cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
ANALISIS KINERJA PENGEMBANGAN TERMINAL MADYOPURO SEBAGAI REST AREA Yashinta Petrina Sari, Fredda Setya H. A. A. ,; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi wisata yang ada di sekitar Kota Malang menyebabkan banyaknya wisatawan yang datangbaik dengan kendaraan pribadi maupun dengan bus, terutama wisatawan yang datang melewati pintu tolMadyopuro. Sehingga Terminal Madyopuro berpotensi menjadi terminal wisata Rest Area. Tujuan daridilakukannya penelitian ini adalah melakukan analisis kinerja Terminal Madyopuro untuk dijadikan RestArea di daerah tersebut dan mengidentifikasi fasilitas yang diperlukan dalam pengembangan TerminalMadyopuro menjadi Rest Area.Data penelitian ini didapatkan dari wawancara untuk mengetahui kondisi dan kinerja fasilitasTerminal hingga saat ini. Jumlah responden 100 orang dengan kriteria masyarakat Kota Malang yangberumur 17 tahun ke atas dan pernah menggunakan terminal minimal satu kali. Metode IPA (Importance –Performance Analysis) digunakan untuk mengolah data untuk mengukur hubungan antara persepsipengguna Terminal dan tingkat penerapan terhadap fasilitas yang ada pada Terminal Madyopuro. Penelitianini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 40 Tahun 2015 Tentang Standar PelayananTerminal Penumpang. Penelitian ini didefinisikan 2 variabel, yaitu variabel Kepentingan dan variabelKinerja Penerapan (Aspek Keselamatan, Keamanan, Keteraturan, Kenyamanan, Kemudahan, Kesetaraan).Hasil analisis didapatkan kondisi fasilitas Terminal Madyopuro kurang memuaskan karena kurang berfungsidengan baik dan beberapa tidak tersedia seperti Lajur pejalan kaki, Pos dan petugas kesehatan, Pos danpemeriksaan kendaraan umum, Pos dan petugas perbaikan kendaraan umum, Petugas keamanan, jadwalkedatangan dan keberangkatan serta tarif kendaraan umum, Jadwal kendaraan umum dalam trayek lanjutan,Kantor penyelenggara terminal, Petugas operasional Terminal, Tempat ibadah/ Mushola, lampu peneranganruangan, petugas kebersihan, informasi layanan dan Ruang ibu menyusui. Dengan metode IPApengembangan Terminal Madyopuro pada kuadran IV, beberapa kinerja fasilitas sudah sesuai fungsi namunmasih belum sesuai harapan responden seperti Alat pemadam Kebakaran, Petugas Keamanan, JadwalKedatangan dan Keberangkatan serta tarif secara tertulis, Ruang Tunggu, Toilet, Tempat Ibadah, Ruang IbuMenyusui.Kata Kunci: Terminal, Rest Area, Metode IPA, Fasilitas, Terminal Madyopuro, Terminal Tipe C.
STUDI PENGARUH MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KARAKTERISTIK PENGGUNA KRL COMMUTER LINE KOTA BEKAS Pratama, Rizky; Ambarwati, Lasmini; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi merupakan salah satu peristiwa besar yang terjadi di tahun 2020. Untuk mengurangipenyebaran Covid-19 yang cukup luas, pemerintah Indonesia memberlakukan program pembatasansosial, dimana dilakukan pembatasan pergerakan dan kapasitas pada semua sektor salah satunya disektor transportasi umum, salah satunya KRL Commuter Line. Pembatasan ini dilakukan denganmembatasi jumlah penumpang di setiap gerbong kereta yang hanya boleh maksimal setengah darikapasitas gerbong kereta.Penelitian ini mengambil sampel dari pengguna KRL Commuter Line Kota Bekasi dengan tigarute menggunakan survey online google form, dimana setiap rute diambil sebanyak 130 responden.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan, karakteritik perjalanan, sertamodel pemilihan moda antara KRL Commuter Line dengan sepeda motor. Analisis karakteristikmenggunakan statistic deksriptif dan metode logit binomial untuk model pemilihan moda, dimanateknik stated preference digunakan dalam menentukan pemilihan moda.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ada perubahan pada karakteristik perjalananuntuk setiap waktu perjalanan. Sedangkan untuk hasil analisis model pemilihan moda dengan logitbinomial, menunjukkan bahwa pengaruh dari masing-masing perubahan atribut, yaitu waktu perjalanandan biaya perjalanan bernilai signifikan terhadap perpindahan ke moda KRL Commuter Line.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa semakin meningkatnya waktu dan biaya perjalanan denganmoda KRL Commuter Line, maka probabilitas KRL Commuter Line menurun dan probabilitas sepedamotor meningkat.Kata Kunci : KRL Commuter Line, karakteristik, analisis, pemilihan moda.
