cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 69 Documents clear
Wayfinding bagi Tunanetra pada Sekolah Luar Biasa Tipe A (Studi Kasus: SMP/SMALB A YPAB Surabaya) Rizka Nur Afifah; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tunanetra memiliki keterbatasan pada penglihatannya dimana tidak dapat menangkap informasi secara visual sehingga memiliki keunikan tersendiri dalam melakukan wayfinding. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana wayfinding pada tunanetra khususnya di SMP/SMALB A YPAB Surabaya. Berdasar observasi awal diketahui bahwa lokasi penelitian belum didesain sesuai standar aksesibilitas, maka ingin diketahui elemen wayfinding apa saja yang membantu tunanetra dengan kondisi lingkungan yang ada.Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data yang dimiliki berupa data pemetaan pergerakan tunanetra dan data lingkungan eksisting. Data pergerakan tunanetra didapatkan dengan metode person centered mapping dengan sampel siswa tunanetra grup, total dan lowvision yang bergerak tanpa bantuan orang lain. Dari kedua data tersebut dilakukan analisis keterkaitan antara pola pergerakan dengan data lingkungan eksisting. Dari hasil analisis kemudian dilakukan sintesis terkait wayfinding bagi tunanetra, yaitu elemen landmark dan clue.Hasil penelitian wayfinding pada tunanetra menunjukan adanya perbedaan pada elemen landmark dan clue bagi tunanetra total, lowvision maupun grup. Tunanetra total dan grup banyak menggunakan indra perabaan tangan kemudian indra perabaan kaki. Berbeda dengan pada tunanetra lowvision, dimana indra penglihatan masih berfungsi sehingga tidak banyak menggunakan indra perabaan melainkan mengutamakan indra penglihatan.Kata kunci: wayfinding, tunanetra, perabaan
Fasad Penurun Suhu Ruang Dalam dan Beban Pendinginan Pada Pusat Perbelanjaan Poncol di Kota Pasuruan Satrio Adi Wiryono Putra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Dikutip BMKG Kota Pasuruan, hasil rekam cuaca sepanjang tahun 2019 menunjukkan bahwa suhu rata – rata Kota Pasuruan adalah 26º - 31º C setiap harinya, kondisi tersebut menyebabkan suhu ruangan panas dengan adanya radiasi pada dinding atau langit–langit. Pada umumnya, bangunan pusat perbelanjaan menggunakan sistem penghawaan buatan, namun pada pusat perbelanjaan Poncol Pasuruan ini memiliki sistem penghawaan buatan yang kurang optimal, salah satu cara untuk mendinginkan adalah dengan desain fasad bangunan yang baik. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menurunkan suhu dan beban pendinginan pada Pusat Perbelanjaan Poncol di Kota Pasuruan melalui fasad bangunan.  Metode yang digunakan adalah eksperimental, yang berarti melakukan beberapa percobaan pada obyek yang diteliti dengan menggunakan beberapa variabel yang telah ditentukan.  Selain itu juga menggunakan bantuan software Ecotect untuk melakukan proses simulasi penghawaan dan beban pendinginan bangunan. Dengan melakukan beberapa percobaan pada bentuk secondary skin, dan jarak rongga antara secondary skin dan juga dinding eksisting, Dengan menggunakan jenis secondary skin multistory, material panel cladding dan memiliki jarak rongga mencapai 1.2m, menunjukkan bahwa desain yang ada dapat menurunkan suhu ruang dalam sebesar 5O hingga 6O C dan memiliki beban pendinginan sebesar 277 kWh/m2 pertahunnya, yakni dapat menurunkan beban pendinginan sebesar 21.5% dari beban pendinginan eksisting.   Kata kunci: fasad, penuruh suhu, beban pendinginan
Kenyamanan Spasial dan Visual Pada Jalur Pedestrian Di Kawasan Pecinan Kota Malang Auliantania Amandra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Pasar Besar adalah koridor jalan yang selalu ramai dan selalu dilewati oleh berbagai macam orang. Beragam aktifitas yang terdapat di koridor jalan Pasar Besar ini juga karena fungsi bangunan  yang merupakan kawasan komersial (perdagangan dan jasa). Koridor yang padat, ramai, dan terdapat berbagai aktifitas ini sangat perlu diperhatikan pada  kenyamanan spasial dan visual ruang jalur pedestrian pada koridor jalan Pasar besar ini. Metode yang digunakan merupaka metode kualitatif dan metode kuantitatif. Analisisi kualitatif pada penelittian ini menggunakan deskripsi kulitas fisik kawasan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan membagikan kuisioner yang kemudian diolah menggunakan SPSS dan dengan mencari nilai mea. Kemudian di sandingkan antara metode kualitatif dengan karakter fisik dengan hasil kuisioner. Kenyaman spasial dan visual pada kawasan Pecinan ini dinilai masih kurang dilihat dari hasil mean yang dihasilkan lebih banyak yang negatif dan disesuaikan dengan karakter fisik kawasan. Sehingga kawasan Pecinan ini memiliki kenyamanan yang rendah.   Jalur pedestrian, kenyamanan spasial, kenyamanan visual, Pecinan
Peran Kunjungan Ziarah terhadap Place Attachment di Makam Bung Karno Jundi Muhamad sidiq abdillah; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ziarah di Makam Bung Karno termasuk dalam kegiatan wisata religi di Kota Blitar yang melibatkan pengunjung dari wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pengunjung Makam Bung Karno berdatangan dengan motivasinya yang beragam. Antusiasme pengunjung yang datang menunjukan bahwa adanya relasi pengunjung-tempat. relasi tersebut terjadi hingga membentuk place attachment. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana peran kegiatan ziarah terhadap place attachment di Makam Bung Karno. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan penalaran induktif melalui observasi, wawancara dan fotografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, peran kunjungan ziarah terhadap place attachment di Makam Bung Karno adalah sebagai pembentuk. Place attachment yang dibentuk adalah melalui (1). Aspek perilaku, dan (2). Aspek waktu. Aspek perilaku berupa kebutuhan dan keinginan ziarah yang dilakukan bersama-sama, sedangkan aspek waktu berupa komitmen keberlanjutan kunjungan diwaktu yang akan datang. Sebagai sebuah tempat, fasilitas ziarah yang dilakukan pengunjung di Makam Bung Karno mampu mendorong terbentuknya ikatan tempat.Kata kunci: keberlanjutan, Keterikatan tempat, Wisata, Ziarah,
Konsep Desain Akustik Pada Aula SMAN 8 Malang Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Akustik Uqiek Widyastono Trisoenoe
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang sebagai kota pelajar merupakan salah satu kota yang menjadi tujuan para pelajar untuk menuntut ilmu dan berkarya. Sehingga menuntut sekolah saling berupaya untuk meningkatkan kualitasnya di bidang akademis maupun non-akademis. SMAN 8 Malang merupakan salah satu sekolah yang memiliki banyak kegiatan non-akademis yang berpusat di aula sekolah. Aula SMAN 8 Malang yang awalnya di desain untuk aula olah raga mengalami peralihan fungsi sebagai aula serbaguna sehingga kualitas akustiknya perlu dievaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif-eksperimental menggunakan software Ecotect Analysis 2011 dengan tujuan mempelajari, mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi konsep desain akustik pada aula SMAN 8 Malang. Ruangan tersebut masih memiliki masalah pada tingginya waktu dengung sebesar 2,26-5,52 detik. Dengan merekayasa penggunaan material dan merubah layout ruangan berhasil menurunkan waktu dengung hingga mencapai 1,7-1,8 detik sebagai upaya meningkatkan kualitas akustik ruang di aula SMAN 8 Malang.Kata Kunci: Konsep desain akustik, aula, waktu dengung
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Taman Aloon Aloon Tulungagung Savitri, Andriadini; Wulandari, Lisa Dwi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik merupakan suatu fenomena yang menarik dalam kawasan kota. Sebagai ruang publik di Kota Tulungagung, Taman Aloon-Aloon Tulungagung diharapkan untuk mampu mewadahizberbagai macam aktivitas sosial-rekreatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan ruang pada Taman Aloon-Aloon Tulungagung. Pola pemanfaatan ruang tersebut dipengaruhi oleh elemen fisik ruang yang ada. Metode observasi menggunakan teknik placed-centered mapping untuk mengetahui pola, intensitas, dan kecenderungan pemanfaatan ruang dan elemen fisik bagi macam aktivitas yang ada. Pengamatan dilakukan pada pagi hari, siang hari, dan malam hari pada hari kerja, hari ibadah (jumat) dan hari libur. Penelitian ini menunjukkan sintesis bahwa tata lingkungan fisik pada Taman Aloon-Aloon Tulungagung sangat berpengaruh dalam pemanfaatan ruang yang ada pada taman. Kata kunci: pola ruang, pemanfaatan ruang, ruang publik, behavior mapping
KINERJA TERMAL PELAPIS DINDING BAMBU SEBAGAI MATERIAL SELUBUNG BANGUNAN PADA KAMPUNG LAYUNG Glenn Calvin; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya pemanasan global menuntut adanya sikap kritis dalam memilih bahan bangunan yang ramah liongkungan. Bahan bambu dipilih dalam penelitian ini sebagain bahan alternatif ramah lingkungan karena kelebihannya yang murah, kuat, mudah dikembangiakkan, dan kecepatan tumbuh yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja bahan bambu dalam menjaga suhu dalam bangunan pada batas nyamanan termal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang didapat berupa pengukuran suhu, kelembaban udara, dan kecepatan angin pada lingkungan luar dan bagian dalam bangunan. Pemilihan objek berdasarkan beberapa kriteria seperti jumlah bangunnan dalam satu kawasan yang memiliki kesamaan fungsi dan bahan pelapis bangunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya lapisan bambu pada dinding dapat menjaga suhu udara dalam ruangan stabil pada suhu nyaman apabila bangunan tidak dipengaruhi oleh pergerakan angin dari luar. Suhu ruang dalam menghangat saat suhu luar ruangan berada dibawah batas nyaman dan sebaliknya. Karena itu bahan ini terbukti baik digunakan sebagai bahan pengganti pada dinding.
Museum Klimatologi di Malang dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis Oni Wibisono; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKlimatologi atau ilmu iklim adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim. Iklim memiliki banyak pengaruh dalam aktifitas manusia, seperti pada pertanian, industri penerbangan dan lain-lain. Sayangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang klimatologi masih sedikit, jadi perlu adanya wadah untuk mempelajari ilmu iklim yang edukatif dan rekreatif sehingga dibangunlah museum klimatologi. Lokasi tapak museum klimatologi dipilih di Malang karena Malang memiliki potensi wisata pendidikan yang bagus. Metode yang digunakan dalam mendesain museum klimatologi adalah dengan arsitektur simbolis berupa arsitektur metafora dan analogi. Penerapan bangunan simbolis dapat menarik pengunjung untuk datang ke museum. Perancangan Museum Klimatologi dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis diharapkan dapat menyumbangkan fasilitas wisata pendidikan, khususnya dalam pengetahuan iklim.Kata kunci: Museum, Klimatologi, Arsitektur Simbolis
Pengaruh Void Terhadap Suhu Udara Pada Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Rawa Bebek di Jakarta Timur Cynthya Dyah Budirahayu; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah susun merupakan alternatif yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kurangnya lahan pemukiman akibat dari pertumbuhan penduduk yang makin meningkat di Ibukota DKI Jakarta. Pembangunan rumah susun sendiri selama ini hanya difokuskan pada penataan massa, sehingga kondisi termal dirumah susun sendiri kurang menjadi perhatian pemerintah. Hal tersebut berpengaruh pada perletakan ruang sebagai sirkulasi udara vertikal pada rumah susun, rumah susun sendiri menggunakan void tangga ataupun lift sebagai tempat sirkulasi udara vertikal pada tiap lantainya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode eksperimental dengan simulasi untuk mengevaluasi pengaruh vodi terhadap suhu udara pada ruang hunian pada rumah susun tersebut, simulasi tersebut dilakukan menggunakan software Ecotect Analysis dan Autodesk Flow Design. Berdasarkan hasil dari pengukuran suhu eksisting dari lima lantai hunian pada rumah susun, suhu udara yang palin rendah terdapat pada hunian yang berada didekat lokasi void. Sedangkan suhu udara yang paling tinggi terdapat pada unit hunian yang letaknya jauh dari lokasi void. Dari dua rekomendasi desain yang telah disimulasikan dengan software Ecotect Analysis, penambahan jumlah void dengan dimensi ruang yang lebih besar pada bangunan rumah susun mampu menurunkan suhu udara sebesar 3°C.   Kata kunci: Suhu udara, void, rumah susun
Perubahan Ruang Dalam Pada Rumah Usaha Sentra Kerajinan Rotan Balearjosari Malang Muhammad Firdaus; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKerajinan rotan merupakan salah satu kerajinan asli Kota Malang, sehingga banyakterdapat usaha kerajinan rotan. Usaha kerajinan rotan tersebut berkembang di rumahrumahpenduduk Kelurahan Balearjosari Malang menjadi Usaha Berbasis Rumah Tangga(UBR). Kegiatan produksi kerajinan rotan tersebut menyebabkan adanya perubahanruang dalam pada rumah yang sebelumnya berfungsi sebagai hunian menjadi fungsiproduktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan ruang dalampada rumah usaha Sentra Kerajinan Rotan Balearjosari Malang. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikangambaran pada objek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruhsampel melakukan perubahan ruang dalam pada rumahnya. Sejumlah 60% pemilikmemindahkan fungsi produktif ke ruang baru, sedangkan sejumlah 40% pemilikmerubah fungsi ruang hunian menjadi ruang produktif. Perubahan ruang produktifberdasarkan letaknya, sebanyak 4 rumah merupakan tipe rumah yang berimbang dan 1rumah merupakan tipe rumah yang terpisah. Tidak ada rumah yang bertipe campuran.Kata Kunci : UBR, ruang dalam, perubahan ruangABSTRACTRattan Handicraft are one of the original handicraft in Malang City, so there are manyrattan handicraft businesses. The rattan handicraft business developed in residential housesat Balearjosari Malang to become a Home Based Enterprises (HBEs). The productionactivity of rattan handicraft makes a spatial change which previously accommodatehousehold activities into production function. The purpose of this study to determinespatial change of a business house in Balearjosari Rattan Craft Center Malang. The methodthat’s being used in this research is descriptive qualitative methods that aims to providedepiction of objects. The results of this research indicate that all samples made spatialchanges in their homes. 60% owners move their productive function to new spatial room,40% of owners change the function of residential space to productive space. The productivespatial change is based on its location, 4 houses are balance types of houses and 1 house is aseparate type of house. There are no mixed-type houses.Keyword : HBE’s, spatial room, change room