cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2017)" : 52 Documents clear
Membaca Pola Geometri pada Gereja Katolik Palasari Aminah Inoue Sjaharia; Chairil Budiarto Amiuza; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.605 KB)

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa dengan penduduknya yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, budaya maupun agama. Bangsa Indonesia sendiri terkenal sebagai masyarakatnya yang religius, yang dimana dalam setiap aktivitas kehidupannya bertitik-tolak pada ajaran agama yang dianutnya masing-masing. Agama Katolik termasuk salah satu dari enam agama yang diakui di Indonesia, dengan gereja sebagai tempat peribadatannya. Gereja Katolik Palasari merupakan salah satu gereja Katolik yang berada di Bali yang memiliki langgam bangunan yang sedikit berbeda dengan bangunan gereja pada umumnya. Gereja Katolik yang dibangun pada tahun 1958 tersebut dianggap sebagai bangunan bertema heritage yang merupakan bangunan inkulturasi, yakni antara arsitektur Bali yang merupakan arsitektur lokal dengan arsitektur Gereja Katolik Gotik. Penelitian ini akan meneliti apakah benar adanya proses inkulturasi yang terjadi pada Gereja Katolik Palasari yang dilihat dari kacamata geometri. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis korelasi dengan aspek geometri sebagai alatnya. Peneliti melakukan sebuah kategorisasi, dengan cara menyajikan data-data serta penarikan kesimpulan sebagaimana yang pada umumnya dilakukan pada tahap analisa data dalam sebuah penelitian yang bersifat kualitatif.Kata Kunci: Inkulturasi, Geometri Arsitektur
Evaluasi Purna Huni Ruang Praktik Kriya Kayu SMK Negeri 5 Malang Dichi Riandini Putri Yanesa; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.907 KB)

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan kriya memiliki kinerja fungsi ruang, karakteristik ruang dan kebutuhan aktivitas terhadap ruang yang berbeda-beda, khususnya ruang praktik untuk kriya kayu. Seiring berjalannya waktu, berkembangnya teknologi, peminat terhadap jurusan baru juga kebutuhan akan fasilitas sekolah yang bertambah, menimbulkan Sekolah Menengah Kejuruan perlu meningkatkan kapasitas fasilitas untuk mewadahi penambahan kebutuhan pengguna. Seperti halnya SMK Negeri 5 Malang, pada awalnya merupakan SMK yang berfokus pada jurusan-jurusan kriya. Salah satu contoh perubahan ruang pada SMK Negeri 5 adalah pada ruang praktik kriya kayu, dimana luasan ruang praktik tersebut diperkecil dan dialihfungsikan menjadi ruang-ruang teori. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk untuk mencari tahu bagaimana kesesuaian dimensi ruang praktik kriya kayu SMK Negeri 5 terhadap tuntutan dan karakteristik kerja. Metode yang digunakan adalah evaluasi purna huni dengan membandingkan data eksisting dengan standar yang dilakukan secara kuantitatif. Hasil dari evaluasi purna huni untuk mengetahui sejauh mana ruang praktik kriya kayu dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna sekaligus mencari solusi terkait masalah dimensi ruang praktik.Kata kunci: Evaluasi Purna Huni, sekolah, ruang praktik, Kriya Kayu
SMK Perikanan dengan Pendekatan Konservasi Air di Kabupaten Malang Nikita Mahditiara; Sri Utami; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.102 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup. Meskipun dapat terbaharui dengan cepat, namun dengan adanya perubahan iklim yang cukup mengkhawatirkan saat ini menyebabkan kekeringan di beberapa daerah. Dari 97% permukaan bumi yang tertutup air, namun hanya 1% yang dapat dimanfaatkan. Konservasi air sebagai upaya menjaga kualitas air tanah dan mengurangi penggunaan air tanah secara terus menerus untuk menjaga ekosistem dan untuk penggunaan bagi generasi selanjutnya. Indonesia sebagai negara tropis memiliki curah hujan yang cukup tinggi, sebaiknya memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih juga. Pemanfaatan konservasi air dengan fokus rain harvesting system sebagai pengganti sumber air bersih seharusnya sudah mulai dilakukan pada bangunan privat maupun komersil, serta melakukan proses daur ulang air pada air limbah yang dihasilkan bangunan akan menghemat penggunaan air dan mengurangi penggunaan air yang sia-sia dan mengurangi limbah yang dihasilkan bangunan.Kata kunci: konservasi air, rain harvesting system, daur ulang air.
Pengaruh Material Bekas pada Fasade Bangunan terhadap kenyamanan visual (studi kasus : Microlibrary, Bandung Putri Irania Pangestu; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.27 KB)

Abstract

Fenomena penggunaan kembali barang bekas sebagai material bangunan saat ini marak diterapkan dalam bidang arsitektur. Microlibrary merupakan salah satu bangunan yang menerapkan material bekas pada fasade bangunannya yaitu berupa 2000 ember plastik bekas wadah es krim. Indonesia adalah negara beriklim tropis yang mendapat penyinaran matahari berlimpah. Penggunaan material plastik bekas mempengaruhi kenyamanan visual di dalam ruang karena cahaya yang masuk menembus benda tidak transparan. Oleh karena itu diperlukan cara yang mampu menciptakan ruang tanpa meninggalkan konsep desain utama dengan memperhatikan standar kenyamanan visual bagi para pengguna. Fokus penelitian ini pada elemen fasade yang sekaligus menjadi bukaan pencahayaan alami dan penggunaan lampu sebagai pencahayaan buatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental yaitu suatu penelitian untuk menilai pengaruh suatu variabel terhadap tindak perlakuan dengan menggunakan teknik prediksi model digital. Hasil rekomendasi didapat dari perhitungan rumus perancangan tata cahaya buatan. Dihasilkan empat alternatif desain tata cahaya alami dan desain tata cahaya buatan yang disimulasikan dengan software digital untuk mengetahui instensitas dan distribusi cahaya yang tercipta. Evaluasi pengaruh material fasade dilakukan dengan membandingkan material plastik dan material lain yang menghasilkan persyaratan pengaplikasian material plastik pada fasade bangunan agar performanya memenuhi standar kenyamanan pengguna.Kata kunci: material bekas, fasad bangunan, kenyamanan visual
Perubahan Konsep Dapur Hunian Akibat Kebutuhan Pengguna pada Perumahan (Studi Kasus : Perumahan Vila Bukit Tidar Malang) Umamah Al Batul; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1515.053 KB)

Abstract

Dapur merupakan salah satu ruang pada hunian yang memiliki peranan penting pada suatu rumah. Berdasar kebiasaan orang Indonesia, umumnya kegiatan memasak di dapur memerlukan waktu sekitar 8 jam perhari sehingga dalam penggunaannya diperlukan kenyamanan dan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna. Fenomena yang terjadi saat ini banyak rumah perumahan yang melakukan perubahan pada desain dapur rumahnya. Hal ini mengindikasikan belum terpenuhinya kebutuhan dan belum ada kesesuaian dengan pengguna. Penelitian ini dilakukan pada 12 sampel perumahan yang mengalami fenomena tersebut dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hal yang diteliti adalah aspek dapur apa saja yang paling banyak mengalami perubahan dan faktor kebutuhan pengguna apa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan tersebut. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam perancangan dapur rumah perumahan bagi developer perumahan di masa mendatang dan perancangan dapur bagi masyarakat umum, untuk melihat kebutuhan pengguna sebagai faktor pertimbangan dalam perancangan desain dapur.Kata kunci: Pengguna, Dapur, Perubahan, Kebutuhan
Eco Green Campus pada Gedung Dekanat Fakultas Peternakan Almas Nugrahaningsih; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.596 KB)

Abstract

Fenomena pemanasan global kini menjadi isu populer, yaitu naiknya suhu bumi dikarenakan peningkatan efek rumah kaca. Perjanjian internasional diadakan agar semua negara dapat berkontribusi mengurangi pemanasan global tersebut. Indonesia sudah berkomitmen dengan menurunkan suhu sebesar 2’ C. Universitas Brawijaya, salah satu Universitas di Kota Malang memiliki program Eco Green Campus dengan Fakultas Peternakan sebagai Fakultas yang mempelopori namun dari segi konservasi kawasan. Penelitian mengkaji terkait tingkat ramah lingkungan pada Gedung di Fakultas Peternakan. Gedung Dekanat Fakultas Peternakan atau Gedung V dipilih karena termasuk gedung yang baru dibangun dan berlantai banyak. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif yang dilakukan dengan observasi lapangan dan studi literatur dengan metode analisa data yaitu metode deskriptif dengan mendeskripsikan data yang didapat sesuai dengan 6 kriteria Greenship-GBCI yang menjadi acuan. Hasil penelitian menunjukan Gedung objek studi tidak memenuhi predikat mengacu pada predikat minimum GBCI, dan perlu adanya rekomendasi dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas bangunan melalui tolak ukur GBCI untuk menunjang Eco green campus.Kata kunci: green building, greenship-GBCI, Universitas Brawijaya
Kinerja Material Bata Kapur terhadap Kenyamanan Termal Rumah Tinggal di Kabupaten Tuban Linda Nailufar; Eryani Nurma Yulita
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.363 KB)

Abstract

Kenyamanan termal dalam bangunan mempengaruhi kenyamanaan pengguna selama beraktivitas di dalam ruang. Faktor yang mempengaruhi termal bangunan selain pemanasan global adalah penggunaan material selubung atau dinding bangunan. Salah satu jenis material yang digunakan sebagai dinding bangunan adalah batu bata kapur. Material ini merupakan material lokal di Kabupaten Tuban yang merupakan daerah dengan suhu cukup tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar kinerja bata kapur dalam menurunkan suhu ruang dalam pada daerah tropis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskripstif kuantitatif dengan melakukan pengukuran langsung pada objek penelitian. Lokasi yang dipilih berdasarkan ketinggian daerah yaitu desa Grabagan, Montong dan Jalur Pantura. Terdapat dua jenis objek pada masing-masing daerah yaitu exposed dan plester. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kinerja material bata kapur dalam menurunkan termal ruang dalam cukup signifikan walaupun tergolong rendah dimana bata kapur exposed memiliki kinerja lebih baik dibanding bata kapur plester sedangkan penurunan suhu tertinggi terjadi di desa Montong sebesar 1.3 °C , kedua di desa Grabagan sebesar 1.2 °C dan di daerah Jalur Panturan dengan penurunan suhu 0.4 °C.Kata kunci: Material dinding, Kenyamanan termal, Batu bata kapur
Model Furnitur Pintar untuk Kenyamanan Beraktivitas pada Taman Perdamaian BSD Tangerang Selatan Ayu Diarifa Tamara; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.395 KB)

Abstract

Kenyamanan beraktivitas sangat berpengaruh dalam perancangan ruang terbuka publik hijau, contohnya Taman Perdamaian BSD. Kondisi taman tersebut banyak dipenuhi orang-orang yang melakukan hal-hal negatif. Namun, setelah taman tersebut direvitalisasi organisasi Tangsel Creative Foundation, kondisi taman kembali hidup. Pengunjung banyak berdatangan dari masyarakat sekitar, anggota komunitas, dan pedagang kaki lima. Banyaknya pelaku aktivitas yang datang dari kelompok berbeda dan memiliki perbedaan aktivitas utama menimbulkan permasalahan kenyamanan beraktivitas terkait pemakaian furnitur taman. Dibutuhkan penambahan furnitur taman untuk menunjang aktivitas mereka, namun banyaknya kebutuhan furnitur taman tidak sebanding dengan luasan taman yang sangat terbatas. Konsep furnitur pintar merupakan solusi dari permasalahan tersebut. Metode penelitian deskriptif evaluatif dilakukan pada tahap evaluasi kenyamanan beraktivitas, lalu analisis permodelan untuk menyusun rekomendasi desain furnitur pintar. Dilakukan metode partisipatori dengan pelaku aktivitas taman untuk menentukan rekomendasi desain furnitur terpilih. Gazebo, tempat berjualan, mainan, dan tempat sampah merupakan jenis-jenis furnitur yang dibutuhkan pengunjung. Dari tiap jenis furnitur diberikan beberapa alternatif yang dipilih oleh pengunjung, yaitu gazebo 3, tempat berjualan 2, mainan 1, dan tempat sampah 3 sebagai alternatif desain terpilih. Alternatif desain terpilih memiliki konsep furnitur pintar yang space-saving, multi-fungsi, dan/atau menghasilkan energi untuk mengurangi luas area taman saat furnitur tidak digunakan dan memaksimalkan ruang pada taman yang terbatas.Kata kunci: ruang terbuka publik, kenyamanan beraktivitas, lahan terbatas, furnitur pintar
Pemanfaatan Ruang Bersama sebagai Area Belajar pada Asrama Putra Universitas Brawijaya Malang Ahmad Ranzani; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.092 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu poin penting di dalam mengukur kemajuan suatu bangsa, termasuk Indonesia. Saat ini sistem pendidikan pada perguruan tinggi mengalami perubahan serining berkembangnya zaman. Konsep pendidikan secara formal (di dalam kelas) tidak cukup untuk mendukung kegiatan pembelajaran mahasiswa, sehingga konsep pembelajaran learning byself menjadi sebuah solusi permasalahan tersebut. Pada Universitas Brawijaya, diketahui bahwa area-area bersama yang tersebar di area kampus selalu dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk area belajar mereka. Dari observasi awal tersebut mendapatkan sebuah hipotesa awal bahwa mahasiswa membutuhkan sebuah learning space untuk mendukung kebutuhan belajar mereka. Kemudian dari hipotesa tersebut, diterapkan Asrama Putra UB sebagai objek penelitian. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ruang bersama asrama saat ini sudah mengakomodir kebutuhan belajar mereka, serta bagaimana rancangan ruang bersama yang sesuai dengan kebutuhan bersama mereka?. Sehingga terdapat dua tahapan penelitian secara kuantitatif, yang pertama adalah untuk mengetahui kebutuhan belajar mereka sebagai mahasiswa dan kebutuhan belajar pada ruang bersama asrama. Kemudian hasilnya diketahui bahwa ruang bersama belum mengakomodir kegiatan belajar mereka, sehingga dilanjutkan pada tahap kedua dengan mengevaluasi ruang bersama yang ada untuk mengetahui mengapa mereka kurang memanfaatkan ruang bersama tersebut, dan hasilnya dapat menjadi masukan untuk rancangan ruang bersama yang sesuai dengan kebutuhan belajar penghuni asrama sebagai mahasiswa.Kata kunci: Ruang bersama, Learning Space, Asrama Putra
Jendela sebagai Pendingin Alami pada Rusunawa Grudo Surabaya Aisyah Adzkia Yuliwarto; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.76 KB)

Abstract

Rusunawa yang dibangun setelah tahun 2008 di Kota Surabaya, Rusunawa Grudo, memiliki kondisi suhu ruang dalam yang lebih tinggi dibandingkan ruang luar. Rusunawa sebagai bangunan subsidi pemerintah tidak dapat sepenuhya memanfaatkan pendinginan mekanik untuk mencapai kenyamanan, perlu adanya upaya pendinginan alami. Pendinginan alami dapat dicapai melalui jendela yang berperan sebagai sumber masuknya panas dan angin ke dalam ruangan. Perbedaan segi desain (dimensi, posisi, dan jenis), orientasi terhadap matahari, dan overhang pada jendela memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kondisi suhu dan kecepatan angin bangunan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kinerja jendela sebagai pendingin alami untuk menurunkan suhu dan mencapai kenyamanan ventilasi pada Rusunawa Grudo Surabaya. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dan eksperimental dengan software ANSYS 14.5 Fluent. Kinerja jendela diketahui melalui simulasi suhu dan kecepatan angin ruangan. Hasil menunjukkan bahwa modifikasi jendela mampu menurunkan suhu hingga 0,3 OC dan menghasilkan rata-rata kecepatan angin yang dibutuhkan untuk mencapai kenyamanan ventilasi. Modifikasi orientasi jendela mampu menurunkan suhu hingga 0,6 OC, sedangkan penggunaan overhang pada jendela yang sesuai SBV mampu menurunkan suhu hingga 0,12 OC.Kata kunci: jendela, pendinginan alami, rusunawa