cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 6 (2015)" : 11 Documents clear
TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) SEBAGAI FITOREMEDIATOR LUMPUR SIDOARJO Suchaida, Azziyaa; Wicaksono, Karuniawan Puji; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoremediasi dengan menggunakan tanaman kangkung darat adalah salah satu cara yang ramah lingkungan untuk mengurangi jumlah logam dalam lumpur Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman kangkung darat sebagai tanaman fitoremidiator dan untuk mengetahui pengaruh hasil tanaman kangkung darat sebagai fitoremediator lumpur Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April–Mei 2014 di Desa Pilang Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kangkung darat varietas lokal, lumpur Sidoarjo, tanah, dan pupuk kandang kotoran ayam. Metode perlakuan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F) dan dilanjutkan dengan uji perbandingan menggunakan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tanaman kangkung darat berpotensi sebagai fitoremidiator endapan lumpur Sidoarjo dengan kemampuan menyerap logam berat Fe 13,9% dan Al 11%. Tanaman kangkung yang ditanam pada media lumpur Sidoarjo akan menyerap logam dan menghasilkan bobot tanaman terendah 5,07 g/tanaman. Pemberian media tambahan tanah dan pupuk kandang pada media lumpur Sidoarjo dengan perbandingan (0,5:0,5:1) dapat menurunkan serapan logam dan mampu meningkatkan hasil tanaman hingga 16,63 g/tanaman dengan Al  0% Al dan Fe 6,88%, dibandingkan media lumpur Sidoarjo sebesar 8,37 g/tanaman dengan Fe 13,9% dan Al 11%. Tanaman kangkung darat yang dibudidayakan di sekitar lumpur Sidoarjo sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan Fe dan Al yang lebih tinggi dari batas keamanan pangan untuk konsumsi sebesar Fe 1 ppm dan Al 1 ppm. Kata kunci: Kangkung Darat, Fitoremediator, Lumpur Sidoarjo, Pupuk Kandang.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Sari, Alusia Destia; Hariyono, Didik; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi tanaman jagung yang banyak dilakukan melalui penambahan dosis pupuk anorganik. Hal tersebut dapat menaikkan keasaman tanah dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan penambahan bahan organik seperti pupuk kandang dan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) sebagai pengganti unsur hara. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh penggunaan pupuk kandang dan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dalam menurunkan penggunaan dosis pupuk anorganik pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Maret - Juli 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama terdiri dari O0 = tanpa pupuk kandang dan Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA), O1 = 20 ton ha-1 pupuk kandang, O2 = 10 ton ha-1 pupuk kandang + 10 g tanaman-1 Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA). Anak petak terdiri dari A1 : 100% (NPK 450 kg ha-1), A2 : 80% (NPK 360 kg ha-1), A3 : 60% (NPK 270 kg ha-1). Hasil menunjukkan bahwa pemberian 10 ton ha-1 pupuk kandang + 10 g tanaman-1 Cendawan Mikoriza arbuskular (CMA) dengan menurunkan dosis pupuk anorganik sebanyak 40% memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan penggunaan 100% dosis pupuk anorganik. Hasil panen pada kombinasi perlakuan 10 ton ha-1 pupuk kandang + 10 g tanaman-1 Cendawan Mikoriza arbuskular (CMA) + 60% dosis pupuk anorganik meningkat 2,39% dari kombinasi perlakuan 20 ton ha-1 + 100% dosis pupuk anorganik dan meningkat 14,83% dari penggunaan 100% dosis pupuk anorganik tanpa penambahan pupuk kandang dan Cendawan Mikoriza arbuskular (CMA). Kata kunci : Pupuk kandang, Mikoriza, unsur hara, Pertumbuhan jagung.
PENGARUH APLIKASI BIOURIN DAN PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Perdana, Silfa Noferia; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biourin adalah pupuk cair yang me-ngandung unsur yang lengkap yaitu nitrogen, fosfor, dan potassium dalam jumlah yang sedikit serta seng, besi, mangan, dan tembaga. Biourin dapat memberikan peningkatan hasil tanaman yang hamper menyamai Bahan Penyubur Tanaman (BPT). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kombinasi antara beberapa macam dosis biourin dan penggunaan pupuk anorganik serta kompos dengan dosis yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan : B1= 1liter Urin sapi + 1 kg feses sapi + 10 liter air, B2 = 1liter Urin sapi + 1 kg feses sapi + 20 liter air, B3K1 = 1liter Urin sapi + 1 kg feses sapi + 30 liter air, K1 = 75 kg/ha N (ZA), 25kg/ha P2O5 (SP36), 30kg/ha K2O (KCl), K2 = Kompos Sapi 10 ton/ha, K3 = 37,5 kg/ha N (ZA), 12,5 kg/ha P205 (SP36), 15 kg/ha K20 (KCl). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi biourin dengan kombinasi pupuk anorganik meningkatkan bobot umbi segar, bobot umbi kering dan indeks panen dari bawang merah. Kata kunci : Bawang Merah, Aplikasi Biourin, Pupuk Anorganik, Kompos Kotoran Sapi
KAJIAN KOMBINASI PUPUK FOSFOR DAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Surya Pradana, Gede Bayu; Islami, Titiek; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbatasnya informasi tentang pemupukan P dan K pada tanaman sorgum mengakibatkan masih rendahnya hasil sorgum secara nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh kombinasi pupuk P dan K pada pertumbuhan dan hasil dari dua varietas tanaman sorgum, serta menentukan kombinasi pupuk P dan K yang sesuai bagi setiap varietas tanaman sorgum. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari – Juni 2014 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kromengan, Malang. Bahan yang digunakan ialah benih sorgum (Kawali dan Numbu), pupuk N, P dan K. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam varietas sebagai petak utama, terdiri dari 2 macam yaitu: varietas Kawali (V1) dan varietas Numbu (V2). Kombinasi pupuk Fosfor dan Kalium sebagai anak petak terdiri dari 6 kombinasi yaitu: 100% P + 100% K (F0), 100% P + 0% K (F1), 75% P + 25% K (F2), 50% P + 50% K (F3), 25% P + 75% K (F4), dan 0% P + 100% K (F5). Hasil panen per hektar yang lebih tinggi didapatkan pada varietas Kawali dengan kombinasi pemupukan 50% P + 50% K (5,61 ton ha-1) (BC ratio = 0,41), sedangkan pada varietas Numbu dengan kombinasi pemupukan 25% P + 75% K (8,31 ton ha-1) (BC ratio = 1,06). Kata kunci : Sorgum, Kawali, Numbu, Fosfor, Kalium
KAJIAN JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Eismawan, Adi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi Buncis Tegak dapat dilakukan dengan pemupukan. Pupuk dapat berasal dari limbah pertanian dan limbah hewan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengkaji jenis dan dosis yang berbeda untuk peningkatan produksi tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L). Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Desember 2013 di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas, Mojokerto. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non faktorial yang diulang 3 kali. Perlakuan yang diberikan ialah pemupukan dan dosis yang terdiri dari 15 taraf, yaitu: P1: Pupuk kandang sapi 10 t ha-1, P2: Pupuk kandang sapi 15 t ha-1, P3: Pupuk kandang sapi 20 t ha-1, P4: Pupuk T.diversifolia 10 t ha-1, P5: Pupuk T.diversifolia 15 t ha-1, P6: Pupuk T.diversifolia 20 t ha-1, P7: Pupuk Jerami 10 t ha-1, P8: Pupuk Jerami 15 t ha-1, P9: Pupuk Jerami 20 t ha-1, P10:Pupuk kandang sapi 5 t ha-1+ T.diversifolia 5 t ha-1, P11: Pupuk kandang sapi 7,5 t ha-1+ T.diversifolia 7,5 t ha-1, P12: Pupuk kandang sapi 10 t ha-1+ T.diversifolia 10 t ha-1, P13: Pupuk kandang sapi 5 t ha-1+ jerami 5 t ha-1, P14: Pupuk kandang sapi 7,5 t ha-1+ jerami 7,5 t ha-1, P15: Pupuk kandang sapi 10 t ha-1+ jerami 10 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk dengan jenis dan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah polong, dan bobot polong. Aplikasi pupuk organik jenis Pupuk kandang sapi 10 t ha-1+ jerami 10 t ha-1 memberikan hasil yang paling tinggi. Kata kunci: Phaseolus vulgaris L, Pupuk kandang sapi, Pupuk T.diversifolia, Pupuk jerami, Produksi
