cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin (GA3) terhadap Pembungaan Tiga Jenis Tanaman Soka (Ixora coccinea L.) Hidayati, Antika Rela; Nurlaelih, Euis Ellih; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1028

Abstract

Soka (Ixora coccinea L.) merupakan salah satu tanaman hias yang berbatang perdu dengan percabangan yang banyak. Sebagai tanaman hias, soka mempunyai keistimewaan yaitu bunganya yang elok dan warnanya yang bermacam-macam seperti merah, kuning pucat, jingga, merah muda dan putih (Anonimous, 1992). Permasalahan yang umum pada budidaya tanaman soka adalah tanaman soka sulit berbunga dan masa berbunga yang terlalu singkat. Zat pengatur tumbuh giberelin merupakan salah satu faktor luar sebagai penentu keberhasilan suatu pertumbuhan tanaman yang berfungsi mempercepat proses pembungaan. Bahan yang digunakan ialah soka merah, soka jingga, soka merah muda, media tanam campuran tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1, Air, hormon Giberelin dengan konsentrasi 0 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 300 ppm serta pupuk NPK dengan perbandingan 16:16:16. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKF) Faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Penelitian dilaksanakan di UPT Kebun Bibit Tunggulwulung Disperkim Kota Malang. Terdapat interaksi antara jenis tanaman dan konsentrasi giberelin pada parameter pengamatan diameter tajuk tanaman umur pengamatan 42hst-70hst. Sedangkan untuk parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan luas daun menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap perlakuan jenis tanaman umur pengamatan 14hst-70hst sedangkan jumlah cabang perlakuan konsentrasi giberelin umur pengamatan 56hst-70hst. Pada parameter waktu muncul bunga dan jumlah anak bunga pada perlakuan jenis tanaman merah muda dengan konsentrasi 150 ppm memiliki nilai yang lebih tinggi. Sedangkan parameter diameter bunga memiliki nilai rata-rata 4,63 dan 5,97 cm.
Pendugaan Jumlah Gen Pengendali Warna Ungu pada Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) Berpolong Ungu Latif, Dhofir; Adiredjo, Afifuddin Latif; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1029

Abstract

Kacang panjang berpolong ungu merupakan salah satu sumber antioksidan. Penampilan polong berwarna ungu pada kacang panjang menunjukkan adanya kandungan zat antosianin, semakin gelap warna polong diduga semakin banyak kadar antosianin yang terkandung. Informasi tentang aksi gen dan jumlah gen pengendali warna ungu sangat penting untuk diketahui untuk pemilihan atau seleksi terhadap tanaman-tanaman unggul pada kacang panjang berpolong ungu. Penelitian ini berlokasi  di Agrotechnopark Universitas Brawijaya Desa jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang ± 330 mdpl yang dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017. Bahan yang digunakan meliputi 6 galur segregasi kacang panjang berpolong ungu yaitu BU1, BU2, BU3, BU4, BU5 dan BU6. Hasil penelitian menunjukkan karakter warna ungu pada polong, batang, dan bunga galur BU1, BU2, BU3, BU4, BU5 dan BU6 dikendalikan oleh 2 gen dengan aksi gen epistasis resesif ganda dan saling berinteraksi. Karakter warna ungu pada kelopak bunga galur BU1, BU3, dan BU4 dikendalikan oleh 2 gen dengan aksi gen dominan rangkap. Karakter warna ungu pada kelopak bunga galur BU5 dan BU6 dikendalikan oleh 1 gen dengan aksi gen dominan tunggal. Karakter warna ungu kelopak bunga galur BU2 dikendalikan oleh 2 gen dengan aksi gen epistasis dominan resesif.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Effective Microorganism (EM4) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Saraswaty, Dwi; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1030

Abstract

Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang biasa dikonsumsi sebagai sayuran karena merupakan salah satu sumber protein nabati dan kaya vitamin. Salah satu  faktor yang menyebabkan produksi buncis yang semakin menurun adalahkualitas tanah yang menurun. Alternatif untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat menggunakan pupuk organik yang dibantu dengan Effective Microorganisms 4 (EM4) yang merupakan kultur campuran mikroorganisme yang dapat mempercepat dekomposisi bahan organik sehingga dapat diserap langsung oleh perakaran tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh interaksi pemberian pupuk kandang sapi dan EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis.Penelitian dilaksanakan  di lahan pertanian desa Wringinsongo, kecamatan Tumpang, kabupaten Malang pada bulan Mei 2017 sampai Juli 2017. Penelitian ini dilakasanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan.Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf yaitu dosis pupuk kandang sapi 15, 25, dan 35 ton ha-1. Faktor kedua adalah konsentrasi EM4 yang terdiri dari 3 taraf yaitu 5, 7,5, dan 10 ml L-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang sapi dengan konsentrasi EM4 pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Pemberian pupuk kandang sapi 35 ton ha -1 berpengaruh nyata pada 24, 34, dan 44 hst pada parameter jumlah daun. Pemberian EM4 dengan Konsentrasi 10 ml L-1 berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun 34 hst.
Respon Pertumbuhan Planlet Tanaman Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Klon Jember dan Pasuruan terhadap Berbagai Konsentrasi Kolkisin Parastaka, Ghanousha; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1031

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat berimpang dari famili zingiberaceae yang banyak diminati oleh industri fitofarmaka dan memiliki kromosom triploid (3n) sehingga dalam perkembangbiakan tanaman ini menggunakan organ vegetatif yaitu rimpang yang mengakibatkan keragamannya menjadi rendah. Permintaan bahan baku temulawak mencapai 3.000 ton/th namun budidaya yang dilakukan petani memiliki produksi yang rendah (Wardiyati et al., 2010). Salah satu cara untuk memperbaiki genetik tanaman temulawak yaitu dengan induksi poliploidi yang dapat dilakukan dengan kolkisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi kolkisin yang tepat pada tanaman temulawak klon Jember dan Pasuruan guna meningkatkan pertumbuhan planlet tanaman temulawak. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kultur Jaringan dan Pemuliaan Tanaman, UB pada bulan Februari - Desember 2017. Alat yang digunakan yaitu Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), kompor listrik, botol kultur, rak kultur, gelas beker, gelas ukur, cawan petri, oven, autoklaf, gelas objek, gelas penutup dan mikroskop olympus. Bahan yang digunakan adalah klon temulawak Jember (UB2) dan Pasuruan (UB3), media dasar Murashige dan Skoog (MS), sukrosa, agar, benzyl amino purine (BAP), methylene blue, kolkisin dan cat kuku transparan.Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 3ulangan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan klon dengan konsentrasi kolkisin terhadap rata-rata jumlah tunas.
Karakteristik Biji Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) akibat Perlakuan Kolkisin Permatasari, Lalita; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1032

Abstract

Jarak kepyar merupakan tanaman yang dimanfaatkan pada bagian bijinya. Biji jarak kepyar mengandung sekitar 60% minyak, yang disebut dengan minyak kastor. Minyak kastor sering digunakan pada berbagai kepentingan industri, sehingga perlu adanya peningkatan produksi biji jarak kepyar. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi biji jarak kepyar yaitu dengan pemberian kolkisin sehingga menghasilkan perubahan karakter pada biji. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kolkisin terhadap karakteristik biji tanaman jarak kepyar. Penelitian ini dilaksanakan di Ngijo, Karangploso, Malang. Penelitian ini menggunakan 8 genotip jarak kepyar (C856, C864, C1012, Thailand Dwarf, Jayas, ASB 22, ASB 60, dan ASB 81) dan masing-masing genotip diberi perlakuan kolkisin 500 ppm dan 0 ppm (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kolkisin berpengaruh terhadap keragaman karakter semua genotip. Kolkisin menyebabkan perubahan terhadap seluruh karakter pada masing-masing genotip, kecuali bobot biji total pada genotip C1012.
Pengaruh Dosis Limbah Biogas Cair Dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Bauji Belinda, Nia; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1033

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan kelompok rempah yang memiliki banyak manfaat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah ada-lah dengan memanfaatan limbah biogas cair sebagai pupuk dan penggunaan jarak ta-nam. Penelitian ini bertujuan untuk mem-pelajari dan mengetahui interaksi antara dosis limbah biogas cair dan jarak tanam pada budidaya bawang merah varietas Bauji. Bahan yang digunakan dalam pe-nelitian ini adalah bibit bawang merah varietas Bauji, limbah biogas cair, pupuk NPK, ZA, SP-36, KCL dan air.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu do-sis limbah biogas cair dengan 3 taraf dan jarak tanam dengan 3 taraf. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dosis limbah biogas cair 0 l/ha, 25000 l/ha dan 50000 l/ha. Serta perlakuan jarak tanam 15 x 20 cm, 20 x 20 cm dan 25 x 20 cm dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 petak percobaan. Pe-nelitian dilaksanakan di lahan jagung yang terletak di Desa Wringinsongo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, pada bulan Maret sampai Juni 2017. Hasil dari pe-nelitian menunjukkan terdapat interaksi pada komponen pertumbuhan tanaman antara lain parameter laju pertumbuhan tanaman dan indeks luas daun, selain itu terdapat interaksi pada komponen hasil pengamatan berat kering umbi dan hasil panen per hektar budidaya bawang merah. Pada hasil panen per hektar dosis biogas cair 25000 l/ha menghasilkan umbi bawang merah tertinggi pada jarak tanam 15 x 20 cm dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada populasi tertentu kebutuhan dosis biogas cair berbeda, se-suai dengan kebutuhan tanaman dan ke-tersediaan unsur dalam lahan budidaya.
Pengaruh Dosis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Selada Merah (Lactuca sativa L.) Wulandari, Palupi; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1034

Abstract

Produksi sayuran di Indonesia salah satunya komoditas selada merah belum mencapai target yang ditetapkan sehingga kebutuhan permintaan konsumsi sayuran di masyarakat belum dapat tercukupi secara optimal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi selada merah yaitu melalui aplikasi PGPR  dan pemilihan varietas yang unggul. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara 2 varietas selada merah dengan aplikasi dosis PGPR  telah dilakukan di lahanDadaprejo, Kota Batu pada bulan Agustus hingga September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah varietas Red Rapid dan varietas Lollo Rossa. Faktor kedua ialah dosis PGPR dengan taraf0 ml, 100 ml, 150 ml, 200 ml, 250 ml dan 300 ml. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara varietas dengan dosis PGPR pada peubah bobot segar total tanaman, bobot konsumsi tanaman, bobot akar tanaman dan panjang akar tanaman. Varietas Red Rapid menunjukkan hasil tertinggi  dibandingkan varietas Lollo Rossa dan dosis PGPR 300 ml menunjukkan hasil paling tinggi dari semua perlakuan dosis PGPR.
Keragaman Genetik Padi Hitam (Oryza sativa L. ) Populasi M2 Hasil Mutasi Kolkisin Darmawan, Rachmat Tri; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1035

Abstract

Keberadaan beras hitam di masyarakat masih tergolong langka dan hanya sedikit petani yang membudidayakan. Varietas padi hitam yang beredar di masyarakat adalah varietas lokalyang umumnya memiliki beberapa karakter umur panen panjang dan hasil panen masih rendah, sehingga kurang diminati oleh petani. Salah satu upaya untuk memperbaiki fenotipe dan genotipe padi hitamadalahdengan menggunakan senyawa mutagen kimia yaitu dengan kolksin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tingkat keragaman padi hitam generasi M2 hasil mutasi kolkisin. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Maret hingga Agustus2017. Pengambilan data menggunakan metode single plant, data dianalisis menggunakan uji T pada taraf 5%. Bahan tanam yang digunakan yaitu U-K0, U-K250-67, U-K250-68, U-K500-79, U-K500-83,U-K750-5,U-K750-41 genotip lokal Ungaran populasi M2 hasil mutasi kolkisin. Dari individu yang di uji populasi M2 hasil mutasi kolkisin memiliki koefisien keragaman genetik (KKG) dalam katagori rendah hingga cukup tinggi pada semua karakter pengamatan kuantitatif.
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Strurt) Purwati, Rima Dwi; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1036

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai potensi tinggi untuk dibudidayakan. Di Indonesia produksi jagung mencapai 19,81 juta ton ha-1 (BPS, 2018). Dalam pencapaian produksi tersebut, banyak petani yang menggunakan pupuk anorganik tanpa di imbangi dengan pupuk organik. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebih dapat menyebabkan masalah pada lingkungan dan berkurangnya bahan organik yang ada didalam tanah. Salah satu cara mengatasi dampak lanjut dari pupuk anorganik yaitu melalui pemberian bahan organik berupa pupuk kandang dan untuk mendapatkan produksi yang diharapkan, maka dilakukan penelitian pada beberapa jenis pupuk kandang dan macam varietas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari berbagai jenis pupuk kandang pada pertumbuhan dan hasil 3 varietas jagung manis dan untuk menentukan jenis pupuk kandang yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tiga varietas jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan diDadaprejo, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan April sampaiJuli 2017.  Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalahjenis pupuk kandang yang terdiri dari tanpa pupuk kandang, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah macam varietas yang terdiri dari varietas Sweet Lady, Talenta dan Jambore. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan perbedaan jenis pupuk kandang dengan macam varietas pada parameter pertumbuhantanaman jagug manis. Secara terpisah, Perlakuan jenis pupuk kandang dan macam varietas memberikan pengaruh pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, hasil panen ha-1 dan kadar gula jagung manis.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi pada Beberapa Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman terung (Solanum melongena L.) Ufairah, Rusydah; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1037

Abstract

Produksi tanaman terung di Indonesia mengalami penurunan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan hasil panen tanaman terung salah satunya dengan menggunakan pupuk organik dan beberapa varietas tanaman terung. Per-cobaan ini bertujuan untuk melihat respon dua varietas tanaman terung terhadap beberapa taraf dosis pupuk kandang sapi. Bahan yang digunakan dalam percobaan diantaranya benih terung varietas Turangga F1, varietas Patriot F1, pupuk kandang sapi, urea, SP36, dan KCl. Percobaan meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dan diulang sebanyak 4 kali dengan 2 faktor yakni dosis pupuk kandang sapi dan varietas. Sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan dosis pupuk kandang sapi (0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ ha) dan Varietas (Turangga F1 dan Patriot F1) serta terdapat 32 petak percobaan. Percobaan dilaksanakan di lahan terbuka di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Percobaan dilaksana-kan pada bulan April hingga Agustus 2017. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ter-dapat respon yang berbeda pada varietas Turangga dan varietas Patriot terhadap per-lakuan dosis pupuk kandang sapi. Selain itu, terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang sapi dan varietas terhadap indeks luas daun dan jumlah buah per tanaman. Secara terpisah perlakuan pupuk kandang sapi serta per-lakuan varietas berpengaruh tidak nyata terhadap indeks luas daun, bobot per buah, bobot buah per tanaman dan bobot buah. Perlakuan pupuk kandang sapi 15 ton/ha dan varietas Turangga memberikan hasil panen yang lebih baik dibandingkan perlakuan yang lain. Penggunaan dosis pupuk kandang sapi 15 ton/ha, hasil panen tanam-an terung masih meningkat sehingga produksi tanaman terung akan meningkat pula.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue