cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2015)" : 44 Documents clear
Perancangan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik dengan Fasilitas Geriatri Mohammad Zulfahmi; Tito Haripradianto; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini banyak terjadi pembangunan di Indonesia baik itu di kota maupun di desa. Di dalam menanggapi pembangunan yang terjadi pada suatu daerah, kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pembangunan dan merupakan salah satu indikator dalam menentukan keberhasilan suatu daerah dalam melakukan pembangunan. Kabupaten Malang merupakan sebuah daerah yang juga sedang melaksanakan pembangunan. Permasalahan kesehatan-pun terjadi di dalamnya. Perancangan pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik dengan Fasilitas Geriatri ini diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan kesehatan yang ada di Kabupaten Malang. Pemilihan jenis dan tipe rumah sakit didasari oleh kebutuhan dan isu yang berkembang. Dari data yang ada, kebutuhan dan isu yang berkembang pada Kabupaten Malang mengerucut kepada rumah sakit rehabilitasi medik dan juga kebutuhan fasilitas geriatri. Pemilihan lokasi perancangan itu sendiri mengikuti peraturan yang ada. Dengan begitu diharapkan perancangan ini dapat mengatasi permasalahan kesehatan yang ada di Kabupaten Malang. Perancangan ini juga tidak terlepas dari standar kesehatan dan keamanan. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelayakan bangunan tersebut dalam pengoperasiannya. Bangunan rumah sakit merupakan salah satu bangunan yang mengedepankan fungsi. Oleh karena itu utilitas rumah sakit (infrastruktur) yang baik akan memaksimalkan pelayanan yang diberikan, karena pelayanan kesehatan yang baik dapat mempengaruhi proses penyembuhan.Kata kunci: rumah sakit rehabilitasi medik, fasilitas geriatri, bangunan utilitas
Perancangan Pasar Induk Gadang Muhammad Ridwan Anas; Beta Suryokusumo; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Induk Gadang merupakan salah satu pasar yang memiliki peran penting bagi perkembangan perekonomian Kota Malang dan sekitarnya. Kondisi Kota Malang yang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur menjadi daya tarik bagi penduduk luar kota untuk datang mencari penghasilan di Kota Malang, terutama di sektor non formal. Bertambahnya jumlah pedagang Pasar Induk Gadang dari tahun ke tahun tidak berbanding lurus dengan peningkatan kondisi pasar, baik secara kualitas maupun kuantitas. Mengacu pada Perda Kota Malang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang Tahun 2010-2030 Pasal 50 ayat 1 yang berbunyi “kegiatan perdagangan skala besar untuk jenis sayuran, ikan dan sejenisnya (pasar basah) tetap menggunakan Pasar Induk Gadang dan dikembangkan ke arah areal eks Terminal Gadang”, maka Pasar Induk Gadang harus dirancang ulang. Perancangan Pasar Induk Gadang yang baru, didalamnya juga harus terdapat proses pengembangan sehingga dapat menampung jumlah pedagang lama maupun pedagang yang baru. Nilai-nilai arsitektur harus terdapat pada perancangan pasar, untuk meminimalisasi kesan-kesan negatif yang selama ini terdapat pada pasar. Perancangan Pasar Induk Gadang juga tidak akan lepas dari standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait, serta standar-standar perancangan yang berkaitan dengan arsitektur sehingga diperoleh sebuah bangunan dengan fungsi pasar yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan pelaku aktivitas pasar.Kata kunci: perancangan, pasar, Pasar Induk Gadang
Pemanfaatan Limbah Botol Plastik pada Desain Jember Eco-Fashion Gallery Ferry Chusni Arfiyanto; Rinawati P Handajani; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jember Fashion Carnaval adalah salah satu City Branding Kota Jember yang saat ini berpotensi menduduki posisi terdepan sebagai pariwisata karnaval berkelas dunia yang mampu menjadi catalyst bagi potensi wisata lain yang terus dikembangkan sebagai sebuah pagelaran seni fashion busana fantasi yang bertemakan lingkungan, atau disebut dengan Eco-Fashion. Setelah satu dekade Jember Fashion Carnaval berjalan antusiasme tidak hanya ditunjukkan oleh para pecinta fashion, masyarakat Jember juga tidak kalah antusias dalam mengapresiasi parade busana unik dengan catwalk sepanjang 3,6 kilometer (km) ini, perancangan sebuah galeri sebagai sarana display karya peserta Jember Fashion Carnaval menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan yang akan datang mengingat volume galeri yang saat ini tersedia belum bisa mewadahi busana karya peserta Jember Fashion Carnaval dan juga berbagai macam aktivitas lain terkait dengan Jember Fashion Carnaval. Dalam rancangan desain galeri Jember Fashion Carnaval ini mengadaptasi konsep pemanfaatan limbah botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) untuk material bangunan sesuai dengan salah satu karakter utama dari Jember Fashion Carnaval, dimana dalam rancangan busananya memanfaatkan material limbah sebagai bahan busana.Kata kunci: Jember Fashion Carnaval, perancangan galeri, pemanfaatan limbah botol PET
Motif Ornamen Minangkabau sebagai Desain Shading Devices pada Kantor Pemerintah (Studi Kasus pada Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat) Vida Yulia Dhira; Jusuf Thojib; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pencahayaan alami yang sedikit disebabkan karena kendala silau. Silau disebabkan oleh sinar matahari langsung yang menerpa bangunan dengan intensitas yang tinggi. Silau pada bangunan dapat mengganggu aktifitas di dalamnya. Mengatasi masalah silau adalah dengan menggunakan shading devices, sehingga sinar langsung matahari tidak masuk ke dalam ruang dalam bangunan. Bangunan Kantor Gubernur Sumatera barat merupakan objek penelitian ini. Bangunan ini memiliki orientasi bukaan pada arah timur dan barat sehingga sangat rentan dengan silau. Kajian ini bertujuan agar shading pada bangunan dapat memaksimalkan fungsi pembayangan. Motif ornamen lokal digunakan sebagai dasar desain shading devices untuk menampilkan bangunan yang memiliki ciri lokal. Alat bantu kajian ini adalah dengan menggunakan software ecotect analysis 2011. Motif lumuik hanyuik, bada mudiak, cacak kuku, dan daun puluik-puluik merupakan ornamen lokal yang dapat memaksimalkan pembayangan pada objek penelitian.Kata kunci : sinar matahari langsung, shading devices, pembayangan, ornamen lokal
Arsitektur Fasade Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda di Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem Gresik Frisa Rizienta; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem merupakan sebuah kawasan kota lama yang terdiri dari beberapa bangunan dalam beberapa jalur (gang) yang saling berhadapan dan memiliki keunikan/kekhasan arsitektur, yang pada periodisasi tertentu menjadi ikon/tanda kemajuan perkembangan Kota Gresik. Kawasan ini adalah kawasan yang terbanyak terdapat bangunan bersejarah di kota lama. Kondisi bangunan tersebut masih baik dan utuh, dengan gaya arsitektur yang beragam, yaitu Kolonial, Cina, Melayu dan memiliki usia rata-rata 100 tahun. Salah satu bangunan yang menonjol di kampung peranakan ini adalah rumah tinggal Gajah Mungkur dan beberapa makam leluhur (makam Nyai Ageng Arem-arem). Karakteristik Arsitektur Kolonial Belanda dalam hal ini dapat dilihat dari segi periodisasi perkembangan arsitekturnya maupun dapat pula ditinjau dari berbagai elemen ornamen yang digunakan bangunan kolonial tersebut.Kata kunci: karakteristik, fasade, Nyai Ageng Arem-arem
Gedung Pengolahan Ikan Bandeng di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik M. Bachrul Alam Al A.; Edi Hari Purwono; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi sumber daya alam ikan Bandeng di kabupaten Gresik yang melimpah saat ini, belum terkelola secara optimal. Keberadaan usaha pengolahan hasil petani ikan Bandeng masih terbatas, pada industri kecil untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Perancangan gedung pengolahan ikan Bandeng di Kecamatan Manyar ini diharapkan mampu menampung hasil panen para petani tambak di Kabupaten Gresik, juga dapat mengatasi masalah perekonomian masyarakatnya. Pemilihan letak bangunan industri di Kecamatan Manyar dimaksudkan untuk mendekatkan proses produksi dengan bahan baku sehingga dapat menekan biaya produksi. Gedung pengolahan ikan Bandeng di Kecamatan Manyar dirancang sesuai standar industri pangan yang memperhatikan tingkat kebersihan dan keamanan. Standar tersebut berfungsi untuk menjamin keamanan hasil produk dari kontaminasi. Sehingga nantinya hasil produksi bisa memiliki nilai harga jual yang tinggi serta aman untuk dikonsumsi.Kata kunci: bangunan industri, ikan bandeng, Manyar, Gresik
Perancangan Planetarium Di UIN Walisongo Semarang Nurhasan Nurhasan; Edi Hari Purwono; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan status IAIN menjadi UIN, didasari oleh komitmen untuk berupayamengintegrasikan antara disiplin ilmu agama Islam dengan disiplin ilmu pengetahuanumum dalam sebuah bangunan peradaban Islam. UIN Walisongo Semarang menanggapiperubahan ini dengan merencanakan pengembangan disiplin ilmu sebagaipengembangan aspek non fisik. Dari pengembangan ini nantinya juga akan diiringidengan upaya mempersiapkan perencanaan dalam bidang infrastruktur sebagaipengembangan aspek fisik. Sebagai program studi satu-satunya yang ada di Indonesiayang diajarkan secara komprehensif untuk tingkat Perguruan Tinggi Agama IslamNegeri. Namun program studi Ilmu Falak ini belum memiliki sarana sebagai wadahuntuk pengembangan dan kegiatan pengamatan. Sarana yang sesuai untuk mewadahifungsi tersebut yaitu berupa planetarium Ilmu Falak. Pengembangan fasilitas berupaplanetarium pada kompleks kampus UIN Walisongo Semarang nantinya akan dilengkapidengan fasilitas observatorium yang diharapkan dapat mewadahi kegiatanpengembangan Ilmu Falak secara optimal.Kata kunci:planetarium, observatorium, ilmu falak
Pola Spasial Pelabuhan Batu Ampar, Batam Dessy Anggraini; Subhan Ramdlani; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Batu Ampar adalah pelabuhan bongkar muat terbesar yang digunakan untuk memasok barang-barang manufaktur serta sangat diandalkan dalam mendukung perkembangan industri dan perdagangan di Kota Batam. Namun kondisi Pelabuhan Batu Ampar saat ini terdapat ketidakjelasan pola pemanfaatan lahan dan sirkulasi manusia dan barang, yang berakibat ketidakmampuan menampung pergerakan laju barang yang terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pola spasial Pelabuhan Batu Ampar dalam masa pengembangan pelabuhan yang sesuai standar yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memaksimalkan fungsinya sebagai pelabuhan utama. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif melalui pendekatan teori pola spasial dari Carmona (2003), yaitu tata guna lahan dan pola sirkulasi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi tata guna lahan dan pola sirkulasi sangat berhubungan erat dalam membentuk pola spasial Pelabuhan Batu Ampar dan mempengaruhi masing-masing indikator variabel.Kata kunci: pola spasial, pelabuhan barang, terminal peti kemas
Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Taman Merjosari Malang Mochammad Fadli Fauzi; Sigmawan Tri Pamungkas; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang belakangan ini mulai memperhatikan ruang terbuka hijau berupa taman kota untuk mencapai standar luasan ruang terbuka hijau di dalam kota. Kota Malang juga berencana menjadi kota inklusif yaitu kota dengan fasilitas umum yang dilengkapi standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Taman kota merupakan salah satu fasilitas umum yang harus menerapkan standar aksesibilitas karena fungsinya sebagai tempat rekreasi atau bersantai sehingga penyandang disabilitas akan menggunakan fasilitas ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Taman Merjosari menerapkan asas aksesibilitas, antara lain: keselamatan, kemudahan, kegunaan dan kemandirian yang ada di PERMEN PU No.30/PRT/M/2006 agar dapat dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan metode survei dengan teknik wawancara untuk mendapatkan data kebutuhan dari subjek penelitian, yaitu penyandang disabilitas. Penelitian ini bersifat evaluatif, yaitu membandingkan kondisi area menuju taman, sirkulasi, massa bangunan dan furniture taman dengan standar aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman tersebut belum sepenuhnya menerapkan standar aksesibilitas pada elemen-elemen tamannya. Pada taman tersebut hanya menerapkan ramp sebagai alat bantu aksesibilitas pada beberapa titik sirkulasi.Kata kunci: taman kota, aksesibilitas, penyandang disabilitas
Apartemen dan Mall di Kota Surabaya Perancangan dengan Pendekatan Tekno Ekonomi Bangunan Arda Ariyo Kuncoro; Tito Haripradianto; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota terbesar di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (2009) tingkat urbanisasi mencapai 2,66% dan diperkirakan akan semakin bertambah hingga tahun 2029 sekitar 3.9 juta jiwa. Laju pertumbuhan masyarakat pendatang tercatat 5,5% per tahun yang tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk asli Kota Surabaya yang hanya 1,89% per tahun. Sehingga pada tahun 2015 diperkirakan jumlah penduduk Kota Surabaya akan melonjak menjadi 2.9 juta jiwa. Masyarakat pendatang semakin meningkat, sehingga perlu adanya penyediaan fasilitas kota, terutama pada fasilitas hunian vertikal, dengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak produktif. Salah satunya di kawasan Surabaya Timur yang saat ini sudah mulai banyak dibangun apartemen dan mall, termasuk di Kecamatan Mulyorejo juga akan dialih fungsikan sebagai kawasan perdagangan dan jasa, serta dekat dengan kawasan industri, dan institusi pendidikan. Sehingga perancangan bangunan investasi apartemen dan mall dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan tekno ekonomi bangunan.Kata kunci: apartemen, mall, Mulyorejo, Surabaya, investasi