cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 9 (2017)" : 22 Documents clear
PENGARUH DOSIS PUPUK FOSFAT ALAM DAN APLIKASI BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) Danang Pristiwanto, Apri Adiya; Nugroho, Agung; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produksi kedelai mengakibatkan ketersediaan kedelai nasional menjadi menurun sehingga negara melalukan impor kedelai. Guna menyediakan kedelai setiap tahunnya dapat dilakukan dengan budidaya tanaman kedelai yang baik misalnya penambahan bahan organik dan pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui interaksi antara dosis pupuk fosfat alam dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai, 2) mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfat alam dan aplikasi bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai,3) menentukan dosis pupuk fosfat alam dan bahan organik yang paling tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2015 di Desa Saptorenggo, Pakis, Malang. Metode Penelitian menggunakan RAK faktorial. Faktor pertama, dosis pupuk fosfat alam (P) terdiri atas 4 taraf, yaitu P0 = Tanpa pupuk fosfat alam, P1 = 200 kg ha-1, P2 = 400 kg ha-1 dan P3 = 600 kg ha-1. Faktor kedua, bahan organik (B) terdiri atas 3 taraf, yaitu B0 = Tanpa bahan organik, B1 = Pupuk kotoran sapi 15 ton ha-1 dan B2 = Pupuk kotoran ayam 10 ton ha-1, dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata antara dosis pupuk fosfat alam dan bahan organik terhadap semua variabel pengamatan. Bahan organik berpengaruh nyata terhadap variabel panen yakni jumlah polong per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot kering total tanaman dan hasil panen per hektar.
STUDI POLIEMBRIONI PADA BENIH BATANG BAWAH JERUK JAPANSCHE CITROEN (JC) Kusumaning Ayu, Yuana Pristy; Supriyanto, Arry; Santosa, Mudji; Setyobudi, Lilik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Japansche Citroen (JC) ialah varietas batang bawah untuk okulasi yang mempunyai banyak keunggulan dan bersifat poliembrioni. Hasil benih yang disemaikan tidak sebanding dengan semaian yang didapatkan karena adanya semaian off type dari sifat poliembrioni. Bobot buah, jumlah biji per buah dan diameter biji dipelajari untuk meningkatkan hasil semaian. Tujuan penelitian ialah untuk mempelajari sifat poliembrioni yang mampu membentuk semaian multiple seedling benih Japansche Citroen berdasarkan bobot buah, jumlah biji per buah dan diameter biji. Penelitian dilaksanakan bulan April-Juli 2015 di KP Punten, BALITJESTRO. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survei, dilanjutkan dengan observasi yang didasarkan pada penelitian pendahuluan. Penelitian pendahuluan mendapat 3 kategori yaitu bobot buah dengan 3 kriteria, jumlah biji per buah dengan 2 kriteria dan diameter biji dengan 2 kriteria. Biji dari buah yang diambil sampelnya, diamati keseluruhan sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase poliembrioni sebesar 44% dengan jumlah 2-6 embrio per benih serta persentase multiple seedling sebesar 21.34% dengan jumlah 2-4 semaian per benih. Kategori bobot buah dan jumlah biji per buah tidak mempengaruhi semua peubah pengamatan, dan diameter biji berpengaruh terhadap persentase semaian tunggal, multiple seedling, total semaian hidup serta total semaian true to type. Benih berdiameter besar berpengaruh nyata terhadap persentase multiple seedling sehingga mampu meningkatkan total semaian hidup dan total semaian true to type. Meningkatnya hasil semaian true to type menyebabkan estimasi penggunaan biji awal untuk batang bawah berkurang sebesar 14.6% dari total sebelumnya.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) VARIETAS PERMATA TERHADAP DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM DAN KCL Mariani, Sekty Denny; Koesriharti, Koesriharti; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi  buah tomat sementara ini belum diikuti oleh kualitas yang dihasilkan, misalnya ketahanan terhadap penyakit dan ukuran buah yang rendah keseragamannya. Seperti di ketahui juga bahwa bahan organik dapat memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah. Oleh karena itu, penerapan bahan organik dapat menyerap mineral di rizosfer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga bulan Juni 2015 di green house milik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan, faktor pertama adalah dosis pupuk kotoran ayam (K) yang terdiri dari 3 taraf: K0 = 0 ton ha-1, K1 = 5 ton ha-1 dan K2 = 10 ton ha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (P) yang terdiri dari 4 taraf: P1 = 60 kg K2O    ha-1, P2 = 90 kg K2O ha-1, P3 = 120 kg K2O ha-1 dan P4 = 150 kg K2O ha-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada  interaksi antara perlakuan dosis pupuk kotoran ayam dan dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Namun, perlakuan pupuk kotoran ayam dengan dosis 10 ton ha-1 mampu meningkatkan jumlah buah panen per tanaman dan diameter buah. Pada pemberian pupuk KCl dengan dosis 150 kg K2O ha-1 meningkatkan jumlah buah panen per tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA KONSENTRASI KINETIN TERHADAP INDUKSI TUNAS AKSILAR TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO Rizal, Syamsi; Murdiono, Wisnu Eko; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha paling  tepat dalam penyediaan bibit kakao yang berkualitas dan dapat diproduksi dalam jangka waktu dekat adalah dengan perbanyakan bahan tanam bibit kakao menggunakan bagian tanaman yang paling muda dengan teknologi kultur jaringan dengan penambahan hormon kinetin. Tujuan penelitian ini ialah Mempelajari pengaruh pemberian beberapa konsentrasi zat pengatur tumbuh kinetin terhadap pertumbuhan tunas aksilar kakao (Theobroma cacao L.). Rancangan percobaan ialah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 7 macam perlakuan dan diulang 6 kali sehingga didapat 42 satuan percobaan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan Mei-September 2015. Perlakuan 2 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah eksplan bertunas dengan rata rata sebesar 0,833 serta memberikan hasil terbaik juga pada parameter bobot basah dan bobot kering dengan rata rata sebesar 0,609 gram dan 0,3348 gram. Namun pada parameter pengamatan jumlah eksplan berkalus, perlakuan penambahan kinetin 1.5 ppm memberikan hasil terbaik yaitu sebesar 0,625. Daya tumbuh tunas terbanyak dihasilkan pada perlakuan dengan penambahan kinetin 2 ppm.
STUDI INKOMPATIBILITAS PADA BEBERAPA KOMBINASI PERSILANGAN UBIJALAR (Ipomoea batatas L.) Sari, Desi Kurnia; Kendarini, Niken; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubijalar merupakan alternatif sumber karbohidrat. Salah satu upaya peningkatan mutu ubijalar dengan cara persilangan. Persilangan pada ubijalar merupakan cara termudah untuk mendapatkan benih inbred dan hybrid. Secara morfologis bunga ubijalar mudah disilangkan namun dalam persilangan tersebut sering menemui permasalahan. Permasalahan ubijalar dalam persilangan adalah adanya sifat inkompatibilitas dan sterilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya sifat inkompatibilitas pada kombinasi persilangan ubijalar dan kombinasi persilangan yang kompatibel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa tingkat inkompatibilitas pada kombinasi persilangan ubijalar yaitu tujuh kombinasi persilangan kompatibel, dua belas kombinasi persilangan inkompatibel, dan dua kombinasi persilangan inkompatibel sebagian. Kombinasi persilangan yang inkompatibel yaitu MSU 10051-02 x Bogor Maja, MSU 10051-02 x W-86, Papua solossa x CIP 440287, RIS 10068-02 x CIP 440287, UJ 02 x CIP 440286, UJ 02 x W-86, dan UJ 19 x CIP 440287.
PENGARUH VERNALISASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) PADA BERBAGAI KEDALAMAN TANAM Aldiani, Zelby Meutia; Wicaksono, Karuniawan Puji; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan tanaman hias yang umum digunakan sebagai bunga vas dan banyak digemari di Indonesia, namun produksi bunga sedap malam masih belum mampu memenuhi permintaaan pasar. Selain produksi yang masih rendah, kualitas sedap malam juga perlu ditingkatkan. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas sedap malam dengan mengaplikasikan vernalisasi yakni perlakuan suhu rendah (bukan beku) dan menanam bahan tanam berupa umbi pada kedalaman tanam tertentu. Vernalisasi dapat merangsang hormon pembungaan sehingga mempercepat inisiasi bunga, sedangkan kedalaman tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan sedap malam. Organ tanaman yang mendapat perlakuan vernalisasi tidak boleh terkena kondisi ekstrem agar tidak mengalami devernalisasi, karena itu perlu kedalaman tanam pada kisaran tertentu agar lingkungan tumbuh mempunyai suhu yang optimal sehingga mampu mempertahankan pengaruh vernalisasi yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempercepat pembungaan tanaman sedap malam melalui aplikasi vernalisasi dan kedalaman tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2015 di Desa Sumberurip Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pertama berupa vernalisasi dan faktor kedua berupa kedalaman tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara vernalisasi dan kedalaman tanam terhadap saat muncul tunas, inisiasi bunga, panjang tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Vernalisasi 5oC dan kedalaman tanam 10 cm mempercepat inisiasi bunga hingga 37 hst dibanding tanaman tanpa vernalisasi dan kedalaman tanam 15 cm.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR PAITAN DAN KOTORAN SAPI SEBAGAI NUTRISI TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. Alboglabra) DALAM SISTEM HIDROPONIK Abdillah, Bayu Stiawan; Aini, Nurul; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terkait dengan produksi kailan, saat ini tidak mudah mendapatkan lahan budidaya tanaman yang subur, produktif dan strategis, sehingga alternatif yang dapat dilakukan adalah menggunakan sistem budidaya hidroponik. Namun pada hidroponik, sebagian besar biaya produksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi atau pupuk. Oleh karena itu, alternatif nutrisi yang bisa digunakan ialah pupuk cair paitan dan pupuk cair kotoran sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk cair paitan dan pupuk cair kotoran sapi pada pertumbuhan dan hasil tanaman kailan dalam sistem hidroponik. Penelitian dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok Sederhana dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga didapatkan 28 satuan percobaan. Penelitian dilaksanakan di dalam green house Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Ngijo, Karangploso, Malang, Jawa Timur pada bulan Mei-Juli 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk AB mix (P0) sebagai kontrol mempunyai pertumbuhan dan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan pupuk cair kotoran sapi dan pupuk cair paitan pada berbagai dosis dan kombinasi. Perlakuan tertinggi berikutnya adalah kombinasi antara 25% pupuk cair kotoran sapi + 25% pupuk cair paitan + 50% pupuk AB Mix. Penggunaan pupuk cair berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan  non destruktif yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada pengamatan 21, 28, 35 dan 42  HST. Sedangkan pada umur pengamatan 7 dan 14 HST tidak terdapat pengaruh yang nyata. Perlakuan penggunaan pupuk cair berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan panen yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, panjang akar tanaman, bobot segar total tanaman, dan bobot segar konsumsi tanaman.
PENGARUH APLIKASI CAMPURAN HERBISIDA TOPRAMEZON DAN ATRAZIN SERTA PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Alfulaila, Nur; Sumarni, Titin; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai bahan pangan yang penting. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tanaman jagung,  pemerintah menempuh berbagai cara, antara lain dengan ekstensifikasi dan intensifikasi. Pendekatan ekstensifikasi hanya dapat dilakukan dengan perluasan areal tanam, sedangkan pendekatan intensifikasi dapat dilakukan antara lain dengan pemakaian varietas unggul, perbaikan teknik budidaya salah satunya adalah pengendalian gulma. Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran herbisida Topramezon dan Atrazin serta penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 hingga Januari 2015 bertempat di kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di desa Jatikerto, kecamatan Kromengan kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu : dosis herbisida Topramezon dan Atrazin serta penyiangan gulma yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penyiangan (14, 28 dan 42) hst dapat menekan pertumbuhan gulma sebesar 61.07 %. Produksi per ha menunjukkan perlakuan penyiangan gulma (14, 28 dan 42) hst sebesar 12.36 ton ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan campuran herbisida (Topramezon 120 ml ha-1+ Atrazin 2250 ml ha-1 + adjuvant 1500 ml ha-1) dan penyiangan 28 hst yaitu sebesar 11.74 ton ha-1
METODE APLIKASI DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAMAN BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Huda, Mukhammad Robitul; Sudiarso, Sudiarso; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya bit merah yang kurang baik dan cara pemberian pupuk organik dengan cara disebar yang kurang efektif mengakibatnya  produksi yang didapatkan kurang optimal, jika cara budidaya tanamannya terutama pada pengelolahan lahan dan pemupukan dilakukan dengan benar. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode aplikasi pupuk kandang ayam dan tingkat pemberian dosis pada pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2015 di Kebun Percobaan Cangar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 kombinasi perlakuan yaitu metode aplikasi (M) dan pemberian dosis (D) yang diulang 3 kali. Pada metode aplikasi ada metode aplikasi disebar (M1), di alur (M2) dan ditugal (M3), dan pada pemberian dosis ada dosis 10 ton ha-1 (D1), dosis 20 ton ha-1 dan dosis 30 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi kombinasi pada parameter pertumbuhan bobot basah, bobot kering dan diameter umbi saat berusia 50 dan 70 hari setelah tanam. Pada parameter komponen tidak terjadi kombinasi tetapi menunjukan beda nyata pada pengamatan diameter umbi, bobot umbi dan hasil panen umbi bit merah. Penggunaan metode aplikasi pupuk kandang ditugal dan dosis 30 ton ha-1 menunjukan hasil panen bit mera lebih tinggi dari perlakuan yang lain.
PENGARUH PEMOTONGAN BUNGA JANTAN (TOPPING) DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays var. saccharata) Nindita, Ajeng Devi; Koesriharti, Koesriharti; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis adalah salah satu komoditas pangan yang diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemotongan bunga jantan dan pupuk kandang sapi pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan April-Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama, pemotongan bunga jantanterdiri dari tanpa pemotongan bunga jnatan (P1) dan pemotongan bunga jantan (P2). Faktor kedua, dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 0 ton ha-1(D0), 5 ton ha-1(D1), 10 ton ha-1(D2), 15 ton ha-1(D3) dan 20 ton ha-1(D4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pemotongan bunga jantan dan dosis pupuk kandang sapi terhadap index panen. Perlakuan pemotongan bunga jantan (topping) tidak memberikan pengaruh terhadap peubah pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28, 42 dan 56 hari setelah tanam, diameter batang tanaman jagung pada umur 56 hari setelah tanam dan jumlah daun tanaman jagung pada 28 hari setelah tanam.

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue