cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 69 Documents clear
PENGARUH BUKAAN FASAD TERHADAP KENYAMANAN VISUAL DI DALAM RUANG KULIAH GEDUNG FH UB Muhammad Rizandre Dyatmika; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung kuliah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini merupakan salah satu gedung kulaih di Malang. Gedung ini memiliki fungsi gedung pendidikan yang dimana dibutuhkan pencahayaan yang baik di dalam ruangannya. Di indonesia sendiri memiliki potensi pencahayaan alami. Tetapi penggunaan pencahayaan alami dalam gedung ini masih kurang optimal, masih terdapat ruangan masih gelap saat tidak menggunakan pencahayaan alami. penelitian ini difokuskan untuk menganalisis kualitas kenyamanan visual dalam ruangan yang berpedoman pada standar kenyamanan ruang pendidikan dalam beberapa pedoman, dengan penggunaan aplikasi simulasi digital untuk mendapatkan hasil desain bukaan fasad yang optimal untuk ruang kuliah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap fakta dan memberikan alternatif bukaan fasad yang optimal untuk ruang kuliah. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengubah Tingkat fenestrasi cahaya di bukaan dan mengubah ukuran bukaan pada bangunan. Rekomendasi desain yang dilihat adalah yamng memiliki peningkatan tingkat presentase pencahayaan yang tertinggi dan merata.
Rekayasa Side Lighting Guna Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Alami Pada Gedung Utama FEB Universitas Brawijaya tio Satria Anggara; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis yang memilki 2 musim yaitu musim kemarau dan penghujan menuntut berbagai kegiatan dilakukan serba di dalam ruang semakin menguras kebutuhan energi pada sebuah bangunan. Langkah pemanfaatan potensi tersebut telah ditanggapi dengan adanya konsep yang dicanangkan oleh Universitas Brawijaya yaitu eco-green campus, terdapatnya Gedung Utama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Malang, alangkah baiknya sebagai bangunan pendidikan dan ikon kawasan bangunan ini dapat menjadi role model sebagai bangunan dengan pendekatan hemat energi, salah satunya dari segi pemanfaatan pencahayaan alami di siang hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif-eksperimental mengunakan software Dialux 8.1 dengan tujuan mempelajari, mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi desain bukaan samping dan shading device terkait pencahayaan alami pada Gedung Utama FEB Universitas Brawijaya. Bangunan tersebut masih memiliki masalah pada rata-rata nilai iluminasi jika dibandingkan dengan standar nilai iluminasi pencahayaan standar pada ruang kantor dan perkuliahan sebesar 250 lux-350 lux. Dengan merekayasa sistem side lighting berhasil meningkatkan rata-rata nilai iluminasi, dan meredam efek kontras menggunakan shading device. dengan meningkatkan nilai iluminasi pada ruang serta mengurangi efek silau tentunya dapat menekan konsumsi energi dan tidak mengesampingkan kenyamanan pengguna bangunan.
Konsep Mandiri Energi dengan Air-Curing di dalam Gudang Atag sebagai Bangunan Vernakular Pengering Tembakau di Jember Daning Herawati; Andika Citraningrum, ST., M.Sc
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gudang Atag merupakan salah satu bangunan yang telah ada di Indonesia sejak lama.Bangunan ini merupakan ciri khas dari daerah perkebunan yang menanam tembakaujenis Na-Oogst, yang merupakan bahan baku rokok cerutu. Gudang Atag ini bekerjadengan konsep mandiri energi yang sepenuhnya menggunakan pendinginan pasif untukmengeringkan tembakau di dalamnya yang disebut dengan air-curing. Hal lain yangmempengaruhi proses air-curing yaitu konsep ventilasi silang, pemilihan materialselubung gudang dan juga manual control yang dilakukan oleh penjaga gudang. Gudangini bisa bekerja dengan baik meskipun tanpa bantuan energi buatan seperti energi listrik.Keseluruhan kinerja bangunan didukung oleh material, ukuran, energi angin dan tenagamanusia, oleh sebab itu bangunan ini tergolong bangunan yang mandiri energi. Dan daripenelitian yang dilakukan, beberapa konsep dari kinerja Gudang Atag tersebut mungkinbisa diadaptasi ke bangunan kontemporer.
Rekayasa Bukaan Penghawaan Alami pada Rumah Susun Puspa Agro Sidoarjo Rahadito Baskara Lazuardi; Andika Citraningrum, ST., M.Sc
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan suhu rata-rata tahunan 27oC, karakter suhu pada wilayah kabupaten Sidoarjo berada di ambang batas atas dalam kategori kenyamanan termal. Berdasarkan data pengukuran suhu oleh BMKG pada tahun 2014, suhu rata-rata tersebut dapat mencapai hingga 34,6oC pada bulan desember. Hal ini merupakan sebuah permasalahan yang dihadapi bagi 2 juta populasi penduduk yang tinggal di dalamnya. Permasalahan mengenai kenyamanan termal tersebut berkaitan secara langsung terhadap kegiatan atau aktifitas penduduk, yang kemudian berkaitan dengan tempat tinggal dimana aktifitas berlangsung untuk jangka waktu terlama. Dengan sebagian penduduk di Sidoarjo memiliki tempat tinggal yang berada di rumah susun, dibutuhkan peninjauan mengenai kinerja termal di dalamnya yang hal itu telah diatur juga dalam SNI 03-6572-2001 sebagai standar. Salah satu aspek utama yang diteliti adalah bukaan yang berfungsi sebagai penghawaan alami dalam menghasilkan kenyamanan termal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimental untuk mengetahui kinerja bukaan pada unit rumah susun yang berada di Puspa Agro Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bukaan masih harus dimaksimalkan untuk mendapatkan kecepatan dan persebaran angin yang cukup dalam menghasilkan kenyamanan termal di dalam ruangan unit rumah susun.
Ekistics dalam Permukiman Masyarakat Manggarai (Studi Kasus : Kampung Megalitik Todo, Nusa Tenggara Timur) Dezzalina Dyana Paramita; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flores merupakan sebuah pulau yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Di dalamnya terdiri dari delapan suku dengan Manggarai sebagai suku terbesarnya. Sebagai suku terbesar, tentunya Manggarai memiliki kebudayaan lokal yang beragam termasuk kebudayaan yang diwariskan pada masa pra sejarah yang berbentuk tradisi megalitik. Didukung dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, ditemukan tiga permukiman megalitik di Manggarai yaitu Kampung Ruteng Pu’u, Wae Rebo dan Kampung Todo. Namun dalam silsilahnya, Todo memiliki peran besar dalam pembentukan Manggarai karena dalam sistem pemerintahannya, Todo merupakan cikal bakal terbentuknya Manggarai pada masa lampau berbentuk kedaluan. Dengan tingkatan tersebut, Todo menjadi menarik untuk dibahas karena menyisakan banyak sejarah dan artefak megalitik sebagai bukti keberadaan masyarakat masa lampau. Namun, seiring berkembangnya jaman muncul kemungkinan adanya perkembangan permukiman yang dapat menyebabkan biasnya tatanan permukiman. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji mengenai keberlanjutan perkembangan permukiman Kampung Todo dengan mengetahui kondisi permukiman Todo berdasarkan teori Ekistics yaitu nature, network, man, society, dan shells. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan etic dan emic. Data yang diperoleh merupakan hasil observasi dan wawancara. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa elemen yang memiliki kontribusi paling besar dalam perkembangan permukiman Kampung Todo adalah elemen shellsnya.   Kata kunci: Kampung Todo, megalitik, ekistik
KAJIAN RUANG KOMUNAL PADA IMAH GEDE DALAM KOMUNITAS BUDAYA PADI DI KAMPUNG GEDE CIPTAGELAR Dinny Rahmaningrum; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Ciptagelar merupakan komunitas adat berbasis budaya padi yang mempercayai entitas padi memiliki jiwa layaknya manusia. Komunitas adat identik dengan kegiatan bersama secara berulang dari generasi ke generasi sehingga kebutuhan ruang komunal menjadi wajib dalam setiap ritual baik di luar maupun di dalam bangunan. Imah Gede merupakan fasilitas terjadinya ruang komunal di dalam bangunan. Imah Gede terdiri dari beberapa fungsi dan ruang, antara lain goah, pangcalikan dan Tihang Awi yang merupakan kesatuan bangunan adat. Penelitian ini berfokus pada goah Imah Gede yang cenderung membentuk ruang komunal dalam satuan waktu yang berbeda-beda. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi peran goah Imah Gede dan mendeskripsikan interaksi yang terjadi dari setiap elemen pembentuk ruang. Data dihimpun berdasarkan maksimalisasi informasi dari responden dan keyperson dengan metode etnografi dan paradigma partisipatoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, ruang komunal dalam Imah Gede terbentuk berdasarkan beberapa faktor, yaitu (a) dasar kepercayaan; (b) tipologi ruang; (c) personal space; (d) latar belakang interaksi; (e) kedudukan gender; (f) rutin dan ritual; (g) kinship. Kedua, interaksi yang mendasari terbentuknya ruang komunal berdasarkan titipan adat yang diamanahkan, sehingga terbentuk ruang komunal petugas dapur dan tamu. Interaksi ini unik karena selain interaksi secara fisik, terdapat pula interaksi-senyap pada peristiwa nyangu-nganyaran. Kata kunci: Budaya padi, Ciptagelar, goah, Imah Gede, ruang komunal. ABSTRACT Ciptagelar community is indigenous community based on paddy culture that believes paddy entity has soul like human. Indigenous communities are identical with repeated activities from generation to generation becomes mandatory both outside and inside building. Imah Gede is a facility for communal space inside building. Imah Gede consist of several function and spaces, such as goah, pangcalikan, and Tihang Awi which are the unity of traditional building. This research focuses on goah Imah Gede cave which tends to form communal spaces in different periods. The aim of the research is to identify the role of Goah Imah gede and describe interactions from element forming space. Data collected based on maximizing information from respondents and keyperson with ethnographic methods and participatory paradigms. The result indicate that; first communal space in goah Imah gede made based on saveral factors, (a) fundamental belief; (b) space typology; (c) personal space; (d) background interaction; (e) gender position; (f) routine and ritual; (g) kinship. Second, interaction that influence the making of communal space based on mandated costumary land, thus forming a communal space for kitchen staff and guests. This interaction is unique because in addition to interaction physically, there is also a quiet interaction in nyangunganyaran. Keywords: : Imah Gede, communal space, rice culture, Ciptagelar.
Rekayasa Fasad Untuk Penurunan Suhu Pada Gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Hasan Basri; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya terletak si kota Malang yang memiliki karakter iklim tropis. Gedung Fakultas Hukum memiliki orientasi yang memanjang dari utara ke selatan sehingga pada sisi barat dan timur fasad utama bangunan terkena sinar matahari selama 1 hari penuh yang menyebabkan suhu dalam ruangan tinggi karena paparan sinar matahari tersebut. Berdasarkan pengukuran sun shading ternyata sun shading pada Gedung tersebut kurang efektif dalam mereduksi sinar matahari yang masuk kedalam bangunan. Dengan munggunakan Ecotect Analysis 2011 dilakukan simulasi rekomendasi dengan Shading Device jenis Egg Crate menggunakan 2 ukuran berbeda. tujuan untuk mengetahui suhu ruangan dalam Gedung untuk nantinya di bandingkan dengan suhu setelah dilakukan rekomendasi yang telah menggunakan Shading Device jenis egg crate dengan 2 ukuran berbeda yaitu 1 meter dan 70 cm. hasil simulasi menunjukan bahwa Shading device jenis egg crate dengan berukuran 70 cm lebih efektif menurunkan suhu dengan penuruanan suhu rata rata mencapai 0,710C.
ADAPTASI KAWASAN DAN BANGUNAN TERHADAP ANCAMAN BANJIR DI DUSUN KEBONDALEM DESA KADEMANGAN KABUPATEN JOMBANG ilham Subakti; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jombang merupakan salah satu kabupaten yang hampir setiap tahun mengalami ancaman banjir. Ancaman banjir tersebut terjadi di Dusun Kebondalem Desa Kademangan. Dusun Kebondalem dibatasi oleh dua sungai yaitu Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting. Topografi yang rendah dan meluapnya air Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting adalah faktor penyebab terjadinya banjir yang melanda di permukiman Dusun Kebondalem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis aspek sosial dan fisik yang mempengaruhi adaptasi kawasan dan bentuk adaptasi bangunan. Aspek sosial yang dianalisis adalah tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan yang bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan tingkat ekonomi masyarakat dalam menanggapi ancaman banjir. Sedangkan, aspek fisik yang dianalisis adalah adaptasi fisik kawasan dan bangunan yang sesuai dengan standar kriteria desain. Hasil penelitian yang didapatkan berupa bentuk adaptasi kawasan dan bentuk adaptasi bangunan berdasarkan kriteria desain tanggap bencana banjir.
Kajian Behavior Setting pada Interior Kafe di Kota Malang Adinda Fara Aulia; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembanganya jaman, kafe tidak hanya digunakan sebagai tempat bersantai, namun kini kafe digunakan sebagai tempat mengerjakan tugas, rapat maupun sebagai objek fotografi. Hal tersebut cenderung dilakukan oleh mahasiswa di era ini. Dengan adanya perubahan fungsi tersebut, perlu diketahui tata lingkungan khususnya interior kafe yang dapat memenuhi keberagaman kebutuhan aktivitas penggunanya. Hal tersebut dapat dikaji lebih dalam dengan teori behavior setting sebagai tolok ukurnya. Untuk memperoleh data, dilakukan observasi pada kafe yang memiliki lokasi di dekat dengan kampus dan memiliki mayoritas pengunjung mahasiswa dan observasi dilakukan pada waktu yang telah ditentukan yang kemudian data dianalisis dengan menggunakan behavioral mapping. Berdasarkan pengamatan dan hasil analisis pada Bureau Coffee, Roketto Coffee dan Kafe Hamur, diketahui bahwa terdapat komponen behavior setting pada permasalahan yang diteliti, dimana terdapat pola perilaku berulang yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari faktor personal maupun faktor lingkungan. Selain itu, terlihat pula adanya milieu (batas fisik dan temporal) yang berhubungan erat dengan perilaku yang terjadi. Dari kajian behavior setting pada tiga kafe tersebut, dapat dilihat bahwa interior pada kafe tersebut telah dapat memenuhi pergeseran kebutuhan penggunanya, khususnya untuk aktivitas mengerjakan tugas oleh mahasiswa.Kata kunci: behavior setting, kafe, perilaku, lingkungan