OBSERVASI DAN KARAKTERISASI PISANG (Musa spp) DI KECAMATAN GUCIALIT KABUPATEN LUMAJANG Arifin, Syaiful; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan komoditas unggulan dan memberikan kontribusi paling besar terhadap produksi buah-buahan nasional. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang mempunyai keragaman plasma nutfah pisang di Jawa Timur. Sentra budidaya pisang di Kabupaten Lumajang meliputi Kecamatan Senduro, Pasrujambe dan Gucialit. Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman ekotype dan morfologi pisang di Kecamatan Gucialit. Penelitian dilaksanakan  di 9 desa yaitu Wonokerto, Pakel, Kenongo, Dadapan, Kertowono, Tunjung, Jeruk, Sombo, dan Gucialit. Penelitian dilaksanakan bulan agustus sampai november 2013. Penelitian dilaksanakan dengan metode observasi lapang dan wawancara dengan petani pisang. Hasil observasi dan karakterisasi ditemukan 30 jenis tanaman pisang yaitu Pisang Agung Semeru, Ambon, Ambon Hijau, Ambon kuning, Australia, Barlin, Embuk, Janjang, Kayu, Kepok, Kidang, Kongkong Hitam, Kongkong Kuning, Kopyok, Mas Kirana, Mas Kripik, Mas Talun, Moro Seneng, Raja, Raja Nangka, Santen, Sewulan, Songgo Langit, Songgro, Susu dan Weringinan. Keragaman terbanyak terdapat di desa Sombo 22 jenis dan keragaman paling sedikit di desa Kenongo 4 jenis. Pisang Agung Semeru dan Raja Nangka tersebar merata di seluruh desa di Kecamatan Gucialit. Berdasarkan dendogram, Pisang Agung Semeru dengan pisang Byar mempunyai kesamaan 95,65 %. Pisang Mas Kirana, Mas Kripik dan Mas Talun mempunyai kesamaan 94,11 %. Pisang yang mempunyai kesamaan terjauh yaitu pisang Agung Semeru dengan pisang Brentel 53,11 %. Kata kunci: Pisang, Observasi, Karakterisasi, Gucialit, Lumajang.
PENGARUH MULSA JERAMI PADI DAN FREKUENSI WAKTU PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) Dewantari, Rima Putri; Suminarti, Nur Edy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai yang maksimum yaitu dengan memodifikasi iklim mikro di sekitar tanaman, salah satunya adalah dengan menggunakan mulsa dimana selain dapat memperbaiki iklim mikro, mulsa juga berfungsi dapat menghambat pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari kombinasi ukuran mulsa jerami padi dan frekuensi waktu penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai serta menentukan kombinasi ukuran mulsa jerami padi dan waktu penyiangan gulma yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai paling tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2014 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Malang. Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Kelompok sederhana, dengan menempatkan 9 perlakuan yaitu M0 : tanpa mulsa + tanpa disiang; M1 : mulsa jerami tanpa dicacah + tanpa disiang; M2 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur 24 hst; M3 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur 44 hst;  M4 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur  24 dan 44 hst; M5 : mulsa jerami dicacah + tanpa disiang;  M6 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 24 hst;  M7 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 44 hst;  M8 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 24 dan 44 hst. Kata kunci: Kedelai, Gulma, Mulsa jerami padi, Waktu penyiangan.
UJI KETAHANAN 10 GENOTIP PADI MERAH (Oryza sativa L.) TERHADAP PENYAKIT BLAS DAUN (Pyricularia oryzae Cav.) RAS 173 Prabawa, Putu Shantiawan; Yulianah, Izmi; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan varietas padi merahtahan penyakit blasadalah solusi yang efektif untuk meningkatkan hasil padi merah, tetapi varietas tahan yang ada ketahanannya mudah patah. Hal ini karena beragamnya ras penyakit blas yang berkembang, salah satunya yang paling virulen adalah ras 173. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ras cendawan yang menyerang, menguji ketahanan 10 genotip padi merah,mengetahui keragaman dan menduga apakah sifat tersebut dapat diwariskan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2014, di desa Ketawang, Gondanglegi, kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 10 genotip lokal padi merah dan 2 varietas pembanding. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan ras cendawan P. oryzae Cav yang terdapat pada lokasi penelitian adalah ras 173. Terdapat dua genotip yaitu Mandel dan Yaiti yang memiliki penampilan terbaik pada semua karakter ketahanan seperti periode laten, jumlah bercak berspora, jumlah bercak tidak berspora, skor tingkat ketahanan dan intensitas serangan penyakit. Karakter jumlah bercak berspora dan jumlah bercak tidak berspora memiliki nilai KKG yang tinggi, sedangkan karakter tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki nilai KKG yang rendah. Karakter jumlah bercak, tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki kriteria heritabilitas tinggi. Kata kunci : Padi Merah, Penyakit Blas, Ketahanan, Keragaman, Heritabilitas
OBSERVASI PERTUMBUHAN BIBIT NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN SENGON (Paraserianthes falcataria) PADA KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DAS BRANTAS JAWA TIMUR Simbolon, Forastero; Yulianah, Izmi; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah untuk menyediakan bahan tanam berupa bibit tanaman hutan dan jenis bibit tanaman serbaguna (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani, terutama di pedesaan (Permenhut no 17 Tahun 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih nangka dan sengon setelah semai serta laju pertumbuhan bibit setelah tanam ke lapang pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Jawa Timur. Metode yang digunakan pada observasi ini adalah metode observasi lapangan yaitu dengan cara pengambilan data melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara terhadap petani. Lokasi pengamatan pada tanaman nangka adalah L1, L2, L3, L4, L5 dan untuk tanaman sengon adalah L1, L2, L3, L4, L5, L6, L7, L8. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah DAS Brantas Jawa Timur yaitu Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek dan Kab. Malang. Hasil observasi penelitian yang diperoleh dari pengamatan di lapangan bahwa dari grafik pertumbuhan benih nangka dan sengon saat di persemaian, lokasi yang menunjukkan pertumbuhan benih nangka yang baik adalah L4 dan lokasi yang menunjukkan pertumbuhan benih sengon yang baik adalah L6. Pada saat bibit ditanam ke lapang dari hasil grafik laju pertumbuhan nangka dan sengon, laju pertumbuhan yang baik terhadap tanaman nangka adalah L2 dan lokasi yang menunjukkan laju pertumbuhan yang baik terhadap tanaman sengon adalah L2, L8 dan L6. Kata kunci: KBR, DAS, Observasi, Bibit
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merr.) PADA BERBAGAI MACAM DAN WAKTU APLIKASI PESTISIDA Twisty Tjahyani, Retno Wulan; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edamame merupakan jenis kacang-kacang-an yang bijinya lebih besar dan rasa lebih manis, dibanding kacang kedelai biasa. Untuk mencapai produksi edamame yang berkesinambungan diperlukan tingkat pe-ngelolaan tanaman secara intensif yang dapat didekati melalui upaya penekanan terhadap serangan hama dan penyakit. Penelitian bertujuan untuk menentukan jenis dan waktu aplikasi pestisida yang te-pat pada tanaman edamame. Penelitian di-laksanakan di Desa Kepuharjo, Karang-ploso, Malang pada bulan Juli – Oktober 2013. Bahan yang digunakan adalah benih edamame varietas SPM 1, pestisida Nabati, pestisida Mospilan serta pestisida Ingrofol. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam pestisida sebagai petak utama (M) terdiri dari 3 taraf yaitu: M1: Pestisida Nabati; M2: Pestisida Mospilan; M3: Pestisida Ingrofol. Waktu aplikasi sebagai anak petak (T) terdiri dari 3 waktu yaitu: T1: 3 hari sekali; T2: 5 hari se-kali; T3: 7 hari sekali. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa pada komponen hasil, secara umum tanaman yang disemprot ber-bagai macam pestisida menunjukkan hasil yang nyata lebih tinggi dibandingkan kon-trol. Adapun pertambahan hasil polong/ha untuk penggunaan macam–macam pesti-sida dibandingkan kontrol, masing-masing sebesar 60,03 % untuk pestisida Nabati, 62,58 % untuk pestisida Mospilan dan 61,27 % untuk pestisida Ingrofol. Kata kunci: Edamame, Pestisida, Waktu Aplikasi, Organisme Penganggu Tanaman.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue