cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
STUDI EFISIENSI METODE ZIG-ZAG AERATOR VERTIKAL MENGGUNAKAN FILTER SPONGE UNTUK MEREDUKSI NILAI KEKERUHAN DAN MENAIKKAN NILAI DO Siregar, Yoan Nathalia; Prayogo, Tri Budi; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Air buangan limbah domestik dihasilkan dari kegiatan rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat setiap harinya secara rutin. Limbah domestik akan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan dan masyarakat bila tidak dikelola dengan benar. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan 3 kali pengulangan pada faktorial 2x3x2. Faktor pertama adalah debit, yaitu menggunakan 0,07 liter/detik dan 0,02 liter/detik. Faktor kedua adalah kemiringan plat, yaitu 0°, 5°, dan 10°. Faktor ketiga yaitu jumlah plat, yaitu 6 buah dan 4 buah. Penelitian ini menggunakan limbah domestik buatan dalam pengolahannya, serta menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal dengan filtrasi sponge. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan efisiensi kemiringan plat, debit, dan jumlah plat pada pengolahan limbah domestik buatan menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal dengan filtrasi sponge terhadap parameter kekeruhan, DO, dan pH. Dari hasil penelitian, didapatkan efisiensi untuk DO 22% - 68%, kekeruhan memiliki efisiensi 50% - 68%, dan pH hanya 1% - 3%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan untuk pengolahan menggunakan Zig-Zag Aerator Vertikal menggunakan debit 0,02 liter/detik, kemiringan plat 0°, dan jumlah plat 6 buah akan memberikan hasil yang maksimal.ABSTRACT: Domestic waste water is generated from household activities carried out by the community on a daily basis. Domestic waste will cause problems for the environment and society if it is not managed properly. Complete Random Design Method (CRD) was used with 3 repetitions in factorial 2x3x2. The first factor is debit, which uses 0.07 liters / second and 0.02 liters / second. The second factor is the slope of the plate, which is 0 °, 5 °, and 10 °. The third factor is the number of plates, which is 6 pieces and 4 pieces. This research uses artificial domestic waste in its processing, and uses Vertical Zig-Zag Aerators with sponge filtration. This research was conducted to determine the effect and efficiency of plate, discharge, and plate number on artificial domestic waste processing using Zig-Zag Vertical Aerator with sponge filtration on turbidity, DO, and pH parameters. From the results of the study, obtained efficiency for DO 22% - 68%, turbidity has an efficiency of 50% - 68%, and pH is only 1% - 3%. From the results of the study, it can be concluded for processing using Zig-Zag Vertical Aerator using a discharge of 0.02 liters / second, slope of the plate 0 °, and the number of plates of 6 pieces will provide maximum results.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE STADION UTAMA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XX/2020 DI DISTRIK SENTANI TIMUR, KABUPATEN JAYAPURA, PROVINSI PAPUA Ramadhani, Tresna Asih Utami; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Stadion utama yang akan digunakan untuk acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua ini merupakan kebanggaan bagi kota Papua karena merupakan tuan rumah. Sistem drainase stadion terbagi atas sistem drainase bawah permukaan dan sistem drainase permukaan. Dalam perencanaan sistem drainase hal pertama yang dilakukan adalah analisis hidrologi, dilanjutkan struktur tanah lapangan dan perencanaan pipa bawah permukaan. Langkah selanjutnya melakukan perhitungan debit limpasan dan debit air kotor dari tribun untuk perencanaan sistem drainase permukaan. Perhitungan curah hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun menggunakan distribusi Log Pearson III didapat sebesar 134,39 mm/hari. Setelah itu direncanakan struktur tanah bawah permukaan lapangan yang terdiri dari bahan pasir urug dan pupuk kandang, pasir murni, geokomposit, dan batu koral yang dibawahnya direncanakan pipa PVC AW Ø 5. Perencanaan sistem drainase permukaan terdapat 3 saluran utama, yaitu saluran I dengan dimensi lebar = 0,35 m dan tinggi = 0,8 m, saluran II dengan dimensi lebar = 0,25 m dan tinggi = 0,3 m, dan saluran III dengan dimensi lebar = 1,0 m dan tinggi = 1,0 m. Debit total yang masuk pada saluran pembuang sebesar 2,707 m3/detik. Dari hasil perhitungan analisa rencana anggaran biaya didapat bahwa total keseluruhan biaya untuk pekerjaan stadion utama PON XX yaitu sejumlah Rp. 4,027,715,652.ABSTRACT: The main stadium which will be used for National Sports Week XX event in Papua Province is the pride of the city of Papua because it is the host. The stadium drainage system is divided into subsurface drainage systems and surface drainage systems. In planning of drainage system the first thing to do is hydrological analysis, soil structure preparation and subsurface pipe planning. The next step is to calculate runoff discharge and dirty water discharge from the stands for planning the surface drainage system. Design rainfall calculations with a 5-year return period using Log Pearson III distribution were obtained at 134.39 mm / day. After that, a soil structure below the surface of the field is built which consists of urug sand and manure, pure sand, geocomposite, and coral rock and below that there is PVC pipe AW Ø 5. There are 3 main channels for the surface drainage system planning, that is channel I with dimensions width = 0.35 m and height = 0.8 m, channel II with dimensions width = 0.25 m and height = 0.3 m, and channel III with dimensions width = 1.0 m and height = 1.0 m. The total discharge that entering the drainage channel is 2.707 m3 / second. From the calculation of bill of quantity from the total costs for the work of the main stadium PON XX is Rp. 4,027,715,652.
STUDI POLA DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN DI SALURAN TERBUKA PADA AMBANG LEBAR Kusuma, Roorkeindia Paramita; Dermawan, Very; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Aliran pada saluran terbuka dapat mengalami pembendungan apabila ada struktur bangunan ambang. Aliran akan mengalami perubahan kecepatan baik sebelum dan setelah melalui ambang. Perubahan kecepatan ini mempengaruhi pola distribusi kecepatan aliran yang berbeda di tiap kondisi aliran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi aliran yang terjadi baik pada sebelum dan setelah ambang lebar. Selain itu, penggunaan ambang lebar pada penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai koefisein debit (Cd) terhadap tinggi ambang lebar. Penelitian ini menggunakan saluran terbuka lurus (flume) berpenampang persegi dengan dasar tetap (fixed bed) dan tanpa kemiringan serta memiliki dimensi lebar (B)=7,6 cm, tinggi (H)=25 cm, dan panjang (L)=900 cm. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan aliran pada penelitian ini adalah tabung pitot. Penelitian ini menggunakan 2 debit pengaliran (Q) dengan Q1=4,017 l/dt dan Q2=3,437 l/dt. Selain menggunakan 2 debit pengaliran, penelitian ini juga menggunakan 2 variasi tinggi (P) ambang lebar dengan P1 = 10 cm dan P2 = 12 cm. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan bahwa aliran sebelum dan setelah ambang adalah subkritis. Pengukuran pada 4 section sebelum ambang menunjukkan bahwa semakin mendekati ambang kecepatan aliran semakin rendah, sedangkan pada 3 section sesudah ambang kecepatan aliran semakin ke hilir semakin tinggi. Kecepatan geser dihitung menggunakan metode Clauser. Pada hulu ambang pola distribusi aliran di daerah inner region memiliki nilai yang cukup berhimpit dengan perhitungan metode Logarithmic Law dan Von Karman tetapi di area outer region tidak. Pada hilir ambang pola distribusi aliran memiliki nilai yang jauh berbeda dengan perhitungan metode Logarithmic Law dan Von Karman baik pada daerah inner maupun outer region.Kata Kunci: saluran terbuka, distribusi kecepatan, ambang lebar, tabung pitotABSTRACT: An open channel flow over broad-crested weir will have different velocities in the upstream and downstream. This will also affect the velocity distribution that is vary in each flow condition. The objective of this study is to investigate the flow velocity distribution over broad crested weir. Moreover, the use of broad-crested weir was also to study the change of its discharge coefficient (Cd) over different weir heights. This study was conducted using a straight, rectangular channel (flume) with fixed horizontal bed and with dimensions of width (B)=7,6 cm, height (H)=25 cm, and length (L) = 900 cm. Pitot tube is used as flow velocity measuring instrument. There are 2 discharges used in this study, Q1 = 4,017 l/sec and Q2 = 3,437 l/sec. In addition, this study is also using 2 height variations (P) which are P1 = 10 cm and P2 = 12 cm. From the results of the measurements and calculations found that the flow in the upstream and downstream is subcritical flow. Velocity measurements in 4 sections before weir showed that the closer flow to the weir, the lower flow velocity. While in the 3 sections after the weir showed that the further the flow from weir, the higher flow velocity. Shear velocity was calculated using the Clauser method. Velocity distribution on the upstream inner region had values that coincide with Logarithmic Law as well as Von Karman but not on the outer region area. In the downstream, velocity distribution had values that is not in accordance with the calculation of Logarithmic Law and Von Karman method both in the inner and outer region.Keywords: open channel, velocity distribution, broad crested weir, pitot tube.
STUDI EVALUASI DAN REHABILITASI SISTEM DRAINASE DI TANJUNG SELOR, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pratiwi, Mitha Aprilia; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tanjung Selor yang merupakan ibu kota dar Provinsi Kalimantan Utara sehingga menjadi pusat pemerintahan maupun perekonomian, dimana daerah tersebut juga dikelilingi Sungai Kayan sehingga permasalahan genangan pada daerah tersebut cukup serius terutama musim hujan tiba. Oleh karena itu, diperlukannya analisis saluran drainase dan menentukan alternatif penanganan genangan yang diterapkan guna mereduksi genangan. Adapun alternatif yang dimaksud yaitu melakukan rehabilitasi saluran dengan menambah kedalaman, memperlebar saluran, maupun kombinasi keduanya, dan memasang pintu klep otomatis pada setiap outlet saluran yang langsung ke sungai guna menahan masuknya air sungai ke saluran akibat sungai dalam keadaan pasang (backwater). Berdasarkan hasil analis, dari genangan maksimum yang pernah terjadi sebelumnya diperoleh bahwa kala ulang yang akan digunakan yaitu kala ulang 5 tahun dengan intensitas hujan 14,305 mm/jam. Dari hasil evaluasi terdapat 162 saluran yang dinyatakan mampu dalam menampung dan mengalirkan debit3banjir7rancangan kala1ulangR5 tahun dan 274 saluran tidak2mampu dalam menampung dan mengalirkan debitdbanjir rancangan kala ulang 5 tahun tersebut. Sehingga alternatif penanganan genangan yang dapat diterapkan yaitu dengan merehabilitasi 274 saluran dengan cara mendalamkan, melebarkan, maupun kombinasi dari keduanya sehingga didapatkan dimensi saluran yang baru sesuai dengan debit banjir rancangan kala ulang 5 tahun dan melakukan pemasangan pintu klep otomatis pada 19 saluran drainase outlet yang langsung menuju ke Sungai Kayan. ABSTRACT: Tanjung Selor, is the capital of North Kalimantan Province, has become the center of government and economy, where the area is also surrounded by Sungai Kayan so the inundation problems in the area are quite serious, especially when the rainy season arrives. Therefore, it is necessary to analyze the drainage channel and determine the alternative handling of the inundation applied to reduce the inundation. The alternative is to rehabilitate the channel by adding depth, widening the canal, or combining of the two, and applying automatic valve doors at each channel outlet that directly into the river to hold the entry of river water into the channel, it called backwater. Based on the results of analysts, from the maximum inundation that has ever occurred before, it was found that the return period to be used is a 5 year return period with a rainfall intensity of 14.305 mm / hour. From the evaluation results there were 162 channels which were stated to be capable of accommodating and flowing the 5-year return design flood discharge and 274 channels that were not able to accommodate and drain the design flood discharge at the 5-year return period. So the alternative inundation handling that can be applied is by rehabilitating 274 channels by deepening, widening, or a combination of both so that the new channel dimensions are obtained according to the design flood return period of 5 years and applying automatic valve doors in 19 direct outlet drainage channels head to the Kayan River.
Studi Penentuan Status Mutu Air Dan Penurunan Kesadahan Air Sumur Warga Pengaruh Geologi Gamping Di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabuapten Tulungagung Pawestri, Titih; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Desa Gamping yang secara geografis terletak pada kawasan berbukit dan bergunung kapur sehingga dapat menyebabkan adanya kandungan berupa kesadahan pada air sumur warga. Air yang mengandung kesadahan bila dikonsumsi secara berkelanjutan dapat menyebabkan penyakit seperti saluran kencing dan diare. Penggunaan air yang mengandung kesadahan tinggi, juga dapat menyebabkan endapan zat kapur pada peralatan dapur warga. Penelitian ini menghitung status mutu air pada sampel menggunakan metode Indeks Pencemaran. Dan penelitian penurunan kesadahan air sumur warga menggunakan cara yaitu dengan memanaskan sampel hingga suhu 85oC dan memberikan resin sebanyak 3 gram, 5 gram, dan 7 gram. Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa sampel pada sumur 1 hingga sumur 4 berstatus cemar ringan karena nilai PI berada pada interval 1,0 < PIj ≤ 5,0. Untuk hasil penurunan kesadahan tertinggi pada sumur 1 (57,1%) dengan ditambahkan resin 7 gram, pada sumur 2 (69,9%) dengan ditambahkan resin 5 gram, pada sumur 3 (56,2%)  dengan ditambahkan resin 5 gram, dan  pada sumur 4 (27,9%) dengan ditambahkan resin 3 gram, dengan memanaskan hingga suhu 85oC untuk semua perlakuan tersebut. Berdasarkan peta geologi gamping, titik pengambilan sampel berada pada kode Tlml yang merupakan formasi batuan gamping miosen awal-tengah, termasuk kedalam formasi Campurdarat atau lajur pegunungan Jawa selatan (southern Java mountain zone). Airtanah yang terkena kontak dengan batuan gamping/karst dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan airtanah mengandung kandungan kimia tertentu seperti kesadahan. ABSTRACT: Gamping village which is geographically located in a hilly and limestone mountainous area so that it can cause content in the form of hardness in the well water of residents. Water containing hardness if consumed continuously can cause disease such as urinary tract and diarrhea. The use of water containing high hardness can alse cause deposits of lime in residents’s kitchen equipment. This study calculates the status of water quality in the sampe using the Pollution Index method. And research to reduce the hardness of residents’s well water use methods, namely by heating the sample to a temperature of 85oC and giving resin as much as 3 grams, 5 grams, and 7 grams. From the calculation results, it was found that the sampel in well 1 to well 4 were lightly polluted because the PI value were in the interval 1,0 < PIj ≤ 5,0. From the results of the highest decrease in hardness in well 1 (57,1%) with 7 grams of resin added, in well 2 (69,9%) by adding 5 grams of resins, in well 3 (56,2%) by adding 5 grams resin, and in well 4 (27,9%) by adding 3 grams of resin, and heating to temperature 85oC for all of these treatments. The sampling points are in the Tlml code which is a middle-center myocene limestone formation, including the Campurdarat formation or southern Java mountain zone formation. Groundwater that is exposed to longterm limestone/karst rocks can cause graoundwater to contain certain chemical subtances such as hardness.
Studi Perencanaan Pola Operasi Waduk Ngancar Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah Zen, Farid Islam; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Waduk Ngancar terletak di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Pola operasi yang digunakan di waduk Ngancar selama ini merupakan pola operasi sederhana yang menyebabkan tampungan waduk menjadi kosong. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan pola operasi waduk yang baru. Studi ini menggunakan metode operasi waduk dengan pedoman aturan lepasan (rule curve). Pola operasi waduk menggunakan debit inflow berdasarkan empat keandalan debit (26.02%, 50.68%, 75.34%, 97.30%) menggunakan metode basic month, debit outflow menggunakan metode FPR-LPR. Hasil perhitungan debit andalan, didapatkan debit rata-rata sebesar 0.2581 m3/detik. Untuk kebutuhan air irigasi metode FPR-LPR diperoleh debit rata-rata sebesar 0.313 m3/detik. Hasil simulasi pola operasi waduk eksisting didapatkan jumlah periode sukses sebesar 347 periode, jumlah periode gagal sebesar 157 periode. Debit lepasan rata-rata pola operasi waduk Ngancar berdasarkan debit andalan sebesar 2.747 m3/detik dari berbagai kondisi keandalan (26.02%, 50.68%, 75.34%, 97.30%) mampu memenuhi kebutuhan irigasi rata-rata sebesar 323 ha atau 50.75 % dari luas daerah irigasi. Tinggi bukaan pintu rata-rata berdasarkan simulasi pola operasi waduk sebesar 0.1 m. ABSTRACT Ngancar Reservoir is located in Wonogiri Regency, Central Java. The rule curve that being used on Ngancar reservoir during this time is simple rule curve that causing reservoir storage to be empty. Therefore, it is necessary to make new rule curve. This study using outflow rule curve guideline method. This rule curve use inflow discharge based on four discharge reliability (26.02%, 50.68%, 75.34%, 97.30%) calculates by basic month method, outflow discharge calculates using FPR-LPR method. The result from discharge reliability calculation, obtained averafe discharge of 0.2581 m3/sec. Therefore, the irrigation water requirements using FPR-LPR method obtained an average discharge of 0.313 m3/sec. The result of existing reservoir simulation are 347 success periods and 157 failure periods. Average rule curve outflow discharge based on discharge reliability are 2.747 m3/sec from various discharge reliability capable to fullfil average irrigation demand as wide as 323 hectares or 50.75% from the total extensive irrigation. The average high of intake gateways based on rule curve is 0.1 meter.
KAJIAN DISTRIBUSI KECEPATAN DAN TEGANGAN GESER PADA ALIRAN DIPERLAMBAT MENGGUNAKAN ACOUSTIC DOPPLER VELOCIMETER (ADV) Utomo, Gloria Dihan; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Saluran terbuka merupakan saluran yang memiliki parameter yang tidak teratur, sehingga penyelesaian pada saluran terbuka sulit untuk diselesaikan secara analitis. Pada saluran terbuka sering terjadi aliran tidak seragam salah satunya karena adanya bendung yang mengakibatkan terjadinya perlambatan laju aliran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kecepatan aliran dan tegangan geser, serta arah vektor aliran. Dalam penelitian ini digunakan saluran dengan lebar 7.6 cm dan tinggi 25 cm. Kecepatan aliran diukur menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter (ADV) tipe downlooking produk dari SonTek, San Diego USA. Dari hasil pengukuran inisiasi menggunakan ADV didapatkan debit sebesar 2.3 lt/det dengan sampling rate sebesar 50Hz dan velocity range sebesar 30 cm/det serta jumlah pengambilan data setiap titik pengukuran sebanyak 7500 data. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter menunjukkan bahwa nilai distribusi kecepatan aliran terbesar terjadi pada tinggi ambang 13cm section 180 pada kedalaman 11.908 cm sebesar 18.833 cm/det. Dan semakin ke hilir kecepatan aliran semakin kecil. Dengan menggunakan persamaan distribusi kecepatan teoritis (Von karman dan Logartimik) dibandingkan dengan data ADV menunjukkan bahwa section 30 sampai 180 memiliki bentuk grafik yang hampir berhimpit, sedangkan untuk section 10 memiliki grafik yang berbeda karena adanya pengaruh dari ambang tajam. Vektor aliran pada section 30 sampai 180 arah vektornya cenderung longitudinal, sedangkan pada section 10 arah vektornya cenderung vertikal karena pengaruh limpasan aliran diatas ambang. Nilai tegangan geser terbesar terjadi pada daerah inner region dikarenakan pengaruh dari gesekan dasar saluran.   Kata kunci: Aliran Diperlambat, Acoustic Doppler Velocimeter, Distribusi Kecepatan, Vektor Aliran, Tegangan Geser.   ABSTRACT: Open channel has irregular channel parameters, so the solutions of open channel it is hard to be solved analytically. In open channels there is often non uniform flow, for example because of the weir and it causes a decrease in the flow rate. The purpose of this study was to determine flow velocity and shear stress distribution, and the direction of the flow vector. In this study used a channel width of 7.6 cm and height of 25 cm. Flow velocity is measured using the downlooking type Acoustic Doppler Velocimeter, the product from SonTek, San Diego USA. From the result of the measurement of initiation using ADV the discharge was 2.3 lt/sec with a sampling rate of 50Hz and a velocity range of 30 cm/sec and the amount of data collection for each measurement point is 7500 data. The measurement using the Acoustic Doppler Velocimeter shows that the largest flow velocity distribution value occurs at a weir height of 13 cm in section 180 at a depth of 11.908 cm at 18.833 cm/sec. And the more downstream the flow velocity gets smaller. Using the theoretical velocity distribution equation (Von Karman and Logarithmic) compared with ADV data shows that section 30 to section 180 have a graph that is almost coincide, while for section 10 has a different graph because the effect of the sharp crested weir. The flow vector in section 30 to section 180 the direction of the vector tends to be longitudinal, while in section 10 the vector direction tends to be vertical because the effect of runoff flow above the sharp crested weir. The largest value of shear stress occurs in the inner region because the effect of the friction at the base of the channel. Keywords: Decelerated Flow, Acoustic Doppler Velocimeter, Velocity ​​Distribution, Flow Vector, Shear
KAJIAN DISTRIBUSI KECEPATAN DAN TEGANGAN GESER DI DEPAN PINTU SORONG DENGAN MENGGUNAKAN ACOUSTIC DOPPLER VELOCIMETER (ADV) Rachmadani, Lucia Putri; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Aliran pada saluran terbuka akan mengalami perubahan kecepatan apabila ada bangunan pintu sorong. Aliran akan mengalami perubahan kecepatan baik sebelum dan setelah pintu sorong. Perubahan kecepatan ini mempengaruhi pola distribusi kecepatan aliran yang berbeda di setiap kondisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi kecepatan aliran dan tegangan geser di depan pintu sorong dengan menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter atau ADV dan menggunakan persamaan teoritis (persamaan Von Karman dan Logaritmik), serta mengetahui vektor aliran yang terjadi di depan pintu sorong. Penelitian ini menggunakan saluran/flume. Dari hasil pengukuran inisiasi didapat debit 2,3 l/det dengan velocity range 30 cm/det dan sampling rate sebesar 50 Hz dengan pengambilan data pada setiap titik pengukuran adalah 7500 data. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter (ADV) menunjukkan bahwa nilai kecepatan terbesar terjadi pada bukaan pintu sorong 2,3 cm di section 180 pada kedalaman 11,976 cm dari dasar saluran dengan nilai kecepatan sebesar 19,536 cm/det. Nilai kecepatan semakin ke hilir semakin kecil. Dengan menggunakan persamaan teoritis Von Karman dan Logaritmik dibandingkan dengan data ADV menunjukkan bahwa pada section 30 hingga section 180 mempunyai bentuk grafik yang hampir berhimpit, sedangkan untuk section 10 memiliki grafik yang berbeda karena letak section 10 yang paling dekat dengan pintu sorong. Vektor aliran pada section 30 hingga section 180 arahnya cenderung longitudinal, sedangkan pada section 10 arahnya cenderung vertikal karena pengaruh aliran dibawah pintu sorong. Nilai tegangan geser pada terbesar terjadi pada daerah inner region di setiap section dikarenakan pengaruh dari gesekan dasar saluran. Kata kunci: aliran diperlambat, Acoustic Doppler Velocimeter, distribusi kecepatan, vektor aliran, tegangan geser. ABSTRACT: Open channel flow will experience a change in velocities if there is a sluice gate. An open channel flow will have different velocities in the upstream and downstream. This will also affect the velocity distribution that is vary in each flow condition. The objective of this study is to investigate the flow velocity distribution and shear stress distribution in upstream using Acoustic Doppler Velocimeter (ADV) and using a theoretical equations (Von Karman and Logaritmik). And also investigate the flow vector in upstream. In this study used a channel/flume. The result of initiation measurement obtained discharge of 2.3 lt/sec with a velocity range of 30cm/sec and a sampling rate of 50Hz with amount of data used are 7500 data in each measurement point. The measurement using the Acoustic Doppler Velocimeter performed that the largest velocity value obtained at 2,3 cm of door openings at a depth of 11.976 cm with velocity value 18.833 cm/sec. The flow velocity gets smaller until downstream. Using the theoretical fequations Von Karman and Logarithmic compared with the results of ADV data performed that the velocity distribution at section 30 up to section 180 has a graph that almost coincides, whereas at section 10 has a different graph because its closest to the sluice gate. The flow vector at section 30 up to section 180 having a straight (longitudinal) vector direction, whereas for section 10 has a reduction (vertical) vector direction because the influence of flow under the sluice gate. The largest shear stress value that occurs in the inner region in every section because the influence of the channel friction base. Keywords: decelerated flow, Acoustic Doppler Velocimeter, velocity ​​distribution, vector flow, shear stress
STUDI PERBAIKAN TANAH DENGAN METODE DRAINASE VERTIKAL PRAFABRIKASI (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) PADA PLTMG RAJA AMPAT Fathurrahman, Alfa Anshori; Asmaranto, Runi; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Dalam rangka memenuhi permintaan akan energi, khususnya energi listrik, PT. PLN (Persero) Wilayah Papua akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas/PLTMG Raja Ampat. Pada lokasi yang direncanakan dibangunnya PLTMG Raja Ampat adalah daerah pesisir dekat pada pantai dan jenis tanah yang dijumpai merupakan tanah lunak yang memiliki masalah tentang penurunan (settlement) dan waktu konsolidasi (time of consolidation). Metode yang sering digunakan untuk mengatasi konsolidasi tanah lunak, yaitu pembebanan awal (Prelaoding) yang dikombinasikan dengan drainase vertikal dari bahan serat sintetis (Prefabricated Vertical Drain, PVD). Dalam studi ini bertujuan untuk mengetahui besar penurunan dan lama waktu penurunan akibat perbaikan tanah metode kombinasi Preloding dengan PVD, serta mengestimasi biaya pelaksanaan perbaikan tanah tersebut. Perhitungan yang dilakukan pada studi ini adalah secara analitis dan dengan bantuan Program Plaxis 8.2 2D untuk perbandingan hasil. Didapatkan dari hasil perhitungan bahwa besar dan lama waktu penurunan pada BH-3 untuk metode kombinasi Preloading dengan PVD jarak pemasangan 2,5 m pola segitiga, sebesar 1,169 m dalam 4,648 bulan sebagai rekomendasi pelaksanaan. Untuk estimasi biaya pelaksanaan metode yang direkomendasikan tersebut, didapatkan sebesar Rp 8.520.725.643,84. Kata Kunci: Konsolidasi, metode pembebanan awal, PVD, Plaxis 8.2 2D  ABSTRACT: PT. PLN (Persero) Region of Papua will build the Raja Ampat Gas Power Plant/PLTMG to fulfill the demand for energy, especially electricity. PLTMG Raja Ampat’s planted location is in a coastal area which contain soft soil, then type of soil has settlement and consolidation’s time problem. The method often used to overcome soft soil consolidation is initial loading (Prelaoding) combined with vertical drainage from synthetic fiber material (Prefabricated Vertical Drain, PVD). This study aims to measure consolidation settlement and duration due to soil improvement combined by method of Preloding with PVD, also estimating the cost of installation the land improvement. The calculations used in this study were analytical and with Plaxis 8.2 2D software for comparison of results. Obtained from the calculation that consolidation settlement and duration of the settlement in BH-3 for the Preloading combination with PVD method the installation distance is 2.5 m triangle pattern, amounting to 1.169 m in 4.648 months as implementation recommended. Estimated cost of installation for the recommended method, a total of IDR 8,520,725,643.84 was obtained. Keywords: Consolidation, Preloading method, PVD, Plaxis 8.2 2D
Perencanaan Desain Dermaga TUKS PLTMG 20 MW Manokwari Lokasi Andai Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Andriansyah, Mochammad Chico; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia dengan data statistik dimana luas lautnya sebesar 63% dari luas total negara Indonesia yakni sebesar 3.257.483 km2 dari luas total negara Indonesia yaitu 5.180.053 km2 (Badan Informasi Geospasial). Pengembangan pada sektor ekonomi kerakyatan yang semakin ditingkatkan, khusus nya pada daerah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat menyebabkan semakin tinggi pula faktor permintaan terhadap pasokan listrik pada daerah tersebut. Dengan demikian, maka akan dibangun PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) dengan kapasitas 20 MW (Megawatt) pada lokasi Andai. Dibangunnya PLTMG ini membutuhkan sebuah dermaga khusus guna menunjang pembangunan serta kebutuhan suplai barang pada PLTMG dan dermaga khusus yang direncanakan merupakan sebuah dermaga TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) yang dikategorikan hanya untuk kebutuhan PLTMG sendiri dengan rencana kapal 5000 DWT. Metode yang digunakan dalam menentukan gelombang rencana signifikan adalah distribusi Gumbel (Fisher Tippet Type I). Perencanaan desain dermaga dimulai dengan analisis arah gelombang signifikan yaitu arah Timur. Kemudian tinggi gelombang rencana dermaga. Dimensi dermaga jetty dengan panjang 117 m dan lebar 13 m. Data tanah dengan N-SPT = 50 pada kedalaman 4 m. Untuk analisis gaya yang terjadi pada dermaga, gaya beban dibedakan menjadi dua yaitu vertikal dan horisontal (lateral) sehingga untuk setiap beban gaya akan menghasilkan momen gaya termasuk pada balok, tiang pancang, kepala tiang, plat serta beban yang ada diatas dermaga. Perhitungan kestabilan kontruksi dermaga terhadap gaya tarikan kapal, gaya akibat angin, gaya akibat arus dan gaya akibat gempa. Untuk menahan gaya lateral pada dermaga, menggunakan perencanaan tiang pancang miring dengan sudut 30° terhadap garis horisontal dermaga.