Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KOMPOSISI DAN TRUSS MORFOMETRI IKAN HASIL TANGKAPAN ALAT CANTRANG (MODIFIKASI DANISH SEINE) DI PERAIRAN BRONDONG, JAWA TIMUR Mendrofa, Suasani Janarti; Wiadnya, Dewa Gede Raka; Lelono, Tri Djoko
Jurnal Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.407 KB)

Abstract

Cantrang, nama lokal Danish Seine di Jawa Timur, ialah kategori alat tangkap yang ditujukan untuk menangkap ikan-ikan demersal. Penelitian dilakukan di sekitar perairan Brondong dengan tujuan untuk mengetahui laju tangkap, komposisi hasil tangkap dan truss-morfometri dari beberapa spesies ikan hasil tangkap. Sampling dilakukan pada bulan September – Desember 2012 dengan berpartisipasi pada 16 operasi (setting) penangkapan yang dilakukan nelayan lokal. Laju tangkap (catch rate) bervariasi antara 63.5 – 72.6 Kg/Km2 sapuan dasar. Hasil tangkap tersusun atas 16 family dan 21 spesies, beberapa jenis belum bisa dikonfirmasi sampai pada tingkat spesies. Hasil tangkap didominasi oleh family Leiognathidae (53.4%), terutama dari spesies Leiognathus bindus (Valenciennes, 1835). Perbandingan (ratio) antara panjang standar (SL) dengan tinggi badan maksimum (MBD) bisa digunakan sebagai penciri untuk membedakan spesies yang berekarabat dekat, terutama ikan-ikan yang mempunyai dorsal tunggal.   Kata kunci: truss morfometri, cantrang, brondong
Kesesuaian Desain Gillnet Dasar Nelayan Jawa Timur Dengan Standar Nasional Indonesia Yulianto, Eko Sulkhani; Rahman, Muhammad Arif; Sunardi, Sunardi; Muntaha, Ali; Bintoro, Gatut; Lelono, Tri Djoko
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.24.2.84-90

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan merupakan kegiatan yang sangat dinamis. Perubahan lingkungan baik yang berasal dari dalam maupun luar yang mempengaruhi keberadaan sumberdaya ikan, akan direspon nelayan dengan melakukan perubahan operasi penangkapan ikan guna mendapatkan hasil tangkapan yang optimal (Wiyono, 2006). Kegiatan perikanan di Indonesia merupakan kegiatan perikanan yang multispecies dan multigear. Di Indonesia, penangkapan target spesies tertentu dengan berbagai macam alat tangkap, dan juga sebaliknya satu jenis alat tangkap tertentu menangkap berbagai target tangkapan. Hal tersebut juga terjadi pada nelayan-nelayan Pantura Jawa Timur, sebagai contoh bottom gillnet. Bottom gillnet banyak digunakan nelayan-nalayan Pantura Jatim khusus untuk menangkap rajungan seperti yang dilakukan nelayan Paciran, Lamongan dan sebagian lagi khusus menangkap ikan demersal ekonomis penting seperti ikan gulamah, seperti yang dilakukan nelayan Tuban. Berbagai hal dilakukan oleh nelayan tersebut, merupakan bentuk adaptasi yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang optimal. Pola adaptasi yang dilakukan nelayan gillnet bermacam-macam misal dengan cara perubahan lama operasi penangkapan ikan, perubahan daerah penangkapan ikan, penambahan piece jaring atau pengurangan piece jaring. Perubahan lama operasi penangkapan ikan ditentukan oleh kemampuan kapal dalam beroperasi. Hal ini selaras juga dengan statement Nomura (1977), yang mengatakan bahwa jika jaring tertentu ditempatkan dalam air dengan kecepatan air yang tetap, maka tahanan jaring akibat arus air adalah sebanding dengan luas jaring. Jika luas jaring ditingkatkan sebanyak n kali, maka tahanan jaring juga akan meningkat sebesar n kali (Nomura, 1977). Selama ini berbagai bentuk adaptasi apakah ada perbedaan baik secara desain maupun teknis antara gillnet khusus penangkap ikan dan gillnet penangkap rajungan serta kesesuaiannya dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) khususnya di Pantura Jawa Timur belum dilakukan. Metode yang digunakan penelitian dalam penelitian ini adalah dengan analisis dekriptif dari hasil pengukuran kondisi alat tangkap di lapang yang kemudian dibandingkan dengan SNI yang ada. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa wilayah yang tidak sesuai dengan SNI yang ada, namun berdasarkan dengan kkebiasaan yang dilakukan oleh nelayan
APPROACH TO RISK ANALYSIS TRAWLER (BOAT OR VESSEL SIENE NETS) NORTH COAST OF EAST JAVA Tri Djoko Lelono; Gatut Bintoro
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 2 (2019): JFMR VOL 3 NO 2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.919 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.18

Abstract

General Linear Model (GLM) aims to find the relationship between several independent variables with one dependent variable. GLM was conducted to answer the research objectives (1) the contribution of fishing gear to the total catch of pelagic fish, (2) to determine the type of pelagic fish that was dominantly caught in the type of fishing gear based on the 2004 - 2016 East Java marine and fisheries statistical report. The results of the GLM WPP Republic of Indonesia analysis of 573, the dominant small pelagic fish were lemuru fish on payang fishing gear, selar fish in purse seine, layur fish on drifting gill nets, and bloating on fixed gill nets. While contributions based on small pelagic fishing gear are ring trawlers catching flying fish, selar fish, and anchovy. The gill nets keep catching fish, mullet, tembang fish, and mackerel. Payang catches lemuru and layur fish. Region WPP RI 712 as a result of analysis of small pelagic GLM fish: pompano fish catching equipment, anchovy with dogol fishing gear, layur fish with trawl fishing gear, gill drift fishing gear and fishing gear step, tembang fishing purse seine and tremmel net, mullet fish with fixed gill nets. Contributions based on small pelagic fishing gear are circular gill nets contributing to kite and anchovy, gill net fishing gear drifting on stingrays and layur fish, Tremmel net in Pompano fish. dogol fishing gear on mullet and mackerel, fishing gear step on tembang fish and lemuru fish. While large pelagic fish: clitic fishing gear contributes to mackerel and skipjack fish while dogol catches on tuna 
PENILAIAN RISIKO TERHADAP PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN (STUDI KASUS PERIKANAN TONGKOL Euthynnus affinis, DI PERAIRAN PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR) Tri Djoko Lelono; Gatut Bintoro
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 9 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.334 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i9.6193

Abstract

Fokus manajemen perikanan merupakan bentuk fisik yang digunakan untuk pendugaan stok ikan dalam pengelolaan berkelanjutan. Manajemen risiko sangat penting dalam merencanakan pengelolaan sumberdaya berkelanjutan. Dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berorientasi jangka panjang diperlukan sebuah manajemen  perikanan yang mengutamakan prinsip ke hati hatian dalam melakukan keputusan maupun kebijakkan perlu pendekatan manajemen risiko. Tujuan dari pegelolan perikanan yang keberlajutan yaitu memaksimalkan  produksi tanpa merusak sumberdaya yang ada maupun lingkungan. Pengelolaan perikanan terdiri dari beberapa unsur yaitu (1) penilian sumberdaya, (2) pengambil keputusan,  (3) pemilihan strategi, (4) alternatif manajemen  (5) pengawasan. Sehingga  seorang manager perlu adanya pengetahuan mengenai penilaian risiko dan kerentanan dalam membahas peraturan, perlindungan, keberlanjutan sumberdaya perikanan dan habitatnya. Besarnya penilain kemungkinan peluang dan dampak risiko  tergantung dari  kondisi permasalahan diteliti. Untuk pengelolaan ikan tongkol berdasarkan pendekatan biologi dan alat tangkap  yang memiliki nilai tinggi,sedangkan faktor lingkungan (makanan, suhu klorofil dan makanan) kemungkinan peluang dan dampak dari risiko memiliki nilai kecil. Alternatif pengurangan risiko yang paling besar pada spesies dan alat tangkap sedangkan untuk nelayan, pemerintah dan model ekploitasi pengurangan alternatif risiko sangat kecil. Kata kunci: Keberlanjutan, manajemen, risiko, ikan tongkolFokus manajemen perikanan merupakan bentuk fisik yang digunakan untuk pendugaan stok ikan dalam pengelolaan berkelanjutan. Manajemen risiko sangat penting dalam merencanakan pengelolaan sumberdaya berkelanjutan. Dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berorientasi jangka panjang diperlukan sebuah manajemen  perikanan yang mengutamakan prinsip ke hati hatian dalam melakukan keputusan maupun kebijakkan perlu pendekatan manajemen risiko. Tujuan dari pegelolan perikanan yang keberlajutan yaitu memaksimalkan  produksi tanpa merusak sumberdaya yang ada maupun lingkungan. Pengelolaan perikanan terdiri dari beberapa unsur yaitu (1) penilian sumberdaya, (2) pengambil keputusan,  (3) pemilihan strategi, (4) alternatif manajemen  (5) pengawasan. Sehingga  seorang manager perlu adanya pengetahuan mengenai penilaian risiko dan kerentanan dalam membahas peraturan, perlindungan, keberlanjutan sumberdaya perikanan dan habitatnya. Besarnya penilain kemungkinan peluang dan dampak risiko  tergantung dari  kondisi permasalahan diteliti. Untuk pengelolaan ikan tongkol berdasarkan pendekatan biologi dan alat tangkap  yang memiliki nilai tinggi,sedangkan faktor lingkungan (makanan, suhu klorofil dan makanan) kemungkinan peluang dan dampak dari risiko memiliki nilai kecil. Alternatif pengurangan risiko yang paling besar pada spesies dan alat tangkap sedangkan untuk nelayan, pemerintah dan model ekploitasi pengurangan alternatif risiko sangat kecil. Kata kunci: Keberlanjutan, manajemen, risiko, ikan tongkol
Plankton Community Structure as Bioindicator Trophic Status of Jatigede Reservoir Waters Rosadi Rosadi; Muhammad Musa; Tri Djoko Lelono
Research Journal of Life Science Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rjls.2020.007.01.4

Abstract

Jatigede Reservoir in Sumedang Regency is a land mass planning designed as a multi-function reservoir. The main water source for this reservoir is from Cimanuk River, which flows through Garut Regency, and has many industrial activities around the river flow. This research was conducted to assess the trophic status of water pollution in Jatigede Reservoir by utilizing plankton as a bioindicator agent. Samples were collected from 9 observation stations from November 2018 until January 2019. The results showed that 26 species of phytoplankton from 7 divisions including Dinophyta, Cyanophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Euglenophyta, Bacillariophyta, and Charophyta was found in Jatigede Reservoir at about 461 ind/m3. Zooplankton abundance of 6 species from 2 divisions of Rotifera and Copepoda at 2 ind/m3. The average phytoplankton diversity index was 0.93 and zooplankton diversity index was 0.23. The average phytoplankton evenness index was 0.44 and zooplankton evenness index was 0.24. The average dominance of phytoplankton was 0.58 and dominance of zooplankton was 0.25. Based on the plankton community structure, the trophic status of Jatigede Reservoir was classified to moderate polluted (eutroph) to heavily pollutants (hypereutroph). The dominant species was Perinidium sp from Dinophyta division.
DINAMIKA POPUL ASI IKAN TUNA ALBAKORA (Thunnus alalunga Bonnaterre, 1788) YANG DIDARATKAN DI PEL ABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Tri Djoko Lelono; Gatut Bintoro; Didik Rudianto
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.576 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7387

Abstract

Tuna albakora (Thunnus alalunga) merupakan salah satu jenis tuna yang ditemukan di perairan Indonesia. Penelitian terhadap aspek dinamika popukasi tuna albakora masih jarang dan perlu dilakukan pengkajian dalam upaya pengendalian stok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan aspek dinamika populasi yang meliputi pendugaan kelompok umur, parameter pertumbuhan (L”, K, dan to), laju mortalitas, laju eksploitasi, rekrutmen, analisa yield per recruit (Y/R) dan biomassa per recruit (B/R) pada ikan tuna albakora (T. alalunga). Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada bulan Agustus-Desember 2016. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan 2.702 sampel ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan bersifat allometri negatif dengan nilai b<3. Parameter pertumbuhan Von Bertalanffy didapatkan hasil L” = 118,3 cm FL dan K = 0,51/year. Nilai to diketahui dengan menggunakan persamaan Pauly (1984) dihasilkan to = -0,219 tahun. Nilai Lc dan Lm masing-masing sebesar 101,61 cm FL dan 90 cm FL. Nilai laju mortalitas total (Z) tuna albakora = 1,81, laju mortalitas alami (M) = 0,8 laju mortalitas penangkapan (F)= 1,01, laju eksploitasi (E) = 0,56 atau 56%, nilai yield per recruit (Y/R) = 0,029 per tahun dan biomassa per recruit (B/R) = 0,349 per tahun.
Peningkatan Pelayanan Ekowisata Badher Bank Melalui Pendampingan Manajemen Kelompok Muammar Kadhafi; Ledhyane Ika Harlyan; Tri Djoko Lelono; Sukandar Sukandar; Sunardi Sunardi; Abu Bakar Sambah; Eko Sulkhani Yulianto; Darmawan Ockto Sutjipto; Yasinta Rahmaningtyas; Tantowi Joan Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 2, No 3 (2022): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i3.168

Abstract

Tawangrejo fishers located in Binangun, Blitar are a group of fishers who conducted destructed fishing. Once fish population decreased, they believed that they must recover the fish population in the Brantas river, especially for a ray-finned fish, Puntius bramoides (Valenciennes, 1842) that live endemic, by forming Community based surveillance named POKMASWAS Fajar Bengawan. The POKMASWAS actively monitor and prohibit destructive fishing, also initiate ecotourism called Badher Bank such as river tracking, fish feeding and fishing. However, Badher Bank still has some constraints related to service management and infrastructure availability. Therefore, the aim of these activities was to increase the service of Badher Bank ecotourism by assisting the group management and building a rest facility for tourists. The results of these activities were the workshop and capacity building for POKMASWAS and the provision of a gazebo. Now, Badher Bank has been well managed with improved management skills and excellent ecotourism services.
PENDEKATAN ANALISIS RISIKO ALAT TANGKAP PUKAT TARIK BERKAPAL (BOAT OR VESSEL SIENE NETS) DI PERAIRAN UTARA JAWA TIMUR Tri Djoko Lelono; Gatut Bintoro
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.63 KB)

Abstract

Manajemen diperlukan karena sifat sumberdaya perikanan itu sendiri memiliki nilai yang tinggi dan peka terhadap pengelolaan dan terdapat 4 (empat) komponen dasar dalam manajemen yang harus dipertimbangkan, yaitu: (1) kelestarian sumberdaya; (2) sustainabilitas ekonomi; (3) sosial masyarakat (tenaga kerja); dan (4) lingkungan terutama habitat. Dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berorientasi jangka panjang mengutamakan ke hati hatian dalam melakukan keputusan dan kebijakkan Pengelolaan perikanan bertujuan untuk memaksimalkan produksi tanpa merusak sumberdaya yang ada maupun lingkungan. Pengelolaan perikanan terdiri dari beberapa unsur yaitu (1) penilian sumberdaya, (2) pengambil keputusan, (3) pemilihan strategi, (4) alternatif manajemen (5) pengawasan. Sehingga seorang manager perlu adanya suatu penilaian mengenai risiko dan kerentanan dalam membahas peraturan, perlindungan sumberdaya perikanan dan habitatnya.Berdasarkan Kepmen KP No.6/2010 yang termasuk klasifikasi pukat tarik berkapal (Boat or vessel seine nets) yaitu cantrang dan dogol.. Dengan diterbitkan Permen Pelarangan Nomer 2/PERMEN-KP/2015. Alat tangkap cantrang di larang Data yag diambil pada bulan Oktober 2017 – April 2017 di 3 lokasi Pusat Pendaratan Ikan. (Pasuruan, Probolinggi dan Gersik) data yang diambil hasil tangkapan meliputi jenis, ukuran dan makanan untuk menduga kondisi dasar perairan.Berdasarkan analisis matrik tingkat skala risiko bahwa pukat tarik probabilitas dan dampak yang menyebabkan risiko terhadap sumberdaya perikanan sangat besar Alternatif yang paling tinggi untuk pengurangan risiko penanganan terhadap spesies, ukuran dan alat tangkap
ASPEK BIOLOGI IKAN Alopias pelagicus Nakamura, 1935 DAN Alopias superciliosus Lowe, 1839 YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR: BIOLOGICAL ASPECTS OF Alopias pelagicus Nakamura, 1935 AND Alopias superciliosus Lowe, 1839 LAND IN MUNCAR COASTAL FISHING PORT (PPP) Hanifa Ramadhani; Lelono, Tri Djoko; Gatut Bintoro; Arief Setyanto; Muhammad Arif Rahman; Naufal Hilda Bahtiar; Muhammad Ghozaly Salim; Irianies Cahya Gozali
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.7

Abstract

Ikan hiu merupakan salah satu tangkapan dominan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar. Ikan hiu Alopias pelagicus Nakamura, 1935 dan Alopias superciliosus Lowe, 1839 masuk kedalam daftar APPENDIKS II CITES serta IUCN kategori terancam dan rentan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek biologi ikan hiu A. pelagicus dan A. superciliosus di PPP Muncar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara dokumentasi, wawancara, pengambilan data biologi, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yakni analisis data deskriptif kualitatif (identifikasi hasil tangkapan dan kategorisasi spesies per jumlah) dan deskriptif kuantitatif (sebaran frekuensi panjang, rasio keseimbangan jenis kelamin, hubungan panjang – berat, dan hubungan panjang tubuh – panjang klasper). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebaran frekuensi panjang A. pelagicus  56 cmSL - 154 cmSL dengan total 42 ekor dan A. superciliosus 21.5 cmSL - 176.5 cmSL dengan total 17 ekor, rasio keseimbangan jenis kelamin A. pelagicus (1 : 0.62) seimbang dan A. superciliosus (1 : 1.83) tidak seimbang, hubungan panjang – berat A. pelagicus dan A. superciliosus alometrik negatif, serta hubungan panjang tubuh – panjang klasper A. pelagicus sangat kuat dan A. superciliosus sedang. Faktor yang mempengaruhi aspek biologi ikan hiu adalah genetik, sumber makanan, tingkah laku ruaya, dan kondisi lingkungan.   Sharks are one of the dominant catches at the Muncar Fishing Port. This fish Alopias pelagicus Nakamura, 1935 and Alopias superciliosus Lowe, 1839 included in the list of CITES APPENDIX II and the IUCN category of endangered and vulnerable. The research method used is descriptive. Data was collected using documentation, interviews, biological data collection, and literature study. This study aimed to determine the biological aspects of sharks A. pelagicus and A. superciliosus at Muncar Fishing Port. Data was collected by documenting, interviewing, collecting biological data, and studying the literature. Data analysis used was qualitative descriptive data analysis (catch identification and species categorization per number) and quantitative descriptive (length frequency distribution, ratio sex balance, length – weight relationship, and body length – clasper length relationship). Based on the results of the study, the length frequency distribution of A. pelagicus was 56 cmSL - 154 cmSL with a total of 42 heads and A. superciliosus was 21.5 cmSL - 176.5 cmSL with a total of 17 heads, the ratio sex balance A. pelagicus (1 : 0.62) was balanced and A. superciliosus (1 : 1.83) was not balanced, the relationship between length – weight of A. pelagicus and A. superciliosus is negative allometric, and the relationship between body length – clasper length of A. pelagicus is very strong and A. superciliosus is moderate. Factors influencing shark biology are genetics, food sources, wandering behavior, and environmental conditions.
Aspek Biologi Hasil Tangkapan Ikan Pari (Mobula Thurstoni) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (Ppp) Muncar: Biological Aspects Of Ray Catch (Mobula thurstoni) Landed in Muncar Coastal Fishing Port Naufal Hilda Bahtiar; Lelono, Tri Djoko; Muhammad Arif Rahman; Hanifa Ramadhani; Tawang Firmansyah; Hasan Syaiful Rizal
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 2 (2024): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.02.2

Abstract

Mobula thurstoni merupakan spesies elasmobranch termasuk kedalam famili mobulidae yang sering tertangkap sebagai tangkapan sampingan di PPP Muncar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualititatif. Analisis data kualitatif diperoleh melalui identifikasi spesies ikan pari dan jenis kelaminnya, sedangkan analisis data kuantitatif diperoleh melalui pengambilan data panjang dan berat ikan pari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2022 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tujuan penelitian untuk mengetahui aspek biologi meliputi; hubungan lebar dan berat, nisbah kelamin, dan frekuensi lebar ikan pari (Mobula thurstoni). Berdasarkan hasil penelitian hubungan lebar dan berat setalah dilakukan juga uji-t menunjukkan hasil Thitung > Ttabel (3,56 > 2,20) menunjukkan hasil alometrik negatif (b = 2,53), berarti pertambahan beratnya lebih lambat dari pertambahan lebarnya. Nisbah kelamin jantan dan betina sebesar 1:0,63 dengan uji Chi-square X2hitung > X2tabel (0,69 > 2,18), maka tidak terdapat perbedaan jenis kelamin yang signifikan. Frekuensi lebar terendah antara 71 – 90 cm dan frekuensi lebar tertinggi antara 147 – 166 cm dengan modus antara 109 – 128.   Mobula thurstoni is a species of elasmobranch belonging to the family Mobulidae which is often caught as by-catch in the Muncar Coastal Fishing Port. The method used in this research is descriptive quantitative and qualitative. Qualitative data analysis is obtained by identifying the ray species and their gender, while quantitative data analysis is obtained by collecting data on the length and weight of the ray. This research was conducted in July – August 2022 at the Muncar Coastal Fishing Port, Banyuwangi Regency, East Java. The research aims to discover the biological aspects including; the relationship between width and weight, sex ratio, and width frequency of ray (Mobula thurstoni). Based on the results of the study on the relationship between width and weight, after the t-test was also carried out, the results of Tcount > Ttable (3.56 > 2.20) showed negative allometric results (b = 2.53), meaning that the weight gain was slower than the increase in width. The male and female sex ratio was 1:0.63 with the Chi-square test X2count > X2table (0.69 > 2.18), so there was no significant difference in sex ratio. The lowest frequency is between 71 – 90 cm and the highest is between 147 – 166 cm with the mode frequency between 109 – 128.
Co-Authors Abu Bakar Sambah Agus Tumulyadi Agus Tumulyadi Agustin, Rizky Fadilla Aisyah, Berdita Nur Aisyiyah Nurmarina Bestari Akbar, Hidayatul Aisytu Nurul Ali Muntaha Almawadah, Yulia Ainun Amanda Rifan Fathoni Andik Isdianto Anung Widodo Arief Setyanto Arief Setyanto Asadi, M. Arif Asmirijal, Amrey Syahnur Bambang Semedi Daduk Setyohadi Darmawan Ockto Sutjipto Darmawan Ockto Sutjipto Darmawan Okto Sutjipto Destiana Hermanita Dewa Gede Raka Wiadnya Dewa Gede Raka Wiadnya Dhea, Luthfia Ayu Didik Rudianto Diza, Novia Fara Dwi Setijawati Edi Susilo Eko Sulkhani Yulianto Eko Sulkhani Yulianto Fathah, Aulia Lanudia Fetriyani Fetriyani Fuad Fuad Gatut Bintoro Hadiyah, Lisa Nur Hanifa Ramadhani Hasan Syaiful Rizal Hidayah, Lisa Nur Iranawati, Feny Irianies Cahya Gozali Irwan Jatmiko Ismaningsih, Indri Sari Jati Batoro Kristina Marsela Ledhyane Ika Harlyan Lee, Ming-An Lisa Nur Hidayah Mahiswara, Mahiswara Marsela, Kristina Mendrofa, Suasani Janarti Mihrobi Khalwatu Rihmi Muammar Kadhafi Muh. Arif Rahman Muhammad Arif Rahman Muhammad Ghozaly Salim Muhammad Musa Mulyanto Naufal Hilda Bahtiar Nico Rahman Caesar Nindi Nur Wulandari Nita Hellis Setyowati Nizery, Sefhanissa Puspa Retno Puspitasari, Intan Dwi Putri, Berlania Mahardika Rafif Zul Fahmi Rahman, Muhammad Arif Ramadhanti, Nur Fa'izah Fitri Rihmi, Mihrobi Khalwatu Rosadi Rosadi Sari, Wahida Kartika Setyowati, Nita Hellis Shidqi, Mohammad Hafizh Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Supriatna Supriatna Syarifah Hikmah Julinda Sari Tantowi Joan Fauzi Tawang Firmansyah TIWI NURJANNATI UTAMI Tumulyadi, Agus Utama, Andria Ansri Utami, Ririn Vian Dedi Pratama Waliyuddin, Achmad Wardhani, Niken Hendrakusma Wiadnya, Dewa Gede Raka Widodo, Anung Wildan Alfarizi Wirastika Adhihapsari Wirastika Adihapsari Wulandari, Nindi Nur Yanuhar, Uun Yasinta Rahmaningtyas Zahra, Afifah