Setyobudi, Lilik
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

VARIASI JENIS DAN KULTIVAR KELENGKENG (Nephellium longan L.) UNGGULAN DI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Tamura, Muhfid Deris; Setyobudi, Lilik; Heddy, Y. B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/232

Abstract

Salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dan cukup banyak jenisnya di Indonesia ialah kelengkeng (Nephellium longan L.). Kabupaten Malang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang berpeluang untuk mengembangkan varietas unggul kelengkeng (Nephellium longan L.) yang belum banyak dikenal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi jenis dan kultivar kelengkeng (Nephellium longan L.) yang terdapat di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juni 2012.  Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei.  Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan mengamati fenomena alam, wawancara dengan petani responden dan dari beberapa instansi terkait. Peubah yang diamati terdiri dari faktor produksi (meliputi model perbanyakan, penanaman, pemupukan, pemangkasan dan penjarangan bunga) dan produktifitas budidaya (hasil panen/pohon/tahun) seluruh peubah tersebut ditanyakan dalam kuisioner.  Jawaban kuisioner diukur dengan menggunakan skala likert.  Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.  Data yang dikumpulkan dalam bentuk tabel kemudian dideskripsikan dalam angka dan persentase. Kata kunci : Tanaman Kelengkeng, Variasi Jenis, kultivar, Survei, Kuisioner, Deskripsi.
TINGKAT KEBERHASILAN PEMBENTUKAN BUAH TIGA VARIETAS TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA Kusumayati, Nungky; Nurlaelih, Euis Elih; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/250

Abstract

Rumah plastik adalah suatu bangunan yang tertutup dengan plastik polyethylene untuk melindungi tanaman dari pengaruh negatif lingkungan serta dari hama dan penyakit. Permasalahan lain timbul karena hampir tidak ada pergerakan angin dan serangga yang ada di dalam rumah plastik. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan persentase pembentukan buah tiga varietas tomat pada lingkungan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bedali, Malang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian diperoleh, bahwa persentase terbentuknya buah tertinggi terdapat pada Varietas Juliet yang ditanam di luar rumah plastik 93,6%, sedangkan persentase terbentuknya buah terendah yaitu pada Varietas Juliet yang ditanam di dalam rumah plastik 79,5%. Perlakuan di luar rumah plastik memiliki bobot buah total lebih besar dibandingkan bobot buah segar perlakuan di dalam rumah plastik. Kata kunci: Tanaman tomat, Rumah plastik, Persentase pembentukan buah, Varietas Juliet, Varietas Ratna, Varietas Hibrid F1 Maestro.
PENGARUH PENGGUNAAN RHIZOBIUM DAN PENAMBAHAN MULSA ORGANIK JERAMI PADI PADA TANAMAN KEDELAI HITAM (Glycine max (L) Merril) VARIETAS DETAM 1 Fatma Sari, Rizky Ratna; Aini, Nurul; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/251

Abstract

Kedelai hitam (Glycine max (L) Merril) merupakan tanaman asli Asia tropis seperti Asia Tenggara. Dengan menanam kedelai di sawah, dapat mengembalikan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh aplikasi mulsa organik jerami padi dan berbagai dosis Rhizobium pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam (Glycine max (L) Merril). Penelitian dilaksanakan di desa Kedungmaling, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.  Ketinggian tempat pada lokasi penelitian 33 mdpl dengan suhu  harian berkisar antara 27ºC. Lahan yang digunakan merupakan lahan bekas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 hingga Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P1=kontrol, P2=Mulsa jerami padi, P3= Rhizobium dengan dosis 5 g kg-1 benih kedelai, P4=Rhizobium dengan dosis 3 gr kg-1 benih kedelai, P5= Mulsa jerami padi dan Rhizobium dengan dosis 5 g kg-1 benih kedelai dan P6= Mulsa jerami padi dan Rhizobium dengan dosis 3 g kg-1 benih kedelai. Dari hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan P5 mampu meningkatkan hasil tanaman kedelai hitam varietas Detam 1. Peningkatan hasil pada tanaman kedelai hitam varietas Detam 1 pada perlakuan P5 mencapai 27,38%. Sedangkan perlakuan yang menunjukkan hasil terendah dalam penelitian ini ialah pada perlakuan P1 (kontrol). Kata kunci: Kedelai Hitam, Rhizobium, Mulsa Jerami Padi,  Varietas Detam 1.
PEMANFAATAN BATANG SEMU PISANG SEBAGAI POT DENGAN BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans L.) Setianingsih, Eva; Herlina, Ninuk; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/268

Abstract

Kangkung Sutera merupakan salah satu tanaman berumur pendek yang tahan terhadap penyakit karat daun (Puccinia sp). Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia pada setiap tahun yang diikuti dengan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman di daerah perkotaan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian, sehingga produksi kangkung darat menurun. Solusi yang dapat diterapkan untuk mengefisiensikan lahan adalah dengan menggunakan pot batang semu pisang. Pot batang semu pisang ramah lingkungan dan memiliki kadar air yang tinggi yaitu 96,2% sehingga cocok untuk daerah kekurangan air. Komposisi media tanam pupuk kandang sapi, kompos azolla, dan kompos sampah kota yang digunakan, diharapkan dapat berpengaruh dalam pertumbuhan kangkung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan komposisi media tanam yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat pada pot yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bedali, Malang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan: P1 = Tanah + pupuk kandang sapi (1:1) pada polybag, P2 = Tanah + kompos Azolla (1:1) pada polybag, P3 = Tanah + kompos sampah kota (1:1) pada polybag, P4 = Tanah + pupuk kandang sapi (1:1) pada pot batang semu pisang, P5 = Tanah + kompos Azolla (1:1) pada pot batang semu pisang, P6 = Tanah + kompos sampah kota (1:1) pada pot batang semu pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perlakuan pupuk kandang sapi pada polybag memiliki bobot segar total tanaman lebih besar dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci: Kangkung Darat Varietas Sutera, Pot Batang Semu Pisang, Media Tanam, Pupuk Kandang Sapi, Kompos Azolla, Kompos sampah Kota.
STUDI PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleorotus ostreatus) PADA MEDIA TUMBUH JERAMI PADI DAN SERBUK GERGAJI Hariadi, Nurul; Setyobudi, Lilik; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.236 KB) | DOI: 10.21776/6

Abstract

Tujuan dari percobaan ini adalah mempelajari perbedaan pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih antara baglog jerami padi dan serbuk kayu gergaji, dan mendapatkan perbandingan campuran komposisi antara serbuk gergaji kayu dengan jerami padi yang tepat sehingga dapat  digunakan sebagai media tumbuh jamur tiram putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan M8 dengan komposisi serbuk gergaji kayu 700 g, jerami padi 100 g, bekatul 50 g, dan kompos sampah hijau 150 g. Perlakuan M8 menghasilkan lama penyebaran miselium pada substrat 35,19 HSI; saat muncul badan buah (Pin head) pertama 65,63 HSI; rata-rata diameter tudung  buah 6,57 cm; frekuensi panen 9,33 kali; rata-rata bobot segar badan buah 58,71 g; interval panen 3,34 hari.  Perhitungan analisis usaha tani, M8 menghasilkan total keuntungan Rp 820.600,00 dengan BEP volume produksi 390,63Kg; (B/C) Ratio 1,26; ROI sebesar 0,26 %.
STUDI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR KUPING (Auricularia auricula) PADA SUBSTRAT SERBUK GERGAJI KAYU DAN SERBUK SABUT KELAPA Nurilla, Neilla; Setyobudi, Lilik; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.77 KB) | DOI: 10.21776/29

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perbandingan persentase serbuk gergaji kayu dan serbuk sabut kelapa sebagai substrat tumbuh alternatif yang tepat bagi pertumbuhan dan produksi jamur kuping (Auricularia auricula) telah dilaksanakan di Desa Sengkaling, Kecamatan Dau, Malang dari bulan Juli hingga November 2012. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang  terdiri atas 9 perlakuan kombinasi media tanam dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi jamur kuping adalah serbuk gergaji kayu 60%, serbuk sabut kelapa 20%, bekatul 10%, dan tepung jagung 10%. Komposisi ini menghasilkan persentase pertumbuhan miselium penuh, interval panen, diameter badan buah, rata-rata bobot segar per baglog, total bobot segar per baglog, rata-rata bobot kering, dan frekuensi panen berturut-turut yaitu 73,33%, 33,02 hari, 12,22 cm, 65,32 g, 567,70 g, 9,8 g, dan 8,67 kali panen. Hasil pertumbuhan pada variabel persentase pertumbuhan miselium memenuhi baglog lebih besar 36,36% dari perlakuan kontrol dengan nilai B/C ratio 1,12. Diharapkan adanya penelitian pemanfaatan substrat alternatif lain yang mampu mengurangi penggunaan serbuk gergaji kayu lebih besar.
KAJIAN INTERSEPSI CAHAYA MATAHARI PADA KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DIANTARA TANAMAN MELINJO MENGGUNAKAN JARAK TANAM BERBEDA Suryadi, Suryadi; Setyobudi, Lilik; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.512 KB) | DOI: 10.21776/42

Abstract

Penanaman kacang tanah dibawah naungan pohon merupakan alternatif penin-gkatan intensifikasi lahan perkebunan untuk meningkatkan pendapatan. Untuk menduk-ung upaya tersebut maka dibutuhkan pe-ngaturan jarak tanam yang tepat sehingga dapat sesuai dengan keseimbangan cahaya yang diterima. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan lahan ter-naungi serta memperoleh penggunaan jarak tanam yang sesui untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian dilaksanakan per-kebunan PT. Karya Sami’in, Pacet, Mojo-kerto, pada bulan Juli hingga September 2012. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) diulang 4 kali. Petak utama adalah : Lokasi penanam-an (N) terdiri dari 2 macam yaitu : (N0) lahan terbuka dan (N1) lahan diantara tanaman melinjo. Anak petak menggunakan jarak tanam (J) terdiri dari 3 macam yaitu : (J1) jarak tanam 40 cm x 10 cm, (J2) jarak tanam 40 cm x 15 cm dan (J3) jarak tanam 40 cm x 20 cm. Perlakuan lahan penanaman dan jarak tanam menunjukkan hasil persentase intersepsi cahaya maksimum pada umur pengamatan 90 hst dengan penggunaan jarak tanam 40 cm x 10 cm pada lahan ter-buka maupun pada perlakuan lahan ter-naungi, sedangkan hasil panen bobot kering polong terbaik dicapai pada perlakuan lahan terbuka dengan menggunakan jarak tanam 40 cm x 20 cm. Kata kunci: Kacang tanah, Intersepsi cahaya, Jarak tanam
PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MULSA TERHADAP PRODUKSI BABY WORTEL (Daucus carota L.) VARIETAS HIBRIDA Tinambunan, Erika; Setyobudi, Lilik; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.82 KB) | DOI: 10.21776/75

Abstract

Permasalahan dalam budidaya tanaman wortel adalah tanaman wortel tidak tahan terhadap cekaman lingkungan, baik berupa genangan air atau kekeringan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pengguna-an jenis mulsa dalam meningkatkan pertum-buhan dan produksi baby wortel. Percobaan dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2013 di Kebun Percobaan Cangar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Rancangan yang digunakan dalam pene-litian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang 4 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari: tanpa mulsa (M0), mulsa jerami padi (M1), mulsa plastik hitam (M2), mulsa daun paitan (M3), mulsa plastik hitam perak (M4), dan mulsa plastik transparan (M5). Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunakan mulsa mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik serta meningkatkan produksi baby wortel daripada tanpa mulsa. Penggunaan mulsa plastik transparan, mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik hitam, mulsa daun paitan, dan mulsa jerami padi mampu menghasilkan bobot umbi segar panen 2,36 kg m-2, 1,97 kg m-2, 1,58 kg m-2, 1,56 kg m-2, dan 0,84 kg m-2. Sedangkan perlakuan tanpa mulsa menghasilkan bobot umbi terendah yaitu 0,64 kg m-2. Kata kunci: Daucus carota L., penggunaan mulsa, baby wortel, produksi
KAJIAN ETNOBOTANI MASYARAKAT DESA BERDASARKAN KEBUTUHAN HIDUP Syafitri, Friska Rahma; Sitawati, Sitawati; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.632 KB) | DOI: 10.21776/93

