cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
VALIDASI DATA CURAH HUJAN TRMM (TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSION) DENGAN POS STASIUN HUJAN DI SUB DAS BANGO Atthahirah, Mutiara; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan ketersediaan pos stasiun hujan untuk mencatat data curah hujan sebagai data hidrologi merupakan salah satu permasalahan utama dalam perencanaan dibidang sumber daya air. Salah satu penyelesaiaan dari permasalahan ini adalah memanfaatkan data dari satelit salah satunya adalah satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission). Satelit TRMM merupakan salah satu misi NASA untuk memantau perubahan cuaca global dengan mengobservasi stuktur hujan. Sebelum digunakan data TRMM perlu dilakukan validasi terlebih dahulu. Validasi data digunakan untuk mengetahui kesesuaian dengan data curah hujan hasil pengukuran agar dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi. Sub DAS Bango digunakan sebagai studi kasus karena dirasa memiliki ketersediaan data yang memadai. Metode validasi menggunakan analisis statistika standar yaitu Root Mean Square Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R) dan Kesalahan Relatif (KR). Proses validasi dilakukan dengan dua tahap, yaitu analisis data tidak terkoreksi dan analisis data terkoreksi. Dari hasil validasi didapatkan bahwa validasi data terkoreksi menunjukan hasil yang lebih baik dari pada hasil data tidak terkoreksi. Berdasarkan keseluruhan analisis, data TRMM dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi.   The limited ground stations to record rainfall data as hydrological data is one of the problem in water resources building planning. One solution to this problem was used satellite data, one of which is the TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission). TRMM are one of NASA's missions to monitor global weather change by observing rain structures. Before used TRMM data, validation needed to be done first. This data validation was used to determine the suitability of rainfall data from the measurement results so that it can be used as an alternative to hydrological data. The Bango Sub-Watershed was used as a case study because it has adequate data availability. The validation method used standard statistical analysis those were Root Mean Square Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R) and Relative Bias (KR). The validation process was done in two stages, those were uncorrected data analysis and corrected data analysis. From the results of the validation, it was found that corrected data validation showed better results than the results of uncorrected data analysis. Based on the overall analysis, TRMM data can be used as an alternative to hydrological data.  
ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN SISTEM DRAINASE KELURAHAN PISANGCANDI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG nurdiyanti, trisia arifina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu infrastruktur yang sangat penting dalam perkotaan saat ini adalah sistem drainase.  Permasalahan sistem drainase yang terjadi pada Kelurahan Pisangcandi yaitu kurangnya bangunan inlet, perubahan tata guna lahan dan kurangnya kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran drainase.  Oleh karena itu dilakukan perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan Sistem Drainase. Berdasarkan penilaian kinerja sistem drainase pada Kelurahan Pisangcandi didapatkan nilai 6545,6 termasuk pada kategori cukup. Dari hasil evaluasi perhitungan debit Q5 dan Q10 tahun terdapat 5 saluran dari 13 saluran yang  tidak mampu menampung dan mengalirkan debit rancangan.  Penanganan genangan yang direncanakan pada saluran dengan penambahan dimensi untuk 5 saluran yang tidak mampu menampung debit rancangan dan pengerukan sedimentasi.  Biaya yang dibutuhkan untuk penambahan dimensi sebesar Rp 5.306.195.100, dan biaya yang dibutuhkan untuk pengerukan sedimen Rp 48.383.624   Kata kunci: Sistem drainase, AKNOP, Debit Rancangan, Operasi dan Pemeliharaan   ABSTRACT One of the infrastructure very important in urban areas today is the drainage system. Drainage system problems that occured in Pisangcandi Village were lack of inlet buildings, changes in land use and lack of operations and maintenance the drainage canal. That was why needed to calculate the real need of drainages operation and maintenance. Based on the assessment of a drainage system performance in Pisangcandi Village, the value were 6545.6 included in medium category. From the results of evaluating Q5 and Q10 discharge calculations, there were 5 canals from 13 canals that were unable to accommodate and drain the design discharge. Puddle handling planned on the canal with addition of dimensions for 5 canals that were unable to accommodate design discharge and dredging sediments. The cost required for the addition of dimensions was Rp. 5,306,195,100 and AKNOP cost for dredging sediments was Rp. 48,383,624. Keywords: Drainage system, AKNOP, Design Flow, Operation and Maintenance.
ANALISIS STABILITAS PERKUATAN LERENG SUNGAI PANCIR KABUPATEN JOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSTUDIO Islami, Fikry Asri; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pada studi ini, analisis stabilitas dilakukan dengan menggunakan Software Geostudio 2012 serta perhitungan manual menggunakan metode irisan fellenius. Analisis stabilitas dihitung dengan mempertimbangkan kondisi hidraulis aliran di sungai dengan menggunakan program HEC-RAS 4.0 sehingga dapat diketahui kondisi muka air banjir yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk merencanakan bangunan pengendali banjir. Dalam studi ini, bangunan pengendali banjir yang akan direncanakan yaitu tanggul parapet serta bangunan perkuatan lereng berupa bronjong. Perencanaan bangunan perkuatan lereng berdasarkan kondisi lereng eksisting yang kritis (memiliki nilai Faktor Keamanan > 1,5). Sedangkan perencanaan tanggul parapet berdasarkan Q25th yaitu sebesar 208,817 m3/detik. Hasil perencanaan didapatkan tinggi tanggul parapet 1,5 m, lebar pondasi (B) 1,2 m dan kedalaman pondasi (D) 0,5 m sedangkan bangunan perkuatan lereng (bronjong) memiliki tinggi 6,5 m. Perhitungan stabilitas dinyatakan aman dalam segala kondisi (guling, geser, gempa, daya dukung tanah).   Kata kunci: banjir, tanggul parapet, bronjong, stabilitas.   ABSTRACT: In this study, stability analysis was calculated by Geostudio 2012 Software and also by manual  with Fellenius Slice Method. The hydraulic condition of the flow in the river has been analyzed by using the HEC-RAS 4.0 program which can be used used as a basis for to design flood control structures. In this study, the planned flood control structures were the paravet structures and retaining slope in the form of gabions. Planning for building retaining slope based on slope existing conditions (having a Safety Factor under 1,5). While planning the paravet based on Q25th which is 208,817 m3/second. From the paravet design, it is obtained that height of paravet is 1,5 m, the width of foundation (B) is 1,2 m and the depth of foundation (D) is 0,5 m, while the height of the gabions is 6,5 m. Calculation of stability is stated to be safe in all conditions (overturning, sliding, earthquake and bearing capacity). Keywords: flood, paravet, gabions, stability.
Studi Perencanaan Seawall Pada Lahan Reklamasi Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Nugraha, Antonius Wayan Bayu; Suprijanto, Heri; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Ditetapkannya Bali sebagai tuan rumah International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeting 2018 berdampak pada pertumbuhan lalu lintas bandara. Mengantisipasi hal tersebut, dilakukan penambahan jumlah parkir pesawat dengan memperluas apron sisi barat, dan juga penambahan luas lahan bandara dengan reklamasi. Perlu direncanakan bangunan pengaman berupa seawall untuk melindungi daerah reklamasi saat dan setelah pekerjaan. Seawall direncanakan berupa rubble mound structure dengan armor tetrapod. Adapun dari aspek geoteknik, perlu ditinjau potensi likuifaksi dan daya dukung tanah di lokasi pekerjaan dan penanganannya guna mencegah kerusakan struktur pengaman pantai maupun fasilitas bandara. Tahapan studi dilakukan dengan menganalisis gelombang rencana kala ulang 50 tahun berdasar data angin historis dan fetch. Kemudian dapat ditentukan dimensi bangunan berdasar gelombang maksimum. Jika bangunan memenuhi stabilitas, dilanjutkan dengan analisis RAB. Perhitungan likuifaksi dilakukan berdasar data CPT (Cone Penetration Test). Seawall direncanakan 3 tipe pada kedalaman -1,25 m; -1,50 m; -1,75 m dengan panjang total 1450 m, elevasi crest +6,0 m dan analisis likuifaksi di lahan reklamasi sebanyak 2 titik dinyatakan tidak aman dan perlu penanganan soil improvement dengan metode vibroflotation.Kata kunci: reklamasi bandara, seawall, likuifaksi, rencana anggaran biayaABSTRACT: The establishment of Bali as the host of the International Monetary Fund (IMF) - World Bank Annual Meeting 2018 is having an impact on the growth of airport traffic. Anticipating this, an increase in the amount of aircraft parking was carried out by expansion of the west side apron, as well as the addition of airport land area by reclamation. A security building in the form of a seawall is intended to protect the reclamation area during and after work. The Seawall is designed as rubble mound structure with tetrapod armor. As for the geotechnical aspect, it is necessary to review the potential of liquefaction and the bearing capacity of the land at the location of work and its handling to prevent damage to the coastal safety structures and airport facilities. The stages of the study were carried out by analyzing a wave of 50-year return plans based on historical wind and fetch data. Then the building dimensions can be determined based on maximum waves. If the building meets the stability requirements, proceed with the budget plan analysis. Calculation of liquefaction is based on Cone Penetration Test data. The Seawall is planned for 3 types at a depth of -1.25 m; -1.50 m; -1.75 m with a total length of 1450 m, crest elevation +6.0 m and liquefaction analysis on the reclamation area of 2 points declared unsafe and necessary soil improvement handling with vibroflotation method.Keywords: Airport reclamation, seawall, liquefaction, budget plan
EVALUASI KERENTANAN AKUIFER DENGAN MENGGUNAKAN METODE GOD BERDASARKAN HASIL PENYELIDIKAN GEOLISTRIK (Studi Kasus di Desa Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan) Fakhruddin, Muhammad Farid; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Meningkatnya produksi limbah padat dan cair yang dihasilkan dari berbagai aktivitas pertanian, industri, dan perumahan dikhawatirkan akan dapat mencemari air tanah di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Langkah awal yang diperlukan untuk mengantisipasi potensi bahaya pencemaran terhadap air tanah adalah dengan cara melakukan penilaian tingkat kerentanan akuifer di lokasi tersebut. Penilaian tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran dapat dilakukan dengan menggunakan metode GOD yang terdiri atas parameter jenis akuifer, lapisan pembatas atas akuifer, dan kedalaman akuifer. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memetakkan pola sebaran tingkat kerentanan akuifer  terhadap pencemaran di lokasi penelitian. Parameter-parameter dalam metode GOD dapat ditentukan berdasarkan penyelidikan geolistrik. Pemetaan tingkat kerentanan akuifer dilakukan dengan menggunakan metode Kriging pada program Surfer untuk menggambarkan sebaran tingkat kerentanan akuifer di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis menggunakan metode GOD dapat dinyatakan bahwa tingkat kerentanan akuifer bebas di lokasi penelitian menunjukkan wilayah tingkat kerentanan sedang mencakup luas 3,21% (10,6 ha) dan wilayah tingkat kerentanan tinggi mencakup luas 96,79 % (319,4 ha) dari luas total wilayah yang diteliti.   Kata Kunci : akuifer, kerentanan, geolistrik, metode GOD. ABSTRACT : The increased production of solid and liquid waste generated from various agricultural, industrial and housing activities is feared to pollute ground water in Kenep Village, Beji District, Pasuruan Regency. The first step needed to anticipate the potential danger of groundwater pollution is to assess the level of vulnerability of aquifers in that location. Evaluation of the susceptibility level of aquifers to pollution can be done using the GOD method which consists of aquifer type parameters, aquifer limiting layers, and aquifer depth. This research was conducted with the aim of mapping the distribution pattern of susceptibility of aquifers to pollution at the study site. The parameters in the GOD method can be determined based on geoelectrical investigation. Mapping the level of aquifer susceptibility carried out using the Kriging method in the Surfer program to describe the level of vulnerability of aquifers in the study location. Based on the results of the mapping and analysis using the GOD method it can be stated that the susceptibility level of free aquifers in the study location showed that the area of vulnerability includes 3.21% (10.6 ha) and high vulnerability areas covering 96.79%. (319.4 ha) of the total area studied. Keywords : aquifer, vulnerability, geoelectrical, GOD method
STUDI PERENCANAAN POLA OPERASI WADUK SURUMANA UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN IRIGASI KABUPATEN DONGGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH Lisyahadah, Annida; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWaduk Surumana terletak di Desa Ongulara, Kecamatan Banawa Selatan, KabupatenDonggala, Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air untukpenyediaan air bersih Kabupaten Donggala serta air irigasi untuk lahan seluas 2100 hektar.Perencanaan pengoperasian waduk sangat diperlukan, agar kebutuhan yang direncanakandapat terpenuhi. Studi ini menggunakan empat keandalan debit (debit air cukup 26,02%,debit air normal 50,68%, debit air rendah 75,34% serta debit air kering 97,30%) yangdihitung menggunakan metode karakteristik aliran (flow characteristic). Dalamperencanaan pedoman pola operasi waduk, semua hasil perhitungan dianalisamenggunakan metode simulasi pola operasi waduk berdasarkan karakteristik tampungan(rule curve). Simulasi pola operasi waduk menggunakan empat keandalan debit inflow,kebutuhan debit outflow serta data teknis waduk. Dari hasil perhitungan, air irigasi yangdibutuhkan sebesar 71,799 juta m3 serta air bersih sebesar 1,227 m3/detik. Hasil simulasipola operasi Waduk Surumana menghasilkan debit rerata lepasan sebesar 2,502 juta m3untuk berbagai kondisi keandalan. Rerata kebutuhan air irigasi yang dapat dipenuhi seluas1288,9 hektar dan air bersih sebanyak 147325 jiwa untuk berbagai kondisi keandalan.Kata kunci: rule curve, keandalan debit, pola operasi waduk, simulasi wadukABSTRACTSurumana Reservoir is located in Ongulara Village, South Banawa Subdistrict, DonggalaRegency, Central Sulawesi are expected to fulfill water requirements for clean watersupply in Donggala Regency and irrigation water for 2100 hectares. Reservoir operationplanning is very necessary, so that planned requirements can be fulfilled. This study wereused four discharge reliability (enough water discharge 26,02%, normal water discharge50,68%, low water discharge 75,34%, and dry water discharge 97,30%) which wascalculate using flow characteristic method. For planning the reservoir operation guideline,all calculation results was analyzed using simulation method of reservoir operationpattern based on Rule Curve. Simulation of reservoir operation patterns were used fourinflow discharge reliability, outflow discharge requirements and reservoir technical data.From the calculation, irrigation water requirements was 71,799 million m3 and cleanwater was 1,227 m3/second. The average outflow result of operation pattern simulation atSurumana reservoir was 2,502 million m3 for various reliability conditions. The average ofirrigation water requirements that can be fulfilled was 1288,9 hectare and clean water was147325 people for various reliability conditions.Keywords: rule curve, discharge reliability, reservoir pattern operation, reservoirsimulation
STUDI PERENCANAAN EMBUNG AEK SIMARE DESA SINTONG KECAMATAN LAGUBOTI KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA Danang, Kiswanto -; Suprijanto, Heri -; Pitojo, Juwono Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK: Daerah Kabupaten Toba Samosir terdapat banyak daerah persawahan yang hanya mengandalkan air hujan sementara itu kebutuhan domestik untuk daerah perkotaan dan pedesaan juga sangat minim. Hal ini membuat potensi pertaniannya maenjadi terhambat karena kurang maksimalnya ketersediaan kebutuhan air irigasinya. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, alternatif yang dapat dilakukan terhadap air irigasi yaitu dengan menyimpannya pada sebuah tampungan yakni dengan dibangunnya suatu embung dengan tujuan utamannya sebagai tempat tampungan air di musim hujan dan digunakan secara efisien di musim kemarau yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mensuplai  kebutuhan air untuk irigasi di Daerah Irigasi Toba Samosir. Dari analisis yang sudah dilakukan, didapatkan tinggi embung 13,5 meter dengan tinggi embung berada pada elevasi +987,5 m, lebar puncak embung 5,6 m, kemiringan hulu 1 : 2,5, kemiringan hilir 1 : 2,0, dan volume tampungan efektif sebesar 113.300,5 m3,volume tampungan mati 1.223,3 m3, volume tampungan total 114.523,8 m3. Sedangkan bangunan pelimpah yang digunakan adalah overflow type dengan lebar pelimpah 9,5 m dengan puncak mercu pelimpah berada pada elevasi +983 m. Dalam analisis stabilitas, analisis yang digunakan dalam stabilitas lereng embung yaitu dengan metode Fellenius dan dari hasil analisis didapatkan angka keamanan yang memenuhi syarat. Untuk analisis keamanan pelimpah terhadap gaya geser dan gaya guling, dalam kondisi normal dan juga gempa didapatkan angka aman yang telah memenuhi syarat. Kata kunci : Embung Aek Simare, Pelimpah, Stabilitas, TampunganABSTRACT: Toba Samosir District there are many rice fields that rely only on rainwater while the domestic needs for urban and rural areas is also very minimal. This makes the potential of agriculture becomes hampered because of lack of maximum availability of irrigation water needs. In relation to these problems, an alternative that can be done to irrigation water is by storing it in a container that is with the construction of a pond with the ultimate goal as a place of water reserves in the rainy season and used efficiently in the dry season which later can be utilized to supply water needs for irrigation in the Toba Samosir Irrigation Area. From the analysis that has been done, we found that the height of the Small Dam was 13,5 meters with the height of the Small Dam at the elevation of +987,5 m, the top of the Small Dam of 5.6 m, the slope of the upstream 1: 2,5, the downward slope of 1: 2,0, and the effective volume of 113.300,5.38 m3 , dead storage volume 1.223,3 m3, total storage volume 114.523,8 m3. Whereas the overflow building used is an overflow type with a width of 9,5 m overflow with the top of the spillway located at +983 m elevation. In the  stability analysis, the analysis used in slope stability is Fellenius method and from the analysis result obtained the qualified security number. For analysis spillway safety shear strenght and over turning, in normal condition and also earthquake obtained secure number that has been qualified. Keywords: Bonan Dolok Small Dam, Spillway, Stability, Storage
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI MINUMAN SARI BUAH DENGAN KOMBINASI SISTEM ANAEROB DAN AEROB DI AGROWISATA BATU Aditya, Yogi; Sholichin, Moh.; Wibisono, Gunawan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Industri minuman sari buah juga termasuk industri pangan dengan potensi pencemaran lingkungan dari hasil limbahnya. Limbah minuman sari buah yang dihasilkan belum sesuai dengan baku mutu air sesuai peraturan pemerintah. Hasil analisis air limbah di PERUM JASA TIRTA didapatkan kandungan BOD 427 mg/L, COD 1.393,3 mg/L, TSS 242,7 mg/L, pH 5,1. Berdasarkan kriteria air limbah yang dihasilkan ditentukan pengolahan anaerob menggunakan sistem biakan aliran turun dan pengolahan aerob menggunakan sistem biakan melekat tercelup dengan aliran turun. Hasil dari perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah ini berdasarkan efisiensi yang direncanakan pada setiap bak maka didapatkan perkiraan kualitas effluent BOD 5,07 mg/L, COD 16,55 mg/L, TSS 0,26 mg/L, pH 6,7. Kualitas effluent ini sudah sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan Keputusan Gubernur Jatim Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya.   Kata kunci: limbah minuman sari buah, aerob dan anaerob, ekualisasi, biofilter, bak pengendapan akhir   ABSTRACT: Beverage industry also includes the food industry with the potential for environmental pollution from the waste products. Beverage Industry produced are not in accordance with water quality standards according to government regulations. Results of analysis of wastewater at PERUM JASA TIRTA obtained BOD content of 427 mg / L, COD 1,393.3 mg / L, TSS 242.7 mg / L, pH 5.1. Based on the criteria for wastewater, anaerobic treatment is determined using downflow attached growth and aerobic processing using downflow submerged attached growth processes. The results of the planning of this Wastewater Treatment Plant are based on the planned efficiency of each tank so that the estimated quality of BOD effluent is 5.07 mg / L, COD 16.55 mg / L, TSS 0.26 mg / L, pH 6.7. The quality of this effluent is in accordance with the quality standards established by the East Java Governor Decree Number 72 of 2013 concerning Waste Water Quality Standards for Industries and / or Other Business Activities. Keywords: beverage industry, aerobes and anaerobes, equalization, biofilter, final deposition
ANALISA PERHITUNGAN EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN (ET0) DENGAN BEBERAPA PENDEKATAN EMPIRIS DI STASIUN METEOROLOGI KLAS I JUANDA SURABAYA Visi Murpratiwi, Aisyah; Harisuseno, Donny; Soetopo, Widandi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Evapotranspirasi merupakan data hidrologi yang sangat penting untuk menentukan permodelan hidrologi. Oleh karena itu studi ini menganalisa metode perhitungan evapotranspirasi rujukan (ET0), yaitu, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, Penman FAO, dan Model Regresi Linier Berganda. Studi ini menggunakan data iklim (Suhu, Kecepatan Angin, Kelembaban Udara, Lama Penyinaran, Tekanan Udara, dan Radiasi Matahari) di Stasiun Meteorologi Klas I Surabaya. Hasil analisa dari studi yaitu menguji dan menentukan metode yang terbaik untuk lokasi studi. Metode terbaik ditentukan melalui beberapa tahapan kalibrasi dan verifikasi. Tahapan tersebut melakukan beberapa pengujian yaitu Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Root Mean Squared Error (RMSE), Koefisien Determinasi (R2), dan Kesalahan Relatif (Kr). Berdasarkan hasil pengujian, metode yang terbaik adalah model regresi linier berganda yang dipengaruhi 4 data iklim (suhu, kecepatan angin, kelembaban udara, dan lama penyinaran). Sehingga perhitungan evapotranspirasi rujukan (ET0) model regresi linier berganda yang dipengaruhi 4 data iklim dapat diterapkan pada lokasi studi. Kata Kunci: Evapotranspirasi Rujukan, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, Penman FAO, Model Regresi Linier Berganda   ABSTRACT:. Evapotranspiration is a hydrological data that is very important for determining hydrological modeling. Therefore this study analyzes the method of calculation reference evapotranspiration (ET0), namely, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, FAO Penman, and the Multiple Linear Regression Model. This study uses climate data (Temperature, Wind Speed, Air Humidity, Length of Radiation, Air Pressure, and Solar Radiation) at the Class I Surabaya Meteorological Station. The results of the study analysis are testing and determining the best method for the study location. The best method is determined through several calibration and verification stages. The stages carried out several tests, namely Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Root Mean Squared Error (RMSE), Determination Coefficient (R2), and Relative Error (Kr). Based on the results of testing, the best method is multiple linear regression models that are influenced by 4 climate data (temperature, wind speed, air humidity, and duration of irradiation). With the result that calculation of reference evapotranspiration (ET0) multiple linear regression model that is influenced by 4 climate data can be applied to the study location. Keywords: Reference Crop Evapotranspiration, Blaney Criddle, Makkink, Thornthwaite, Penman FAO, Multiple Linear Regression Model.
perencanaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) wudhu dengan mengggunakan alat filter sederhana di lingkungan SMP Negeri 6 Malang Juziwijaya, Dudiman; Chandrasasi, Dian; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah dari air wudhu putera di Masjid Al-Hidayah SMP Negeri 6 Malang tidak dimanfaatkan kembali, hal tersebut disebabkan tidak adanya instalasi pengolahan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air dari limbah wudhu, besar debit yang dihasilkan oleh alat filter sederhana, efisiensi penurunan alternatif alat filter sederhana antara Alternatif I (ketebalan pasir silika 70 cm dan ketebalan zeolit 30 cm), Alternatif II (ketebalan pasir silika 65 cm dan ketebalan zeolit 35 cm) dan Alternatif III (ketebalan pasir silika 60 cm dan ketebalan zeolit 40 cm) dan mengetahui efisiensi terbesar dari ketiga alternatif untuk memenuhi standar baku mutu air kelas I. Dari hasil uji kualitas air limbah air wudhu terdapat dua parameter yang tidak memenuhi standar,Yaitu BOD dan COD. Debit yang dihasilkan oleh alat filter sederhana Alternatif I 340.48 lt/jam, Alternatif II 359.041 lt/jam dan Alternatif III 377.62 lt/jam. efisiensi media filter untuk menurunkan dan menaikan nilai parameter dikelompokkan tidak efektif. Dari hasil analisa nilai efisiensi terbesar didapatkan alternatif I yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) 22,57 % ,Dissolved Oxygen (DO) 5,86% , pH 7,50 % ,dan ammonia (NH3) 11,83%.