cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Uji Hasil dan Kualitas Dua Varietas Jagung Manis (Zea mays L. var. Saccharata) pada Pemberian Pupuk Tunggal dan Majemuk Pratama, Hardhika; Islami, Titiek; Rifianto, Azis
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 5 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.05.03

Abstract

Di Indonesia jagung manis ini cukup digemari sebagai keperluan konsumsi namun hasil produksinya di Indonesia cukup rendah sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan hasil produksinya yaitu dengan pemberian pupuk dengan dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara dua varietas jagung manis dan pemberian pupuk tunggal dan majemuk terhadap hasil dan kualitas dari jagung manis. Penelitian ini dilakukan di lahan PT Bisi International, Tbk, Desa Tengger Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penanaman dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan dan terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor yang pertama yaitu varietas (v) yang terdiri dari dua macam varietas jagung manis yaitu V1 = varietas Golden Boy dan V2 = varietas Prima. Faktor yang kedua yaitu perlakuan pemberian pupuk (p) yang terdiri dari lima taraf yaitu P0 = Kontrol, P1 = Pupuk N 200 kg/ha, P2 = Pupuk P 150 kg/ha, P3 = Pupuk 150 kg/ha, P4 = Pupuk K 150 kg/ha, P4 = Pupuk NPK 250 kg/ha. Pengamatan pada penelitian ini meliputi karakter hasil dan komponen hasil jagung manis. Jagung manis dengan pemberian pupuk tunggal dan majemuk menunjukkan adanya respon atau interaksi terjadi yang mempengaruhi kualitas hasil dua varietas yang diuji. Respon pertumbuhan dan daya simpan jagung manis yang lebih baik pada pemberian pupuk majemuk dibandingkan pupuk tunggal. Dari kedua varietas yang diuji varietas Prima lebih unggul dibandingkan varietas Golden Boy.
Pengaruh Berbagai Komposisi Media Tanam Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bauji Damayanti, Erlinda; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 6 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.06.01

Abstract

Komoditas Bawang Merah memiliki peluang bisnis yang besar di Indonesia. Sebagai salah satu bahan pokok, bawang merah memiliki beragam manfaat mulai dari bumbu masakan hingga produksi obat herbal. Karena manfaat dan kebutuhan yang beragam inilah membuat tingkat konsumsi bawang merah di Indonesia tinggi.  Namun produksi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021 di Kelurahan Cinambo, Kecamatan Cisaranten Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non Faktorial dengan 3 kali pengulangan. Terdapat 10 perlakuan kombinasi media tanam ialah P1 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 2 : 1) P2 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 1 : 2) P3 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 1 : 1) P4 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (2 : 1 : 1) P5 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (2 : 2 : 1) P6 = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 2 : 1) P7= Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 1 : 2) P8        = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 1: 1) P9 = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (2 : 1 : 1) P10= Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (2 : 2 : 1). Penelitian dilakukan secara distruktif dan non distruktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan komposisi media tanam tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah kecuali pada luas daun. Hal ini dapat dimungkinkan bahwa varietas Bauji lebih sesuai dibudidayakan di daerah dataran rendah sampai dataran sedang.
Pengaruh Dosis dan Waktu Pemberian Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Manis (Phaseolus vulgaris L.) Simorangkir, Exaudi Kirana T; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 6 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.06.02

Abstract

Buncis merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi dosis dan waktu pemberian pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, mempelajari pengaruh aplikasi dosis pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, dan mempelajari pengaruh waktu pengaplikasian pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Penelitian dilaksanakan pada Agustus sampai November 2021, di Lahan Percobaan dengan ketinggian berkisar 460 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 20°C-28°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 2 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis dan waktu aplikasi pupuk NPK majemuk terhadap pertumbuhan tanaman buncis. Pada parameter pertumbuhan, parameter yang berbeda nyata dan memiliki interaksi yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, jumlah ruas, dan luas daun. Parameter pertumbuhan yang tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata yaitu pada parameter jumlah daun 21 HST dan jumlah ruas pada 12 dan 35 HST. Sedangkan hasil tertinggi dan pengaruh nyata pada hasil panen tanaman buncis diperoleh dari pemberian dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 (P2) dengan waktu aplikasi saat tanam (W1) pada parameter jumlah bunga, jumlah polong, dan bobot polong sedangkan pada parameter panjang polong hasil tertinggi diperoleh pada dosis 250 kg ha-1 (P1) dan waktu aplikasi saat tanam, 7 HST dan 14 HST (W3).
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Pada Populasi F3 Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Natalina, Elsa; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 6 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.06.03

Abstract

Produksi melon mengalami penurunan pada tahun 2016 yaitu 117.341 ton menjadi 92.435 ton pada tahun 2017. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi ialah penggunaan bahan tanam yang memiliki daya hasil rendah. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan ialah dengan memanfaatkan kegiatan pemuliaan tanaman untuk memperoleh varietas yang unggul dan berdaya hasil tinggi. Salah satu kegiatan yang dilakukan ialah seleksi. Keberhasilan dalam seleksi dipengaruhi oleh keragaman genetik yang luas dan nilai duga heritabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi tentang keragaman genetik dan heritabilitas pada populasi F3. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni - September 2021 di Green House Lahan Praktikum, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Semua karakter kuantitatif termasuk dalam kriteria keragaman sempit yaitu pada diameter batang, panjang tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, umur panen, bobot per buah, diameter buah, panjang buah, ketebalan daging buah, dan kemanisan buah. Karakter dengan nilai heritabilitas rendah yaitu jumlah bunga betina, bobot per buah, panjang buah, ketebalan daging buah dan kemanisan buah. Nilai heritabilitas yang termasuk sedang terdapat pada diameter batang, panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga betina. Nilai heritabilitas yang termasuk tinggi yaitu karakter umur berbunga, umur panen, dan diameter buah. Hasil pada karakter kualitatif yaitu populasi F3 lebih beragam dibandingkan dengan tetuanya, yaitu pada karakter bentuk buah, warna kulit buah, warna daging buah dan distribusi net.
Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Tiga Jenis Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan Pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) Plus Sari, Dian Novita; Anggraeni, Listy; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 6 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.06.04

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Meningkatnya produksi juga meningkatkan penggunaan pupuk anorganik dosis tinggi yang dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah sehingga diperlukan perpaduan pengaplikasian pupuk organik. POC Plus adalah pupuk organik cair terbuat dari urine sapi dan limbah kulit pisang. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh pengaplikasian POC Plus terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tomat Ranti, Tomat 13, Ceri Kunig Bulat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2021 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur tepatnya di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan tiga ulangan. Faktor I adalah dosis pemberian POC Plus (tana POC, 1.000 l.ha-1, 2.000 l.ha-1, dan 3.000 l.ha-1). Faktor II adalah jenis tomat (Tomat Ranti, Aksesi Tomat 13, dan Aksesi Tomat Ceri Kuning Bulat). Parameter yang diamati adalah meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, waktu muncul bunga, jumlah bunga per tandan, jumlah buah per tandan, fruit set, diameter buah, bobot buah dalam satu tanaman, kadar gula buah dan kadar vitamin C buah. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan dosis POC Plus 3.000 liter.ha-1 mampu meningkatkan presentase fruit set tanaman aksesi Tomat 13. Perlakuan penggunaan jenis tomat Ranti, aksesi Tomat 13, dan aksesi Ceri berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan.
Evaluasi Keragaman dan Potensi Produksi Padi Arias Kuning Generasi Mutan-2 Hasil Iradiasi Sinar Gamma Siallangan, Dewi Sari Eunike; Marnita, Yenni; Iswahyudi, Iswahyudi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.02.01

Abstract

Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman pangan sumber karbohidrat utama di dunia. Penduduk Indonesia yang meningkat tiap tahun menuntut adanya peningkatan produksi tanaman padi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar produksi padi gogo lebih tinggi adalah dengan  melakukan perbaikan genetik hingga menghasilkan varietas padi unggul.  Penelitian ini untuk mengetahui dosis iradiasi sinar gamma yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi populasi Mutan-2 hasil iradiasi sinar gamma kultivar Arias Kuning serta menentukan keragaman genetik, dan heritabilitas populasi Mutan-2 hasil iradiasi sinar gamma kultivar Arias Kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa, Provinsi Aceh yang berlangsung pada bulan Juli sampai November 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial. Faktor yang diteliti adalah padi Arias Kuning Generasi Mutan-2 iradasi sinar gamma yaitu (0, 100, 200, 300 dan 400 gray). Hasil penelitian menunjukkan hasil iradiasi sinar gamma padi Arias Kuning berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, umur panen, jumlah gabah permalai dan produksi pertanaman. Adapun pada tinggi tanaman, panjang malai, persentase gabah berisi dan persentase gabah hampa menunjukkan respon yang berpengaruh tidak nyata. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan D2 (200 gray). Kata Kunci: Genetik, Iradiasi, Sinar Gamma
Evaluasi Genetik dan Kemajuan Seleksi Populasi F4 Padi Gogo Hasil Persilangan Kultivar Sileso dengan Varietas Ciherang Andrian, Bayu; Mardiyah, Ainul; Iswahyudi, Iswahyudi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.02.02

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan keragaman genetik, heritabilitas dan kemajuan seleksi populasi F4 hasil persilangan antara varietas Ciherang (tetua berumur genjah) dengan kultivar Sileso (tetua berproduksi tinggi toleran kekeringan). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa Provinsi Aceh dengan ketinggian tempat ± 10 mdpl. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Juli sampai November 2021. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan Augmented pola rancangan acak kelompok. Faktor yang diamati adalah keragaman 11 famili F4 hasil persilangan varietas Ciherang dengan kultivar lokal Sileso. Seleksi pembanding digunakan varietas pembanding (check) sebanyak 5 varietas yaitu Inpago Unsoed 1, Inpago Unsoed 2, Ciherang, Sileso dan Situ Patenggang yang diulang sebanyak 3 kali.  Hasil penelitian dari populasi F4 padi gogo hasil persilangan kultivar Sileso dengan varietas Ciherang memiliki nilai keragaman yang luas untuk beberapa karakter yang di amatin. Terdapat perbedaan yang nyata pada karakter tinggi tanaman, keluar malai, umur panen, jumlah gabah per malai dan berat produksi per rumpun. Nilai duga heritabilitas yang tinggi terdapat pada tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, panjang malai. Jadi untuk tanaman terbaik yang terseleksi dari generasi F4 yaitu populasi A1B (282) yang memiliki umur genjah dan A1B (13) yang berproduksi tinggi toleran kekeringan.
Kajian Iklim Mikro Tanaman Kopi Sistem Agroforestri Di UB Forest Dikdayan, Govando Ages; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 7 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.07.01

Abstract

Tanaman kopi di UB Forest dipilih karena lokasi tersebut memiliki ketinggian, kelembaban, dan suhu yang sesuai akibat dari naungan berupa tanaman pinus. Berdasarkan pemaparan diatas diperlukan penelitian untuk mengamati suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya yang sesuai untuk pertumbuhan fase generative tanaman kopi di UB Forest. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim mikro pada lahan petani agroforestri pinus dan kopi perbandingan dengan kopi, pinus dan alpukat di UB Forest.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk para petani kopi mengetahui  hubungan iklim mikro sistem agroforestri kopi, pinus dan kopi, pinus dan alpukat untuk memberikan keberhasilan dari budidaya tanaman kopi di UB Forest pada lahan petani kopi di UB Forest. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa iklim mikro di UB Forest bersifat fluktuatif atau turun naik tiap bulannya, namun cenderung lebih stabil pada lahan 1 dengan naungan pohon pinus dan pohon alpukat. Intensitas cahaya pada lahan 1 dan lahan 2 didapatkan hasil berbeda nyata karena naungan antara lahan 1 dan lahan 2 memiliki jenis yang berbeda, sedangkan untuk suhu pada bulan juli antara lahan 1 dan lahan 2 berbeda nyata namun pada bulan juni dan agustus pada pukul 12.00 memiliki perbadaan dan pada pukul 16.00 tidak memiliki perbedaan. Sedangkan untuk kelembaban pada pukul 12.00 tiap bulanya tidak memiliki perbedaan, namun pada pukul 16.00 memiliki perbedaan. Perbedaan ketinggian dan naungan menyebabkan perbedaan.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Permatasari, Tessa Andini; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 7 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.07.02

Abstract

Tomat merupakan salah satu hasil produksi tanaman sayuran buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Produktivitas tanaman tomat pada tahun 2014 - 2016 cenderung fluktuatif dan dikategorikan rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas ialah rendahnya kesuburan tanah. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produktivitas tomat adalah dengan pemberian PGPR dan pupuk kandang. Kandungan bahan organik pupuk kandang juga digunakan sebagai sumber energi bagi bakteri PGPR untuk tumbuh dan berkembang biak. Tujuan penelitian adalah mengetahui interaksi antara pupuk kandang kambing dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Tujuan penelitian adalah mengetahui interaksi antara pupuk kandang kambing dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2020 - Maret 2021 di Kebun Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama antara lain    K0 = Pupuk Kandang 0 ton ha-1, K1 = Pupuk Kandang 5 ton ha-1, K2 = Pupuk Kandang 10 ton ha-1, K3 = Pupuk Kandang 15 ton ha-1, K4 = Pupuk Kandang 20 ton ha-1. Faktor kedua antara lain P0 = Tanpa PGPR, P1 = Pemberian PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Plant Growth Promoting Rhizobacteria tidak dapat mengurangi dosis pupuk kandang kambing yang diberikan pada lahan. Perlakuan pupuk kandang kambing 20 ton ha-1 memberikan hasil terbaik terhadap seluruh variabel pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan bobot segar buah per hektar yaitu 30,68 ton ha-1. Aplikasi PGPR memberikan hasil lebih baik terhadap variabel hasil tanaman tomat dengan bobot segar buah per hektar yaitu 23,01 ton ha-1.
Pengaruh Berbagai Media Tanam dan Kapasitas Lapang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Aldiansyah, Mochammad Kiki; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 7 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.07.03

Abstract

Tanaman Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting dan banyak diminati oleh konsumen. Buah melon sangat disukai karena memiliki daging buah yang berair, manis, dan menyegarkan. Permasalahan mengenai kondisi tanah yang tidak sesuai merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian. Oleh karena itu, diperlukan komposisi media tanam yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain itu, air menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan penelitian adalah mempelajari interaksi antara perlakuan media tanam dan kapasitas lapang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian dilaksanakan di dalam rumah kaca di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan dengan waktu pelaksanaan Januari-Maret 2020. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (Faktorial). Berdasarkan faktor perlakuan tersebut didapatkan 9 perlakuan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pengamatan non destruktif yaitu panjang tanaman dan jumlah daun. Sedangkan variabel pengamatan panen meliputi, bobot buah per buah, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. apabila terjadi pengaruh nyata dari perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tanaman melon yang dilakukan perlakuan 75% kapasitas lapang memberikan nilai yang lebih tinggi pada jumlah daun tanaman-1, panjang tanaman, berat segar total tanaman, berat kering total tanaman dan panjang akar dibandingkan dengan perlakuan 50% dan 100% kapasitas lapang.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue