Articles
90 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2017)"
:
90 Documents
clear
STUDI ANALISIS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA MASJID RAYA AN-NUR POLITEKNIK NEGERI MALANG
Arista Putra, Bilayat Bagas;
Hidayat, M. Taufik;
Simatupang, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.121 KB)
Pembangunan tiada henti-hentinya untuk terus dikembangkan. Akan tetapi dengan Banyaknya gedung – gedung yang dibangun membuat lahan yang tersedia semakin lama semakin sempit. Oleh karena itu, banyak daerah yang mulai membangun gedung–gedung bertingkat untuk mengatasi kekurangan lahan yang semakin sempit. Pembangunan gedung bertingkat saat ini sebagian besar masih tetap menggunakan metode beton bertulang konvensional dengan menggunakan bekisting yang dicor di tempat yang akan menelan biaya lebih mahal karena membutuhkan banyak sekali bekisting serta akan memakan waktu yang lebih lama. Akan tetapi sekarang ada trobosan baru untuk mengurangi penggunaan bekisting yang banyak dan mengurasi lamanya durasi pengerjaan, yaitu dengan menggunakan metode pracetak yang dibuat di pabrik atau di lokasi proyek kemudian dirakit. Konsep pembangunan mengacu ke dalam SNI 03-2847-2002 dan SNI 03-1726-2002 sehingga acuan kedua peraturan tersebut akan didapatkan struktur yang tahan gempa, efektif, dan efisien. Dalam studi ini merupakan analisis Masjid Raya An Nur Politeknik Negeri Malang dengan zona gempa 4 yang di rencanakan kembali dengan menggunakan metode pracetak. Dari hasil studi didapatkan bahwa dimensi balok induk berukuran 30 cm x 60 cm dengan tulangan lentur digunakan D25 dan tulangan geser ∅ 10 harus memenuhi syarat aman terhadap kapasitas momen yang ada. Untuk struktur kolom lantai 1 hingga lantai 4 berukuran 80cm x 80 cm dengan menggunakan tulangan lentur D19 dan tulangan geser ∅ 10 harus bisa menahan berat beban yang ada diatasnya. kata kunci : Pracetak, sambungan, balok-kolom
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR KOMPOSIT GEDUNG VOLENDAM HOLLAND PARK CONDOTEL DI KOTA BATU
Mulifandi, Alfian Wildan;
Hidayat, M. Taufik;
Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (807.462 KB)
Bangunan tinggi yang ada di Indonesia pada umumnya menggunakan struktur beton bertulang. Hal tersebut dikarenakan struktur beton bertulang lebih mudah dikerjakan dan tidak memerlukan tenaga ahli khusus. Namun konstruksi menggunakan struktur beton bertulang memiliki beban mati yang relatif besar, sehingga bangunan menjadi kurang efektif karena harus memikul beban yang lebih besar.Dengan berat sendiri yang besar maka beban gempa yang harus ditahan bangunan tersebut semakin besar pula.Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan lain pada Gedung Holland Park Condotel Kota Batu. Perencanaan struktur yang akan digunakan adalah struktur komposit. Perencanaan pada Gedung Holland Park Condotel Kota Batu menggunakan.bahan.komposit pada bagian baloknya. Balok dan kolom yang diguanakan adalah berupa baja dengan profil WF. Konsep perencanaan menggunakan metode LRFD. dimensi balok.dan kolom.menggunakan profil.baja WF berdasarkan Tabel Profil Konstruksi Baja. Agar terjadi aksi.komposit antara baja dengan beton, maka digunakan penghubung geser. Sambungan balok-kolom digunakan las, sedangkan sambungan antar balok dan sambungan antar kolom digunakan baut. Keuntungan dari pemakaian struktur komposit ini.adalah mengurangi tinggi profil baja, struktur menjadi lebih kaku serta.panjang.bentang layan.untuk balok.semakin besar. Kata Kunci : komposit, gaya gempa, LRFD
PENGARUH ASPEK RASIO (Hw/Lw) TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIZONTAL BERJARAK RAPAT DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS)
Nurfintasari, Ayu Febrianti;
Wibowo, Ari;
Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (857.394 KB)
Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang berada di jalur Ring Of Fire kawasan Pasifik yang sering terjadi gempa bumi. Oleh karena itu dindinggeserdapatdigunkansebagaisalahsatu alternative untukmengurangipengaruhgempaterhadapstrukturbangunangedung.Perbedaan rasio tinggi dan lebar dinding akan menunjukkan perbedaan perilaku masing – masing dinding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aspek rasio tinggi dan lebar pada dinding geser terhadap momen kapasitas dan pola retak dengan pembebanan siklik. Terdapat 2 variasi dinding geser, yaitu dinding geser dengan tulangan horizontal single dan dinding geser dengan tulangan horizontal double. Dinding geser diberi beban aksial konstan sebesar 3000 kg,kemudian diberi beban lateral pada ketinggian 0,6 m hingga mencapai drift yang telah dilakukan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa dinding geser yang sama (SD-150) dengan aspek rasio yang berbeda (1,5 dan 2) menghasilkan momen yang cenderung sama.Akan tetapi dengan aspek rasio lebih kecil beban lateral yang terjadi semakin besar yaitu 8330 kg dan 7080 kg. Mekanisme retak yang terjadi untuk aspek rasio berbeda diawali dengan adanya retak lentur kemudian diikuti dengan retak geser. Semakin kecil rasio pada suatu struktur maka pola retak yang akan terjadi lebih menyebarpada permukaan struktur dan panjang retak yang terjadi semakin panjang. Untuk benda uji yang berbeda (SW-50 dan SD-150) dengan aspek rasio yang sama (1,5), momen yang dihasilkan oleh benda uji dengan variasi tulangan ganda (SD – 150) akan lebih besar dibanding dengan benda uji tanpa variasi (SW – 50) berturut – turut yaitu 1912 kgm dan 1390 kgm. Dan pola retak yang terjadi dengan aspek rasio yang sama (1,5) yaitu lebih dominan kearah pola retak geser KataKunci: Aspek Rasio, Dinding Geser, Drift, Momen Ultimit, Panjang Retak, Pola Retak
PENGARUH METODE TWO-STAGE MIXING APPROACH (TSMA) TERHADAP KUAT LENTUR BETON POROUS DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA)
Jelian, Adven;
Arifi, Eva;
Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.597 KB)
Genangan air sering terjadi karena kurangnya penyerapan pada lapisan perkerasan jalan. Oleh karena itu lapisan perkerasan jalan harus mampu menyerap air dan beton porous merupakan solusinya. Penggunaan agregat kasar daur ulang ataurecycled coarse aggregate(RCA) pada beton porous, lebih ramah lingkungan. Namun, RCA memiliki pori-pori yang besar. Salah satu solusi untuk memperbaiki RCA, adalah Two-Stage Mixing Approach (TSMA). Penggunaan metode TSMA mampu memperbaiki interfacial zones (ITZ) pada RCA. Balok dengan dimensi 15 cm x15cm x53 cm digunakan pada percobaan untuk mengevaluasi kekuatan lentur beton berpori menggunakan RCA 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dengan metode pencampuran Normal Mixing Approach(NMA) dan TSMA. Beban maksimum yang diperoleh adalah 2.3320 Mpa denganmenggunakan metode NMA dengan komposisi RCA 0%. Sementara beban minimum kuat lentur diperoleh dari 50% RCA dengan menggunakan metode pencampuran TSMAsebesar 1.4064 Mpa. Dari hasil percobaan, metode TSMA menunjukan efek yang tidak signifikan terhadap agregat kasar daur ulang pada beton porous. Hal ini disebabkan penyerapan air agregat alamlebih tinggi dibandingkan dengan agregat kasar daur ulang. Kata kunci :Beton porous, kuat lentur, agregat kasar daur ulang, Two-Stage Mixing Approach (TSMA)
STUDI ALTERNATIF ANALISIS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG VOLENDAM HOLLAND PARK CONDOTEL KOTA BATU
Wanda, Mahardhika Nurislam;
Hidayat, M. T;
Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (925.999 KB)
Sebagai kota wisata, Kota Batu dituntut dengan maraknya pembangunan Condotel di dekat tempat-tempat wisata. Akan tetapi dengan banyaknya gedung – gedung yang dibangun membuat lahan yang tersedia semakin lama semakin sempit. Oleh karena itu, Kota Batu mulai membangun gedung–gedung bertingkat untuk mengatasi kekurangan lahan yang semakin sempit. Pembangunan gedung bertingkat saat ini sebagian besar masih tetap menggunakan metode beton bertulang konvensional dengan menggunakan bekisting yang dicor di tempat yang akan menelan biaya lebih mahal karena membutuhkan banyak sekali bekisting serta akan memakan waktu yang lebih lama. Akan tetapi sekarang ada terobosan baru untuk mengurangi penggunaan bekisting yang banyak dan mengurasi lamanya durasi pengerjaan, yaitu dengan menggunakan metode pracetak yang dibuat di pabrik atau di lokasi proyek kemudian dirakit. Konsep pembangunan mengacu ke dalam SNI 03- 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung serta SNI 03-2847-2002 tentang tata cara perhitungan struktur beton sehingga acuan kedua peraturan tersebut akan didapatkan struktur yang tahan gempa, efektif, dan efisien. Dalam studi ini merupakan analisis Gedung Volendam Holland Park Condotel Kota Batu dengan zona gempa 4 yang di rencanakan kembali dengan menggunakan metode pracetak. Kata Kunci : Pracetak, Cor penuh, Beban gempa, Volendam
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT GEDUNG VOLENDAM HOLLAND PARK CONDOTEL KOTA BATU
Nugroho, Eko Prasetyo;
Hidayat, M. Taufik;
Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.16 KB)
Remaja ini pembangunan di Indonesia berkembang sangat pesat. Kemajuan pembangunan yang sangat pesat ini menyebabkan area bebas semakin sedikit dan sempit. Maka, daerah daerah maju maupun berkembang mulai membangun gedung gedung bertingkat untuk mengatasi kebatasan lahan. Sebagian besar daerah daerah di Indonesia masih banyak yang menggunakan bangunan gedung yang menggunakan beton bertulang yang relative membutuhkan waktu lama dalam pembangunannya dan memiliki keterbatasan dalam gedung berbentang panjang dan membutuhkan jarak antar kolom yang relatif berbentang pendek. Untuk itu perlu bahan lain yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, bahan tersebut ialah baja, karena baja merupakan produk pabrik dan pemasangannya mudah sehingga dapat mempersingkat waktu pengerjaan bangunan struktur. Dan baja merupakan bahan yang sangat cocok untuk bangunan berbentang panjang sehingga dapat mengurangi jumlah kolom pada bangunan tersebut, dan pada studi ini menggunakan perencanaan baja Castellated beam yang mampu menahan tegangan lebih kuat dari baja biasa karena tingginya mencapai 1,5 kali lebih tinggi dari baja biasa dan lubang lubang yang terdapat pada baja castellated beam dapat di gunakan untuk jalan lewat pipa pipa saluran pada gedung tersebut sehingga dapat menghemat penggunaan area dan tidak akan mengurangi tinggi plafon yang biasanya berkurang karena di lewat pipa pipa. Pembangunan ini mengacu pada SNI 03 1726 2002 sehingga dengan mengacu pada peraturan itu menghasilkan bangunan gedung yang efisien, efektif dan tahan gempa. Dalam analisis berikut merupakan penelitian dari gedung Vollendam di Holland Park Condotel kota batu. Dengan Zona gempa 4 yang menggunakan perencanaan Baja Castellated Beam. Dari analisis ini di simpulkan bahwa baja yang digunakan untuk balok memiliki dimensi 250x250x8x13mm dan untuk kolom memiliki dimensi 622x357x26x15mm. dan terbukti aman untuk bangunan ini karena memenuhi syarat perhitungan momen Φ Mn ≥ Mu dan perhitungan geser Φ Vn ≥ Vu. Kata kunci : Baja Castellated beam, Non komposit
PENGARUH ASPEK RASIO (Hw/Lw) TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIZONTAL BERJARAK RAPAT DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS)
Rahmayani, Nida;
Wibowo, Ari;
Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (920.371 KB)
Indonesia merupakan negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar.Maka dari itu di Indonesia rawan terjadi gempa bumi.Keadaan ini mempengarui keadaan struktur di Indonesia sehingga menuntut adanya adaptasi dari struktur bangunan di Indonesia.Dinding geser adalah dinding yang dirancang untuk menahan gaya lateral akibat gempa bumi serta gaya aksial dari struktur.Salah satu parameter yang mempengaruhi kekuatan-deformasi pada dinding geser adalah aspek rasio (Hw/Lw).Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh dari aspek rasio pada dinding geser terhadap daktilitas dan kekakuan.Pada penelitian inidinding geser diuji dengan pembebanan siklik. Terdapat 2 variasi dinding geser pada penelitian ini, yaitu dinding geser dengan tulangan horizontal tunggal dan dinding geser dengan tulangan horizontal ganda. Dinding geser diberi beban aksial konstan sebesar 3000 kg,kemudian diberi beban lateral pada ketinggian 0,6 m hingga mencapai drift yang telah ditentukan. Hasil pengujian ini didapatkan bahwa beban lateral yang dapat ditahan oleh dinding geser SW – 50 – 1.5 adalah sebesar 8500 kg dengan daktilitas perpindahan sebesar 1.2213, kekakuan secan sebesar 384.497 kg/mm dan kekakuan tangen sebesar 737.2073 kg/mm. Pada dinding geser SD – 150 – 1.5 dapat menahan beban lateral sebesar 8330 kg dengan daktilitas perpindahan sebesar 1.0497, kekakuan secan sebesar 291.476 kg/mm dan kekakuan tangen sebesar 366.153 kg/mm. Sedangkan pada dinding geser SD – 150 – 2 beban lateral yang dapat ditahan adalah sebesar 7080 kg dengan nilai daktilitas perpindahan sebesar 2.9333 dan kekakuan secan sebesar 351.6809 kg/mm. KataKunci: Aspek Rasio, Dinding Geser, Drift, Daktilitas, Kekakuan
PENGARUH ASPEK RASIO (HW/LW) TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIZONTAL BERJARAK LEBAR DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS)
Saputri, Ayu;
Wibowo, Ari;
Budio, Sugeng P
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1048.589 KB)
Indonesia merupakan wilayah yang cukup sering mengalami gempa bumi. Dinding geser adalah dinding yang berfungsi sebagai pengaku dan penahan gaya lateral akibat gempa bumi pada bangunan. Salah satu parameter yang mempengaruhi kekuatan dinding geser adalah aspek rasio.Aspek rasio yaitu perbandingan tinggi dan lebar pada dinding geser.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aspek rasio pada pola retak dan momen kapasitas dinding geser. Pada penelitian ini dilakukan pengujian dinding geser dengan pembebanan siklik. Dinding geser dibebani sampai pada drift yang ditentukan. Pengujian dilakukan 2 siklus setiap drift. Kemudian data-data yang dicatat adalah beban lateral, drift dan pola retak. Hasil pengujian pada dinding geser SW-50-1,5 beban lateral maksimum yang dapat ditahan adalah sebesar 8500 kg dengan momen ultimate sebesar 5100kgm. Untuk dinding geser SD-300-1,5 beban lateral maksimum yang dapat ditahan adalah sebesar 6972 kg dengan momen ultimate sebesar 4183,20 kgm. Pada hasil keseluruhan aspek rasio mempengaruhi beban lateral yang dapat ditahan oleh dinding geser. Pada penelitian momen ultimate yang didapat bukan dalam keadaan sesungguhnya dan hanya dari salah satu sisi saja yang dicapai benda uji karena peralatan yang tidak memadai. Pola retak yang terjadi pada ketiga benda uji adalah retak lentur dan retak geser, yang membedakannya adalah penyebaran retak tersebut pada masing-masing benda uji. Kata kunci: Dinding geser, drift, momen ultimate, momen retak, pola retak
PERENCANAAN ALTERNATIF MAIN BUILDING A HOLLAND PARK CONDOTEL DI KOTA BATU DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT
Hidayatullah Rifai, Ardian Nur;
Hidayat, M. Taufik;
Nainggolan, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (799.851 KB)
Potensi Kota Batu semakin berkembang setiap tahun baik dari segi pariwisata, pertanian, perdagangan, maupun industri. Oleh karena itu pembangunan di Kota Batu menjadi pesat dengan ditandai pembangunan perumahan, apartemen, tempat – tempat pariwisata untuk mengatasi kepadatan penduduk yang meningkat serta untuk menyejahterakan masyarakat. Hampirseluruhbangunan yang ada di Kota Batudirencanakanmenggunakanstrukturbetonbertulangtermasuk gedung Main Building A Holand Park Condotel Kota Batu. Kekurangan dari strukturbetonadalah bangunan/gedung memikulbeban yang relatifbesar karena berat sendiri beton (beban mati) yang besar. Semakinbesarberatsendiripadabangunanmakasemakinbesar pula bebangempa yang harusditahanbangunatersebut. Olehkarenaituperluadanyaperencanaan lain sebagai alternatif sturktur beton, yaitumenggunakanstrukturbaja. Dalam analisis dan evaluasi ini akan dilihat perhitungan struktur dari profil Castellated Beam. Untuk detail penampangbalokmenggunakanbajaprofilCastellated Beam non kompositdenganpelatbeton yang dianggapbebanvertikal. Sedangkanuntuk detail penampangkolommenggunakanprofilWide Flangedenganselubungbeton.Kontrolpenampangpadabalokdankolomdilakukansetelahperencanaanawaldimensi. Untuk perhitungan momen nominal (Mn) pada profil WF utuh harus memenuhi syarat ØMn < Mu, setelah memenuhi syarat maka profil WF dibentuk menjadi castellated kemudian dikontrol terhadap momen, geser, jarak antar lubang, dan lendutan. Kata Kunci : LRFD, Stuktur Baja, Castellated Beam
PENGARUH ASPEK RASIO (HW/LW) TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIZONTAL BERJARAK LEBAR DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS)
Patricia, Louce;
Wibowo, Ari;
Budio, Sugeng p.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (694.902 KB)
Indonesia merupakan salah satu negara dengan intensitas terjadinya gempa bumi yang cukup tinggi. Kondisi ini menyebabkan bangunan-bangunan di Indonesia harus tahan gempa agar tidak langsung mengalami keruntuhan selama gempa bumi terjadi. Salah satu perkuatan struktur tambahan untuk menahan gaya gempa adalah dinding geser. Dinding geser merupakan slab beton bertulang yang dipasang vertikal pada sisi gedung tertentu dan berfungsi untuk menambah kekakuan struktur, menahan gaya lateral, serta membatasi defleksi lateral yang terjadi. Untuk bisa menahan beban lateral, dinding geser harus kaku dan daktil. Kekakuan dan daktilitas dinding geser dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jumlah dan diameter tulangan serta rasio tinggi dan lebar dinding geser. Semakin kaku dan daktil suatu struktur dinding geser, maka jumlah dan diameter penulangan yang dibutuhkan akan semakin banyak dan akan mempengaruhi biaya pembuatannya. Agar dinding geser yang dihasilkan ekonomis, maka diperlukan sebuah variasi untuk membentuk elemen struktur ini dengan kekakuan maksimal tetapi efisien. Penelitian ini akan lebih menekankan pengaruh rasio tinggi dan lebar dinding geser terhadap daktilitas dan kekakuannya. Adapun hasil analisis data secara teoritis dan eksperimental pada dinding geser dengan rasio tinggi (hw) dan lebar (ℓw) yang berbeda menunjukkan bahwa dinding geser pendek dengan rasio tinggi (hw) dan lebar (ℓw) dinding sebesar 1,5 dalam beban aksial yang sama dengan dinding geser tinggi dengan aspek rasio tinggi (hw) dan lebar (ℓw) dinding sebesar 2,0 mempunyai nilai daktilitas perpindahan yang lebih rendah dan kekakuan yang cenderung lebih besar dari dinding geser tinggi. Sementara hasil analisis pada dinding geser dengan rasio tinggi (hw) dan lebar (ℓw) yang sama dengan variasi jarak tulangan horizontal menunjukkan nilai daktilitas dan kekakuan dinding geser dengan jarak tulangan horizontal yang rapat (150 mm) lebih besar dibandingkan dengan dinding geser dengan jarak tulangan horizontal yang lebar (300 mm). Kata kunci: dinding geser, pembebanan siklik, drift, daktilitas, kekakuan