cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,483 Documents
Evaluasi Karakteristik Mekanis dan Permeabilitas Timbunan Pondasi Jalan Berbasis Campuran Fly Ash dan Limbah Recycled Concrete Agregate Dalilah Insan Syakirah; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung rendah sehingga menjadi kendala dalam pembangunan jalan. Penggunaan timbunan konvensional cenderung menambah beban, sehingga diperlukan alternatif berupa timbunan ringan berbasis Recycled Concrete Aggregate (RCA) dan fly ash. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik fisik dan mekanis campuran RCA dengan variasi fly ash 0–40%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan fly ash meningkatkan kekuatan material dan menurunkan nilai abrasi. Disimpulkan bahwa campuran RCA–fly ash efektif sebagai timbunan ringan yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk tanah lunak.
Evaluation of the Impact of a Railway Level Crossing during Peak Hours on the Performance of a Signalized Intersection (Case Study: Jagir Wonokromo Street, Surabaya) Arya Reztu Prasetyo; Aisyah Aulia Salsabilla; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic problems in Surabaya, particularly on Jagir Wonokromo Road, are exacerbated by a level crossing located near a signalized intersection. This study aims to analyze traffic performance and propose alternative solutions to improve traffic flow.  This study uses the Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023) to analyze the traffic performance of road segments and signalized intersections. Primary data was collected through a four-day field survey covering traffic volume, crossing closure time, travel time, road geometry, recovery time, and lateral obstructions. The parameters analyzed include the degree of saturation, queue length, delay, and recovery time.  Based on the results of an analysis using Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023), the at-grade crossing on the east side of Jagir Wonokromo Road was found to fail to meet feasibility criteria, thereby reducing traffic performance. Under normal conditions, the road section’s degree of saturation is 0.507 and increases to 0.820 when a train passes, with an average recovery time of 220.832 seconds. At the signalized intersection, the degree of saturation reaches 1.881 with a service level of F and a delay of 372.40 sec/veh. Weekday conditions also show poorer performance compared to weekends. As a corrective measure, traffic engineering is recommended in the form of a ban on right turns directly from the southern approach, which is diverted via a U-turn on Ngagel Road. Simulation results show a reduction in the degree of saturation of up to 83.24% and a 91% reduction in queue length, thereby increasing the level of service to level C under normal conditions. The recommendations provided include the need to evaluate the suitability of the U-turn location in relation to on-site conditions, as well as the provision of supporting facilities to reduce lateral obstructions.  Keywords: Signalized Intersection, At-Grade Railroad Crossing, Traffic Performance, Simple Linear Regression, U-turn 
Daktilitas dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 40% dan Fly Ash 10% Dewi Isayana; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan infrastruktur memicu tingginya emisi CO₂ akibat produksi semen konvensional. Sebagai solusi berkelanjutan, limbah industri berupa Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) 40% dan Fly Ash 10% digunakan sebagai substitusi semen untuk memproduksi beton ramah lingkungan (green concrete). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas serta pola retak balok beton bertulang. Rancangan pada penelitian ini menggunakan benda uji balok beton bertulang berdimensi 10 cm × 20 cm × 100 cm dengan FAS konstan 0,35. Variabel bebas meliputi variasi umur (28 hari dan 56 hari) serta rasio tulangan (0,00872 dan 0,0131). Total spesimen terdiri dari 8 balok campuran dan 8 balok kontrol (beton normal) yang diuji dengan metode pembebanan statis dua titik terpusat (two-point loading test) pada loading frame. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap karakteristik struktural balok. Variasi umur berpengaruh terhadap nilai daktilitas, namun arah trennya tidak sesuai akibat kendala teknis saat pembuatan material dan pengujian laboratorium. Sebaliknya, variasi rasio tulangan berpengaruh signifikan dalam menurunkan daktilitas karena penambahan luasan baja membuat balok bersifat lebih kaku. Untuk variasi umur dan rasio tulangan, keduanya berpengaruh terhadap pola retak dengan menghasilkan sebaran retak rambut yang lebih banyak, rapat, dan merata seiring meningkatnya rasio baja serta bertambahnya umur beton, tanpa mengubah jenis kegagalan utama balok yaitu lentur-geser.  Kata Kunci: balok beton bertulang, GGBFS, Fly Ash, daktilitas, pola retak 
Daktilitas dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 40% Tarisa Hayatul Fadila; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri konstruksi yang semakin pesat mendorong peningkatan kebutuhan material beton yang memiliki kinerja struktural tinggi sekaligus ramah lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan semen Portland adalah dengan memanfaatkan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai bahan substitusi semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas dan pola retak balok beton bertulang dengan substitusi GGBFS sebesar 40%. Penelitian ini menggunakan benda uji balok beton bertulang berukuran 10 cm × 20 cm × 100 cm dengan variasi umur beton 28 hari dan 56 hari serta rasio tulangan 2Ø10 dan 3Ø10. Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan lentur statik hingga kondisi runtuh untuk memperoleh hubungan beban–lendutan, nilai daktilitas, dan pola retak balok.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur beton memberikan pengaruh terhadap daktilitas balok beton bertulang. Secara teoritis, beton dengan umur yang lebih lama cenderung memiliki sifat yang lebih kaku dan getas sehingga nilai daktilitas menurun. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji umur 56 hari memiliki nilai daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan benda uji umur 28 hari. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh proses pembuatan benda uji, karakteristik material, dan pelaksanaan pengujian. Sementara itu, rasio tulangan hanya memberikan pengaruh yang relatif kecil dan tidak signifikan terhadap daktilitas balok. Pada pengujian pola retak, variasi umur beton tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan rasio tulangan berpengaruh signifikan terhadap pola retak balok beton bertulang dengan substitusi GGBFS 40%. Pola retak yang terbentuk didominasi oleh retak lentur dengan beberapa benda uji mengalami retak lentur-geser. Kata kunci:  Balok Beton bertulang, Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), Daktilitas, Pola retak, Rasio tulangan.
Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase GGBFS 40% dan Fly Ash 10% Muhammad Abdul Ghafur; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan limbah industri berupa Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) 40% dan Fly Ash 10% sebagai substitusi sebagian semen merupakan solusi efektif dalam memproduksi beton ramah lingkungan. Karakteristik pozzolanik sekunder dari material tersebut mampu meningkatkan densitas mikrostruktur beton jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi umur beton serta rasio tulangan terhadap kuat lentur balok beton bertulang. Metode eksperimental dilakukan dengan menguji balok persegi berdimensi 10 cm × 20 cm × 100 cm. Variabel yang diteliti meliputi variasi rasio tulangan 0,00872 (A1) dan 0,0131 (A2) yang dikombinasikan dengan umur pengujian lentur metode pembebanan dua titik pada 28 hari (B1) dan 56 hari (B2). Parameter beban diukur menggunakan load cell, lendutan diukur dengan LVDT, sedangkan regangan direkam melalui sensor strain gauge. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa pertambahan umur dari 28 hari ke 56 hari menyebabkan penurunan kapasitas beban maksimum dan tegangan lentur rata-rata. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor teknis berupa kondisi fisis agregat kasar yang masih basah pasca pencucian saat pengecoran, sehingga meningkatkan faktor air semen (FAS) aktual yang terkonfirmasi dari nilai slump yang melonjak hingga 17 cm. Berdasarkan analisis statistik Two-Way ANOVA, variasi umur tidak berpengaruh signifikan terhadap tegangan lentur (Sig. 0,304 > 0,05). Sebaliknya, rasio tulangan menjadi faktor yang sangat dominan, di mana peningkatan rasio tulangan meningkatkan nilai tegangan lentur maksimum secara signifikan (Sig. 0,001 < 0,05), dengan capaian sebesar 23,17 MPa untuk rasio 0,00872 dan 26,77 MPa untuk rasio 0,0131 pada umur 28 hari.   Kata kunci : kuat lentur, GGBFS, fly ash, balok beton bertulang, rasio tulangan
Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% Berliana Simarmata; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan 20% limbah GGBFS sebagai pengganti semen merupakan solusi beton ramah lingkungan karena sifat pozzolaniknya dapat merapatkan mikrostruktur. Penelitian ini menguji pengaruh variasi umur perawatan (28 dan 56 hari) serta rasio tulangan (0,00872 dan 0,01310) terhadap kuat lentur balok beton bertulang dengan substitusi GGBFS 20%. Pengujian dilakukan pada balok berukuran 10 cm × 20 cm × 100 cm (FAS 0,35) menggunakan metode two-point loading yang dipantau melalui load cell, LVDT, dan strain gauge.             Hasil laboratorium menunjukkan adanya fluktuasi kuat lentur dari umur 28 ke 56 hari akibat kondisi agregat kasar yang basah saat pengecoran. Melalui analisis statistik menggunakan uji Two-Way ANOVA, disimpulkan bahwa variasi umur perawatan tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai kuat lentur balok. Sebaliknya, peningkatan rasio tulangan terbukti memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik dalam mendongkrak kapasitas struktural penampang balok, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata tegangan lentur dari 22,733 MPa pada rasio 0,00872 menjadi 27,260 MPa pada rasio 0,01310. Kata kunci: Kuat Lentur, GGBFS, Balok Beton Bertulang, Rasio Tulangan, Umur Beton
Pengaruh Modifikasi Aspal dengan Penambahan Ampas Kopi terhadap Kinerja Marshall pada Campuran AC-WC Paramarta, Andrew; Adi, Musyaffa; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah ampas kopi terhadap kinerja Marshall campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC), menentukan kadar penambahan yang memenuhi spesifikasi, serta mengkaji potensi pemanfaatannya dalam mengurangi limbah organik. Penelitian ini menerapkan metode pencampuran basah (wet method), yaitu mencampurkan ampas kopi ke dalam aspal cair pada variasi kadar 3%, 5%, 7%, dan 9% terhadap kadar aspal optimum. Seluruh pengujian mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2025 dan dilengkapi dengan analisis statistik untuk menilai pengaruh penambahan ampas kopi terhadap parameter Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum campuran AC-WC diperoleh sebesar 5,5%. Penambahan ampas kopi pada kadar 3% sampai 5% dari berat aspal optimum masih memenuhi persyaratan spesifikasi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan ampas kopi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter Marshall, sehingga secara teknis dapat digunakan sebagai bahan aditif tanpa menurunkan kinerja campuran. Pada kadar 5%, ampas kopi mampu meningkatkan titik nyala dan titik bakar aspal masing-masing menjadi 338°C dan 344°C, serta menurunkan nilai penetrasi menjadi 37,2 dmm yang menunjukkan peningkatan kekakuan aspal. Namun demikian, nilai daktilitas menurun menjadi 41 cm. Penggunaan ampas kopi sebesar 2,75 kg per ton campuran AC-WC menunjukkan potensi yang baik sebagai alternatif pemanfaatan limbah organik pada konstruksi perkerasan jalan.
Daktilitas dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% dan Fly Ash 20% Ni Made Yura Pradnya Paramitha; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi beton dengan kandungan semen portland yang tinggi berkontribusi terhadap emisi karbon, sehingga diperlukan pemanfaatan material substitusi yang tetap mampu mempertahankan kinerja struktural. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas serta pola retak balok beton bertulang dengan campuran Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) 20% dan fly ash 20%. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan balok beton bertulang berukuran 100 × 10 × 20 cm dengan variasi umur 28 dan 56 hari serta rasio tulangan A1 (2Ø10) dan A2 (3Ø10). Setiap variasi terdiri atas dua benda uji, dilengkapi balok kontrol dan silinder untuk pengujian kuat tekan. Pengujian lentur dilakukan melalui pembebanan bertahap menggunakan hydraulic jack, load cell, LVDT, dan pengamatan retak visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi umur tidak berpengaruh signifikan terhadap daktilitas maupun pola retak. Sebaliknya, rasio tulangan berpengaruh signifikan terhadap daktilitas, beban retak pertama, dan jumlah retak visual akhir. Balok dengan rasio A1 menunjukkan daktilitas lebih tinggi, sedangkan rasio A2 menghasilkan Pcr lebih besar dan pola retak lebih kompleks. Secara umum, campuran GGBFS 20% dan fly ash 20% menunjukkan perilaku struktural yang sebanding dengan beton kontrol. Kata kunci: daktilitas, pola retak, balok beton bertulang, GGBFS, fly ash
Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% dan Fly Ash 20% Mutiara Kumala Dewi; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton bertulang dalam konstruksi masih sangat luas karena mampu menahan beban melalui kerja sama antara beton dan baja tulangan. Namun, penggunaan semen Portland dalam jumlah besar berdampak terhadap peningkatan emisi karbon, sehingga diperlukan material substitusi parsial yang lebih ramah lingkungan, seperti Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) dan fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur beton dan rasio tulangan terhadap kuat lentur balok beton bertulang dengan substitusi GGBFS 20% dan fly ash 20%. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan balok beton bertulang berukuran 10 cm × 20 cm × 100 cm dengan variasi umur beton 28 hari dan 56 hari, serta rasio tulangan A₁ = 0,00872 dan A₂ = 0,0130. Pengujian kuat lentur dilakukan menggunakan metode two-point loading hingga benda uji mengalami keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio tulangan memberikan pengaruh paling dominan terhadap kuat lentur balok. Beban maksimum tertinggi diperoleh pada variasi rasio tulangan A₂ umur 56 hari sebesar 9470,8 kg, sedangkan tegangan lentur maksimum juga diperoleh pada variasi yang sama sebesar 27,778 MPa. Sementara itu, umur beton 28 hari dan 56 hari tidak menunjukkan peningkatan kuat lentur yang konsisten, karena pengaruh GGBFS dan fly ash lebih berkaitan dengan karakteristik beton berdasarkan umur, sedangkan peningkatan kapasitas lentur lebih dominan dipengaruhi oleh rasio tulangan. Kata kunci: kuat lentur, balok beton bertulang, rasio tulangan, umur beton, GGBFS.
Pengaruh Penambahan Bracing Konsentris terhadap Ketidakberaturan Torsi dan Kinerja Seismik Gedung X Berdasarkan Analisis Pushover Dewi Aisyah Vilaprilia; Roland Martin Simatupang; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan bertingkat di daerah rawan gempa seperti Indonesia memerlukan penerapan standar keselamatan yang tinggi. Pada Gedung X sebagai fasilitas pendidikan, penambahan dinding beton bertulang pada area lift dan tangga darurat sebagai sistem proteksi kebakaran pasif menyebabkan distribusi kekakuan struktur menjadi tidak merata sehingga memicu eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan yang berpotensi menimbulkan ketidakberaturan torsi berlebih. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan sistem Rangka Bracing Konsentris (Concentrically Braced Frames) menggunakan ETABS pada tiga kondisi model, yaitu Model 1 kondisi eksisting atau tanpa perkuatan, Model 2 dengan bracing tipe X, dan Model 3 dengan bracing tipe Inverted V berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, dan SNI 1727:2020. Evaluasi dilakukan melalui analisis Respons Spektrum dan pushover untuk meninjau perilaku dan respons dinamik, kapasitas struktur, serta tingkat kinerja berdasarkan ATC-40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bracing konsentris mampu meningkatkan kinerja struktur, dengan Model 2 sebagai konfigurasi paling optimal karena mampu menghilangkan ketidakberaturan torsi, mereduksi simpangan antar lantai sebesar 57,409%, meningkatkan base shear sebesar 79,422%, serta mengurangi displacement atap sebesar 51,368%, dengan seluruh model mencapai tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO).