cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
UJI KETAHANAN 10 GENOTIP PADI MERAH (Oryza sativa L.) TERHADAP PENYAKIT BLAS DAUN (Pyricularia oryzae Cav.) RAS 173 Prabawa, Putu Shantiawan; Yulianah, Izmi; Basuki, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/227

Abstract

Penggunaan varietas padi merahtahan penyakit blasadalah solusi yang efektif untuk meningkatkan hasil padi merah, tetapi varietas tahan yang ada ketahanannya mudah patah. Hal ini karena beragamnya ras penyakit blas yang berkembang, salah satunya yang paling virulen adalah ras 173. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ras cendawan yang menyerang, menguji ketahanan 10 genotip padi merah,mengetahui keragaman dan menduga apakah sifat tersebut dapat diwariskan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2014, di desa Ketawang, Gondanglegi, kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 10 genotip lokal padi merah dan 2 varietas pembanding. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan ras cendawan P. oryzae Cav yang terdapat pada lokasi penelitian adalah ras 173. Terdapat dua genotip yaitu Mandel dan Yaiti yang memiliki penampilan terbaik pada semua karakter ketahanan seperti periode laten, jumlah bercak berspora, jumlah bercak tidak berspora, skor tingkat ketahanan dan intensitas serangan penyakit. Karakter jumlah bercak berspora dan jumlah bercak tidak berspora memiliki nilai KKG yang tinggi, sedangkan karakter tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki nilai KKG yang rendah. Karakter jumlah bercak, tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki kriteria heritabilitas tinggi. Kata kunci : Padi Merah, Penyakit Blas, Ketahanan, Keragaman, Heritabilitas
OBSERVASI PERTUMBUHAN BIBIT NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN SENGON (Paraserianthes falcataria) PADA KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DAS BRANTAS JAWA TIMUR Simbolon, Forastero; Yulianah, Izmi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/228

Abstract

Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah untuk menyediakan bahan tanam berupa bibit tanaman hutan dan jenis bibit tanaman serbaguna (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani, terutama di pedesaan (Permenhut no 17 Tahun 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih nangka dan sengon setelah semai serta laju pertumbuhan bibit setelah tanam ke lapang pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Jawa Timur. Metode yang digunakan pada observasi ini adalah metode observasi lapangan yaitu dengan cara pengambilan data melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara terhadap petani. Lokasi pengamatan pada tanaman nangka adalah L1, L2, L3, L4, L5 dan untuk tanaman sengon adalah L1, L2, L3, L4, L5, L6, L7, L8. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah DAS Brantas Jawa Timur yaitu Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek dan Kab. Malang. Hasil observasi penelitian yang diperoleh dari pengamatan di lapangan bahwa dari grafik pertumbuhan benih nangka dan sengon saat di persemaian, lokasi yang menunjukkan pertumbuhan benih nangka yang baik adalah L4 dan lokasi yang menunjukkan pertumbuhan benih sengon yang baik adalah L6. Pada saat bibit ditanam ke lapang dari hasil grafik laju pertumbuhan nangka dan sengon, laju pertumbuhan yang baik terhadap tanaman nangka adalah L2 dan lokasi yang menunjukkan laju pertumbuhan yang baik terhadap tanaman sengon adalah L2, L8 dan L6. Kata kunci: KBR, DAS, Observasi, Bibit
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merr.) PADA BERBAGAI MACAM DAN WAKTU APLIKASI PESTISIDA Twisty Tjahyani, Retno Wulan; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/229

Abstract

Edamame merupakan jenis kacang-kacang-an yang bijinya lebih besar dan rasa lebih manis, dibanding kacang kedelai biasa. Untuk mencapai produksi edamame yang berkesinambungan diperlukan tingkat pe-ngelolaan tanaman secara intensif yang dapat didekati melalui upaya penekanan terhadap serangan hama dan penyakit. Penelitian bertujuan untuk menentukan jenis dan waktu aplikasi pestisida yang te-pat pada tanaman edamame. Penelitian di-laksanakan di Desa Kepuharjo, Karang-ploso, Malang pada bulan Juli – Oktober 2013. Bahan yang digunakan adalah benih edamame varietas SPM 1, pestisida Nabati, pestisida Mospilan serta pestisida Ingrofol. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam pestisida sebagai petak utama (M) terdiri dari 3 taraf yaitu: M1: Pestisida Nabati; M2: Pestisida Mospilan; M3: Pestisida Ingrofol. Waktu aplikasi sebagai anak petak (T) terdiri dari 3 waktu yaitu: T1: 3 hari sekali; T2: 5 hari se-kali; T3: 7 hari sekali. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa pada komponen hasil, secara umum tanaman yang disemprot ber-bagai macam pestisida menunjukkan hasil yang nyata lebih tinggi dibandingkan kon-trol. Adapun pertambahan hasil polong/ha untuk penggunaan macam–macam pesti-sida dibandingkan kontrol, masing-masing sebesar 60,03 % untuk pestisida Nabati, 62,58 % untuk pestisida Mospilan dan 61,27 % untuk pestisida Ingrofol. Kata kunci: Edamame, Pestisida, Waktu Aplikasi, Organisme Penganggu Tanaman.
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH KEDELAI HITAM (Glycine max L. Merr) MELALUI INVIGORASI OSMOCONDITIONING Yuanasari, Bayu Subekti; Kendarini, Niken; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/230

Abstract

Benih kedelai hitam adalah benih yang cepat mengalami kemunduran. invigorasi osmoconditioning merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan viabilitas benih yang telah mengalami kemunduran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari invigorasi osmo-conditioning menggunakan PEG-6000 terhadap viabilitas benih kedelai hitam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pada bulan Juni hingga Juli 2014. Penelitian ini meng-gunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama ialah lama perendaman (L) dengan 3 taraf yaitu L1= 6; L2= 12 dan L3= 18 jam. Faktor kedua ialah perlakuan invigorasi osmoconditioning (P) dengan 5 taraf yaitu P0= aquades; P1= PEG-6000 konsentrasi 5%; P2= 10%; P3= 15% dan P4= 20%. Data dianalisis menggunakan uji F. Jika uji F berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan invigorasi osmoconditioning menggunakan PEG-6000 selama 12 jam, secara efektif menghasilkan nilai keserem-pakan tumbuh dan panjang hipokotil yang paling optimal. Pada faktor tunggal invigorasi osmoconditioning, penggunaan larutan PEG-6000 menghasilkan nilai daya berkecambah, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal yang paling tinggi. Pada faktor tunggal lama perendaman, perendaman selama 12 jam, memberikan nilai daya berkecambah, indeks vigor dan panjang akar yang optimal. Kata kunci: Invigorasi Osmoconditioning, Kedelai Hitam, PEG-6000, Viabilitas Benih.
ANALISIS KEMAMPUAN TANAMAN SEMAK DI MEDIAN JALAN DALAM MENYERAP LOGAM BERAT Pb Nurul Fathia, Luki Anisa; Baskara, Medha; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/231

Abstract

Volume kendaraan bermotor di jalan raya meningkat setiap tahun. Meningkatnya jumlah kendaraan berpengaruh pada polusi udara yang dihasilkan. Polusi udara mengandung berbagai macam polutan yang berpengaruh buruk pada lingkungan dan kesehatan manusia seperti Pb. Salah satu upaya dalam mengurangi pengaruh buruk Pb adalah dengan memanfaatkan tanaman jalan. Tanaman yang tahan terhadap Pb adalah tanaman yang memiliki akumulasi Pb yang banyak pada daun namun tidak menunjukan perubahan pada morfologi daun seperti stomata dan klorofil. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Jl. Ahmad Yani – Jl. Basuki Rahmat Kota Malang dan Perumahan Araya Kota Malang. Bahan yang digunakan adalah sample daun tanaman semak dan kuteks bening. Alat yang digunakan adalah Atomic Absorption Spectofotometer, Mikroskop, Klorofil meter SPAD, kaca preparat. Pengolahan data menggunakan metode skroing. Tanaman yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap Pb adalah Plumbago auriculata, Pachystachys lutea, Irisine herbtsii dan Rhododendron obtusum. Tanaman yang memiliki kemampuan sedang adalah Pseuderanthemum reticulatum, Excoecaria cochinchinensis, Codiaeum variegatum, Cordyline fruticosa dan Tabernae corymbosa varigata dan tanaman yang memiliki kemampuan rendah dalam menyerap Pb adalah Bougenvilia spectabilis, Dracaena marginata tricolor, Dracaena reflexa, Osmoxylum lineare, Syzygium oleina dan Tabernae corymbosa. Daun yang terpapar Pb memiliki jumlah stomata yang lebih banyak daripada tanaman kontrol serta jumlah klorofil yang lebih rendah. Kata kunci: Logam Berat, Pb, Tanaman Semak, Tanaman Jalan
VARIASI JENIS DAN KULTIVAR KELENGKENG (Nephellium longan L.) UNGGULAN DI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Tamura, Muhfid Deris; Setyobudi, Lilik; Heddy, Y. B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/232

Abstract

Salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dan cukup banyak jenisnya di Indonesia ialah kelengkeng (Nephellium longan L.). Kabupaten Malang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang berpeluang untuk mengembangkan varietas unggul kelengkeng (Nephellium longan L.) yang belum banyak dikenal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi jenis dan kultivar kelengkeng (Nephellium longan L.) yang terdapat di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juni 2012.  Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei.  Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan mengamati fenomena alam, wawancara dengan petani responden dan dari beberapa instansi terkait. Peubah yang diamati terdiri dari faktor produksi (meliputi model perbanyakan, penanaman, pemupukan, pemangkasan dan penjarangan bunga) dan produktifitas budidaya (hasil panen/pohon/tahun) seluruh peubah tersebut ditanyakan dalam kuisioner.  Jawaban kuisioner diukur dengan menggunakan skala likert.  Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.  Data yang dikumpulkan dalam bentuk tabel kemudian dideskripsikan dalam angka dan persentase. Kata kunci : Tanaman Kelengkeng, Variasi Jenis, kultivar, Survei, Kuisioner, Deskripsi.
PERTUMBUHAN DAN KADAR KURKUMIN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Robx.) PADA KETERSEDIAAN UNSUR HARA MIKRO (Mo) SECARA IN VITRO Andini, Irmalia Mirza; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/233

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Robx. Synm. Curcuma javanica) ialah tanaman asli Indonesia yang mempunyai potensial untuk dikembangkan sebagai bahan obat, yang mengandung bahan aktif antara lain kurkuminoid dan minyak atsiri. Orientasi budidaya tanaman temulawak tidak hanya ditujukan pada produktivitas biomas, tetapi juga mutu bahan aktif yang terkandung di dalam temulawak. Keberhasilan sintesis kurkumin dipengaruhi oleh salah satu faktor antara lain ketersediaan unsur hara. Unsur hara mikro yang kebutuhannya sedikit tetapi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas tanaman temulawak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan kadar kurkumin temulawak maksimum dengan penambahan berbagai konsentrasi unsur hara mikro Mo secara in vitro. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan : T1 = Mo (Na2MoO4.2H2O) 0 ppm, T2 = Mo (Na2MoO4.2H2O) 0,25 ppm, T3 = Mo (Na2MoO4.2H2O) 0,5 ppm dan T4 = Mo (Na2MoO4.2H2O) 0,75 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi unsur Mo menurunkan pertumbuhan jumlah daun tetapi meningkatkan kadar kurkumin temulawak jika dibandingkan perlakuan tanpa unsur Mo secara in vitro. Kata kunci : Temulawak, Unsur Hara Mikro, Metabolit Sekunder, In Vitro
PENGARUH DOSIS RHIZOBIUM SERTA MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS KANCIL Fitriana, Diah Asih; Islami, Titiek; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/234

Abstract

Peningkatan produksi  kacang tanah dapat dilakukan dengan penambahan inokulum rhizobium dan pupuk kandang. Rhizobium merupakan bakteri yang mampu mengikat nitrogen di udara. Bakteri Rhizobium sebagai salah satu contoh kelompok bakteri yang  berkemampuan sebagai penyedia hara bagi tanaman. Apabila bersimbiosis dengan tanaman legum, kelompok bakteri ini akan menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar. Pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan tanah, selain itu juga memperbaiki struktur tanah.. Pemberian pupuk kandang meningkatkan aktivitas rhizobium sehingga dapat  menginfeksi akar tanaman kacang tanah dan dapat meninggkatkan Nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2014 di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan pada percobaan adalah benih kacang tanah varietas Kancil, inokulum rhizobium (legin),, pupuk kandang sapi , pupuk kandang ayam, Urea, KCl dan pestisida. Alat yang digunakan adalah timbangan, alat pengukur luas daun (leaf area meter), oven untuk mengeringkan tanaman, cangkul, sekop, parang, sabit. Penelitian menggunakan RAK faktorial terdiri dari perlakuan pertama  I0: Tanpa inokulum, I1: Inokulum rhizobium (legin) (5 g/kg benih), I2: Inokulum rhizobium (legin) (10 g/kg benih), I3: Inokulum rhizobium (legin) (15 g/kg benih). Perlakuan kedua P0: Tanpa pupuk P1: pupuk kandang sapi, P2: pupuk kandang ayam. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemberian inokulum rhizobium 10 g/kg benih dan jenis pupuk kandang ayam memberikan hasil jumlah polong lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian inokulum rhizobium 0 g/kg benih dan tanpa pupuk kandang. Pemberian inokulum rhizobium 5 g/kg benih dan tanpa pupuk kandang dapat memberikan hasil indeks panen tertinggi. Kata kunci: Kacang Tanah, Rhizobhium Inokulum, Pupuk Kandang, Nitrogen.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN Crotalaria juncea L. PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Riyani, Norma Winda; Islami, Titiek; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/235

Abstract

Penambahan bahan organik dapat memberikan perbaikan positif bagi kesuburan tanah yang ditandai dengan peningkatan Kapasitas Tukar Kation (KTK) dalam tanah. Oleh karena itu, dengan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang dan Crotalaria juncea diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman kedelai. Tujuan penelitian mempelajari pengaruh pupuk kandang dan Crotalaria juncea L. untuk mengurangi dosis pupuk anorganik pada pertanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama terdiri dari : A1 : pupuk anorganik 100 % (50 kg ha-1 Urea + 60 kg ha-1 SP-36 + 100 kg ha-1 KCl), A2 : pupuk anorganik 75 % (38 kg ha-1 Urea + 45 kg ha-1 SP-36 + 75 kg ha-1 KCl), A3 : pupuk anorganik 50 % (25 kg ha-1 Urea + 30 kg ha-1 SP-36 + 50 kg ha-1 KCl). Sedangkan Faktor kedua terdiri dari : O0 : Tanpa pupuk organik, O1 : Pupuk kandang 10 ton ha-1, O2 : Crotalaria juncea 10 ton ha-1, O3 : Pupuk kandang 5 ton ha-1 dan Crotalaria juncea 5 ton ha-1. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik belum berpengaruh signifikan terhadap pengurangan dosis pupuk anorganik pada pertanaman kedelai. Kombinasi 5 ton ha-1 pupuk kandang + 5 ton ha-1 C. juncea memiliki hasil biji kedelai lebih tinggi 13,33% dibandingkan dengan tanpa penggunaan pupuk organik dan meningkat 9,67% dari 10 ton ha-1 pupuk kandang, serta meningkat 3,81% dari 10 ton ha-1 C. juncea. Kata kunci : Pupuk Kandang, Pupuk Hijau, C. juncea L., Kedelai
STUDI SISTEM TUMPANGSARI BROKOLI (Brassica oleracea L.) DAN BAWANG PREI (Allium porrum L.) PADA BERBAGAI JARAK TANAM Puspa Lorina, Mahardika Dianucik; Sitawati, Sitawati; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/236

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L.) dan bawang prei (Allium porrum L.) adalah komoditas pertanian yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Data impor dan ekspor brokoli dan bawang prei, menunjukkan volume impor lebih tinggi dibandingkan dengan volume ekspor. Solusi permasalahan lahan pertanian yang semakin berkurang adalah sistem tumpangsari. Tujuan penelitian ini: 1) mendapatkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) tertinggi pada sistem tumpangsari, 2) mendapatkan jarak tanam brokoli yang mempunyai produktivitas lebih tinggi pada sistem monokultur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: P1= Tumpangsari brokoli dan bawang prei dengan jarak tanam brokoli 70 cm x  50 cm, P2= Tumpangsari brokoli dan bawang prei dengan jarak tanam brokoli 60 cm x 40 cm, P3= Tumpangsari antara brokoli dan bawang prei dengan jarak tanam brokoli 50 cm x 50 cm, P4= Monokultur brokoli dengan jarak tanam brokoli 70 cm x 50 cm, P5= Monokultur brokoli dengan jarak tanam brokoli 60 cm x 40 cm, P6= Monokultur brokoli dengan jarak tanam brokoli 50 cm x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari brokoli dan bawang prei dengan jarak tanam 70 cm x  50 cm (P1) memiliki nilai NKL tertinggi yaitu 1,11. Perlakuan monokultur brokoli dengan jarak tanam 60 x 40 cm (P5) menghasilkan bobot segar konsumsi/ha tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Sistem tumpangsari brokoli dan bawang prei dengan jarak tanam brokoli 70 cm × 50 cm belum dapat meningkatkan R/C Rasio dari sistem monokultur brokoli meskipun mempunyai nilai NKL yaitu 1,11. Kata kunci : Brokoli, Bawang Prei, Tumpangsari, Jarak Tanam

Page 93 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue