cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2025): Januari" : 8 Documents clear
Pengaruh Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Melon (Cucumis melo L.) Sistem Hidroponik Agustina, Isna Lutfia; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Peningkatan produksi melon dapat dilakukan melalui penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil melon sistem hidroponik. Penelitian dilakukan di CV. Happy Tani, Dau, Malang pada bulan Februari - Mei 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pertama konsentrasi PGPR yang terdiri dari 5 taraf, yakni: 0 ml/L, 5 ml/L, 10 ml/L, 15 ml/L, dan 20 ml/L. Sedangkan faktor kedua adalah frekuensi PGPR dengan 3 taraf, yakni: 1, 2, dan 3 minggu sekali, terdapat 15 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Variabel pengamatan meliputi bobot kering (tajuk, akar, dan total), bobot buah, diameter buah, panjang buah, ketebalan daging buah, indeks kemanisan buah, uji organoleptik, dan intensitas penyakit. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam, data yang menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi dan frekuensi PGPR. Perlakuan konsentrasi PGPR memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil pada variabel bobot kering (tajuk, akar, dan total), bobot buah, diameter buah, panjang buah, ketebalan daging buah, indeks kemanisan buah, uji organoleptik (tekstur, rasa aroma dan aftertaste), dan intensitas penyakit layu fusarium. Konsentrasi PGPR 15 dan 20 ml/L memberikan hasil lebih baik. Sedangkan perlakuan frekuensi PGPR memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil pada bobot kering akar, bobot buah, panjang buah, uji organoleptik (rasa, aroma, dan aftertaste). Frekuensi pemberian PGPR 2 minggu sekali memberikan hasil lebih baik.
Karakterisasi Morfologi Enam Calon Varietas Tanaman Jagung Pakan (Zea mays  L.) Putra, Mhd. Nurhadi; soetopo, lita
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kebutuhan dan produksi jagung pakan di Indonesia terus meningkat, namun angka produktivitas jagung pakan nasional masih sangat rendah. Peningkatan produktivitas dapat diupayakan dengan perakitan varietas unggul pada pemuliaan tanaman, yang akan melalui kegiatan karakterisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter kualitatif dan kuantitatif enam calon varietas tanaman jagung pakan, serta mengidentifikasi calon varietas yang berpotensi memiliki hasil produksi yang nyata lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding. Penelitian dilaksanakan di CV. Borneo Seed Indonesia yang berlokasi di Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Mei-September 2022. Bahan tanam yang digunakan berupa 6 calon varietas tanaman jagung pakan dan 2 varietas pembanding. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan dan 24 tanaman di setiap plot. Hasil pengamatan karakter kualitatif antosianin pada pelepah daun pertama, gelombang pada tepi helai daun, sudut antara daun dan batang, kerapatan glume, warna antosianin pada rambut tongkol, serta antosianin pada akar tunjang, tidak menunjukkan perbedaan dengan kedua varietas pembanding. Sedangkan karakter kualitatif lainnya menunjukkan adanya perbedaan dengan varietas pembanding. Hasil pengamatan karakter kuantitatif menunjukkan bahwa calon varietas JP01 nyata lebih baik dibandingkan varietas pembanding NUSA 03 pada seluruh karakter kecuali jumlah baris biji. JP01 juga nyata lebih baik dibandingkan varietas pembanding NUSA 01 pada karakter panjang poros utama malai, dan tidak lebih baik pada karakter jumlah baris biji. Calon varietas JP01 dan varietas pembanding NUSA 01 memiliki hasil yang tidak berbeda nyata pada karakter kuantitatif lainnya.
Pengaruh Konsentrasi Kalsium Nitrat dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi (Brassica juncea L.) Pada Hidroponik Sistem Sumbu Daniswara, kevin arsya; Sugito, yogi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pertanian konvensional berbasis tanah menghadapi kendala yang cukup berat khususnya di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh produktivitas tanah yang mulai berkurang yang disebabkan oleh kesuburan tanah yang kurang baik, salah satu faktor menurunnnya kualitas tanah yaitu penanamann yang dilakukan secara terus menerus selama bertahun tahun-tahun dan yang terpenting penurunan ketersediaan lahan per kapita yang disebabkan oleh pembangunan yang signifikan. Hidroponik dianggap salah satu teknik budidaya tanpa menggunakan tanah yang dapat meningkatkan hasil kualitas produk pertanian. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanamnya yang terkadung nutrisi dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Budidaya sawi hidroponik memiliki banyak keunggulan, selain lebih bersih dari pada teknologi konvensional (menggunakan media tanah). Tujuan dari percobaan ini yaitu mempelajari interaksi antara konsentrasi kalsium nitrat dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Hipotesis dari percobaan ini yaitu terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi kalsium nitrat dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.Percobaan ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Greenhouse Fakultas Pertanian terletak pada ketinggian tempat 440-667 mdpl dengan kisaran suhu harian 22,70C-25,10C. Percobaan ini dilaksanakan pada Februari 2022 sampai dengan Maret 2022. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah konsentrasi kalsium nitrat yang terdiri dari atas 4 taraf, yaitu 0 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix, 30 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix, 60 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix, dan 90 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix. Sedangkan faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari Varietas Tosakan dan Varietas Shinta. Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan adalah tidak terdapat interaksi nyata antara pemberian konsentrasi kalsium nitrat dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi. Terdapat hasil berbeda nyata pada perlakuan kalsium nitrat dengan konsentrasi 30g/L pada parameter bobot konsumsi dan bobot kering.
Hasil Panen Dua Varietas Melon (Cucumis melo L.) Pada Perbedaan Waktu Penyerbukan Kurniawan, Rafiif Reza; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) termasuk jenis komoditi hortikultura buah dari famili Cucurbitaceae yang banyak dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Melon merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati oleh masyarakat. Buah semusim ini banyak disukai karena memiliki rasa manis dan merupakan produk komoditi hortikultura yang kaya zat gizi. Penyerbukan merupakan proses pemindahan polen dari kotaksari menuju kepala putik dan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan buah. Penyerbukan yang berhasil akan terjadi proses fertilisasi dan diikuti dengan proses pembentukan buah dan biji. Fertilitas serbuk sari harus diikuti oleh reseptivitas putik yang ditandai waktu penyerbukan. Reseptivitas putik tertinggi terjadi saat waktu polinasi dilakukan pada pukul 07.00–09.00 dan dengan keberhasilan polinasi Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sidoarjo pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah waktu penyerbukan terdiri dari 3 taraf yaitu, waktu penyerbukan pukul 06.00–07.00 (W1), waktu penyerbukan pukul 08.00–09.00 (W2), dan waktu penyerbukan pukul 10.00–11.00 (W3). Faktor kedua adalah varietas yaitu, varietas Golden Langkawi (V1) dan varietas Sonya (V2). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara waktu penyerbukan dan varietas. Waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, diameter buah, panjang buah, berat 100 biji, dan berat biji per buah. Varietas memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat buah, berat biji per buah, dan kemanisan buah.
Analisis Regresi dan Korelasi Beberapa Karakter Morfologi dan Agronomi pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Generasi F3 Izzudin, Azzam; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura penting di dunia yang banyak khasiat dan digemari karena rasa, nutrisi, serta bernilai ekonomis. Rerata produksi melon di Indonesia tahun 2017- 2021 menurun 20,1% dibanding tahun 2014. Minimnya variasi melon lokal dan bergantung benih impor mempengaruhi dominasi di pasar. Keragaman dan kualitas hasil buah menjadi faktor minat konsumen, alasan konsumsi buah-buahan impor sebesar 24% karena variasi buah. Upaya merakit varietas unggul memerlukan karakter penting sebagai pertimbangan seleksi yang efisien. Informasi tersebut bisa didapat dari analisis regresi dan korelasi antar karakter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi regresi dan nilai koefisien korelasi antar karakter tanaman melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2023 di greenhouse Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Bahan utama penelitian yaitu populasi F3 hasil persilangan varietas Melindo dengan Madesta. Percobaan menggunakan 100 tanaman yang ditanam dalam polybag pada rancangan tanpa blok. Pengambilan data kuantitatif dari 20 sampel acak meliputi data panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang tangkai daun, dan jumlah buah per tanaman. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan beberapa fungsi regresi linier yang bersifat nyata taraf 5% yaitu hubungan panjang tanaman dengan jumlah daun, panjang tanaman dengan diameter batang, panjang tanaman dengan luas daun, jumlah daun dengan panjang tanaman, jumlah daun dengan diameter batang, jumlah daun dengan luas, diameter batang dengan panjang tanaman, diameter batang dengan jumlah daun, luas daun dengan panjang tanaman, dan luas daun dengan jumlah daun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi tertinggi yaitu hubungan karakter panjang tanaman dengan jumlah daun (r = 0,9264).
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Mentimun terhadap Frekuensi Penyiraman Air Kapasitas Lapang Herzi Maulana; Sisca Fajriani; Mushoffan Prasetianto; Ariffin Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi mentimun nasional pada tahun 2011-2021 mengalami penurunan yang fluktuatif. Pertumbuhan dan hasil mentimun umumnya kurang optimal pada kondisi kekurangan maupun kelebihan air. Upaya peningkatan produksi mentimun yang dapat dilakukan yaitu melalui frekuensi penyiraman sesuai kapasitas lapang. Varietas unggul juga menjadi salah satu faktor keberhasilan budidaya mentimun. Penelitian bertujuan mempelajari interaksi antara frekuensi penyiraman dan perbedaan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Penelitian berlokasi di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang pada bulan Mei sampai Juli tahun 2023. Alat dan bahan digunakan yaitu ajir, meteran, gelas ukur, timbangan digital, Leaf Area Meter, media tanam campuran, benih Metavy dan Ethana, air, dan polibag. Penyusunan Rancangan Acak Kelompok dilakukan secara faktorial. Faktor kesatu yaitu varietas mentimun yang mencakup mentimun varietas Ethana dan varietas Metavy. Faktor kedua yaitu frekuensi penyiraman yang mencakup penyiraman 1 hari sekali, 3 hari sekali, 5 hari sekali, dan 7 hari sekali. Masing-masing perlakuan dikombinasikan dan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga terdapat 32 plot percobaan. Penelitian menghasilkan bahwa terdapat interaksi antara frekuensi penyiraman dan perbedaan varietas  terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Penyiraman dengan frekuensi 1 hari sekali pada varietas Ethana mampu meningkatkan panjang tanaman 13,01% lebih tinggi, jumlah cabang 27,65% lebih banyak, jumlah buah 109% lebih banyak, dan bobot buah 187,64% lebih tinggi dibandingkan fekuensi penyiraman 3 hari sekali. Frekuensi penyiraman 1 hari sekali pada varietas Metavy mampu meningkatkan panjang tanaman 31,82% lebih tinggi, jumlah cabang 52,99% lebih banyak, jumlah buah 89% lebih banyak, dan bobot buah 145% lebih tinggi dibandingkan frekuensi penyiraman 3 hari sekali.
Respon Produksi dan Fisiologi Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Varietas Chinensis pada Cekaman Salinitas Lahan Berpasir Adelia Utami; Rennanti Lunnadiyah Aprilia
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman lidah buaya (Aloe Vera L.) merupakan tanaman tahan cekaman salinitas. Namun, setiap perubahan agroklimatologi akan berpengaruh terhadap fisiologi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon produksi dan fisiologi tanaman lidah buaya yang ditanam di lahan berpasir dengan menggunakan perlakuan salinitas. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – September 2024  pada greenhouse yang terletak di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu asal bibit (P) dan salinitas (S). Faktor P menggunakan 3 taraf perlakuan bibit lidah buaya varietas chinensis asal penangkar gunung kidul, bantul, dan cilacap. sedangkan faktor S menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu penambahan NaCl sebanyak 0, 10, 15 dan 20 g/L. Data hasil pengamatan dientri pada komputer kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS (software statistical package for the social sciences) dengan taraf 5%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata, maka akan diuji lanjut menggunakan uji DMRT dengan taraf 5% untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon produksi dan fisiologi pada lidah buaya umur 10 bulan pada kondisi cekaman salinitas sebagai berikut : Bibit asal Gunung Kidul menunjukkan adaptasi yang baik terhadap kondisi salinitas, perlakuan salinitas memberikan pengaruh terhasap beberapa parameter fisiologi dan produksi tanaman lidah buaya meskipun secara statistik tidak semua menunjukkan perbedaan signifikan, perlakuan P1S2 (Bibit Gunung Kidul dengan salinitas 15 g/L) adalah perlakuan terbaik karena memberikan hasil yang baik pada berbagai parameter produksi dan fisiologi tanaman lidah buaya.
Keragaan Delapan Belas Genotipe Melon (Cucumis melo L.) pada Dataran Rendah Bengkulu Utara Hasannudin, Dia Novita Sari; Mukmin, Razi; Raisawati, Tatik; Saputra, Helfi Eka
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi melon dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Perluasan areal tanam melon merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi melon. Hasil perakitan varietas tanaman berupa hibrida baru perlu dilakukan pengadaptasian pada berbagai ketinggian tempat sehingga akan diperoleh hibrida yang spesifik lokasi. Penelitian berjuan untuk mendapatkan informasi penting tentang genotipe melon yang paling cocok untuk dikembangkan di dataran rendah Bengkulu Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2024 di Desa Lubuk Sahung, Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktor tunggal dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor perlakuan dalam penelitian adalah 18 genotipe melon. Pengamatan dilakukan pada karakter diameter batang, panjang daun, umur berbunga jantan, umur berbunga hermafrodit, jumlah petal bunga jantan, jumlah petal bunga hermaprodit, panjang tangkai bunga jantan, diameter bunga hermaprodit, umur panen, panjang buah, diameter buah, bobot buah, ketebalan daging buah, ketebalan rongga buah, ketebalan kulit buah, padatan total terlarut, dan vitamin C. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik dengan uji-F pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata dari perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Costat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan delapan belas genotipe melon memberikan pengaruh nyata pada semua karakter yang diamati kecuali panjang daun, panjang tangkai bunga jantan, panjang tangkai bunga hermaprodit dan diameter bunga jantan. Hasil pengujian 18 genotipe melon di dataran menengah Bengkulu Utara mendapatkan beberapa genotipe melon yang diseleksi berdasarkan total padatan terlarut dan bobot buah. Genotipe melon yang diseleksi berdasarkan padatan total terlarut tertinggi secara berturut-turut adalah G35 (13,330Brix), G40 (13,330Brix), G41 (13,330Brix) dan G42 (130Brix). Sedangkan genotipe yang diseleksi berdasarkan bobot buah terberat secara berurutan adalah G26 (1600 g), G25 (810 g) dan G37 (784,33 g).

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue