cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH PERSENTASE PEMANGKASAN DAUN DAN BUNGA JANTAN TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Fitriyani, Widya; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.951 KB) | DOI: 10.21776/704

Abstract

Jagung sebagai tanaman pangan di Indonesia, yang menduduki urutan kedua setelah padi. Namun, jagung mempunyai peranan yang tidak kalah penting dibandingkan padi. Kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras menjadikan jagung memiliki nilai ekonomis dan mempunyai peluang yang cukup tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk industri pengolahan pangan. Diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang selalu meningkat mengakibatkan permintaan jagung yang semakin meningkat pula. Pola intensifikasi perlu dilakukan untuk meningkatkan produkstivitas lahan dengan menerapkan teknologi budidaya yang tepat. Penggunaan varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan tetap memperhatikan aspek lingkungan, termasuk pemenuhan kebutuhan haranya (Kuruseng dan Wahab, 2006). Teknologi budidaya lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil jagung adalah dengan mengatur intersepsi dan penyerapan energi radiasi matahari serta menciptakan kondisi yang optimal, yang dapat dilakukan dengan pemangkasan daun dan bunga jantan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2016 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun dan bunga jantan berpengaruh nyata pada bobot segar tongkol (g), bobot kering tongkol (g), bobot pipilan kering biji per tanaman (g), bobot pipilan kering biji per hektar (ton/ha) dan intersepsi cahaya (%) pada perlakuan pemangkasan 50% daun bawah dan bunga jantan serta mampu meningkatkan bobot segar tongkol 19,77%; bobot kering tongkol 22,82%; bobot pipilan kering biji per tanaman 21,00%; bobot pipilan kering biji per hektar 16,41% dibandingkan dengan tanpa pemangkasan.
PERANAN BAKTERI Bradyrhizobium japonicum DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Sativa, Nasrul Ardinan; Fajriani, Sisca; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.093 KB) | DOI: 10.21776/705

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan sumber protein nabati utama yang merupakan bahan baku industri kecap, tahu dan tempe. Produktivitas kedelai masih 1,5% dari potensi hasil kedelai lokal. Rendahnya produktivitas kedelai dise-babkan pemupukan yang tidak efisien. Pemupukan nitrogen yang dilakukan dua kali mengakibatkan kedelai kesulitan bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium dan berakibat pada rendahnya produktivitas kedelai. B. japonicum merupakan strain Rhizobium yang bersimbiosis dengan akar kedelai yang berperan dalam aktivitas penambatan nitrogen. Penelitian bertujuan mempelajari peranan bakteri B. japonicum dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Penelitian menggunakan per-cobaan faktorial yang disusun dalam Ran-cangan Acak Kelompok dengan faktor pertama adalah pemberian inokulum B. japonicum dan faktor kedua tingkat dosis pupuk nitrogen. Data analisis diuji dengan uji F dengan taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menun-jukkan terdapat interaksi antara pemberian inokulum B. japonicum dengan tingkat dosis pemupukan nitrogen pada pengamatan jumlah bintil akar efektif pada umur 14-28 HST, sedangkan pada parameter yang lain tidak ditemukan interaksi. Pemberian ino-kulum B. japonicum berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah bintil akar efektif, jumlah polong, jumlah polong isi, dan hasil biji, sedangkan tingkat dosis pemupukan nitro-gen berpengaruh pada jumlah binil akar dan bintil akar efektif.
EFEKTIVITAS HERBISIDA DENGAN BAHAN AKTIF PENDIMETHALIN UNTUK PENGENDALIAN GULMA PADA BUDIDAYA PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DENGAN PERBANDINGAN BERBAGAI MACAM TEKNIK PENGENDALIAN GULMA Hidayatullah, Taufiq; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.562 KB) | DOI: 10.21776/706

Abstract

Keberadaan gulma pada lahan budidaya padi berpotensi menurunkan produksi tanaman padi. Salah satu upaya pengendalian gulma secara efektif dan efisien adalah dengan aplikasi herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dari herbisida berbahan aktif pendimethalin dalam mengendalikan gulma pada pertanaman padi sawah dan mengetahui pengaruh dosis herbisida berbahan aktif pendimethalin terhadap fitotoksis dan produksi tanaman padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan September 2016, di lahan padi sawah di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan herbisida dengan bahan aktif pendimethalin dengan dosis 1,5 l.ha-1 mampu menurunkan berat kering gulma total dan memberikan produksi sama dengan pengendalian gulma manual tanpa efek fitotoksis pada tanaman padi. Dilihat dari segi ekonomi, aplikasi herbisida Pendimethalin dengan dosis 1,5 l.ha-1 mampu memberikan hasil setara dengan pengendalian manual yang dilakukan sebanyak 2 kali dengan mengurangi biaya hingga 60%.
APLIKASI HERBISIDA BERBAHAN AKTIF ATRAZIN DAN MESOTRION TERHADAP PENGENDALIAN GULMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays L. Saccharata) VARIETAS BONANZA Fuadi, Rifki Tri; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.369 KB) | DOI: 10.21776/707

Abstract

Pengendalian gulma yang tepat salah satunya menggunakan herbisida. Aplikasi herbisida yang sering digunakan oleh petani untuk gulma tanaman jagung adalah herbisida berbahan aktif atrazin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektifitas dari herbisida berbahan aktif Atrazin dan Mesotrion terhadap toksisitas dan hasil tanaman dalam mengendalikan gulma pada tanaman jagung manis varietas Bonansa dan untuk mengetahui pengaruh dosis herbisida berbahan aktif Atrazin dan Mesotrion terhadap toksisitas dan hasil tanaman jagung manis varietas Bonansa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2016 di di Kelurahan Pendem, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 14 spesies gulma. Perlakuan herbisida berbahan aktif Atrazin maupun Mesotrion pada taraf dosis yang berbeda berpengaruh nyata dalam penurunan bobot kering gulma dibandingkan dengan tanpa pengendalian gulma. Dosis herbisida Mesotrion yang efektif dalam mengendalikan gulma adalah 480 g.ha-1 sedangkan herbisida Atrazin adalah 570 g.ha-1 dan pemberian kedua jenis herbisida menunjukkan gejala toksisitas pada tanaman jagung manis dengan dosis herbisida Mesotrion adalah 960 g.ha-1 dan Atrazin adalah 760 g.ha-1.
PENGARUH PUPUK PAITAN (Tithonia diversifiolia) DAN NPK ANORGANIK PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Hidayat, Hakiim Kurniawan; Sumarni, Titin; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.515 KB) | DOI: 10.21776/708

Abstract

Produksi tanaman jagung manis di Indonesia masih kurang optimal, dikarenakan upaya yang dilakukan hanya meningkatkan dosis pupuk anorganik saja, tetapi hasil yang didapat masih rendah. Hal tersebut diduga penggunaan pupuk anorganik yang diberikan berlebihan itu tidak sepenuhnya dapat digunakan oleh tanaman. Tanaman jagung merupakan tanaman yang responsif akan unsur hara N, P, dan K, sehingga tanaman jagung sangatlah membutuhkan unsur hara dalam jumlah yang besar. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang memiliki ketinggian tempat 303 mdpl dengan kisaran suhu 26 - 30°C. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2016 sampai dengan April  2016. Bahan yang digunakan yaitu benih jagung manis Varietas Talenta,  Pupuk paitan 5 ton ha-1dan 10 ton ha-1, NPK Mutiara (16:16:16) (100% : 300kg ha-1, 75% : 225 kg ha-1). Pupuk paitan belum mampu menggantikan penggunaan  pupuk NPK Anorganik. Pupuk paitan mampu meningkatkan hasil panen. Hasil panen pada perlakuan paitan 10 ton ha-1 meningkat sebesar 16,78 % dibandingkan dengan pupuk paitan 5 ton ha-1 dan pupuk paitan 10 ton ha-1 meningkat 27,71% dibandingkan tanpa paitan.
INDUKSI POLIPLOIDI PADA BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DENGAN PEMBERIAN KOLKISIN Fadilla, Zulva Nur; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.476 KB) | DOI: 10.21776/709

Abstract

Sebanyak 95% kebutuhan bawang putih di Indonesia harus diimpor dari beberapa negara lain terutama Cina. Hal ini dikarenakan menurunnya minat budidaya oleh petani yang tidak mampu bersaing dengan bawang putih impor yang memiliki ukuran umbi lebih besar. Upaya mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman untuk perbaikan sifat dengan induksi poliploid menggunakan mutagen kolkisin pada salah satu kultivar unggul di Indonesia, Lumbu Hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolkisin pada pertumbuhan bawang putih Lumbu Hijau. Penelitian dilakukan di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi kolkisin (0, 250, 500, dan 750 ppm) dan lama perendaman (6 dan 12 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi kolkisin dengan lama perendaman hanya terjadi pada tinggi tanaman umur 35, 42, dan 49 hst. Tinggi tanaman meningkat akibat perendaman kolkisin konsentrasi 750 ppm selama 6 jam. Sedangkan faktor konsentrasi kolkisin hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 28, 35, 42, 49, dan 56 hst. Jumlah daun meningkat akibat perlakuan kolkisin 750 ppm. Faktor lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati.
RESPON TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA BERBAGAI APLIKASI PUPUK N DAN KOMPOS AZOLLA Mulyanto, Febri Dwi; Suminarti, Nur Edy; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.79 KB) | DOI: 10.21776/710

Abstract

Tanaman kacang tanah termasuk tanaman palawija yang berumur pendek dan cepat menghasilkan. kebutuhan hasil panen kacang tanah di Indonesia belum mencukupi kebutuhan konsumen, karena lahan penanaman kacang tanah di indonesia masih terbatas. Berdasarkan pada kenyataan ini, maka produktivitas kacang tanah perlu ditingkatkan. Penggunaan pupuk kompos azolla yang dikombinasikan dengan pupuk N diharapkan mampu memperbaiki sifat kondisi tanah serta meningkatkan hasil panen tanaman kacang tanah .  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari respon tanaman kacang tanah pada berbagai aplikasi pupuk N dan kompos azolla dan menentukan dosis pupuk N dan kompos azolla yang optimum untuk pertumbuhan  dan hasil tanaman kacang tanah yang di tanam di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 hingga Desember 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan kombinasi kompos azolla + pupuk N yang terdiri dari 12 macam perlakuan, Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian didapatkan pemberian dosis 100 % Azolla + 75 % N memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pertumbuhan seperti luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Pemberian berbagai % azolla + % pupuk N memberikan hasil yang tidak berbeda nyata pada parameter jumlah cabang tanaman, bobot kering total tanaman, jumlah polong tanaman saat panen, bobot kering polong panen,bobot 100 biji , dan hasil ton ha-1.Berdasarkan hasil analisis usaha tani perlakuan  100 % Azolla + 75 % N memberikan nilai B/C sebesar 2,23 dan termasuk penelitian yang layak untuk dilanjutkan.
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Budiadi, Fitsyadina Atria; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.41 KB) | DOI: 10.21776/711

Abstract

Beberapa teknik budidaya tanaman tomat yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, salah satunya adalah dengan pemangkasan pucuk dan pemilihan media tanam yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor 1 adalah pemangkasan pucuk: tanpa pemangkasan, pemangkasan pucuk fase awal vegetatif (15 hari) dan pemangkasan pucuk fase akhir vegetatif (30 hari). Faktor 2 adalah media tanam: tanah : sekam padi : kompos ayam (1:1:0), tanah : sekam padi : kompos ayam (1:1:1), dan tanah : sekam padi : kompos ayam (1:1:2). Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemangkasan pucuk dengan media tanam terhadap jumlah buah per tanaman dan berat segar buah per tanaman, pemangkasan pucuk 30 hari hanya berpengaruh nyata pada berat segar buah per buah. Perlakuan media tanam (1:1:2) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.
PENGARUH BIOURINE SAPI DAN PGPR PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Damayanti, Defi Ismi; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.876 KB) | DOI: 10.21776/712

Abstract

Upaya yang dilakukan kepada masyarakat untuk meningkatkan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas ciherang yaitu dalam meningkatkan produksi padi  perlu adanya metode baru yang dapat menunjang hasil tanaman padi dalam setiap panennya (Elkawakib et al., 2012). Salah satu metode baru yang dapat diterapkan dalam usaha untuk menunjang hasil tanaman padi setiap panennya dengan penggunaan pupuk organik yaitu biourine sapi dan PGPR  dalam budidaya padi. Biourine sapi merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan, kecukupan, dan efisiensi serapan hara bagi tanaman. Plant Growth Promoting Rizobacteria (PGPR) merupakan satu sumbangan bioteknologi dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman. Rizobakteri merupakan suatu kelompok bakteri yang hidup secara saprofit pada daerah rizosfer atau daerah perakaran dan beberapa jenis diantaranya dapat berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan atau sebagai agens biokontrol terhadap penyakit sehingga mampu meningkatkan hasil tanaman pertanian (Sutariati et al., 2006). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian biourine sapi dan PGPR  pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016  sampai Juli 2016, di Dusun Sekar Putih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourine sapi dan PGPR berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi.
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PUPUK KANDANG DAN PUPUK ANORGANIK (NPK) Nur Ramadhan, Anjari Fadilla; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.968 KB) | DOI: 10.21776/713

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dan tidak tepat dosis dapat merusak tanah dan lingkungan serta dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, untuk membantu mengurangi pupuk anorganik tersebut maka di perlukan suatu input tambahan yaitu berupa bahan organik atau pupuk organik. Penelitian di laksanakan pada bulan April hingga Juni 2016 di Desa Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu. Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu cangkul, gembor, papan, alat tulis, kamera, dan timbangan analitik. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain bibit bawang merah varietas Filipina, pupuk anorganik, pupuk kandang, fungisida, dan insektisida. Penelitian menggunakan Rancangan Faktorial yang di rancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan yang di ulang sebanyak tiga kali sehingga di dapatkan 27 petak satuan percobaan dengan luas tiap petak 4,32 m2. Analisis data menggunakan uji F taraf 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan. Hasil uji F yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang 20 ton ha-1 dengan dosis pupuk anorganik 50% memberikan hasil yang sama baiknya dengan perlakuan tanpa pupuk kandang dengan 100% pupuk anorganik (kontrol). Penambahan pupuk kandang 20 ton ha-1 dapat mengurangi dosis pupuk anorganik hingga 50%.

Page 63 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue