cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember" : 8 Documents clear
Pengaruh Pupuk Organik Cair dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Marigold (Tagetes erecta L.): Indonesia Pangidung, Nurfianto Giar Pangidung; Nihayati, Ellis Nihayati
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.05

Abstract

Marigold (Tagetes erecta L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hias bunga potong untuk upacara keagamaan yang memiliki nilai jual yang tinggi serta sebagai tanaman perangkap hama. Budidaya marigold yang secara intensif dengan input pupuk anorganik dan ketergantungan petani akan itu menyebabkan kesuburan tanah menurun. Salah satu solusi yang digunakan yaitu dengan aplikasi pupuk organik cair dan PGPR. Dalam aplikasinya dibutuhkan dosis dan cara aplikasi pupuk organik cair dan PGPR yang tepat agar hasil tanaman yang didapat lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan taraf tertentu POC yang memerlukan taraf tertentu PGPR  agar pertumbuhan dan hasil marigold menjadi optimal. Penelitian dilaksanakan pada lahan pekarangan di Perum. Griya Permata Alam FD-11, Desa Ngijo, Kec. Karangploso, Kab. Malang pada ketinggian 515 mdpl dan suhu rata-rata 23-25°C. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari April 2021-Juli 2021. Penelitian menggunakan desain rancangan petak terbagi dengan 3 taraf petak utama yaitu L0 (kontrol), L1 (Konsentrasi POC 5 ml/l), dan L2 (Konsentrasi POC 10 ml/l) serta 3 taraf anak petak yakni P0 (kontrol), P1 (Konsentrasi PGPR 10 ml/tanaman), dan P2 (Konsentrasi PGPR 20 ml/tanaman) yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara perlakuan POC dan PGPR dengan luas daun dimana setiap penambahan konsentrasi POC 10 ml/l membutuhkan dosis PGPR 20 ml untuk mendapatkan luas daun marigold terluas. Kedua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah bunga, diameter bunga, warna bunga, bobot segar tanaman, dan vase life bunga marigold sehingga aplikasi POC dan PGPR tidak direkomendasikan untuk tanaman marigold.
Pengaruh Beberapa Unsur Iklim (Curah Hujan, Suhu Udara, dan Kelembaban Udara) Terhadap Produktivitas Tanaman Jahe (Zingiber officinale) Setiawan, Rifqi; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.01

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) banyak diminati ketika Pandemik Covid 19 karena memiliki banyak manfaat. Unsur iklim mempunyai pengaruh penting dalam proses fisiologis tanaman jahe. Tujuan penelitian untuk mempelajari hubungan antara unsur iklim dengan produktivitas tanaman jahe di 3 kecamatan dan untuk menentukan unsur iklim yang dominan pengaruhnya terhadap produktivitas tanaman jahe di 3 kecamatan. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus - Oktober 2021 dengan metode survei di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Ngantang, Singosari, dan Tajinan. Teknik pengumpulan data penelitian dibagi menjadi 2. Data sekunder berupa unsur iklim dan produktivitas tanaman jahe dari 2002-2021 dianalisis dengan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel apabila ditemukan hubungan dilanjutkan dengan uji regresi berganda. Data primer berupa data wawancara dianalisis dengan skala likert. Hasil menunjukkan suhu udara rata-rata terdapat hubungan terhadap produktivitas tanaman jahe di Kecamatan Ngantang, Singosari, dan Tajinan. Unsur iklim suhu udara rata-rata merupakan unsur iklim yang dominan dengan pengaruh sebesar 61.1%, 50%, dan 57.8% terhadap produktivitas tanaman jahe di Kecamatan Ngantang, Singosari, dan Tajinan.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap Pemberian Pupuk N dan K Syahda, Alzena Aufannisa; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.06

Abstract

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman kelompok kacang-kacangan yang menjadi sumber protein nabati, serat, vitamin dan mineral. Produksi tanaman kacang panjang dari tahun 2015 hingga 2019 mengalami penurunan. Pemberian pupuk nitrogen dan kalium serta pemilihan varietas dapat digunakan dalam meningkatkan produksi kacang panjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan respon pemberian pupuk N dan K terhadap pertumbuhan dan hasil 2 varietas tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2022 di Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk N dan K serta faktor kedua yaitu varietas kacang panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas kacang panjang tidak memberikan respon yang berbeda terhadap pemberian dosis pupuk N dan K. Pemberian pupuk N 50 kg ha-1 dan pupuk K 50 kg ha-1 pada 42 HST mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman yaitu luas daun sebesar 10,63% serta mampu meningkatkan hasil panen yaitu bobot polong per tanaman sebesar 19,77%. Dua varietas kacang panjang tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Sapi dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Eka Sari, Dewi; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.07

Abstract

Tomat merupakan salah satu tanaman sayuran buah yang memiliki kandungan gizi dan nilai ekonomis yang tinggi. Penggunaan pupuk anorganik dan pertanian intensif dapat mengakibatkan ketidakseimbangan unsur hara dan mikrobiologi di dalam tanah sedikit. Oleh karena itu, upaya dalam budidaya tanaman tomat dapat menggunakan pupuk kandang sapi dan PGPR. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang sapi dan PGPR pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 3 ulangan, faktor pertama yaitu 3 taraf dosis pupuk kandang sapi yaitu S1 : dosis pupuk kandang sapi 5 ton ha-1, S2 : dosis pupuk kandang sapi 15 ton ha-1 dan S3 : dosis pupuk kandang sapi 25 ton ha-1 dan faktor kedua yaitu 3 taraf PGPR yaitu P1 : konsentrai PGPR 10 ml L-1, P2 : konsentrasi PGPR 20 ml L-1 dan P3 : konsentrasi PGPR 30 ml L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk kandang sapi dan PGPR menunjukkan adanya interaksi pada parameter pertumbuhan yakni tinggi tanaman dan jumlah daun. Serta pada parameter hasil yakni jumlah buah, fruit set, bobot buah per tanaman, total bobot buah per petak, dan total bobot buah per hektar. Pemberian dosis pupuk kandang sapi 25 ton ha-1 dengan konsentrasi PGPR 30 ml L-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman (32,49%), jumlah daun (8,43%), fruit set (70,42%), jumlah buah (14,24%), bobot buah per tanaman (14,21%), bobot buah per petak (14,06%) dan bobot buah per hektar (14,14%).
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Pemberian Dosis Pupuk ZA Qotrunanda Rokhadi, Meryta; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.08

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) menjadi salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia serta memiliki banyak manfaat. Peningkatan produksi tanaman bawang merah dapat diimbangi dengan teknologi budidaya dengan menambahkan sumber nitrogen yang bersumber dari pupuk ZA. Terdapat varietas unggul bawang merah beredar di masyarakat diantaranya varietas Biru Lancor, Super Philip, dan Batu Ijo. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan mendapatkan pengaruh dosis pupuk ZA terhadap tiga varietas tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2022 di Dusun Tampung, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 taraf dosis pupuk ZA yaitu D1: N 100 kg ha-1, D2: N 150 kg ha-1 , D3: N 200 kg ha-1 , D4: N 250 kg ha-1 dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf varietas yaitu V1: Biru Lancor, V2: Super Philip, V3: Batu Ijo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada parameter hasil yakni bobot segar total, bobot segar umbi. jumlah umbi, dan bobot umbi kering per rumpun, bobot kering total per rumpun, bobot umbi kering per petak, dan bobot umbi kering per hektar. Varietas Super Philip dengan pemberian dosis pupuk ZA N 150 kg ha-1 mampu meningkatkan bobot segar total per rumpun (55,33%), bobot segar umbi per rumpun (54,15%), jumlah umbi per rumpun (73,51%), bobot umbi kering per rumpun (55,11%), bobot kering total per rumpun (71,54%), bobot umbi kering per petak (49,34%), dan bobot umbi kering per hektar (49,43%).
Pengaruh Umur Panen Buah Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Embrio Dalam Kultur In Vitro sitepu, farah afifah; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.02

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman penghasil minyak tertinggi. Kultur jaringan merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan sebagai alternatif dalam perbanyakan kelapa sawit. Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan embrio kelapa sawit dalam kultur jaringan salah satunya adalah umur embrio. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan umur panen buah terhadap pertumbuhan embrio secara in vitro dan untuk mengetahui umur panen yang paling sesuai dalam pertumbuhan embrio kelapa sawit secara in vitro. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap dengan 1 faktor. Perlakuan pada penelitian ini adalah umur panen buah. Terdapat 4 taraf yaitu 3, 4, 5 dan 6 bulan setelah polinasi. Data pengamatan yang diperoleh dari hasil pengamatan akan dianasis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan taraf 5% untuk mengetahui nyata atau tidaknya perlakuan terhadap hasil pengamatan. Apabila hasil analisis nyata maka akan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian pengaruh umur panen buah kelapa sawit terhadap pertumbuhan embrio secara in vitro menampilkan adanya perbedaan nyata pada beberapa parameter pengamatan yaitu pada parameter waktu inisiasi tunas, persentase eksplan hidup, tinggi tunas,  jumlah daun dan jumlah klorofil. Berdasarkan hasil umur panen buah yang paling baik digunakan sebagai sumber eksplan merupakan buah yang dipanen pada waktu 3 bulan.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Jumlah Inokulan Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merril) Yudha Tri Baskara; Rahayu , Aldila Putri; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.03

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan penting di Indonesia yang berperan sebagai sumber protein nabati serta gizi bagi masyarakat. Produksi tanaman kedelai di Jawa Timur setiap tahun mengalami penurunan. Pentingnya upaya peningkatan hasil produksi kedelai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang meningkat di Indonesia. Keberhasilan budidaya kedelai tidak terlepas dari media tanam dan kebutuhan unsur hara N yang banyak pada tanaman kedelai. Media tanam berfungsi untuk membantu tanaman berdiri tegak dan kebutuhan unsur hara yang diserap oleh akar. Rhizobium sp. merupakan bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi media tanam dan jumlah inokulan rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian telah dilakukan di lahan screen house Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan Juni sampai September 2021. Percobaan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) factorial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. Data yang menunjukkan perbedaan antar perlakuan akan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Terdapat interaksi antara komposisi media tanam dan jumlah inokulan rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman kedelai, yaitu tinggi tanaman (14 hst), jumlah daun (35 dan 42 hst) dan bintil akar efektif. Pada kombinasi media dengan komposisi tanah : pupuk kandang kambing (3:1) ditambah inokulan rhizobium 9 g.kg-1  memberikan hasil lebih baik dibandingkan perlakuan lain pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bintil akar efektif. Pada budidaya tanaman kedelai, penggunaan media dengan komposisi tanah : pupuk kandang kambing (3:1) dengan menambah inokulan rhizobium 9 g.kg-1 dapat meningkatkan pertumbuhan kedelai yang lebih optimal.
Pengaruh Inokulasi Rhizobium dan Pupuk Anorganik NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) dina, annisa; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.04

Abstract

Kedelai merupakan sumber protein nabati bagi masyarakat. Produksi tanaman kedelai di Indonesia mengalami penurunan. Kebutuhan unsur N diperlukan dalam membantu penyerapan. Rhizobium sebagai  bakteri penyedia hara bagi tanaman kedelai. Rhizobium dan tanaman kedelai saling menguntungkan karena tanaman kedelai memberikan respon berupa bintil akar dan memperoleh hara N yang disediakan oleh bakteri Rhizobium. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi penambahan rhizobium dan pemberian pupuk anorganik NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai Januari 2022 di lahan petani yang berada di Desa Ampeldento, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari dua faktor yakni, Faktor pertama : Tanpa Rhizobium dan Rhizobium 10 g.kg-1. Faktor kedua Pupuk NPK : 100, 150, 200, 250, and 300 kg.ha-1. Dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian terdapat interaksi pada variabel, yaitu luas daun (35 dan 42 hst), jumlah bintil akar, bobot biji per tanaman dan bobot biji per hektar. Pada perlakuan tanpa rhizobium dengan pupuk NPK 250 kg.ha-1 lebih baik dibandingkan perlakuan NPK 100 dan 150 kg.ha-1. Pada perlakuan rhizobium 10 g.kg-1 dengan pupuk NPK 200, 250, dan 300 kg.ha-1 lebih baik dibandingkan pupuk NPK 100 dan 150 kg.ha-1. Inokulan rhizobium 10 g.kg-1 dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, dan bobot 100 biji dibandingkan tanpa rhizobium, sedangkan pada pemberian pupuk NPK 250 dan 300 kg.ha-1 dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah polong per tanaman, dan bobot 100 biji.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue