cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 77 Documents clear
PERMODELAN HUBUNGAN ANTARA HUJAN DENGAN DEBIT (INFLOW) PADA WADUK WAY RAREM DENGAN MENGGUNAKAN DATA CURAH HUJAN TRMM (TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSION) Patria, Nyoman Yoga; Suhartanto, Ery; Susilo, Gatot Eko
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Ketersediaan data curah hujan pada suatu Sub DAS diharapkan dapat menjelaskan mengenai besaran hujan keseluruhan dalam Sub DAS. Dengan mengetahui permasalahan dalam hasil yang tidak akurasi dengan memperkirakan data curah hujan, maka diperlukan suatu data curah hujan spasial yang bisa mewakili curah hujan secara spasial yang terjadi di wilayah Waduk Way Rarem. Dalam permasalahan ketersediaan pos stasiun penakar hujan yang kurang memadai untuk pencatatan data curah ini dapat diselesaikan dengan data curah hujan TRMM. Namun, dalam penggunaan data TRMM perlu dilakukannya tahap validasi terlebih dahulu. Analisis validasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data curah hujan TRMM dengan curah hujan wilayah. Metode validasi yang digunakan yaitu Root Mean Squared Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R), dan Uji Kesalahan Relatif (KR). Analisis validasi dilakukan dengan dua perhitungan, yaitu validasi data tidak terkoreksi dan validasi data terkoreksi yang melalui tahap kalibrasi, verifikasi, dan validasi. Hasil analisis menunjukan validasi data terkoreksi memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan data tidak terkoreksi. Kata Kunci: data curah hujan, data curah hujan TRMM, pos stasiun hujan, validasi. ABSTRACT: The availability of rainfall data in a sub-watershed was expected to explain the overall rainfall in the sub-watershed. As an inaccurately estimated rainfall data, there fore it is necessity that rainfall data should be represent an actual amount of rainfall spatially that occurs in the Way Rarem Reservoir area. This inavailability and inadequacy rainfall pos stasions could be solved with TRMM rainfall data. However, in the use of TRMM data, it is necessary to do the validation first. Validation analysis was conducted to determine the suitability of TRMM rainfall data with regional rainfall. Validation method that were used in this study is Root Mean Squared Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R), and Relative Error Test (KR). Validation analysis contained two calculations spesifically, namely uncorrected data validation and corrected data validation through the stages of calibration, verification, and validation. The results of the analysis showed that corrected data validation has a better value than the uncorrected data. Keywords: rainfall data, TRMM rainfall data, ground station rainfall, validation.
RASIONALISASI STASIUN PENAKAR HUJAN TERHADAP PERUBAHAN BESARNYA CURAH HUJAN RANCANGAN PADA DAS RONDONINGO, KABUPATEN PROBOLINGGO nurfitriani, Alvina; Limantara, Lily Montarcih
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan sumber daya air membutuhkan analisis hidrologi berdasarkan data  curah hujan, data debit,dan data  iklim yang benar, untuk menghasilkan perencanaan, penelitian, dan pengelolaan sumber daya air yang  efektif dan efisien. Untuk menentukan jumlah stasiun penakar hujan dan penyebaranya yang ideal, maka perlu dilakukan analisa rasionalisasi stasiun Penakar hujan metode World Meteorological Organization (WMO), metode Kagan Roda dan metode bobot. Pada DAS Rondoningo seluas 233 Ha telah terpasang 8 stasiun penakar hujan, menurut analisa metode WMO diketahui terlalu rapat. Berdasarkan rasionalisasi metode Kagan Roda dan metode Bobot dapat ditentukan cukup3stasiun hujan dipertahankan dan 5 stasiun hujan ditutup. Hujan rancangan metode Gumbel dan Log Person III,berdasarkan data hujan antara 8 stasiun hujan dan dari 3 stasiun hujan menghasilkan selisih ysng kecil 8mm s/d10 mm, Hal ini mempertegas bahwa pada DAS Rondoningo tidak perlu dipasang 8 stasiun tetapi cukup dipasang 3 stasiun hujan.   Kata kunci: Penakar hujan eksisting, Rasionalisasi hidrologi, penakar hujan efektif dan efisien   ABSTRACT: The Development of water resources requires hydrological analysis based on rainfall data, discharge data, and correct climate data, to produce an effective, efficient water resources planning, research and management. To determine the ideal number of rain gauge station and its ideal distribution, it is necessary to analyze rationalization of World  Meteorological Organization (WMO) method, Kagan Roda method and score method. In the 233 Ha DAS Rondoningo  has been installed 8 rain gauge stations. According to WMO method analysis it is considered to be too tight. Based on the rationalization of the Kagan Roda method and the Score method only 3 rain gauge stations are maintained, while 5 rain gauge stations should be closed . The rain desing of the Gumbel  methodand Log Person III method, based on rain data between 8 rain gauge stations and from 3 rain gauge stations, resulted in a small difference of 8mm to 10 mm. This confirms that in the Rondoningo basin there is no need to install 8 stations, but only 3 rain gauge stations are enough to install. Key words: existing rain gauge, hydrological rationalization, rain gauge  effective and efficient
STUDI PERENCANAAN JARINGAN PERPIPAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA KEPATIHAN KECAMATAN TIRTOYUDO KABUPATEN MALANG Nurdaya, Wendy Dwi; Ismoyo, M. Janu; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Desa Kepatihan masih belum memiliki fasilitas instalasi penyediaan air bersih. Menurut data debit berdasarkan hasil pengukuran dilapangan, sumber mata air yang terletak di Desa Kepatihan mempunyai kapasitas debit 5,7 l/dt yang akan di rencanakan untuk memenuhi kebutuhan air penduduk Desa Kepatihan hingga 20 tahun ke depan yaitu pada tahun 2017 dengan jumlah penduduk 2.806 jiwa hingga pada tahun 2037 dengan jumlah penduduk 3.392 jiwa. Perencanaan jaringan perpipaan air bersih menggunakan program software Watercad V.8.i. Jumlah kebutuhan air rerata penduduk di Desa Kepatihan yang dibutuhkan pada tahun 2037 sebesar 3,115 l/dt sedangkan kebutuhan air pada jam puncaknya di tahun yang sama sebesar 4,860 l/dt. Hasil simulasi desain jaringan pipa menggunakan pipa berjenis PVC (Poly Vinyl Chloride) yang di rencanakan untuk melayani kebutuhan air rata-rata maupun pada jam puncak warga Desa Kepatihan. Rencana anggaran biaya pekerjaan jaringan perpipaan penyediaan air bersih yang direncakan di Desa Kepatihan sebesar Rp. 460.055.700,00. Kata Kunci: air bersih, jaringan perpipaan, simulasi, watercad, rencana anggaran biaya ABSTRAK: Kepatihan Village don’t have yet water supply installation facilities. According to data based on measurement discharge results in the field, water source that located in Kepatihan Village has discharge capacity of 5,7 l/s that will be planned to fulfill water demand Kepatihan Village for the next 20 years that is in 2017 with a population of 2.806 people until in 2037 with a population of 3.392 people. Planning of clean water pipelines network using software Watercad V.8.i program. The amount of average population water demand in the village of Kepatihan in 2037 is 3,115 l/s and the water demand at peak hours in the same year is 4,860 l/s. Pipe network design simulation results using manifold pipes PVC (Poly Vinyl Chloride) planned to serve the average water demand and at peak hour water demand for Kepatihan Villagers. Budged plan for clean water pipeline network manufacture in Kepatihan Village is Rp. 460.055.700,00. Keywords: clean water, pipelines network, simulation, watercad, budget plan
ANALISA EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN DENGAN RUMUS EMPIRIS DI STASIUN GEOFISIKA KARANGKATES MALANG Adjit, Farhana Tamara Dewi Venussitha; Harisuseno, Donny; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan (ET0) merupakan evapotranspirasi pada suatu lahan yang ditumbuhi rumput hijau setinggi 8 – 15 cm atau disebut dengan tanaman rujukan. Besarnya nilai evapotranspirasi sulit diukur karena keterbatasan alat yang ada pada lokasi studi. Oleh karena itu dibutuhkan metode pendekatan yang cocok dan akurat untuk dapat menduga besarnya nilai evapotranspirasi. Studi ini bertujuan menganalisa metode yang cocok dan akurat dari beberapa rumus empiris yaitu Thornwhaite, Hargreaves 1974, dan Penman Monteith. Hasil ET0 rumus empiris dibandingkan dengan ET0 hasil pengamatan kemudian dilakukan kalibrasi dengan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil kalibrasi yang paling memenuhi parameter uji merupakan metode yang terpilih. Berdasarkan kalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih adalah Penman Monteith dengan nilai NSE tertinggi 0,977, nilai MAE paling rendah 0,131, nilai R2 tertinggi 0,844 dan nilai Kr paling rendah 3,688% Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih. ABSTRACT: Reference crop evapotranspiration (ET0) is evapotranspiration on a land by green grass with 8 – 15 cm height or known as crop reference. The amount of evapotranspiration is difficult to measure because there are limited devices in the study site. Therefore it needs suitable and accurate approach method to suppose the reference crop evapotranspiration value. The study aims to analyze the suitable and accurate methods of several empirical equations (Thornwhaite, Hargreaves 1974, and Penman Monteith). The (ET0) resulted from empirical formula compared to (ET0) observation then calibrated with the Nash- Sutcliffe (NSE) efficiency test, Mean Absolute Error (MAE), relative error (KR) and coefficient of determination (R2). The result of the calibration that fullfill the parameter is the selected method. Based on calibration concluded that the selected method was Penman Monteith with the highest NSE value 0,977,, the lowest MAE value 0,131, the highest R2 value 0,844 and the most recent Kr Low 3,688% Keywords: reference crop evapotranspiration, empirical equations, calibration, selected method.ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan (ET0) merupakan evapotranspirasi pada suatu lahan yang ditumbuhi rumput hijau setinggi 8 – 15 cm atau disebut dengan tanaman rujukan. Besarnya nilai evapotranspirasi sulit diukur karena keterbatasan alat yang ada pada lokasi studi. Oleh karena itu dibutuhkan metode pendekatan yang cocok dan akurat untuk dapat menduga besarnya nilai evapotranspirasi. Studi ini bertujuan menganalisa metode yang cocok dan akurat dari beberapa rumus empiris yaitu Thornwhaite, Hargreaves 1974, dan Penman Monteith. Hasil ET0 rumus empiris dibandingkan dengan ET0 hasil pengamatan kemudian dilakukan kalibrasi dengan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil kalibrasi yang paling memenuhi parameter uji merupakan metode yang terpilih. Berdasarkan kalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih adalah Penman Monteith dengan nilai NSE tertinggi 0,977, nilai MAE paling rendah 0,131, nilai R2 tertinggi 0,844 dan nilai Kr paling rendah 3,688% Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih. ABSTRACT: Reference crop evapotranspiration (ET0) is evapotranspiration on a land by green grass with 8 – 15 cm height or known as crop reference. The amount of evapotranspiration is difficult to measure because there are limited devices in the study site. Therefore it needs suitable and accurate approach method to suppose the reference crop evapotranspiration value. The study aims to analyze the suitable and accurate methods of several empirical equations (Thornwhaite, Hargreaves 1974, and Penman Monteith). The (ET0) resulted from empirical formula compared to (ET0) observation then calibrated with the Nash- Sutcliffe (NSE) efficiency test, Mean Absolute Error (MAE), relative error (KR) and coefficient of determination (R2). The result of the calibration that fullfill the parameter is the selected method. Based on calibration concluded that the selected method was Penman Monteith with the highest NSE value 0,977,, the lowest MAE value 0,131, the highest R2 value 0,844 and the most recent Kr Low 3,688% Keywords: reference crop evapotranspiration, empirical equations, calibration, selected method.
STUDI EFISIENSI FILTER PENJERNIH AIR MENGGUNAKAN KOMBINASI BAHAN BATU SCORIA DAN BATU APUNG DENGAN ZEOLIT DAN KERIKIL UNTUK MENGURANGI POLUTAN PADA LIMBAH SINTETIS (Cr dan Pb) Fahmi, Moh. Aziizun; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kandungan logam yang terdapat pada limbah industri sangat berbahaya, contohnya kandungan Cr (Kromium) dan Pb (Timbal). Mahalnya instalasi pengolahan limbah menyebabkan pengolahan limbah selama ini dirasa kurang efisien. Permasalahan ini dapat diatasi dengan filter penjernih air sederhana menggunakan kombinasi bahan batu scoria dan batu apung dengan zeolit dan kerikil. Filter ini menggunakan empat macam variasi bahan filter, yakni batu scoria kasar + batu scoria halus + kerikil, batu apung kasar + batu apung halus + kerikil, batu scoria kasar + batu scoria halus + zeolit + kerikil dan batu apung kasar + batu apung halus + zeolit + kerikil. Kemudian terdapat dua variasi waktu, yakni 18 jam dan 36 jam. Parameter yang diuji adalah pH, suhu, kadar Cr, dan kadar Pb pada limbah sintetis. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan batu apung + zeolit pada variasi bahan filter menghasilkan nilai pH yang terbaik, serta mengurangi kadar Cr dan Pb paling banyak. Untuk suhu, penggunaan batu apung menghasilkan nilai suhu yang paling mendekati nilai suhu ruangan. Sedangkan untuk variasi waktu, variasi waktu 36 jam memberikan hasil yang paling baik untuk seluruh parameter uji.   Kata Kunci: limbah sintetis, pH, suhu, Cr, Pb, variasi bahan filter, variasi waktu   ABSTRACT: The metal content found in industrial waste is very dangerous, for example Cr (Chromium) and Pb (Plumbum). The high cost of a waste treatment has caused waste processing to be considered inefficient. This problem can be solved by a simple water purifier filter using a combination of scoria stone and pumice stone with zeolite and gravel. This filter used four different types of filter material, the variations were coarse scoria stone + fine scoria stone + gravel, coarse pumice stone + fine pumice stone + gravel, coarse scoria stone + fine scoria stone + zeolite + gravel and coarse pumice stone + fine pumice stone + zeolite + gravel. Then there are two time variations, 18 hours and 36 hours. The parameters tested were pH, temperature, Cr content, and Pb content in synthetic sewage. The experimental results showed that pumice stone + zeolite in a variations of filter material produced the best pH value, as well as reduced the content of Cr and Pb at most. For temperature, pumice stone produced the best value. For time variations, time variation of 36 hours gave the best results for all parameters. Keywords: synthetic sewage, pH, temperature, Cr, Pb, filter material variations, time variations
STUDI PENENTUAN PRIORITAS REHABILITASI SALURAN BERDASARKAN EFISIENSI SALURAN PADA SALURAN SEKUNDER TEKUNG JARINGAN IRIGASI TEKUNG KABUPATEN LUMAJANG Fatian, Firdaus Achmad; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Jaringan Irigasi Tekung dibangun pada tahun 1925 dan mampu mengairi 1920 hektar lahan persawahan. Kondisi J.I Tekung saat ini mengalami beberapa kerusakan terutama di saluran sehingga menyebabkan menurunnya nilai efisiensi dan kinerja saluran. Untuk itu diperlukan adanya perhitungan efisiensi saluran dan identifikasi kerusakan saluran agar dapat menentukan upaya yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi saluran. Mengingat luasnya J.I Tekung maka studi ini hanya dibatasi di saluran sekunder Tekung saja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai efisiensi saluran, kinerja saluran, prioritas rehabilitasi saluran, dan biaya rehabilitasi saluran dengan menyajikan dalam peta kondisi saluran Sekunder Tekung dengan aplikasi Google Earth. Hasil dari penelitian ini adalah nilai efisiensi saluran sekunder Tekung sebesar 85%, nilai kinerja saluran di saluran sekunder Tekung sebesar 69% atau dikategorikan dalam kondisi kurang. Prioritas rehabilitasi saluran  peringkat 1 adalah ruas VI (BTK 5D-BTK5) dengan nilai efisiensi sebesar 78% dan kinerja saluran 60% dan membutuhkan anggaran biaya untuk pekerjaan rehabilitasi saluran sebesar Rp.95.645.000,00. Prioritas rehabilitasi saluran peringkat 2 adalah ruas IX (BTK 7E-BTK 7) dengan nilai efisiensi sebesar 79% dan kinerja saluran 60% dan membutuhkan anggaran biaya untuk pekerjaan rehabilitasi saluran sebesar Rp.43.040.800,00. Prioritas rehabilitasi saluran peringkat 3 adalah ruas VIII (BTK 5–BTK 6) dengan nilai efisiensi sebesar 83% dan kinerja saluran 60% dan membutuhkan anggaran biaya untuk pekerjaan rehabilitasi saluran sebesar Rp.11.440.000,00.Kata Kunci: efisiensi, kinerja saluran, prioritas rehabilitasi, biayaABSTRACT: Tekung Irrigation Network  was constructed in 1920 and has an area of 1920 Ha of rice fields. The condition of the Tekung Irrigation is currently experiencing some damage to the irrigation assets primarily in the channel. It cause a degradation in the value of water conveyance efficiency and channel condition. Several technical approaches are necessary to determine the apropiate work to increase the water conveyance efficiency. So the purposes of this study are to determine the water conveyance effficiency, to know the channel condition, to decide the channel rehabilitation priority, and to calculate the channel rehabilitation costs by presenting a map of the condition of the Secondary Channel with Google Earth application.The results of this study were Tekung secondary channel efficiency value was 85%, channel condition value in Tekung secondary channel was 69% or can be categorized as severe condition. The 1st rank of channel rehabilitation priority was the 6th section (BTK 5D - BTK5) with an efficiency value was 78% and channel condition was 60% and required channel rehabilitation cost of Rp.95,645,000.00. The 2nd rank of channel rehabilitation priority was the 9th section (BTK 7E - BTK 7) with an efficiency value was 79% and channel condition was 60%  and required channel rehabilitation cost of Rp.43,040,800.00. The 3rd rank of channel rehabilitation priority was the 8th section (BTK 5 - BTK 6) with an efficiency value was 83% and channel condition was 60% and required channel rehabilitation cost of Rp.11,440,000.00Keywords: Keywords: efficiency, channel condition, rehabilitation priorities, costs
STUDI PENGARUH WAKTU KONSENTRASI TERHADAP VARIASI PANJANG SALURAN DAN KEMIRINGAN LAHAN PADA SALURAN BUATAN MENGGUNAKAN RAINFALL SIMULATOR S12 - MKII yanurianto, danang -; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang paling berpengaruh antara panjang saluran (L) dan kemiringan lahan (S) terhadap waktu konsentasi (Tc). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hidrologi Jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya dengan menggunakan alat Rainfall Simulator S12-MKII sebagai media dalam pengambilan data yang dibutuhkan.Pengambilan data primer dilakukan dengan beberapa variasi panjang dan kemiringan yang berbeda-beda. Pada variasi panjang yaitu 0 cm (tanpa ada saluran/ditutup semua), 40 cm, 80 cm, 120 cm, dan pada kemiringan lahan yaitu sebesar 0%, 0.25%, 0.5% dengan masing-masing dilakukan 2 kali pengulangan. Dalam analisa perhitungan waktu konsentrasi digunakan beberapa rumus sebagai pembanding manakah yang paling mendekati dan sesuai berdasarkan data penelitian di Laboratorium yaitu Rumus Kirpich, Rumus USBR Design Of Small Dams, dan Rumus Izzard. Kemudian dalam menentukan besarnya pengaruh antara panjang saluran (L) dan kemiringan lahan (S) digunakan metode Analisis Regresi Linear dan Analisis Regresi Non Linear. Berdasarkan hasil dari analisa waktu konsentrasi (Tc) tersebut diketahui bahwa Rumus USBR Design Of Small Dams pada obserasi 1 menggunakan analisis regresi linearlah yang paling sesuai dengan penelitian ini, nilai R2 sama dengan 0,977 dimana nilai tersebut jika mendekati 1 maka nilainya semakin bagus dan dinyatakan memiliki keterikatan yang sangat erat. Dapat diambil kesimpulan bahwa panjang saluran (L) menggunakan analisis regresi linear sederhana yang paling berpengaruh terhadap waktu konsentrasi (Tc) daripada kemiringan lahan (S), sebagai berikut: I. Analisis Regresi Linear Sederhana a) panjang saluran (L) persamaannya Y = (-1,758) + 0,131 X  dimana nilai R2 = 0,918, b) Kemiringan Lahan (S) persamaannya Y = (10,703) + (-525,067) X dimana nilai R2 = 0,021. Dan II. Analisis Regresi Non Linear Eksponensial a)Panjang Saluran (L) Y = 1,802  dimana nilai R2 = 0,896 b)Kemiringan Lahan (S) Y = 9,786 dimana nilai R2 = 0,023. Kata kunci :waktu konsentrasi (Tc), panjang saluran (L), kemiringan lahan (S), analisis regresi linear sederhana, analisis regresi nonlinear eksponensial.
STUDI EVALUASI DEBIT TERSEDIA DAN DEBIT KEBUTUHAN UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA JARINGAN IRIGASI TEKUNG KABUPATEN LUMAJANG Lestari, Riska Dewi; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Jaringan Irigasi Tekung mengairi areal irigasi seluas 1920 Ha. Ketersediaan air yang relatif tetap dan kebutuhan air semakin meningkat,  menyebabkan kebutuhan air irigasi kurang terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi debit tersedia dan debit kebutuhan air irigasi di Jaringan Irigasi Tekung. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode FPR (Faktor Palawija Relatif dan LPR (Luas PalawijaoRelatif) untuk menghitung kebutuhan air irigasinya. Dari hasil evaluasi, didapatkan besarnya debit yang mencukupi adalah 22,22 % dan debit yang kurang mencukupi adalah 77,78 %. Besarnya intensitas tanam eksisting 272,760 % dan besarnya intensitas tanam rencana 300 %. Besarnya kebutuhan air irigasi eksisting untuk pembibitan 9,116 lt/dt/ha, untuk garap tanah 2,718 lt/dt/ha, untuk tanam padi 7,032 lt/dt/ha, untuk padi gadu tak ijin 0,503 lt/dt/ha, untuk palawija 2,030  lt/dt/ha, untuk tebu muda 0,709 lt/dt/ha. Rencana sistem pemberian air dilaksanakan secara gilir dan terus menerus. Kata Kunci: Jaringan Irigasi Tekung, Kebutuhan Air, FPR LPR, Pemberian Air.   ABSTRACT: The Tekung Irrigation Network irrigates the area of 1920 Ha. The relatively constant availability of water and increasing water demand has caused irrigation water requirement to be less fulfilled. The purpose of this study is to evaluate available discharge and discharge of irrigation water needs in the Tekung Irrigation Network. In this study the FPR method (Relative Palawija Factor) and LPR (Relative Palawija Area) to calculate irrigation water requirement. From the results of the evaluation, the amount of sufficient discharge was 22,22% and inadequate discharge is 77,78%. The amount of existing planting intensity is 272,760% and the amount of cropping intensity plan is 300%. The amount of existing irrigation requirement for nursery is 9,116 l/sec/ha, for cultivating land 2,718 lt/sec/ha, for rice planting 7,032 lt/sec/ha, for rice gadu not permitted 0,503 lt/sec/ha, for palawija 2,030 lt/sec/ha, for young sugarcane 0.709 lt/sec/ha. The water supply system plan is carried out in shift and continous. Keywords: Tekung irrigation network, Irrigation water needs, FPR LPR, Water supply
Studi Kelayakan Teknis Embung Binalatung 3 Guna Pemenuhan Kebutuhan Air Baku Di Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan Pangestika, Erina Riski; Marsudi, Suwanto; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah penting bagi Kota Tarakan saat ini adalah kekeringan pada musim kemarau  yang mengakibatkan kekurangan pasokan air baku. Namun sebaliknya, ketika musim hujan tiba kondisi Kota Tarakan yang lembab dengan curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir. Untuk itu perlu dibangunnya Embung Binalatung 3 guna menyimpan air pada saat musim penghujan dan air dapat dimanfaatkan saat musim kemarau sebagai pasokan air baku. Tujuan dari studi ini adalah sebagai penilaian kelayakan awal desain Embung Binalatung 3 yang akan dibangun. Sebelum menentukan desain embung, tahap pertama dalam studi ini adalah melakukan analisa hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Tahap selanjutnya adalah perhitungan neraca air yang dilakukan untuk mengetahui kapasitas tampungan dan kebutuhan air. Kebutuhan air dihitung guna memenuhi kebutuhan air baku pada 7 kelurahan di Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan. Kebutuhan air yang didapatkan dari perhitungan adalah 62,96 liter/detik. Untuk mengetahui desain layak atau tidaknya berdasarkan aspek teknis harus ada analisa terhadap rembesan dan analisa stabilitas terhadap lereng tubuh embung. Dari analisa stabilitas terhadap rembesan dengan nilai rembesan sebesar 510-7m3/det, dinyatakan tidak adanya kebocoran pada tubuh embung. Serta dari analisa stabilitas lereng tubuh embung bagian hulu dan hilir pada kondisi kosong, NWL, FWL dan Rapid Drawdown Embung Binalatung 3 ini dinyatakan aman dari bahaya geser (sliding).Abstract The minimum amount of raw water supplies when dry season, becomes the main issue in Tarakan City.  