PENGARUH PERGERAKAN KENDARAAN BERAT TERHADAP TINGKAT PELAYANAN EKSISTING JALAN DI KOTA MALANG SherIyi Septyanti, Asfiyahi Radhyai Rahimah; Djakfar, Ludfii; Ambarwati, Lasmini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya peningkatan kawasan industri di daIam Kota MaIang memberidampak dan pengaruh pada peningkatan kepadatan arus IaIu Iintas eksisting jaIanuntuk kendaraan berat di Kota MaIang.Di daIam peneIitian ini,dibutuhkanstrategi aIternatif untuk pergerakan kendaraan berat ,agar kondisi kinerja eksistingjaIan tersebut dapat ditingkatkan.Tujuan dari peneIitian ini untuk mengetahuikinerja jaIan eksisting,imengetahui strategi yang dapat digunakan untuk kendaraanberat jika kondisi jaIan eksisting tidak memenuhi standar ,serta pengaruh strategiaIternative terpiIih terhadap kinerja eksisting jaIan di Kota MaIang.PeneIitian ini imenggunakan metode AnaIyticaI Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahuistrategi aIternative yang akan digunakan kendaraan berat di Kota MaIang, danMetode SWOT untuk mengatasi ancaman maupun keIemahan dari strategiaIternative terpiIih.Dari hasiI anaIisis didapatkan kinerja eksisting jaIan di KotaMaIang rata-rata niIai IOS (IeveI of Service) adaIah C sementara min mum kerjajaIan sebaiknya B,serta keicepatan aktuaI tidak ada yang memenuhi standart minmaI keicepatan 40 km/jam.PoIa asaI tujuan pergerakan kendaraan berat di KotaMaIang dengan prosentase 29% yang berasaI dari Iuar Kota MaIang menuju KotaMaIang.Strategi aIternative terbaik dari anaIisis AHP adaIah pembangunanRingroad dengan niIai totaI sebesar 0, 242 (24%) didukung dengan peroIehan niIaitertinggi pada kriteria keseIamatan dengan niIai tertinggi 0,450 (45%). HasiI darianaIisis SWOT,didapatkan strategi untuk mengtasi keIemahan dan ancamandari aIternatif pembangunan Ringroad dengan meIakukan pengajuan anggaran padapemerintah untuk pembebasan Iahan dan pembangunan Ringroad, serta akseskeIuar dan masuk Ringroad ditempatkan di Iokasi yang strategis seperti di daerahKedungkandang, untuk mengatasi pergerakan yang bertujuan maupun berasaI daridan ke arah utara Kota MaIang.Kata Kunci: Kendaraan berat, strategi aIternative, AnaIityca Hierarchy Processi (AHP), SWOT
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH BERSAMA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL (UPN) VETERAN JAWA TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT Febriananta, Yudha; Hidayat, M. Taufik; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Kuliah Bersama Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur merupakangedung yang terletak di Kota Surabaya dibangun dengan menggunakan struktur beton bertulang. Struktur betonbertulang lebih banyak menahan beban mati sendiri yang cukup besar yang akan menambah gaya geser dannantinya mempengaruhi beban gempa yang cukup besar juga. Dengan merencanakan ulang dengan strukturkomposit ini diharapkan akan terjadi kerjasama dan interaksi yang lebih baik antara baja dan beton daripadamenggunakan struktur beton bertulang. Gedung Kuliah Bersama Universitas Pembangunan Nasional (UPN)Veteran Jawa Timur direncanakan ulang dengan elemen-elemen sebagai berikut: tebal pelat beton lantai 12 cm;tebal pelat beton atap 10 cm; dimensi balok anak meggunakan WF 200×200×10×16; dimesi balok indukmenggunakan WF 300×300×15×15; dimensi kolom menggunakan WF 400×400×20×35. Analisis yang mengacupada metode LRFD (Load and Resistance Factor Design), SNI 1726:2019, SNI 1729:2020 diperoleh hasil bahwapengaruh beban hidup, beban mati dan beban gempa lebih signifikan pada daerah tumpuan. Berdasarkan hasilanasisis pada balok anak dan balok induk didapatkan hasil perhitungan dari kondisi sebelum komposit dan kondisisetelah komposit pada momen tumpuan. Untuk balok anak terjadi pembesaran momen 59,4% dari keadaansebelum komposit dan untuk balok induk terjadi pembesaran momen 252,5% dari keadaan sebelum komposit, halini membuktikan bahwa pembesaran momen pada struktur komposit sangat bervariatif bergantung dengan variabelanalisis komposit.Kata kunci : gedung kuliah bersama, struktur komposit, baja beton
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG 6 LANTAI KULIAH BERSAMA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL (UPN) VETERAN JAWA TIMUR Pratama R, Alfandi Rizki; Hidayat, M. Taufik; Remayanti N., Christin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil analisis didapatkan hasil yang memenuhi syarat keamanan , dimensi balok – kolom padaskripsi ini menghasilkan 4 tipe yaitu : Balok induk ukuran 40/60 dengan kode B1 titik pengangkatan 1,85 m daritepi dan B2 titik pengangkatan 1,64 m dari tepi. ukuran 20/30 dengan kode B3 titik pengangkatan 0,95 m daritepi dan B4 titik pengangkatan 0,75 m dari tepi. Sedangkan balok anak memliki 2 tipe dengan ukuran 30/40dengan kode BA1 titik pengangkatan 1,80 m dari tepi dan BA2 titik pengangkatan 1,60 m dari tepi, ukuran15/20 dengan kode BA3 titik pengangkatan 0,93 m dari tepi dan BA4 titik pengangkatan 0,72 m dari tepi. Sertauntuk kolom terdapat 2 tipe kolom. ukuran 50/50 dengan kode K1 dan ukuran 35/35 dengan kode K2.Analisis kekuatan sambungan balok – kolom pracetak telah aman. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasilanalisis sambungan di tengah menunjukkan momen nominal sebesar 754,77 kNm lebih besar dari momenultimate sebesar 600,18 kNm dan kuat geser nominal sebesar 2015,95 kN kN lebih besar dari gaya geser yangterjadi sebesar 1481,83 kN, sedangkan hasil analisis sambungan di pinggir menunjukkan menunjukkan momennominal sebesar 48,12 kNm lebih besar dari momen ultimate sebesar Mu = 46,56kNm dan kuat geser nominalsebesar 2793,97 kN lebih besar dari gaya geser yang terjadi sebesar 408,28 kN.Kata kunci : Balok pracetak, Struktur beton, bangunan tahan gempa
STUDI LITERATUR KAJIAN PENGGUNAAN AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP DIFUSI KLORIDA PADA BETON Devarian, M Fajar; Eva Arifi, Devi Nuralinah,; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregat daur ulang merupakan material yang berasal dari hasil daur ulang limbahbeton yang bisa dipergunakan kembali didalam konstruksi bangunan dan memiliki nilaiekonomis. Jika diolah dengan benar, limbah konstruksi dapat menghasilkan beton bermututinggi dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agregatdaur ulang terhadap difusi klorida dengan faktor air semen dan penambahan campuranadmixture terhadap difusi klorida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen denganbeberapa sumber–sumber literatur. Pada penelitian ini sampel yang digunakan memilikiperbandingan agregat daur ulang dan agregat alami yang digunakan dengan f.a.s 0,4–0,6.Pemanfaatan recycled coarse aggregate (RCA) diharapkan menjadi alternatif untukmengurangi penggunaan agregat alami. Variasi admixture yang digunakan adalah FA,Waterproofing, shrinkage Reducing Admixture (SRA). Hasil penelitian yang didapatkanadalah agregat kasar daur ulang dengan agregat alami menunjukkan ketahanan yang samaterhadap penetrasi ion klorida serta difusi klorida relatif meningkat dengan meningkatnyaf.a.s dan dengan adanya campuran admixture dapat mencegah penetrasi klorida yang tinggi. Kata Kunci : Agregat Kasar Daur Ulang, FAS, Admixture
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK – KOLOM PADA GEDUNG UTILITY BUILDING HOTEL BUMI SEGAH YANG BERADA DI BERAU KALIMANTAN TIMUR MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAK (PRECAST) Ramadhanti, Dias Ayu; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung utility building yang merupakan Gedung operasional (perkantoran) pada hotel bumisegah yang terletak di Berau, Kalimantan Timur ini dibangun menggunakan struktur betonbertulang. Dimana struktur beton bertulang berfungsi menahan gaya Tarik pada struktur.Dengan merencanakan ulang dengan metode beton pracetak ini pada Gedung utility buildingjuga memerlukan ketelitian yang tinggi agar terhindar dari deviasi yang besar. Dari analisisdidapatkan hasil, untuk pengangkatan balok menunjukkan bahwa pada jarak tumpuan saatpengangkatan pada balok 35/50 sejauh 2,44 m, pada balok ukuran 25/40 sejauh 1,54 m. padabalok induk ukuran 35/50 dengan tulanganjlenturjmengalami Tarik yaitu 6 D22 dan tulangantekanj3 D22 serta menggunakan Sengkang f 10 – 200, dan untuk balok anak ukuran 25/40dengan tulanganjlentur yangjmengalami Tarikjyaitu 10 D19 dan tulangan yang mengalamitekanjyaitu 5 D19 serta menggunakan Sengkang f 10 – 150.Kata Kunci : Gedung Utility Building, Struktur Beton, Pracetak (Precast)
PERBANDINGAN KEKUATAN TEKAN BETON USIA 8 JAM UNTUK DUA JENIS SEMEN
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara berkembang yang banyak melakukan pembangunaninfrastruktur. Pembangunan infrastruktur membutuhkan bahan struktural yang memilikikekuatan tinggi, bahan struktural yang paling sering digunakan adalah beton dengan kuat tekanawal yang tinggi. Untuk membuat beton mutu tinggi diperlukan semen dalam jumlah banyakdan jumlah FAS yang kecil. Semen Portland merupakan material yang sangat penting dalamproses pembuatan beton, namun dalam penggunaan semen Portland yang terlalu banyakmemiliki dampak yang kurang ramah terhadap lingkungan. Maka dalam penelitian inidigunakan semen GGBFS sebagai bahan pengganti sebagian fungsi semen pada campuranbeton. Penggunaan GGBFS dan bahan tambah diharapkan mampu mempengaruhi kuat tekanawal dan waktu pengerasan beton. Mix design direncanakan menghasilkan beton dengan kuattekan awal tinggi dengan menggunakan semen GGBFS. Variasi material yang digunakanadalah semen Narogong dan semen Tuban dengan subtitusi GGBFS sebesar 20%, 30% , 50%.FAS 0,25 dan 0,35 serta umur beton 8 jam. Benda uji silinder yang digunakan memiliki dimensi15 x 30 cm. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan semen GGBFS dan FAS berpengaruhterhadap kuat tekan awal beton. Penggunaan FAS dengan jumlah kecil menghasilkan nilai kuattekan awal yang lebih baik. Campuran semen Narogong menunjukkan nilai kuat tekan awalyang lebih tinggi dibandingkan dengan campuran semen Tuban. Campuran beton yangmemberikan nilai kuat tekan awal tertinggi terjadi pada kadar GGBFS 30% dan FAS 0,25dengan kuat tekan awal rata-rata sebesar 3,48 MPa.Kata kunci : kuat tekan awal, semen GGBFS, FAS, campuran beton.
CAMPURAN BETON UNTUK BETON PRACETAK
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kegiatan konstruksi semakin membutuhkan pekerjaan dengan waktu yangcepat. Kebutuhan beton pracetak yang tinggi berhubungan dengan produksi yang menekankanefisiensi dalam proses sehingga beton dapat dipindahkan setelah dicor agar bekisting dapatdipakai ulang. Maka dibutuhkan campuran beton yang memiliki kuat tekan awal yang tinggiagar beton dapat cepat mengeras dan dapat dipindah tanpa rusak. Penggunaan bahan tambahdan subtitusi semen GGBFS diharapkan mampu untuk mempengaruhi kualitas beton sepertikuat tekan awal, kecepatan pengerasan dan kepadatan. Pada penelitian ini digunakan jenissemen narogong dan tuban dengan semen GGBFS digunakan sebagai bahan subtitusi padakomposisi semen. Penelitian ini difokuskan pada kekuatan tekan awal beton sebagai betonpracetak. Mix design direncanakan mendapatkan kuat tekan awal yang tinggi denganmenggunakan semen GGBFS. Variasi material yang digunakan adalah jenis semen narogongdan semen tuban dengan subtitusi kadar semen GGBFS 20%, 30%, dan 50%. Kemudianmenggunakan FAS 0,25 dan 0,3 dengan variasi umur beton yaitu 8 jam, 16 jam, dan 28 hari.Benda uji yang digunakan berupa silinder dengan dimensi 15 x 30 cm. Dari penelitian inidiketahui bahwa variasi campuran beton mempengaruhi kuat tekan awal beton. PenggunaanFAS yang semakin kecil memiliki kuat tekan awal yang lebih baik dan semen narogongmemiliki kuat tekan awal yang cenderung lebih besar disbanding campuran menggunakansemen tuban. Beton pracetak membutuhkan beton yang memiliki kuat tekan awal tinggi dancepat mengeras, penambahan addition HE dan semen GGBFS mampu mengatasi hal tersebut.Kuat tekan awal tertinggi terjadi pada kadar semen GGBFS 20% dan FAS 0,25 menggunakansemen narogong dengan kuat tekan rata-rata sebesar 14,85 MPa.Kata kunci : semen GGBFS, beton pracetak, kuat tekan awal, campuran beton
PERBAIKAN STABILITAS LERENG DENGAN TERASERING, RUMPUT VETIVER DAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelongsoran lereng dipengaruhi oleh banyak faktor dan kebanyakan terjadi padawilayah dengan curah hujan yang tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan analisis stabilitaslereng untuk mengetahui angka keamanan suatu lereng dengan meningkatkan stabilitaslereng salah satunya adalah terasering, rumput vetiver dan dinding penahan tanah. Metodepenelitian yang dilakukan adalah dengan membagi lereng menjadi 2 lapisan dengan sudut45°. Analisis menggunakan program geoslope dan perhitungan manual metode fellenius danBishop. Pada perhitungan manual didapatkan angka keamanan lereng tanpa perkuatandengan metode fellenius sebesar 1,257 dan metode bishop yang disederhanakan sebesar1,263. Sedangkan unutk program geoslope metode fellenius sebesar 1,119 dan metodebishop sebesar 1,149. Setelah lereng diperkuat dengan terasering, rumput vetiver dandinding penahan tanah didapatkan angka keamanan sebesar 2,525. Dengan hasil yangdidapatkan, maka sudah cukup untuk menstabilkan lereng tersebut.Kata Kunci : : Stabilitas Lereng, Angka Keamanan, Terasering, Rumput Vetiver, Fellenius,Bishop, Dinding Penahan tanah.

Page 96 of 140 | Total Record : 1398