cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014)" : 72 Documents clear
PEMODELAN PEMILIHAN MODA ANTARA BUS DAN TRAVEL DENGAN METODE STATED PREFERENCE RUTE PALANGKARAYA – BANJARMASIN Christian, Yanda; Wicaksono, A.; Rahayu Kusumaningrum, Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.985 KB)

Abstract

Pelaku perjalanan asal Palangkaraya – Banjarmasin dihadapkan pada pemilihan alternatif moda yaitu angkutan bus dan travel. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan pada tahun 2014 angka load factor angkutan travel lebih tinggi dibandingkan bus untuk rute Palangkaraya – Banjarmasin sehingga diperlukan analisis agar mengetahui model pemilihan moda untuk mendapatkan solusi  peningkatan jumlah penumpang bus rute Palangkaraya – Banjarmasin. Penelitian dilakukan dengan analisis statistik deksriptif kinerja angkutan umum travel dan bus, karakteristik sosial ekonomi dan karakteristik perjalanan penumpang rute Palangkaraya – Banjarmasin serta metode stated preference dengan atribut harga tiket, waktu tempuh dan frekuensi keberangkatan dan analisis potensi penumpang yang beralih moda. Dari hasil penelitian diperoleh model pemilihan moda berdasarkan harga tiket adalah (UB – UT) = -3,203 – 0,00009862∆X1, berdasarkan waktu tempuh diperoleh model pemilihan moda (UB – UT) = -0,537 – 1,354∆X2. dan berdasarkan frekuensi keberangkatan diperoleh model pemilihan moda (UB – UT) = 0,403 + 0,883∆X3. Potensi penumpang yang beralih moda dari travel ke bus berdasarkan atribut harga tiket 68%, berdasarkan atribut waktu tempuh 53% dan berdasarkan atribut frekuensi keberangkatan 60%. Kata kunci : bus, travel, pemilihan moda, stated preference, Palangkaraya, Banjarmasin
MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA KERETA API DAN BUS RUTE MAKASSAR–PAREPARE DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE Nugraha Djoeddawi, Andi Hadid Septi; Anwar, M. Ruslin; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.08 KB)

Abstract

Hubungan erat antara kota Makassar dan Parepare sangat berpotensi terhadap terjadinya pergerakan. Potensi pergerakan rute Makassar - Parepare cukup besar dan diprediksi akan semakin meningkat di masa yang akan datang. Di samping itu, adanya rencana dari pemerintah  kota Makassar mengenai pembangunan jalur kereta api rute Makassar-Parepare sehingga diperlukan analisis agar mengetahui model pemilihan moda untuk memberikan suatu pemilihan moda baru yang lebih kompetitif kepada masyarakat. Survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara berisi karakteristik sosial ekonomi responden, karakteristik perjalanan, dan kuesioner yang disusun menggunakan teknik Stated Preference dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih waktu tempuh, dan selisih frekuensi keberangkatan antara bus dan kereta api rute Makassar-Parepare. Lokasi studi berada di Terminal Bus Damri Todopuli, Terminal Bus Daya Makassar, dan di dalam bus rute Makassar – Parepare PP. Dari hasil penelitian dapat diperoleh model pemilihan moda berdasarkan selisih biaya perjalanan adalah UKA–UBAK = 0,2842 - 0,000092 ΔX1, sedangkan  model pemilihan moda berdasarkan selisih waktu tempuh adalah UKA– UBAK = 0,4376 - 0,7259 ΔX2, serta model pemilihan moda berdasarkan selisih frekuensi keberangkatan adalah UKA–UBAK = 1,4486+0,4674 ΔX3. Potensi perpindahan penumpang dari bus ke kereta api berdasarkan biaya perjalanan adalah sebesar 57%, kemudian berdasarkan waktu tempuh sebesar 61%, serta berdasarkan frekuensi keberangkatan sebesar 51%. Kata kunci : bus, kereta api, pemilihan moda, stated preference, Makassar, Parepare
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN ALAMI LATEKS (GETAH KARET) TERHADAP KINERJA MARSHALL ASPAL PORUS Prayuda Krisna S, Riky Pradana Trisilvana; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.651 KB)

Abstract

Perkerasan jalan raya merupakan bagian dari pendukung ekonomi di Indonesia. Berkembang pesatnya ekonomi yang ada di Indonesia banyak menimbulkan masalah tersendiri bagi perkerasan jalan raya yang ada di negara ini, ditambah lagi cuaca yang tidak menentu dinegara ini menjadikan perkerasan jalan raya yang ada semakin memburuk. Teknologi aspal porus digunakan untuk dapat menahan beban kendaraan yang semakin banyak dan juga memanfaatkan penyerapan yang baik untuk menghindari genangan air karena hujan. Penambahan karet lateks pada perkerasan jalan raya dapat meningkatkan kekuatan aspal pada saat menahan beban kendaraan. Penacampuran aspal porus dan karet lateks dapat dijadikan solusi untuk jalan raya yang menerima beban berat dari kendaraan dan juga menerima genangan air dikarenakan curah hujan tinggi seperti yang ada di Indonesia. Hasil uji kinerja karakteristik marshall yang optimum didapat pada kadar aspal 4% dan dkadar lateks 2% dengan suhu perendaman 60°C dengan waktu perendaman selama 30 menit. Hasil yang didapatkan dari nilai Stabilitas 616,39 kg, nilai Flow (kelelehan) 3 mm, nilai  VIM (Void In Mix) 21,5%, dan nilai Marshall Quotient (MQ) 212,8 kg/mm. Penambahan karet lateks berpengaruh terhadap nilai karakteristik Marshall Stabilitas, VIM, Flow dan MQ. Pengaruh suhu pada penambahan karet lateks terhadap aspal porus menigkatkan nilai karakteristik marshall. Pada kadar aspal 4,03% dan kadar lateks 6% mengalami peningkatan optimum denga indeks kekuatan sisa 1,33% dan memenuhi syarat diamana tidak ada pengurangan lebih dari 25% dan memenuhi untuk syarat yang diisyaratkan. Pada penambahan bahan additif lateks dengan aspal porus pada campuran aspal 4% dan lateks 2% mendapatkan nilai optimasi untuk nilai stabilitas yaitu 616,39 kg. Nilai optimasi ditentukan dari tinggi nilai stabilitas dengan kadar campuran aspal dan lateks terendah.     Kata kunci :aspal porus, karakteristik marshall, lateks, stabilitas
PENGARUH PENAMBAHAN ADDITIVE GILSONITE HMA MODIFIER GRADE TERHADAP KINERJA ASPAL PORUS Rachmad Reza B, Nizar Ramadhan,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.077 KB)

Abstract

Aspal Porus adalah salah satu tipe perkerasan yang dikembangkan di Amerika, Eropa dan Australia. Gradasi yang digunakan aspal porus memiliki prosentase agregat halus yang rendah dan prosentase agregat kasar tidak kurang 85% dari volume campuran. Adanya rongga/pori tersebut menyebabkan campuran memiliki nilai stabilitas yang lebih rendah dibanding dengan campuran aspal konvensional. Guna meningkatkan stabilitas pada Aspal Porus maka diberikan zat additive Gilsonite HMA Modifier Grade sehingga dapat meningkatkan daya rekat pada agregat.Hasil penelitian yang didapat pada standar gradasi British memenuhi spesifikasi Marshall AAPA. Untuk meningkatkan karakteristik Marshall penelitian ini digunakan zat additive Gilsonite dengan kadar 6% - 10% dari berat Kadar Aspal Optimum yang di dapat. Setelah penambahan zat additive Gilsonite nilai stabilitas pada campuran Aspal Porus mengalami peningkatan yang signifikan pada semua suhu perendaman Waterbath 55°C - 75°C, namun nilai VIM pada campuran Aspal Porus mengalami penurunan hingga tidak memenuhi syarat spesifikasi. Hal ini dikarenakan zat additive Gilsonite tidak tercampur seluruhnya dengan aspal pada suhu pencamuran 160°C sehingga fungsi zat additive Gilsonite berubah menjadi filler pada campuran. Untuk membuktikan hal ini maka dilakukan pembuatan benda uji dengan perlakuan suhu pencampuran Gilsonite dengan aspal pada suhu 200°C. Perlakuan suhu pencampuran ini menunjukan peningkatan yang signifikan pada karakteristik Marshall Aspal Porus.   Kata kunci : Aspal Porus, Standar Gradasi British , Karakteristik Marshall, Permeabilitas, Gilsonite, Suhu Waterbath
KAJIAN MANAJEMEN LALU LINTAS SEKITAR KAWASAN PASAR SINGOSARI KABUPATEN MALANG Rahmat Hidayat H, Fikhry Prasetiyo,; Sulistio, Harnen; Arifin, M. Zainul
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.395 KB)

Abstract

Ruas jalan utama kawasan Pasar Singosari merupakan jalan Arteri yang menghubungkan Surabaya dan Malang. Semakin ramainya kegiatan pasar yang terjadi pada Pasar Singosari mempengaruhi kinerja ruas jalan utama di kawasan Pasar tersebut, maka diperlukan adanya evaluasi dan solusi untuk memperbaiki kinerja ruas jalan utama tersebut. Skripsi ini bertujuan untuk menghitung kinerja ruas jalan utama kawasan Pasar Singosari dan pertumbuhan 5 tahun mendatang, kinerja parkir Pasar Singosari, panjang antrian dan durasi memutar dari u-turn, dan memberikan rekomendasi manajemen lalu lintas guna peningkatan kinerja ruas jalan utama di Pasar Singosari.Hasil yang diperoleh dari kajian ini yaitu LOS ruas jalan utama di kawasan Pasar Singosari adalah E. Dari hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa diperlukan adanya manajemen lalu lintas. Berikut ini adalah usulan skenario manajemen lalu lintas untuk ruas jalan utama kawasan Pasar Singosari : Penertiban PKL yang berada di bahu jalan dan pelarangan on street parkingPenataan parkir pasar dan pengaturan jalur angkutan umumPemindahan u-turn di selatan Pasar Singosari ke lokasi baruGabungan skenario 1,2, dan 3   Kata kunci : manajemen lalu lintas, kinerja ruas, kinerja parkir, kinerja u-turn, Pasar Singosari.
KAJIAN MANAJEMEN LALU LINTAS SEKITAR KAWASAN PASAR DAN RUKO LAWANG KABUPATEN MALANG Moh. Prima Sudarmo, Arbillah Saleh,; Sulistio, Harnen; Arifin, M. Zainul
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.796 KB)

Abstract

Keberadaan pasar dan ruko kecamatan Lawang kabupaten Malang pada jalan arteri yang menghubungkan kota Malang dengan Surabaya menimbulkan masalah lalu lintas. Dikarenakan masalah lalu lintas yang terjadi, diperlukan adanya analisis dan solusi agar masalah lalu lintas dapat di minimalisir. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui  kinerja ruas, simpang, serta parkir pada kawasan pasar dan ruko Lawang. Kinerja ruas, simpang dan parkir dianalisis pada kondisi saat ini dan juga pada pertumbuhan 5 tahun kemudian, serta menentukan manajemen lalu lintas yang sesuai, sehingga diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dari permasalahan yang terjadi. Metode pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan survei geometri jalan dan traffic counting pada sekitar pasar dan ruko Lawang. Analisis kinerja ruas dan simpang menggunakan metode pada MKJI 1997, sedangkan  parkir mengacu pada pedoman parkir dirjen perhubungan darat sebagai referensi. Parameter pertumbuhan yang digunakan adalah 5% yang didapat dari manual desain perkerasan jalan Indonesia 2012. Angka inilah yang digunakan sebagai acuan dalam memprediksikan volume lalu lintas, sehingga diperoleh tingkat pelayanan jaringan jalan di sekitar kawasan tersebut. Hasil yang diperoleh yaitu (1) nilai LOS ≥ C pada kondisi eksisting lokasi kajian dan beberapa segmen parkir pada pasar dan ruko Lawang nilai indeks parkir ≥ 1, sehingga perlu dilakukan perbaikan (2) tiap- tiap lokasi kajian mendapatkan manajemen lalu lintas yang berbeda-beda namun berkesinambungan antara satu dengan lainnya. Kata Kunci: manajemen lalu lintas, pasar lawang, kinerja ruas, simpang dan parkir
KAJIAN POTENSI PENUMPANG ANGKUTAN KERETA API LINTAS MADURA (BANGKALAN – SUMENEP PP) DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE Satrio, Gilang; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.243 KB)

Abstract

Adanya rencana reaktifasi perkeretaapian di Pulau Madura memerlukan kajian awal,untuk mengetahui potensi perpindahan penumpang dari bus ke kereta api. Dengan itu dapat diketahui karakteristik sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan penumpang untuk mengetahui potensi perpindahan penumpang dari bus ke kereta api. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penyebaran kuisioner karakteristik sosial ekonomi responden, karakteristik perjalanan dan kuisioner yang disusun dengan menggunakan teknik stated preference dengan atribut selisih harga tiket, selisih waktu tempuh perjalanan, dan selisih frekuensi keberangkatan antara kereta api dan bus. Responden yang dibutuhkan sebanyak 200 penumpang bus rute Bangkalan – Sumenep PP. Hasil pemodelan pemilihan moda dengan menggunakan metode stated preference adalah sebagai berikut: U­KA – UB = -0,479 – 0,0001 ΔX1, dimana ΔX1 adalah selisih harga tiket.U­KA – UB = 1,232 – 0,029 ΔX2, dimana ΔX2 adalah selisih waktu perjalanan. U­KA – UB = 4,46 + 0,428 ΔX3, dimana ΔX3 adalah selisih frekuensi keberangkatan. Potensi perpindahan penumpang bus ke kereta api berdasarkan atribut yang digunakan adalah sebagai berikut: Potensi penumpang kereta api sebanyak 1042 penumpang per hari (62%) bila harga tiket Rp 22.500,00.Potensi penumpang kereta api sebanyak 990 penumpang per hari (59%) bila lama perjalanan dibawah 3 jam 30 menit.Potensi penumpang kereta api sebanyak 923 penumpang per hari (54%) bila ada lima kali keberangkatan per hari.   Kata kunci: Kereta api, Bus, Pemilihan moda, Stated Preference, Bangkalan, Sumenep, Pulau Madura
EVALUASI KINERJA STASIUN KERETA API MALANG KOTA BARU BERDASARKAN SPM K.A. DAN IPA Alim, Ahmad syahirul; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja stasiun yang optimal berdampak pada tingkat pelayanan terhadap konsumen yaitu pengguna jasa kereta api. Tentunya konsumen ingin mendapatkan pelayanan yang baik, mulai dari pemesanan tiket hingga menjelang keberangkatan serta ketersediaan fasilitas yang penting untuk pelanggan. Namun berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya, masih banyak calon penumpang yang berdiri baik untuk mengantri di loket dan menunggu kedatangan kereta. Selain itu juga terdapat keluhan tentang kurangnya ketersediaan tempat duduk di ruang tunggu, serta terbatasnya lahan parkir yang ada. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dan mendapatkan arahan untuk mengadakan perbaikan. Standar yang digunakan adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No.9 tahun 2011, dari peraturan inilah didapatkan poin untuk pertanyaan kuesioner. Sedangkan untuk analisis data digunakan metode IPA dan SWOT. Data primer yang didapatkan adalah data penilaian tingkat kinerja dan tingkat kepentingan pada fasilitas dan pelayanan yang ada di Stasiun Malang Kota Baru. Dan data sekunder yang diperlukan adalah data jadwal K.A.,jumlah penumpang serta site plan stasiun. Hasil evaluasi kinerja pelayanan dan fasilitas menunjukkan tingkat kesesuaian antara kinerja dengan tingkat kepentingan sebesar 75%, artinya penumpang secara keseluruhan merasa sudah cukup puas. Namun masih terdapat beberapa atribut yang kinerjanya dirasa kurang yaitu kinerja ketersediaan tempat duduk di ruang tunggu, ketersediaan toilet, ketersediaan tempat parkir serta fasilitas penyandang cacat. Kinerja fasilitas-fasilitas ini belum memenuhi standar pelayanan minimal. Berdasarkan metode IPA dan SWOT maka didapatkan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja, yaitu : a) Menyediakan tempat duduk yang lebih banyak di ruang tunggu serta memperbaiki kondisi pengeras suara, b) Penambahan 2 buah toilet normal dan 2 buah toilet penyandang cacat tambahan masing-masing untuk pria dan wanita, c) Mengevaluasi kebutuhan lahan parkir untuk mengatasi kekurangan kapasitas lahan parkir yang ada sekarang, d)      Khusus penumpang dengan berkebutuhan khusus, harus disediakan ramp pada setiap akses di semua fasilitas yang ada di stasiun, kemiringan maksimum ram yaitu 20%.   Kata Kunci: Evaluasi, kinerja, stasiun kereta api, SPM, IPA, SWOT
EVALUASI TARIF KERETA API KOMUTER LAWANG-MALANG-KEPANJEN Eko Priyo Jatmiko, Yonky Prasetyo; Wicaksono, Achmad; Prawito, Gagoek Soenar
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.199 KB)

Abstract

Dengan adanya permasalahan transportasi yang semakin rumit, bertambahnya jumlah penduduk secara signifikan dan semakin berkembangnya perekonomian di kawasan Lawang dan Kepanjen diperlukan sarana transportasi yang memadai agar kegiatan ekonomi dapat berjalan lancar. Untuk mendukung rencana tersebut dibutuhkan adanya studi analisis mengenai besarnya tarif kereta api komuter Lawang-Malang-Kepanjen. Tarif rancana komuter yang akan diberlakukan direncanakan sebesar Rp 5.000 (bisnis-jatim.com). Untuk mengetahui seberapa besar antusias masyarakat Kota Malang terhadap kereta komuter dengan tarif yang telah dicanangkan, dapat dilakukan dengan pendekatan melalui cara rasional yaitu proporsi alokasi budget untuk transportasi yang dianggap layak atau ideal dari total budget pengeluaran (Ability to Pay) yang nantinya juga berpengaruh pada kemauan membayar ( Willingness to Pay). Dari analisa ATP dan WTP terhadap tarif rencana komuter sebesar Rp 5000,- (bisnis-jatim.com) tanpa membedakan penumpang umum atau pelajar diperoleh ATP dan WTP lebih besar dari tarif rencana 100%, artinya jika diberlakukan tarif Rp 5000,- secara keseluruhan responden mempunyai kemampuan dan kemauan untuk membayar. Menurut hasil analisa tarif dengan menggunakan biaya operasional, didapatkan beberapa tarif perjalanan Komuter  jurusan Lawang-Malang-Kepanjen yaitu Rp17.062 untuk load faktor 111 % (okupansi maksimum pada tahun 2011), Rp18.939 untuk load faktor 100% (realisasi ketersediaan tempat duduk oleh PT. KAI (Persero), Rp16.070 untuk load faktor 70% (peraturan menteri perhubungan unutk penentuan tarif KA), dan Rp18.749 untuk load faktor 60% (standart PT. KAI (Pesero) untuk penentuan tarif). Dari analisa tarif dengan load factor tertinggi yaitu 111%, didapatkan biaya subsidi dari pemerintah sebesar Rp12.000 untuk tiap penumpang KA. Komuter  jurusan Lawang-Malang-Kepanjen.   Kata kunci : komuter, ATP, WTP, biaya operasional kereta, tarif.
PENILAIAN RISIKO FINANSIAL DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO (Studi Kasus Gedung STIKES Maharani Malang) Kamandang, Zetta Rasullia; Unas, Saifoe El; Negara, Kartika Puspa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.856 KB)

Abstract

Dalam menjalankan bisnis usaha konstruksi diperlukan manajemen risiko sehingga perusahaan konstruksi dapat terhindar dari kerugian-kerugian yang bisa terjadi di kemudian hari, utamanya kerugian finansial. Salah satu hal yang dapat menimbulkan kerugian finansial adalah kesalahan saat penyusunan rencana anggaran biaya (RAB). Untuk menghitung estimasi RAB proyek dengan tidak mengurangi analisis manajemen risiko maka dapat digunakan simulasi Monte Carlo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biaya proyek pembangunan Gedung Stikes Maharani Malang untuk setiap tinjauan prestasi pekerjaan 25%, 50%, 75% dan 100% berdasarkan simulasi Monte Carlo dengan menggunakan software Microsoft Excel dan Matrix Laboratory (MATLAB). Simulasi Monte Carlo merupakan penerapan metode Monte Carlo yang bertujuan untuk menganalisis perambatan ketidakpastian. Simulasi Monte Carlo melibatkan penggunaan angka acak (angka random) untuk memodalkan sistem sehingga pada penelitian ini digunakan dua software untuk menentukan angka random yaitu Microsoft Excel dan MATLAB dimana angka random yang diambil merupakan angka diantara nilai minimum dan maksimum setiap jenis pekerjaan yang dilakukan di proyek dan dilakukan pengulangan sesuai dengan jumlah iterasi yang terjadi dengan relative error 2% untuk kemudian dianalisis grafik frekuensi dan distribusi normalnya. Hasil perhitungan untuk setiap tinjauan prestasi pekerjaan 25%, 50%, 75% dan 100% dengan Microsoft Excel didapatkan hasil Rp.551.595.027,00, Rp.1.314.281.050,00, Rp.1.979.274.780,00 dan Rp.2.749.950.172,00. Sedangkan hasil perhitungan MATLAB adalah Rp.602.271.117,00, Rp.1.310.689.823,00, Rp.1.980.164.824,00 dan  Rp.2.740.729.439,00. Hasil tersebut merupakan nilai rerata dari grafik frekuensi dan distribusi normal dan menunjukkan peluang terbesar dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mencapai prestasi pekerjaan yang ditinjau. Berdasarkan perhitungan dua software tersebut tidak terdapat perbedaan hasil yang besar dan kesalahan relatif cenderung kecil yaitu dibawah 1% kecuali untuk perhitungan pada tinjauan prestasi 25% dimana kesalahan relatifnya mencapai angka 8%.       Kata Kunci: simulasi Monte Carlo, penilaian risiko finansial, angka random, manajemen risiko finansial