Abstract

Etnobotani merupakan kaitan antara manusia dan tumbuhan. Etnobotani menggambarkan dan menjelaskan kaitan antara budaya dan kegunaan tumbuhan, bagaimana tumbuhan digunakan, dirawat dan dinilai memberikan manfaat untuk manusia. Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi jenis tanaman yang ada pada Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mengidentifikasi pemanfaatan tanaman bagi warga Desa Jenggolo, menganalisis hubungan antara pemanfaatan tumbuhan dengan kebutuhan hidup masyarakat.. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada bulan Mei 2013 sampai dengan Juli 2013. Penelitian ini bersifat eksplorasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68 % pekarangan di Desa Jenggolo memiliki pola pekarangan modern, Terdapat 155 jenis tanaman, yang didominasi fungsi kesehatan/ functional food sebesar 40.65%, estetika 38.71%, peneduh 12.90%, pangan 5.16% dan spiritual 2.58%. Petani lebih dominan untuk menanam tanaman kesehatan/functional food sebanyak 37.72%, sedangkan pengusaha kecil dan menengah, seniman, tukang batu dan kayu dan wiraswasta dominan tanaman hias yaitu 50.61%, 48.89%, 45.36% , 42%. Peningkatan luas halaman tidak di ikuti dengan peningkatan jumlah jenis tanaman (R2 = 0.31, y = 0.06x + 9.42). Tingkat ketergantungan masyarakat dengan tanaman yang dapat dikonsumsi dari pekarangan rumah. Ketergantungan petani terhadaptanaman di pekarangan 35%, sedangkan wiraswasta 2%. Kata kunci: Etnobotani, Profesi, Pekarangan, Fungsi Tanaman
ANALISA LANSKAP JALUR HIJAU DAN UPAYA PENERAPAN SMART GREEN LAND PADA RUANG TERBUKA HIJAU Indah, Andan Sari Kusuma; Wardiyati, Tatik; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.44 KB) | DOI: 10.21776/97

Abstract

Jalur hijau merupakan daerah hijau sekitar lingkungan permukiman atau sekitar kota, bertujuan mengendalikan pertumbuhan pembangunan, mencegah dua kota atau lebih menyatu, dan mempertahankan daerah hijau, rekreasi, ataupun daerah resapan hu-jan.Smart Green Land merupakan inovasi konsep RTH yang berfungsisebagai paru-paru kota dan sebagai tempat yang nyaman melalui penyediaan fasilitas penunjang se-hingga tercipta kenyamanan dan kesegaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui, mempe-lajaripermasalahan dan kendala dalam lanskap jalur hijau, menganalisis permasalahan, mengembangkan potensi dan menyusun rekomendasi rencana dan penerapan smart green land yang berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada jalur hijau jalan Ijen, jalur hijau jalan Jakarta dan jalur hijau Dieng, dan penerapan smart green land pada Alun-alun Kota dan Alun-alun Tugu Kota Malang. Penelitian ini menggunakan tiga tahap yaitu inventarisasi, analisis data, dan interprestasi data. Hasil penelitian menunjukkan jalur hijau Jalan Dieng, Jalan Jakarta dan Jalan Ijen le-bih tertuju pada penambahan jenis vegetasi tanaman perdu, semak berbunga indah, lam-pu penerangan jalan dan tempat duduk. Smart Green Land pada Alun-alun Kota Malang dan Alun-alun Tugu lebih tertuju pa-da penambahan jenis vegetasi tanaman ber-bunga dan tanaman rumput. Kata kunci: smart green land, jalur hijau, analisis, ruang terbuka hijau