cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 7 (2018)" : 50 Documents clear
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN HIBRIDA-HIBRIDA BARU JAGUNG PAKAN (Zea mays L.) Febriana, Candra Ayu; Yustiana, Yustiana; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas penting dalam industri pakan ternak yaitu sebagai bahan baku utama pakan unggas (sekitar 50% dari ransum). Berdasarkan Angka Ramalan I (ARAM I) produksi jagung pada tahun 2013 diperkirakan sebesar 18,84 juta ton pipilan kering atau turun sebesar 2,83 persen dibanding tahun 2012 (Tangendjaja, 2007). Uji daya hasil pendahuluan pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hibrida-hibrida baru jagung yang mempunyai produksi tinggi,memiliki ketahanan penyakit yang baikdan memiliki komponen hasil yang tinggi. Penelitian ini telah dilakukan pada Desember 2015 - April 2016 di lahan percobaan PT. BISI International Tbk. Desa Pojok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 25 perlakuandengan 2 ulangan. Bahan yang digunakan yaitu 21 hibrida baru dan 4 varietas jagung hibrida komersial sebagai pembanding (BISI 18, P27, BISI 228 dan Pertiwi 3). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F) dengan taraf 1% dan 5%. Jika hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan menggunakan uji DMRT dengan taraf 5%. Hibrida uji yang memiliki potensi untuk dijadikan hibrida baru untuk bahan baku jagung pakan yaitu H12, H17, H16, H9, dan H10 yang memiliki potensi hasil dan komponen hasil lebih dari beberapa varietas pembanding serta ketahanan terhadap penyakit yang baik. Koefisiensi keragaman genetik (KKG) pada karakter yang diamati memiliki nilai KKG yang rendah.
LAJU PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH ( Arachis hypogea L.) PADA PERBEDAAN JUMLAH BENIH PER LUBANG DAN JARAK TANAM Simanjuntak, Chyntia; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman yang berasal dari benua Amerika, khususnya dari daerah Brazilia (Amerika Selatan).  Di Indonesia kacang tanah ditanam pada lahan sawah dan lahan kering dengan rata-rata produksi 1,0-2,0 ton/ha pada lahan sawah dan 0,5-1,5 ton/ha pada lahan kering (Harsono,1993), sedangkan rata-rata produksi di tingkat petani di bawah 1,0 ton/ha (Barus, 2000). Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah benih per lubang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah serta untuk menentukan jumlah benih per lubang dan jarak tanam yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu, Jawa Timur, pada bulan November sampai Maret 2016. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKF) Faktorial dengan 27 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara jarak tanam dan banyaknya jumlah benih per lubang tanam terhadap indeks luas daun, luas daun, bobot kering tanaman dan hasil panen per hektar pada tanaman kacang tanah. Pada parameter hasil per hektar penggunaan jarak tanam yang rapat (40 cm x 10 cm) dan 2 benih mendapatkan hasil yang maksimum.
PENGARUH PENERAPAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DAN KONVENSIONAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Sipayung, Daniel; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mayssaccharata Sturt) ialah tanaman pangan terpenting selain gandum dan padi. Salah satu teknologi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produktivitas jagung adalah melalui rekayasa lingkungan tanaman jagung melalui sistem tanam legowo. Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penerapan sistem tanam jajar legowo dan konvensional terhadap pertumbuhan dan hasil empat varietas jagung manis. Bahan yang digunakan adalah benih jagung manis varietas Talenta, Jambore, Bonanza, Master Sweet. Pupuk yang di gunakan adalah Urea, SP36, KCl dan pestisida Buprosida. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan Maret sampai Mei 2016. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Jagung manis yang ditanam dengan perlakuan sistem tanam jajar legowo 2:1 memiliki pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, luas daun dan hasil bobot segar tongkol berkelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol, kadar gula dan hasil panen per hektar yang tidak berbeda dengan jagung manis yang ditanam dengan perlakuan sistem tanam konvensional. Perlakuan Sistem Tanam jajar legowo 2:1 dan konvensioanal memberikan pengaruh yang sama terhadap semua varietas Jagung manis.
PENGARUH PEMBERIAN BIOURIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) Sihombing, Martua Rahmawati; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman selada ialah sayuran daun yang banyak diminati masyarakat. Selada dikenal sebagai sumber mineral, pro-vitamin A, vitamin C dan serat. Pupuk organik yang digunakan adalah urin kelinci. Satu ekor kelinci yang berusia dua bulan lebih, atau yang beratnya sudah mencapai 1 Kg akan menghasilkan 28,0 g kotoran lunak per hari dan mengandung 3 g protein serta 0,35 g nitrogen dari bakteri atau setara 1,3 g protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi antara dosis biourin kelinci pada 3 macam varietas selada terhadap pertumbuhan dan hasil selada; mengetahui pengaruh pemberian dosis biourin kelinci terhadap 3 macam varietas selada. Bahan yang digunakan ialah selada varietas hijau keriting, varietas grand rapid, varietas georgia, biourin kelinci, air. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus sampai Oktober 2016 di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pemberian dosis biourin dan ketiga varietas selada terhadap jumlah daun umur pengamatan 28 HST, luas daun semua umur pengamatan pertumbuhan, bobot segar total per tanaman semua pengamatan pertumbuhan. Kesimpulan yang diperoleh ialah terdapat interaksi pada pengamatan jumlah daun, luas daun, bobot segar total per tanaman dan bobot segar konsumsi per tanaman.
PENGARUH KOMPOSISI DAUN TEBU DAN SERBUK KAYU SENGON SEBAGAI MEDIA TUMBUH PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus florida) Kusumaningrum, Deni; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya jamur tiram di Indonesia, umumnya menggunakan serbuk gergaji kayu sengon sebagai media karena memiliki selulosa, lignin, dan hemiselulosa sebagai nutrisi pertumbuhan jamur. Ketersediaan serbuk gergaji kayu sengon semakin lama semakin terbatas diperoleh di sekitar lokasi budidaya jamur tiram karena persaingan dengan industri pembuatan briket arang, campuran batako, pembakaran batu bata, dll. Oleh karena itu, perlu di cari substrat alternatif yang banyak tersedia di sekitar lokasi budidaya dan cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram. Daun tebu kering “klentekan” merupakan limbah perkebunan tebu yang mengandung selulosa, lignin, hemiselulosa, dan kadar abu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memperoleh komposisi daun tebu dan serbuk kayu sengon yang tepat sebagai media tumbuh jamur tiram yang optimum. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2016 di kumbung jamur Sonotengah, Desa Kebonagung, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 macam perlakuan masing-masing di ulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan komposisi substrat daun tebu yang lebih banyak di bandingkan serbuk kayu sengon dapat menghambat pertumbuhan dan produksi jamur tiram akibat adanya kandungan silika pada daun tebu. Perlakuan 25% DT + 75% SKS, 12,5% DT + 87,5 % SKS, dan 0 % DT + 100% SKS memberikan hasil yang optimal pada pada bobot segar badan buah jamur dibandingkan semua perlakuan, namun hasil analisa usaha tani jamur tiram putih pada perlakuan 0% DT + 100% SKS (kontrol) memberikan keuntungan yang lebih tinggi di bandingkan semua perlakuan.
PENGARUH KONSENTRASI PEMBERIAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merril) Luvitasari, Desy Indah; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahun cenderung meningkat, sedangkan persediaan produksi belum mampu mengimbangi permintaan. Upaya meningkatkan produktivitas tanaman kedelai dapat dilakukan dengan dengan cara penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Bakteri yang terkandung dalam PGPR terdiri dari Azotobacter sp., Azospirillium sp., Aspergillus sp., Pseudomonas sp., Bacillus sp., yang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman, hasil panen dan kesuburan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mempelajari respon varietas kedelai terhadap pemberian PGPR dengan konsentrasi pemberian PGPR yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Bahan yang digunakan ialah kedelai varietas Grobogan, Dena 1, PGPR, pupuk urea, SP36, KCL, dan pestisida Buprosida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2016 di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan Faktorial yang disusun secara Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara perlakuan varietas dengan pemberian PGPR pada variabel pengamatan luas daun buku subur pada tanaman kedelai. Perlakuan varietas memberikan hasil ha-1 yang berbeda. Varietas Grobogan memberikan hasil  ha-1 lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Dena 1. Pemberian PGPR mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, buku subur, jumlah bunga, jumlah polong dan hasil panen tanaman kedelai dibandingkan tanpa pemberian PGPR.
EFEKTIVITAS PEG-6000 SEBAGAI MEDIA OSMOCONDITIONING DALAM PENINGKATAN MUTU BENIH DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merr.) Aisyah, Diah Nur; Kendarini, Niken; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan benih kedelai pada suhu ruang untuk menunggu musim tanam berikutnya menyebabkan turunnya persentase perkecambahan. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perkecambahan ialah invigorasi osmoconditioning.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkecambahan benih kedelai yang mengalami kemunduran mutu dan pengaruhnya terhadap produksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2016. Terdiri dari dua tahap. Tahap pertama mencari konsentrasi PEG-6000 terbaik dan tahap kedua untuk mengetahui pengaruhnya terhadap produksi.  Uji viabilitas dan vigor dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Green House Universitas Brawijaya. Penanaman kedelai dilaksanakan di Lowokwaru, Malang dengan ketinggian ±650 mdpl, suhu 24-28oC  kelembaban 68,8%.  Uji viabilitas dan vigor dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor. Faktor pertama varietas kedelai, Argo Mulyo dan Detam-4. Faktor kedua konsentrasi larutan PEG-6000, yaitu 0%, 10%, 15% dan 20%. Tahap kedua menggunakan RAK pada benih baru dan benih lama dengan perlakuan osmoconditioning. Interaksi antara varietas kedelai dengan konsentrasi PEG-6000 berpengaruh sangat nyata pada indeks vigor, bobot kering kecambah normal dan panjang hipokotil, serta berpengaruh nyata pada panjang akar dan daya hantar listrik.  Interaksi varietas Argo Mulyo dengan PEG-6000 konsentrasi 20% secara efektif menghasilkan nilai indeks vigor tertinggi (50,75%) dan menurunkan daya hantar listrik (140,5 dS cm-1). Interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh, daya tumbuh, laju perkecambahan, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Kombinasi varietas kedelai dan osmoconditioning pada benih lama menunjukkan produksi yang lebih rendah 19,34% (Detam-4) dan 9,83% (Argo Mulyo) dibandingkan benih baru yang disimpan jangka pendek.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN HORMON AUKSIN PADA BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) TEKNIK BUD CHIP Alpriyan, Dimas; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman budidaya penghasil gula untuk kebutuhan pokok. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pemberian hormon auksin dengan lama perendaman untuk meningkatkan kualitas pada pertumbuhan bibit tebu (Saccharum officinarum L.) teknik bud chip. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2016 di Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor 1 yaitu konsentrasi auksin 0 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Faktor ke 2 yaitu lama perendaman 20 menit, 40 menit dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara konsentrasi auksin dengan lama perendaman pada persentase perkecambahan umur 1 minggu setelah tanam. Perendaman bibit tebu bud chip dengan konsentrasi auksin 0 ppm berpengaruh nyata dengan waktu perendaman selama 60 menit, konsentrasi auksin 100 ppm berpengaruh nyata dengan waktu perendaman 20 menit dan konsentrasi auksin 200 ppm berpengaruh nyata dengan waktu perendaman 40 menit. Perlakuan perendaman bibit tebu bud chip dengan konsentrasi auksin 100 ppm berpengaruh nyata pada persentase perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat basah pucuk dan berat kering pucuk. Perlakuan waktu perendaman bibit tebu bud chip selama 40 menit dengan menggunakan auksin berpengaruh nyata pada parameter luas daun.
RESPON MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Angraeni, Dwi Septa; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan jagung manis dalam negeri setiap tahun cenderung meningkat, sedangkan persediaan produksi belum mampu mengimbangi permintaan. Upaya peningkatan produktivitas tanaman dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik salah satunya pupuk kandang. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh pupuk kandang dan varietas serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Bahan yang digunakan pupuk urea, SP-36, KCl, pupuk kandang ayam, sapi dan kambing, benih jagung manis varietas talenta, bonanza dan jambore. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 9 perlakuan dengan tiga kali ulangan. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan macam pupuk kandang dan tiga varietas jagung manis terhadap jumlah daun pada pengamatan 63 hst dan indeks panen. Perlakuan macam pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering total tanaman dan kadar gula jagung manis. Perlakuan perbedaan varietas berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat tongkol dengan klobot, berat tongkol tanpa klobot dan hasil panen. Hasil produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan varietas Talenta dibandingkan varietas Jambore dan varietas Bonanza.
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Nur Alifah, Falia Nanda; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas areal penanaman tanaman buncis di Indonesia tiap tahun terus meningkat, tetapi produktivitasnya masih rendah karena petani belum intensif dalam pemeliharaannya. Teknologi yang mampu meningkatkan produksi yaitu pemangkasan pucuk dan pemupukan kalium.Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi pupuk kalium dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis apabila dilakukan pemangkasan pucuk. Penelitian dilaksanakan di screenhouse STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian), Tanjung, Malang pada bulan Februari – Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara tanpa dan pemangkasan pucuk dengan empat dosis pupuk kalium terhadap LPR dan bobot segar polong per tanaman. Kedua faktor juga memberikan pengaruh secara terpisah. Pemangkasan pucuk memberikan pengaruh nyata terhadap luas daun umur 70 HST, jumlah bunga, jumlah polong, dan bobot segar polong per tanaman. Sedangkan dosis pupuk KCl memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan, kecuali panjang polong (cm) dan diameter polong (cm). Jadi dapat disimpulkan bahwa dosis optimum pupuk KCl apabila dilakukan pemangkasan pucuk adalah 147,6 kg KCl ha-1 dan apabila tanpa dilakukan pemangkasan pucuk adalah 121,9 kg KCl ha-1.

Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue