cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 88 Documents clear
Tipologi Elemen Visual Interior Kafe di Jalan Soekarno Hatta Kota Malang Bella Berlian Putri; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kafe semakin meningkat setiap tahunnya. Banyaknya kafe yang ada pada satu kawasan menyebabkan tingginya tingkat persaingan di kawasan tersebut. Saat ini kafe tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk makan dan minum, namun juga bersosialisasi, belajar, dan bekerja. Salah satu hal yang dapat menarik minat pengunjung ialah unsur desain interior. Elemen visual menjadi salah satu unsur desain interior yang memiliki pengaruh besar menarik minat pengunjung karena dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tipologi elemen visual interior kafe di Jalan Soekarno Hatta. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Terdapat persamaan dan perbedaan dari setiap kategori pada elemen visual interior kafe di Jalan Soekarno Hatta. Hasil dari penelitian ini didapati bahwa kategori dinding, warna, dan perabot mendominasi pada kafe-kafe di Jalan Soekarno Hatta.
Pengaruh Green Roof Terhadap Kenyamanan Green House Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi Rizki Amanatush Shalihah; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan pembangunan, keterbatasan lahan akan menyusutkan Ruang Terbuka Hijau sehingga terjadi pemanasan global dan “Urban Heat Island” yang meningkatkan kebutuhan energi penghawaan buatan untuk mencapai kenyamanan termal optimal. Solusi untuk masalah tersebut berupa penerapan atap hijau (green roof) sebagai penyedia ruang terbuka hijau dan ruang beraktivitas. Green House Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi menerapkan green roof dengan fungsi bangunan sebagai guest house dan kantor sehingga kenyamanan pengguna dalam aktivitas perlu diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja termal penurunan temperatur dalam bangunan dengan implementasi green roof terhadap kenyamanan pengguna. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan pendekatan eksperimental berupa pengukuran kondisi termal bangunan, penyebaran kuesioner dan pengolahan data termal. Kemudian dilakukan simulasi bangunan dengan software Autodesk Ecotect Analysis 2011 untuk membandingkan kinerja green roof. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna ruang merasa hangat (nyaman) dalam beraktivitas. Hasil analisa data termal lapangan dan simulasi menunjukkan bahwa penerapan green roof dengan rumput gajah mini dapat menurunkan temperatur dalam ruang yang mempengaruhi kenyamanan termal.
Representasi Panoptisisme pada Tata Kota Probolinggo Sayyidah Rafi Dianya Shabri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Probolinggo merupakan kota pusaka peninggalan Belanda. Kota Probolinggo merepresentasikan kuasa dan pengawasan panoptisisme. Hal ini terlihat dari morfologi kota utamanya kondisi geografis Probolinggo yang unik dan strategis, pendirian benteng oleh VOC, kekuasaan yang terbentuk, program-program ‘paksaan’ Pemerintah Belanda sehingga terciptanya masyarakat yang disiplin, dan pembagian kapiten. Penelitian ini dibahas lebih lanjut menggunakan kajian sinkronik dan diakronik. Secara diakronik akan dibagi dalam empat tahap, yaitu sebelum 1743, 1743-1850, 1850-1880an, dan 1880an-1940. Dalam setiap tahapan tersebut akan dideskripsikan secara sinkronik perkembangan sejarah pada masa-masa tersebut.   Kata Kunci: Sejarah Probolinggo, Morfologi Kota, Panoptisisme, Sinkronik-diakronik.
Penilaian Elemen Fasad Ragam Gaya Arsitektur Rumah Tinggal di Kota Malang Sevilla Tiara Nugroho; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sebagai arsitektur terdekat dengan masyarakat merupakan salah satu kebutuhan pokok yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat melaksanakan hidup. Dalam dua tahun, kota Malang menunjukkan angka peningkatan penduduk yang pesat pesat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan akan perumahan. Masyarakat sebagai calon konsumen perlu dilibatkan dalam perencanaan hunian sebagai upaya peningkatan kualitas perumahan di kota Malang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat demografi dewasa awal terhadap berbagai gaya arsitektur hunian di Kota Malang. Metode kuantitatif digunakan melalui pendekatan preferensi publik dimana responden diminta untuk menilai lima fasad bangunan stimulus dengan lima tren gaya yang berbeda selama beberapa tahun terakhir (Modern-minimalis, Klasik, Mediterania, Skandinavia, dan Art Deco). Hasil penelitian menunjukkan nilai positif dari seluruh penilaian, dimana rumah dengan gaya Modern-minimalis memiliki nilai tertinggi dan rumah dengan gaya Mediterania memiliki nilai terendah. Selanjutnya hasil dapat menjadi acuan pengembang dalam merencanakan desain fasad mengarah gaya Modern-Minimalis yang terbukti menjadi tren gaya arsitektur yang paling diminati saat ini (dalam 5-10 tahun ke depan)
Evaluasi Purna Huni Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang Maria Yohanna Sutanto; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan wadah kebutuhan pengetahuan bagi seluruh masyarakat terutama bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan. Keberadaan perpustakaan umum bagi masyarakat luas menjadi sangat penting mengingat banyaknya informasi yang beredar diluar sana yang tidak terjamin validitasnya. Fasilitas perpustakaan umum termasuk bangunannya perlu dipertahankan dan dievaluasi secara berkala, salah satunya dengan melakukan evaluasi purna huni. Penelitian ini akan berfokus pada evaluasi interior ruang bacanya karena ruang baca adalah fasilitas utama perpustakaan dan interior merupakan bagian dari desain bangunan yang berdampingan dan memiliki efek secara langsung terhadap faktor manusianya. Objek penelitian yaitu Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Panduan evaluasi purna huni menggunakan panduan kuesioner evaluasi purna huni IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) disertai teori-teori dari berbagai standar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dekriptif. Hasil penelitian evaluasi purna huni ini menunjukkan bahwa interior ruang baca Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang banyak yang belum sesuai terutama pada aspek teknis terkait material lantai dan plafon. Sedangkan aspek fungsionalnya sudah cukup baik, namun perlu penyesuaian pada pengaturan jarak antar perabot.
Evaluation of Sharia Property Design Criteria (Case Study: Housing Sharia Property Developer Community (DPS) in Malang City) diana uswa; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian people in responding to the development of nature, of course have a different perspective and attitude. For the Muslim community, which incidentally is the largest population in Indonesia, they have a tendency to choose sharia residential objects as a decent and comfortable residential option. Sharia is not just a label, but between what is offered and what is obtained by the customer. Among them are sharia property residential objects in Malang City which are under the auspices of the Sharia Property Developer community (DPS), with a sharia contract scheme and a safe business scheme. With the issue of sharia property occupancy, it is necessary to conduct research "Evaluation of Sharia Property Design Criteria" so that decent and comfortable housing is achieved. In this study, the method that will be used is descriptive quantitative method using AHP with expert validation related to the concepts and criteria of sharia property occupancy. The result of this research is the weighting of the case study of Sharia Property Developer (DPS) housing which was studied in Malang City.
Identifikasi Penerapan Adaptive Reuse Pada Rancangan Interior Area Komersial M Bloc Space Jakarta Sekar Melati Ayudyawati; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian adaptive reuse dalam lingkup interior dapat membantu tercapainya pelestarian bangunan bersejarah yang lebih holistik. Penelitian terdahulu masih terfokus pada kajian perubahan yang diterapkan pada adaptasi bangunan sehingga belum mengidentifikasi metode yang diterapkan pada adaptasi bangunan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan adaptive reuse pada M Bloc Space Jakarta tepatnya pada ruang interior area komersil hasil alih fungsi bangunan rumah dinas Perum Peruri. Kajian identifikasi penelitian bertujuan untuk memperdalam dari kajian penelitian terdahulu dan berkontribusi dalam topik adaptive reuse dalam lingkup interior. Digunakan tujuh objek peneitian yang berfungsi tunggal sebagai kafe ataupun resto dan terletak pada area komersil M Bloc Space Jakarta yaitu Kedai Tjikini, Tokyo Skipjack, Chickro, Suwe Ora Jamu, Kebun Ide, MakanCantik, dan Twalen. Hasil penelitian yang didapat memaparkan bahwametode adaptive reuse yang diterapkan adalah metode insersi, gabungan dari metode insersi dan parasit, serta metode parasit. Metode insersi diterapkan pada Kedai Tjikini dan Twalen, metode insersi dan parasit diterapkan pada Tokyo Skipjack, Chickro, Suwe Ora Jamu, serta Kebun Ide, dan metode parasit diterapkan pada MakanCantik.
Strategi Pencahayaan Alami Pada Oura Kafe Malang Natashya Irawan; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rangka penerangan alami merupakan salah satu komponen utama dalam suatu ruangan yang berfungsi sebagai komponen penerangan. Komponen pencahayaan ini sangat penting dalam memberikan udara dan pelipur lara visual bagi para tamu kafe. Di pusat kota Malang, terdapat sebuah kafe yang nongkrong di atas lighting yang dijadikan objek wisata, khususnya Oura Kafe. Mengetahui tingkat pencahayaan normal dan mengetahui desain pencahayaan jendela teluk yang tepat dengan tujuan dapat memperluas kenyamanan pub dan tempat bertengger tamu dengan berfokus pada bagian pencahayaan biasa adalah tujuan dari eksplorasi ini. Strategi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah kuantitatif, termasuk informasi estimasi dan informasi subjektif yang terdiri dari informasi aktual atau dokumentasi dari Oura Kafe, yang konsekuensinya akan dihubungkan dan dibuat dengan hipotesis dan gagasan tentang akuarium kafe, pencahayaan dan kualitas visual, yang diselidiki dan digambarkan secara ilustratif. Hasil dari penelitian tersebut membawa terwujudnya ide rencana Oura kafe dengan rangkaian aksi pencahayaan yang teratur, rencana permainan desain meja dan hubungannya dengan kualitas visual yang dilihat oleh para tamu dari ide setiap zona yang ada di kafe ini. Hasil akhir dari pengujian adalah rencana desain bar dan tempat duduk yang difokuskan untuk para tamu dengan ide pada setiap titik di kafe ini telah terpenuhi. Pencahayaan normal pada siang hari telah terpenuhi, sedangkan pada malam hari sebagian besar zona tidak sepenuhnya standar.   Kata kunci: pencahayaan alami, skylight, kafe 
Preferensi Masyarakat Terhadap Setting Elemen Fisik Ruang Terbuka Publik Nabila Marsha Herawati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya ketidakmerataan aktivitas di antara fasilitas Taman Singha Merjosari Malang, yaitu adanya ruang yang sepi pengunjung menyebabkan timbulnya pertanyaan apakah pengunjung tidak nyaman dalam beraktivitas di fasilitas taman atau apakah terdapat elemen-elemen fisik yang tidak disukai pengunjung. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat umum termasuk pengunjung yang sudah pernah menggunakan fasilitas Taman Singha Merjosari. Pada taman teridentifikasi empat jenis elemen fisik yang paling banyak ragamnya dan paling sering digunakan. Empat jenis elemen fisik yaitu tempat duduk, tempat sampah, jalur pedestrian dan pola vegetasi merupakan objek amatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner online. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Foto sebagai stimuli dinilai oleh masyarakat menggunakan multiple rating scale tujuh skala. Hasil kuesioner diolah dengan analisis mean score. Dari hasil yang diperoleh terlihat kecenderungan masyarakat pada elemen tempat duduk, tempat sampah dan jalur pedestrian tipe 1.Kata kunci: preferensi, setting elemen fisik, ruang terbuka publik
Pengaruh Peletakakkan Anchor Tenant Terhadap Arus Sirkulasi Pengunjun Pada Malang Town Square Novia Wahyu Hanifah; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Peletakan Anchor tenant Terhadap Arus Sirkulasi Pengunjung pada Malang Town Square Novia Wahyu Hanifah1 dan Rinawati P. Handajani2 1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur,, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya2 Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Alamat Email penulis: phinovia@gmail.com ABSTRAKPusat perbelanjaan modern atau mall telah menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Saat ini, pusat perbelanjaan terus beradaptasi untuk menyediakan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Bahan dasar salah satu keberhasilan mall adalah anchor tenant yang merupakan penyewa utama di suatu mall. Hal ini penting karena anchor tenant dan ritel non-Anchor mengalami efek spillover dan mampu meningkatkan penjualan secara drastis setelah adanya pengenalan anchor tenant ke dalam pusat perbelanjaan. Malang Town Square merupakan salah satu mall terbesar di Malang. Pada mall ini terdapat beberapa permasalahan dimana pada beberapa lantai terdapat area sirkulasi yang sepi mengakibatkan persebaran pengunjung tidak merata. Pada beberapa lantai bangunan anchor tenant yang seharusnya menjadi magnet lantai dan dapat membantu pengunjung agar melewati retail lain justru sedikit dilewati pengunjung dan lokasinya cenderung tertutup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penjelasan secara deskriptif. Observasi dan wawancara akan dilakukan dan disukung dengan simulasi menggunakan space syntax untuk mengetahui pola sirkulasi pengunjung. Hasil penelitian akan didapat pola arus pergerakan pengunjung di area sirkulasi mall yang dipengaruhi oleh magnet lantai dan faktor yang mendukung kemudahan pencapaian dari tata ruang dan sirkulasi mall.Kata kunci: Mall, anchor tenant, sirkulasi, space syntax ABSTRACTModern shopping centers or malls have become the choice to meet the needs of people. Today, shopping centers are constantly adapting to provide for primary, secondary, and tertiary needs. The essential ingredient of one of the mall's successes is the anchor tenant who is the main tenant in a mall. This is important because anchor tenants and non-anchor retailers experience spillover effects and can increase sales drastically after the introduction of anchor tenants into the development center. Malang Town Square is one of the biggest malls in Malang. In this mall there are several problems where on several floors there are circulation areas that are rarely visited by visitors, resulting in an unbalanced distribution. On several floors of the building, anchor tenants are supposed to be floor magnets and can help visitors pass through other retailers, but this location is rarely visited by visitors because of the enclosed circulation.This study uses a qualitative method with a descriptive explanation. Observations and interviews will be conducted and supported by simulations using space syntax to determine visitor circulation patterns. The results of the study will get the flow pattern of visitor movements in the mall circulation area which is influenced by floor magnets and factors that support the layout and circulation of the mall.Keywords: Mall, anchor tenant, circulation, space syntax