cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Macam Pupuk Organik dan Dosis NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Asal TSS (True Shallot Seed) Suparanti, Mirayunda; Istiqomah, Nurul; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1532

Abstract

Bawang Merah merupakan salah satu komoditas yang mempunyai arti penting bagi masyarakat Indonesia. Kebutuhan benih umbi bawang merah di Indonesia terus meningkat namun tidak diimbangi dengan peningkatan produksi nasional. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan meningkatkan ketersediaan bibit dan umbi melalui biji/TSS. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan bibit dan umbi dengan cara pemberian pupuk organik maupun anorganik yang dibutuhkan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Pemberian pupuk organik yang berupa pupuk kandang berfungsi memperbaiki struktur tanah, menaikkan bahan serap tanah terhadap air, meningkatkan mikroorganisme dalam tanah dan sumber zat bagi tanaman. Pemberian pupuk anorganik berupa NPK berfungsi memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah yang menunjang pertumbuhan tanaman dan pengolahan tanah. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan macam pupuk organik dan dosis NPK yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) asal TSS (True Shallot Seed). penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2020. Penelitian dirancang dengan rancangan acak kelompok non faktorial. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan uji DMRT 5%. Parameter pertumbuhan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, indeks klorofil. Parameter hasil meliputi bobot segar umbi, bobot kering umbi. Pemberian pupuk kandang ayam 5 ton ha-1 dan dosis NPK 400 kg ha-1 merupakan hasil terbaik dalam pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L) asal TSS (True Shallot Seed).
Pengaruh Jarak Tanam Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Farrakhan, Muhammad Husni; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1533

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) menjadi salah satu tanaman serealia yang memiliki kandungan gizi dan serat kasar. Tanaman jagung manis sudah menjadi salah satu bahan pangan pokok untuk masyarakat Indonesia karena tanaman jagung manis dapat tumbuh maksimal di dataran tinggi ataupun dataran rendah, Tanaman jagung manis membutuhkan budidaya pertanian yang tepat sehingga dapat mendukung pertumbuhan dari tanaman jagung manis dan hasil panen maksimal. Untuk mempertahankan hasil panen jagung manis maka perlu jarak tanam optimum dan varietas yang sesuai perlu diketahui agar hasil panen tetap stabil. Tujuan percobaan ini yaitu untuk menentukan jarak tanam yang sesuai pada setiap varietas tanaman jagung manis. Percobaan dillaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Jatikerto Kromengan, Malang pada bulan Februari – April 2020 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali ulangan.. Faktor pertama yaitu varietas terdiri dari 2 taraf yaitu varietas hibrida (Talenta) dan varietas lokal. Faktor kedua yaitu jarak tanam terdiri dari 3 taraf yaitu jarak tanam 40 cm x 25 cm . 60 cm x 25 cm, dan 80 cm x 25 cm perlakuan. Hasil percobaan menunjukan bahwa   Perlakuan jarak tanam 80 cm x 25 dengan varietas hibrida menunjukkan bahwa pertumbuhan paling baik dibanding varietas lokal, tetapi untuk hasil panen paling tinggi terdapat pada perlakuan jarak tanam 40 cm x 25 cm dengan varietas hibrida (Talenta)
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi PGPR Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal True Shallot Seed Amanah, Mar’atus Sholihatul; Istiqomah, Nurul; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1534

Abstract

Peningkatan produktivitas bawang merah dapat dilakukan melalui penggunaan TSS (True Shallot Seed). Budidaya menggunakan umbi maupun TSS membutuhkan komposisi media tanam yang berbeda. Kemampuan tanaman dalam memanfaatkan nutrisi pada media tanam salah satunya dapat ditingkatkan melalui pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam dan konsentrasi PGPR yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman ba wang merah asal TSS. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian menggunakan 2 faktor yaitu komposisi media tanam: tanah + arang sekam (1:1), tanah + kompos (1:1), dan tanah + arang sekam + kompos (1:1:1), dan konsentrasi PGPR: 0 mL L-1, 5 ml L-1, 10 ml L-1, dan 15 ml L-1. Variabel pengamatan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, indeks klorofil, bobot segar umbi, dan jumlah umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah + kompos (1:1) dan tanah + arang sekam + kompos (1:1:1)  pada berbagai konsentrasi PGPR (5 ml L-1, 10 ml L-1, dan 15 ml L-1)  memberikan hasil yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan media tanam tanah + arang sekam (1:1) dengan berbagai konsentrasi PGPR pada pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar umbi, dan jumlah umbi.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Aulia, Purnama Mahbub; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1545

Abstract

Peningkatan hasil budidaya tanaman jagung pada umumnya dilakukan dengan penggunaan pupuk anorganik. Penambahan pupuk anorganik secara intensif dalam jumlah besar akan menyebabkan kerusakan biologi, fisika dan kimia tanah sehingga menurunkan tingkat kesuburan tanah. Pemberian pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah. Salah satu penggunaan pupuk organik yaitu dikombinasikan dengan menggunakan pupuk hayati (PGPR), karena pupuk hayati mengandung mikroorganisme yang dapat mempercepat dekomposisi bahan organik, sehingga kombinasi pupuk organik dan PGPR mampu menyediakan kondisi terbaik bagi pertumbuhan tanaman jagung. tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman jagung ketan pada berbagai macam kombinasi pemupukan organik dan PGPR. Penelitian dilaksanakan Februari hingga Mei 2020 di ATP Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan 10 perlakuan terdiri dari pupuk anorganik, pupuk anorganik + PGPR, pupuk anorganik + pupuk kandang, pupuk anorganik + pupuk kandang + PGPR, pupuk kandang, pupuk kandang + PGPR, Tithonia Diversifolia, Tithonia Diversifolia + PGPR, kompos, kompos + PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos + PGPR mampu memberikan hasil yang meningkat 11,15% - 27,74% dibandingkan dengan perlakuan pupuk organik lainnya. Pemberian pupuk anorganik + Pupuk kandang + PGPR memberikan hasil jagung ketan yang sama dengan perlakuan pupuk anorganik sesuai dosis rekomendasi, meskipun cenderung meningkat 0,18% - 3,13%.
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria sp.) Var. Hibrida Annisa, Shafira; Aini, Nurul; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1546

Abstract

Stroberi (Fragaria sp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Khasiat yang diberikan buah stroberi membuat permintaan buah stroberi meningkat, sehingga bertambahnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat. Tanaman stroberi membutuhkan unsur hara makro yang penting dibutuhkan oleh tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Dalam pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari pemberian nutrisi tanaman, salah satunya dengan pemupukan. Pemupukan yang tepat tidak hanya mempertimbangkan dosis, tetapi juga frekuensi pemberian pupuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari frekuensi pemberian pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil stroberi varietas hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika yang terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Desember 2019 – Juni 2020 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor frekuensi pemberian pupuk NPK yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0: Kontrol, P1: frekuensi 1 minggu sekali, P2: frekuensi 2 minggu sekali, P3: frekuensi 3 minggu sekali. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 24 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai frekuensi pemupukan NPK memberikan pengaruh nyata terhadap panjang tanaman serta jumlah daun pada umur pengamatan 6, 8, 10 MST, luas daun, indeks klorofil, laju pertumbuhan relatif, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Kemudian didapatkan hasil bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman yang paling baik bagi tanaman stroberi terdapat pada perlakuan frekuensi 1 minggu sekali.
Analisis Keragaman dan Filogenetik Spesies Cabai (Capsicum sp) Berdasarkan Karakter Morfologi Ramadhanti, Salsabila; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1547

Abstract

Terdapat beberapa jenis cabai yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, hingga paprika. Capsicum annuum, Capsicum eximium dan Capsicum frutescens merupakan spesies yang banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia. Karakter yang dimiliki setiap jenis cabai dapat menunjukkan hubungan kekerabatan dari cabai tersebut. Informasi mengenai jarak genetik antara genotipe cabai sangatlah penting dalam pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman dan jarak genetik dari 5 spesies cabai. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya. Alat yang digunakan antara lain timbangan, jangka sorong, penggaris, roll meter, selang irigasi, cangkul, kamera, alat tulis dan deskriptor. Bahan yang digunakan adalah 84 genotipe cabai dari 5 spesies, media semai, mini bag, pupuk, pestisida, kertas label, alpha board dan form pengamatan. Penelitian ini bersifat non-experimental. Keragaman dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Metode analisis pengelompokan menggunakan UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic) pendekatan Gower’s Similarity Index dengan software PAST3. Hasil PCA menunjukkan keragaman total sebesar 79,71% dengan 10 komponen utama dan 26 karakter yang berkontribusi pada keragaman genotipe cabai. Terdapat 3 kelompok utama hasil analisis hubungan kekerabatan yang menyebar pada jarak genetik 0,00-0,45. Kelompok pertama terdiri dari genotipe spesies Capsicum baccatum dengan jarak genetik 0,10. Kelompok kedua memiliki jarak genetik 0,33 yang terdiri dari Capsicum annuum. Kelompok ketiga memiliki jarak genetik 0,22 yang terdiri dari Capsicum frutescens, Capsicum eximium, dan Capsicum chinense.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi PGPR Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal True Shallot Seed Amanah, Mar’atus Sholihatul; Barunawati, Nunun; Istiqomah, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1548

Abstract

Peningkatan produktivitas bawang merah dapat dilakukan melalui penggunaan TSS (True Shallot Seed). Budidaya menggunakan umbi maupun TSS membutuhkan komposisi media tanam yang berbeda. Kemampuan tanaman dalam memanfaatkan nutrisi pada media tanam salah satunya dapat ditingkatkan melalui pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam dan konsentrasi PGPR yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman ba wang merah asal TSS. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian menggunakan 2 faktor yaitu komposisi media tanam: tanah + arang sekam (1:1), tanah + kompos (1:1), dan tanah + arang sekam + kompos (1:1:1), dan konsentrasi PGPR: 0 mL L-1, 5 ml L-1, 10 ml L-1, dan 15 ml L-1. Variabel pengamatan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, indeks klorofil, bobot segar umbi, dan jumlah umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah + kompos (1:1) dan tanah + arang sekam + kompos (1:1:1)  pada berbagai konsentrasi PGPR (5 ml L-1, 10 ml L-1, dan 15 ml L-1)  memberikan hasil yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan media tanam tanah + arang sekam (1:1) dengan berbagai konsentrasi PGPR pada pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar umbi, dan jumlah umbi.
Evaluasi Variasi Genetik Hasil Persilangan Diploid X Tetraploid Beserta Resiproknya Pada Tanaman Semangka (Citrullus lanatus) Putri, Savitri Perwitasari; Respatijarti, Respatijarti; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1549

Abstract

Musim tanam sebelumnya dilakukan persilangan berupa persilangan dua tetua berbeda yaitu semangka diploid dan semangka tetraploid. Tetua tersebut disilangkan kembali secara bolak balik yang dikenal persilangan resiprok. Hasil persilangan 6 genotip yang telah dilakukan menghasilkan generasi F1 yang seragam sehingga bila ditanam kembali akan menghasilkan F2 yang beragam. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui variasi genetik serta menganalisis pengaruh dari tetua betina pada berbagai karakter yang diamati. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada bulan Februari sampai bulan Mei 2020. Rancangan percobaan yang dilakukan berupa Rancangan Acak Kelompok dengan menggunakan 3 galur triploid (hasil persilangan tetraploid x diploid), 3 galur resiprok (hasil persilangan diploid x tetraploid), 1 galur diploid dan 1 galur tetraploid sehingga didapatkan 8 perlakuan. Karakter pengamatan yang digunakan adalah karakter kualitatif yang terdiri dari bentuk dan warna daun, warna kulit buah, warna daging buah, ukuran biji dan warna biji. Karakter kuantitatif yang diamati terdiri dari jumlah percabangan, umur berbunga jantan dan betina pertama muncul, berat buah, kadar gula serta berat biji. Hasil penelitian ini berupa didapatkan nilai keragaman genetik yang tergolong rendah pada tiap parameter. Adanya perbedaan yang nyata pada parameter kemanisan buah pada perbandingan galur triploid TR x Tai-tet dengan galur resiprok Tai-tet x TR serta galur resiprok ITHT x TRA dengan galur resiprok (ITHT x TRA) x TR. Selain itu, terdapat adanya perbedaan yang nyata berat buah pada perbandingan galur resiprok ITHT x TRA dengan galur resiprok (ITHT x TRA) x TR.
Pengaruh Perbedaan Dosis dan Sumber Nitrogen pada Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Sihaloho, Vianny Dhearia; Widaryanto, Eko; Nurlaelih, Euis Elih
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1550

Abstract

Permintaan terhadap buncis yang terus meningkat menuntut adanya upaya perbaikan teknologi dalam budidaya yang lebih efisien dan efektif supaya mendapat hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian dan dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Hipotesis dari penelitian ini adalah pemberian nitrogen yang berasal dari urea dengan dosis 100 kg N ha-1 dapat memberikan hasil yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pengaplikasian pupuk anorganik Urea dan ZA yang terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea dengan dosis 100 kg N ha-1 memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang serta jumlah bunga jika dibandingkan perlakuan pupuk ZA. Hasil panen menunjukkan bahwa perbandingan pemberian pupuk urea dengan dosis 100 kg N ha-1 memberikan hasil generatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian pupuk ZA dengan dosis 100 kg N ha-1. hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan penambahan unsur hara nitrogen berupa pupuk urea meningkatkan hasil tanaman buncis dibandingkan dengan perlakuan menggunakan pupuk ZA.
Kajian Umur Panen Buah pada Beberapa Jenis Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.) Emiliya Putri, Nurul Hilmiah; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1551

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) ialah salah satu jenis buah di Indonesia yang populer, karena memiliki cita rasa yang khas serta aromanya yang unik. Mayoritas masyarakat Indonesia menyukai buah durian karena memiliki kandungan yang bermanfaat seperti vitamin, kalori lemak dan protein. Oleh sebab itu permintaan konsumsumsi buah tersebut setiap tahunnya mengalami peningkatan. Produktivitas buah durian di Indonesia mengalami fluktuasi dan berkecenderungan meningkat, pada tahun 2015 sebesar 13,72% dan pada tahun 2018 produktifitasnya meningkat sebesar 17,49%. Durian yang memiliki kualitas buah yang baik dapat dilihat dari bentuk fisik serta aroma dan rasa daging buahnya yang manis. Umur panen pada beberapa jenis durian memiliki tingkat kemasakan dan panen yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2019 di Kebun Durian Dukuh Blawu, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa alat tulis, hand counter, penanda sampel, meteran tanah, kamera, personal computer. Bahan yang digunakan adalah data iklim, tanaman durian jenis montong, musangking, bawor dan duri hitam. Hasil analisis deskriptif dapat di jelaskan bahwa waktu bunga mekar (blooming) sampai dengan umur panen pada beberapa jenis durian memiliki umur yang berbeda. pada jenis durian musangking memiliki waktu panen yang paling cepat dengan membutuhkan waktu 118,33 hari. Sedangkan waktu panen durian yang lebih lama terjadi pada durian jenis monthong yang berlasung selama 143,00 hari. Perbedaan umur panen tanaman durian tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor lingkungan yang berupa curah hujan, suhu udara dan suhu kelembaban.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue