cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI [Glycine max (L.) Merr.] DENGAN VARIASI TINGKAT PEMBERIAN AIR Anggrainy, Veby; Karyawati, Anna Satyana; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/614

Abstract

Tanaman kedelai yang umumnya ditanam tanpa pengairan pada akhir musim penghujan setelah padi sering mengalami kekurangan air khususnya pada masa reproduktif. Suatu penelitian dilakukan untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dengan tingkat penyediaan air yang berbeda pada masa vegetatif dan reproduktif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2015 sampai bulan Januari 2016 di rumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Perlakuan terdiri dari Fase vegetatif - generatif 100% KL (K0), Fase vegetatif - generatif 75 % KL (K1), Fase vegetatif - generatif 50% KL (K2), Fase vegetatiftif 100 % - Fase generatif 75 % KL (K3), Fase vegetatif 100 % - Fase generatif 50 % KL (K4), Fase vegetatif 75 % - Fase generatif 100 % KL (K5), Fase vegetatif 50% - Fase generatif 100% KL (K6) yang ditempatkan dalam rumah kaca berdasarkan Rancangan Acak Kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan air pada fase generatif lebih mempengaruhi penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai daripada kekurangan air pada fase vegetatif. Perlakuan pemberian air pada fase vegetatif 100% KL - generatif 50% KL (K4) menyebabkan penurunan pada hasil dengan presentase sebesar 56% untuk jumlah polong per tanaman, 63% untuk bobot polong per tanaman, 40% untuk jumlah biji per tanaman dan 58% untuk bobot 100 biji.
APLIKASI PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DAN PUPUK KOTORAN KAMBING PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS MANJUNG Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/617

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas tanaman bawang merah di musim penghujan terus dilakukan untuk mencukupi kebutuhan. Hal tersebut dikarenakan pada musim penghujan kelembaban yang tinggi menyebabkan tanaman rentan terserang patogen. Salah satu upaya agronomis yang dilakukan yaitu dengan memperbaiki lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan tanaman bawang merah. Akar tanaman menentukan kemampuan tanaman dalam menyerap nutrisi dan air yang digunakan dalam proses fotosintesis.  Untuk menjaga kondisi perakaran tanaman salah satunya dengan aplikasi PGPR Pada tanaman. PGPR merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang secara aktif mengkolonisasi rizosfir. PGPR berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman, hasil panen dan meningkatkan kesuburan lahan. Agar peran PGPR dapat berjalan dengan baik diperlukan pemberian pupuk organik. Pupuk organik kotoran kambing dapat memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah selain itu digunakan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Januari 2016 di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi Faktorial (RPT) dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pemberian pupuk kotoran kambing dan interval pemberian PGPR. Interaksi tersebut pada parameter pengamatan antara lain bobot segar dan kering tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, dan luas daun.
PERTUMBUHAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorizha Roxb.) UB 2 DI MUSIM KEMARAU PADA BERBAGAI KOMBINASI PUPUK EGC (ENRICHED GRANULAR COMPOST ) DAN N K Kartikasari, Asti; Azizah, Nur; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/625

Abstract

Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak digunkan sebagai bahan baku obat tradisonal. Salah satu varietas yang telah teruji ialah temulawak UB 2. Pertumbuhan temulawak dipengaruhi musim sehingga ketersediannya sebagai bahan baku obat tergantung pada musim. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan tanaman telawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) yang ditanam di musim kemarau melalui penambahan beberapa dosis pupuk organik dan anorganik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan beberapa dosis pupuk EGC dan NK, yaitu: P1= EGC 0 + N dan K 100% (15 g.tan-1;5 g.tan-1;), P2= EGC 20% (60 g.tan-1;) + N dan K 80% (12 g.tan-1;4 g.tan-1;), P3= EGC 40% (120 g.tan-1) + N dan K 60% (9 g.tan-1; 3 g.tan-1), P4= EGC 60% (180 g.tan-1) + N dan K 40% (6 g.tan-1;2 g.tan-1), P5 = EGC 80% (240 g.tan-1) + N dan K(3 g.tan-1;1 g.tan-1) dan P6= EGC 100% (300 g.tan-1) + N dan K 0 diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian beberapa dosis pupuk EGC dan NK memberikan pengaruh nyata secara positif terhadap pertumbuhan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Perlakuan pupuk EGC dan NK dengan penambahan 20% EGC + 80% NK memiliki panjang tanaman dan luas daun tanaman lebih tinggi daripada perlakuan lain, sedangkan perlakuan 100% NK dan tanpa penambahan EGC  memiliki jumlah daun, bobot segar dan bobot kering total tanaman.
TINGKAT KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) HIBRIDA PADA KEMASAKAN BUAH TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA Colletrichum acutatum Muamaroh, Siti; Respatijarti, Respatijarti; Wahyono, Andi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/687

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia. Salah penyebab produksi buah cabai menurun adalah serangan penyakit antraknosa (Hidayat et al., 2004). Menurut Syukur et al. (2009; Damm et al.,2012) bahwa patogen antraknosa yang paling banyak menyerang tanaman cabai merah adalah cendawa Colletotrichum acutatum. Proses infeksi cendawan penyakit antraknosa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, genetik tanaman dan fisiologi buah (Hidayat et al., 2004).  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi PT Bisi International Tbk. Farm Sumber Agung, Kediri, Jawa Timur dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Kultur Jaringan dan Mikroteknik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada Bulan Maret  hingga Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor pertama yaitu varietas hibrida cabai merah dan faktor kedua yaitu kemasakan buah yang berbeda. Karakter yang diamati yaitu, kejadian penyakit (%), kelas ketahanan penyakit, diameter nekrosis (cm), ketebalan kutikula (mm), kandungan capsaicin (mg/g), dan aktivitas enzim peroksidase (unit/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji ANOVA adanya interaksi antar perlakuan yang ditunjukkan pad karakter pengamatan kejadian penyakit dan diameter nekrosis. Varietas Imola kemasakan buah merah dan varietas HPT 1729 kemasakan buah merah menunjukkan perlakuan yang tahan terhadap serangan penyakit antraknosa dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Nilai korelasi antara rata-rata ketebalan lapisan kutikula dan kandungan capsaicin terhadap kejadian penyakit dan rata-rata diameter nekrosis secara statisktik menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata. Akan tetapi, nilai korelasi antara rata-rata aktivitas enzim peroksidase terhadap rata-rata kejadian penyakit dan rata-rata diameter nekrosis secara statistik tidak menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata.
Pengaruh Naungan dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Merah (Lactuca sativa L.) pada Sistem Hidroponik Substrat Syafputri, Dwi Wahyuni; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/945

Abstract

Selada keriting merah (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu jenis selada yang diminati masyarakat dikarenakan kandungan senyawa antosianinnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun produktivitas dan kualitas selada merah hidroponik pada petani masih menjadi masalah. Dimana bobot segar panen  yang rendah dan warna merah daun yang tidak merata. Upaya  yang  harus dilakukan  untuk  meningkatkan  bobot segar total tanaman adalah dengan pemberian konsentrasi nutrisi yang tepat, serta intensitas cahaya yang optimal agar didapatkan warna daun merah yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan naungan dan konsentrasi nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil selada merah pada sistem hidroponik substrat. Penelitian  dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2017 bertempat di dalam screenhouse CV. Condido, Dusun Grajan Desa Gendro Nongkojajar Pasuruan Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Pola Tersarang (Nested Design) dengan naungan sebagai petak utama dan konsentrasi nutrisi sebagai anak petak. Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, tebal daun, bobot segar total tanaman, bobot segar bernilai ekonomis, serta kandungan antosianin dan klorofil daun tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara naungan dengan perlakuan konsentrasi nutrisi terhadap penurunan bobot segar total dan ekonomis tanaman namun meningkatkan kandungan klorofil daun tanaman. Perlakuan naungan meningkatkan panjang tanaman dan luas daun, namun mengurangi jumlah daun, kandungan antosianin daun dan ketebalan daun tanaman. Sementara Perlakuan konsentrasi nutrisi meningkatkan panjang dan jumlah daun tanaman. Perlakuan tanpa naungan dengan konsentrasi nutrisi 1000 ppm memberikan hasil bobot tanaman tertinggi dengan kandungan antosianin daun terbanyak.
Pengaruh Kerapatan Tanam dan Arah Bedengan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Krop (Lactuca sativa L.) Rizal, Bimayudha Bagaskara; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1002

Abstract

Kebutuhan selada setiap tahun meningkat sedangkan produksi selada krop belum bisa memenuhi permintaan konsumen. Usaha untuk meningkatkan produksi tanaman selada krop dengan pengaturan kerapatan tanam danarah bedengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan kerapatan tanam dan arah bedengan pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada krop (Lactuca sativa L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di Dusun Dadapan, Desa Padanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan April 2016 sampai Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 kombinasi dan 4 ulangan. Data yang didapatkan dianalisis meng-gunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kerapatan tanam 20 cm x 20 cm dan arah bedengan barat ke timur memberikan pengaruh yang nyata terhadap pada parameter per-tumbuhan yaitu luas daun.  Pada parameter hasil perlakuan memeberikan pengaruh pada pengamatan berat segar tanaman, berat kering tanaman dan berat konsumsi tanaman.
Keragaman Dan Heritabilitas Karakter Agronomi di Dalam Sembilan Populasi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Rahayu, Puji Nur; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1003

Abstract

Penelitian ini merupakan pengujian 9 populasi cabai rawit hasil dari pemisahan populasi campuran, dengan tujuan men-dapatkan informasi mengenai keragaman genetik, keragaman fenotip dan heritabilitas karakter agronomi di dalam 9 populasi cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang pada bulan Januari hingga Juli 2017. Bahan tanaman yang digunakan yaitu populasi CRUB12, CRUB33, CRUB90, CRUB99, CRUB153, CRUB121, CRUB95, CRUB171, CRUB117 dan varietas Cakra Putih (sebagai estimasi lingkungan). Pengamatan dilakukan pada setiap individu tanaman di dalam 9 populasi cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik luas ditemukan pada karakter bobot buah total di dalam populasi CRUB121 dan bobot buah layak pasar di dalam populasi CRUB121 dan CRUB153. Keragaman fenotip luas ditemukan pada karakter bobot buah total di dalam populasi CRUB121 dan bobot buah layak pasar di dalam populasi CRUB121 dan CRUB153. Nilai heritabilitas yang tinggi ditemukan pada karakter bobot buah total di dalam populasi CRUB121 dan bobot buah layak pasar pada populasi CRUB121 dan CRUB153. Dengan demikian, seleksi akan efektif jika dilakukan berdasarkan pada karakter di dalam populasi tersebut.
Pengaruh Pupuk Organik dan Waktu Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Sugari, Didit; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1004

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum yang menempati urutan kedua setelah kedelai karena memegang peranan penting sebagai sumber protein namun produktivitasnya di Indonesia masih rendah. Produksi kacang tanah yang belum optimal dikarenakan budidaya belum maksimal. Upaya yang dapat dilakukan adalah penyiangan gulma yang bertujuan untuk menyediakan lingkungan tumbuh optimal bagi tanaman sehingga tidak terjadi kompetisi unsur hara dan mineral. Selain itu, kesuburan tanah merupakan faktor penting menunjang produksi tanaman. Usaha memperbaiki kesuburan tanah yaitu aplikasi pupuk organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh waktu penyiangan gulma dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan bulan Maret - Juni 2017 di Desa Banyakan Kecamatan Banyakan, Kediri. Penelitian ini merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu P1: pupuk kotoran ayam + tanpa penyiangan, P2: pupuk kotoran ayam + penyiangan 14 dan 28 HST, P3: pupuk kotoran ayam + penyiangan 21 dan 42 HST, P4: pupuk kotoran sapi + tanpa penyiangan, P5: pupuk kotoran sapi + penyiangan 14 dan 28 HST, P6: pupuk kotoran sapi + penyiangan 21 dan 42 HST, P7: pupuk kotoran kambing + tanpa penyiangan, P8: pupuk kotoran kambing + penyiangan 14 dan 28 HST, P9: pupuk kotoran kambing + penyiangan 21 dan 42 HST. Hasil penelitian menunjukkan penyiangan gulma 14 dan 42 HST dikombinasikan dengan jenis pupuk organik berbeda menghasilkan produksi per hektar kacang tanah yang tinggi.
Studi Mutu Benih Paria (Momordica charantia L.) pada Tingkat Kemasakan Buah dan Genotipe Yang Berbeda Indrawati, Laili Surur; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1005

Abstract

Paria merupakan tanaman semusim yang buahnya dimanfatkan masyarakat sebagai sayuran dan obat. Dalam budidaya paria seringkali benih perlu diskarifikasi. Meskipun telah diskarifikasi, daya tumbuhnya masih rendah. Tingkat kemasakan buah dan genotipe dapat menjadi indikator untuk menghasilkan benih paria yang bermutu. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui interaksi antara genotipe dan tingkat kemasakan buah paria terhadap mutu benih fisik dan fisiologi serta mengetahui umur masak fisiologi paria pada masing-masing genotipe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2017 di laboratorium dan green house PT. BISI International Tbk. Kediri. Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu budidaya paria dan pengujian mutu benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor dan 2 ulangan. Jika terdapat interaksi atau faktor perlakuan yang beda nyata, dilanjutkan dengan uji BNJ (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara genotipe dan tingkat kemasakan buah paria terhadap variabel rendemen benih, panjang benih, daya berkecambah dan berat kering kecambah normal. Genotipe D (IT) memiliki rerata tertinggi pada variabelberat 1000 benih, jumlah benih per buah tetapi memiliki rerata terendah pada kadar air benih. Variabel kekuatan tumbuh dan tinggi bibit pada genotipe A (AS) dan D (IT) memiliki rerata yang baik. Pada tingkat kemasakan buah 22 dan 23 hari setelah polinasi memiliki rerata yang tinggi pada variabel diameter benih, berat 1000 benih, kecepatan tumbuh dan kekuatan tumbuh, sedangkan menjadi rerata terendah pada variabel kadar air benih.
Pengaruh Pemberian Biourin Sapi dan Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Meriil) Ningtyas, Rizky Putri Diarsari; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1006

Abstract

Peningkatan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L) Meriil) perlu dilakukan guna memenuhi kebutuhan manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai yaitu dengan memberikan biourin sapi dan pupuk fosfat. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh aplikasi biourin sapi dan pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai serta mendapatkan kombinasi yang tepat. Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Benih Palawija, Randuagung, Singosari, Malang pada bulan April sampai Juni 2017 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 11 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan kombinasi biourin sapi dan pupuk fosfat tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, CGR, jumlah polong hampa dan bobot 100 biji. Pemberian kombinasi biourin sapi dan pupuk fosfat berpengaruh nyata pada luas daun, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi, bobot polong per tanaman, bobot polong per petak panen (g/0,48 m2), bobot polong per Ha (ton Ha-1), jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji per petak panen (g/0,48 m2), dan bobot biji per Ha (ton Ha-1). Perlakuan P9 (konsentrasi biourin sapi 250 ml l-1 + pupuk SP36 100 Kg Ha-1 menghasilkan bobot biji per Ha lebih besar dibandingkan dengan perlakuan P0 (konsentrasi biourin 0 ml l-1 + pupuk fosfat 75 kg ha-1), P1 (konsentrasi biourin sapi 200 ml l-1 + pupuk SP36 0 Kg Ha-1), P3 (konsentrasi biourin sapi 250 ml l-1 + pupuk SP36 50 Kg Ha-1) dan P4 (konsentrasi biourin sapi 300 ml l-1 + 50 Kg Ha-1).

Page 98 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue