cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Dua Varietas Lokal Zakiah, Suci Gita; Armita, Deffi; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1017

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) salah satu komoditas hortikultura yang masih memerlukan penanganan serius dalam meningkatkan pertumbuhan, terutama pada varietas lokal. Salah satu teknik budidaya yang berperan dalam mencapai pertum-buhan yang maksimal adalah pemupukan. Unsur hara N merupakan komponen yang mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk Nitrogen pada pertumbuhan tanaman tomat, mempelajari respon varietas tomat lokal pada pemberian dosis pupuk Nitrogen yang berbeda, serta mempelajari interaksi varietas tomat dengan dosis pupuk Nitrogen. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bocek Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2017. Bahan yang digunakan adalah media untuk pembibitan berisi campuran tanah dan pupuk kandang benih tomat varietas Karina dan Mawar, Pupuk Urea sesuai perlakuan , Pupuk SP36 dan pupuk KCl. Metode penelitian menggunakan Faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Dosis pupuk Nitrogen (N) yang terdiri dari N1 : 100 kg N ha-1, N2 : 125 kg N ha-1, N3 : 150 kg N ha-1, N4 : 175 kg N ha-1, N5 : 200 kg N ha-1. Faktor kedua adalah Varietas Tomat lokal (V) yaitu Varietas Karina (V1) dan Varietas Mawar (V2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata pada faktor pertumbuhan, namun  pemupukan nitrogen berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga. Varietas Karina menghasilkan tinggi tanaman, jumlah bunga, dan fruit set yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Mawar.
Pengaruh Herbisida Pra Tumbuh (Oxyfluorfen) dan Waktu Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Sembiring, Daniel Teguh Surya; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1018

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) adalah tanaman semusim yang tumbuh tegak dan berbentuk semak. Pengendalian gulma yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan hasil tanaman kedelai. Keberadaan gulma akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman utama, oleh karena itu keberadaan gulma dapat merugikan dan harus dikendalikan dengan teratur dan terencana seperti peng-aplikasian herbisida yang tepat dan penyiangan secara manual. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan januari 2017 yang dilaksanakan di UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang terletak di Jl. Raya Randuagung, Kec. Singosari, Kab. Malang Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 4 kali. Dalam satu kali ulangan terdapat 6 perlakuan sehingga dihasilkan 24 petak percobaan. Perlakuan penelitian antara lain; P0 : Tanpa pengendalian gulma (Kontrol), P1 : Penyiangan 21 hst & 35 hst, P2 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1 (tanpa penyiangan), P3: Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1& Penyiangan 21 hst, P4 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1& Penyiangan 35 hst, P5 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1& Penyiangan 49 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengendalian gulma pada berbagai perlakuan memberikan pengaruh yang nyata antara pertumbuhan tanaman dan parameter hasil tanaman (ton/ha). Perlakuan P1 : Penyiangan 21 hst dan 35 hst, P3: Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1 + Penyiangan 21 hst dan P4 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1 + Penyiangan 35 hst merupakan perlakuan yang dapat menekan bobot kering gulma serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.).
Analisis Hubungan Kekerabatan Antar Galur Kecipir (Psophocarpus tertragonolobus L.) Lokal Permatasari, Santi; Ardiarini, Noer Rahmi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1019

Abstract

Indonesia dikenal memiliki sumber daya genetik yang tinggi, salah satunya ialah kecipir. Ragam kecipir di Indonesia diperkirakan tidak kurang dari 100 aksesi. Nilai keragaman termasuk tinggi (KK>50%), sehingga perlu dilakukan koleksi dan identifikasi untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar kecipir. Informasi tersebut diperlukan dalam pemilihan tetua pada kegiatan pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui hubungan kekerabatan 31 galur kecipir lokal koleksi berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang padabulan Februari sampai Agustus 2017. Percobaan menggunakan metode penanaman single row dengan menanam 31 galur dan galur UB. Pengamatan dilakukan pada setiap individu tanaman. Jumlah populasi sebanyak 160 tanaman dengan masing-masinggalur sebanyak 5 tanaman dan galur UB sebanyak 10 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif memiliki keragaman pada karakter biji, batang, daun, bunga dan polong. Dendogram pada 48 kecipir lokal hasil koleksi, menyebar pada tingkat kesamaan (similarity) 49-100%. Pada tingkat kesamaan 57%, galur kecipir lokal terbagi menjadi 3 kluster utama. Hubungan kerabat terdekat adalah Galur SKB-2b dan BNN-1a, SKB-1 dan MNN-1a, DJB-2a dan DJB-2e dengan similarity 100% dan hubungan kerabat terjauh adalah galur PTL-1a dengan  similarity 57%.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) PADA Sistem Tumpangsari dengan Selada (Lactuca sativa L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan PGPR Ludihargi, Rachma Jati; Murdiono, Wisnu Eko; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1021

Abstract

Peningkatan produksi terung dapat dilakukan melalui pemberian pupuk kandang kambing serta aplikasi PGPR yang dapat meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman. Tingkat serangan OPT dapat dikurangi dengan sistem tumpangsari dengan selada. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR yang sesuai pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung yang ditanam tumpangsari dengan selada. Penelitian dilaksanakan pada Maret – Juli 2017 di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama, dosis pupuk kandang kambing, yaitu K1 : 10 ton ha-1, K2 : 20 ton ha-1 dan K3 : 30 ton ha-1. Faktor kedua, konsentrasi PGPR, yaitu P0 : 0 ml, P1 : 10 ml l-1, P2 : 15 ml l-1 dan P3 : 20 ml l-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terung yang ditanam secara tumpangsari dengan selada dengan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 diikuti konsentrasi PGPR 20 ml l-1 dapat meningkatkan panjang buah terung. Pemberian dosis pupuk kandang kambing dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, berat kering, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak dan bobot buah per ha. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Konsentrasi PGPR dapat meningkatkan luas daun, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak dan bobot buah per ha. Perlakuan konsentrasi PGPR 20 ml l-1 memiliki hasil yang lebih lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, namun pada luas daun konsentrasi PGPR 15 ml l-1 merupakan hasil yang lebih tinggi.
Potensi Wisata Komoditas Pertanian Ditinjau Dari Aspek Kegiatan Usaha Tani Di Kota Batu Santika, Yudo Aji; Nurlaelih, Euis Ellih; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1022

Abstract

Jawa Timur memiliki potensi yang sangat beragam mulai dari obyek wisata religi, obyek wisata alam, cagar budaya, dan pertanian. Pada Tahun 2016, kunjungan wisatawan mancanegara naik sebesar 9,92 persen dibanding pada tahun 2015. Salah satu destinasi andalan Jawa Timur adalah Kota Wisata Batu, hal tersebut dikarenakan Kota Batu memiliki potensi pertanian yang sudah dimanfaatkan menjadi sektor pariwisata. Potensi wisata komoditas pertanian yang ada diharapkan dapat dimanfaatkan sehingga meningkatkan nilai tambah bagi petani. Agrowisata tidak hanya menawarkan rekreasi, namun juga dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pertanian terhadap pengunjungn dan mengurangi arus urbanisasi dengan memandirikan serta memajukan perekonomian setempat terutama petani. Kota Batu memiliki komoditas pertanian yang beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi wisata komoditas pertanian di Kota Batu ditinjau dari aspek kegiatan usaha tani.Penelitian dilaksanakan di Kota Batu Provinsi Jawa Timur pada Bulan September hingga Oktober 2017. Rancangan penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.Komoditas pertanian di Kota Batu memiliki potensi untuk menjadi obyek wisata dengan keindahan, keunikan dan atraksi yang ada dalam masing-masing komoditas pertanian.Kegiatan usaha tani komoditas pertanian di Kota Batu berlangsung sepanjang tahun dan dapat dimanfaatkan sebagai atraksi wisata.
Respons Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) pada Sistem Tumpangsari Dengan Selada (Lactuca sativa L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan EM4 Iswara, Henrikus Rico Adhi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1023

Abstract

Terung merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi untuk meningkatkan gizi. Upaya untuk meningkatkan produksi terung dapat melalui pengelolaan hara terpadu dan sistem tanam yang tepat. Aplikasi Effective Microorganism 4 (EM4) dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara melalui pemanfaatan mikroorganisme dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 serta mendapatkan dosis dan konsetrasi yang sesuai untuk meningkatan hasil dan pertumbuhan tanaman terung yang ditanam secara tumpangsari dengan selada.  Penelitian dilaksanakan di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, pada bulan Maret - Agustus 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 ulangan, yaitu dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4. Dosis pupuk kandang kambing terdiri 3 taraf, yaitu K1 = 10 ton/ha, K2 = 20 ton/ha dan K3 = 30 ton/ha. Konsentrasi EM4 terdiri 4 taraf, yaitu E0 = 0 ml/l, E1 = 10 ml/l, E2 = 15 ml/l dan E3 = 20 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang kambing dengan konsentrasi EM4 pada luas daun terung umur 120 hst. pupuk kandang kambing dan EM4 memberikan pengaruh nyata pada hasil yang meliputi bobot buah per ha. Aplikasi dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha menunjukkan hasil tertinggi yaitu sebesar 18,43 ton/ha. Aplikasi EM4 konsentrasi 20 ml/l menunjukkan hasil tertinggi yaitu sebesar 19,54 ton/ha. Sistem tanam tumpangsari terung dan selada menunjukkan Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) dengan nilai antara 1,3 – 1,9 yang menguntungkan pada semua perlakuan antara konsentrasi pupuk kandang kambing dan dosis EM4.
Keragaman Genetik Aksesi Ciplukan (Physalis sp.) Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi Rukmi, Kirana; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1024

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) merupakan tanaman tropis yang potensial dikembangkan di Indonesia. Di Indonesia tanaman ciplukan dibuktikan dengan berbagai nama daerah, seperti di Jawa: ciciplukan; Madura: yoryoran; Sunda: cecendet; Bali: kopok-kopokan; Pontianak: lelutup; Minahasa: leletokan; Sumatra: daun boda. Ciplukan memiliki banyak manfaat tanaman yang layak untuk dibudidayakan sebagai bahan baku biofarmaka sehingga tidak lagi dikenal sebagai tanaman liar. oleh masyarakat. Salah satu dalam memanfaatkan plasma nutfah dengan mengetahui keragaman dan jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan agronomi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2017 bertempat di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Bahan 10 aksesi ciplukan, cocopeat, kompos, ZA, SP-36, KCL dan decis. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) perlakuan berupa 10 aksesi ciplukan dengan tiga kali ulangan. Variabel pengamatan kualitatif tipe pertumbuhan, bentuk daun, batas gerigi daun, letak tangkai daun, tipe tangkai bunga, rambut ruas, warna daun, warna utama buah, warna daging buah. Variabel pengamatan kuantitatif tinggi tanaman, lebar daun, panjang buah, diameter buah, jumlah buah pertanaman, bobot buah segar dengan kelopak, bobot buah pertanaman, jumlah biji perbuah, padatan terlarut total. Data dianalisis menggunakan perhitungan (PCA) dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson dilakukan untuk mengetahui kontribusi karakter terhadap keragaman maksimum. Analisis pengelompokan berdasarkan (AHC) dengan similiritas koefisien korelasi pearson dengan metode aglomerasi unweighted pair-group method average (UPGMA). Keragaman aksesi ciplukan berdasarkan PCA terhadap karakter morfologi dan agronomi dipengaruhi oleh 5 komponen utama dengan nilai keragaman kumulatif 87,36%. Hasil jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan agronomi terbagi menjadi empat kelompok utama yang tersebar pada jarak genetik dengan koefisien 99%-100%.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan Inokulasi Mikroba Rhizosfer Pratiwi, Stevani; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1025

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) ialah salah satu produk tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penyebab rendahnya produktivitas tanaman terung ialah penurunan tingkat kesuburan tanah. Oleh karenanya perlu diupayakan untuk meningkatkan produksi terung melalui perbaikan kesuburan tanah. Pemberian pupuk kandang kambing dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan hara. Tujuan dari penelitian ialah mempelajari dan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi mikroba rhizosfer yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang pada Februari hingga Juni 2017. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing, yaitu K1 : 10 ton/ha, K2 : 20 ton/ha, K3 : 30 ton/ha. Faktor kedua adalah jenis dan konsentrasi mikroba rhizosfer, yaitu M0 : tanpa mikroba, M1 : 10 EM4 ml/l, M2 : 15 EM4 ml/l, M3 : 10 PGPR ml/l, M4 : 15 PGPR ml/l. Hasil penelitian  menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan inokulasi mikroba rhizosfer pada peubah luas daun 120 hst. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 dengan konsentrasi PGPR 15 ml l-1 mampu menghasilkan luas daun paling tinggi yaitu 42,64 dm2. Pemberian pupuk kandang 30 ton/ha memberikan hasil yang lebih tinggi pada jumlah buah  dan bobot buah. Pemberian mikroba rhizosfer EM4 dan PGPR dengan dosis 10 ml/l dan 15 ml/l mampu meningkatkan jumlah buah dan bobot buah.
Pengaruh Sumber dan Dosis Bahan Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays) di Lahan Sawah Akbar, Alfin Nur; Azizah, Nur; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1026

Abstract

Jagung merupakan komoditas serealia yang mempunyai peranan penting dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan program diversifikasi pangan. Aplikasi bahan organik menjadi salah satu solusi dalam upaya peningkatan produktivitas jagung nasional. Namun demikian, besarnya pengaruh bahan organik akan sangat dipengaruhi sumber dan dosis bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sumber dan dosis bahan organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di lahan sawah, serta untuk menentukan pengaruh dosis dan sumber bahan organik yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di lahan sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2017, di Lahan sawah, yang terletak di Dusun Areng-areng, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT), dengan 3 ulangan yang terdiri dari 3 sumber bahan organik sebagai petak utama, yaitu blotong tebu (B1), kompos (B2), pupuk kandang ayam (B3), 3 dosis bahan organik sebagai anak petak, yaitu 50% (D1), 100% (D2), 150% (D3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan pupuk kandang ayam dan blotong tebu lebih tinggi dibandingkan penggunaan kompos pada pengamatan komponen pertumbuhan dan hasil tanaman. Pada perlakuan dosis bahan organik, pada 150% dan 100% dosis bahan organik lebih tinggi dibandingkan 50% dosis bahan organik pada pengamatan komponen pertumbuhan dan hasil tanaman.
Respons Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap Aplikasi Pupuk Kandang dan EM4 pada Sistem Tumpangsari dengan Terung (Solanum melongena L.) Kholivia, Anita; Armita, Deffi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1027

Abstract

Peningkatan efisiensi pemanfaatan lahan serta keanekaragaman tanaman diperlukan melalui sistem penanaman tumpangsari. Pengelolaan unsur hara yang baik merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penanaman tumpangsari kacang panjang dengan terung. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh berbagai dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang yang ditanam secara tumpangsari dengan terung. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juli 2017 di desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf  yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi EM4 yang terdiri 4 taraf yaitu 0, 10, 15 dan 20 ml/l. Hasil penelitian tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang dan konsentrasi EM4 pada semua  parameter. Secara terpisah perlakuan pupuk kandang dan EM4 mempengaruhi jumlah daun, diameter batang, luas daun, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot polong per petak dan bobot polong per hektar. Bobot polong per hektar pada pemberian pupuk kandang menunjukkan hasil tertinggi dengan dosis 15 ton/ha yaitu 14,35 ton/ha. Sedangkan pada pemberian EM4 didapatkan pada jumlah EM4 konsentrasi 20 ml/l yaitu 14,83 ton/ha.

Page 100 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue