cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 25 Documents clear
PENERAPAN METODE MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK GEDUNG DINAS SOSIAL KOTA BLITAR Aulabih, Royyan; Unas, Saifoe El; Negara, Kartika P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang manajemen proyek, simulasi Monte Carlodigunakan untuk menghitung atau mengiterasi biaya dan waktu sebuah proyek dengan menggunakan nilai-nilai yang dipilih secara random dari distribusi probabilitas biaya dan waktu yang mungkin terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan biaya dan waktu total dari sebuah proyek.Sehingga dengan adanya keragaman waktu atau durasi yang tidak menentu, penjadwalan dengan menggunakan software Microsoft Project Professional akan memiliki indikator lebih dalam keuntungan dan kerugian proyek jika menggunakan metode Monte Carlo. Oleh karena itu, salah satu metode digunakan dalam proses analisis risiko untuk menentukan estimasi waktu proyek, yaitu metode simulasi Monte Carlo. Metode ini merupakan metode yang umum digunakan untuk simulasi perhitungan probabilitas membahas aspek risiko dalam manajemen proyek. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus Gedung Dinas Sosial Kota Blitar maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari durasi penjadwalan yang dapat diterima dan probabilitas penjadwalan pada pembangunan gedung tersebut sehingga mendapat perkiraan waktu yang optimal dan lebih aman. Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan optimis, paling disukai, dan pesimis hasil survey pada pihak kontraktor gedung Dinas Sosial Kota Blitar. Simulasi pada penilitian ini menggunakan software @Risk dan distribusi data yang di gunakan adalah distrubusi triangular. Durasi pekerjaan hasil simulasi Monte Carlo kemudian  digunakan untuk melakukan penjadwalan menggunakan softwareMicrosoft Project Professional. Sehingga di dapatkan jadwal dan kurva S hasil simulasi Monte Carlo yang selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal durasi rencana, optimis, paling disukai, dan pesimis. Perbedaan jadwal yang di analisis dan di bandingkan pada penelitian kali ini adalah pada total durasi pekerjaan dan besarnya probabilitas selesainya pekerjaan sesuai jadwal. Hasil dari perbandingan jadwal yang di lakukan pada penelitian kali ini terdapat perbedaan penjadwalan pada total durasi pekerjaan yakni durasi optimis selama 119 hari, durasi paling disukai selama 159 hari, durasi pesimis selama 203 hari dan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 169 hari.Perbedaan jadwal pada proyek Gedung Dinas Sosial Kota Blitar bila dibandingkan dengan penjadwalan menggunakan metode simulasi Monte Carlo adalah lama durasi dan  besarnya probabilitas penyelesaian pekerjaan. Lama durasi jadwal rencana selama 162 hari dengan probabilitas sebesar 55%. Sedangkan durasi hasil simulasi Monte Carloselama 169 haridengan probabilitas sebesar 70%.     Kata Kunci :Monte Carlo, durasi, penjadwalan.
PENERAPAN METODE MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK GEDUNG AUTIS CENTER KOTA BLITAR TAHUN 2013 Rahmadhani, Muhammad Bachtiar; Negara, Kartika P; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek salah satu faktor yang paling menunjang adalah dengan membuat suatu jadwal perencanaan sesuai dengan keinginan yang akan dicapai. Sehingga dengan adanya keragaman waktu atau durasi yang tidak menentu, penjadwalan dengan menggunakan software Microsoft Project Professional 2013 akan memiliki indikator lebih dalam keuntungan dan kerugian proyek jika menggunakan metode Monte Carlo. Oleh karena itu, salah satu metode digunakan dalam proses analisis risiko untuk menentukan estimasi waktu proyek, yaitu metode simulasi Monte Carlo. Simulasi Monte Carlo adalah sebuah teknik sampling statistik yang digunakan untuk memperkirakan solusi terhadap masalah-masalah kuantitatif. Pada penelitian ini durasi pekerjaan memiliki kemungkinan untuk dilakukan simulasi dengan metode Monte Carlo karena durasi pekerjaan yang bermacam-macam. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus Gedung Autis Center Kota Blitar maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari durasi penjadwalan yang dapat diterima dan probabilitas penjadwalan pada pembangunan gedung tersebut sehingga mendapat perkiraan waktu yang optimal dan lebih aman. Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan tercepat, paling mungkin, dan terlama hasil survey pada pihak kontraktor gedung Autis Center Kota Blitar. Simulasi pada penelitian ini menggunakan software Crystal Ball dan distribusi data yang digunakan adalah distrubusi triangular. Durasi pekerjaan hasil simulasi Monte Carlo kemudian digunakan untuk melakukan penjadwalan menggunakan software Microsoft Project Professional. Sehingga didapatkan jadwal dan kurva S hasil simulasi Monte Carlo yang selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal durasi rencana, tercepat, paling mungkin, dan terlama. Perbedaan jadwal yang dianalisis dan dibandingkan pada penelitian kali ini adalah pada total durasi pekerjaan dan besarnya probabilitas selesainya pekerjaan sesuai jadwal. Hasil dari perbandingan jadwal yang dilakukan pada penelitian kali ini terdapat perbedaan penjadwalan pada total durasi pekerjaan yakni durasi tercepat selama 108 hari, durasi paling mungkin selama 126 hari, durasi terlama selama 150 hari dan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 132 hari. Perbedaan jadwal pada proyek Gedung Autis Center Kota Blitar bila dibandingkan dengan penjadwalan menggunakan metode simulasi Monte Carlo adalah lama durasi dan besarnya probabilitas penyelesaian pekerjaan. Lama durasi jadwal rencana selama 120 hari dengan probabilitas sebesar 18%. Sedangkan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 132 hari dengan probabilitas sebesar 68%. Sedangkan probabilitas terbesar yakni 100% untuk durasi terlama dengan waktu selama 150 hari. Kata Kunci : Monte Carlo, durasi, jadwal.
EVALUASI DESAIN BALOK PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH DINAS 2 UNIT FLAT 2 LANTAI BRIMOB POLDA MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) Marantika, Giovianne Friensty; Hasyim, M Hamzah; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembangunan di Indonesia saat ini dituntut untuk memberikan hasil yang maksimal tanpa mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan. Manajemen proyek yang baik diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Diperlukan kesiapan rencana yang matang agar pekerjaan sesuai dengan keinginan owner. Agar pencapaian maksimal, perencana dapat menggunakan rekayasa nilai. Rekayasa Nilai (Value Engineering) merupakan usaha yang terorganisasi secara sistematis dengan pengaplikasian teknik tertentu yang bertujuan menganalisa fungsi dari barang dan jasa untuk meningkatkan nilai produk atau jasa dengan life cycle cost yang rendah namun hasil optimal dengan cara peninjauan ulang seluruh tahapan proyek dan menghilangkan biaya tak perlu. Rekayasa nilai inilah yang diterapkan penulis untuk mengevaluasi balok pada Rumah Dinas Brimob Polda Maluku. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder dari lokasi penelitian. Setelah didapatkan data yang mendukung dilanjutkan dengan Tahapan Informasi. Pada tahapan ini dilakukan pemilihan item yang memiliki biaya tinggi. Pengidentifikasian dilakukan dengan 3 cara yaitu breakdown analysis dan cost model, serta analisa fungsi. Kemudian dilanjutkan dengan Tahap Spekulasi untuk menentukan alternatif pekerjaan yaitu balok T. Selanjutnya dilakukan analisa struktur terhadap balok eksisting dan balok alternatif T dan juga analisa dari segi biaya. Ditutup dengan tahapan penyajian, yang menyajikan hasil akhir dari seluruh analisa yang dilakukan. Hasil dari proses analisa yang didapat menunjukan bahwa perubahan bentuk dari balok tidak memberikan dampak perubahan. Sebaliknya penggantian material tulangan berdampak positif. Reduksi momen ultimate terjadi pada balok BL1 dan BL2. Momen ultimate balok eksisting BL1 sebesar 86.612.829 N.mm dan BL2 sebesar 45.993.542 N.mm. Sedangkan momen untuk balok alternatif T BL1 sebesar 70.616.785 N.mm dan balok alternatif T BL2 sebesar 31.325.622 N.mm. Untuk analisa biaya didapatkan hasil sebesar Rp 242.490.908,23 untuk balok eksisting dan Rp 228.579.315,02 untuk balok alternatif T dengan cost saving sebesar 5,7370%. Kata Kunci: rekayasa nilai, balok, cost saving
OPTIMASI SITE LAYOUT MENGGUNAKAN MULTI-OBJECTIVES FUNCTION (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang Tahap II) Wahyudi, Rahmat; Negara, Kartika P.; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak lapangan sangat penting dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi.Namun, site layout kurang mendapatkan perhatian penting untuk direncanakan dengan baik dan optimal.Demikian halnya pada proyek pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Tahap II.Oleh karena itu, perlu adanya pembenahan dalam pengaturan site layout. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui optimum tidaknya bentuk site layout di proyek pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Tahap II, untuk mengetahui bentuk site layout yang optimum dari pertimbangan travelling distance (TD) dan safety index (SI) serta pertimbangan dari gabungan keduanya. Pada penelitian ini, optimasi dilakukan menggunakan multi-objectives function. Dalam menentukan penempatan fasilitas proyek dapat dilakukan dengan dua kondisi dilapangan yaitu equal site layout dan unequal site layout.Equal site layout yaitu jika dalam suatu proyek jumlah fasilitas sama dengan jumlah tempat yang tersedia sedangkan unequal site layout yaitu jika jumlah fasilitas lebih sedikit dari jumlah tempat/lahan yang tersedia dalam proyek (dummy). Dalam hal ini akan digunakan kondisi equal site layout dalam penelitian. Untuk mendapatkan site layout yang optimal dan efisien, maka jarak tempuh (Travelling Distance) harus diminimumkan dan index keamanan (Safety Index) juga harus diminimalisir agar tingkat kecelakaan yang dialami pekerja yang melalui zona bahaya juga akan semakin kecil. Site layout yang paling optimal diketahui dengan cara melakukan pemindahan beberapa fasilitas dalam proyek. Pemindahan tata letak fasilitas dalam penelitian ini dilakukan sebanyak empat skenario, dengan masing-masing skenario dicari nilai TD dan SI.Selanjutnya, didapatkan hasil bentuk site layout yang optimum yang memiliki nilai TD dan SI terkecil dibandingkan dengan kondisi eksisting. Untuk nilai travelling distance paling optimum terletak pada skenario 3 dengan nilai TD sebesar 47025,82 meter sedangkan nilai safety index terletak pada skenario 1 dengan nilai SI sebesar 1017,402. Untuk kondisi site layout paling optimal sesuai kriteria prioritas kontraktor pelaksana, yaitu 30% untuk nilai traveling distance dan 70% untuk nilai safety index adalah skenario 1 dengan nilai sebesar 1,005201.Kata Kunci:Site Facilities, Optimasi, Site Layout, Equal Site Layout, Anequal Site Layout, Multi-Objectives Function, Travelling Distance, Safety Index
ANALISIS KAPASITAS RUAS SUNGAI CILIWUNG HILIR (GUNUNG SAHARI) TERHADAP DEBIT BANJIR SERTA PENANGGULANGANNYA PADA DAS MARINA DKI JAKARTA Muhammad Hafis Adli Rahman, Muhammad Hafis; Suharyanto, Agus; Widjatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi DKI Jakarta memiliki luas daerah ± 661,52 Km2, kota DKI Jakarta merupakan dataran rendah yang dialiri oleh 13 sungai yang bermuara ke utara pulau jawa, aliran air di DKI Jakarta sebagian dibuang ke laut dengan sistem gravitasi dan sebagian lagi dengan sistem pompanisasi. Banjir yang setiap tahun yang terjadi di DKI Jakarta tidak lepas dari pengaruh sungai-sungai yang melintasinya. Sungai-sungai besar berhulu di bagian selatan DKI Jakarta yaitu daerah Bogor yang mempunyai ketinggian lebih dari 200 m dpl dan curah hujan tinggi, sehingga DKI Jakarta secara alamiah menjadi daerah tempat berakumulasi air dari hulu sungainya. Kawasan yang rentan terhadap banjir dan genangan adalah Jakarta Utara, khususnya untuk sungai ciliwung gunung sahari karena sungai ciliwung gunung sahari ini melewati beberapa kawasan penting seperti stasiun gambir, Istana Negara, Monas, Balaikota DKI Jakarta, Masjid Istiqlal. Oleh sebab itu di wilayah ini harus mempunyai penanganan khusus, sektor ini sangat vital untuk DKI Jakarta. Pintu Air Hai Lai Marina yang merupakan pintu air pengontrol drainase aliran Sungai Cilliwung serta sebagai pintu pasang surut (Tidal Gate) terletak di hilir aliran kali Cilliwung Gunung Sahari.Pintu Air ini merupakan pemisah antara Sungai Cilliwung dan Laut Utara Jakarta. Sistem kerja Pintu Air Hai Lai Marina ini tergantung perbedaan antara ketinggian muka air laut dengan muka air Sungai Cilliwung Gunung Sahari. Saat muka air laut tinggi pintu air ini ditutup agar air laut tidak masuk ke dalam aliran Sungai Cilliwung gunung sahari dan jika muka air laut lebih rendah maka pintu air dibuka agar aliran dari Sungai Cilliwung bisa masuk ke laut. Hasil pemodelan untuk kala ulang 5 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 50m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap, pemodelan untuk kala ulang 10 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 60m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap, pemodelan untuk kala ulang 25 tahun diperlukan pompa dengan kapasitas total 70m3/dtk untuk menurunkan muka air sungai agar tidak meluap. Kata kunci: Banjir, Jakarta, Ciliwung

Page 3 of 3 | Total Record : 25