cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 61 Documents clear
PENGARUH VARIASI JENIS MATERIAL PANEL DINDING (SHEATHED WALL) TERHADAP KEKAKUAN AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Abdillah, Hilmi; Waluyohadi, Indra; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja canai dingin merupakan jenis baja yang dibentuk pada suhu ruangan dengan cara penggabungan atau penekanan lembaran baja tipis menjadi penampang yang diinginkan. Pada penelitian ini dilakukan pembebanan monotonik terhadap portal baja canai dingin yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis material panel dinding terhadap kekakuan. Dimensi baja canai dingin yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja profil hollow dengan ukuran 40.40.0,4 mm untuk kolom dan 20.40.0,4 mm untuk balok. Portal dibuat dua lantai satu bentang dengan tinggi keseluruhan 106 cm, lebar 50 cm, dan jarak antar lantai sebesar 50 cm. Jenis material panel dinding yang digunakan yaitu multiplek (M-T-0) dan fiber cement board (M-F-0) dengan ketebalan 4mm, masing-masing variasi tersebut dibuat sebanyak 2 benda uji. Hasil penelitian yang didapat dari pengujian pembebanan monotonik menunjukkan berdasarkan perhitungan kekakuan dengan metode tangent dan secant, benda uji M-F-0 memiliki rata-rata kekakuan tangent sebesar 3,827 kg/mm dan rata-rata kekakuan secant sebesar 2,009 kg/mm, sedangkan benda uji M-T-0 memiliki rata-rata kekakuan tangent sebesar 3,243 kg/mm dan rata-rata kekakuan secant sebesar 1,560 kg/mm. Dari hasil perhitungan kekakuan tersebut menunjukkan bahwa benda uji M-F-0 memiliki kekakuan yang lebih besar dari benda uji M-T-0. Perbedaan nilai kekakuan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan nilai modulus elastisitas dari kedua jenis material. Semakin besar nilai modulus elastisitas suatu bahan maka semakin besar kekakuannya, sehingga semakin besar pula beban yang diperlukan sampai bahan tersebut mengalami deformasi.   Kata Kunci: Portal Canai Dingin, Jenis Material Panel Dinding, Pembebanan Monotonik, Kekakuan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG BARU SMA PETRA SURABAYA MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT Faisal, Imam Bagus; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya zaman, mengakibatkan permasalahan pada sektor pembangunan semakin kompleks. Hal ini harus diiringi dengan kemajuan pendidikan dan teknologi yang diharapkan dapat membantu manusia dalam menyelesaikan semua masalah. Salah satunya ada pada sektor pembangunan, yakni keterbatasan lahan. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut ialah membuat bangunan vertikal . Masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan material utama struktur beton untuk membangun sebuah gedung bertingkat. Sebenarnya, tidak hanya beton yang dapat digunakan sebagai bahan utama struktur bangunan. Baja merupakan salah satunya. Perencanaan pada skripsi ini menggunakan struktur baja sebagai material utama, yang akan dikompositkan dengan beton diatasnya. Pada saat mendesain menggunakan “kolom lebih kuat daripada balok” dengan mengacu pada peraturan SNI 1729 – 2015. Serta persyaratan bangunan tahan gempa yang digunakan ialah SNI 1726 – 2012 sebagai acuan mendesain. Objek penelitian kali ini menggunakan denah Gedung Baru SMA Petra Surabaya. Proses analisis struktur pada skripsi ini menggunakan alat bantu perangkat lunak. Pada proses perencanaan dilakukan beberapa kali percobaan untuk menentukan dimensi balok dan kolom yang dapat menahan gaya – gaya dalam yang terjadi dengan seefektif mungkin. Sehingga digunakan profil WF – Shapes dengan mutu BJ – 37 pada desain balok dan kolomnya. Setelah menentukan dimensi, profil baja WF untuk balok dimodifikasi untuk dapat menjadi sebuah sistem balok komposit. Profil baja untuk kolom menggunakan profil baja WF – Shapes normal. Sambungan yang digunakan pada skripsi ini adalah sambungan las dan baut.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG BARU SMP PETRA 6 SURABAYA MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT G. P., Julius Nanda; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan zaman dan teknologi di masa sekarang mengakibatkan masalah kebutuhan yang beraneka ragam, salah satunya dalam pendidikan, oleh karena itu harus diikuti dengan kemajuan fasilitas struktur dan infrastruktur yang diharapkan dapat membantu perkembangan Pendidikan. Struktur beton bertulang digunakan karena dianggap proses dalam pengerjaannya yang relative mudah dalam pengerjaan dan sudah banyak digunakan. Kekurangan struktur beton bertulang adalah beban yang relatif lebih besar dari struktur lainnya, yang mengakibatkan pengaruh terhadap beban gempa yang akan semakin besar juga. Analisis struktur Baja Komposit disini digunakan sebagai alternative permasalahan dari struktur beton bertulang. Kelebihan struktur Baja Komposit dari struktur beton bertulang adalah bila menyesuaikan sifat material sesuai fungsinya serta kebutuhan dalam struktur gedung seperti beton memiliki kuat tekan yang besar dan baja memilik kuat tarik yang cukup besar. Persyaratan untuk mendesain menggunakan prinsip lebih kuat kolom daripada balok dengan mengacu pada peraturan SNI 1729 – 2015. Untuk persyaratan bangunan terhadap gempa digunakan SNI 1726 – 2012 sebagai acuan mendesain. Penelitian ini menggunakan denah Gedung Baru SMP Petra 6 Surabaya. Proses analisis struktur dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu berupa perangkat lunak SAP2000 volume 20. Perencanaan Iini maka struktur rangka yang menggunakan struktur komposit padaKgedung ini dapatjdijadikan desainkalternatif dengan menggunakan profil WF 250 x 125 untuk balok induk dan profil WF 175 x 125 untuk balok anak. Hasil perhitungan balok sebelum komposit dan sesudah komposit ditemukan perbedaan pada momen nominal. Pada Balok induk menghasilkan pembesaran momen sebelum dan sesudah komposit yakni sebesar 116%, sedangkan pada balok anak menghasilkan pembesaran momen sebesar 197%. Kata Kunci : Struktur Komposit, Bangunan Tahan Gempa, Balok – kolom, Baja Komposit
PENGARUH VARIASI JARAK ALAT SAMBUNG TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Sugiarto, Najmi Nabila; Waluyohadi, Indra; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada di titik pertemuan antara tiga lempeng bumi yaitu lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia yang menyebabkan Indonesia menjadi Negara rawan terhadap gempa, sehingga dalam perencanaan pembangunan harus memperhatikan aspek aspek beban gempa. Pada penelitian ini menggunakan portal dari  profil hollow square baja canai dingin yang memiliki tinggi 106 cm dan lebar portal 58 cm , dengan dimensi kolom 40 mm x 40 mm x 0,4 mm dan dimensi balok 20 mm x 40 mm x 0,4 mm. Balok dipasang pada ketinggian 50 cm dan 100 cm dari kaki kolom. Sambungan antara balok dan kolom pada portal dipasang menggunakan sekrup diameter 8mm  dan pelat sambung siku baja canai dingin dengan dimensi 40 mm x 40 mm x 0,4 mm. Sekrup dipasang pada balok dengan jarak 20 mm terhadap kolom dan dipasang pada kolom dengan variasi jarak 10 mm terhadap balok untuk kode SK-21 dan 20 mm terhadap balok untuk kode  SK-22. Pengujian benda uji portal dilakukan menggunakan beban siklik (quasi-statis) pada ketinggian 100 cm dengan menggunakan drift ratio 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan energi disipasi pada struktur portal baja canai dingin. enda uji SK-21 rata – rata mendisipasi energi sebesar 427,363 kgf.mm sedangkan benda uji SK-22 rata – rata mendisipasi energi sebesar 391,385 kgf.mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa benda uji SK-22 mendisipasi energi lebih besar disbanding benda uji SK-21 Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Beban Siklik, Jarak Sambungan, Kurva Histerisis
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BALOK-KOLOM lDENGAN MENGGUNAKAN SISTEMlPRACETAK PADAlGEDUNG KULIAH BERSAMA UNIVERSITASlNEGERI MALANG Alriyandi, Ariq; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salahisatu kota besar yang ada diiProvinsi Jawa Timur adalah Kota Malang. KotalMalang dikenal sebagai kota wisata dan juga kota pendidikan. Disebut sebagai kota pendidikanlkarena di Kota Malangbanyakterdapat perguruan tinggi negri maupun swasta. Tentunya hal tersebut menjadikan pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Malang terus bertambah. Salah satunya adalah jumlah pelajar yang ada di KotaiMalang setiap tahunnya terus bertambah. Dengan bertambahnya jumlah pelajar yang ada di Kota Malang, maka kebutuhan akan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan juga bertambah. Oleh karena itu banyak terjadi pembangunan yang dilakukan oleh berbagai instansi pendidikan di Kota Malang. Salah satunya adalah pembangunan Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang. Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang masih menggunakanimetode betonbertulang konvensionaldengan menggunakanbekisting yangdicoridi tmpat. Dalam pembangunan gedung bertingkat selain menggunakan metode beton bertulangan konvensional, terdapat metode lain yang biasa digunakan yaitu metode beton bertulang pracetak yang dibuat di pabrik atau di lokasi proyek kemudian di rakit. Untuk perencanaan pracetakidi Indonesia sendiri mengacu pada dua peraturan, yaitu SNI03-1726-2012untuk gempa strukturibangunan gedung dan SNI 2847 2013 tentangiperencanaan beton strukturalutukbangunan untuk bangunan. Karena kota Malang berada pada di zona 4 gempa yang berarti rawan gempa, jadiidiharapkan struktur dapat tahan gempa dan efektif jika perencanaan mengacu pada 2 peraturan tersebut. Untuk perencanaan bangunan menggunakan metodeipracetak. Kataikunci: Betonipracetak,iBeban gempa, Gedung Kuliah Bersama UniversitasNeger Malng  
PENGARUH VARIASI JENIS MATERIAL PANEL DINDING (SHEATHED WALL) TERHADAP ENERGI ABSORPSI DAN DAKTILITAS AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D W., Ramadhan Budhi; Waluyohadi, Indra; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak pada wilayah yang memiliki potensi gempa bumi yang tinggi. Baja canai dingin cocok digunakan untuk merekonstruksi pemukiman terdampak bencana alam seperti gempa karena masa konstruksi canai dingin yang cepat dalam jumlah banyak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan hydraulic jack, load cell, dan LVDT. Hasil akhir penelitian ini merupakan energi absorpsi dan daktilitas dari tiap-tiap variasi benda uji. Hasil pengujian dan perhitungan diketahui bahwa nilai rata-rata energi absorpsi kedua variasi adalah 3250,56 kg-mm untuk benda uji dengan kode M-T-0 dan 4408,1 kg-mm untuk benda uji M-F-0. Perhitungan daktilitas menggunakan metode AISI, benda uji dengan kode M-T-0 memiliki nilai rata-rata rasio daktilitas sebesar 2,84 dan benda uji kode M-F-0 sebesar 2,82. Menggunakan metode ECCS nilai rata-rata rasio daktilitas benda uji kode M-T-0 sebesar 3,55 dan benda uji kode M-F-0 sebesar 2,99. Sedangkan dengan metode Kawai model, didapatkan nilai rata-rata rasio daktilitas sebesar 5,39 untuk benda uji kode M-T-0 dan 4,36 untuk benda uji kode M-F-0. Berdasarkan pengolahan data hasil pengujian, energi absorpsi benda uji dengan panel dinding fiber cement board lebih besar daripada benda uji dengan panel dinding multipleks. Sedangkan nilai daktilitas benda uji dengan panel dinding multipleks lebih besar daripada benda uji dengan panel dinding fiber cement board. Perbandingan energi absorpsi benda uji kode M-T-0 adalah bernilai 26,25% lebih kecil dari energi absorpsi benda uji kode M-F-0. Perbandingan nilai daktilitas metode ECCS benda uji kode M-T-0 adalah bernilai 18,73% lebih besar dari benda uji kode M-F-0, perbandingan nilai daktilitas menggunakan metode Kawai model benda uji kode M-T-0 adalah bernilai 23,62% lebih besar dari benda uji kode M-F-0. Kata Kunci : Canai dingin, portal, pembebanan monotonik, energi absorpsi, daktilitas.
PENGARUH PENGGUNAAN SBR LATEX TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS BETON POROUS Marsoli, Ayuning Fitriani; Arifi, Eva; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton porous adalah beton berpori yang dapat digunakan untuk melapisi permukaan jalan dengan beban rendah sebagai pengalir air agar tidak menggenang di muka jalan dan selanjutnya diteruskan ke dalam tanah. Hal ini dapat menjadi solusi dari permasalahan genangan di beberapa daerah di Indonesia. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah agregat kasar dengan ukuran 5 mm – 10 mm dan menggunakan campuran zat tambahan (additive) yaitu SBR Latex yang berfungsi untuk menambah kekuatan ikatan antara pasta dengan agregat maupun antar agregat. Dengan penambahan SBR Latex diharapkan dapat meningkatkan nilai kuat tekan serta dapat mengetahui pengaruh penambahannya terhadap permeabilitas beton porous. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan alat Compression Test Machine untuk pengujian kuat tekan, serta metode Falling Head untuk pengujian Permeabilitas. Benda uji beton porous menggunakan variasi campuran SBR Latex yaitu : 0%, 5%, dan 10%. Rasio volume semen terhadap agregat yang digunakan pada penelitian ini sebesar 1:3 dan 1:4. Serta menggunakan faktor air semen sebesar 0,25 dan 0,27. Hasil akhir penelitian didapatkan nilai kuat tekan tertinggi yaitu 12,4 MPa terdapat pada benda uji dengan komposisi SBR Latex 5%, rasio volume semen terhadap agregat 1:3, dan faktor air semen 0,25. Hasil kuat tekan beton semakin menurun seiring dengan penambahan kadar SBR Latex. Penggunaan kadar SBR Latex optimum dapat meningkatkan kuat tekan beton porous. Sedangkan hasil akhir penelitian untuk permeabilitas didapatkan nilai koefisien permeabilitas tertinggi yaitu 12,97 mm/dt pada sampel dengan kadar SBR Latex 0%, rasio volume semen terhadap agregat 1:4 dan faktor air semen 0,25. Hal ini selaras dengan fungsi SBR Latex sebagai pengikat dan zat tambahan. Kata kunci : Beton porous, SBR Latex, permeabilitas, kuat tekan
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT LENTUR, LENDUTAN, DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Hardiansyah, Galuh Adeputra; Nainggolan, Christin Remayanti; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dunia konstruksi, material yang sering digunakan salah satunya adalah beton. Kuat tekan beton cukup tinggi, tetapi kuat tariknya cukup rendah. Karena kuat tarik beton yang rendah, maka dipasang tulangan baja. Apabila beton menahan gaya tarik melebihi kapasitas tulangan, maka akan terjadi retak. Salah satu inovasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menambahkan serat pada beton. Serat plastik yang digunakan pada penelitan diharapkan mengurangi lebar retak, dan juga mengurangi sampah yang ada. Dimensi balok beton bertulang yaitu 15 x 20 x120 cm. 2-D10 dipasang sebagai tulangan utama, dan Ø8 – 200 dipasang sebagai tulangan geser. Lebar serat sebesar 2 mm. 4 cm, 6 cm, 8 cm adalah variasi panjang yang digunakan. Fraksi serat sebesar 10 % dari volume balok. 20,75 MPa adalah mutu rencana beton. Balok ditempatkan pada dua tumpuan sederhana dengan beban terpusat di tengah bentang saat pengujian. Beton normal memiliki nilai Pmaks terbesar. Penambahan serat pada beton kurang berpengaruh untuk menaikkan kuat lenturnya, tetapi dapat mengurangi nilai lendutan. Nilai lendutan terkecil terjadi pada beton serat panjang 6 cm, menurun sebesar 27,826 % (Pcr), dan 21,739 % (P=800kg) dari balok normal. Pola retak untuk seluruh benda uji menunjukkan retak geser-lentur. Lebar retak terkecil terjadi pada beton serat panjang 8 cm, menurun sebesar 11,832 % dari beton normal. Kata kunci : balok beton bertulang, serat plastik, kuat lentur, lendutan, pola retak, lebar retak
PENGARUH VARIASI BENTUK SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT LENTUR, LENDUTAN, DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG ., Saniyyah; Wijatmiko, Indradi; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan perpaduan antara beton dengan tulangan baja, jika keduanya bekerja sama maka akan menjadikan sebuah konstruksi yang  kokoh. Namun tidak bisa dipungkiri jika balok beton bertulang masih kurang dalam mengatasi lendutan dan retakan yang terjadi. Untuk itu, berbagai inovasi telah diuji coba dan diterapkan oleh peneliti terdahulu yaitu dengan menambahkan berbagai jenis serat pada balok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh penambahan serat plastik terhadap kuat lentur, lendutan, dan pola retak balok beton bertulang. Penelitian ini menggunakan balok berdimensi 15 x 20 x 120 cm3 mutu f’c yang direncanakan sebesar 20,75 Mpa. Untuk serat, digunakan botol plastik bekas yang dipotong menjadi 2 x 40 mm dengan variasi bentuk Z dan bentuk C dengan fraksi 10% dari volume balok beton bertulang. Hasil pengujian kuat lentur menunjukkan bahwa balok dengan penambahan serat plastik dapat memberikan pengaruh penurunan terhadap balok normal. Sedangkan lendutan pada beban 800 kg menunjukkan balok serat Z memberikan pengaruh penurunan dan balok serat C memberikan pengaruh kenaikan terhadap balok normal, sedangkan pada saat masing-masing beban first crack balok normal mengalami lendutan sebesar 1,15 mm, balok serat Z sebesar 0,84 mm, dan balok serat C sebesar 0,89 mm. Sedangkan lebar retak balok serat C mempunyai nilai yang paling kecil. Untuk semua variasi balok menunjukkan jenis retak yang terjadi adalah retak geser lentur. Kata kunci: balok beton bertulang, serat plastik, kuat lentur, lendutan, pola retak
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT PLASTIK TERHADAP KEKAKUAN DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Ahmi, Afif Fakhri; Wibowo, Ari; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi, tetapi memiliki kuat tarik yang rendah. Oleh karena itu, beton dikombinasikan dengan tulangan baja agar mampu menahan gaya tarik. Kombinasi ini disebut beton bertulang. Berbagai inovasi dilakukan untuk menambah kualitas beton bertulang, salah satunya adalah penambahan serat. Penelitian ini menggunakan serat plastik dari botol air mineral sebagai upaya untuk membuat beton ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat plastik dengan variasi panjang terhadap kekakuan dan daktilitas balok beton bertulang. Benda uji balok dimensi (15x20x120) cm menggunakan mutu beton K-250 dengan tulangan utama D10 dan tulangan geser Ø8. Serat plastik yang digunakan antara lain,  dimensi (2x40) mm, (2x60) mm dan (2x80) mm. Penambahan serat menggunakan fraksi 10% dari volume balok. Pengujian yang dilakukan antara lain, pengujian kuat tekan pada benda uji silinder dengan ekstensometer untuk mendapatkan mutu beton dan perubahan panjang silinder, serta pengujian kuat lentur benda uji balok beton bertulang pada tumpuan sendi-rol berjarak 1 meter menggunakan load gauge dan LVDT untuk mendapatkan beban dan lendutan aktual balok beton bertulang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekakuan aktual terbesar dari titik tinjau I (first crack) terjadi pada penambahan serat 6 cm sebesar 1445,783 kg/mm (meningkat 38,554% dari balok normal) dan kekakuan aktual terbesar dari titik tinjau II (beban 800 kg) terjadi pada penambahan serat 6 cm sebesar 1481,481 kg/mm (meningkat 27,778% dari balok normal). Daktilitas aktual (daktilitas perpindahan) terbesar terjadi pada penambahan serat 6 cm sebesar 5,702 (meningkat 65,643% dari balok normal). Kata kunci: balok beton bertulang, serat plastik, kekakuan, daktilitas