However, with the high rainfall intensity when rainy season causes flooding.  For this reason, a small dam is needed to store water during the rainy season so it can be used as raw water supplies when dry season comes. The planning design of Embung Binalatung 3 included several step. First one is hydrological analysis. The important purpose of this analysis is to determine flood design. Next step is analysis of water balance to determine water supply, which is 62,96 liter/second and storage capacity. Based on the result, the dimension of dam would be designed. Last step is filtration stability analysis and stability analysis of hillside of dam. As the result of analysis, Embung Binalatung 3 is secure about seepage risk. For the stability analysis of hillside of dam in empty, normal water level, flood water level and rapid drawdown condition the result of safety factor obtained that Embung Binalatung 3 is feasible to be designed based on technical aspects.
Studi Efektivitas Variasi Jumlah Sekat Bak Aerasi Pada Model Fisik Terhadap Penurunan Suhu Air Dinina, Dhiya Husna; Yuliani, Emma; Iriawan, Pramono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Air terproduksi yang dihasilkan oleh Petrogas (Basin) limited, Sorong merupakan residu dari pengolahan industri minyak dan gas bumi dan memiliki suhu tinggi. Air bersuhu 600C tersebut tentu akan mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem, sehingga perlu dilakukan adanya suatu pembaharuan instalasi limbah agar limbah yang dihasilkan sesuai dengan standar baku mutu pada Permen LH No. 19 Tahun 2010. Pemberian variasi sekat bak aerasi berjumlah 1,3,5,7, dan 9 dalam beberapa rentang waktu pada suatu model fisik dilakukan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas penurunan suhu air dan adanya pengaruh perlakuan terhadap penurunan suhunya. Metode analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dan Uji Jarak Berganda Duncan. Berdasarkan analisis data secara statistik dengan taraf kepercayaan 5% diketahui nilai Fhitung 4,482, Ftabel senilai 3,68, dan rerata perolehan suhu akhir air terkecil dari Uji Jarak Berganda Duncan adalah 35,8750C. Adapun efektivitas terbesar 40% dengan suhu akhir 370C dan efektivitas terkecil 32% dengan suhu akhir 410C. Kata Kunci: Suhu akhir, Variasi Sekat, Bak Aerasi, Efektivitas.   ABSTRACT: Produced water from Petrogas (Basin) limited, Sorong is a residue of oil and gas proccessing with high temperature. Indeed, that 600C temperature of water will cause ecosystem imbalance, so it needs a waste installation renewal in order that the produced waste conform on quality standard in Environment Minister Regulation No. 19 of 2010. Giving the aeration tank’s baffle variation of 1,3,5,7, and 9 on certain range of time within a physical model was conducted to find out how much the effectiveness of decreased water temperature and the treatment effect against decreased temperature. Data analysis method used were Completely Randomized Design and Duncan’s Multiple Range Test. Based on statistically data analysis with an accuracy level of 5%, it is known that the value of Fcount is 4,482, Ftable is 3,68, and the smallest average value of Duncan’s Multiple Range Test is 35,8750C. Besides, the highest effectiveness is 40% with a final temperature is 370C as well as the smallest effectiveness is 32% with a final temperature is 410C. Keywords: Final Temperature, Baffle Variation, Aeration Tanks, Effectiveness.