pada umur 14 minggu setelah tanam, jumlah cabang baru dan jumlah daun gugur masing-masing pada umur 5 sampai 14 minggu setelah tanam. Pengaruh nyata perlakuan lubang tanam dan pupuk kandang terdapat pada variabel tinggi tanaman. Sedangkan pada pamareter lain tidak ditemukan interaksi maupun pengaruh nyata.
PENGATURAN WAKTU TANAM DAN JUMLAH BIBIT TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta) Cahyani, Agustina Rizky; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/768

Abstract

Lahan sebagai salah satu faktor produksi dalam  usaha tani, dari tahun ke tahun semakin berkurang karena digunakan untuk kegiatan pembangunan diluar sektor pertanian. Solusi yang dapat kita lakukan yaitu dengan pola tanam tumpangsari. Budidaya ubi kayu (Manihot esculenta) sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan padi gogo (Oryza sativa L.) sebagai tanaman sela yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Ubi kayu  termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak berbatang bulat, berkayu bersih tidak berbulu,bercabang, dan sebagian akar berkembang menjadi tuber (Radjit, Budhi dan Prasetiaswati 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk memperoleh produksi ubi kayu dan padi gogo yang optimal dengan upaya memeperkecil kompetisi antar tanaman yakni dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit  padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dibandingkan dengan kontrol (Orthogonal Kontras) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. K = Tanaman Ubi Kayu monokultur, Faktor I  : Waktu Tanam (T1 = 1 minggu sebelum ubi kayu, T2 = 2 minggu sebelum ubi kayu, T3 = 3 minggu sebelum ubi kayu), Faktor II   : Jumlah Bibit (B1 = 1 bibit tanaman padi gogo, B2 = 3 bibit tanaman padi gogo, B3 = 5 bibit tanaman padi gogo). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), yang di uji lanjut dengan BNT 5%. Perlakuan yang paling tepat adalah 2 minggu sebelum ubi kayu dan 3 bibit tanaman padi gogo, sehingga menyebabkan rendahnya kompetisi antara tanaman ubi kayu dan padi gogo, sehingga hasil panen ubi kayu dan padi gogo akan tetap baik.
PERANAN BEBERAPA JENIS MULSA DAN SISTEM OLAH TANAH PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU Royyani, Ahmad Thoriq; Fajriani, Sisca; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.528 KB) | DOI: 10.21776/769

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga di Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah yang banyak dibudidayakan. Prospek pengembangan kacang hijau cukup bagus, mengingat permintaan yang hampir selalu meningkat setiap tahun. Permasalahan dalam pengelolaan tanaman kacang hijau di tingkat petani adalah masih rendahnya produktivitas hasil. Upaya peningkatan produktivitas  tanaman kacang hijau perlu dilakukan, khususnya menciptakan lingkungan tumbuh yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok Faktorial dan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2016 di Dusun Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Interaksi antara perlakuan sistem olah tanah dan jenis mulsa. Perlakuan olah tanah minimum dengan perlakuan mulsa jerami memberikan interaksi tertinggi pada bobot biji sebesar 25,73%. Perlakuan sistem olah tanah minimum memberikan hasil tinggi tanaman lebih tinggi 13,08% perlakuan tanpa olah tanah. Perlakuan mulsa jerami memberikan hasil bobot kering total tanaman lebih tinggi 30,63% dibandingkan dengan tanpa perlakuan mulsa.
UJI DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium cepa var ascalonicum L ) DAN PEMBERIAN DOSIS BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Sinaga, Fadlan Ansyari; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/770

Abstract

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum L ) merupakan komoditas yang diunggulkan beberapa daerah di Indonesia. Masalah utama dari usaha tani bawang merah di Indonesia adalah keadaan lingkungan yang tidak sesuai sehingga meningkatkan resiko kegagalan panen, yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, sehingga mengakibatkan kerusakan mikroorganisme di dalam tanah. Upaya yang dapat di lakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari pertumbuhan dan hasil produksi bawang merah bawang merah dengan memberikan bahan organik. Bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur dan akar lebih mudah untuk menembus tanah untuk menyerap unsur hara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2016 di Desa Pajeng Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor Faktor 1 = varietas, (varietas manjung dan Bauji). Faktor 2 = Dosis bahan organik : (0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha, 40 ton/ha). Data pengamatan dianalisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Pada  parameter luas daun terjadi interaksi antara perlakuan, perlakuan varietas Manjung dengan dosis bahan organik 10 ton/ha menghasilkan luas daun yang lebih luas dari pada varietas Bauji dengan dosis bahan organik lainnya. Pemberian bahan organik sebanyak 20 ton/ha menghasilkan bobot kering umbi paling tinggi dari perlakuan lainnya.
PENGARUH KONSENTRASI GA3DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAPPEMECAHAN DORMASI DAN PERTUMBUHAN GLADIOL (Gladiolus hybridus L.) VARIETAS HOLLAND MERAH Bajafitri, Amul Heksa; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/771

Abstract

Gladiol (Gladiolus hybridus L.) merupakan komoditas bunga potong potensial karena memiliki nilai estetika dan ekonomis yang tinggi. Namun, berdasarkan data BPS, produksi gladiol sebagai bunga potong sejak tahun 2010 terus mengalami penurunan. Hal Tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya dormansi pada subang gladiol yang digunakan sebagai bahan tanam. Salah satu cara kimia yang dianggap mampu untuk mempercepat berakhirnya masa dormansi adalah dengan aplikasi GA3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi GA3 dan lama perendaman terhadap pemecahan dormansi dan pertumbuhan gladiol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2016 di greenhouse di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan GA3 dilakuakan dengan menggunakan6 taraf konsenrasi yaitu 0 mL/L (K0), 50 mL/L (K1), 75 mL/L (K2), 100 mL/L (K3), 125 mL/L (K4) dan 150 mL/L (K5), serta 2 taraf lama perendaman yaitu 24 jam (L1) dan 48 jam (L2). Terdapat 12 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi GA3 dan lama perendaman pada parameter waktu muncul tunas, panjang tunas dan tinggi tanaman pada umur pengamatan 28 HST. Perlakuan kosentrasi GA3 75mL/L menghasilkan rerata panjang tanaman terbaik dan waktu muncul bunga tercepat diantara semua perlakuan. Sementara itu, perlakuan lama perendaman 24 jam menghasilkan rerata panjang tanaman, jumlah daun dan waktu muncul bunga yang lebih baik dibandingkan perlakuan lama perendaman 48 jam.
PENGARUH APLIKASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Arsy, Andra Fatiqha; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/772

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman sayuran dari famili Solanaceae. Pada budidaya terung, sering dijumpai bunga terung yang gugur atau gagal membentuk buah. Diketahui tingkat fruit set pada tanaman terung antara 30% hingga 40%. Sehingga, dibutuhkan penambahan hormon eksogen atau zat pertumbuhan tanaman seperti GA3 untuk menginduksi pembentukan organ tanaman terutama organ bunga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi antara konsentrasi GA3 dan varietas terung terhadap pertumbuhan dan hasil terung.Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Juli 2016 di Kecamatan Turen Kabupaten Malang.Penelitian ini adalah percobaan faktorial yang dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dan diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan terdiri dari dua tahap yakni pengamatan pertumbuhan dan pengamatan hasil atau panen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi GA3 dan varietas terung pada pengamatan diameter batang dan jumlah daun, yakni pada perlakuan konsentrasi GA3 45 ppm.
PENGARUH VOLUME KOMPOS PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) DALAM SISTEM VERTIKULTUR Setyawan, Angga Ady; Baskara, Medha; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/773

Abstract

Pentingnya sayuran sebagai sumber gizi dan serat memicu peningkatan kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran. Kebutuhan jumlah gizi yang dibutuhkan berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang memicu peningkatan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan industri. Semakin sempitnya lahan produktif di perkotaan menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas agar tetap produktif, salah satunya budidaya dengan sistem vertikultur. Upaya yang dapat dilakukan untuk menunjang sistem vertikultur dilakukan dengan memperhatikan media tanam yang akan digunakan. Perbandingan jumlah media tanam kompos, arang sekam dan tanah yang tepat dapat membantu mengoptimalkan tanaman kangkung yang ditanam secara vertikultur. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan mengetahui perbandingan volume kompos sebagai media tanam dengan sistem vertikultur. Penelitian ini dilaksanakan di Roof Garden Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Pada bulan Desember 2015 hingga Januari 2016, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 ulangan dan 6 perlakuan yaitu P1 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:0), P2 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:1), P3 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:2), P4 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:3), P5 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:4), dan P6 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:5). Hasil penelitian menunjukkan media tanam tanah, arang sekam, dan kompos (1:1:1) meningkatkan pertumbuhan sebesar 15% pada tinggi tanaman, 16% pada jumlah daun, 49% pada bobot segar total tanaman, 49% pada bobot segar konsumsi per tanaman, 48% pada bobot segar non konsumsi per tanaman, dan 7% pada jumlah cabang akar.
PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO DENGAN DEKOMPOSER Phanerochaete chrysosporium DAN PUPUK ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Wahyuni, Andi Nirma; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/774

Abstract

Produksi kulit buah kakao yang tinggi, yaitu sekitar 60% dari total produksi buah, memberi peluang untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik yang memiliki komposisi hara dan senyawa yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kulit buah kakao memiliki kandungan lignin yang tinggi yaitu mencapai 38,78%, sehingga mempengaruhi laju dekomposisi. Untuk mempercepat proses dekomposisi, maka dimanfaatkan Phanerochaete chrysosporium sebagai dekomposer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2016 di lahan percobaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Malang. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga didapatkan 48 unit percobaan. Analisis data menggunakan uji F (5%) untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan. Hasil uji F yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNJ (5%) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kulit buah kakao dengan dekomposer P. chrysosporium memberikan hasil rerata lebih tinggi dibandingkan kompos kulit buah kakao tanpa dekomposer P. chrysosporium pada dosis penambahan pupuk anorganik yang sama. Dosis 100% kompos kulit buah kakao memberikan hasil rerata lebih tinggi dibandingkan dosis 50% kompos kulit buah kakao.
PENGARUH NUTRISI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L. var. chinensis) DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUMBU Bahzar, Muhammad Hafizh; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/775

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L. var. chinensis) adalah jenis sayuran yang sering ditemui dan mudah untuk didapatkan. Namun produksi pakcoy di Indonesia belum mampu mengimbangi permintaan masyarakat yang relatif meningkat. Salah satu upaya untuk  meningkatkan produktivitas sawi pakcoy dapat dilakukan dengan teknik budidaya secara hidroponik. Pemberian larutan nutrisi  dan media tanam yang tepat akan meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di kebun hidroponik milik P.T. Agro Dua Satu Gemilang yang beralamat di Jl. Raya Sawunggaling No. 177 Jemundo dengan ketinggian tempat antara 23 - 32 mdpl dan suhu antara 28o C – 35o C,, pada bulan Juni sampai dengan September 2016. Penelitian ini adalah percobaan faktorial yang menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat interaksi antara larutan nutrisi dan komposisi media tanam terhadap luas daun dan bobot segar total tanaman pakcoy. perlakuan N1M3 (3 L AB mix + Arang Sekam) dan N2M3 (2 L AB mix + 1 L Biourin + Arang Sekam) menunjukkan luas daun daun dan bobot segar total yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan N1 (3 L AB mix) dan N2 (2 L AB mix + 1 L Biourin) menunjukkan tinggi tanaman dan berat kering total yang lebih tinggi dibandingkan N3 (1 L AB mix + 2 L Biourin) dan N4 (3 L Biourin). Perlakuan M1 (Rockwool) dan M3 (Arang Sekam) menunjukkan tinggi tanaman yang lebih tinggi dibandingkan M2 (Cocopeat).
KERAGAAN DUA VARIETAS PEPAYA (Carica papaya L.) BERDASARKAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF Putri, Dyas Dyasmita; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/776

Abstract

Keragaan tanaman merupakan hasil interaksi potensi genetik dengan lingkungan tempat tumbuh. Lingkungan tumbuh yang berbeda akan memberikan keragaan tanaman yang berbeda pula. Di Agro Techno Park Unversitas Brawijaya telah ditanam dua varietas pepaya yaitu California dan Thailand. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keragaan pada karakter kuantitatif dan kualitatif dan mengetahui tanaman yang berpotensi sebagai induk pada dua varietas pepaya tersebut. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang pada bulan November 2016 sampai Februari 2017. Metode pengambilan contoh tanaman dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan teknik mengundi anggota populasi (lottery technique). Contoh tanaman diambil 10% dari populasi. Variabel yang diamati berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan antar varietas. Sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada karakter kuantitatif yaitu pada karakter diameter batang, panjang bunga dan jarak antar ruas bunga. Sedangkan karakter kualitatif menunjukkan adanya perbedaan pada karakter warna batang, bentuk daun, bentuk sinus daun, warna cuping mahkota bunga jantan, bentuk buah dari bunga hermaphrodit dan bentuk pangkal buah hermaphrodit. Berdasarkan keragaan tanaman, pertumbuhan pepaya California terbaik yang berpotensi menjadi induk yaitu pada sampel nomor 11, 26, 32, 36 dan 37. Sedangkan pepaya Thailand terdapat pada sampel nomor 4, 6, 20, 24 dan 30.

Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue