cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS KABUPATEN KUBU RAYA-KALIMANTAN BARAT Almutahar, Arief Maulana; Sutjipto, Darmawan Okto; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.242 KB)

Abstract

Penelitian strategi pengelolaan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) bertujuan untuk mengetahui faktor SWOT(kekuatan, kelemahan, peluang ancaman), skenario dan merumuskan strategi pengelolaan Pelabuhan Perikan Pantai Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya – Kalimatan Barat:  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data: Primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi pasif, wawancara, partisipasi langsung dan studi pustaka. Matriks SWOT merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengidentisifikasi kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman. Setelah mengetahui hal tersebut pemimpin dapat menetukan sebuah arahan strategi suatu organisisasi. QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix) adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi untuk menentukan kemenarikan relatif (relative attractiveness) dari strategi yang bervariasi. Nilai IFAS (Internal Factors Strategic Summary) yang diperoleh variabel kekuatan (1,6088) lebih besar dari pada kelemahan (1,4204). EFAS (Eksternal Strategic Analysis Summary) variabel peluang (1,3256) lebih besar dari ancaman (1,0164).Hasil tersebut menempatkan PPP Sungai Rengas pada kuadran I dengan strategi SO (Streght-Opportunities). Berdasarkan perolehan total nilai yang dihasilkan setiap strategi melalui analisa QSPM didapatkan 5 strategi yang memiliki daya tarik untuk implementasikan, antara lain : (1) Meningkatakatkan produksi perikanan, (2) Segmentasi pasar, (3) Penertiban penjualan ikan PPP Sungai Rengas, (4) Pembangun usaha di lingkungan pelabuhan, (5) Peningkatan dan menstabilkan pasokan BBM. Kata Kunci : Strategi, IFAS, EFAS, SWOT, QSPM
TINGKAH LAKU PEMIJAHAN, PEMBENIHAN, PEMBESARAN IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI BALAI BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO Lailatul P, Dwi Ivanda; Tumulyadi, A Agus; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.71 KB)

Abstract

Ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi. Produksinya berasal dari penangkapan dan budidaya. Saat ini tidak banyak yang memahami tentang tingkah laku ikan kerapu tikus. Oleh karena itu perlu adanya pengkajian tentang tingkah laku ikan kerapu tikus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkah laku ikan kerapu tikus secara keseluruhan yang meliputi pemijahan, pembenihan, dan pembesaran. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo dengan menggunakan metode deskriptif,  analisa data yang digunakan adalah analisa komparatif yaitu membandingkan antara hasil pengamatan dengan literatur. Berdasarkan hasil penelitian, ikan kerapu tikus merupakan ikan hermaprodit protogini yang mengalami perubahan kelamin dari betina ke jantan setelah betina berumur 2 tahun dengan berat 2,5 kg. Pemijahan ikan kerapu terjadi pada bulan gelap (antara tanggal 25-5) antara pukul 22.00-02.00 wib pada suhu perairan 29 oC dan jumlah perbandingan jantan dan betina 1:2.  Ikan kerapu yang hendak memijah menjadi lebih sensitif terhadap suara dan cahaya. Ikan kerapu betina perutnya terlihat buncit, warna tubuhnya cerah dan pergerakannya lambat. Ikan kerapu jantan pergerakannya lebih agresif daripada ikan kerapu betina. Ikan kerapu jantan akan bergerak mengikuti ikan kerapu betina dan berenang bersama. Telur yang dihasilkan berkisar 100.000 – 300.000. Masa inkubasi telur 18-20 jam dengan tingkat penetasan 80% dan survival rate 5 %. Larva kerapu tikus bersifat pelagis, pemberian pakan disesuaikan dengan bukaan mulut larva. Pakan yang diberikan berupa minyak cumi pada D1-D14, zooplankton jenis artemia pada D15-D40, fitoplankton jenis rotifera pada D15-35, pelet pada D17 -D50 dan rebon pada D40-D50.  Faktor lingkungan yang dibutuhkan pada pengamatan larva yaitu : suhu 29 oC, pH 7 , salinitas 32 ppt , dan nilai amoniak < 0,01 ppm. Pembesaran ikan kerapu tikus di karamba jaring apung (KJA) dipelihara mulai ukuran 10 cm (D70) dengan masa pemeliharaan 15 bulan.  Pemberian pakan dilakukan satu kali sehari berupa ikan selar. Ikan kerapu tikus makan dengan menyergap pakannya sebelum pakannya menuju ke dasar. Lingkungan di karamba jaring apung mempunyai suhu  perairan 29-31 oC dan salinitas 33 ppt. Kata Kunci : tingkah laku ikan, kerapu tikus
PENGARUH PEMASANGAN RUMPON PADA MUSIM BARAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PAYANG DI PERAIRAN TUBAN JAWA TIMUR Kurniawan, Mohammad Rizal; Setyohadi, D Daduk; Bintoro, G Gatut
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.723 KB)

Abstract

Nelayan payang di perairan Utara Tuban menggunakan rumpon sebagai alat bantu pengumpul ikan. Rumpon umumnya dipasang pada saat kondisi perairan tenang. Diduga dengan pemasangan rumpon pada saat cuaca buruk (musim barat) produktivitas rumpon akan berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan membandingkan produktivitas alat tangkap payang yang beroperasi di area rumpon yang dipasang saat musim barat dan menghitung produktivitas alat tangkap payang dilokasi rumpon yang berbeda. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Untuk menghitung dan membandingkan produktivitas alat tangkap payang yang beroperasi di daerah rumpon hasil pemasangan saat musim barat menggunakan rumus CPUE, sedangkan untuk menghitung produktivitas alat tangkap payang dilokasi rumpon yang berbeda menggunakan analisa One Way ANOVA. Perhitungan perbandingan produktivitas alat tangkap payang yang beroperasi di area rumpon yang dipasang saat musim barat menunjukkan peningkatan CPUE dalam jangka pendek(1-3 bulan setelah pemasangan), sedangkan 4-7 bulan berikutnya terjadi penurunan CPUE secara drastis. Produktivitas dilokasi rumpon yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Disarankan kepada nelayan payang untuk tidak memasang rumpon pada saat musim barat atau jika memasang rumpon saat musim barat perlu pengaturan lebih lanjut agar tidak terjadi eksploitasi berlebihan. Kata Kunci: pemasangan rumpon, musim barat, payang, perairan Tuban
STRATEGI OPTIMALISASI TAMBAT LABUH DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) PONDOKDADAP KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Rachman, Anang F.; Jauhari, A Alfan; Martinus, M M
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.358 KB)

Abstract

Penelitian tentang strategi optimalisasi tambat labuh di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Kabupaten Malang dilakukan pada bulan februari 2012. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan fasilitas tambat labuh dan merumuskan pilihan strategi perencanaan pengembangan tambat labuh kapal perikanan di Pondokdadap. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik yang menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Analisa data dalam penelitiain ini menggunakan analisa SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas tambat labuh seperti dermaga bongkar memenuhi kebutuhan, sedangkan dermaga apung dan kolam labuh kurang memenuhi kebutuhan. Untuk itu diperlukan perbaikan dermaga apung dan penambahan luas kolam. Dari hasil analisa SWOT menunjukkan bahwa optimalisasi tambat labuh menggunakan strategi Strength-Opportunity (SO). Pada analisa QSPM didapatkan alternatif strategi yang diimplementasikan terlebih dahulu adalah institution development sebesar 6,854 dan dilanjutkan strategi dari environment policy sebesar 6,363. Kata Kunci : pelabuhan, tambat labuh, SWOT, QSPM
PENGARUH PANJANG JARING, UKURAN KAPAL, PK MESIN DAN JUMLAH ABK TERHADAP PRODUKSI IKAN PADA ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PERAIRAN PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK – JAWA TIMUR Suryana, Solicha Annisa; Rahardjo, Iman Prajogo; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.899 KB)

Abstract

Skripsi yang berjudul Pengaruh Panjang Jaring, Ukuran Kapal, PK Mesin, dan Jumlah ABK Terhadap Produksi Ikan Pada Alat Tangkap Purse Seine di Perairan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Prigi, Trenggalek, Jawa Timur pada bulan Juli 2012 Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh panjang jaring, GT kapal, PK mesin dan jumlah ABK terhadap produksi ikan, dan mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi ikan. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan deskriptif dengan data primer sebagai dasar pengambilan data. Data yang telah didapat dianalisa dengan metode analisa regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Dari hasil regresi masing-masing faktor yaitu Panjang Jaring, Ukuran Kapal, PK Mesin dan Jumlah ABK terhadap Produksi Ikan di dapatkan nilai R2 = 0,92 untuk panjang jaring dengan penambahan hasil sebesar 3.811 kg  per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 7, 306x, untuk jumlah ABK nilai R2=0,88 dengan penambahan hasil 3758 kg per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 155x, untuk PK mesin nilai R2=0,912 penambahan hasil sebesar 3697 kg per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 28,6x, sedangkan GT kapal mempunyai nilai R2= 0,912dan penambahan hasilnya 3750 kg per kapal tiap 10 trip dengan persamaan y = 118,9x. Dari hasil pengujian maka faktor yang paling berpengaruh terhadap hasil produksi ikan adalah panjang jaring dengan hasil penambahan produksi ikan 3.811kg per kapal tiap 10 kali trip penangkapan.   Kata Kunci : panjang jaring, ukuran kapal, PK mesin, jumlah ABK,  produksi ikan, dan purse seine
PENGARUH ALAT BANTU PENANGKAPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI KECAMATAN BESUKI KABUPATEN SITUBONDO Hidayatullah, Noeri Dwi; Martinus, M M; Bintoro, G G
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.848 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengaruh alat bantu penangkapan terhadap hasil tangkapan alat tangkap purse seine dilaksanakan di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo pada bulan September – Oktober 2012. Alat bantu yang digunakan berupa lampu, kombinasi rumpon dan lampu, dan tanpa menggunakan alat bantu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alat bantu terhadap hasil tangkapan dan pendapatan nelayan purse seine. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi, sedangkan metode analisis data dengan cara Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan menggunakan metode ANOVA serta uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat bantu penangkapan berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan nelayan purse seine. Alat bantu kombinasi rumpon dan lampu merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan hasil tangkapan yang optimal. Alat bantu kombinasi rumpon dan lampu meningkatkan jumlah hasil tangkapan sebesar 21 % dibandingkan dengan alat bantu lampu, dan meningkatkan jumlah hasil tangkapan sebesar 34 % dibandingkan saat tanpa menggunakan alat bantu. Penggunaan alat bantu kombinasi rumpon dan lampu juga memberikan pendapatan terbesar dibandingkan dengan penggunaan alat bantu lampu dan tanpa menggunakan alat bantu.   Kata Kunci : alat bantu, hasil tangkapan, nelayan, purse seine
EFEKTIFITAS PERATURAN TENTANG JALUR, PENEMPATAN ALAT DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN DALAM PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI SUB WPP-NRI 573 PERAIRAN PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK Pawestri, Rurin Ratna; Sutjipto, Darmawan Ockto; Susilo, E Edi
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.748 KB)

Abstract

Penelitian Efektivitas Peraturan Tentang Jalur, Penempatan Alat Dan Alat Bantu Penangkapan Ikan Dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap Di Sub WPP-NRI 573 Perairan Prigi Kabupaten Trenggalek dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2012. Tujuan dari penelitian ini : (1) Menginventarisasi alat penangkapa, alat bantu penangkapan, dan kapal perikanan yang digunakan di perairan Prigi. (2) Mengidentifikasi penempatannya pada jalur penangkapan dan menentukan ketidaksesuaiannya dengan peraturan menteri nomor PER.02/MEN/2011. (3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan PER.02/MEN/2011. (4) Mendapatkan informasi tentang solusi-solusi dari kendala yang ada. Dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, purse seine 96.8% tidak sesuai, pukat pantai 62.6% tidak sesuai, pancing tonda 100% sesuai, payang 75% tidak sesuai, Gill net 75% tidak sesuai, dan jaring klitik 90% tidak sesuai. Pada akhirnya menunjukan bahwa masih banyak kendala dalam penerapan PER.02/MEN/2011, sehingga masih belum efektive diterapkan di Prigi.   Kata kunci : Efektivitas peraturan, jalur penangkapan, perairan Prigi.
KAJIAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI RANTAI DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI TPI PAITON DAN TPI MAYANGAN PROBOLINGGO Huda, M Miftachul; Sutjipto, Darmawan Ockto; Jauhari, A Alfan
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.241 KB)

Abstract

Rantai distribusi merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan suatu kegiatan penyaluran hasil tangkapan untuk mencapai konsumen. Jumlah rantai yang ada didalam suatu kegiatan distribusi juga mempengaruhi dari harga dan kualitas barang yang di distribusikan. Ikan yang merupakan barang mudah rusak, memerlukan perhatian khusus untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensinya dalam proses distribusinya. Khususnya distribusi ikan berasal dari Tempat Pelelangan Ikan Paiton dan Tempat Pelelangan Ikan Mayangan yang ada di Probolinggo. Ikan tongkol (Auxis thazard), ikan layang (Decapterus ruselli), dan ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang merupakan beberapa hasil tangkapan yang didaratkan di TPI Paiton dan TPI Mayangan serta merupakan ikan yang digemari oleh semua kalangan masyarakat harus bisa diketahui tingkat kualitas maupun harga yang ada dipasaran. Melalui penelusuran tingkat efektivitas dan efisien yang ada di rantai distribusi tiga ikan tersebut, diharapkan akan dapat mendeskripsikan, menentukan harga, serta dapat mengetahui tingkat efektivitas dan efisien rantai distribusi yang ada pada TPI Paiton dan TPI Mayangan Probolinggo. Penelitian menggunakan indaktor efektivitas dan efisien yang dimodifikasi efektivitas dan efisien organisasi dan kemudian disesuaikan untuk kegiatan distribusi ikan.   Kata Kunci: Rantai distribusi, efektivitas, efisien, tempat pelelangan ikan
PENDUGAAN POTENSI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI PERAIRAN PACITAN, JAWA TIMUR Harianto, S Sugeng; Martinus, M M; Sukandar, S S
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.847 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan kecamatan Sidoharjo Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur pada bulan September 2011. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui nilai potensi lestari perikanan tongkol di Perairan Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analisit.. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah data premier yaitu wawancara langsung dan data sekunder berupa data statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan mulai tahun 2001 sampai dengan tahun 2010. Analisa data dalam penelitiain ini menggunakan analisa scaefer, fox dan walterhilborn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alat tangkap yang dominan mendapatkan tangkapan ikan tongkol dan menjadi alat tangkap standart perhitungan konversi alat tangkap di Pacitan adalah Purse seine. Analisa hasil dari ketiga model didapatkan untuk model Schaefer dan model Fox diperoleh nilai dari variable b adalah positif sebesar 0,0944 dan untuk model fox nilai variable d adalah 0,0076, jika kedua variabel tersebut memiliki hasil positif, maka kedua model ini tidak dapat digunakan dalam analisis perikanan tongkol. Sedangkan untuk analisa model Walter-Hilborn didapat laju pertumbuhan intrinsik (r) sebesar 0,836 per tahun dengan daya dukung lingkungan (k) 630,149 ton/tahun dan nilai koefisien penangkapan (q) 0,0134. Nilai biomas ikan tongkol pada tahun 2010 adalah sebesar 344,8 ton, potensi cadangan ikan tongkol pada tahun 2010 adalah sebesar 172,4 ton, pertumbuhan stok biomas yaitu sebesar 130,52 ton dan hasil tangkapan pada tahun 2010 adalah sebesar 194,4 ton.   Kata Kunci : potensi, tongkol, scaefer, fox, walter hilborn
KOMPOSISI DAN TRUSS MORFOMETRI IKAN HASIL TANGKAPAN ALAT CANTRANG (MODIFIKASI DANISH SEINE) DI PERAIRAN BRONDONG, JAWA TIMUR Mendrofa, Suasani Janarti; Wiadnya, Dewa Gede Raka; Lelono, Tri Djoko
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.407 KB)

Abstract

Cantrang, nama lokal Danish Seine di Jawa Timur, ialah kategori alat tangkap yang ditujukan untuk menangkap ikan-ikan demersal. Penelitian dilakukan di sekitar perairan Brondong dengan tujuan untuk mengetahui laju tangkap, komposisi hasil tangkap dan truss-morfometri dari beberapa spesies ikan hasil tangkap. Sampling dilakukan pada bulan September – Desember 2012 dengan berpartisipasi pada 16 operasi (setting) penangkapan yang dilakukan nelayan lokal. Laju tangkap (catch rate) bervariasi antara 63.5 – 72.6 Kg/Km2 sapuan dasar. Hasil tangkap tersusun atas 16 family dan 21 spesies, beberapa jenis belum bisa dikonfirmasi sampai pada tingkat spesies. Hasil tangkap didominasi oleh family Leiognathidae (53.4%), terutama dari spesies Leiognathus bindus (Valenciennes, 1835). Perbandingan (ratio) antara panjang standar (SL) dengan tinggi badan maksimum (MBD) bisa digunakan sebagai penciri untuk membedakan spesies yang berekarabat dekat, terutama ikan-ikan yang mempunyai dorsal tunggal.   Kata kunci: truss morfometri, cantrang, brondong

Page 1 of 2 | Total Record : 12