cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 88 Documents clear
Faktor Penentu Setting Fisik dalam Beraktivitas di Ruang Terbuka Publik Koridor Jalan Tunjungan Surabaya Nurbaiti Khasanah; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan penduduk akan ruang tebuka publik saat ini semakin meningkat. Koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya sebagai salah satu ruang terbuka publik dituntut untuk dapat mengakomodasi kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentfikasi faktor penentu setting fisik dalam beraktivitas di ruang terbuka publik dan pola aktivitas yang terbentuk pada Koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode observasi dilakukan dengan metode place-centered mapping yang digunakan untuk menggambarkan pelaku aktivitas dalam melakukan berbagai aktivitas diantaranya kecenderungan aktivitas, mengidentifikasi jenis aktivitas, dan intensitas aktivitas. Observasi dilakukan pada hari kerja dan akhir pekan pada sore hari dan malam hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas dan setting fisik saling memengaruhi sehingga dapat membentuk hubungan timbal balik dan menentukkan pengunjung untuk beraktivitas di Koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya.
Evaluasi Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pabrik Tekstil: Studi Kasus Pabrik CV. Ketjubung, Karanganyar Syafiq Munif Bahasuan; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan pada pabrik memiliki tingkat dan kemudahan akan kebakaran yang tinggi, bila terjadi percikan api penjalarannya akan sangat cepat, sehingga penghuni perlu dievakuasi dengan cepat. Pada pabrik CV. Ketjubung terdapat banyak pekerja, mesin dan bahan baku yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran, selain itu gedung hanya memiliki satu arah jalur evakuasi yang berada didepan bangunan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif seperti observasi langsung ke objek penelitian dan wawancara dengan pihak yang berkepentingan dan pendekatan kuantitatif seperti melakukan analisis dengan  menyebarkan kuesioner pada penghuni dan melakukan simulasi kebakaran untuk mengetahui waktu penyebaran asap dan lama waktu evakuasi penghuni. Hasil yang diperoleh yaitu gedung pabrik memiliki penerapan sirkulasi sarana evakuasi yang kurang baik, sehingga pada saat terjadi kebakaran asap akan menutupi arah jalan keluar yang dapat memerangkap pekerja yang berada didalam bangunan karena tidak terdapat jalur evakuasi kearah lain, Kemudian dari hasil analisis diberikan rekomendasi desain berupa penambahan komponen sarana dan prasarana evakuasi kebakaran, perbaikan dan penambahan komponen untuk membatasi penyebaran api dan asap, dan pengadaan manajemen proteksi kebakaran gedung.
Kenyamanan Spasial dan Visual Jalur Pedestrian Koridor Jalan M.H. Thamrin Jakarta Berdasarkan Persepsi Masyarakat Nicholas Anugrah Dwiputra Siahaya; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan M.H. Thamrin Jakarta merupakan jalan arteri sekunder dengan dominasi fungsi bangunan sebagai perkantoran, perdagangan, dan jasa sehingga memiliki mobilitas cukup padat. Padatnya mobilitas pada koridor jalan ini menjadi salah satu alasan perlunya jalur pedestrian yang nyaman. Menjelang Asian Games 2018 telah dilakukan upaya renovasi jalur pedestrian oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berhasil atau tidaknya upaya yang dilakukan bergantung pada persepsi masyarakat sebagai pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif untuk mengidentifikasi tingkat kenyamanan pada masing-masing ornamen pada jalur pedestrian di koridor jalan ini. Dari hasil analisis dan pembahasan, persepsi masyarakat didominasi cukup nyaman pada kenyamanan spasial dan visual jalur pedestrian koridor Jalan M.H. Thamrin. Hal ini dikarenakan beberapa sub variabel masih belum memenuhi standar serta ekspektasi masyarakat. Ditemukan juga sub variabel yang berpengaruh terhadap pembentukan kenyamanan dengan kontribusi kenyamanan spasial dan visual terhadap kenyamanan fisik keseluruhan sebesar 58,9%, dengan kenyamanan spasial memberikan sumbangsih 28,8%, dan kenyamanan visual memberikan sumbangsih 30,1%.
Sejarah Arsitektural Ndalem Pojok Di Desa Pojok Kabupaten Kediri Muhammad Wildan Abrori; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tinggal Ndalem Pojok sebagai rumah masa kecil Bung Karno membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada rumah tersebut. Ndalem Pojok yang bermuatan arsitektur lokal merupakan aset bagi khasanah kekayaan arsitektur di Indonesia. Ditambah nilai historisnya sebagai rumah masa kecil proklamator kemerdekaan RI maka Ndalem Pojok memiliki makna kultural dalam aspek peranan sejarah. Jenis dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif-historis. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sejarah arsitektural Ndalem Pojok dan tata ruang pada tapak serta bangunan pada periode awal dibangun hingga ditetapkan sebagai cagar budaya.kata kunci: sejarah, tata ruang, elemen ruang, ndalem pojok
Pengaruh Tanaman Gantung Lee Kwan Yew terhadap Strategi Pencahayaan Alami pada Bangunan Multifungsi Dharma Negara Alaya Bali I Gusti Pramana Putra; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPencahayaan merupakan salah satu elemen dasar yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu ruang. Bangunan Dharma Negara Alaya Bali lebih memaksimalkan pencahayaan alami melalui bukaan yang sangat lebar, akan tetatapi pencahayaan alami yang dihasilkan pada ruang tempat berkumpul tidak merata karna di bangunan tempat berkumpul pengunjung pada bukaan berisi tanaman hias gantung Lee Kwan Yew. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pencahayaan alami dan mengetahui rekayasa tata pencahayaan yang di hasilkan dari tanaman hias gantung Lee Kwan Yew dengan tepat agar dapat meningkatkan kenyamanan ruang tempat duduk dan berkumpul pengunjung dengan memperhatikan aspek yang ada pada pencahayaan alami, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya alami tanpa adanya penggunaan pencahayaan buatan yang kurang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alternatif dengan menggunakan tanaman hias yaitu tanaman Lee Kwan Yew dapat menurunkan intensitas cahaya alami yang berlebih pada ruang objek penelitian. Selain itu, penerapan tanaman hias Lee Kwan Yew ini juga dapat memperluas distribusi cahaya dalam ruang. Penerapan tanaman hias Lee Kwan yew ini menurunkan rata-rata intensitas cahaya dalam ruang.Kata kunci: Tanaman Gantung Lee Kwan Yew, Pencahayaan Alami, dan Bangunan DharmaNegara AlayaABSTRACTLighting is one of the basic elements that need to be considered in designing a space. The Dharma Negara Alaya Bali building maximizes natural lighting through very wide openings, but the natural lighting produced in the gathering space is uneven because the building where visitors gather in the opening contains Lee Kwan Yew's hanging ornamental plants. The purpose of this study is to determine the level of natural lighting and to determine the lighting engineering produced from Lee Kwan Yew hanging ornamental plants appropriately in order to increase the comfort of the seating and gathering space of visitors by paying attention to aspects that exist in natural lighting, so that it can be used as a natural resources without the use of inappropriate artificial lighting. The research method used is experimental. The results showed that the alternative application of using ornamental plants, namely Lee Kwan Yew plants, could reduce the intensity of excessive natural light in the research object space. In addition, the application of Lee Kwan Yew ornamental plants can also expand the distribution of light in the space. The application of Lee Kwan yew ornamental plants reduces the average light intensity in the room.Keywords : Lee Kwan Yew Hanging Plants, Natural lighting, and Alaya State Dharma Building
Pengaruh Desain Pasif Terhadap Kinerja Lingkungan Termal Pada Arsitektur Vernakular Gorontalo. Studi Kasus: Rumah Budel Nadya Farahmeita Taufiq; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Gorontalo dengan iklim yang relatif panas memiliki arsitektur vernakular yang disebut Rumah Budel.  Arsitektur vernakular dipercaya mampu memberikan kenyamanan termal bagi penghuninya karena mengadaptasi kondisi iklim setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh elemen desain pasif bangunan terhadap lingkungan termal pada Rumah Budel dengan metode analisis visual, pengukuran lapangan, dan komparasi hasil. Hasil dari kinerja lingkungan termal bangunan sudah baik dengan penurunan suhu udara di dalam bangunan yang bernilai positif, namun masih terdapat suhu yang melebihi batas nyaman. Elemen desain pasif yang sesuai terhadap kinerja lingkungan termal yakni: orientasi bangunan, teritisan yang lebar, peninggian lantai, material dinding dengan konduktivitas rendah dan berwarna cerah, serta bukaan yang memenuhi parameter. Sedangkan elemen yang kurang sesuai yaitu: atap dengan volume kecil, menggunakan material penutup atap dengan konduktivitas tinggi dan warna atap gelap, serta tata lingkungan yang tidak memiliki vegetasi peneduh.
Persepsi Kenyamanan Spasial Jalur Pejalan Kaki Jalan Ade Irma Suryani Malang Kadek Bagas Setia Pratama; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Ade Irma Suryani merupakan koridor jalan yang terletak di dalam Kawasan Pasar Besar yang memiliki berbagai macam aktivitas di dalamnya. Pembangunan ruang aktivitas ekonomi yang tidak terkontrol secara tidak langsung dapat mempengaruhi kenyamanan bagi pengguna jalan, khususnya pengguna jalur pejalan kaki. Jalur pejalan kaki merupakan salah satu fungsi ruang kota Malang yang perlu penataan ulang untuk meningkatkan kenyamanan penggunanya. Terkait kenyamanan spasial, penilaian kenyamanan didapatkan dari persepsi masyarakat terhadap jalur pejalan kaki, selanjutnya hasil dari penilaian tersebut diperhatikan hubungannya dengan karakter fisik kondisi eksisting pada area studi. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dan metode kualitatif yang dilakukan dengan penilaian kondisi eksisting. Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa empat variabel kenyamanan masuk ke dalam kategori rendah dan satu variabel kenyamanan masuk ke dalam kategori kenyamanan sedang.
Pengaruh penggunaan Material Kaca sebagai Fasad pada Gedung BCA KCU Malang terhadap Kenyamanan Thermal Lingkungan Michael Sepdimanuel Setijo; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaca merupakan material yang sering digunakan pada fasad bangunan. Beberapa jenis kaca pada fasad memiliki sifat reflektif terhadap radiasi matahari. Energy thermal dari radiasi matahari dapat dipantulkan kembali ke lingkungan oleh material tersebut mengakibatkan naik nya temperatur lingkungan. Kenaikan temperatur pada suatu lingkungan dapat mengakibatkan naik nya tingkat ketidak nyamanan thermal. Kondisi thermal lingkungan urban dipengaruhi oleh iklim mikro yang terbentuk dari beberapa variabel yakni, permukaan yang ada di lingkungan, bentuk desain lingkungan, aktivitas lain nya yang menghasilkan panas, dan orientasi. Penggunaan material kaca pada fasad BCA KCU Malang dapat mempengaruhi kondisi thermal lingkungan di sekitar nya dan meningkatkan ketidaknyamanan thermal. Tingkat kenyamanan thermal lingkungan luar dapat diukur menggunakan parameter Discomfort Index (DI) dan Temperature Humidity Index (THI). Indeks dari sekitar Bangunan BCA KCU Malang dikomparasikan dengan indeks bangunan Fotocopy Menara yang terletak pada lingkungan yang sama dan identik sehingga memiliki variabel pembentuk iklim mikro yang sama kecuali pada material fasad. Data komparasi tersebut menunjukan bahwa lingkungan di depan BCA KCU Malang cenderung lebih tidak nyaman di bandingkan dengan lingkungan di depan obyek komparasi nya. untuk menurunkan tingkat ketidak nyamanan thermal tersebut penulis merekomendasikan desain lingkungan yang disusun berdasarkan penelitian terdahulu dan observasi lapangan.
Partisipasi Masyarakat Terhadap Penataan Kawasan Permukiman Kumuh di Desa Tambakan Pasuruan Nur 'Izzati; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tambakan merupakan salah satu desa yang tergolong ke dalam kawasan permukiman kumuh di dataran rendah rawan banjir, dengan luasan sebesar 7,56 hektar. Sejalan dengan Peraturan Bupati Pasuruan No. 60 Tahun 2018 tentang RP2KPKP, Pemerintah merencanakan strategi peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh yang dilaksanakan di Desa Tambakan. Di dalam pelaksanaan program-program tersebut terdapat partisipasi masyarakat sebagai pelaksana kegiatannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data diambil melalui observasi, studi literatur, dan wawancara kepada masyarakat. Hasil penelitian ini yaitu identifikasi jenis partisipasi yang diberikan masyarakat dalam penataan permukiman kumuh Desa Tambakan Pasuruan sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan kawasan. Pelaksanaan program peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh di Desa Tambakan dapat dikatakan sudah terlaksana dengan baik, namun kurang maksimal karena masih adanya kendala yang dialami masyarakat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi maupun acuan perbaikan dan penataan kawasan permukiman serta penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan evaluasi kepada pemerintah sebagai awal dari perancangan dan pengembangan penataan kawasan permukiman kumuh yang memerhatikan kesesuaian dengan partisipasi yang diberikan masyarakat.
Pengaruh Smart Furniture terhadap Minat Pembelian Apartemen Tipe 2BR Muhammad Aditya Pradana; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna apartemen yang telah tinggal saat diberlakukannya work from home seringkali kesulitan dalam mengatur furnitur eksisting karena terbatasnya luas ruang pada apartemen. Smart furniture dengan konsep space saving dan multifungsi menjadi salah satu solusi untuk menghemat ruang, mengurangi jumlah komponen furnitur, serta memenuhi beberapa kebutuhan aktifitas didalam ruang yang cukup kecil. Tahap pertama penetin ini adalah perancangan smart furniture. Hasil perancangan secara keseluruhan dapat menambah luas efektif sekaligus mengurangi jumlah komponen funitur sebgai bentuk dari konsep penghemat ruang atau space saving juga dapat menambah jumlah aktivitas yang dapat dilakukan didalam apartemen tipe 2BR sebagai penyedia kebutuhan aktivitas. kedua, dilanjutkan dengan mencari tahu persepsi masyarakat yang diperoleh melalui kuesioner untuk mengetahui bagaimana pengaruh smart furniture terhadap minat beli masyarakat. Data yang didapat dari kuisioner dianalisis dengan metode kuantitatif serta dianalisis secara desktriptif. Dengan luas efektif yang bertambah dan kebutuhan aktivitas dapat dipenuhi maka dapat meningkatkan kualitas fisik apartemen tersebut. kualitas fisik bangunan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan minat pembelian apartemen. Hasil kuisioner menunjukkan smart furniture dapat meningkatkan minat beli masyrakat pada apartememen tipe 2BR secara signifikan baik secara parsial pada tiap variabel maupun secara simultan.