cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN BETON BERAGREGAT DAUR ULANG TERHADAP SERANGAN NATRIUM KLORIDA DENGAN SIKLUS KERING-BASAH Farhan Aditya; Devi Nuralinah; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh bangunan lepas pantai adalah rentan akan kerusakan yang disebabkan oleh air laut, dimana kandungan NaCl pada air laut mengandung 1-5%. Garam yang terkandung pada air laut menyebabkan penurunan kualitas beton. Beton dapat rusak secara perlahan jika terpapar air laut secara terus-menerus. Selain itu limbah material konstruksi menjadi masalah serius dan mengancam. Pada penelitian ini beton yang digunakan tersusun dari dua jenis penggunaan agregat kasar, yaitu agregat kasar alami dan agregat kasar daur ulang, agregat kasar daur ulang diambil dari limbah mutu K-300. Bentuk dari benda uji yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. penelitian ini menggunakan metode perendaman kering-basah dengan rasio 3:1 dimana dalam 1 siklus terdiri dari 3 hari kering dan 1 hari basah, larutan perendaman menggunakan natrium klorida (NaCl) 4%. Pengambilan data akan dilakukan setelah 28 hari proses curing yaitu pada umur beton ke-28, 84, dan 168 hari. Dan dilakukan pengujian kuat tekan, modulus elastisitas beton, dan penuruunan massa. Dari penelitian ini diketahui bahwa nilai dari modulus elastisitas berbanding lurus dengan nilai kuat tekan beton. Dan efek dari perendaman dengan siklus keriing-basah menggunakan larutan NaCl 4 mengakibatkan penurunan kuat tekan pada nilai pengujian hari ke-168 dan didapatkan hasil nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih tinggi pada beton beragregat normal
STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN BETON BERAGREGAT DAUR ULANG TERHADAP SERANGAN NATRIUM SULFAT DENGAN SIKLUS KERING-BASAH Rivo Arrohman Fauzi; Devi Nuralinah; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastructure development in Indonesia is currently growing rapidly in coastal areas because Indonesia has the second longest coastline in the world, development in coastal areas has a high risk of damage due to sodium sulfate contained in seawater. The ebb and flow of seawater cause parts of the concrete to be submerged during high tide and exposed to air during low tide. Sodium sulfate attack with dry-wet cycle 3:1 is known to be the most damaging to concrete. The use of recycled coarse aggregate is also expected to be a solution to the increasing amount of concrete waste from construction. This study used cylindrical specimens measuring 15 x 30 cm using normal coarse aggregate (NCA) and recycled coarse aggregate (RCA). The dry-wet cycle begins when the concrete is 28 days old with 3 dry days and 1 wet day using 4% Na2SO4 by weight of water. The tests were carried out at the age of the concrete at 28, 84, and 168 days. From this study, it is known that the value of compressive strength of concrete is directly proportional to the value of the modulus of elasticity of concrete, where the value of the compressive strength and modulus of elasticity in RCA concrete is lower than that of NCA concrete. In addition, there is a decrease in mass in both variations with the largest decrease in RCA concrete. Keyword: Sodium sulfate, Wet-dry ratio, Recycled Coarse Aggregate (RCA)
Perencanaan Alternatif Bangunan Gedung Sabang Merauke Eye Center (SMEC) Tebet dengan Menggunakan Profil Castellated Beam Adli Shidqi Luqmantara; M. Taufik Hidayat; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Sabang Merauke Eye Center (SMEC) adalah gedung yang berada di Kota Jakarta dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang. Gedung yang menggunakan struktur beton bertulang akan lebih besar menahan beban mati yang diakibatkan oleh berat sendiri sehingga akan cukup besar gaya geser yang terjadi. Dengan perencanaan ulang struktur komposit diharapkan dapat terjadi kerjasama antara baja dan beton tersebut. Dilakukan perencanaan ulang menggunakanpelat beton dengan tebal 12 cm untuk pelat lantai sedangkan 10 cm untuk pelat atap, menggunakan profil baja WF 200x200 untuk balok induk, menggunakan profil baja WF 150x75 untuk balok anak, dan menggunakan profil baja WF 300x300 untuk kolom. Analisis menggunakan software SAP2000 untuk mendapatkan hasil berupa gaya-gaya dalam pada setiap profil (momen, gaya lintang, gaya aksial dan sebagainya yang diperlukan untuk analisis). Kontrol dilakukan pada saat sebelum komposit dan setelah komposit dengan cara perhitungan momen Mn > Mu dan Vn > Vu. Analisis mengacu pada beberapa peraturan yaitu SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) diperoleh hasil bahwa pengaruh beban hidup, beban mati serta gempa lebih signifikan pada daerah tumpuan. Kata Kunci: struktur komposit, baja
ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN SAMPAH AKIBAT PENGARUH AIR HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSTUDIO (Studi Kasus TPA Bestari, Jl. Anggrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur) Rizkishoiful Kodri; Arief Rachmansyah; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan populasi penduduk khususnya daerah pemukiman kota meningkatkan jumlah sampah padat perkotaan. Sistem pengolahan timbunan sampah pada tempat pembuangan akhir (TPA) kurang efisien sehingga melebihi kapasitas. Pada penelitian ini, dilakukan analisis stabilitas lereng untuk mengetahui angka keamanan pada lereng yang akan ditinjau. Pemodelan timbunan sampah direncanakan tinggi timbunan sampah adalah 21 meter dan sudut timbunan sampah 40o. Angka keamanan pada program ini menggunakan limit equilibrium method dan menambahkan piezometric line atau muka air tanah untuk diperhitungkan dalam analisis stabilitas lereng timbunan sampah dalam kondisi basah. Dalam penelitian ini digunakan metode Morgenstern-Price dan Bishop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk perbandingan hasil analisis stabilitas timbunan sampah pada saat ketinggian maksimum dalam kondisi timbunan sampah kering dan basah menggunakan analisis program geostudio. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan jenis keruntuhan lereng berupa keruntuhan pada lereng timbunan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan pada ketinggian timbunan sampah kering 21 meter dengan menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 1.307 dan menggunakan metode Bishop sebesar 1,309. Hal ini menunjukkan lereng aman, sehingga timbunan sampah pada kondisi kering dianggap tidak masalah dinaikkan sampai pada ketinggian timbunan sampah mencapai 43 meter dan penentuan ketinggian timbunan akan ditentukan dari hasil analisis timbunan sampah dalam kondisi basah. Hasil analisis stabilitas lereng pada kondisi basah pada ketinggian timbunan sampah 21 meter menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 1,046 dan menggunakan metode Bishop sebesar 1,046. Pada saat timbunan sampah mencapai tinggi maksimum dengan ketinggian timbunan sampah mencapai 23 meter didapatkan nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 0,994 dan menggunakan metode Bishop sebesar 0,993. Sehingga direkomendasikan timbunan sampah hanya mencapai pada ketinggian timbunan sampah 23 meter.
PENGARUH VARIASI KADAR DAN PANJANG SERAT IJUK SEBAGAI BAHAN MODIFIER CAMPURAN LASTON LAPIS AUS ASBUTON (AC-WC ASB) TERHADAP KINERJA MARSHALL DAN CANTABRO Theo Adhitya Kusuma; Abid Haritsah Rahman; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat sekitar 4.000 km lapisan jalan nasional yang mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan volume kendaraan yang tinggi, sehingga menjadikan pembebanan yang berlebih pada jalan. Oleh karena itu munculah ide untuk menambahkan serat ijuk kedalam campuran aspal sebagai bahan perkuatan. Indonesia juga masih mengimpor aspal minyak sebesar 600.000 ton setiap tahunnya, padahal Indonesia memiliki deposit aspal alami yang sangat besar yang terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara sehingga dinamakan AspalButon. Maka dari itu pada penelitian ini, kami memanfaatkan aspal buton guna mensubtitusikan kebutuhan aspal minyak. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serat ijuk terhadap nilai karakteristik marshall dan cantabro dari campuran laston lapis aus asbuton (AC-WC Asb), juga menganalisis kadar dan panjang serat optimum yang akan menghasilkan karakteristik campuran yang maksimal. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap sifat fisik masing-masing material yang akan digunakan, dengan acuan Spesifikasi Bina Marga 2018. Penelitian dilakukan dengan menelusuri terlebih dahulu nilai KAO campuran (aspal minyak dan aspal buton) untuk selanjutnya ditambahkan serat ijuk dengan rentang kadar serat 0.2 - 0.4 % serta panjang serat ijuk 0.5 cm – 1.5 cm. Penelitian dilanjtukan dengan pengujian cantabro, untuk mengetahui pengaruh penambahan serat terhadap tingkat kerapuhan campuran. Analisis statistic data dilakukan dengan pengujian normalitas, homogenitas, anova, tukey HSD, duncan, regresi, korelasi dan uji t. Hasil pemeriksaan keseluruhan sifat fisik bahan material yang digunakan menunjukan bahwa seluruh material memenuhi batasan spesifikasi bina marga. Dari hasil pengujian dan pengolahan data didapati bahwa penambahan serat berpengaruh terhadap karakteristik marshall campuran. Berdasarkan parameter stabilitas diperoleh kadar serat ijuk optimum sebesar 0.2 % dari berat campuran, dengan panjang serat ijuk optimum sepanjang 0.5 cm. Dibandingkan dengan campuran tanpa penambahan serat, pada kadar dan panjang serat ijuk optimum ini menunjukan peningkatan nilai stabilitas sebesar 3.11 %, nilai MQ sebesar 15.56 %, nilai VMA sebesar 7.97 %, nilai VIM sebesar 33.76 %. Sedangkan nilai VFB mengalami penurunan sebesar 9.80 %, dan kelelehan mengalami penurunan sebesar 13.07 %, untuk pengujian cantabro didapati nilai terlalu signifikan dalam meningkatkan nilai stabilitas, namun memiliki kecenderungan meningkatkan nilai kelelehan cukup besar. Dapat diartikan campuran menjadi semakin lentur, sehingga memiliki ketahanan terhadap retak yang cukup baik, namun kurang tahan terhadap alur roda (nilai VIM tinggi). Campuran semacam ini cocok sebagai bahan perkerasan untuk jalanan dalam kota yang sering dilewati kendaraan ringan. Kata kunci : AC-WC Asb, Asbuton, Serat Ijuk, VIM, VMA, VFB, Stabilitas, Kelelehan, MQ, Kehilangan Partikel
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA Ca(OH)2 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF Immanuel Louis Yudianto; Yulvi Zaika; Arief Rachmansyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1939, Cassagrande menunjukkan bahwa ketika elektrokinetik diterapkan pada tanah berbutir halus dengan kelembaban tinggi, tanah mengalami peningkatan tekanan efektif karena tekanan air pori. Sejak itu, beberapa negara Eropa telah menggunakan metode ini untuk memperbaiki tanah berbutir halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki masalah tanah lempung muai dan menyelidiki pengaruh fluktuasi tegangan terhadap kuat geser dan kembang pada tanah lempung muai menggunakan metode penyemprotan elektrokimia. Penyemprotan elektrokimia adalah proses yang menggunakan fenomena elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan polarisasi karena perbedaan potensial/arus listrik. Larutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ca(OH)2 dengan konsentrasi 10° dan perubahan tegangan 12, 15, 18 dan 24 volt. Sampel tanah ditempatkan dalam kotak uji berukuran 150 x 150 x 500 milimeter. Injeksi elektrokimia dilakukan selama 7 hari. Pada penelitian ini ditemukan bahwa variasi perubahan tegangan selama penginjeksian pada tanah lempung yang diperluas dapat meningkatkan nilai kuat geser yang disimpulkan dari uji triaksial yaitu dengan meningkatkan tegangan yang diterapkan, nilai kohesi tanah meningkat. Hasil pengujian kuat geser sayap juga menunjukkan bahwa nilai kuat geser setelah penyemprotan sebesar 1,65 kg/cm2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai kuat geser sebelum injeksi. Uji konsolidasi menunjukkan bahwa sampel tanah setelah injeksi menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan nilai Cs tanah sebelum injeksi yaitu 0,03 berubah menjadi 0,017 setelah injeksi. Selain itu, uji kembang bebas menunjukkan hasil yang sama yaitu potensi kembang turun dari 46,67% tanah asli menjadi 12,90% tanah sampel setelah penyemprotan.
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN VARIASI PENEMPATAN BRACING (SHORT LINK) TIPE DIAGONAL EKSENTRIS DUA ARAH Moekhammad Rifqil Fannani; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIndonesia merupakan wilayah yang sangat rawan bencana gempa bumi dan memiliki tingkat kegempaan yang tinggi. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di antara tiga lempeng tektonik yaitu Pasifik, Eurasia dan Indo – Australia, dan merupakan salah satu negara yang termasuk ke dalam kawasan wilayah Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi untuk mewujudkan bangunan tahan gempa yang efektif dan efisien perancangannya. Salah satu komponen struktur tahan gempa ialah bracing. Kegunaan adanya bracing supaya suatu struktur dapat menahan gaya vertikal (beban gravitasi) dan gaya horisontal (beban gempa). Dalam penelitian ini menggunakan 3 pemodelan portal dua bentang dengan variasi penempatan bracing eksentris pendek (short link) dua arah. Dalam penelitian baja yang digunakan untuk adalah baja BJ-37. Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis software ABAQUS student edition dengan menggunakan variasi meshing besar (4) dan kecil (25). Portal menggunakan tumpuan jepit dan akan diberikan beban statis sebesar 90 ton pada bagian kiri atas, sehingga portal akan mengalami keruntuhan dan didapatkan hasil berupa nilai beban dan perpindahan yang akan digunakan sebagai data analisis. Berdasarkan hasil penelitian ditunjukkan bahwa variasi penempatan bracing pada portal dua bentang berpengaruh terhadap beban dan perpindahan yang diterima portal. Portal dengan variasi bracing di kedua bentangnya dapat menahan beban yang lebih besar dan perpindahan yang lebih kecil dibandingkan dengan 2 tipe model lainnya. Kata Kunci : Bracing, Beban, Perpindahan, ABAQUS
Studi Analisis Perilaku Sambungan Balok Kolom Baja Canai Dingin (Cold Formed Steel) C Double Berkebalikan terhadap Variasi Jumlah Sambungan Sekrup Putri Patricia; Desy Setyowulan; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu inovasi material bangunan yang saat ini banyak berkembang adalah penggunaan material baja cold-formed sebagai pengganti material baja konvensional dengan efektivitas tinggi, ekonomis, pelaksanaanya mudah, ringan, dan ramah lingkungan. Selain itu, material tersebut merupakan material ramah lingkungan yang dapat mendukung realisasi sustainable development goals. Salah satu implementasi baja cold formed yang sedang berkembang adalah penggunaan baja cold formed sebagai material struktur balok kolom. Sebagai struktur balok kolom, sambungan memiliki peran penting yang berlaku sebagai faktor kritis suatu struktur secara keseluruhan. Ketebalan penampang baja cold-formed yang tipis (0,378 mm – 6,35 mm) berdampak pada adanya potensi tekuk pada baja cold-formed. Pada penelitian ini dilakukan pengujian struktur balok kolom dengan pemberian beban lentur pada ujung balok dengan tumpuan jepit bebas, sedangkan kolom didesain dengan tumpuan jepit-jepit. Benda uji pada penelitian ini adalah profil balok kolom baja cold-formed C 80.30.9 dengan tebal 0,75 mm dipasang ganda berkebalikan (back to back) dengan sambungan sekrup SDS 12x20 diameter 4 mm dengan dua variasi jumlah sekrup pada benda uji yaitu variasi jumlah 8 sekrup pada setiap pelat siku (top angle/ seat angle), dan variasi jumlah 4 sekrup pada setiap pelat siku (top angle/ seat angle). Analisis dilakukan dengan dua cara yaitu disesuaikan perhitungan tahanan sambungan sekrup pada SNI 7971:2013 dan anlisis menggunakan software ABAQUS. Hasil pada analisis penelitian ini, didapatkan adanya perbedaan analisis perhitungan SNI 7971:2013 dan software ABAQUS, untuk variasi 8 sekrup memiliki perbedaan hasil nilai beban maksimum sebesar 15,75%, sedangkan untuk variasi 4 sekrup memiliki perbedaan hasil nilai beban maksimum sebesar 47,86%. Untuk hasil analisis lendutan dan momen didapatkan bahwa semakin besar beban maka semakin besar lendutan dan momen yang terjadi, dan semakin banyak sambungan sekrup maka semakin kuat benda uji, begitu pula adanya penambahan pelat dalam yang dapat memperkuat benda uji. Kata kunci : Baja Cold Formed, Beban, Jumlah Sekrup, Lendutan, ABAQUS.
STUDI ANALISIS PERILAKU SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA COLD – FORMED C DOUBLE (BERHADAPAN) TERHADAP VARIASI JUMLAH SAMBUNGAN SEKRUP Adi Julianto; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu material yang dapat meningkatkan efektivitas pada ketahanan bangunan serta penekanan dalam biaya konstruksi pada era saat ini ialah material baja cold-formed. Di Indonesia, membutuhkan bangunan yang memiliki ketahanan ataupun kekuatan bangunan yang tinggi. Sehingga, bangunan yang terdiri dari dua elemen struktur utama yaitu balok dan kolom dapat menggunakan material dari baja cold-formed. Pada penelitian ini untuk mengetahui perilaku kekuatan serta kapasitas beban maksimum pada struktur sambungan balok-kolom, dapat dilakukan pemodelan benda uji sambungan pada balok-kolom dengan variasi jumlah sekrup melalui software ABAQUS. Penggunaan baja cold-formed dengan menggunakan sambungan sekrup perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan profil kanal ganda (C) 80x30x9x0,75 mutu G550 dengan panjang pada balok yaitu 1000 mm dan kolom 500 mm. Profil ini akan disusun secara berhadapan (Toe to Toe) membentuk box yang disambung menggunakan sekrup SDS 12x20. Tumpuan yang dipakai pada kolom yaitu jepit-jepit dan pada balok yaitu ujung bebas. Variasi jumlah sekrup yang dipakai ialah variasi 8 sekrup dan variasi 4 sekrup. Sehingga, dilakukan perbandingan perilaku sambungan balok-kolom berdasarkan analisis SNI 7971:2013 dan software ABAQUS. Didapatkan hasil kapasitas beban maksimum yang diampu pada struktur balok-kolom berdasarkan analisa SNI 7971:2013 dan software ABAQUS mencapai 45,56% untuk variasi 8 sekrup dan 5,14% untuk variasi 4 sekrup. Semakin banyaknya jumlah sekrup pada sambungan akan semakin kuat dan besar kapasitas beban yang akan diterima pada struktur sambungan tersebut. Kata kunci: Baja Cold-Formed, Kapasitas Beban, Sambungan Balok-Kolom, Software ABAQUS, Variasi Jumlah Sekrup.
Studi Analisis Perilaku Baja Cold-Formed pada Sambungan Balok Kanal Ganda (I) dan Kolom Kanal Ganda (Berhadapan) dengan Variasi Jumlah Sekrup Beto Edward Sufian; Desy Setyowulan; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia konstruksi, penggunaan baja cold-formed digunakan dalam berbagai bentuk profil. Umumnya, baja cold-formed digunakan untuk rangka atap, rangka plafon, dan juga struktur baja untuk bangunan bertingkat rendah. Penggunaan baja cold-formed dalam struktur bangunan bertingkat rendah berpengaruh secara signifikan pada kekuatan, keamanan, dan ketahanan bangunan, serta dapat memberikan manfaat ekonomis dan lingkungan. Salah satu aspek yang mempengaruhi kekuatan dari struktur baja cold-formed adalah pemilihan sambungan yang digunakan pada struktur balok-kolom. Oleh karena itu, untuk mengetahui kekuatan dari sambungan yang digunakan, dilakukan perhitungan analisis. Perhitungan yang akan digunakan adalah perhitungan secara manual dan perhitungan analisis dengan bantuan software ABAQUS Student Edition. Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap struktur balok-kolom yang menggunakan profil baja cold-formed yaitu profil C80.30.9 dengan tebal 0,75 mm. Profil yang digunakan pada balok adalah profil kanal ganda berhadapan (toe to toe), sedangkan untuk profil pada kolom adalah profil kanal ganda berkebalikan (back to back). Terdapat dua variasi jumlah sekrup yang akan diuji yaitu variasi 4 sekrup dan variasi 8 sekrup. Dikarenakan belum adanya data stress-strain dari penelitian sebelumnya, pada penelitian ini dilakukan pendefinisian nilai stress-strain menurut literatur yang ada. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu pengaruh variasi jumlah sekrup terhadap kapasitas beban maksimum, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, nilai lendutan, dan pola keruntuhan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur balok-kolom dengan variasi 8 sekrup lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Selain itu, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, dan nilai lendutan yang terjadi pada variasi 8 sekrup juga lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Namun, pola keruntuhan yang terjadi pada kedua variasi sekrup memiliki kesamaan yaitu terjadinya tekuk lokal pada balok dan kolom, keruntuhan jungkit (tilting) pada sekrup, dan keruntuhan sobek pada pelat sambung. Kata kunci : Baja Cold-Formed, Struktur Balok-Kolom, Variasi Jumlah Sekrup, Software ABAQUS Student Edition.

Page 98 of 140 | Total Record : 1398