cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 25 Documents clear
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Calon Varietas Jagung (Zea mays) pada Lahan Masam di Nunukan, Kalimantan Utara Orlimao, Sanu Dwi; Jaenun, M.; Sugiharto, Arifin Noor; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/991

Abstract

Pertumbuhan dan hasil jagung di lahan masam masih sangat rendah karena belum adanya benih jagung yang spesifik memiliki ketahanan terhadap pH masam. Kondisi lahan masam juga mengakibatkan hubungan antara pertumbuhan dan hasil yang berbeda bila dibandingkan dengan lahan yang bersifat netral. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil dari 10 calon varietas jagung yang diuji pada lahan masam di Nunukan, Kalimantan Utara. Korelasi antara pertumbuhan dan hasil dari 10 calon varietas jagung yang di uji juga dianalisis untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan masam. Bahan yang digunakan adalah benih dari 10 calon varietas jagung, pupuk kompos, NPK, Urea, KCl dan dolomit. Penelitian menggunakan RAK dengan 3 kali ulangan. Karakter yang diamati sebanyak 9 karakter pertumbuhan dan 11 karakter hasil dan komponen hasil. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Mei 2017 di Desa Semengkadu, Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dengan ketinggian tempat sekitar 3 mdpl. Hasil penelitian pada lahan masam di Nunukan, Kalimantan Utara menunjukan adanya dua calon varietas yang dapat direkomendasikan sebagai benih alternatif untuk produksi jagung dilahan masam yaitu yaitu UB 1 dan UB 11 yang memiliki pertumbuhan yang baik dan nilai produksi yang setara dengan varietas pembanding yaitu BISI-18. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa hasil tanaman jagung memiliki korelasi yang positif dengan tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, jumlah daun, bobot kering, laju asimilasi bersih (LAB) dan luas daun, selain itu hasil juga memiliki korelasi yang negatif dengan umur tasseling, umur silking, dan umur panen.
Respon Varietas Lokal Dan Varietas Unggul Nasional Terhadap Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Veronica, Neny Tiara; Setiawan, Adi; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/996

Abstract

Tanaman Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang menghasilkan beras setelah melalui berbagai proses sebagai bahan baku sumber utama makanan pokok khususnya di Indonesia. Penambahan bahan organik khususnya pada tanah sawah sangat diperlukan karena pada pupuk organik mengandung kadar unsur hara sangat rendah sehingga memerlukan dosis yang sangat tinggi yang menyebabkan kurang ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2017 berlokasi di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru,  Kota Malang, Jawa Timur. Ketinggian tempat 460 m dpl. Daerah ini memiliki suhu minimum 20°c dan suhu maksimum 28°c. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan total 30 petak percobaan. Pengamatan dilakukan pada tanaman sampel di setiap petak percobaan. Perlakuan V3 (varietas Cekece dengan pupuk anorganik 50% + pupuk organik 50 %) berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat kering tanaman, namun tidak berpengaruh nyata pada luas daun. Pada komponen hasil perlakuan V8 (varietas IR64 dengan pupuk anorganik 50% + pupuk organik 50 %) berpengaruh nyata pada jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai dan gabah kering giling namun tidak berpengaruh nyata pada persentase gabah isi dan bobot 1000 butir.
Pengaruh Posisi Penanaman dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Keberhasilan Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Lee Kwan Yew (Vernonia elliptica) Prasetyaningsih, Desy Dwi; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/997

Abstract

Tanaman Lee Kwan Yew (Vernonia elliptica) digunakan untuk vertical garden pada gedung tinggi untuk menutupi dinding kaca dari terpaan sinar matahari. Tanaman Lee Kwan Yew diperbanyak dengan stek batang, namun belum dilaporkan tingkat persentase keberhasilannya. Stek batang yang ditanam vertikal menghasilkan pertumbuhan yang baik, sedangkan stek yang ditanam horizontal menghasilkan tunas yang lebih banyak. Zat pengatur tumbuh merupakan salah satu faktor luar penentu keberhasilan suatu pertumbuhan tanaman contohnya adalah air kelapa dan Root-Up. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan posisi penanaman yang menghasilkan tanaman yang lebih dari satu serta mendapatkan ZPT yang memberikan pengaruh terbaik terhadap keberhasilan stek batang tanaman Lee Kwan Yew. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah polibag, batang Lee Kwan Yew, Root-up, larutan air kelapa muda, media tanam campuran tanah dan arang sekam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian dilaksanakan di greenhouse UPT Kebun Bibit Disperkim Kota Malang. Terdapat pengaruh yang nyata pada  perlakuan posisi tanam dan zat pengatur tumbuh terhadap keberhasilan pertumbuhan stek batang Lee Kwan Yew. Posisi penanaman horizontal menghasilkan tanaman Lee Kwan Yew lebih dari satu karena jumlah mata tunas yang menjadi tanaman. Posisi penanaman vertikal dengan penambahan Root-Up memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil stek seperti memberikan persentase keberhasilan tumbuh sebesar 98,33%, memiliki jumlah tunas lebih dari 3, panjang tanaman rata-rata mencapai 148,72 cm, jumlah daun rata-rata 56,15 helai, panjang akar rata-rata mencapai 32,63 cm dan memiliki bobot kering akar 1,71 g/tan.
Pengaruh Pemberian Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pada Tiga Varietas Tanaman Stroberi (Fragaria chiloensis L.) Ramadhan, Alvin Febrian; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/972

Abstract

Naungan merupakan salah satu upaya untuk dapat menciptakan atau merekayasa lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman strawberry, penggunaan naungan dapat menurunkan suhu udara maupun meningkatkan kelembaban. Naungan merupakan faktor utama sebagai penghalang sinar matahari yang berfungsi untuk menurunkan intensitas matahari dan sebagai pengendali gulma. Naungan buatan merupakan naungan yang biasanya terbuat dari bahan plastik dan dikenal dengan nama paranet. Fungsi utama dari paranet yaitu digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya yang diterima tanaman, juga untuk mengurangi suhu udara disekitar tanaman. Tujuan dari pembuatan naungan sendiri berfungsi sebagai faktor pendukung dalam syarat tumbuh tanaman strawberry pada dataran medium dan untuk dapat mengetahui pada ketinggian berapa naungan di letakkan di atas permukaan tanah dan efektivitas dari paranet tersebut dapat menunjukkan hasil yang baik. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi. Parameter pengamatan meliputi pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah daun, jumlah bunga dan jumlah buah. Pengamatan destruktif meliputi bobot buah per tanaman, bobot buah per buah dan volume buah. Terdapat interaksi antara perlakuan naungan dan varietas stroberi. Perlakuan naungan dan varietas berpengaruh nyata pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah stolon.
Korelasi dan Sidik Lintas Komponen Hasil Terhadap Hasil Tanaman Jarak Kepyar Lokal (Ricinus communis L.) Kurniawan, Ainur Rofiq Edy; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/973

Abstract

Tanaman jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman penghasil minyak untuk kebutuhan industri. Produksi jarak kepyar di Indonesia beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Sehingga salah upaya untuk meningkatkan produksi jarak kepyar ialah dengan menggunakan jarak kepyar lokal. Tanaman jarak kepyar lokal merupakan plasma nutfah yang sangat penting. Analisis korelasi dan sidik lintas sangat dibutuhkan untuk mengetahui hubungan keeratan dan kriteria seleksi sehingga nantinya dapat digunakan dalam program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai korelasi, pengaruh langsung maupun tidak langsung tanaman jarak kepyar lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2017 di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ±490 mdpl. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua ulangan. Aksesi yang digunakan yaitu sebanyak 22 aksesi, dalam satu ulangan ditanam lima benih per aksesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan pada karakter bobot tandan per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan jumlah buah per tanaman terhadap hasil pada jarak kepyar lokal, kemudian jumlah biji per tanaman merupakan karakter yang mempunyai pengaruh langsung positif besar sehingga dapat dijadikan kriteria seleksi pada tanaman jarak kepyar lokal.
Uji Toleransi Enam Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Cekaman Salinitas Wahyudi, Alief Rodhlian; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/974

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Luas lahan untuk budidaya cabai rawit semakin tahun semakin berkurang. Lahan marginal dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya cabai rawit akibat penurunan luas lahan yang terjadi karena alih fungsi lahan. Lahan salin merupakan lahan marginal yang cukup luas di Indonesia. Tingginya kadar garam menyebabkan sedikit tanaman yang dapat dibudidayakan. Pengujian tanaman pada lahan salin berkaitan dengan genotip yang toleran terhadap lahan salin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toleransi enam genotip potensial cabai rawit di lahan salin. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Karangampel Timur, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Malang pada bulan April 2017 hingga Oktober 2017. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu enam genotip cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, dan CRUB 6). Bahan lain yang digunakan dalam penelitian yaitu pupuk kandang kambing, pupuk daun, insektisida, dan fungisida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama (main plot) terdiri dari dua taraf kondisi cekaman yaitu, tanpa pemberian NaCl 0 ppm (kontrol) dan pemberian NaCl 4.000 ppm. Sedangkan enam genotip cabai rawit di tempatkan sebagai anak petak (sub plot). Hasil penelitian menunjukkan genotip CRUB 3 memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi berdasarkan peubah bobot per buah, diameter buah, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan berat kering akar dibandingkan dengan genotip yang lain. Pada perlakuan cekaman salinitas 4000 ppm menunjukkan genotip CRUB 5 dan CRUB 6 tidak toleran.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tahap Pre Nursery Pasaribu, Azka Ilafi; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/975

Abstract

Semakin banyaknya perkembangan perkebunan kelapa sawit menyebabkan tanah yang subur sulit didapatkan dan kebutuhan bibit kelapa sawit juga terus meningkat, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan lahan secara terus menerus sehingga tanah akan mengalami stress dan ketersediaan tanah subur semakin berkurang. Semakin berkurangnya ketersediaan tanah subur perlu dipertimbangkan kembali untuk mencari media tanam alternatif pada pembibitan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada di lahan pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Agustus hingga November 2017. Hasil Penelitian menunjukkan komposisi media tanam memberikan pengaruh nyata sama dengan tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Perlakuan komposisi media tanam berpengaruh terhadap panjang tanaman, diameter batang, panjang akar, bobot basah tanaman, dan bobot kering tanaman. Perlakuan media tanam P2 (kompos 100%) memberikan hasil panjang tanaman, diameter batang, dan panjang akar tertinggi. Perlakuan P9 (tanah 25% : kompos 50% : arang sekam 25%) memberikan hasil bobot basah tanaman tertinggi. Perlakuan P2 (kompos 100%) dan P9 (tanah 25% : kompos 50% : arang sekam 25%) memberikan hasil bobot kering tanaman tertinggi.
Keragaan Klon Tebu Unggul Harapan P3gi (Saccharum spp. hybrid) di Kediri dan Pasuruan Putri, Baity Sri Purnama; Widyasari, Wiwit Budi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/976

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produktivitas tebu melalui program pemuliaan yaitu dengan varietas unggul. Di dalam proses pemuliaan, klon tebu unggul harapan memerlukan pengujian pada lingkungan yang berbeda seperti Kediri dan Pasuruan untuk menguji kemampuan adaptasinya. Tebu memiliki susunan genetik yang sangat kompleks sehingga memiliki kemungkinan terjadi interaksi genotipe dan lingkungan (gxe).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya interaksi genotipe dan lingkungan pada keragaan klon tebu unggul harapan di kedua lokasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pasuruan dan Kabupaten Kediri pada Oktober 2016 hingga Juli 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan klon uji yaitu tujuh klon harapan hasil seleksi tahap ketiga dan tiga varietas komersial terdiri dari PS 881, Bululawang, dan Kidang Kencana sebagai pembanding. Dari populasi yang diuji daya kecambah, intensitas penyakit pohkabung dan mosaic, intensitas kerobohan, serta jumlah sogolan menujukkan adanya interaksi genotipe dan lingkungan.
Pertumbuhan Beberapa Klon Tebu Unggul Harapan P3GI (Saccharum spp. hybrid) di Dua Lokasi Pasuruan dan Malang Prasetyo, Danny Hary; Widyasari, Wiwit Budi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/977

Abstract

Salah satu usaha dalam peningkatan produksi gula adalah pembentukan varietas yang berasal dari persilangan intraspesifik dan interspesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan pertumbuhan 7 klon tebu unggul harapan yang ditanam di Malang dan Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2017 bertempat di Kebun percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), kota madya Pasuruan dan Kebun percobaan yang terletak di desa Sempalwadak, Kec. Bululawang, Kab. Malang. Bahan tanam yang digunakan yaitu 7 klon tebu unggul harapan bibit dua mata dengan varietas pembanding yaitu Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Interaksi genotip lingkungan yang nyata di uji lanjutan dengan BNJ taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat perbedaan penampilan pertumbuhan dimana lokasi Malang memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan lokasi Pasuruan. Perbedaan penampilan pertumbuhan tersebut dapat dilihat pada karakter persentase perkecambahan umur 1 bulan, tinggi batang (cm) umur 6 bulan dan diameter batang (mm) umur 6 bulan. Secara umum klon-klon yang di uji terlihat lebih unggul pada lokasi Malang. Klon PS 06-119 menunjukkan karakter pertumbuhan unggul pada parameter perkecambahan umur 1 bulan. Sedangkan pada parameter diameter batang (mm) dan tinggi batang (cm) umur 6 bulan klon dengan performa baik di-perlihatkan oleh PS 09-1531.
Keberhasilan Persilangan Pada Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Herlina, Della; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/978

Abstract

Salah satu upaya dalam mendapatkan keragaman genetik adalah dengan melakukan persilangan antar tetua. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan (persilangan) khususnya pada tanaman bunga matahari. Salah satu cara untuk mendapat hasil persilangan yang tinggi diperlukan waktu persilangan yang tepat. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 460 m dpl pada bulan April hingga Agustus 2017. Bahan yang digunakan 4 genotip yaitu HA45, HA10, HA50, dan HA11. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Hasil penelitian menunjukkan kemampuan persilangan tidak berpengaruh terhadap waktu persilangan yang bervariasi tetapi berpengaruh terhadap kombinasi tetua persilangan. Kemampuan persilangan pada kombinasi tetua persilangan ditunjukkan oleh karakter jumlah biji per bunga. Persentase jumlah biji per bunga meningkat pada kombinasi persilangan P4 sebesar 37%, P5 sebesar 49%, P6 sebesar 25% dan menurun pada kombinasi persilangan P1 sebesar 12% , P2 sebesar 6%, P3 sebesar 10%.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue